LITERATURE DAY, PANGGUNG SASTRA INGGRIS DI FKIP UNTIDAR

Menampilkan 14 pementasan drama dan pembacaan puisi Literature Day sukses digelar, Kamis (18/01). Acara yang diselenggarakan sebagai bagian akhir dari mata kuliah Introduction to Literature melibatkan 120 mahasiswa semester 3 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

“Sastra dan Bahasa adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan, bahasa pasti terkait dengan sastra, maka pementasan sastra utamanya mengenalkan sastra kepada mahasiswa kaitannya dengan penguasaan, penggunaan, dan pengajaran bahasa,” tutur Ali Imron, M.Hum.

Dosen sekaligus pengampu mata kuliah Introduction to Literature ini menuturkan bahwa tujuan utama pementasan ini bukanlah sekedar nilai Ujian Akhir Semester (UAS), melainkan capaian keahlian penguasaan Bahasa Inggris oleh mahasiswa PBI. “Kelak mereka diharapkan menjadi pengajar Bahasa Inggris yang benar-benar menguasai kebahasaan Inggris dan pementasan ini hanyalah salah satu metodenya,” tambah Ali.

Senada dengannya, Winda Candra Hantari, M.A selaku dosen PBI FKIP juga sepakat memilih sastra sebagai salah satu metode penguasaan bahasa yang efektif. “Sastra merupakan salah satu hal yang menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi kemampuan kebahasaan mereka,” ujarnya.

Selakyaknya pementasan besar, Literature Day dipersiapkan dengan matang. Persiapan telah dilakukan 3 minggu sebelumnya. Panitia penyelenggaraan memanfaatkan beberapa barang tidak terpakai yang disulap menjadi properti pendukung untuk pementasan.

“Kami sangat senang bisa belajar tentang sastra meskipun sebenarnya latar belakang kami adalah mahasiswa pendidikan. Disini kami dapat berekspresi dan menunjukan kreativitas kami untuk ditampilkan sebagai sebuah karya sastra,” kata Wahyu Setyono, Ketua Panitia.

Acara ini dibuka oleh Dekan FKIP Prof. Dr. Sukarno M.Si, yang menuturkan mendukung dan bangga terhadap pelaksanaan acara yang telah terselenggara kedua kalinya ini. Menurutnya pementasan ini sangat mendukung pencapaian skills kebahasaan para mahasiswa melalui dunia sastra.

 

Satu hal lain yang menjadi catatan penting sekaligus menutup acara pada acara ini adalah ditetapkannya tanggal 18 Januari sebagai English Department’s Literature Day yang disingkat  “Edelid” oleh mahasiwa angkatan 2016 dan 2015 sekaligus penyelenggara acara ini pada tahun ini dan tahun sebelumnya. Ditetapkannya 18 Januari menjadi hari sastra Prodi PBI FKIP UNTIDAR diharapkan setiap tahunnya menjadi hari kegiatan Sastra Inggris oleh mahasiswa sebagai bagian penting dari pengajaran bahasa Inggris. (Ali Imron & Winda Candra Hantari-PBI FKIP/DN)

UNTIDAR RAIH PENGHARGAAN PTN SATKER RAPOR TERBAIK KE 2 DARI KEMENRISTEKDIKTI

Universitas Tidar mendapatkan penghargaan sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Satker dengan Rapor Terbaik ke-2 dalam Pelaksanaan Program, Kegiatan dan Anggaran Tahun Anggaran 2017 dari Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menristekdikti, Mohamad Nasir kepada Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. pada Rabu (17/01) malam. Penyerahan penghargaan tersebut merupakan bagian dari kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kemenristekdikti 2018 dengan tema “Ristek Dikti di Era Revolusi Industri 4.0” yang diselenggarakan di Medan pada 16-17 Januari 2018.

“Penghargaan kinerja ini merupakan prestasi keluarga besar UNTIDAR dalam membangun sistem kerja. Sistem kerja inilah yang dihargai oleh Kemenristekdikti,” ujar Rektor UNTIDAR. Kedepannya UNTIDAR selalu akan terus meningkatkan sistem kerja sehingga tatanan pendidikan benar-benar terwujud.

Menristekdikti, Mohamad Nasir memberikan penghargaan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Satker dengan Rapor Terbaik ke-2 dalam Pelaksanaan Program, Kegiatan dan Anggaran Tahun Anggaran 2017 kepada Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd., Rabu (17/01).

