Dosen Teknik Elektro Untidar Raih Doktor Usai Teliti Komparasi Kinerja Filter Untuk Mengurangi Dampak Harmonik Pada Pelanggan Listrik Rumah Tangga 450VA dan 900 VA

Dalam era pembangunan di bidang ketenaga-listrikan di Indonesia, sistem tenaga listrik yang bebas dari kandungan harmonik sangat penting dalam rangka menciptakan sistem tenaga listrik yang berkualitas. Filter harmonik dimaksudkan untuk menekan kandungan harmonik pada sistem kelistrikan rumah tangga, sehingga harmonik tidak mengganggu  ke pelanggan lain dan juga mengganggu kerja transformator distribusi, peralatan-peralatan proteksi dan mengurangi suhu penghantar serta menurunkan arus harmonik triplen pada penghantar netral. Kondisi tersebut bilamana dibiarkan akan berdampak pada umur peralatan dan kerugian-kerugian lain yang diatanggung oleh Perusahaan Listrik ataupun pelanggan rumah tangga yang menggunakan sistem kelistrikan tersebut.

Oleh karena itu, penekanan arus listrik yang mengandung harmonik untuk pelanggan tenaga listrik rumah tangga harus diteliti dengan baik. Kemudian dari hasil penelitian yang diperoleh akan dapat dirancang filter harmonik yang selanjutnya akan dipasangkan pada pelanggan listrik rumah tangga dengan maksud untuk menekan arus dan tegangan listrik yang mengandung harmonik. Dengan cara ini, kualitas tenaga listrik  akan meningkat, rugi daya dan rusaknya peralatan yang disebabkan oleh komponen harmonik arus dan tegangan listrik dapat diminimalkan.

Hal inilah yang menjadi fokus penelitian dari Sapto Nisworo, Dosen Program Studi Teknik Elektro Universitas Tidar. Walaupun berbagai penelitian terkait telah banyak dilakukan, akan tetapi penelitian kandungan harmonik pada pelanggan listrik rumah tangga dengan kapasitas daya terpasang 450 VA dan 900 VA sampai saat ini belum memperoleh jawaban yang memuaskan. Untuk itulah Sapto melakukan penelitian yang berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti-peneliti terdahulu yang mayoritasnya adalah dalam bentuk studi dengan pemodelan dengan program komputer tertentu maupun dengan desain/eksperimen di laboratorium.

“Pada penelitian ini dilakukan dengan mengambil data pada sampel pelanggan tenaga listrik rumah tangga masing-masing sebanyak 10 (sepuluh) pelanggan untuk kelompok beban 900 VA dan  450 VA yang sebelumnya telah ditentukan melalui survei secara langsung”, jelas Sapto. Perbedaan daya terpasang 900 VA dan 450 VA pada pelanggan rumah tangga, ada indikasi berbedaan jumlah peralatan yang dioperasikan dalam waktu yang bersamaan, sehingga penelitian ini berusaha membuktikan apakah terdapat perbedaan nilai THDi yang signifikan  untuk  kelompok pelanggan rumah  tangga  yang  berlangganan  daya listrik 900 VA dan 450 VA.

Pengukuran kandungan distorsi harmonik arus telah dilakukan dengan hasil bahwa semua pelanggan tenaga listrik rumah tangga memiliki %THD melebihi dari ketentuan standar IEEE-512 tahun 1995 dan ketentuan standar IEC 61000-3-2. Hal ini secara nyata menunjukkan bahwa untuk mengurangi kadungan distorsi harmonik diperlukan filter yang sesuai.

Dengan hasil tersebut, maka dapat ditarik kesimpulan semua pelanggan tenaga listrik rumah tangga yang berdomisili sejaringan distribusi dengan industri maupun pelanggan yang terpisah jaringan distribusinya dengan industri, menurut hasil statistik tidak ada perbedaan satu sama lain dalam hal %THDi maupun untuk Cos Ñ„. Berdasar dari hal tersebut, maka pengurangan distorsi gelombang harmonik arus dapat dilakukan dengan satu rancangan filter harmonik dengan beban dimiripkan dengan hasil statistik.

