PERPANJANGAN JADWAL PENDAFTARAN CALON REKTOR UNTIDAR PERIODE 2018-2022

Berdasarkan rapat panitia Pemilihan Rektor Universitas Tidar periode 2018-2022 pada Hari Selasa, 6 Februari 2018 maka diputuskan bahwa jadwal pendaftaran yang semula dijadwalkan pada 18 Januari – 2 Februari 2018 DIPERPANJANG pada 6 – 12 Februari 2018.

Syarat dan ketentuan calon Rektor UNTIDAR periode 2018-2022 dapat diunduh pada link :

https://untidar.ac.id/perubahan-jadwal-pemilihan-rektor-universitas-tidar-periode-2018-2022/

Berkas pendaftaran dikirimkan selambat-lambatnya pada Senin, 12 Januari 2018 kepada Panitia Pemilihan Rektor UNTIDAR dengan alamat di Jln. Kapten S.Parman No. 39 Magelang 56116.

 

UNIVERSITAS TIDAR GELAR SOSIALISASI SNMPTN DAN SBMPTN 2018

Universitas Tidar menyelenggarakan sosialisasi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2018 kepada 148 guru Bimbingan Konseling (BK) perwakilan SMA sederajat di wilayah Eks Kedu, Cilacap, Salatiga dan Kartasura, Selasa (06/02) di auditorium UNTIDAR.

“Tujuan acara ini untuk mensosialisasikan pelaksanaan SNMPTN dan SBMPTN 2018. Fokus utama pada saaat ini adalah pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) yang merupakan syarat utama pendaftaran SNMPTN,” kata Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd.

SNMPTN adalah pola seleksi nasional berdasarkan hasil penelusuran prestasi akademik dengan menggunakan nilai rapor, serta Portofolio Akademik. Masa pengisisan dan verifikasi PDSS berlangsung 13 Januari – 10 Februari 2018 via laman www.pdss.snmptn.ac.id.

“Tersedia 2 fitur dalam pengisisan PDSS yaitu fitur normal dan fitur khusus. Fitur khusus meliputi input data siswa cuti, pertukaran pelajar dan pindahan sekolah. Fitur ini baru diselenggarakan tahun ini, maka itu dihimbau para operator atau guru mencermati manual panduan pengisisan PDSS agar tidak terjadi kesalahan yang merugikan siswa atau sekolah,” jelas Dr. Farikah, M.Pd saat memaparkan materi PDSS.

Panitia pusat telah memfasilitasi menu panduan dan bantuan pengisian PDSS pada laman pdss.snmptn.ac.id. “Jika menemukan kendala dimohon langsung mengkonsultasikannya lewat menu bantuan ini, sekali lagi kesalahan data sekecil apapun dalam pengisian PDSS dapat berpengaruh nantinya,” tambahnya.

Selain info SNMPTN, para peserta sosialisasi juga mendapatkan penjelasan mengenai SBMPTN 2018. Berbeda dengan SNMPTN, jalur SBMPTN mengacu pada nilai hasil Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) dan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) atau kombinasi hasil ujian tulis dan ujian ketrampilan dengan biaya pendaftaran Rp 200ribu.

“SNMPTN dan SBMPTN dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Jadwal, ketentuan dan syarat dapat diakses lewat laman www.snmptn.ac.id dan www.sbmptn.ac.id tersedia laman khusus bantuan yaitu www.halo.snmptn.ac.id dan www.halo.sbmptn.ac.id,” kata Kusumo Wardani, S.I.Kom, staf Humas UNTIDAR.

Pihak kampus UNTIDAR juga menyediakan kesempatan bagi yang ingin bertanya perihal SNMPTN dan SBMPTN 2018 via email pmb@untidar.ac.id atau mengakses laman www.um.untidar.ac.id Laman ini berisi info seputar penerimaan mahasiswa baru melingkupi seleksi nasional yaitu SNMPTN dan SBMPTN serta seleksi Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK) khusus diploma dan Seleksi Mandiri masuk (SMM) yang diselnggarakan oleh UNTIDAR.

