HADAPI MEA, 300 TUKANG BANGUNAN KOTA & KABUPATEN MAGELANG IKUTI UJIAN SERTIFIKASI KOMPETENSI DI UNTIDAR

Plt. Ketua Jurusan Teknik Sipil, Muhammad Amin, S.T., M.T. menyatakan bahwa kemampuan dan ketrampilan dari seorang tukang hendaknya dilengkapi dengan sertifikasi dari suatu lembaga tertentu. “Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) setiap tukang harus memiliki sertifikasi kompetensi agar tidak kalah dengan tenaga asing yang sudah mulai ditemui dalam proyek dalam negeri,” jelasnya.

Sertifikasi kompetensi merupakan syarat utama dalam persaingan di industri konstruksi saat ini. “Kegiatan ini penting dilaksanakan secara berkala sehingga tenaga tukang di Indonesia memiliki sertifikasi sesuai keahliannya masing-masing,” tambahnya.

Sebanyak 300 tukang bangunan dari wilayah Kota dan Kabupaten Magelang mengikuti Uji Kompetensi Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi (Tukang Bangunan Umum), Minggu-Senin (26-27/11) di Gedung Fakultas Teknik, UNTIDAR.

Para penguji mengawasi setiap peserta yang sedang melakukan praktek.

Kegiatan ini merupakan kerjasama Jurusan Teknik Sipil, Universitas Tidar dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Kementrian PUPR, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Magelang, Asosiasi Tenaga Ahli Pemborong Indonesia (ATAPI) Wilayah Jawa Tengah dan PT. Holcim Indonesia.

“Tukang bersertifikasi mempunyai nilai yang lebih ‘tinggi’ dibandingkan dengan tukang tanpa sertifikasi. Seperti yang kita tahu, proyek-proyek besar membutuhkan tenaga tukang bersertifikat karena itulah syarat utama untuk mengikuti tender,” kata Tohari, salah satu penguji dari Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK).

Menurutnya, tukan bersertifikasi berpeluang besar memiliki penghasilan yang lebih besar dibandingkan dengan tukang biasa. Sertifikasi kompetensi yang dimilikinya memungkinkan mereka mengikuti proyek-proyek besar dengan penghasilan menjanjikan. “Tukang bersertifikasi bisa kerja diluar negeri. Kemampuan atau skill mumpuni tanpa sertifikat diluar negeri tidak akan ‘laku’,” tambahnya.

Peserta melakukann praktek membuat pondasi saluran air di depan Gedung FISIP UNTIDAR

Kegiatan uji sertifikasi dan kompetensi kali ini khusus untuk tukang bangunan. Para peserta dibekali materi tentang Alat Pelindung Diri (APD) dan teknik-teknik pertukangan pada hari pertama. Lalu selanjutnya pada hari kedua dilaksanakan praktek dan wawancara.

“Praktek kali ini membuat pondasi saluran air. Hasil praktek adalah barang jadi yaitu nantinya bisa dimanfaatkan untuk kedepannya bukan hanya dibuat lalu dibongkar untuk kepentingan praktek,” ujar Tohari.

Para peserta bersama-sama membuat pondasi saluran air di depan Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Setelah praktek ini, setiap peserta melanjutkan sesi wawancara dengan penguji. Kemudian hasil penilaian penguji dijadikan acuan pemberian sertifikat kompetensi. “Bagi yang tidak lolos atau memenuhi standar hanya akan mendapat sertifikat pelatihan dan dapat mengikuti uji ulang di kemudian hari,” pungkas Muhammad Amin. (Tri Fatchurohmah-mg/DN)

HMTS UNTIDAR GELAR BAKSOS DAN PENANAMAN POHON DI GUNUNG TIDAR

Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HMTS) Universitas Tidar mengadakan kegiatan bakti sosial di Gunung Tidar, Sabtu (25/11). Kegiatan baksos ini meliputi bersih-bersih lingkungan dan penanaman pohon yang melibatkan ratusan mahasiswa Teknik Sipil semester 1.

