Rektor Untidar Hadiri Pengukuhan 98 Mahasiswa Pendamping UMKM Kota Magelang

Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. hadiri pengukuhan 98 mahasiswa sebagai pendamping dalam Program Pendampingan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Kota Magelang (P3EP) oleh Wali Kota Magelang, dr. H. Muchamad Nur Aziz,Sp.PD-KGH., Senin (13/5) di Pendopo Pengabdian Kota Magelang.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. mengapresiasi dan mendorong mahasiswa untuk memaksimalkan pengabdiannya pada masyarakat.

“Saya tekankan pendampingan selain memberikan arahan dan bimbingan tapi lebih dominan proses belajar, mereka bagaimanapun juga status masih mahasiswa. Ikuti konsep jawa, ilmu kelakone nganti laku. Mohon maaf kepada ibu-ibu, dalam proses pendampingan jangan menilai mereka serba tahu, mereka masih belajar. Semangat untuk pemuda generasi penerus bangsa.” jelasnya.

Program ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kota Magelang, Koperasi Dharma Wanita Kota Magelang, Bank Jateng Cabang Magelang, Universitas Tidar, dan Hipmi Kota Magelang serta melibatkan 98 mahasiswa sebagai pendamping, 9 mahasiswa sebagai koordinator lapangan dan 231 perempuan pelaku UMKM (Usaha mikro, kecil, dan menengah).

dr. H. Muchamad Nur Aziz,Sp.PD-KGH. menjelaskan tujuan dari program ini yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Magelang terutama perempuan.

“Kebijakan ini untuk mengutamakan perempuan. Perempuan dianalisa atau dikaji lebih punya loyalitas kebersamaan di masyarakat, sehingga kita bantu mereka modelnya bantuan secara bersama-sama. Satu grup ada sepuluh orang, sistemnya tanggung renteng, sehingga kalau ada satu tidak mampu bisa dibantu yang lain” pungkasnya.

Dalam acara pengukuhan ini, Dokter Aziz secara simbolis menyematkan idcard kepada perwakilan mahasiswa, kemudian menyerahkan dana sebesar Rp115.500.000 kepada perwakilan pelaku UMKM.

Pemimpin Bidang Pemasaran Bank Jateng Cabang Magelang, Agus Priyono menuturkan permodalan ini merupakan langkah baik untuk membangun perekonomian Kota Magelang.

“Bank Jateng sangat mendukung program ini, harapannya dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan. Mari bersama-sama membangun ekonomi masyarakat kota Magelang.”

Program pendampingan mengguna model tanggung renteng, dimana pelaku UMKM akan dikelompokkan menjadi 25 kelompok dan saling membantu dalam pelunasan modal tanpa bunga yang disediakan. Mahasiswa secara berkelompok berperan sebagai konsultan UMKM, secara bersama-sama bertugas membantu menyelesaikan permasalah yang dialami oleh pelaku UMKM dan mensosialisasikan solusi yang ditawarkan. Program ini akan berjalan selama 6 bulan dan berakhir pada bulan November.

 

Penulis: Kerin

Editor: Humas Untidar

Pergelaran Wayang Kulit “Sesaji Raja Suya” Meriahkan Dies Natalis ke-45 Untidar

Dalam rangka Dies Natalis ke-45, Universitas Tidar menyelenggarakan pergelaran wayang kulit Lakon “Sesaji Raja Suya” dengan Dalang Catur Benyek, Sabtu (11/05) di pelataran Gedung Kuliah Terpadu, Kampus Sidotopo.

Dalam sambutannya, Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. menyampaikan Untidar mempunyai komitmen menjadi kampus integratif.

“Harapan besar bagi kami Untidar menjadi pusat kegiatan kemahasiswaan dimana membentuk karakter mahasiswa yang mempunyai jiwa nasionalis religius,” tuturnya.

Pergelaran wayang kulit yang perdana diselenggarakan di Kampus Sidotopo, Untidar ini terselenggara dengan dukungan dari Direktorat Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (IKPMK) Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Mewakili Direktur IKPMK Kementerian Kominfo Bambang Dwi Anggono, S.Sos., M.A., Bapak Wiadji C menyampaikan bahwa di era digital yang sudah serba canggih dan berkembang seperti saat ini timbul tantangan yang semakin kompleks dalam membangun karakter bangsa Indonesia.

“Namun, sesuai yang diatur dalam Pembukaan Undang- Undang dasar 1945 yang menyatakan bahwa Pancasila merupakan dasar negara Indonesia, maka dari itu Pancasila menjadi landasan yang kuat untuk membangun karakter bangsa yang Tangguh di era digital ini,” tutur Bapak Wiadji.

Menggandeng serta Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) sebagai narasumber, pertunjukan rakyat ini diharapkan dapat menjadi media dalam penguatan karakter Pancasila khususnya penguatan karakter dan budaya di era digital.

Pada pertengahan pertujunjukan wayang, Direktur Pengkajian Implementasi Pembinaan Ideologi Pancasila, Badan Pembina Ideologi Pancasila, Dr. Irene Camelyn Sinaga, AP., MPD bersama Rektor Untidar menyampaikan pandangannya mengenai bagaimana membangun karakter Pancasila.

