PENGUMUMAN PENERIMAAN CPNS UNTIDAR TAHUN 2014

Pengumuman tentang Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Lingkungan Universitas Tidar tahun 2014. Universitas Tidar menerima Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sejumlah 31 formasi, dengan rincian 21 tenaga pendidik (dosen) dan 10 tenaga kependidikan. download Informasi selengkapnya.

MAHASISWA UNTIDAR RAIH PERAK PIMNAS 2014

Bersaing dengan 39 tim dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta se-Indonesia, 3 mahasiswa Untidar berhasil raih medali perak. Aris Priyatmoko, Miftakhul Khoir, dan Fathkhul Susyawan mempersembahkan sebuah karya yaitu Semi Otomatic Sprayer. PIMNAS 2014 diadakan di Universitas Diponegoro Semarang. Total ada 440 tim yang berlaga, dan dibagi menjadi 7 kategori. Tim Untidar masuk dalam kategori teknik dan berhasil meraih juara 2. Juara pertama diraih oleh tim dari UGM, sementara Juara 3 diraih tim dari ITS.

Alat yang diciptakan memanfaatkan engkol peluncur yang terhubung dengan sumbu roda tempat dimana sprayer tersebut diletakkan. Sehingga penyemprotan dilakukan secara semi otomatis, alias tidak langsung menggunakan tangan.

Dosen yang mendampingi selama PIMNAS, Xander Salahudin mengatakan meskipun berasal dari fakultas teknik, akan tetapi pembuatan alat inovasi berorientasi ke pertanian. PIMNAS adalah forum pertemuan ilmiah dan komunikasi produk kreasi mahasiswa, diikuti mahasiswa atau kelompok mahasiswa yang terpilih melalui jalur Program Kreativitas Mhasiswa. PIMNAS juga merupakan forum diskusi dan dialog tentang masalah pembangunan nasional dan masalah aktual lainnya, dengan mewujudkan karya yang bisa menjadi solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa 
    

MAPALA SULFUR SUKSES GELAR “SULFUR ORIENTEERING”

Sulfur Orienteering Competition VI telah dilaksanakan 23-24 Agustus 2014 di Universitas Tidar. Acara yang diselenggarakan oleh UKM Mapala Sulfur Untidar ini diikuti oleh 19 Team Peserta. Peserta berasal dari dalam dan luar kota. Bahkan ada juga peserta berkebangsaan Polandia dan Iran yang turut serta, keduanya adalah mahasiswa ITB. Selain dari kalangan umum, Sulfur Orienteering VI banyak diikuti oleh mahasiswa pecinta alam dari berbagai perguruan tinggi, dintaranya berasal dari UNS Surakarta, Unsoed Purwokerto, Amikom Yogyakarta, UAD Yogyakarta, Unesa Surabaya, Polinnes Semarang, UMS Surakarta, UGM Yogyakarta, dan komunitas pecinta alam Perismatik Bandung dan KPA Jaguar Solo.

Dalam kegiatan orienteering kali ini peserta memperebutkan hadiah trophy dan uang pembinaan. Start dan finish dilaksanakan di Kampus Universitas Tidar. Dwi Andriyanto selaku Ketua Panitia kegiatan mengatakan "Dalam kegiatan ini setiap peserta disediakan fasilitas untuk menginap dan juga hiburan. Meskipun persiapan kegiatan orienteering kali ini diselenggarakan dalam waktu yang terbatas, peserta merasa puas dan terkesan”.

"Ini merupakan pengalaman yang luar biasa. Berbeda dengan lintas alam, di orienteering kami dikejar waktu dan dituntut bisa membaca peta disamping dituntut fisik yang prima" demikian diungkapkan oleh salah satu peserta dari Surakarta.

Juara 1 Orienteering VI yang diselenggarakan oleh Mapala Sulfur kali ini berhasil diraih Tim Dinamik dari Mapala Fakultas Teknik UMS, dengan anggota regu Chobia Kumbara dan M.Kholil Bayu dengan skor 2825. Juara 2 berhasil direbut Tim MAYAPALA dari STMIK Amikom Yogyakarta, dengan anggota Ahmad Abdul A. dan Mustofa Rian dengan skor 2800. Juara 3 berhasil dimenangkan Tim IRO dari ITB dengan anggota team Margin dan Mojtaba dengan skor 2700.

Sedangkan untuk kelompok putri juara 1 dari Tim Brahmahardika dari Mapala FKIP UNS, dengan anggota Riska Sakti dan Mega Novita dengan skor 1875. Juara 2 dari Tim Madapala Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta yang beranggotakan Okto Wiji dan Vita Wijayanti dengan skor 1700. Sementara Juara 3 dari Tim Wapalhi Polinnes Semarang dengan anggota tim Ardiana dan Dita Rusiana Dena.