Daftar penerima penghargaan kinerja PTN dan kopertis yaitu : Kategori PTN Badan Hukum (BH) : Juara I, Institut Pertanian Bogor (IPB). Juara II, Institut Teknologi Bandung (ITB); Kategori PTN Badan Layanan Umum (BLU) : Juara I, Universitas Halu Oleo (UHO). Juara II, Universitas Negeri Semarang (UNNES). Juara III, Universitas Negeri Malan (UM); Kategori PTN Satuan Kerja (Satker) : Juara I, Universitas Negeri Makasar (UNM). Juara II, Universitas Tidar (UNTIDAR). Juara III, Politeknik Negeri Jember (Polije); Kategori Kopertis : Juara I, Kopertis VI Semarang. Juara II, Kopertis III Jakarta.

Pada kesempatan ini juga dilakukan evaluasi kinerja pelaksanaan program dan anggaran tahun 2017 serta outlook program dan anggaran 2018. Selain itu juga akan dibahas penuntasan Zona Integritas, Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dan memastikan pencapaian Target Reformasi Birokrasi 2018.

Rakernas Kemenristekdikti 2018 diikuti sekitar 250 peserta yang berasal dari para pemangku kepentingan baik internal maupun eksternal di lingkungan Kemenristekdikti. Diantaranya, Eselon I dan II di lingkungan Kemenristekdikti, Kepala LPNK di bawah koordinasi Kemenristekdikti, Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Koordinator Kopertis seluruh Indonesia, Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Balitbang/Deputi Kementerian terkait, serta institusi terkait lainnya.

Kemenristekdikti menghadirkan pula beberapa pembicara kunci seperti Sri Mulyani (Menteri Keuangan RI), Hayat Sindi (Senior Advisor to the IDB President), Yang Cau Lung (National Taiwan University of Science and Technology), Jangyoun Cho (Cyber Hankuk University of Foreign Studies), Adamas Belva Syah Devara (Founder dan CEO Ruangguru), dan Suyanto (Rektor AMIKOM) dalam agenda Rakernas 2018. (DN)

PEM 2018 : TAK SEKEDAR PROMOSI KAMPUS, UNTIDAR BAGIKAN PRODUK KBMI

Universitas Tidar berpartisipasi dalam acara Pekan Edukasi Magelang (PEM) 2018 yang diselenggarakan oleh OSIS SMA N 1 Magelang, Minggu (14/01). Kegiatan yang melibatkan 80 perguruan tinggi, politeknik, akademik, institut, dan sekolah dinas dari seluruh Indonesia ini dikunjungi ribuan peserta dari kalangan siswa kelas XII sekolah menengah atas.

Berbeda dengan stand lainnya, selain menawarkan informasi seputar jalur masuk, prodi, fakultas dan info kampus lainnya, UNTIDAR membagikan secara gratis produk karya mahasiswa Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) yang dipamerkan di Expo Kewirausahaan Indonesia (KMI) di Pontianak pada 22-25 November 2017 lalu.

Produk tersebut yaitu J.C.O. (Jamur Crispy Organik) Aneka Rasa, Jamur Merang “Darush” (Tidar Mushroom) dan Sabun herbal dari pelepah pisang, Banana Stem Body Wash (Bambow). Ketiga produk ini menarik banyak perhatian pengunjung.Selain mendapatkan produknya secara gratis pengunjung mendapatkan penjelasan mengenai kegiatan KBMI dan peluang lain mengikuti kegiatan sejenis yang bertaraf nasional.

Pada kesempatan ini, UNTIDAR juga berkesempatan memaparkan tentang jadwal resmi penyelenggaraan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018 yang baru saja di launching pada Jumat, (12/01) di Jakarta.

Selain produk KBMI, stand UNTIDAR juga menampilkan Electrical Lightweight Automobile Non Gasoline atau kita sebut ELANG prototype mobil hemat energi mahasiswa D3 Teknik Mesin Universitas Tidar. ELANG meraih gelar juara The Best Rookie atau pendatang baru terbaik dalam ajang Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) yang berlangsung Selasa-Sabtu (7-11/11) di Sirkuit Kenjeran Park Surabaya. (DN)

TEFL DAYS 2018 : SOLUSI HADAPI GENERASI MILENIAL

Mahasiswa semester 5 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tidar menggelar pameran strategi pembelajaran dalam acara bertajuk TEFL Days 2018, Senin-Selasa (15-16/01).