“Ijinkan saya menanggapi pertanyaan Pak Rektor, bagaimana membangun karakter nasionalis sekaligus religius khususnya pada anak-anak muda saat ini. Faktanya para nasionalis sebelum menyusun dasar negara atau kegiatan lain dalam upaya memperjuangkan kemerdekaan Indonesia apa yang mereka dilakukan? Berdoa,” jelas Dr. Irene.

Beliau menjelaskan Pancasila, dasar negara kita telah ditetapkan dengan 4 nilai nasionalis dan 1 ketuhanan. Presiden Soekarno menyampaikan bahwa Indonesia itu berbeda bahwa kita adalah sekumpulan orang-orang menderita bersama yang mempunyai tujuan merdeka.

“Bukan bagaimana membangun nasionalisme dan ketuhanan namun dari awal dasar negara kita sudah dibangun atas 2 nilai tersebut. Maka itu Pancasila ditetapkan atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa dan didororong keinginan luhur. Pancasila itu sumber dari segala sumber hukum. Yang dibutuhkan anak jaman sekaran adalah belajar tentang jas merah, belajar tentang sejarah,” pungkasnya.

Pada kesempatan ini, Rektor Untidar bekesempatan meresmikan PusatStudi di lingkungan Universitas Tidar bersama dengan Kepala LPPM, Dr. Eny Boedi Orbawati, M.Si.

Pergelaran wayang semakin meriah dengan penampilan Anik Blorong dan Gatot Sujarno. Pagelaran yang dihadiri keluarga besar Untidar dan masyarakat Magelang ini berlangsung sampai pukul 3 dini hari

Penulis : Laila

Editor : Humas Untidar

IISMA Entrepreneur Perkuat Keterampilan Wirausaha Mahasiswa Lewat Studi di Luar Negeri

Jakarta, Kemendikbudristek – Saat ini, daya tampung dunia kerja tidak lagi mencukupi bagi lulusan perguruan tinggi. Indonesia membutuhkan lulusan perguruan tinggi yang tidak bergantung pada ketersediaan lapangan kerja. Sebaliknya, lulusan harus memiliki sikap kreatif dan inovatif dalam menghadapi persoalan yang ada, baik persoalan sendiri maupun yang tengah dihadapi oleh masyarakat.
 
Indonesian International International Student Mobility Awards (IISMA) merupakan salah satu program flagship Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengikuti proses pembelajaran di perguruan tinggi terbaik dunia. Selain belajar, mahasiswa diharapkan dapat bekerja sama dengan mahasiswa lain atau ahli di perguruan tinggi luar negeri sesuai dengan pilihannya.
 
Pada tahun 2024 ini, IISMA menghadirkan skema pendanaan reguler, afirmasi, dan co-funding. Pendaftaran skema reguler dan afirmasi telah ditutup dan berhasil menjaring 10.563 pendaftar. Sementara, skema co-funding memberikan kesempatan belajar di luar negeri dengan pendanaan parsial antara mahasiswa dengan pemerintah. Skema terbaru, yakni IISMA-Entrepreneur atau IISMA-E, bertujuan mendukung mahasiswa Indonesia dalam mengeksplorasi keterampilan kewirausahaan dengan mendanai studi mereka di universitas ternama luar negeri.
 
Skema IISMA Entrepreneur terbuka untuk mahasiswa program Sarjana (S1) maupun Sarjana Terapan (D4) yang minimal sudah berada di semester 6 saat periode pendaftaran. Pendaftaran akan dibuka pada minggu kedua hingga ketiga Mei, tepatnya pada 8-17 Mei 2024. Informasi lebih lengkap terkait program IISMA tersedia di https://iisma.kemdikbud.go.id/.
 
Melalui acara Grand Launching Program IISMA Entrepreneur (IISMA-E) yang digelar secara daring pada Selasa, 30 April 2024, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Abdul Haris menyatakan, “Pengetahuan di bidang kewirausahaan merupakan salah satu cara untuk menghasilkan lulusan yang mandiri dan tidak bergantung pada ketersediaan lapangan kerja.”
 
“Ini adalah kesempatan luar biasa yang harus adik-adik manfaatkan seoptimal mungkin,” lanjut Abdul Haris.
 
Sementara, Kepala Program IISMA, Rachmat Sriwijaya, memaparkan maksud dan tujuan diadakannya IISMA-E. Pada program reguler, mahasiswa diharapkan memiliki prestasi akademik dan kemampuan bahasa Inggris yang setinggi-tingginya sehingga bisa belajar di kampus-kampus terbaik dunia. Pada IISMA-E, tujuannya adalah menyiapkan para entrepreneur muda.
 
“Kami mengharap para peserta yang mendaftar dalam IISMA-E adalah mereka yang sudah memiliki pengalaman atau ketersinggungan dengan bidang entrepreneur, bukan sebagai pemula,” tambah Rachmat Sriwijaya.
 