 

E.K Humas

MAHASISWA PESERTA KKN UNIVERSITAS TIDAR RESMI DITERJUNKAN

Auditorium Universitas Tidar, Senin 14 Agustus 2014 dipenuhi oleh mahasiswa peserta KKN tahun 2014. Sebanyak 278 mahasiswa akan diterjunkan ke beberapa daerah di Kota dan Kabupaten Magelang. Acara dibuka oleh sambutan Ketua Pelaksana KKN Drs. Whienarko Juli Prijanto M.Si. Untuk tahun ini pelaksanaan KKN Tematik dan KKN Vokasi dilaksanakan secara bersamaan. Untuk KKN Tematik, terbagi menjadi 12 kelompok yang tersebar di beberapa titik di Kecamatan Grabag, Tegalrejo, Secang dan Kota Magelang. KKN akan dilaksanakan 14 Agustus sd 11 September 2014. Peserta KKN Tematik untuk masing-masing kelompok, terdiri dari mahasiswa yang berasal dari 8 program studi yang berbeda, sehingga terwujud sinergi dalam menerapkan ilmu. Dalam KKN Tematik kali ini, mahasiswa melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat bukan pembangunan fisik.

Sementara untuk KKN Vokasi akan dibagi menjadi 2 kelompok yang akan diterjunkan di Desa Sumber Arum Blabak Kabupaten Magelang dan Kecamatan Paten Kota Magelang. Peserta KKN Vokasi untuk tiap desa sebanyak 10 mahasiswa. KKN sendiri akan dilaksanakan dalam waktu 45 hari. Dana untuk KKN Vokasi berasal dari Propinsi. Sementara tema untuk KKN Vokasi disesuaikan dengan kegiatan yang ada di masing masing desa lokasi KKN, sesuai arahan Dinas Pendidikan Propinsi Jateng.  

Dalam sambutannya Wakil Rektor III, Ir. Dwi sat Agus Yuwono, M.T. mewakili Rektor Universitas Tidar mengharapkan terjadi sinergi yang harmonis dan kerjasama "semanis" mungkin antara mahasiswa, dosen pembimbing dan masyarakat desa. Mahasiswa harus bisa menyesuaikan diri dengan kondisi desa dan selalu santun dalam bertutur maupun berperilaku.  Acara penerjunan KKN, diakhiri dengan pemakaian jaket KKN secara simbolis, oleh WR III mewakili Rektor Untidar kepada perwakilan mahasiswa peserta KKN.

UNIT KEGIATAN MAHASISWA MAPALA SULFUR GELAR SULFUR ORIENTEERINGG COMPETITION TINGKAT NASIONAL

Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Tidar, Mapala Sulfur untuk kali ke-6 akan mengadakan Sulfur Orienteering Tingkat Nasional. Kegiatan ini bisa diikuti oleh masyarakat umum (non militer)

            Orienteering adalah olah raga yang memerlukan kecermatan membaca peta, kompas (Navigasi) dan fisik yang kuat untuk melakukannya.  Kegiatan ini merupakan perpaduan antara Olahraga Alam bebas, Konservasi Alam serta Kebudayaan dan Pariwisata.

Jenis Olahraga yang cukup diminati para pecinta alam, karena dilakukan di alam bebas dan berorientasi pada kepuasan pribadi. 

"Sulfur Orienteering Competition VI 2014" Putra-Putri Tingkat Nasional kali ini bertema : Jalin Silaturahmi Dengan Menjelajah Mata Angin di Kota Seribu Bunga. Salah satu tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan prestasi di bidang olahraga dan pengetahuan navigasi. 

            Kegiatan akan dilaksanakan 24 Agustus 2014. Sebelumnya akan dilaksanakan technical meeting di Auditorium Kampus Universitas Tidar pada tanggal 23 Agustus 2014. Lomba akan dibagi menjadi 2 kategori yaitu kategori Putra dan kategori Putri. Masing masing group peserta yang ikut kompetisi ini terdiri dari 2 orang.

            Sulfur Orienteering adalah kegiatan berskala nasional. Banyak diikuti oleh Mahasiswa Pecinta Alam dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Nantinya para peserta akan dibawa ke medan yang cukup berat di wilayah Kabupaten Magelang, saling berlomba untuk memperebutkan Juara 1, 2 dan 3, kategori Putra dan Putri, Sulfur Orienteering Competition VI 2014.