Sapto menambahkan hasil penelitian ini diharapkan nantinya dapat digunakan untuk memperkaya ilmu pengetahuan, lebih-lebih yang berkaitan dengan pengurangan kandungan harmonik pada sistem kelistrikan rumah tangga. Kontribusi sumbangan hasil penelitian bagi pembangunan dan ilmu pengetahuan berupa:Informasi nilai THDv dan THDi untuk beban rumah tangga dengan daya terpasang 900 VA dan 450 VA dapat dipergunakan untuk mengevaluasi dan membuat standar harmonik yang diijinkan  suatu produk pada peralatan-peralatan yang dioperasikan dengan tenaga listrik di Indonesia.

Penelitian ini juga Memberikan sumbangan pemikiran khususnya untuk perusahaan listrik agar dapat memberikan pelayanan kepada pelanggan dengan kualitas daya yang memadai sesuai dengan peraturan yang berlaku. Selain itu bisa meningkatkan kualitas tenaga listrik untuk pelanggan dan sekaligus perusahaan tenaga listrik.

Ir. Sapto Nisworo, M.T Selama 10 tahun terakhir telah menghasilkan berbagai karya penelitian, diantaranya ; Studi Neuro Fuzzy Controller Pada Sistem Titrasi Limbah Cair, Studi Optimasi Sistem Tenaga Listrik di Jateng dan DIY Menggunakan Linear Programming, Analisis Kompensasi Faktor Daya Pada Transformator Las Listrik Tiga Fasa Dengan Menggunakan Kapasistor Bank, Studi Perbaikan Faktor Daya dan Reduksi Harmonik ke Lima Sistem Konverter Daya Six-Pulse Jenis Statis Menggunakan Tapis Pasif Tertala Tunggal, dan Menggali Potensi Aliran Sungai Sebagai Sumber Energi Alternatif Terbarukan, Studi Kasus : Aliran Kali Manggis & Kali Bening Kota Magelang

PROF. DR. KOMARUDIN HIDAYAT ISI KULIAH PERDANA MAHASISWA BARU UNTIDAR BERTEMA UNIVERSITAS TIDAR PUSAT RISET DAN PERADABAN

"Mahasiswa harus berusaha untuk terus meningkatkan value. Masa kuliah harus dioptimalkan untuk belajar, mendalami ilmu pengetahuan dan teknologi, serta meningkatkan ketrampilan, sehingga saat sudah diwisuda menjadi lulusan yang "berisi". Indonesia saat ini krisis SDM, kedepan kita membutuhkan SDM yang handal yang menguasai iptek, berakhlak mulia dan berintegritas" demikian disampaikan oleh Prof. Dr Komarudin dalam Kuliah Perdana Universitas Tidar menandai dimulainya perkuliahan semester genap tahun akademik 2015/2016. Prof. Dr Komarudin Hidayat adalah ilmuwan dan akademisi yang sudah tak asing lagi namanya. Tak jarang tulisannya muncul di media cetak, wajahnya pun sering menghiasi layar kaca sebagai seorang pakar pendidikan, keagamaan, sosial dan budaya. 

