Menwa Adakan Pradiksar

Pradiksar (Pra Pendidikan Dasar) Resimen Mahasiswa Universitas Tidar (Untidar) merupakan latihan sebelum menuju Diksar (Pendidikan Dasar). Hal itu sekaligus sebagai pemantapan anggota baru Resimen Mahasiswa Macan Tidar. Pelatihan dilaksanakan selama empat hari dari Sabtu sampai Selasa (15-18/11), di lingkungan kampus Untidar.

 

Menurut Prasetyo Adi selaku Komandan Menwa, dalam acara ini anggota dilatih menjadi mahasiswa Plus. Diharapkan nantinya mereka menjadi Mahasiswa yang memiliki kedisiplinan seperti militer dengan tidak meninggalkan kewajiban sebagai mahasiswa yaitu aktif dalam perkuliahan. Pradiksar tahun ini diikuti oleh 15 peserta dan dihadiri oleh Ketua Alumni Menwa serta tamu dari Kodim.

 

Dalam kesempatan kali ini anggota dilatih oleh Kodim langsung sekaligus diperkenalkan dengan jenis-jenis senjata seperti Pistol, SS1, M 16 dan juga pengenalan meriam. “Sebagai anggota mereka wajib tahu dan mengenal senjata asli karena Menwa sendiri adalah komponen cadangan Militer. Agar sewaktu-waktu dibutuhkan sudah siap”, jelas Prasetyo Adi. “Kegiatan ini disimulasikan layaknya pelatihan militer, tujuannya agar ketika nantinya mereka terjun ke lapangan, mereka sudah terbiasa” tambahnya.

 

Selain itu ajang yang digunakan sebagai pemanasan sebelum Diksar ini juga diharapkan bisa memperkenalkan mereka akan tugas-tugas pokok dan tanggung jawab sebagai seorang Resimen Mahasiswa.  

 

HMJ Bahasa dan Sastra Indonesia Gelar Seminar “Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa”

“ Bahasa Indonesia itu penting, sebagai bahasa pemersatu Indonesia yang terdiri dari beragam suku. Namun sayangnya penggunaan dan penguasaannya belum optimal, termasuk di kalangan akademik baik siswa maupun guru” ungkap Kepala Balai Bahasa Jawa Tengah, Drs. Pardi M.Hum., dalam seminar Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Tidar, Selasa 28 Oktober 2014 bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Pardi menjelaskan perlunya masyarakat menguasai Bahasa Indonesia. Masyarakat juga perlu mempelajari berbagai bahasa, karena bahasa adalah komponen vital dalam bersosialisasi.

 

Bahasa adalah gambaran atau refleksi dari kehidupan, dimana bahasa adalah perwujudan atau ekspresi kehidupan seseorang, masyarakat, Negara, dan Bangsa.  Bahasa yang santun adalah representasi dari masyarakat yang berbudaya. Sebaliknya, bahasa masyarakat yang kasar merupakan ekspresi dari masyarakat yang kurang beradab.  Dalam acara yang dihadiri dosen dan mahasiswa FKIP Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia Untidar ini, juga turut menghadirkan sastrawan Magelang Bambang Eka Prasetya yang membawakan materi workshop sastra cipta karya puisi.

Dandim 0716/Demak Berikan Wasbang Kepada Mahasiswa Universitas Tidar

Komandan Kodim 0716/Demak Letkol Inf Ari Aryanto berikan diskusi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) terkait dengan “Karakter Bangsa dan Implementasi Pancasila” dalam lingkungan TNI sesuai dengan Doktrin Sapta Marga ke-1 “Kami Warga Kesatuan Republik Indonesia Yang Bersendikan Pancasila” di aula Batalyon Zipur-Tanpa Kawandya. Rabu (22/10).

Sebanyak 100 orang Mahasiswa Universitas Tidar Magelang Program Studi bermacam-macam menerima Wasbang dan 4 Konsep Dasar dalam Kehidupan bernegara yang disampaikan oleh Dandim  0716/Demak Letkol Inf Ari Aryanto.

Dandim menyampaikan bahwa kondisi bangsa saat ini adalah belum semua mahasiswa paham wawasan kebangsaan. Idealisme yang sempit cenderung mementingkan kelompok, golongan dan bersifat kedaerahan, suka meniru budaya asing tanpa menyaring terlebih dahulu, issu sara sering menjadi pemicu kerusuhan sosial. Oleh karena itu keberadaan “Karakter Bangsa” sebagai landasan konsepsional pemersatu bangsa sangat penting.

Karakter bangsa merupakan upaya untuk membentuk seseorang menjadi pribadi yang sesuai dengan karakter bangsa dengan mencintai negaranya sendiri. Pembinaanya dimulai dari karakternya sendiri dan karakter mahasiswa sangatlag penting untuk menjadikan seorang pemimpin bangsa yang baik dan berbudi luhur serta sesuai dengan Pancasila.