Halal Bihalal Keluarga Besar Universitas Tidar

Sudah menjadi tradisi setiap tahun, keluarga besar Universitas Tidar mengadakan acara Halal Bihalal. Bertempat di Auditorium Universitas Tidar, acara dihadiri oleh seluruh Dosen dan Karyawan di lingkungan Universitas Tidar. Selama satu tahun, sebagai manusia pasti banyak kesalahan yang telah diperbuat. Sudah sepantasnya di bulan syawal saling bermaaf-maafan. Demikian dikatakan Prof. Cahyo Yusuf, Rektor Untidar. Dalam berinteraksi manusia tak luput dari salah, baik perkataan maupun perbuatan. Manusia adalah gudangnya dosa pabriknya salah. Meski demikian selalu ada kesempatan untuk meminta maaf dan memperbaiki kesalahan. Dalam sambutannya, Rektor juga mengingatkan agar segenap Dosen dan Karyawan tetap optimal dalam bekerja, meskipun kegiatan perkuliahan belum dimulai. Perlu bersiap karena tahun ajaran 2014/2015  jumlah mahasiswa yang masuk 3 kali lipat dari tahun sebelumnya.

Pembicara pada acara Halal Bihalal kali ini adalah H. Dalail, ustadz yang sehari hari bertugas di Polres Magelang. Ceramah yang disampaikan begitu menarik dengan gaya bicara yang antusias dan humoris. Kurang lebih 40 menit mendengarkan ceramah, hadirin tampak bersemangat mendengarkan tausiah yang sarat ilmu. Tak hanya Hablu Minallah, sangatlah penting bagi setiap muslim untuk menjaga Hablu Minannas. Tak sedikit ayat yang beliau sampaikan, diantaranya tentang bagaimana mempererat silaturahmi baik dengan sesama muslim maupun dengan umat beragama lain. Haji Dalail juga banyak menyinggung ayat tentang kerja sebagai ibadah, harus dilakukan dengan keikhlasan sehingga rejeki yang didapatkan halal dan bermanfaat. Tak lupa beliau mengingatkan untuk selalu bersyukur, karena dengan syukur maka nikmat Allah tak akan ada habisnya. Acara Halal Bihalal keluarga besar Untidar diakhiri dengan saling bersalaman dan bermaaf-maafan, ramah tamah, dan santap siang bersama.

MAHASISWA SEMESTER 8 IKUTI TOEFL

Sudah menjadi agenda rutin Pusat Bahasa Universitas Tidar melaksanakan TOEFL (Test of English as a Foreign Language) bagi mahasiswa semester 8 yang sebentar lagi akan menyelesaikan studi dan segera diwisuda.

Bertempat di Pusat Bahasa Untidar, sebanyak 112 mahasiswa mengikuti TOEFL. TOEFL kali ini dibagi menjadi 4 shift, berlangsung tanggal 16 dan 18 agustus 2014. materi TOEFL meliputi listening, structure and written expression dan reading comprehension. Mahasiswa Untidar wajib mengikuti TOEFL saat awal masuk menjadi mahasiswa baru, dan sebelum diwisuda. Bahasa Inggris yang menjadi bahasa komunikasi dunia diharapkan menjadi keahlian dasar yang dimiliki oleh lulusan, sebagai bekal untuk terjun di masyarakat. Untuk bisa lulus, calon wisudawan diwajibkan untuk memenuhi skor tertentu. Jika belum memenuhi, diharuskan untuk mengulang lagi, demikian dikatakan Ketua Pusat Bahasa Kardoko, M.Pd,

Panitia Maffest Putar Film Indie di Delapan Titik

Parade Layar Rakyat digelar oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Bengkel Seni Untidar. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Magelang Film Festival yang merupakan perhelatan lingkup nasional di bidang perfilman independen Indonesia. Parade Layar Rakyat mengambil lokasi se-Magelang raya dengan konsep layar tancap, sebuah tradisi rakyat dalam menikmati karya sinema, meskipun budaya tersebut mulai luntur. " Dengan kemasan layar tancap dalam Parade layar Rakyat ini, bertujuan untuk menghidupkan nonton layar tancap yang dulu sempat menjadi tradisi dan populer di masyarakat. Karenanya di 8 lokasi Parade layar rakyat, kami memilih tempat di lapangan terbuka atau tempat parkir yang luas, karena menggunakan layar tancap besar". ucap Lurah bengkel seni Untidar Kury Yusuf.

Film Indie tersebut akan dipertontonkan kepada masyarakat melalui Parade Layar Rakyat, digelar di 8 lokasi yaitu Kampus Untidar, Tegalrejo, Grabag, bandongan, Muntilan, halaman parkir Borobudur, Alun-alun Kota Magelang, dan Halaman Parkir Taman Kyai Langgeng.  Pembukaan Parade Film rakyat tanggal 17 Agustus, dengan lokasi kampus Untidar, selanjutnya dilaksanakan di 7 titik lainnya selama 1 minggu ke depan. Film diputar pada malam hari pukul 19.30 WIB. menyasar seluruh lapisan masyarakat karena cerita yang dibawakan memang kebanyakan permasalahan sosial', jelas Kury.