Kuliah perdana diadakan di Auditorium Universitas Tidar, Rabu 26 Agustus 2016. Hadir dalam acara ini Rektor Untidar, Pejabat Struktural Fakultas, Kepala Biro, Kepala UPT, Ketua BEM, Ketua BLM, Ketua UKM, dan Mahasiswa Baru Untidar Tahun Akademik 2015/2016. Acara Kuliah Umum dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama diikuti oleh sekitar 500 orang, dilanjutkan sesi kedua 500 orang. Acara dibuka dengan sambutan Rektor Universitas Tidar Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. Rektor menyampaikan mengenai visi Untidar saat ini yaitu Universitas Berbasis Riset Untuk Mengembangkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan Kewirausahaan. Untuk itulah tema kuliah umum kali ini adalah Universitas Tidar Pusat Riset dan Peradaban. Di hadapan 900 orang mahasiswa baru Untidar Rektor mengharapkan agar mahasiswa baru tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menimba ilmu sebaik-baiknya di kampus Untidar. Sejalan dengan sambutan Rektor Untidar, Prof. Komarudin memotivasi para dosen dan mahasiswa untuk rajin melakukan riset. Saat masih SMA, pelajar seperti gelas kosong yang hanya menyerap ilmu yang disampaikan oleh guru. Namun di bangku kuliah, mahasiswa hendaknya tak hanya mengikuti segala hal yang disampaikan oleh Dosen, namun mahasiswa harus memiliki kemampuan untuk menganalisa dan terus berinovasi menghasilkan karya yang bermanfaat bagi kemajuan masyarakat. Prof. Komarudin mencontohkan kesuksesan Samsung yang sukses mendunia karena kuat risetnya. Meskipun pabriknya tak seluas lahan kelapa sawit di Indonesia, tapi produknya merajai pangsa pasar di mana-mana
"Selama menjadi mahasiswa, sepertiga waktu untuk mengikuti kegiatan perkuliahan, sepertiga untuk kegiatan penugasan dan sepertiga untuk pengembangan minat dan bakat. Waktu yang ada harus dioptimalkan sedemikian rupa, sehingga ketika lulus menjadi lulusan yang memiliki daya jual" tambah Prof. Komarudin.

Kuliah Perdana Universitas Tidar menandai dimulainya kegiatan perkuliahan semester gasal tahun akademik 2015/2016 setelah kurang lebih 2 bulan mahasiswa menikmati libur panjang seusai perkuliahan semester genap yang berakhir Juli lalu. 

 

“SI CATULIT” KARYA MAHASISWA TEKNIK MESIN UNTIDAR LOLOS PEKAN ILMIAH MAHASISWA NASIONAL 2015

Palu sebagai alat pemecah batu memiliki kelemahan yaitu kurang efektif digunakan karena masih manual dan membutuhkan fisik yang prima dalam pengerjaan pemecahan batu, sehingga produktivitasnya pun rendah. (8 tomblok perhari menghasilkan Rp 25.000,- sd Rp 30.000,-). Sebetulnya ada alat pemecah batu berbahan dasar solar namun alat ini dinilai masih mahal dan belum terjangkau untuk kalangan pemecah batu. Selain itu biaya operasionalnya juga besar (konsumsi solar 10 liter perjam). Ukuran mesin juga sangat besar sehingga sulit dipindahkan dan terkendala tempat untuk menaruhnya. 

Berawal dari permasalahan ini, muncullah ide kreatif 4 orang mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Untidar, yaitu Eko Sulisyanto, Aris Priyatmoko, Kustiman Susilo, dan Restu Arif Kurniawan untuk menciptakan mesin pemecah batu portable menggunakan gearbox bermotor listrik, yang diharapkan dapat menjawab permasalahan-permasalahan yang dihadapi mitra mereka yaitu Paguyuban Batu Split Tegalsari. Paguyuban Batu Split Tegalsari  terletak di Dusun Tanggulangin, Desa Kebonrejo, Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang dengan beranggotakan 25 orang. Pekerjaan menghasilkan batu split menjadi bisnis mereka secara turun temurun, karena dusun tersebut dilewati oleh Sungai Tangsi yang lebar dan banyak bebatuan di sepanjang sungai. Batu split yang dihasilkan berdiameter 5 sd 10 cm, juga 1 sd 3 cm yang dijual kepada pengepul untuk digunakan sebagai bahan bangunan atau dasaran jalan. Proses pemecahan batu masih mengalami kendala karena masih dikerjakan secara manual. 

