TINGKATKAN MUTU, PRODI PETERNAKAN UNTIDAR JALIN KERJASAMA DENGAN FAKULTAS PETERNAKAN UGM

Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Tidar melakukan penandatangan kerjasama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Fakultas Peternakan, Universitas Gadjah Mada, Jumat (10/11).

Penandatangan MoU diwakili oleh Dekan Fakultas Pertanian UNTIDAR, Ir. Gembong Haryono, M.P. dan Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA., DEA. Penandatangan MoU ini dilangsungkan bersamaan dengan Dies Natalis ke-48 Fakultas Peternakan UGM.

Plt. Koordinator Program Studi Peternakan, Widitya Tri Nugraha, S.Pt., M.Sc. menuturkan bahwa kerjasama ini merupakan langkah awal prodi untuk meningkatkan performanya khususnya di bidang akademik, kurikulum, akreditasi dan aktivitas laboratorium. “Dampak terbesar MoU ini adalah akreditasi Prodi Peternakan. Sebagai prodi baru, banyak standar yang belum tercapai maka itu kami berharap Fakultas Peternakan UGM dapat membantu dalam prosesnya nanti kedepan,”ujarnya..

Kerjasama dengan Fakultas Peternakan UGM ini akan dilakukan di bidang pendidikan, pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Selain UGM, Prodi Peternakan UNTIDAR juga berencana menjalin kerjasama dengan beberapa instansi lain. “Total ada 28 perusahaan, 12 instansi dan 8 universitas. Salah satunya yang sudah disetujui yaitu Fakultas Peternakan UGM ini,” jelas Widit.

Selain Fakultas Peternakan UGM, Prodi Peternakan UNTIDAR juga melakukan perintisan kerjasama dengan PT Mirota KM dan Unit Pelaksana Teknis Dinas Balai Pengembangan Bibit, Pakan Ternak dan Diagnostik Kehewanan (UPTD BPBPTDK) Yogyakarta.

“Perintisan kerjasama ini bertujuan untuk rencana pemagangan mahasiswa, Praktek Kerja Lapangan (PKL), kunjungan industri mahasiswa, praktikum serta penelitian dan pelatihan bagi dosen dan mahasiswa,” tambahnya.

Besar harapan kedepannya, kerja sama ini akan menjadikan Prodi Peternakan menjadi lebih baik lagi. Selain itu, jalinan kerjasama dengan instansi ekternal kampus juga berpeluang membangun kegiatan atau proyek bersama misalnya untuk pengembangan suatu wilayah. (Nasrika Dewi Puspitasari-mg/DN)

PENGUMUMAN HASIL SELEKSI KOMPETENSI DASAR DAN JADWAL SELEKSI KOMPETENSI BIDANG PENERIMAAN CPNS KEMRISTEKDIKTI 2017

Pengumuman Hasil Seleksi Kompetensi Dasar & Jadwal Seleksi Kompetensi Bidang :

pengumuman_hasil_skb

Lampiran I

Peserta Seleksi yang Dinyatakan Lulus Seleksi Kompetensi Dasar

120__universitas_tidar

Lampiran II

Jadwal dan Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang

lampiran_ii_skb

BAN PT VISITASI PRODI ILMU ADMINISTRASI NEGARA UNTIDAR

Tim asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) melaksanakan visitasi ke Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) pada 6 – 8 November 2017. Visitasi ini merupakan salah satu rangkaian proses pembaharuan akreditasi Prodi AN yang akan habis masa berlakunya pada Desember mendatang.

“Proses pengajuan akreditasi kini menggunakan Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online (SAPTO). Pada tahap awal kami mengunggah berkas-berkas ke alamat https://sapto.banpt.or.id/ dan setelah melalui beberapa revisi maka selanjutnya dilaksanakan visitasi dari pihak BAN PT. Visitasi ini bertujuan untuk mengkonfirmasi berkas yang telah kami kirimkan pada bulan Juni lalu,” kata  Retno Dewi Pramodia Ahsani, SIP., M.P.A., Plt. Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan, FISIP, UNTIDAR pada Kamis (09/11).

Dalam proses akreditasi ada 7 standar yang harus dipenuhi yaitu visi misi, tata pamong, mahasiswa dan alumni, sumber daya manusia (SDM), kurikulum, pembiayaan serta penelitian dan kerjasama. Tim asesor yang ditugaskan BAN PT untuk melaksanakan visitasi adalah Prof. Dr. Sami’un Jaja Raharja, M.Si. dari Universitas Padjajaran, Bandung dan Dr. AF. Sigit Rochadi, M.Si. dari Universitas Nasional, Jakarta.