Mengangkat tema “Hijau Bumiku Indah Tidarku” kegiatan yang menggandeng UPT Gunung Tidar Kota Magelang ini diselenggarakan untuk memperingati Hari Penanaman Pohon Nasional yang jatuh pada 28 November sekaligus mengamalkan salah satu tri dharma perguruan tinggi yaitu pengabdian masyarakat.

                     Kepala UPT Gunung Tidar, Widodo saat memberikan pengarahan pada acara baksos.

“Bakti sosial terutama penanaman pohon yang melibatkan mahasiswa dalam jumlah banyak seperti ini baru pertama kali diadakan disini. Harapannya kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian pada alam sekitar,” kata Kepala UPT Gunung Tidar, Widodo.

Kegiatan ini dibuka dengan bersih-bersih di sepanjang jalan dari bawah hingga ke puncak Gunung Tidar. Kemudian dilakukan penanaman simbolis oleh Kepala UPT Gunung Tidar didampingi Ketua Jurusan Teknik Sipil, Muhammad Amin, S.T., M.T.

Persiapan peserta baksos sebelum melakukan bersh-bersih di Gunung Tidar.

Adapun jenis dari tanaman yang ditanam adalah 12 pohon Tabebuya (Chrystricha) dan 10 pohon pisang (Paradidiaca). Pohon Tabebuya akhir-akhir ini telah menjadi ‘ikon’ Kota Magelang, penanaman jenis ini bertujuan mempercantik dan diharapkan dapat menarik pengunjung lebih banyak lagi.

“Pohon pisang nantinya jika berbuah dapat menjadi sumber makanan untuk kera-kera di Gunung Tidar. Populasinya yang semakin hari bertambah maka sumber makanan yang dibutuhkan juga bertambah,” tambah Widodo.

Penanaman pohon Tabebuya oleh Plt Ketua Jurusan Teknik Sipil, Mohammad Amin dan Kepala UPT Gunung Tidar, Widodo.

Kegiatan bakti sosial di Gunung Tidar oelh HMTS ini adalah salah satu implikasi dimana mahasiswa menjadi agen perubahan yang tidak hanya bermanfaat bagi kampus tetapi juga masyarakat dan alam sekitarnya.

Penanaman pohon pisang oleh peserta baksos.

“Saya cukup senang dengan kegiatan ini. Semoga usaha kecil ini mempunyai imbas yang besar untuk lingkungan, ekosistem, alam dan lainnya di kemudian hari. Besar harapan kami acara-acara seperti ini semakin bertambah banyak dan semakin banyak pohon yang ditanam sehingga keserasian antara manusia dan alam tetap terjaga di Gunung Tidar ini,” ujar Febri Kurniawan, salah satu peserta baksos. (Febri Kurniawan_HMTS/DN)

BCPA 2017, INOVASI BAGI KEMAJUAN ILMU ADMINISTRASI NEGARA

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tidar kembali menyelenggarakan acara Borobudur Conference of Public Administration (BCPA), Jumat-Sabtu (24/25) bertempat di Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Desa Wanurejo, Borobudur, Kabupaten Magelang.

Sedikit berbeda dengan pelaksanaan BCPA sebelumnya, tahun ini panitia hanya menentukan tema umum yaitu “Fostering Innovation Public Administration”. “Diluar tema umum, panitia juga mnerima tema lain seperti partai politik, parlemen, patologi administrasi, pengelolaan air bersih, pertanian, administrasi pertanahan dan lain-lainnnya,” ujar Dekan FISIP, Dr. Samudra Wibawa, M.Sc. dalam sambutannya.

Menurutnya, jangkauan bidang adminstrasi publik sangat luas maka konferensi ini diharapkan menjadi wadah untuk memaparkan makalah dan ajang sharing bagi peserta untuk menghasilkan inovasi-inovasi baru bagi kemajuan ilmu administrasi negara.