Dalam kesempatan ini, seluruh peserta juga berkesempatan mengikuti diskusi publik bersama Prof. Dr. Mungin Eddy Wibowo, M.Pd., Kons., professor bimbingan konseling dari Universitas negeri Semarang.

“Pendidikan karakter memegang peranan penting dalam berbagai aspek kehidupan dalam bermasyarakat berbangsa dan bernegara,” tuturnya.

Guru memegang peranan penting dalam membangun karakter peserta didik yang nantinya berpengaruh pada perkembangan pribadinya secara keseluruhan. “Pendidikan karakter dimulai dari hal-hal yang disukai atau disenangi siswa, dari sinilah Guru mulai menyisipkan nilai-nilai positif sehingga lambat laun membangun karakternya,” pungkasnya. (DN)

MATERI SOSIALISASI SNMPTN DAN SBMPTN 2018 UNIVERSITAS TIDAR

Materi Sosialisasi SNMPTN dan SBMPTN 2018 yang dilaksanakan pada Selasa 6 Februari 2018 di Auditorium UNTIDAR dapat diakses pada link dibawah ini:

https://drive.google.com/drive/folders/1b3OMiTHo41PL8m5emkuimgDXDEVoh9n8?usp=sharing

(REVISI PENGUMUMAN) PENERIMAAN DOSEN NON PNS DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS TIDAR TAHUN 2018

Universitas Tidar membuka kesempatan berkarir untuk menjadi Dosen Non PNS, dengan rincian seperti pada dokumen terlampir.

  1. PENGUMUMAN REKTOR NOMOR 089/UN57/KP/2018
  2. DOKUMEN PENDUKUNG BERKAS LAMARAN
  3. CONTOH FORMAT PENDUKUNG BERKAS LAMARAN 

 

PERUBAHAN JADWAL PEMILIHAN REKTOR UNIVERSITAS TIDAR PERIODE 2018-2022

 

 

PERUBAHAN JADWAL PEMILIHAN REKTOR UNIVERSITAS TIDAR PERIODE 2018-2022

Lampiran dapat diunduh pada link dibawah ini :

  1. SURAT LAMARAN
  2. DAFTAR RIWAYAT HIDUP
  3. SURAT PERNYATAAN KESEDIAAN MENJADI CALON REKTOR
  4. SURAT PERNYATAAN PENGALAMAN MANAJERIAL
  5. SURAT PERNYATAAN SEHAT JASMANI DAN ROHANI
  6. SURAT PERNYATAAN BEBAS NARKOTIKA, PREKURSOR, DAN ZAT ADIKTIF LAINNYA
  7. SURAT PERNYATAAN PENILAIAN PRESTASI KERJA
  8. SURAT PERNYATAAN TIDAK SEDANG MENJALANKAN TUGAS BELAJAR ATAU IZIN BELAJAR
  9. SURAT PERNYATAAN TIDAK SEDANG MENJALANI HUKUMAN DISIPLIN
  10. SURAT PERNYATAAN TIDAK PERNAH DIPIDANA
  11. SURAT PERNYATAAN MEMBUAT DAN MENYERAHKAN LHKPN
  12. SURAT PERNYATAAN TIDAK MENGUNDURKAN DIRI SEBAGAI CALON REKTOR UNIVERSITAS TIDAR PERIODE 2018-2022
  13. SURAT PERNYATAAN TIDAK PERNAH MELANGGAR KODE ETIK DOSEN

‘PAKUNING ILMU TANAH JAWI’ JAWARA SAYEMBARA DESAIN ARSITEKTUR REKTORAT UNTIDAR

Panitia Sayembara Desain Arsitektur Gedung Rektorat (Sidotopo) Universitas Tidar menetapkan desain dengan judul ‘Pakuning Ilmu Tanah Jawi’ karya Tim Rahadhian Prajudi Herwindo sebagai juara 1 pada Jumat (19/01) lewat laman www.untidar.ac.id. Mengusung konsep yang terinspirasi dari Gunung Tidar, Candi Borobudur dan Joglo (rumah tradisional jawa), desain gedung 10 lantai ini nantinya akan dibangun di Desa Kedungsari, Sidotopo, Magelang Utara, Kota Magelang pada tahun 2020 mendatang.