“Ada peningkatan atau perubahan signifikan dari Prodi Admnistrasi Negara namun beberapa hal perlu ditingkatkan khususnya penjaminan mutu pendidikan, penelitian, publikasi dan pengabdian masyarakat dosen, serta peningkatan kegiatan mahasiswa di bidang akademik,” kata Dr. Sigit.

Selain itu, para alumni juga bisa dilibatkan untuk kegiatan-kegiatan prodi. “Alumni merupakan poin penting dalam akreditasi bahkan lebih baik lagi jika dibuatkan sebuah organisasi sehingga hubungan alumni denga almamaternya tidak terputus setelah lulus,” tambahnya.

Proses penghimpunan data serta pembuatan berkas akreditasi sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. “Buka 1 atau 2 hari tapi berbulan-bulan lamanya untuk mempersiapkan akreditasi prodi ini. Hasil kerja keras selama ini harapannya dapat berbuah baik yaitu peningkatan nilai akreditasi yang semula C menjadi B atau bahkan A,” kata Dekan FISIP, Dr. Samodra Wibawa, M.Sc. (DN/HDN)

PEKERTI : PELATIHAN TEKNIK MENGAJAR BAGI DOSEN BARU UNTIDAR

Peningkatan Ketrampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) bagi dosen baru Universitas Tidar diselenggarakan Sabtu (04/11) di ruang pertemuan Gedung Fakultas Teknik. Rektor, Prof. Dr. Cahyo Yususf, MPd.; Wakil Rektor Bidang Akademik, dan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menjadi narasumber dalam kegiatan yang diikuti 26 dosen baru ini.

“Dosen itu harus mampu mengarahkan mahasiswa untuk mengangkat fenomenal sosial disekitarnya ke ranah ilmiah,” kata Rektor.

Dalam kesempatan ini, Rektor UNTIDAR memberikan materi perihal belajar berbasis riset dalam kurikulum perguruan tinggi. “Dalam proses pembelajaran, mahasiswa ditekankan untuk belajar berbasis riset. Interaksi belajar terbagi atas 3 proses yaitu antarmahasiwa, dosen dan mahasiswa dan mahasiswa dengan pakar,” jelasnya.

Pada sesi kedua, Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Joko Widodo, M.Pd. memaparkan meteri Kompetensi dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). “Mendapatkan gelar ahli madya, sarjana atau magister tidaklah cukup, lulusan juga harus berkompetensi atau berlevel,” kata WR 1.

Perkembangan iptek dan kebutuhan masyarakat (stakeholder) harus berbanding lurus dengan kompetensi lulusan UNTIDAR setiap waktunya. “Di luar negeri, beberapa perusahan atau perguruan tinggi sudah menerapkan “level”. Jadi gelar sarjana tetapi ketika mengikuti uji kompetensi tidak mencapai level standar misalnya 6-8 makan lulusan tersebut bisa saja tidak akan diterima bekerja disana,” tuturnya.

Pada sesi ketiga, Dekan FKIP, Prof. Dr. Sukarno, M.Si. memaparkan materi mengenai Active Learning dimana dalam proses pembelajaran, penentuan langkah atau teknik yang tepat menentukan proses pembelajaran itu sendiri. Bagaimana esensi dari mata kuliah dapat diterima oleh mahasiswa secara maksimal. Ketiga narasumber PEKERTI tersebut memaparkan materi-materi yang bertujuan membuka pemahaman dosen-dosen baru di UNTIDAR tentang bagaimana “cara” mengajar yang ideal. Sebagian besar dosen muda masih belum paham benar perihal kurikulum, silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Rencana Pembelajaran Semester (RPS), metode pembelajaran, dll.

“Kegiatan ini sangat penting dan bermanfaat terutama untuk kami para dosen baru. Semakin berkembangnya zaman maka semakin unik juga karakteristik mahasiswanya oleh karenanya perlu adanya peningkatan keterampilan dasar teknik intruksional yang disesuaikan dengan perkembangan zaman sehingga luaran yang dihasilkan dapat maksimal baik untuk dosen dan mahasiswa bisa tercapai,” kata Widitya Tri Nugraha, S.Pt. M.Sc., salah satu peserta PEKERTI yang juga dosen baru Prodi Peternakan, Fakultas Pertanian UNTIDAR. (DN/HDN)

PKMT 2017 : PIDADUPING HASILKAN 100 KEPING EMPING PER MENIT

PKM-T (Program Kreatifitas Mahasiswa Teknologi)  berjudul “Mesin Pemipih Adonan pada Proses Produksi Emping Singkong (Pidaduping)” yang di ketuai oleh Ari Aprianto merupakan salah satu yang mengikuti Monev (Monitorong dan Evaluasi) beberapa bulan lalu di Semarang.