Pada acara Grand Launching Program IISMA Entrepreneur, Manajer Bidang Administrasi dan Umum IISMA, Andi Rahadiyan Wijaya, menyampaikan informasi tentang pembukaan pendaftaran, persyaratan, ketentuan dokumen, dan alur proses seleksi mahasiswa. Andi juga menyampaikan bahwa mahasiswa peserta IISMA-E nantinya diharapkan untuk menguasai kompetensi di bidang ideation, business model, marketing, negotiation, raising resources, managing growth, power pitching, dan entrepreneurial leadership.
 
Mahasiswa yang terpilih menjadi awardee IISMA-E akan mendapat kesempatan belajar di universitas mitra luar negeri selama 6-7 minggu. Beberapa universitas mitra IISMA-E adalah Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang merupakan kampus nomor satu di dunia saat ini, juga kampus-kampus nomor satu di negara tujuan seperti Lund University di Swedia dan Aalto University di Finlandia.
 
Selama program berlangsung, awardee IISMA-E dapat menimba ilmu, merasakan budaya lokal, dan mengembangkan keterampilan kewirausahaan dengan melihat praktek-praktek wirausaha di luar negeri. Kemudian, setelah kembali ke Indonesia, penerima manfaat (awardee) akan mengikuti program challenge untuk mengimplementasikan ide-ide kewirausahaan yang sudah dipelajari.
 
Acara Grand Launching IISMA Entrepreneur ini dihadiri Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL-Dikti), pimpinan Perguruan Tinggi dan Kantor Urusan Internasional di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), serta mahasiswa dari seluruh Indonesia.*** (Penulis: Tim MBKM/Editor: Denty A.)

Universitas Musamus Monev Penyelenggaraan PMM 4 di Universitas Tidar

Universitas Musamus melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap penyelenggaraan Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Inbound 4 Universitas Tidar, Senin (06/05) di Ruang Rapat Lantai 2, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Kegiatan ini dihadiri oleh Koordinator PMM outbound Universitas Musamus, Hariyanto, S.T., M.T., Koordinator Monev PMM Universitas Musamus, Rian Ade Pratama, S.Pd., M.Pd., dan Koordinator PMM 4 inbound Universitas Tidar, Eny Ratnasari, S.I.Kom., M.I.Kom, serta 3 mahasiswa pertukaran inbound dari Universitas Musamus. 

“Selamat datang dan terima kasih kepada Universitas Musamus telah mempercayakan mahasiswa terbaiknya untuk melakukan pertukaran di Universitas Tidar. Terima kasih telah melakukan kunjungan untuk monitoring mahasiswa PMM 4 yang ada di Untidar. Semoga dengan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan silaturahmi dan menjadi awal kerja sama Universitas Tidar dan Universitas Musamus,” ungkap Eny Ratnasari, S.I.Kom., M.I.Kom. 

Hariyanto, S.T., M.T., menjelaskan tujuan kunjungan tim monev untuk melakukan pengecekan terhadap penyelenggaraan Program PMM sebagai bagian dari Program MBKM. Beliau juga mengapresiasi Untidar yang berhasil menyelenggarakan program dengan baik.

“Terima kasih kepada Untidar yang telah menerima kami dengan hangat dan semoga dengan kegiatan ini pelaksanaan PMM ke depannya akan semakin baik, tertata, dan tujuan dari programnya tercapai semua,” pungkasnya.

Penulis: Nabila Hanan

Pendaftaran Resmi Dibuka, Kampus Mengajar Gelar Soft Launching Angkatan 8

Jakarta, Kemendikbudristek — Sebagai salah satu program flagship Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Program Kampus Mengajar telah memberikan dampak dan manfaat positif kepada mahasiswa serta satuan pendidikan dasar dan menengah di seluruh Indonesia. Hingga penugasan Program Kampus Mengajar Angkatan 7, terdapat lebih dari 145.000 mahasiswa yang ditugaskan ke lebih dari 32.000 sekolah penugasan.
 
Melalui kegiatan Rangkaian Sosialisasi Pendaftaran Peserta, Program Kampus Mengajar Angkatan 8 resmi diluncurkan. Rangkaian sosialisasi digelar selama tiga hari berturut-turut, yang dimulai dengan acara Soft Launching Program Kampus Mengajar Angkatan 8 pada Senin, 6 Mei 2024 secara daring. Acara ini diikuti dengan sosialisasi pembukaan pendaftaran kepada Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I  sampai wilayah XVII yang dilaksanakan secara daring pada Selasa hingga Rabu, 7-8 Mei 2024.
 
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Abdul Haris, menyampaikan bahwa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan Program Kampus Mengajar Angkatan 8 Tahun 2024. Dengan beberapa pengembangan, diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan kualitas pelaksanaan program. Terlebih, Program Kampus Mengajar dapat berdampak pada berbagai pihak.
 
“Keterlibatan mahasiswa membuat banyak siswa dari SD, SMP, dan SMK merasakan dampak manfaatnya, seperti terbantunya proses belajar-mengajar, peningkatan  literasi dan numerasi, pemutakhiran penggunaan komputerisasi, dan saya yakin ada dampak lain yang tidak bisa dijabarkan satu-persatu,” ucap Abdul Haris di Jakarta, beberapa waktu lalu.
 