“Desain arsitektur ini diharapkan dapat menggambarkan UNTIDAR sebagai pakuning ilmu (landmark atau penanda keilmuan) selakyaknya Gunung Tidar sebagai ‘paku’ atau titik tengah Pulau Jawa,” jelas Rahardian.

Dosen arsitektur Universitas Katolik Parahyangan, Bandung ini memaparkan desain rektorat dirancang sebagai refleksi dari Gunung Tidar sebagai simbol UNTIDAR (Kota Magelang) dan titik tengah pulau jawa, seperti halnya tonggak menara yang menjulang laksana pakuning tanah jawa. Bangunan disusun seperti 4 kolom dengan atap yg terinspirasi dari Joglo, rumah tradisional Jawa. Siluet denah dan bangunan tampak mencerminkan siluet candi.

Kaki bangunan dirancang berundak seperti halnya gunung tidar dan puncaknya berupa tower yang disusun seperti 4 pilar menyerupai soko guru dalam bangunan Joglo. Konsep bangunan rektorat merujuk pada komposisi Mandala yaitu tatanan ruang dan massa yang ditemukan pada desain Candi Borobudur.

Bersama 4 anggota timnya yaitu Lucki Prasetyo, Dennis Cahya Indra, Achmad Zabel Fachreza dan Rionaldi Gunari, Rahadhian optimis desainnya mampu menjadi icon baru Kota Magelang. “Direncanakan dibangun di kawasan gerbang kota, rektorat ‘Pakuning Ilmu Tanah Jawi’ berpotensi menjadi salah satu icon atau landmark Kota Magelang,” tambahnya.

Sebelumnya, Rahadhian beserta timnya yang merupakan lulusan dan mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan Bandung ini juga pernah memenangkan Sayembara Nasional Penataan Kawasan Jembatan Kapuas Tayan pada Tahun 2017 lalu.

Penilaian juri berdasarkan 2 unsur yaitu teknis (60%) dan non teknis (40%). Penilaian teknis terdiri dari konsep dapat diterapkan (constructability), layak secara teknis (technical feasibility) dan berwawasan lingkungan (green design). Sedangkan penilaian non teknis adalah memenuhi muatan/kearifan lokal (local wisdom).

Ir. Agung Dwiyanto, MSA salah satu juri Sayembara menuturkan bahwa desain arsitektur pemenang memenuhi tuntutan yang diminta pada Term of Reference (TOR) yang diberikan pada saat pendaftaran dan konsep rancangan yang dikembangkan berakar pada muatan lokal dan dipadukan dengan menyertakan perkembangan teknologi dan bahan bangunan.

“Desain arsitektur ini dalam skala kota dan kawasan dipandang mampu menjadi icon. Dalam skala lingkungan sangat memperhatikan kondisi topografi dan memecahkannya secara efektif. Dalam skala bangunan, masa bangunan mengadopsi bentuk arsitektur lokal, rancangan denah kompak dan penyelesaian facade memenuhi pertimbangan bangunan hijau (green building) yang menekankan pada efisiensi energi dalam penghawaan dan penerangan,” jelas Dosen Arsitektur Universitas Diponegoro ini.

‘Pakuning Ilmu Tanah Jawi’ dipandang memiliki kepantasan sebagai desain bangunan rektorat UNTIDAR serta kemudahan penerapan desain pada pelaksanaan pembangunannya juga menjadi nilai tambah tersendiri di mata juri. “Tidak ada disain yang sempurna, kesempurnaan hanya milik Alloh Yang Esa. Penyempurnaan masih sangat diperlukan dalam melanjutkan sebagai dokumen DED (Detail Enginering Design),” ujarnya.

Sayembara Desain Arsitektur Gedung Rektorat (Sidotopo) UNTIDAR ini terwujud berkat kerjasama dengan beberapa pihak yaitu Ikatan Konsultan Nasional Indonesia (INKINDO), Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jawa Tengah, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Kejaksaan Negeri Kota Magelang.