Setidaknya ada 109 strategi dan 70 model pembelajaran Bahasa Inggris yang dipamerkan di auditorium UNTIDAR. “TEFL Days 2018 bertujuan mendorong mahasiwa melakukan inovasi dalam menciptakan metode pembelajaran menggunakan media dan teknologi. Mereka nantinya akan mengajar generasi milenial sehingga mereka juga harus melek teknologi untuk mengimbanginya,” ungkap Lilia Indriani, S.Pd., M.Pd. salah satu dosen mata kuliah TEFL (Teaching English for Foreign Language).

Menurutnya, pengunjung pameran terutama dosen dan guru menunjukkan apresiasi yang positif bahkan mereka tertarik untuk mengaplikasikan strategi atau karya mahasiswa dalam praktek mengajar di kelas. “Banyak yang terinspirasi dari acara ini, ada yang ingin mengaplikasikan strategi untuk mengajarkan mata kuliah yang mereka ampu. Ada juga mahasiswa dari kampus lain yang ingin membuat acara serupa. Bahkan para guru dengan semangat mencoba berbagai permainan untuk diterapkan di sekolahnya,” tambahnya.

Penyelenggaraan TEFL Days ini juga merupakan pengganti Ujian Akhir Semester (UAS) untuk mata kuliah TEFL. Setiap mahasiswa diwajibkan mempresentasikan strategi pembelajaran mereka dan sebagian diantaranya membuat model pembelajaran yang ‘kekinian’. Mereka menciptakan strategi dari permainan tradisional hingga teknologi yang kekinian.

Salah satunya adalah strategi pembelajaran karya Yoshinta Adinda Bayu “Future Figure” yang terinspirasi dari permainan menyusun balok Uno Stacko. Aturan permainannya hampir sama yaitu mengambil balok lalu meletakkannya ke bagian atas serta mempertahankan balok tersebut tidak jatuh.

”Sesuai dengan namanya Future Figure, strategi pembelajaran ini membuat siswa berperan untuk bekerja di tempat-tempat tertentu seperti rumah sakit, sekolah, kantor polisi atau kantor pemerintah,” jelas Yoshinta. Masing-masing siswa akan mendapat giliran mengambil balok yang berisi pertanyaan-pertanyaan tertentu seputar pekerjaan mereka. Kemudian mereka harus mendiskripsikannya kepada lawan mainnya. Beberapa karya lain yaitu Pinata’S Pumpkin, Hide Your Identity, Fire Work, Escape The Rolling Rotation, T-Box Challenge, How Will It Be dan Get Me Out.

Selain pameran karya mahasiswa, pada acara yang mengusung tema Strategies Beyond Galaxy ini dilaksanakan juga launching buku berjudul “Language Teaching Stategies : How to get students active in the class”. Buku ini berisi kumpulan strategi pembelajaran karya mahasiswa yang dipamerkan di TEFLS Days 2018 dan tahun sebelumnya. Buku ini dijual seharga Rp 30 ribu selama pameran dan selanjutnya dapat menghubungi PBI FKIP untuk pembelian diluar pameran.

“Saya sangat mengapresiasi karya mahasiswa ini, buku ini akan saya sandingkan dengan buku-buku lain karya dosenn FKIP di ruangan saya,” ungkap Prof. Sukarno, M.Si., Dekan FKIP.

Acara yang turut dimeriahkan oleh komunitas costplay dan pantomim ini sukses menyita animo pengnjung. “Acaranya inovatif dan menginspirasi. Mungkin saya harus belajar salah satunya untuk diaplikasikan kelak,” tutur Puji Lestari, mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia saat berkunjung.

Senada dengan Puji Lestari, Widya Kusumaningrum, S.Pd., M.Pd. dosen PBI FKIP berharap nantinya mahasiswa dapat mengimplementasikanya saat Program Pengalaman Lapangan (PPL). “Diharapkan mahasiswa dapat mengimplementasikan strateginya di kelas-kelas praktik PPL. Sehingga kepercayaan sekolah terhadap UNTIDAR terus meningkat. Selain itu publikasi tahun depan juga harus lebih digencarkan,” pungkas. (Lilis Sinarsih-PBI FKIP/DN)

KPPN MAGELANG GOES TO UNTIDAR

Dalam rangka memperingati Hari Perbendaharaan 2018, Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Magelang bekerjasama dengan Universitas Tidar mengadakan seminar “Perbendaharaan Menyapa”, Kamis (11/01).