Menjawab persoalan yang dihadapi mitra, Eko dkk menciptakan alat yang diberi nama Si Catulit (Mesin Pemecah Batu Penghasil Split) Portable Stone Crusher Dengan Metode Gearbox yang hemat energi. "Alat ini mudah dalam perawatan, mudah dalam penggunaan dan dapat dipindahkan ke tempat yang dikehendaki (portable). Alat ini sangat cocok digunakan oleh masyarakat kelas menengah kebawah karena harga terjangkau namun bisa mengoptimalkan produktivitas".Jelas Eko. Prinsip Kerja Si Catulit cukup sederhana, gerakan crusher diperoleh putaran yang dihasilkan oleh motor listrik berkapasitas 1 HP dengan putaran 1400 rpm. Putaran motor listrik diteruskan ke roda gigi/gear cacing untuk memperoleh reduksi yang diinginkan (70 rpm), kemudian dari gear cacing diteruskan ke gear lurus. Transmisi menggunakan rantai kemudian memutar gear yang telah disatukan dengan crusher. Kekuatan tekan yang dihasilkan crusher yaitu 1297,5 kg/cm2 (melebihi kekuatan tekan minimun yang dibutuhkan untuk memecahkan batu, di mana kekuatan tekan batu sebesar 368 kg/cm2)

Eko dkk patut berbangga karena karya inovatif "Si Catulit"  berhasil lolos dalam Program Kreativitas Mahasiswa yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Si Catulit juga berhasil  terpilih mengikuti Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional yang akan diadakan di Makasar Di bulan September 2015

PIMNAS merupakan sebuah ajang/kompetisi bergengsi yang melombakan karya kreatif mahasiswa Diploma dan S1 tingkat nasional yang diadakan oleh Dikti. Tahun lalu mahasiswa Teknik Mesin Untidar berhasil meraih Perak dalam ajang ini. Tahun ini mahasiswa teknik mesin kembali berjaya meloloskan Si Catulit yang diharapkan bisa kembali mengharumkan nama Untidar di kancah nasional. 

Peraturan Akademik Universitas Tidar

Peraturan Akademik Bidang Pendidikan Program Sarjana Dan Program Diploma Tiga Universitas Tidar 

download

Kuliah Umum Oleh Prof. Dr. Komarudin Hidayat

Kuliah umum dengan tema 'Untidar Pusat Riset dan Peradaban' akan dilaksanakan pada tanggal 26 Agustus 2015 pukul 08.30-12.30 WIB, diwajibkan hadir bagi tamu undangan beserta peserta Masimaru gelombang I dan II informasi lengkap ada pada link berikut

REKTOR BUKA MASA ORIENTASI AKRAB GELOMBANG 2 UNTIDAR

Sekitar 450 orang mahasiswa baru Untidar yang telah diterima baik melalui SBMPTN, Jalur Prestasi SM maupun jalur ujian tulis SMM Untidar, Jumat 21 Agustus 2015 mengikuti masa orientasi mahasiswa baru (Masimaru) gelombang 2. Masimaru Gelombang I sudah diadakan tanggal 18 sd 20 Agustus 2015 diikuti oleh 450 peserta. Sementara Masimaru Gelombang 2 akan diadakan sd 23 Agustus 2015

Di hadapan mahasiswa baru yang tersebar di 10 program studi yaitu Prodi Ekonomi Pembangunan, Ekonomi Akuntansi, Agroteknologi, Administrasi Negara, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Teknik Mesin, Teknik Sipil, Teknik Elektro dan Teknik Otomotif, Rektor menyampaikan mengenai perlunya mahasiswa untuk memegang komitmen untuk menyelesaikan studi tepat waktu. Mahasiswa harus senantiasa meningkatkan kemampuan baik intelektual, kognisi, afeksi maupun kemampuan psikomotor. Mahasiswa juga harus selalu responsif pada perubahan yang terjadi di sekitarnya. 

 

MAHASISWA UNTIDAR JALANI “LIVE IN” SEBAGAI BAGIAN DARI KEGIATAN PENDIDIKAN DAN PEMBINAAN KARAKTER GENERASI MUDA

Di era digital seperti sekarang ini, hampir semua hal yang kita inginkan bisa didapat dengan mudah dan instan. Bagaikan pedang bermata dua. Yang satu mengarah pada kemajuan, namun yang lain mengarah pada kehancuran kehidupan manusia sebagai bangsa yang bermartabat. 