Juri Sayembara terdiri dari kalangan akademisi dan praktisi yang telah berpengalaman di bidang arsitektur, mereka adalah Sugiarto, S.T., M.T., IAI (Ketua IAI Jawa Tengah); Ir. Agung Dwiyanto, MSA (Universitas Diponegoro); Dr. Eng. Ir. Ahmad Sarwadi, M. Eng. (Universitas Gadjah Mada); Ir. RM Bambang Setyohadi K, M.T., IAI (Universitas Negeri Semarang); dan M. Syafrudin Kurniawan, S.T., M.T. (Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Magelang).

Selain juri, pelaksanaan Sayembara Desain Arsitektur Rektorat UNTIDAR juga melibatkan tim pengarah yang terdiri dari Ir. Nugroho Puji Rahardjo, M.T. (INKINDO), Dr. Wahyono, M.M. (UNNES) dan Chrisatya Yonas Nusantrawan B, S.T. (DPU Kota Magelang).

“Seremonial penyerahan sertifikat dan hadiah Sayembara akan dilaksanakan pada acara Dies Natalis ke-4 UNTIDAR. Masing-masing  juara akan mendapatkan sertifikat dan uang pembinaan. Juara 1 mendapatkan uang pembinaan Rp 150 juta, juara 2 sejumlah Rp 40 juta, juara 3 sejumlah Rp 30 juta sedangkan Harapan 1 dan 2 masing-masing mendapatkan uang pembinaan sejumlah Rp 20 juta dan Rp 10 juta,” ujar Ketua Panitia/Pokja (Kelompok Kerja) Sayembara, Danar Sandi Kusuma, S.Pd.

Berikut daftar juara Sayembara Desain Rektorat UNTIDAR :

  1. Juara 1 : Pakuning Ilmu Tanah Jawi karya Rahadhian P Herwindho
  2. Juara 2 : Bhumi Adiwiyata karya Resza Riskiyanto
  3. Juara 3 : Milestone of Future City’s Pride karya MA Wiwik Purwati
  4. Harapan 1 : Pancering Dharma karya Mario Andreti, S.T., IAI
  5. Harapan 2 : Reintrepretasi Kisah ‘Lembah’ dan ‘Paku’ Bumi Tidar karya Laode Muhammad Soebahardi Rahim

PENETAPAN PENERIMA DANA BANTUAN BIDIKMISI MAHASISWA UNIVERSITAS TIDAR

Penetapan Penerima Dana Bantuan Bidikmisi Mahasiswa Baru Universitas Tidar Angkatan Tahun 2017 Semester Gasal Tahun Akademik 2017/2018

Penetapan Kuota Tambahan Penerima Dana Bantuan Bidikmisi Mahasiswa Baru Universitas Tidar Angkatan Tahun 2017 Semester Gasal Tahun Akademik 2017/2018

Penetapan Penerima Pengganti Program Bidikmisi Mahasiswa Baru Universitas Tidar Angkatan Tahun 2016 Semester Gasal Tahun Akademik 2017/2018

PENDAFTARAN CALON REKTOR UNTIDAR 2018-2022 RESMI DIBUKA

Panitia Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Tidar Periode 2018-2022 resmi mengumumkan persyaratan dan jadwal pelaksanaan pemilihan calon rektor di laman www.untidar.ac.id pada Rabu (17/01). Ketua Panitia sekaligus Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Bambang Kuncoro, M.Si. menyatakan bahwa kesempatan menjadi calon rektor UNTIDAR bersifat terbuka tidak hanya bagi kalangan internal namun juga dari luar kampus.

“Publikasi pertama pengumuman pilrek lewat website selanjutnya kami akan mulai mengumumkannya di beberapa media publikasi lainnya seperti baliho dan media cetak. Harapannya informasi tersebar seluas-luasnya sehingga kemungkinan pendaftar juga banyak,” tuturnya saat ditemui, Kamis (18/01).

Pendaftaran bakal calon rektor dibuka 18 Januari – 2 Februari 2018. Beberapa persyaratan umum yang harus dipenuhi adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memiliki pengalaman jabatan sebagai dosen dengan jenjang jabatan akademik paling rendah lektor kepala, berusia paling tinggi 60 (enam puluh) terhitung mulai tanggal 24 April 2018, berpendidikan minimal Doktor (S3), sehat jasmani dan rohani. “Pengalaman manajerial calon rektor paling rendah sebagai ketua jurusan atau sebutan lain yang setara, atau ketua lembaga paling singkat 2 (dua) tahun di PTN, atau paling rendah sebagai pejabat eselon II.a di lingkungan instansi pemerintah,” jelas WR III.