Awalnya Ari bersama tim berkunjung di sebuah industri rumahan milik Bapak Slamet di Desa Blongkeng, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang. Keseluruhan proses produksi masih manual, alat yang digunakan pun masih sederhana. Sementara permintaan pasar melebihi jumlah produksinya.

“Proses yang manual itu sangat menguras tenaga, jadi kami berfikir untuk membuat terobosan baru agar produksinya lebih cepat dan permintaan konsumen dapat terpenuhi”, jelasnya.

 Ari Apriyanto beserta Abdullah Labib, Adi Farhan Khamid, Aji Setiyawan, dan Rinaldi Ridho Arrahman mulai menciptakan mesin dengan tenaga listrik 188 watt tersebut. Cara kerjanya Pidaduping cukup sederhana, sebuah motor listrik berputar menggerakkan pulley kecil yang kemudian dihubungkan oleh v-belt untuk menggerakkan pulley besar. Kemudian pulley besar menggerakkan poros. Pada poros tersebut terdapat tiga tuas vertical yang akan menggerakan kayu pemipih bergerak ke atas dan ke bawah sesuai putaran poros. Alat tersebut menghasilkan 100 keping emping per menit.

“Pembuatan Pidaduping itu mengabiskan dana kurang lebih 4 juta rupiah ini mampu memproduksi 100 keping emping singkong per menit”, tambahnya.

Mesin Pemipih Adonan pada Proses Produksi Emping Singkong (Pidaduping) ini dibuat melalui beberapa proses selama 4 bulan. Pertama, tim melakukan identifikasi masalah, perancangan dan pembuatan mesin. Kemudian dilakukan proses pengujian untuk melihat kinerjanya sesuai dengan konsep yang direncanakan atau tidak. Selanjutnya dilakukan analisa dan perbaikan agar mesin dikatakan layak pakai. (Puji Lestari-mg/HDN)

ELANG, PROTOTYPE MOBIL HEMAT ENERGI PERTAMA KARYA UNTIDAR

Electrical Lightweight Automobile Non Gasoline atau kita sebut ELANG merupakan karya pertama prototype mobil hemat energi mahasiswa D3 Teknik Mesin Universitas Tidar. ELANG memiliki panjang 260 cm dan tinggi 70 cm dengan mengandalkan tenaga listrik dari 4 accu yang dirangkai secara seri dengan total daya 48 volt.

“Sedikit berbeda dengan generasi sebelumnya, ELANG UNTIDAR sudah kami upgrade dibeberapa bagian disesuaikan dengan kualifikasi Kompetisi Mobil hemat Energi (KMHE),” ujar Heru Sai Udin, Ketua Tim Elang saat test drive ELANG UNTIDAR di jalan GOR Dr. Soebroto, Jumat (03/11).

ELANG UNTIDAR terbuat dari bahan besi galvanis dengan dimensi 3×6 dan tebal 1,4 mm. Kaca depan dan samping terbuat dari fiberglass dimana bahan ini bertujuan melindungi keselamatan pengemudi jika nantinya terjadi kecelakaan.

Berdasarkan hasil uji di jalan di area perkotaan dan GOR Dr. Soebroto Magelang, ELANG dengan voltase 48 volt (4 accu) yang menggerakan motor listrik berdaya 350 watt mampu melaju dengan kecepatan 35-50 km/jam.

Proses pembuatan dimulai Februari tahun 2017 dan terus dikembangkan sampai akhirnya lolos untuk mengikuti KMHE tahun 2017 yang diselenggarakan oleh Kementrian Roset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) di Surabaya pada tanggal 7-11 November 2017 mendatang. Pada kesempatan ini Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) sebagai tuan rumah menyelenggarakan event ini di Sirkuit Kenjeran Park Surabaya dan Gedung Robotika, kampus ITS Sukolilo.