Fenomena menunjukkan bahwa bangsa kita belum sepenuhnya siap menghadapi dunia modern ini. Tampak pada gaya dan perilaku generasi muda yang kurang memiliki daya juang, malas, ingin serba gampang dan hedonis. Tak jarang kita temukan anak muda yang hobi berlama-lama nongkrong di cafe dengan tangan kanan memegang hp dan tangan kiri memegang rokok. Sementara itu para pejabat tak sungkan melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme serta berperilaku tidak adil, yang tentunya menyakiti hati mereka yang kecil dan lemah. 

Prihatin dengan kondisi semacam ini, Team Pendidikan Karakter Untidar melakukan kegiatan Live In – Bakti Sosial Dalam Usaha Meningkatkan Kepedulian Sosial Dalam Rangka Pembinaan Karakter Mahasiswa Untidar. 

"Kegiatan ini bermanfaat untuk meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap sesama, terlebih yang lemah, miskin, tersingkir dan difabel. Kepedulian terhadap sesama diharapkan mendorong munculnya rasa tanggung jawab untuk memperjuangkan keadilan, kejujuran, dan kebenaran dalam masyarakat yang lebih luas", tutur Dra. MG. Supeni, M.Si selaku Ketua Pelaksana Kegiatan ini. Selain itu kegiatan ini juga bertujuan agar wawasan dan pemahaman mahasiswa terhadap berbagai macam kondisi fisik dan psikis manusia semakin luas. "Mahasiswa diharapkan semakin meningkat rasa empati, toleransi dan kasih sayangnya kepada mereka yang kurang beruntung. Kepedulian sosial harus terus dikembangkan, agar mahasiswa tidak hedonis dan hanya mementingkan diri sendiri", tambah Supeni.

Kegiatan Live In dilaksanakan di Panti Wreda Pelkrim Magelang, Panti Asuhan SLBC Rindang Kasih Secang, Balai Rehabilitasi Sosial Tuna Grahita Temanggung, Panti Asuhan Sayap Ibu I Depok Sleman dan Panti Asuhan Sayap Ibu II Kalasan Yogyakarta.

Kegiatan Live In diikuti oleh mahasiswa semester 2 dan 4 yang lolos seleksi. Kegiatan dilaksanakan selama kurang lebih 2 minggu. Selama Program Live-In dijalankan, mahasiswa berkewajiban melayani dan membantu warga panti dengan sebaik-baiknya. Kegiatan Live-In berlangsung mulai tanggal 20 Juli dan berakhir pada 31 Agustus 2015

 

MASA ORIENTASI MAHASISWA BARU UNIVERSITAS TIDAR “AKRAB” ( AKTIF, KREATIF, RELIGIUS, AKADEMIS, BERMARTABAT ) DIMULAI

Selasa, 18 Agustus 2015 Mahasiswa Baru Untidar Tahun Akademik 2015/2016 memenuhi Auditorium Universitas Tidar untuk mengikuti masa orientasi mahasiswa baru hari pertama. Kegiatan ini dimulai sejak pukul 06.00 WIB. Masa Orientasi Mahasiswa Baru (Masimaru) 2015 dibagi menjadi 2 gelombang. Gelombang pertama diadakan tanggal 18 sd 20 Agustus 2015. Dilanjutkan dengan gelombang kedua tanggal 21 sd 23 Agustus 2015.