Kegiatan ini bertujuan mengenalkan kegiatan KPPN Magelang serta Kementerian Keuangan khususnya Direktorat Jenderal Perbendaharaan kepada mahasiswa UNTIDAR. “Tugas adalah : Melaksanakan kewenangan perbendaharaan dan bendahara umum; Penyaluran pembiayaan atas beban anggaran; Serta penatausahaan penerimaan dan pengeluaran anggaran melalui dan/dari kas Negara berdasarkan peraturan perundang-undangan,” jelas Sulastri.

Pelaksana pada bagian MSKI KPPN Magelang ini juga memaparkan tentang pengertian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Bantuan Siswa Miskin (BSM), pencegahan korupsi dan Politeknik Keuangan Negara STAN.

Dalam acara ini turut hadir Kepala KPPN Magelang, Imam Subagyo dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, UNTIDAR, Dr. Bambang Kuncoro, M.Si.

Mahasiswa diajak turut aktif dalam setiap topik pemaparan. Bidang keuangan sering dianggap ‘tabu’ untuk dibicarakan namun dalam acara ini mahasiswa diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk bertanya, diskusi serta sharing bersama. (DN)

SIVITAS AKADEMIKA UNTIDAR BERIKAN POLLING DESAIN ARSITEKTUR REKTORAT

Seluruh sivitas akademika Universitas Tidar beramai-ramai mengunjungi dan memberikan polling pada Pameran 10 besar Sayembara Desain Arsitektur Rektorat Sidotopo, Rabu-Kamis (10-11/01) di auditorium UNTIDAR. Pemberian polling dilakukan melalui laman sayembara.untidar.ac.id dimana mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan (tendik) diwajibkan login menggunakan NPM, NIP atau NIK dengan password masing-masing.

Polling ini bertujuan untuk memberikan gambaran desain arsitektur yang sesuai dengan sivitas akademika UNTIDAR. Walaupun tidak berpengaruh terlalu signifikan terhadap penilaian juri tetapi polling ini nantinya dapat digunakan sebagai salah satu bahan pertimbangan.

UNTIDAR berencana membangun gedung rektorat di wilayah Desa Kedungsari, Sidotopo, Magelang Utara, Kota Magelang pada tahun 2020 mendatang. Persiapan mulai dilaksanakan salah satunya dengan menyelenggarakan Sayembara Desain Arsitektur Rektorat (Sidotopo) yang kini memasuki tahap penjurian 10 besar.

“Pendaftaran Sayembara telah dibuka pada awal November dan ditutup pada petengahan Desember 2017 dengan total 26 pendaftar. Setelah melampui tahap seleksi administrasi dan penilaian juri saat ini telah terpilih 10 besar desain terbaik,” kata Ketua Sayembara, Danar Sandi Kusuma, S.Pd saat ditemui pada Pameran 10 besar Sayembara Desain Arsitektur Rektorat Sidotopo UNTIDAR, Kamis (11/1).

Juri Sayembara Desain Arsitektur Rektorat Sidotopo UNTIDAR yaitu Sugiarto, S.T., M.T., IAI, Ketua IAI Jawa Tengah; Ir. Agung Dwiyanto, MSA., Universitas Diponegoro; Dr. Eng. Ir Ahmad Sarwadi, M.Eng, Universitas Gadjah Mada; Ir. RM Bambang Setyohadi K, M.T., IAI dan M. Syarifudin Kurniawan, S.T., M.T., Kepala DPU dan Penataan Ruang Kota Magelang.

Rektorat Sidotopo UNTIDAR akan dibangun pada lahan seluas 43.850 m2. Masing-masing peserta diwajibkan memberikan konsep rancangan lengkap dengan perhitungan struktur, mekanikal, elektrikal, dan atau bidang keahlian lain bila diperlukan. ”Desain arsitektur juga diharapkan mempertimbangkan kelayakan lingkungan serta keselarasan dan keterpaduan konsep rancangan terhadap ketentuan Rencana Tata Kota khususnya wilayah Kota Magelang,” tambah Danar.