“Sebelumnya kami telah melalui beberapa tahap seleksi. Yang pertama adalah tahap seleksi proposal, tahap kedua tahap progress report dimana kami harus menyesuaikan mobil ELANG sesuai dengan kriteria KMHE seperti daya, kecepatan, safety riding, dll dan harus memenuhi standar 90% dari keseluruhan standar. Lolos tahap ini kemudian kami memasuki tahap ketiga yaitu tahap race di ITS besok,” jelas Pendamping Tim Elang, Sigit Joko Purnomo, S.T., M.T. yang juga merupakan dosen D3 Teknik Mesin UNTIDAR.

Dalam kompetisi ini, ELANG UNTIDAR akan bertanding bersama 80 tim lain yang berasal dari 43 perguruan tinggi se-Indonesia. Khusus untuk kategori Prototype – electrical vehicle, ELANG UNTIDAR akan bertanding dengan 17 tim.

“Selama beberapa hari, ELANG akan diuji ketahanannya di sirkuit dimana kecepatan dan daya yang terpakai adalah poin utama penilaian. ELANG akan menjalani uji jalan pada sirkuit sepanjang 1,1 km yang akan ditempuh dalam 5 kali race selama kurang lebih 30 menit,” tambah Sigit.

Tim ELANG UNTIDAR terdiri dari 7 mahasiswa D3 Teknik Mesin yaitu Heru Sai Udin, Arfashad Izaz Adi Saputra, Tommy Hidayat, Adi Saputro, Afiat Robiyahya, Muhammad Islakhudin dan Fandi Again Dwi Permana. Dibantu 6 teknisi yaitu Lukman Nurul Hakim, Setya Pambudi, Nurofik, bangkit Hendra, Dwi Ary dan Setyo Rizki Adyanto.

Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd mengapresiasi inovasi dan ide kreatif mahasiswa sampai akhirnya maju dalam sebuah kompetisi tingkat nasional. “Inovasi dan ide kreatif seperti inilah yang kami tunggu. Diharapkan banyak ide-ide lain yang bermunculan lalu kemudian dikumpulkan dan mulai dipresentasikan di depan mahasiswa lainnya. ELANG salah satunya hasilnya, diharapkan dapat menular dan semakin banyak hasil ide kreatif mahasiswa yang maju di kancah nasional. Semoga sukses dan mendapatkan kejuaraan,” tuturnya.

Rektor UNTIDAR; Wakil Rektor Bidang Keuangan, Drs. Hery Suroso, S.T., M.T. dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Bambang Kuncoro, M.Si. bersama melepas Tim Elang UNTIDAR yang akan berangkat menuju Surabaya mengikuti ajang KMHE pada Minggu (05/11). (Indah Cahya Rahmadani-mg/DN/HDN)

BAHAS SISTEM PELAPORAN KEUANGAN, KOMNAS HAM AJAK DISKUSI UNTIDAR

Tim Evaluasi dan Pelaporan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia mengunjungi Universitas Tidar untuk mempelajari dan berdiskusi tentang sistem pelaporan keuangan, Kamis (02/11).

“Kami ingin berdiskusi tentang sistem keuangan di kampus ini (UNTIDAR) khususnya bagaimana tim keuangan memonitoring, melaporkan dan mengevaluasi kegiatan dan anggaran,” kata Kasubag. Evaluasi dan Pelaporan, Delsy Nike.

Bersama 4 rekannya, Yeni Ernawati (Penyusun Monitoring dan Evaluasi), Ardhan Irfan, Andreas dan Firdiansyah membahas sistem pelaporan dan evaluasi lingkungan di lingkungan kerja masing-masing.

Diskusi diawali dengan pemaparan sistem pelaporan keuangan di lingkungan Komnas Ham lalu kemudian dilanjutkan pemaparan dari UNTIDAR. “Pelaporan keuangan kita menggunakan sistem dari Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang disebut SIMonev. Selain itu kami juga membangun sistem keuangan tersendiri yaitu SIPAKU,” jelas Kabag Keuangan, Drs. Didik Sinung Hariyadi, M.M.

SIMonev adalah aplikasi yang digunakan untuk mempermudah unit organisasi di lingkungan Kemenristekdikti dalam menetapkan dan melaporkan berbagai capaian target kinerja, anggaran, serta rencana pengadaan yang telah disusun. Sedangkan SIPAKU (Sistem Informasi dan Penganggaran Keuangan) adalah sistem lokal yang dikembangkan UPT TIK UNTIDAR untuk mempermudah bagian keuangan dalam pelaporan keuangan, monitoring dan evaluasi kegiatan dan anggaran sebelum diinput ke SIMonev.