Lebih lanjut, Abdul Haris mendorong partisipasi berbagai pihak seperti Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL-Dikti), Balai Besar/Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BB/BPMP), Balai Besar/Balai Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BB/BPPMPV), Dinas Pendidikan Provinsi dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Perguruan Tinggi, dan Sekolah Penugasan dalam pelaksanaan Program Kampus Mengajar Angkatan 8.
 
“Keterlibatan Bapak/Ibu menjadi salah satu indikator utama untuk mendorong kemajuan pendidikan nasional. Untuk adik-adik mahasiswa, sebagai generasi penerus bangsa, bergabung dengan Kampus Mengajar adalah sebuah kesempatan emas untuk aktif berperan dalam dunia pendidikan nasional. Kami yakin partisipasi dalam program ini tidak hanya memperkaya pengalaman, tetapi juga menjadi sebuah batu loncatan bagi pengembangan beragam kompetensi yang dimiliki mahasiswa,” tambah Abdul Haris sebelum meresmikan Rangkaian Sosialisasi Pendaftaran Peserta Kampus Mengajar Angkatan 8.
 
Hal serupa disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kiki Yuliati. Ia menyampaikan apresiasi kepada pelaksanaan Program Kampus Mengajar yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa vokasi untuk mengikuti Program Kampus Mengajar sejak angkatan ketiga pada tahun 2022 lalu.
 
“Hasil survei yang dilakukan pada angkatan keenam menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pada seluruh aspek kompetensi mahasiswa vokasi setelah mengikuti Kampus Mengajar. Kompetensi mahasiswa dari pendidikan vokasi diketahui setara dengan sarjana, di mana kompetensi ini termasuk kepercayaan diri, kepekaan sosial, manajemen diri, dan kemampuan adaptasi,” ungkap Kiki Yuliati.
 
Kiki Yuliati juga mengimbau kepada Perguruan Tinggi Penyelenggara Pendidikan Tinggi Vokasi (PTPPV) di seluruh Indonesia agar mendorong sebanyak mungkin mahasiswa dan dosen untuk mengikuti Program Kampus Mengajar dalam rangka memperluas wawasan, serta berkontribusi pada pendidikan vokasi dan pendidikan bangsa secara umum di Indonesia.
 
Sementara, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah yaitu Iwan Syahril menekankan, “Mahasiswa secara langsung dapat membantu peningkatan kompetensi literasi dan numerasi peserta didik di sekolah sasaran. Melalui program ini mahasiswa diajak berkolaborasi bersama guru untuk menghadirkan berbagai terobosan pembelajaran yang sesuai kebutuhan anak-anak dan sekolah sasaran.”
 
Kepala Program Kampus Mengajar, Asri Aldila Putri menjelaskan bahwa penugasan mahasiswa Program Kampus Mengajar Angkatan 8 akan dilaksanakan di semester ganjil pada kalender akademik 2024. Asri juga memaparkan informasi mengenai gambaran Program Kampus Mengajar, peran dan tugas peserta, rekrutmen dan proses seleksi, alur pelaksanaan program, Rencana Aksi Kolaborasi (RAK), hingga kiat-kiat sukses mengikuti Kampus Mengajar.
 
Rangkaian Sosialisasi Pendaftaran Peserta Kampus Mengajar Angkatan 8  juga dihadiri oleh beberapa mahasiswa peserta Kampus Mengajar Angkatan 7 yang membagikan cerita dan pengalaman positif yang dirasakan selama mengikuti program ini. Salah satu mahasiswa yang hadir dan membagikan kisahnya adalah, Luh Desy Antari dari Universitas Pendidikan Ganesha..
 
Pendaftaran Program Kampus Mengajar Angkatan 8 sendiri dibuka mulai 6 Mei hingga 2 Juni 2024. Informasi lebih lanjut mengenai Kampus Mengajar dapat diakses melalui tautan  https://kampusmerdeka.kemdikbud.go.id/program/mengajar(Tim MBKM/Editor: Denty)

Bersikap Lokal dan Berpikir Global Melalui Penguatan Identitas Kebangsaan

Jakarta, Kemendikbduristek – Program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) mengadakan acara “IISMA Pre-Departure Series 2024” dengan tema pembekalan kebangsaan kebinekaan dan kesenian kebudayaan. Kegiatan ini dilakukan secara daring untuk persiapan penerima beasiswa (awardee) sebelum berangkat ke negara tujuan masing-masing.
 
IISA Pre-Departure Series ini merupakan agenda rutin IISMA yang bertujuan untuk memberikan berbagai pembekalan bagi awardee IISMA 2024. Seri ini merupakan seri perdana. 
 
“Perjalanan adik-adik mahasiswa sekalian masih jauh dari kata selesai, sebaliknya perjalanan baru akan dimulai dan ini IISMA Pre-Departure series akan menjadi salah satu langkah awal dalam perjalanan tersebut,” ucap Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Sri Suning Kusumawardani, dalam sambutannya.
 