Masimaru gelombang pertama diikuti oleh 450 orang peserta dari 10 program studi yang ada di Untidar. Acara diawali dengan apel pagi dilanjutkan oleh Grand Opening oleh Rektor Untidar Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. Dalam sambutannya rektor menyampaikan agar mahasiswa baru Untidar dapat memanfaatkan waktu dengan baik agar bisa selesai studi tepat waktu dan meraih prestasi yang membanggakan. Selanjutnya materi disampaikan oleh Gubernur Akmil Brigjen Hartomo. Dalam orasinya Brigjen Hartomo menggelorakan semangat pantang menyerah kepada mahasiswa baru. Untuk menjadi generasi unggul butuh keberanian, kerja keras dan semangat yang tak pernah luntur. Brigjen Hartomo memberikan pengenalan mengenai Kehidupan Berbangsa dan Bernegara. Sesi ketiga adalah materi mengenai Pendidikan Tinggi yang disampaikan oleh Dekan FKIP Prof. Dr. Sukarno, M.Si. Hari Pertama masimaru juga diisi oleh materi mengenai Kegiatan Akademik di Perguruan Tinggi, dan Pengenalan Nilai Budaya dan 

Di hari kedua mahasiswa baru akan mendapatkan materi mengenai Kehumasan, Sosialisasi mengenai sistem akademik, materi mengenai organisasi dan kewirausahaan. Di hari kedua mahasiswa juga akan dikenalkan dengan berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa yang ada di kampus Untidar. Selanjutnya di hari ketiga mahasiswa baru akan menjalani masa orientasi di fakultasnya masing-masing dan ditutup dengan acara pentas seni. 

 

896 Mahasiswa Baru Untidar Ikuti Upacara 17 Agustus di Kampus Untidar

17 Agustus 2015, Halaman Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tidar dipadati Civitas Akademika Untidar, yaitu Dosen, Karyawan, Mahasiswa Lama dan 896 Mahasiswa Baru yang diterima melalui jalur SBMPTN, SM (Jalur Prestasi) dan SMM atau Jalur Ujian Tulis.
    
Bertindak selaku Inspektur Upacara Rektor Untidar Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. Acara Dimulai pukul 08.00 WIB dan berakhir pukul 09.00 WIB. Dalam kesempatan ini Rektor membacakan sambutan Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia. Seusai upacara dilanjutkan dengan acara Penerimaan Mahasiswa Baru secara simbolis dengan pemakaian Jaket Almamater kepada 2 orang perwakilan mahasiswa baru. Setelahnya Rektor menyampaikan penghargaan kepada Dosen  Berprestasi, Mahasiswa Berprestasi dan Karyawan Berprestasi Universitas Tidar. Terpilih sebagai Juara I Dosen Berprestasi yaitu Dr. Agus Suprapto, M.P., Dosen Fakultas Pertanian, Juara I Karyawan Berprestasi yaitu David Budi, S.E, dari Unit BAAK. Sedangkan Juara I Mahasiswa Berprestasi adalah Leni Zulaekhah dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Prodi Pendidikan Bahasa Inggris. 

Rektor juga memberikan penghargaan kepada beberapa Dosen yang karyanya berhasil mengisi Jurnal Nasional dan Internasional. Di tahun 2015 beberapa mahasiswa Untidar berhasil mengukir prestasi di tingkat propinsi maupun nasional. Paduan Suara GST Untidar berhasil meraih perak di ajang Bali International Choir Festival, Aisyah Nurul Fajriah berhasil menjadi Juara 2 di Ajang MTQ,  Mahasiswa tingkat Propinsi Jawa Tengah. 10 Kelompok Mahasiswa berhasil mendapatkan Hibah PKM, 2 diantaranya terpilih mengikuti PIMNAS di Makasar. Dan 1 Kelompok Mahasiswa berhasil memenangkan Program Hibah Bina Desa. Kesemua mahasiswa berprestasi ini juga mendapatkan penghargaan dari Rektor Untidar pada acara peringatan 70 tahun Indonesia Merdeka kali ini. 

Dengan Gerakan Nasional Ayo Kerja, Rektor berharap segala elemen civitas akademika Untidar meningkatkan kinerja, demikian juga para mahasiswa semakin meningkatkan semangat untuk terus berprestasi. 

Pengumunan Daftar Peserta Cadangan SMM-UNTIDAR 2015

Pengumuman daftar peserta cadangan mahasiswa baru jalur SMM-UNTIDAR tahun 2015  dapat diunduh di sini