Menurut Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Drs. Hery Suroso, S.T., M.T., melalui Sayembara ini, banyak pilihan desain yang menarik serta dapat disesuaikan dengan kebutuhan kampus sendiri. “Sangat menarik. Desain para peserta sangat beragam, perhitungan struktur bangunan, filosofi dan serta kelayakan lingkungan tidak kalah dengan konsultan pembangunan profesional,” tuturnya.

Sepuluh besar Sayembara Desain Arsitektur Rektorat Sidotopo UNTIDAR yaitu Jatmika, Pancering Dharma, Pakuning Ilmu Tanah Jawi, Urban Terrace, Mercusuar Pendidikan, Stupadhatu, Kisah ‘Lembah’ dan ‘Paku” Bumi Tidar, Tinjauan Gunungan, Bhumi Adhiwiyata dan Milestone of Future-city’s Pride.

“Tahap selanjutnya, dari 10 besar akan kami pilih 5 besar desain terbaik yang akan menjalani tahap presentasi minggu depan,” tambah Hery.

Pemenang utama Sayembara Desain Arsitektur Rektorat Sidotopo UNTIDAR akan mendapatkan sertifikat dan uang tunai sejumlah Rp 150 juta yang rencananya akan diumumkan pada akhir Januari 2018 ini. (DN)

PKMK 2017 : LUGABUT, INOVASI LUKISAN TIGA DIMENSI

Limbah pengolahan kayu berupa serutan masih kurang dimanfaatkan secara maksimal. Masyarakat hanya menggunakannya sebagai bahan bakar atau dibuang begitu saja. Ditangan 5 mahasiswa Universitas Tidar, serutan kayu diolah menjadi lukisan 3 dimensi bernilai ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Mahasiswa kreatif ini adalah Muhammad Khusni Mubarok, Filla Ardyarti, Puji Lestari, Lilis Sinarsih dan Hermowo Pribadi Dewabroto yang menuangkan ide mereka dalam Program Kreatifitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK) dengan judul Pemanfaatan Nilai Estetika Limbah Serutan Kayu sebagai Bahan Baku Pembuatan Lukisan Tiga Dimensi.

“Bapak saya seorang tukang kayu, banyak limbah pengolahan kayu seperti serbuk dan serutan hanya dibiarkan saja disekitar rumah. Dari sinilah timbul ide untuk memanfaatkan limbah ini menjadi sesuatu yang mempunyai nilai jual,” kata Khusni, Ketua PKMK Lukisan Tiga Dimensi Limbah Serutan Kayu atau disingkat LUGABUT.

Serutan kayu memiliki bentuk spiral dan tipis sehingga mudah untuk dipotong atau dibentuk sesuai kebutuhan. Kesan tiga dimensi yang menjadi ciri khas LUGABUT meningkatkan nilai seni dan estetika yang lebih dibandingkan lukisan dua dimensi yang biasa kita temui.

“Produk  kami berbeda, mempunyai ciri khas tersendiri. Tak sekedar lukisan tapi kami membuatnya ‘hidup’ dalam bentuk tiga dimensi serta memunculkan kesan seperti kolase,” tambah Khusni.

Filla Ardyarti salah satu anggota PKMK LUGABUT menjelaskan bahwa ada 2 macam produk lukisan yang dihasilkan. “Ada dua macam lukisan yaitu yang menggunakan semen atau hanya kolase saja. Awalnya serutan kayu disortasi dan dipotong-potong sesuai kebutuhan. Kalo mau membentuk lukisan bunga maka serutan kayu dipotong menyerupai kelopak dan daun,” jelas Filla.

Papan triplek disiapkan sebagai media lukisannya kemudian serutan kayu disusun satu per satu menggunakan lem kayu disesuaikan dengan lukisan yang akan dihasilkan. Setelah tersusun semuanya maka langkah selanjutnya dalah pengecatan. Setelah cat kering maka proses selanjutnya adalah pelapisan dengan pernis dan plitur lalu dibingkai.

“Sedikit berbeda dengan model kolase, model lukisan dengan semen perlu digambar dulu polanya di papan tripleknya sesuai yang diinginkan. Pola tersebut yang nanti diberi semen lalu dikeringkan. Setelah kering lalu serutan kayu ditempelkan,” tambah Filla.