Sependapat dengan Dekan FISIP, Rengga Vernanda, M.Si., M.A., Ketua Panitia BCPA menjelaskan bahwa tema umum kali ini dipilih untuk mendorong para peserta untuk lebih berinovasi dalam sektor administrasi negara. Inovasi dalam hal ini contohnya kemitraan dari sektor pemerintahan, masyarakat dan swasta untuk menimbulkan inovasi.

“Tema inovasi ini mendorong banyak sektor dalam administrasi negara untuk berkembang seperti balkondes ini juga merupakan contoh inovasi kemitraan antara desa, pemerintah maupun pihak swasta,” jelas Rengga.

Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa bertujuan meningkatkan pengetahuan dalam cara membuat makalah yang berkualitas dan cara presentasi dihadapan khalayak. Dari berbagai m akalah yang terkumpul dengan berbagai permasalahannya maka akhirnya muncul sebuah solusi untuk menanganinya. “Menumbuhkan maupun mengembangkan inovasi untuk mencapai tujuan administrasi negara guna mensejahterakan masyarakat,” tambahnya.

Selain itu, makalah yang terkumpul menjadi bahan jurnal bagi jurusan administrasi negara dan menjadi jurnal yang terakreditasi. Salah satu syarat agar jurnal dapat terakreditasi dengan adanya pemakalah dari luar.

Berikut daftar asal peserta BCPA 2017 yaitu FISIP Universitas Airlangga, Universitas Islam Jember, Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Universitas Swadaya Gunung Jati, Universitas Udayana, Universitas BSI Bandung, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjungpinang, Universitas Gajah Mada, Universitas Diponegoro, UNISRI, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Sultan Fatah (Unisfat), UNPAD, UNSA (Universitas Surakarta), Universitas  Slamet  Riyadi Surakarta, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Serang – Banten, UMS (Malaysia Sabah), Universitas Widya Mataram Yogyakarta, STIAMI dan UNTIDAR. (DN/HDN)

MILAD KE-5, HMM UNTIDAR KEMBALI GELAR MEUFORIA

Memperingati milad ke-5, Himpunan Mahasiswa Mesin S1 (HMM) Fakultas Teknik Universitas Tidar menyelenggarakan Meuforia (Mechannical Enginering Uforia) yang diselenggarakan 16 Oktober – 1 Desember 2017. Euforia Super (solidarity, unit, progresif, education, respect) menjadi tema yang dipilih oleh HMM pada milad tahun ini.

“Acara ini berlangsung dari tanggal 16 Oktober sampai 1 Desember dimulai acara Malam Tasyukuran, Futsal Kompetisi Meuforia Super se-Jateng DIY dengan 32 tim di Nikita Futsal Magelang, Servis Super oleh Honda Tunas Jaya Motor, Donor Darah oleh Unit Transfusi Darah Kota Magelang, Police Goes to Campus oleh Satlantas Polres Kota Magelang, Seminar Capasitas Building dengan pemateri dari Bapenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional), dan ditutup dengan Malam Inagurasi pada 1 Desember nanti,“ ujar Lancar Edi selaku Ketua HMM UNTIDAR, Kamis (23/11) saat ditemui pada kegiatan Service Super yang merupakan salah satu kegiatan Meuforia 2017.

Service Super 2017 bekerjasama dengan Honda Ahass Tunas Jaya Magelang berlangsung selama dua hari, Kamis-Jumat (23-24/11) di depan Gedung Perpustakaan UNTIDAR. Servis motor murah ini tidak hanya berlaku untuk sivitas akademika UNTIDAR namun juga dibuka untuk masyarakat umum. Biaya servis motor yang pada umumnya berkisar Rp 55.000 akan diberi potongan sebesar Rp 15.000. “Tarifnya cukup Rp 40.000 saja sudah dapat full service dan gratis minuman  teh botol,” tambahnya.