Beberapa postulat pancasila yaitu Pancasila  merupakan pandangan filsafat bangsa indonesia yg berisi konsep, prinsip dan nilai yang dijadikan pedoman bangsa Indonesia dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, Pancasila berfungsi sbg dasar negara, ideologi, pandangan hidup berbagai proposisi yang lebih pragmatik.

Pancasila  menjadi paradigma dalam menata kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa, harus mampu dan ikut serta dalam meningkatkan kualitas bela negara, baik sikap maupun perilaku sehingga dapat meningkatkan kecintaan kepada bangsa dan negara. Seperti kita ketahui bersama bahwa bela negara bukan hanya tanggung jawab TNI/Polri saja melainkan tanggung jawab seluruh warga negara Indonesia.

 

Source : kodam4.mil.id

Delapan Wisudawan Periode Oktober 2014 Lulus Dengan Predikat Cumlaude

Bertempat di Auditorium Universitas Tidar, Sabtu 11 Oktober 2014, berlangsung Wisuda Sarjana dan Ahli Madya Periode Oktober 2014. Acara dimulai tepat pukul 09.00. Sebanyak 131 Wisudawan mengikuti prosesi ini, terdiri atas 115 sarjana dan 16 ahli madya. 

4 wisudawan terbaik mendapatkan penghargaan dari PT. BNI Cabang Magelang. Mereka adalah Jesicha Zenia Winasa dari FKIP Program Studi Bahasa Indonesia, Yuliyani dari FKIP Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Arifin dari Fakultas Teknik Program Studi Teknik Mesin, dan Waliyati dari Fakultas Ekonomi Jurusan D3 Akutansi. Sebanyak 8 Mahasiswa mendapatkan predikat Cumlaude. Mereka adalah Jesicha Zenia Winasa dari program studi Pendidikan Bahasa Indonesia dengan IPK 3.76, Setyoreni Febriani dari program studi Pendidikan Bahasa Indonesia dengan IPK 3.57, Yuliyani dari program studi Pendidikan Bahasa Inggris dengan IPK 3.64, Laila Mursidatin dari prodi Pendidikan Bahasa Inggris dengan IPK 3.54, Anika Budiarti dari prodi Pendidikan Bahasa Inggris dengan IPK 3.53, Waliyati dari prodi Akutansi dengan IPK 3.71, Kuni Farikhah dari prodi Akutansi dengan IPK 3.62 dan Imroatus Solikah dari prodi Akutansi dengan IPK 3.56. Para wisudawan yang lulus dengan pujian mendapatkan penghargaan dari Rektor Untidar dan Bank Jateng Kantor Cabang Magelang.

E.K. Humas

Pemkot Magelang Serahkan Tanah Sidotopo ke Untidar

Pemerintah Kota Magelang menyerahkan lahan seluas 5 hektar 10 m2 di kawasan Sidotopo Kota Magelang untuk pembangunan Universitas Tidar (Untidar) Magelang. Secara simbolis sertifikat tanah diserahkan Walikota Magelang Ir Sigit Widyonindito MT kepada Rektor Untidar Prof Cahyo Yusuf MPd di Pendopo Pengabdian rumah dinas Walikota Magelang Kamis (02/10/2014).

"Ini merupakan komitmen kami untuk memajukan pendidikan di Kota Magelang. Lahan di depan Rumah Sakit Jiwa dr Soeroyo Magelang, sesuai dengan master plan sejak awal diproyeksikan untuk keperluan ekonomi dan pendidikan," kata Walikota Magelang. 

Walikota Magelang merasa yakin apabila proses pembangunan Untidar nantinya sudah rampung dan telah digunakan, akan menimbulkan multiplayer effect di segala bidang. Salah satunya aktivitas pergerakan ekonomi yang semakin meningkat.

"Dampak positifnya banyak, masyarakat bisa mendirikan kos, usaha fotocopy, warnet, warung makan dan lainnya. Yang pasti akan berimbas bagi kesejahteraan, khususnya bagi warga Kota Magelang. Dan masyarakat tidak perlu jauh-jauh kuliah di luar Kota Magelang."

Rektor Untidar Prof Cahyo Yusuf mengatakan rencananya lahan dari Pemerintah Kota Magelang tersebut nantinya akan dibangun gedung rektorat, pusat administrasi, audiotorium serta satu fakultas. Dimungkinkan, yang akan dibangun di lahan ini adalah Fakultas Kedokteran. (Tha)

Sumber : KRjogja.com
 

REKTOR KUNJUNGI KKN VOKASI DI KELURAHAN PANJANG

Sabtu 20 September 2014, Rektor Universitas Tidar dan Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Tengah laksanakan kunjungan ke lokasi KKN Vokasi Untidar yang bertempat di Kelurahan Panjang Magelang Tengah.  KKN Vokasi di Kelurahan Panjang sudah dilaksanakan sejak sebulan yang lalu dengan diketuai Dra. Endang Mawarsih M.Sc. KKN Vokasi di Kelurahan Panjang berfokus menghidupkan kembali kegiatan kampung organik yang sempat vakum.