Program IISMA sendiri merupakan bagian dari enam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa tingkat sarjana dan vokasi semester 4 hingga 6 untuk menempuh kuliah di perguruan tinggi terkemuka di luar negeri selama satu semester.
 
“Melalui program Indonesian International Student Mobility Awards atau IISMA, mahasiswa vokasi memiliki kesempatan untuk belajar di perguruan tinggi luar negeri selama satu semester. Sebagai duta bangsa, mahasiswa vokasi harus lebih memahami berbagai kebinekaan atau keberagaman,” kata Direktur Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi, Beny Bandanadjaja
 
Pembekalan ini diadakan untuk mempersiapkan para awardee agar tetap menjunjung nilai-nilai kebangsaan, kebinekaan, dan kebudayaan Indonesia, serta menjadi duta budaya Indonesia yang baik di mata dunia. Awardees akan mendapatkan berbagai materi terkait kebangsaan, kebinekaan, nasionalisme, serta kesenian dan kebudayaan Indonesia.
 
Pemateri pertama yaitu I Nyoman Darma Putra, Guru Besar Universitas Udayana yang terpilih menjadi Ilmuwan Internasional dari The Conversation Indonesia. Ia menyampaikan bekal nilai kebangsaan dan Bineka Tunggal Ika untuk awardee sebagai duta Indonesia.
 
“Menghayati dan mengamalkan nasionalisme bagi warga negara apalagi bagi adik-adik yang masih muda yang akan mendapatkan kepercayaan untuk mewakili pelajar Indonesia ke luar negeri itu sudah merupakan keniscayaan keharusan karena adik-adik akan ikut mau tidak mau, sadar atau tidak menciptakan citra bangsa,” tutur I Nyoman Darma Putra.
 
Pematerian kedua membahas bekalan kesenian dan kebudayaan terkait peran mahasiswa IISMA sebagai duta budaya (Soft Culture Diplomacy) dari Restu Gunawan, Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan di Kemendikbudritek. Ia menyampaikan peran awardee sebagai perwakilan Indonesia untuk mempromosikan budaya Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO sejak tahun 2000 bahwa negara Indonesia kuat dengan budayanya sehingga dikenal negara sebagai Super Power di bidang kebudayaan.
 
Selanjutnya, ada pemateri ketiga tentang pengalaman kebudayaan di luar negeri yang disampaikan oleh guru besar Guru Besar Universitas Sumatera Utara, Robert Sibarani. Ia menyampaikan bahwa sebagai duta bangsa, perlu menguasai budaya etnik masing-masing dikarenakan budaya di Indonesia yang banyak maka cukup untuk menguasai dari hulu ke hilir terkait budaya etniknya masing-masing. Sehingga saat nanti mempromosikan di luar negeri akan sangat luar biasa manfaatnya dan dampak bagi orang di luar negeri. Seperti menyebarkan banyak keragaman budaya di Indonesia, apabila di Indonesia terkenal oleh makanan rendang, bisa diberikan alternatif selain itu.
 
Seri pembekalan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan mahasiswa Indonesia yang akan menjadi agen perubahan di masa depan. Kegiatan ini diharapkan dapat menstimulasi dan mengoptimalkan potensi awardees sebagai duta budaya dalam menjalankan program juga mendorong awardees menjadi duta budaya yang sesuai dengan nilai dan tujuan program IISMA. *** (Penulis: Tim MBKM/Editor: Denty A.)

Sidang Senat Terbuka Akademik dalam Rangka Dies Natalis Ke-45 Untidar Mengusung Tema Menuju PTN BLU

Universitas Tidar menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis Untidar ke-45, Kamis (2/5) di GKU dr. Suparsono dengan mengusung tema “Menuju PTN BLU”. Bersamaan dengan ini, Direktur Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Kementerian Keuangan, Ririn Kadariyah, S.H., M.Si., secara simbolis menyerahkan Surat Keputusan Penetapan PTN BLU.

Dalam sidang ini turut hadir Mantan Rektor Universitas Tidar 1999 s.d 2007, Bapak Dr. Bambang Surendro, S.T., M.T., Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Borobudur Tidar, Bapak Drs. Surasmono., Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pimpinan Perguruan Tinggi dan Akademi di lingkungan Kota Kabupaten Magelang, dan segenap mitra kerjasama Universitas Tidar. 

Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. mengawali Laporan Rektor dengan menyambut hangat seluruh hadirin sidang senat terbuka kemudian dilanjutkan dengan laporan pencapaian untidar selama tahun 2023 hingga 2024.

“Kini Untidar telah dipercaya untuk berganti kendaraan dari PTN Satuan Kerja menjadi PTN Badan Layanan Umum. Pergantian kendaraan ini harus menjadi motivasi kita semua untuk berpandai-pandai menunjang kendaraan yang baru ini. Saya harap semoga segenap sivitas akademika Untidar dapat menjaga prestasi kita ini. ”

Ririn Kadariyah, S.H., M.Si., dalam orasi ilmiahnya menyampaikan PTN BLU merupakan instansi Pemerintah untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat, dengan orientasi tidak mengutamakan mencari keuntungan, dikelola semi otonom dengan prinsip efisiensi dan produktivitas.