Selain acara servis motor murah, ada pula kegiatan donor darah yang bekerja sama dengan PMI Magelang. HMM turut mengundang Satlantas Polres Kota Magelang dalam acara Police Goes To Campus. Acara ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan terhadap sivitas akademika UNTIDAR tentang safety riding.

Tak ketinggalan, kompetensi futsal juga turut diadakan untuk memeriahkan acara milad ke-5 ini. Tak tanggung-tanggung, Futsal Kompetisi Meuforia diikuti oleh 32 tim dari wilayah Jateng-DIY. Tak sekedar ajang futsal, kegiatan ini menambah kekompakan antar mahasiswa jurusan teknik mesin di berbagai universitas.

Lancar berharap pada tahun berikutnya akan ada ide-ide yang lebih menarik dan kerjasama yang lebih luas dengan perusahaan yang bergerak di bidang yang sesuai dengan program studi. “Kami berharap bisa bekerjasama dengan perusahaan-perusahaaan yang berkompeten yang sesuai dengan prodi kami. Karena tahun depan kami ingin mengadakan servis mobil dan motor kontes,” pungkasnya. (Regina Puspa Hapsari-mg/HDN)

FISIP GANDENG UNIVERSITAS MALAYSIA SABAH ADAKAN KULIAH UMUM PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS KOMUNITAS

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tidar mengadakan kuliah umum dengan narasumber Dr. Teuku Afrizal dari Unit Penyelidikan Etnografi dan Pembangunan, Fakultas Kemanusiaan, Seni dan Warisan, Universitas Malaysia Sabah pada Kamis (23/11).

Mengusung tema “Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas : Perspektif Sosiologi”, Dr. Teuku Rizal menyatalan bahwa lingkungan dan manusia merupakan suatu kesatuan yang tidak terpisahkan. “Jangan hanya melihat lingkungan dari fisiknya yang tidak bergerak namun juga dari kebermanfaatannya bagi manusia. Misalnya bukan hutan yang jaga kita tapi kita juga harus menjaganya,” katanya.

Permasalahan sampah yang semakin membahayakan lingkungan menuntut adanya pengelolaan sampah yang lebih baik. “Permasalahan sampah muncul karena masyarakat masih mengelola sampah secara individu. Maka itu, pengelolaan sampah berbasis komunitas bisa dijadikan solusi untuk masalah ini,” tambahnya.

Pengelolaan sampah berbasis komunitas adalah pengelolaan sampah melibatkan patisipasi komunitas/masyaralat secara aktif dalam sistem pengelolaan sampah mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga tahap evaluasi.

Kuliah umum ini merupakan kegiatan lanjutan kerjasama UNTIDAR dan UMS pasca penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara FISIP UNTIDAR dan Fakultas Kemanusiaan, Seni dan Warisan UMS pada 24 Oktober 2017 lalu.

“Selain FISIP, selanjutnya setiap fakultas juga menyusul menjalin kerjasama dengan UMS. Kedepannya akan diadakan student mobility antar UNTIDAR dan UMS, kegiatan ini akan dimediatori oleh universitas namun dilaksanakan oleh fakultas masing-masing,” jelas Kasubag. Perencanaan, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat, R. Suryoto Edy Raharjo, S.T.

Menurutnya, kerjasama dengan UMS akan dilanjutkan pada tahap Letter of Agreement  (LoA) pada 5-8 Desember 2017. Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd direncanakan akan menandatangani LoA tersebut secara langsung di Malaysia.

“Pelan tapi pasti kerjasama dengan pihak luar negeri mulai dirintis UNTIDAR. Mahasiswa diharapkan antusias dan menanggapi kesempatan ini dengan serius. Tugas universitas hanya membuka cakrawala mahasiswa,” pungkasnya. (Milatul Hidayah-mg/DN/HDN)

PIMPINAN, DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN UNTIDAR JALANI BELA NEGARA

Sebanyak 262 peserta yang terdiri dari pimpinan, dosen dan tenaga kependidikan Universitas Tidar mengikuti pelatihan Bela Negara di Akademi Militer (AKMIL) Magelang, Sabtu-Minggu (18-19/11). Pelatihan ini merupakan upaya menumbuhkan sikap dan perilaku yang teratur dalam menunaikan hak dan kewajiban bela negara atas landasan cinta tanah air.