“Di lingkungan Kemristekdikti, setiap kegiatan dalam setahun sudah direncanakan terlebih dahulu. Kami merencanakannya dan menuangkannya dalam Perjanjian Kinerja (PK) yang diserahkan ke Kementrian. PK ini merupakan turunan dari Rencana Strategis 4 tahunan,” tambah Didik.

Sesuai dengan instruksi Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) Kementerian Keuangan Republik Indonesia, semua lembaga pemerintahan wajib melaporkan keuangannya melalui sistem SMART. Khusus di lingkungan Kemenristekdikti menggunakan SIMonev untuk pelaporan output, kinerja, pengadaan barang jasa sehingga lebih komplit. “Desainnya lebih simple dan lebih lengkap sehingga memudahkan monitoring. Sedangkan kami di Komnas Ham masih harus mengisi beberapa laporan secara manual,” ujar Delsy.

Harapannya dengan diskusi ini baik Komnas Ham maupun UNTIDAR mampu mengembangkan sistem pelaporan keuangan masing-masing. Tentunya masing-maisng sistem memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yang bisa dijadikan evaluasi untuk memajukan sistem masing-masing kedepannya. (DN)

UNTIDAR BERI DUKUNGAN PENUH MAGELANG JADI LOKASI PENGEMBANGAN SCIENCE TECHNO PARK

Universitas Tidar menjadi tuan rumah dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Studi Kelayakan Pengembangan Science Techno Park (STP), Kamis (02/11). Kegiatan ini bertujuan melihat kesiapan lokasi pengembangan STP di Magelang.

Tim Satker Kelembagaan Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan Tinggi, Direktorat Jenderal Kelembagaan IPTEK dan DIKTI, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) yang diwakili oleh Edi Jatmika dan David L memaparkan konsep dasar STP dihadapan jajaran pimpinan UNTIDAR serta perwakilan dari beberapa dinas terkait di wilayah Kota Magelang.

“Ada 3 unsur terpenting dalam pengembangan STP yaitu Academic, Bussines dan Government disingkat ABG. Unsur akademik adalah perguruan tinggi, bisnis adalah praktisi dan pemerintah daerah,” jelas David.

STP merupakan suatu wahana sinergi kelembagaan ilmu pengetahuan dan teknologi guna mewujudkan ekonomi berbasis inovasi dalam kerangka sistem inovasi daerah. STP tercantum dalam Visi Misi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo yaitu dalam isi Nawa Cita ke-6 yang berbunyi “Membangun sejumlah Science dan Techno Park di daerah-daerah, politeknik dan SMK-SMK dengan prasana dan sarana dengan teknologi terkini”

Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd menyatakan siap membantu dan berkontribusi penuh jika akhirnya disetujui Kota Magelang sebagai lokasi STP. “Sivitas akademika UNTIDAR siap membantu dalam bidang riset, sumber daya manusia serta fasilitas yang dibutuhkan untuk pengembangan STP,” tutur Rektor.

Dalam kesempatan FGD ini, Tim Ristekdikti menggali informasi dan potensi dari wilayah Kota Magelang khususnya untuk dijadikan bahan pertimbangan pengembangan STP di wilayah ini. FGD ini melibatkan perwakilan dari Badan Pusat Statitstik (BPS), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) di wilayah Kota Magelang.

“Potensi industri di Magelang salah satunya adalah industri tahu. Tapi, dalam pengolahannya sampai saat ini kami masih mengalami kesulitan pengelolaan limbah yang dihasilkannya. Jika STP nanti dibangun kami berharap permasalahan industry kecil yang seperti ini bisa dibantu solusinya,” kata FX. Edi Winarno perwakilan Disperindag Magelang.

Potensi industri merupakan bagian dari potensi ekonomi yang merupakan salah satu dari 4 indikator kelayakan STP. Indikator tersebut adalah potensi daerah, potensi sosial, ekonomi dan budaya, potensi kelembagaan dan potensi pengembangan teknologi dan inovasi.

“Kami berharap bisa kembali kesini (UNTIDAR) untuk melanjutkan proses pengembangan STP ke proses selanjutnya. Semoga hasil FGD ini bisa dipertimbangkan untuk segera ditindaklanjuti,” pungkas David. (DN/HDN)