“Orientasi PTN BLU bukan untuk mencari keuntungan melainkan memberikan pelayanan yang terjangkau bagi masyarakat, sehingga peran pemerintah masih tetap ada. PTN BLU memungkinkan menggunakan secara langsung PNBP. Saya mengingatkan untuk PTN BLU menjaga prinsip keberlanjutan baik dari segi pelayanan maupun pengadaan. Oleh karena itu penting untuk memiliki jiwa entrepreneurship. Universitas dapat membentuk unit usaha dan badan hukum yang dimiliki oleh Menkeu. Surplus yang diperoleh dapat dikelola dan digunakan untuk mendukung layanan.”

Acara dilanjutkan dengan Peragaan Busana oleh civitas akademika Untidar. Setiap fakultas dan unit kerja memberikan delegasi untuk peragaan busana. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan penampilan tari kolosal dari Sanggar Keraton Kencono. Sorak tamu undangan turut memeriahkan acara.

Dalam Sidang Terbuka Senat Akademik kali ini, Untidar memberikan Penghargaan Pengabdian Terbaik Dosen dan Karyawan Purna Tugas. Penghargaan diberikan kepada Ir. Kun Suharno, M.T. Dosen Fakultas Teknik dan Dr. Endang Mawarsih, M.Sc.

Penulis: Kerin

Editor: Humas Untidar

Bukan Hanya Reuni, Alumnite IISMA Ajang Membangun Jejaring dan Inspirasi

Jakarta, Kemendikbudristek – Acara bertajuk “ALUMNITE: NOSTALGIA, UNITY, AND CELEBRATION” yang digelar pada Sabtu pekan lalu merupakan acara yang diadakan oleh Alumni Club (AC) Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) Kepengurusan tahun 2023. Acara ini bertujuan untuk memberikan wadah pertemuan sekaligus inspirasi bagi seluruh penerima Awardee IISMA dan jejaring baru untuk karir di masa depan.
 
Acara ini merupakan kegiatan hybrid atau perpaduan antara luar jaringan (luring) dan dalam jaringan (daring). Hal ini dikarenakan penerima manfaat (awardee) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, “Seru banget karena ternyata tidak cuma di Jakarta saja, tapi temen-temen dari daerah lain juga ikutan dan jadi berasa makin rame!” tutur Rohananda Devi yang biasa dipanggil Hana ketika menghadiri acara ini di Jakarta. Hana kini sedang menempuh studi di Universitas Indonesia jurusan Manajemen Keuangan dan saat IISMA lalu ia studi di University of Pécs, Hungaria.
 
“Panel Talk Discussion” mengawali kegiatan acara ini dengan tema “Navigating The Intersection of Work, Education, and Social Change: Strategies For Individual and Collective Empowerment”. Acara tersebut menghadirkan beberapa pembicara di sesi diskusi yaitu, Maya Susanti, Human Capital Strategic Partner Manager  PT. Telkom Indonesia sekaligus Awardee Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP); Waitatiri, Content Creator dan LPDP Awardee to Harvard University sekaligus penggagas Project Buku Buat Semua; dan Solah Al Ayubi sebagai Alumni IISMA yang menjadi content creator serta pencetus Sakola Kita sebuah organisasi nirlaba dengan fokus menyebarluaskan pengetahuan tentang diplomasi untuk anak muda.
 
Tujuan dari “Panel Talk Discussion” adalah memberikan pencerahan di bidang-bidang seperti pendidikan, karir, dan perubahan sosial. Seluruh pembicara memiliki latar belakang yang kuat di bidangnya masing-masing. Harapan dari terselenggaranya acara ini bisa menginspirasi dan membantu Alumni IISMA yang ingin mempersiapkan karir, pendidikan, ataupun memulai gerakan positifnya.
 
“Manfaat yang aku rasakan dari acara Alumnite itu banyak sekali. Awalnya aku berpikir hanya acara reuni dan networking saja, tapi ternyata bisa dapet banyak wawasan seputar karir dari sesi panel discussion. Selain itu, tentu saja dari acara Alumnite aku bisa kenalan sama alumni IISMA dari banyak host uni lainnya,” tutur Hana.
 
Selanjutnya terdapat acara “Alumni Showcase” di mana setiap alumni yang telah menggerakkan kegiatan positif diberikan wadah untuk menceritakan dan mempromosikan rencana kerja atau platform mereka. Harapannya, hal ini dapat menginspirasi teman-teman alumni untuk berdampak bagi sekitar.
 
“Acaranya super seru dan engaging! Apalagi acara ini diadakan serentak di seluruh Indonesia. Mulai dari Jakarta hingga region Indonesia timur, NTT sehingga IISMA awardees dari sabang sampai merauke benar-benar terintegrasi secara inklusif satu sama lain,” ungkap Az-Zahra Helmi Putri Rahayu, biasa dipanggil Zahra yang menghadiri acara ini di Kota Surabaya, Jawa Timur.
 