Upacara pembukaan Bela Negara dosen, pimpinan dan tenaga kependidikan UNTIDAR

Kegiatan diawali dengan pembukaan yang dipimpin langsung oleh Kolonel Inf. Trenggono, S.I.P. selaku Wakil Direktur Pembinaan Lembaga AKMIL. “Selamat datang kepada dosen, pimpinan dan tenaga kependidikan UNTIDAR di lembah tidar. Salah satu poin yang akan diberikan dalam pelatihan Bela Negara ini adalah disiplin terutama disiplin waktu,” tuturnya.

Seluruh peserta dituntut untuk menjaga kedisiplinan dan ketertiban selama pelatihan. “Jam kegiatan akan diatur sesuai porsi masing-masing. Termasuk kegiatan istirahat, mandi dan makan. Luarannya diharapkan kedisiplinan disini nantinya dapat diterapkan di instansi bapak ibu sekalian,” tambahnya.

Materi kepemimpinan oleh Letkol Arh. Heri Wijanarko

Materi pada hari pertama meliputi pelatihan baris berbaris (PBB), wawasan kebangsaan, kepimpinan, proxy war serta pemberian motivasi. Materi kepemimpinan disampaikan oleh Letkol Arh. Heri Wijanarko menitik beratkan bahwa pemimpin layaknya yang jujur, bertanggung jawab dan dapat dipercaya. “Pemimpin itu bukan didapatkan hanya dari pelatihan namun juga harus punya modal lainnya yaitu akademik, jasmani dan kepribadian,” ujarnya.

Pada hari kedua, sebagian besar kegiatan dilakukan diluar ruangan yaitu naik ke Gunung Tidar dan outbond. Selain menguji ketahanan fisik, para peserta juga diuji bagaimana dapat bekerjasama dalam tim.

Pembacaan Ikrar Bela Negara dipimpin Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd.

Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. memimpin seluruh peserta Bela Negara mengucapkan Ikrar Bela Negara di puncak Gunung Tidar. “Kami pelatihan Bela Negara Universitas Tidar berjanji : siap menjaga dan mempertahankan Pancasila sebagai satu-satunya ideologi Bangsa dan Negara Indonesia; siap menjaga dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia; siap menjunjung tinggi asas Bhineka Tunggal Ika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia; siap menjaga dan melaksanakan UUD ’45; siap mendukung dan melaksanakan segala upaya pemberdayaan masyarakat menuju masyarakat adil dan makmur,” kata Rektor saat memimpin ikrar.

Kegiatan outbond Bela Negara

Kepala Urusan Pemeriksa Psikologi AKMIL, Reza Pahlevi menyatakan salut bahwa dosen, tenaga kependidikan/staf bahkan pimpinan UNTIDAR bersemangat bahkan mengikuti setiap kegiatan Bela Negara. “Saya salut, para pimpinan bahkan Rektor UNTIDAR mengikuti rangkaian kegiatan dengan baik. Bahkan pada sesi outbond pun, bapak Rektor tidak mau ketinggalan,” ucapnya saat membuka kegiatan outbond di Lapangan Taruna AKMIL.

Kegiatan outbond dirancang untuk melatih kerjasama tim, strategi, kekuatan serta ketangkasan. “Menang atau kalah dalam permainan outbond bukanlah ‘goal’ utama tetapi bagaimana kekompakan, komunikasi serta kerjasama ini yang harusnya diimplementasikan juga dalam bekerja sehari-hari di UNTIDAR,” kata Reza Pahlevi.