Persyaratan, jadwal serta form yang harus dilengkapi setiap calon pendaftar bisa langsung diakses ke laman www.untidar.ac.id. Pendaftar calon rektor diwajibkan memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan yang telah tercantum dan dikirimkan ke alamat kampus UNTIDAR di Jalan Kapten Suparman 39 Magelang selambat-lambatnya pada Jumat (02/02).

“Calon rektor tidak hanya unggul dalam bidang akademis namun dituntut punya pengalaman dan jaringan yang kuat. Kita tahu bahwa UNTIDAR masih dalam taraf berkembang dan masih membutuhkan kekuatan link atau koneksi dengan pihak luar untuk memajukannya kampus di masa yang akan datang,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan Pilrek UNTIDAR telah dimulai pada 17 Januari 2018 bersamaan dengan publikasi syarat dan ketentuan pilrek di laman kampus dan akan berakhir pada 5 April 2018 pada kegiatan Pemilihan calon Rektor dalam Rapat Senat Tertutup oleh Senat bersama Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. (DN)

GERAK DAN LAGU MAHASISWA FKIP UNTUK KENALKAN BAHASA LEBIH LUAS

Dua minggu ujian akhir semester (UAS) mahasiswa universitas tidar telah terlaksana, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan (FKIP) Universitas Tidar semester  5 menutup UAS kali ini dengan acara persembahan lagu daerah dengan tema “Lantunan Nada Nusantara”.

Acara ini merupakan tugas akhir dari mata kuliah Ilmu Perbandingan Bahasa Nusantara dari 3 kelas yang diampu oleh Ibu Dr. Yulia Esti Katrini, MS. Dan Ibu Asri Wijayanti, S.Pd., M.A.

Dalam sambutannya, Ibu yulia mengungkapkan rasa bangganya terhadap seluruh  anak didiknya karena sudah tuntasnya mata kuliah tersebut selama semester ganjil berlangsung. Ia berharap agar nantinya mata kuliah ini mampu menjadi pengetahuan bahwa bahasa kita sangat luas. “Semoga ilmu dari mata kuliah ini dapat menjadi pengetahuan rekan-rekan mahasiswa ketika mengajar di berbagai sekolah atau lingkungan perguruan tinggi sehingga dapat memahami ragamnya kegiatan bahasa dan menjadi korespondensi antara bahasa yang satu dengan berbagai bahasa lainya”, jelasnya.

Bersamaan dengan itu maksud dari acara ini nantinya dapat memberikan pengetahuan bagi orang banyak. “Buat diri kita bermanfaat bagi orang lain”, kata Arief Setiawan selaku ketua panitia.

Arief menambahkan bahwa acara ini juga bertujuan untuk mengenalkan bahasa melalui gerak dan lagu nusantara yang tidak semua mengetahuinya. Bahasa yang terdapat di negara Indonesia sangat beragam dan perlu diketahui banyak orang karena bagian dari budaya.

“Acara ini dari kita, oleh kita dan untuk kita, selain untuk pengetahuan juga mempererat kekeluargaan antara mahasiswa dan dosen”, jelasnya.

Diawali dengan nyanyi bersama, seluruh mahasiswa membawakan lagu Mudiak Arau dari Sumatra Barat dan dilanjutkan penampilan dari masing-masing kelas.

Kelas A dengan menampilkan lagu Bungong Jeumpa dari daerah Aceh serta Manuk Dadali dari daerah Sunda, dilanjutkan Kelas B yang membawakan lagu Mana Lolo Banda dari daerah NTTserta Huhate dari Maluku dan penampilan kelas C menyanyikan lagu Sipatokaan dari daerah Sulawesi serta Rambadia dari daerah Sumatra Utara.

Acara ini ditutup dengan menyanyikan lagu Maumere dari daerah NTT diikuti oleh seluruh mahasiswa, dosen maupun penonton yang hadir dalam acara tersebut.(HDN)