Menurut Zahra, acara Alumnite East Jawa Region sangat berkesan karena selain peserta dapat mengikuti rangkaian acara dari pusat, alumnite di Jakarta, diselenggarakan juga beberapa rangkaian acara yang menarik. “We had some games seperti trivia questions, guess the song, hingga sugar cubes. It was fun and full of love,” tuturnya yang sedang menempuh studi di Universitas Airlangga, jurusan Kesehatan Publik. Saat mengikuti program IISMA Zahra berkesempatan menempuh studi ke Vytautas Magnus University, Lituania.
 
Lalu, rangkaian acara selanjutnya adalah “Recognition and Awards” yang bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada seluruh pengurus IISMA-AC yang sudah berkontribusi besar terhadap perkembangan IISMA-AC, terdiri dari penghargaan dengan nominasi Best Staff dan Most Valuable Player (MVP). Acara ditutup dengan Inaugurasi IISMA-AC sebagai tanda peralihan kepengurusan dari Angkatan 2023 ke Angkatan 2024.
 
“Semoga kita semua dapat menjadi generasi emas dan dapat bekontribusi penuh bagi kemajuan bangsa,” tutur Az-Zahra.
 
Kebermanfaatan acara ini sangat terasa langsung oleh tiap anggota. Dikatan Az-Zahra, acara ini dapat begitu menyatukan sesama alumni IISMA awardees yang berasal dari beragam latar belakang dan tersebar di seluruh Indonesia. Selain itu, acara ini juga dapat meningkatkan relasi baik personal maupun professional.
 
Para anggota AC IISMA berharap acara Alumnite dapat terus digelar tiap tahunnya, “Semoga next Alumnite makin asik dan makin banyak yang ikut,” kata Aurellia Berliana, mahasiswi Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, jurusan Manajamen Bisnis dan saat mengikuti program IISMA berkesempatan studi di National Yunlin University of Science and Technology (YunTech), Taiwan, jurusan Manajemen Internasional.
 
“Pesan aku ke depannya, semoga acara seperti Alumnite ini terus dilaksanakan setiap tahun, supaya kita bisa kenalan dan belajar banyak dari para alumni lain karena pastinya setiap tahun akan bertambah alumninya,” ujar Hana.*** (Penulis: Tim MBKM/Editor: Denty A.)

Pembelajaran dan Pengalaman Baru Melalui Program MSIB Angkatan ke-7 bagi Mahasiswa

Jakarta, Kemendikbudristek – Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) resmi melaksanakan Sosialisasi Program MSIB 7. Dalam rangkaian persiapan angkatan tujuh tersebut, tim program MSIB mengadakan sosialisasi khusus untuk seluruh perguruan tinggi dan mahasiswa di Indonesia di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah I-XVI pada Jumat (26/4) siang. Ratusan peserta hadir pada acara yang dilakukan secara daring itu.
 
Acara diawali oleh sambutan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kiki Yuliati. Dalam sambutannya disampaikan soal pengaruh Program MSIB dalam mendukung keterampilan kerja mahasiswa vokasi. Menurutnya, MSIB sebagai bagian dari program Kampus Merdeka memfasilitasi pengembangan potensi keterampilan kerja sekaligus membuka wawasan para mahasiswa vokasi.
 
“MSIB menghadirkan project nyata melalui program magang maupun studi independen selain itu mahasiswa vokasi dapat belajar berbagai hal, langsung dari para mentor profesional yang ada di industri yang mendampingi mereka selama mengikuti program MSIB,” ujar Kiki Yuliati di Jakarta, (26/4).
 
Tercatat, jumlah mitra program MSIB terus meningkat. Di awal program ini dibuka, tercatat ada 122 mitra yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melakukan magang atau kursus dengan proyek akhir di perusahaan kelas dunia. Angka tersebut terus berkembang hingga di angkatan keenam yang baru dilepas pada pertengahan Februari lalu, sebanyak 276 mitra membantu memfasilitasi mahasiswa untuk mengalami langsung bekerja di dunia industri.
 
Sebaran mitra MSIB sangat beragam. Beberapa Badan Usaha Milik Negara seperti PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, PT Perusahaan Listrik Negera (Persero), Bank Mandiri, hingga perusahaan kelas dunia misalnya Google, Astra International, dan Microsoft telah menjadi bagian dari program MSIB. Lembaga Swadaya Masyarakat contohnya Yayasan Anak Bangsa Bisa, Ruang Belajar Aqil, dan Edufarmers juga merupakan mitra MSIB.
 
“Berkat gotong royong dari semua pihak kita berhasil mengirim 128.000 lebih mahasiswa magang intensif di berbagai perusahaan skala nasional dan global, ibu, bapak, dan adik-adik mahasiswa yang terlibat dalam pelaksanaan MSIB selama 4 tahun terakhir adalah para penggerak yang mempercepat formasi pendidikan kita,” tutur Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim dalam sambutannya sekaligus membuka acara Sosialisasi Program MSIB angkatan ke-7.
 