Kegiatan Pelatihan Bela Negara pimpinan, dosen dan tenaga kependidikan UNTIDAR didukung oleh perusahaan farmasi pertama dan BUMN terbesar di Indonesia, Kimia Farma. (DN/HDN)

UNTIDAR BUKA CPNS FORMASI DOSEN

Tes CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) dilaksanakan secara nasional oleh Kemenristekdikti dengan salah satu tempat pelaksanaannya di Universitas Tidar pada Rabu-Kamis, 15-16/11.

Untidar akan menerima CPNS untuk formasi dosen sebanyak 7 orang diantaranya, 1 orang dengan kualifikasi pendidikan ekonomi pembangunan, 2 orang dengan dosen kualifikasi pendidikan Ilmu manajemen/Manajemen/Manajemen keuangan/Manajemen SDM, 1 orang dengan kualifikasi pendidikan Teknik mesin, 1 orang dengan kualifikasi pendidikan Bioteknologi/Biologi Tumbuhan dan 2 orang dengan kualifikasi pendidikan Ilmu hukum/Hukum.

Dalam pelaksanaanya terdapat beberapa tahapan untuk dapat lolos tes CPNS diantaranya seleksi administrasi, Seleksi Kompetensi dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Penyelenggaraan SKD diselenggarakan oleh Badan Kementrian Nasional (BKN) Semarang dengan menggunakan CAT (Computer Akses Tes). Dari 120 pendaftar CPNS, yang lolos seleksi administrasi sebanyak 93 orang. “Ada 93 peserta yang lolos administrasi kebanyakan mengikuti tes di BKN Semarang untuk yang berdomisili di Jawa Tengah”, kata Among Wiwoho S.E., M.M selaku panitia tes CPNS Untidar.

Penyelengraan SKB yang bertempat di Untidar diikuti oleh 16 peserta bertempat di gedung fakultas Teknik Mesin Untidar selama dua hari pada 15 – 16 November. SKB sendiri terdapat tiga macam tes, yaitu potensi akademik, wawancara, micro teaching (praktik mengajar).

Dimulai dengan tes potensi akademik dan dilanjutkan dengan tes wawancara. Dalam tes wawancara terdiri dua pewawancara diantaranya dari Untidar dan mendatangkan psikolog dari luar salah satunya dari Unnes (Universiats Negeri Semarang). Tes SKB pada praktik mengajar dilaksanakan hari berikutnya. Seluruh hasil dari SKB langsung dikirim ke Kementrian yang nantinya akan terpilih tujuh orang menjadi PNS di Untidar.

Kepanitiaan tes CPNS mulai dari panitia inti, SKD dan SKB, terdiri dari gabungan dosen, struktural biro serta tenaga kependidikan. “Kepanitiaan dibentuk seusai perintah yag diberikan kementrian mulai dari koordinasi dengan kementrian, pelaksanaannya, dan petunjuk teknisnya, sehingga pelaksanaan tes CPNS berjalan lancar”, tambahnya. (Agustin Kurniawati-mg/HDN)

1000 MAHASISWA SIAP BERPARTISIPASI DALAM PELAYARAN KEBANGSAAN BELA NEGARA 2017

Rektor Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Prof. Dr. Ir. Teguh Soedarto, MP memastikan pelayaran kebangsaan yang akan melibatkan kurang lebih 1000 mahasiswa dari seluruh Indonesia pada Desember mendatang berlangsung dengan lancar.

“Pelaksanaan Pelayaran Kebangsaan Bela Negara hanya tinggal menghitung hari, mari kita pastikan masing-masing koordinator mempersiapkannya dengan semaksimal mungkin,” kata Prof. Teguh pada rapat koordinasi PKBN di Ruang Rapat Rektorat Universitas Tidar, Rabu (15/11).

Dalam rapat ini turut hadir Wakil Ketua Panitia PKBN, Direktur Polimarin, Dr. Srie Tutie Rahayu, M.Si.; Koordinator Wilayah Jawa, Rektor UPN “Veteran” Yogjakarta, Prof. Dr. Ir. Sari Bahagiarti, M.Sc. serta beberapa perwakilan dari Universitas Siliwangi, Universitas Timor, UPN “Veteran” Jakarta dan Polimarin.