Sebelumnya Kampung Organik Kelurahan Panjang dengan segala kemanfaatannya adalah program Pemerintah Kota Magelang. Ternyata pelaksanaannya tidak mudah, sehingga kampung organik sempat mati suri.  Oleh karena itu dalam kegiatan KKN Vokasi ini, tim KKN Vokasi yaitu 10 Mahasiswa dari 3 Program Studi beserta dosen pembimbing berupaya untuk menghidupkan kembali beberapa item pendukung, diantaranya Green House di Samban Kidul, juga menghidupkan kembali kelompok usaha bersama pengolahan sampah Seruni, dimana di dalamnya terdapat Bank Sampah dan Warung Kejujuran. "Bersama masyarakat kami berusaha agar item penting kampung organik bisa ada pergerakan kembali", tutur Endang.

"Dalam waktu yang terbatas yaitu satu setengah bulan memang bukan hal mudah untuk menghidupkan kembali semua kegiatan, namun beberapa item sudah berhasil digerakkan kembali", tambahnya. Tidak kalah penting Tim KKN Vokasi juga menyumbangkan mesin pencacah sampah skala rumah tangga, yang diserahkan langsung oleh Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Cahyo Yusuf. Dalam kegiatan tersebut cahyo mengatakan agar kemampuan akademik mampu diterapkan untuk menjadi solusi atas permasalahan yang terjadi di masyarakat. 

 

E.K. Humas

KKN VOKASI DI KLASTER IKM SLONDOK SUMURARUM GRABAG KABUPATEN MAGELANG

Jawa Tengah sebagai propinsi yang dikenal sebagai The Heartland of SMEs saat ini memiliki sentra-sentra industri kecil dan menengah yang belum tergarap optimal.  Tak terkecuali di Kabupaten Magelang banyak juga sektor potensial untuk dikembangkan mengingat sektor tersebut mempunyai kaitan inter maupun intra sektoral yang luas, memiliki potensi penciptaan nilai tambah yang tinggi dan berpotensi menyerap banyak tenaga kerja, yang antara lain : sektor pariwisata, industri pahat batu, industri makanan, dan beberapa usaha lainnya

Salah satu sektor yang akan dikembangkan di bidang industri makanan adalah industri slondok. Pengembangan industri slondok di Kabupaten Magelang merujuk pada strategi pengembangan industri Indonesia ke depan dan mengadaptasi pemikiran-pemikiran terbaru yang berkembang saat ini, sehubungan dengan era globalisasi dan perkembangan teknologi abad 21, yaitu pendekatan pengembangan industri melalui konsep klaster

Klaster IKM Slondok di Desa Sumurarum Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang merupakan klaster yang potensial untuk dikembangkan. Bahan baku industri sangat mudah didapat, banyak menyerap tenaga kerja dan apabila dibina secara intensif tidak menghadapi kendala yang berarti dalam pemasaran hasil industri. 

Melalui beberapa kegiatan pengabdian masyarakat dan penelitian yang dilakukan Fakultas Ekonomi Untidar dan Klaster IKM Slondok yang difasilitasi oleh FEDEP, Magelang Pokja Klaster Slondok Bappeda dan Dinas Perindustrian Kabupaten Magelang, meskipun saat ini IKM Slondok Sumurarum telah menjadi sentra slondok terbesar di Kabupaten Magelang,  dapat diidentifikasi adanya permasalahan yang dihadapi yaitu :
1. Akses terhadap pasar yang terbatas
2. Diversivikasi produk, belum adanya inovasi
3. Kemasan produk masih sederhana
4. Pemahaman paten merek dan design yang terbatas
5. Permodalan yang terbatas dan akses ke pemodal yang kurang
6. Pembukuan usaha belum dilakukan
7. Teknologi mesin kurang efisien
8. Sumber daya manusia masih terbatas ketrampilannya

Berangkat dari permasalahan tersebut, maka disusunlah Program Penerapan dan Pengembangan KKN Desa Vokasi dengan judul "Pemberdayaan Masyarakat Desa Sumurarum Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang Sebagai Desa Vokasi Melalui Program Pendampingan". Program diketuai oleh Dosen Fakultas Ekonomi Untidar Drs. Lorentino Togarlaut Pakpahan dengan melibatkan 10 orang mahasiswa dari 3 Program Studi.  Tujuan dari program ini adalah untuk menghasilkan sumber daya manusia anggota klaster industri slondok yang mampu menciptakan dan menghasilkan produk/jasa yang bernilai ekonomi tinggi, menciptakan inovasi kemasan produksi yang bersifat unik, mampu menjalin kepada sumber permodalan dan pelaku usaha, mampu mencatatkan pengelolaan usaha dalam pembukuan yang sederhana, sehingga pada akhirnya pelaku usaha dapat meningkat pendapatannya.