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Abdul Haris, mengatakan, “Sejak perjalanan MSIB di tahun 2021, peserta magang dan studi independen terus mengalami peningkatan setiap tahunnya dan pada MSIB Angkatan yang ke-6 peserta mencapai angka 43.612 peserta magang. Sedangkan pada tahun ini target MSIB meningkat menjadi 49.610 peserta. “Kita bersyukur peserta semakin bertambah semoga memberikan manfaat yang lebih baik,” ucapnya. 
 
MSIB Angkatan ke-7 hadir untuk memberikan kesempatan pembelajaran di luar kampus yang lebih banyak dan komprehensif kepada mahasiswa. Program MSIB akan diselenggarakan kembali dengan lowongan yang akan ditambah dengan target sebanyak 61.000 lowongan. Jumlah yang bertambah ini perlu diselenggarakan sosialisasi yang masif kepada seluruh mahasiswa melalui LLDIKTI, pimpinan perguruan tinggi, dan Koordinator Perguruan Tinggi (Koordinator PT) program MSIB. Hal ini penting untuk memastikan mahasiswa serta pemangku kepentingan lainnya memperoleh informasi lengkap tentang pelaksanaan Program MSIB Angkatan ke-7.
 
“Untuk memfasilitasi hal tersebut, program MSIB Angkatan ke-7 akan diselenggarakan dengan peningkatan jumlah lowongan bagi mahasiswa. Di Angkatan ke-7 ini, target lowongan naik menjadi 61.132 mahasiswa, ” tutur Abdul Haris.
 
Merujuk Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 53 Tahun 2023, Perguruan Tinggi memiliki kewajiban untuk memfasilitasi mahasiswa yang ingin belajar di luar program studinya dan di luar kampusnya atau ingin mengikuti kegiatan magang di dunia kerja. Kepala Program MSIB, Wachyu Hari Haji, menerangkan, ”Untuk program studi ilmu terapan, belajar di luar kampus, yakni magang di dunia industri atau dunia kerja yang relevan adalah sebuah kewajiban.”
 
Wachyu mengatakan, “Adik-adik mendapatkan hak belajar di luar program studi, untuk program Kampus Merdeka adik-adik bisa mengikuti dua kali dalam setiap semester untuk mengikuti program Merdeka Belajar baik untuk MSIB ataupun program yang lainnya.”
 
Pendaftaran akun perguruan tinggi MSIB dan pendaftaran bagi mahasiswa MSIB angkatan ke-7, sudah dibuka pada 16 April lalu dan akan ditutup pada 12 Juni 2024 mendatang. Harapannya, dengan terselenggaranya MSIB angkatan ke-7 dapat menjadi bekal pembelajaran dan pengalaman baru bagi mahasiswa di seluruh Indonesia.*** (Penulis: Tim MBKM/Editor: Denty A.)

Ary Sutedja dan Christophoros Stamboglis Sebut Tim Paduan Suara Untidar Berpeluang Besar Menang Kompetisi

Paduan Suara Mahasiswa Grandio Sonora Tidar (PSM GST) bersama Pianis asal Indonesia, Ary Sutedja dan Penyanyi Bass asal Yunani, Christophoros Stamboglis menyelenggarakan acara Master Class Bridging Culture, Rabu (24/04) di GKU dr. H.R. Suparsono. Kedatangan dua musisi besar tersebut untuk memberikan pelatihan kepada tim PSM GST yang akan mengikuti kompetisi di Bali mendatang.

Christophorus Stamboglis mengapresiasi kegigihan tim PSM GST. Musisi yang kerap tampil di gedung opera besar dunia ini juga menyampaikan mereka berpeluang besar untung menang di kompetisi dunia. Hal serupa dikatakan oleh Ary Sutedja.

“Saya kagum dengan mereka karena mereka dari latar belakang yang berbeda tapi mau meluangkan waktu untuk bermusik, saya kagum. Semoga Universitas Tidar dan semua dosen mendukung mereka karena ini adalah anak muda yang mau keluar dari zona nyamannya, mereka melakukan sesuatu yang kreatif. Saya salut dengan mereka, bukan musisi saja sudah seperti ini, tinggal kita poles-poles saja. Orang Indonesia itu berbakat,” pungkas Ary Sutedja.

Master Class Bridging Culture juga serangkai dengan Konser Bridging Culture dibawah naungan The Greek Embassy in Indonesia. Agenda ini diselenggarakan dalam rangka peringatan 75 tahun hubungan Indonesia dan Yunani. Konser akan diselenggarakan di 4 kota yaitu Bali, Magelang, Kudus, dan Jakarta.

“Ini pengalaman yang menyenangkan banget. Sebenarnya agak kaget Universitas Tidar bisa menyelenggarakan kegiatan yang menghadirkan orang-orang hebat. Kegiatan Master Class ini menurutku juga sangat dibutuhkan banget buat PSM GST karena kita jadi bisa dapat pengalaman baru dan ilmu-ilmu baru seputar paduan suara buat upgrade skill kedepannya. Saya pribadi sangat berterimakasih sekali kepada Untidar karena sudah memberikan kesempatan kepada kami dan mempertemukan kami dengan Mr. Christophoros dan Ibu Ary,” pungkas Fatma anggota PSM GST.

Penulis : Kerin

Editor : Humas Untidar