Prof. Dr. Ir. Teguh Soedarto, MP, Rektor UPN “Veteran” Jawa Timur, Ketua Panitia PKBN dan Dr. Srie Tutie Rahayu, M.Si., Direktur Polimarin, Wakil ketua PKBN memeriksa kelengkapan seragam peserta.

Pelayaran Kebangsaan Bela Negara Mahasiswa Indonesia dan Simposium Internasional Kemaritimam dalam Rangka Mendukung Nawacita akan dilaksanakan pada 15-19 Desember 2017 dan simposium kemaritiman pada tanggal 19 Desember 2017. Kegiatan pelayaran dilaksanakan menggunakan KRI Banda Aceh dengan rute pelayaran dari Dermaga Ujung, Komando Armada RI Kawasan Timur (Surabaya) menuju Kolinlamil, Komando Armada RI Kawasan Barat (DKI Jakarta).

Kegiatan Pelayaran Kebangsaan Bela Negara ini diharapkan diikuti oleh 1000 Perwakilan Mahasiswa, 100 Pendamping Mahasiswa dan Pimpinan dari Perguruan Tinggi Negeri Baru (PTNB), Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) seluruh Indonesia. Syarat Peserta dalam Kegiatan Pelayaran Kebangsaan Bela Negara ini adalah sebagai berikut: Surat Keterangan Sehat, Memiliki orientasi minat Kemaritiman/Kelautan & Cinta Bahari, Minimal Semester III, Telah mengikuti Mata Kuliah Pancasila dan Kewarganegaraan.

“UNTIDAR siap berpartisipasi, banyak mahasiswa yang sudah mendaftar tapi harus kami seleksi terlebih dahulu. Diperlukan kondisi fisik dan mental yang prima, serta kami utamakan mahasiswa dengan prestasi unggul,” tutur Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. yang juga selaku Koordinator Wilayah Jawa.

Program pelayaran kebangsaan ini merupakan program Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi dimana sebagian besar panitianya merupakan Perguruan Tinggi Negeri Baru (PTNB) meliputi UPN “Veteran” Jawa Timur, Politeknik Maritim Negeri Indonesia, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Universitas Teuku Umar, Institut Teknologi Kalimantan, UPN “Veteran” Jakarta, Universitas Singaperbangsa Karawang, UNTIDAR, UPN “Veteran” Yogjakarta, Universitas Sulawesi Barat, Universitas Timor, dan Universitas Musamus.

Foto bersama panitia PKBN 2017, Rabu (15/11) di UNTIDAR

Program ini bertujuan membangun karakter bangsa melalui media Pelayaran Kebangsaan Bela Negara yang diperuntukkan bagi mahasiswa-mahasiswi perwakilan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Indonesia adalah untuk mewujudkan kerja sama antar Perguruan Tinggi dan lintas Kementerian. Secara spesifik memiliki tujuan sebagai berikut: Meningkatkan Kesadaran Bela Negara bagi mahasiswa, Membentuk karakter cinta maritim, Membangun kesatuan dan persatuan mahasiswa secara profesional dan Meningkatkan wawasan global kemaritiman.

Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari deklarasi 36 Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri Baru (PTNB) sebagai kampus bela negara pada tanggal 20 Oktober 2016 di kampus Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur Surabaya. (DN/HDN)

PERDANA IKUT KMHE, ELANG UNTIDAR BAWA PULANG GELAR THE BEST ROOKIE

Universitas Tidar (UNTIDAR) berhasil meraih gelar juara The Best Rookie atau pendatang baru terbaik dalam ajang Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) yang berlangsung Selasa-Sabtu (7-11/11) di Sirkuit Kenjeran Park Surabaya.

ELANG UNTIDAR, prototype mobil hemat energi dengan bahan bakar listrik ini berhasil menyelesaikan 5 race dalam kurun waktu 4 hari pada Rabu-Sabtu (8-11/11). Tiap race masing-masing peserta harus menyelesaikan 8 putaran pada sirkuit sepanjang 11,6 km.