LUGABUT dipasarkan mulai dari harga Rp 100.000 disesuaikan dengan ukuran serta kerumitan pembuatan. Semakin rumit proses pembuatannya makan harganya juga akan semakin mahal. Pemasaran LUGABUT memanfaatkan media sosial seperti Facebook dan Instagram. Seluruh anggota PKMK juga menginformasikannya melalui grup-grup Whatsap atau melalui jaringan pribadi masing-masing.

Perawatan LUGABUT juga tergolong mudah. Hanya diperlukan kuas untuk menghilangkan debu-debu yang menempel dalam permukaannya. Produk ini dilapisi plitur dan pernis. Lapisan ini melindungi serutan kayu sehingga tidak mudah berjamur.

LUGABUT mempunyai nilai jual yang tinggi. Bahan dasar utama pembuatannya dapat ditemukan dengan mudah bahkan dapat didapatkan secara gratis. Produk inovatif ini memiliki daya jual tinggi dan berpotensi menambah penghasilan masing-masing anggota PKMK LUGABUT.

Dosen Pembimbing, Dr. Farikhah, M.Pd. mengungkapkan bahwa karya PKM tersebut mempunyai unsur seni yang membutuhkan ketelatenan yang tinggi untuk membuat produk tersebut. “Karya PKM tersebut sangat kreatif dan butuh ketelatenan, selain itu juga butuh jiwa seni atau imajinasi seni yang tinggi untuk membuat karya tersebut. Tidak sekadar memanfaatkan limbah tapi juga punya nilai seni tinggi,” ungkap Dosen Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNTIDAR tersebut. (Silva Nurul Farida-mg/DN)

REKTOR KUNJUNGI MAHASISWI BIDIKMISI UNTIDAR

Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. mengunjungi rumah Dewi Rustiana, mahasiswi penerima Bidikmisi di Srobyong, Mlonggo, Kabupaten Jepara pada Rabu (27/12).

Dalam kegiatan ini turut ikut serta Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Joko Widodo, M.Pd.; Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Drs. Hery Suroso, S.T., M.T; Dekan Fakultas Ekonomi, Dr. Hadi Sasana, S.E., M.Si.; Dekan Fakultas Pertanian, Ir. Gembong Haryono, M.P.; Dekan Fakultas Teknik, Ir. Kun Suharno, M.T.; Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Prof. Dr. Sukarno, M.Si. dan Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan, David Budhi Hartono, S.E.

Kunjungan ini merupakan monitoring dan evaluasi untuk memastikan bantuan Bidikmisi telah tersalurkan secara tepat kepada mahasiswa-mahasiswi berprestasi yang kurang mampu secara ekonomi.

“Kami harap Dewi bisa mempertahankan bahkan meningkatkan prestasinya selama kuliah di UNTIDAR. Nilai IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) penerima Bidikmisi minimal diatas 3.0 maka itu harus giat belajar untuk UAS (Ujian Akhir Semester) mendatang,” kata Rektor.

Beliau menuturkan bahwa penerima Bidikmisi adalah mahasiswa pilihan. Penetapannya pun melalui proses yang panjang mulai dari seleksi tingkat nasional dan tingkat universitas. “Ribuan mahasiswa mendaftar untuk mendapatkan Bidikmisi, diseleksi lalu disurvei baru akhirnya ditetapkan sebagai penerima. Bukan karena Rektornya berasal dari Jepara trus pilih kasih,” tambah Rektor.

Dewi merupakan mahasiswi semester 1 Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP). Putri Bapak Rusdi dan Ibu Sumarti ini merupakan mahasiswi yang lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) tahun 2017.

Penghasilan Bapaknya yang tidak menentu sebagai tukang kayu membuat Dewi harus berusaha “Besar kemungkinannya saya tidak akan melanjutkan ke perguruan tinggi jika tidak mendapatkan Bidikmisi. Alhamdulillah cukup bahkan sampai saat ini saya belum meminta tambahan uang saku kepada orang tua,” ujar Dewi.

Mendapat kunjungan dari Rektor dan jajaran pimpinan universitas membuat Dewi semakin bersemangat dalam berkuliah. “Terima kasih atas nasehat dan motivasi dari Pak Rektor dan pimpinan semuanya. Targetnya dengan Bidikmisi ini saya bisa sukses, membahagiakan orang tua dan menyekolahkan adik juga sehingga tidak membebani orang tua,”pungkas Dewi. (DN)