Program ini sendiri memiliki beberapa kegunaan diantaranya :
1. Peningkatan usaha klaster industri slondok
2. Meningkatkan kualitas produksi
3. Untuk menghasilkan kemasan produksi yang menarik
4. Meningkatnya peluang usaha dan meningkatnya pendapatan masyarakat pelaku usaha
5. Desa Sumurarum menjadi desa vokasi yang menjadi percontohan desa-desa lain.

 

Pengumuman Formasi CPNS Universitas Tidar Tahun 2014

Pengumuman tentang Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Lingkungan Universitas Tidar tahun 2014. Universitas Tidar menerima Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sejumlah 31 formasi, dengan rincian 21 tenaga pendidik (dosen) dan 10 tenaga kependidikan.

 

 

KKN VOKASI DILAKSANAKAN DI KELURAHAN PANJANG KOTA MAGELANG

Mahasiswa Semester 7 Universitas Tidar laksanakan KKN Vokasi 

Desa Vokasi adalah kawasan pedesaan yang menjadi sentra penyelenggaraan kursus/pelatihan berbagai kecakapan vokasional dan pengelolaan unit-unit usaha (produksi/jasa) berdasarkan keunggulan lokal dalam dimensi sosial, ekonomi, budaya dan lingkungan, sehingga mampu mengembangkan berbagai layanan pendidikan ketrampilan (vokasi) dan kelompok usaha untuk menghasilkan sumber daya manusia yang mampu menciptakan produk yang bernilai ekonomi tinggi, bersifat unik dan menggali dan mengembangkan potensi desa yang memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif berbasis kearifan lokal.

Bertolak dari hal ini, mahasiswa Untidar melaksanakan KKN Vokasi di Kelurahan Panjang Kota Magelang. Adapun kegiatan yang dilakukan adalah Peningkatan Kualitas Lingkungan melalui Pendampingan Penyuluhan dan pengolahan Sampah dengan Sistem 3 R (Reduce, Reuse, Recycle).  Mahasiswa melaksanakan kegiatan ini selama 45 hari atau setara dengan 2 sks.  Terdiri dari 7 hari survey dan pembekalan, 30 hari kegiatan di lapangan dan 8 hari penyusunan laporan.  

Seluruh kegiatan yang dilakukan manusia selalu menghasilkan sampah. Dalam rangka meminimalisir timbulnya sampah maka muncullah konsep 3R yaitu Reduce atau mengurangi, Reuse atau menggunakan kembali dan Recycle atau mendaur ulang.  Konsep 3R akan berpengaruh pada berkurangnya volume timbunan sampah yang tidak terkelola dengan baik. Juga mendukung terjaganya kualitas lingkungan terutama daerah padat penduduk. Bantuan teknis pengembangan persampahan 3R merupakan penerapan pengelolaan sampah terpadu yang perlu dilakukan di daerah kawasan aliran sungai, kawasan pemukiman, kawasan pasar, dan kawasan pabrik. 

Kelurahan Panjang merupakan daerah perkotaan yang terletak di tepi sungai Manggis. Jumlah penduduk sekitar 5000 jiwa dengan 1500 KK. Rata-rata penduduk berpendidikan SMP.  Mata pencaharian sebagian besar adalah pedagang, tenaga bangunan dll. 

Faktor pemilihan tempat KKN di Kelurahan Panjang karena letaknya di tepi sungai, sehingga KKN memiliki misi untuk menjaga kebersihan di sekitar sunggai manggis.  Rendahnya tingkat pendidikan menyebabkan masyarakat kurang peduli terhadap lingkungan. Sehingga tiap pagi maupun sore masih banyak warga yang membuang sampah ke sungai. Di sisi lain lokasi Kelurahan Panjang yang dekat dengan pasar Ngasem merupakan potensi untuk pembuatan sampah organik untuk dijadikan pupuk.  Selain itu sampah organik juga bisa digunakan menjadi berbagai souvenir yang dapat dipasarkan di pasar Ngasem.  Hingga kini kelurahan Panjang belum memiliki Kelompok Usaha Bersama (KUB) dalam hal pengolahan sampah organik maupun an-organik, oleh karena itu melalui kegiatan KKN Desa Vokasi ini diharapkan dapat membentuk KUB yang ramah lingkungan dan mampu meningkatkan nilai ekonomis sampah.