“Perolehan waktu terbaik ELANG UNTIDAR adalah 22 menit 56 detik dimana mampu menempuh jarak 96 km dengan daya 1 kwh/h,” jelas Heru Sai Udin, Ketua sekaligus manajer Tim Elang.

Setiap menjelang race tiap peserta diwajibkan mengikuti scrutineering. Ada 10 post pengecekan yang harus dilalui setiap tim sebelum dilanjutkan ke tahap race. Panitia akan mengecek diantaranya berat, rem, kemanan pengemudi, sabuk, helm, sepatu, alat pemadam kebakaran, dll. “Pada race awal, ELANG UNTIDAR sempat terkendala pada bagian rem depan. Panitia tidak mengijinkan kami melanjutkan ke tahap race jika rem belum sesuai dengan standar. Maka itu ELANG harus masuk paddock dahulu untuk diperbaiki,” tambah Heru.

Sebelumnya rem depan hanya menggunakan 1 kaliper dan 1 pedal untuk 2 roda, rangkaian ini menyebabkan kurangnya tekanan terlebih jika mobil diposisikan dalam keadaan miring. Maka itu dilakukan perbaikan dengan menambah 1 kaliper lagi.

Setiap kali menyelesaikan race mobil akan diukur seberapa banyak bahan bakar yang terpakai, jarak, waktu dan kecepatan. “KMHE merupakan ajang kompetensi dalam pengelolaan engine. Dalam kompetisi ini tidak hanya sekedar ‘jalan’ tetapi bagaimana menjaga performa mobil tetap stabil. Karena ini kontes hemat energi maka luarannya mobil mampu berjalan dengan betul-betul menghemat energi, go green tanpa polusi,” kata Pendamping Tim Elang, Sigit Joko Purnomo, S.T., M.T.

Menurutnya, seluruh tim sudah bekerja maksimal selama kompetisi berlangsung. Walaupun sebagai pemula dan pertama kali mengikuti ajang ini, seluruh tim sudah bekerja keras dan optimis bisa ikut kembali dalam kompetisi ini tahun depan. “Awal berangkat dari kampus kemarin kami hanya fokus pada race tetapi keadaan di lapangan berbeda. Sebelum race saja melalui proses scrutineering  ini saja sudah sangat rumit, berkali-kali kami harus bongkar pasang tapi syukurlah kerja keras tim terbayar dengan gelar pendatang terbaik ini dan siap mengikuti ajang ini di tahun depan kembali,” tambah Sigit saat ditemui di Laboratorium D3 Teknik Mesin, Senin (13/11).

ELANG atau Electrical Lightweight Automobile Non Gasoline merupakan prototype mobil hemat energi pertama karya mahasiswa D3 Teknik Mesin UNTIDAR. ELANG UNTIDAR mengikuti ajang KMHE kategori kendaraan prototype dengan tenaga listrik. Pada kategori ini ELANG UNTIDAR bersaing dengan 17 tim dari perguruan tinggi se Indonesia. (DN/HDN)

DENAH RUANG SELEKSI KOMPETENSI BIDANG UNIT KERJA UNIVERSITAS TIDAR

Denah Ruang Seleksi Kompetensi Bidang Pengadaan CPNS di Lingkungan kementrian, Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi

Unit Kerja UNIVERSITAS TIDAR

  1. Denah Ruang dan Lokasi Tes Potensi Akademik dan Wawancara
    • Hari       : Rabu, 15 November 2017
    • Pukul     : 08.00 – 09.30 WIB (TPA)
    •                10.45 – 13.30 WIB (Wawancara)

DENAH TPA DAN WAWANCARA

2. Denah Ruang dan Lokasi Tes Praktik Mengajar

  • Hari       : Kamis, 16 November 2017
  • Pukul     : 08.30 – 15.45 WIB (TPA)

DENAH TES PRAKTIK MENGAJAR