Kury mengatakan, Magelang Film Festival sendiri bertujuan sebagai wadah apresiasi film independen (indie), dengan sasaran sineas se-Indonesia. Kualitas film Indie pun tidak kalah dengan film industry yang lebih komersil.  Oleh karenanya Bengkel Seni melakukan promosi gencar kepada seluruh komunitas film Indie se-Indonesia, hasilnya sebanyak 80 karya film indie sudah  masuk ke meja panitia.

Magelang Film festival adalah ajang kompetisi, dimana penghargaan didalamnya ada 7 kategori film dengan apresiasi tertinggi mendapatkan Piala Paku Tidar. Peserta selain lingkup lokal juga nasional, seperti Padang, Bangka, dan Makasar juga sudah mengirimkan filmnya. Total film yang sudah masuk ada 80 karya film. Dengan dipertontonkan karya sineas film indie ke masyarakat secara langsung, diharapkan dapat membangun kultur perfilman di magelang yang selama ini terkesan jalan di tempat. "Diharapkan kegiatan Parade Layar rakyat juga mampu merangsang lahirnya sineas muda dari Magelang yang produktif dengan karya yang berkualitas", tandas Kury.

BENGKEL SENI GELAR MAGELANG FILM FESTIFAL (MAFFEST) 2014

Bengkel Seni merupakan sebuah komunitas seniman beranggotakan mahasiswa Universitas Tidar dari semua program studi. Eksis sejak 11 Mei 1999. Bengkel Seni menjadi media bagi musisi, perupa, penari, aktor/aktris, sutradara, sinematografer, sastrawan, penulis, penyanyi, penata artistik, koreografer serta sekian banyak mahasiswa-mahasiswi yang cinta seni untuk belajar, berjibaku dan berkarya bersama sebagai sebuah keluarga.           

Banyak kegiatan seni yang dilaksanakan baik yang berskala lokal maupun nasional. Setelah sukses menggelar Tidar Fiction Festival dan Pekan Seni Tidar, Bengkel Seni kembali akan menggelar Magelang Film Festifal ( Maffest ). Maffest Merupakan kompetisi film fiksi pendek tingkat nasional dengan tema yang tidak pernah ditentukan demi memberi ruang gerak dan ekspresi yang seluas-luasnya bagi siapapun yang ingin turut serta. Kompetisi ini secara konsisten mengangkat tajuk “Indonesia Dalam Fiksi”. Memperebutkan Piala Paku Tidar sebagai penghargaan tertinggi dalam 7 kategori yaitu skenario, editing, penyutradaraan, sinematografi, aktor, aktris dan film terbaik. Tahun ini menargetkan sebanyak 100 film untuk dikompetisikan.

Magelang Film festival akan memperebutkan Piala Paku Tidar. Paku Tidar diambil sebagai icon dari Magelang Film Festival. Harapannya sama dengan dasar filosofi Paku Tidar yaitu bagi siapa yang berusaha lebih akan mendapatkan hasil yang baik dan begitu juga sebaliknya, sehingga Piala Paku Tidar merupakan wujud penghargaaan bagi siapa yang berusaha dengan baik dalam festival ini dan akan tertancap selamanya sehingga menjadi tonggak dalam perkembangan film di Indonesia.

Dalam rangkaian Maffest 2014, juga akan diadakan Jambore Komunitas Film Nasional, yaitu sebuah perkemahan akbar dengan seratusan peserta dari berbagai kota di Indonesia. Menjadi media berkumpul, berdiskusi dan belajar antar komunitas sehingga jaringan komunitas film independen nasional dapat terjalin rapi dengan sumbangsih yang nyata bagi perfilman nusantara. Di dalamnya akan ada kelas-kelas teknis, diskusi problematika bersama praktisi nasional, seminar dengan narasumber kelas kakap serta pemutaran dan kurasi film-film sesama peserta maupun narasumber secara berkala. Diselingi dengan ice-breaking, outbond, dan rafting.  

Berbekal dari tahun-tahun sebelumnya, Maffest mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi dalam festival ini. Lurah Bengkel Seni Kury Yusuf mengatakan, sebagai perintis festival film di Magelang dan berkibar dalam kancah nasional MAFFEST akan terbang lebih tinggi lagi sehingga akan hadir MAFFEST yang akan menjadi festival film yang selalu menjadi target oleh penikmat film di Indonesia. 

Prof. Dr. Ir. Muhammad Nuh, DEA, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan – Kuliah Umum “Membangkitkan Potensi Akademis Sivitas Akademika”

Potensi saja tidak cukup, karena harus dikonversikan menjadi sebuah kekuatan dan mampu merubah peradaban lama menjadi baru di Magelang dan sekitarnya.  Ini terpenting setelah kampus Universitas Tidar menjadi perguruan tinggi negeri