Mahasiswa Fakultas Ekonomi Gelar Baksos di Desa Beseran Kaliangkrik

250 Mahasiswa Universitas Tidar semester 1 Fak. Ekonomi Jurusan Ekonomi Pembangunan dan D3 Akuntasi mengikuti kegiatan Bakti Sosial yang diselenggarakan di Desa Beseran, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang. Kegiatan  berlangsung dari tangggal 1-3 Desember 2014. Kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan oleh BEM Fak. Ekonomi ini bertujuan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan juga agar mahasiswa dapat lebih mengenal dekat atau berinteraksi langsung dengan kehidupan masyarakat pedesaan, mengetahui kultur yang ada, kearifan lokal dan menampung potensi dan permasalahan di desa untuk dapat di jadikan catatan upaya memajukan desa dengan bekerja sama dengan dunia pendidikan khususnya.

Dalam Kegiatan Bakti Sosial ini Mahasiswa Fak. Ekonomi  menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti Pentas Seni, Bazar, Sarasehan, Temu Pemuda, Kerja Bakti dan NoBar (NontonBareng). Ketua Panitia kegiatan baksos Andi Saputra menyampaikan “ Kegiatan baksos ini selain sebagai pengabdian kepada masyarakat secara langsung juga sebagai upaya mengingatkan mahasiswa bahwa masih ada tugas di depan yang berat yang harus diselesaikan di desa, seperti kesadaran masyarakat desa tentang pendidikan yang masih rendah  dan masih kurangnya pengetahuan manajemen keuangan seperti bagai mana cara mengelola keuangan setelah masa panen”.  250 mahasiswa ini selama 3 hari akan menginap di rumah-rumah warga setempat.

Prodi Teknik Elektro Adakan Lokakarya Mikrokontroller Robotik

Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Tidar (Untidar) menyelenggarakan kegiatan akademik Lokakarya dengan materi Mikrokontroller Robotik, Selasa (26/11). Kegiatan lokakarya ini diadakan di Aula Wisma Sejahtera Magelang dari pukul 08.00 WIB sampai 12.00 WIB. Lokakarya diikuti oleh 100 peserta yang terdiri atas mahasiswa Program Studi Teknik Elektro, Dosen Tetap Program Studi Teknik Elektro dan tamu undangan. Narasumber dalam kegiatan lokakarya tahun ini adalah Addin Suwasino, S.T., M.Eng., Dosen Teknik Elektro Universitas Gajah Mada dan R. Suryoto Edy Raharjo, S.T., M.Eng. Direktur CV. Diwangkara Nugraha Yogyakarta.

 Acara ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada  dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Elektro. Pengetahuan tersebut antara lain teknologi mikrokontroller dan robotik terbaru beserta aplikasi dan implementasinya pada dunia industry dan juga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain itu, mahasiswa dan dosen yang mengikuti acara lokakarya juga memperoleh pengetahuan tentang produser dan tata cara pemrograman mikrokontroller dan robotik.

Kegiatan ini dibuka dengan sambutan dari Dekan Fakultas Teknik Untidar, Ir Kun Suharno, M.T. Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan pemberian materi dari narasumber, diskusi dan tanya jawab.  “Secara keseluruhan acara berjalan dengan lancar dan sangat bermanfaat,” kata Puri Ratna Larasati (18) salah satu mahasiswa Teknik Elektro semester satu. Namun keterbatasan waktu menjadi kendala dalam acara ini. Seperti yang disampaikan oleh Antika Prasetyaningtyas (19) mahasiswa Teknik Elektro, “Karena waktu terbatas jadi yang dijelaskan hanya cara mengoperasikan dan mengubah program. Kurang penjelasan bagaimana cara merangkai”. Dwi Novia Prasetyo (19) mahasiswa Teknik Elektro juga menjelaskan bahwa dari acara tersebut dia menjadi terinspirasi untuk membuat robotik. (SN)

KPRU GELAR PEMIRA

KPRU Untidar, Senin (24/11) menggelar Pemilu Raya di depan ruang BAAK. Tahun ini Pemira mengalami perubahan regulasi waktu pemilihan. Jika di tahun-tahun sebelumnya pemira dilakukan sebelum penerimaan mahasiswa baru, di tahun ini pemira dilaksanakan setelah tahun ajaran baru berlangsung.

Ada 3 kandidat yang mencalonkan diri dalam Pemira kali ini, dengan lima partai sebagai pengusung. Mereka adalah Tabah Riadi dan Wisnu Utomo yang mendapat nomer urut 1 dan diusung oleh Partai Pergerakan Mahasiswa (Pager). Puguh Muhamad Setyawan dan Bayu Fatkhurahman dari partai Gerakan Mahasiswa (Gandem) dengan nomer urut dua. Serta Mochammad Choerul Iman dan Listiyono Wardoyo dari Partai PIS melakukan koalisi dengan SAMAS dan PRM. Pemira Untidar tahun ini diselenggarakan bersamaan dengan pemilihan Badan Legislatif Mahasiswa (BLM).

Untuk jumlah anggota KPRU sendiri tahun ini ada 7 anggota dengan Fadlu Rohman sebagai ketua. Acara berlangsung dengan tertib dan mudah karena peraturan dari KPRU sendiri yang tidak ingn mempersulit pemilihan dalam memilih pemimpin mereka.

Dalam pemira kali ini pemilih hanya diwajibkan datang ke tempat pencoblosan kemudian memperlihatkan KTM atau KTMS bagi mahasiswa baru dan bagi mahasiswa yang KTM nya hilang mereka cukup membawa kartu ujian atau mencocokkan NIM mereka pada presensi kehadiran mahasiswa yang telah disiapkan panitia.  

Dalam pemira kali ini No Urut 1 mendapatkan 181 suara, pasangan nomer urut 2 mendapatkan 182 suara dan pasangan nomer urut 3 mendapatkan 516 suara. Dari 991 pemilih akhirnya memenangkan pasangan no urut 3 sebagai Presma dan Wapresma. Itu berarti untuk satu tahun kedepan mereka akan menjadi  pemimpin  bagi mahasiswa Untidar dan diharapkan mampu menyumbangkan perubahan besar bagi Untidar.

 

Peserta Untidar Cup 2014 Membludak

Untuk menunjukkan eksistensi  di lingkungan Kota dan Kabupaten Magelang, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencak Silat Merpati Putih (MP) Universitas Tidar (Untidar) mengadakan “Untidar Cup”, Sabtu-Minggu (22-23/11) yang bertempat  di Auditorium Untidar.

 

202 Peserta telah mendaftar dalam perlombaan Untidar Cup kali ini. Mereka adalah siswa-siswi SMP dan SMA sederajat se-Kota dan Kabupaten Magelang. Untuk tahun ini animo peserta lomba, lebih baik dari tahun yang lalu, pasalnya kali ini peserta melebihi harapan dari panitia. Hal ini karena persiapan yang matang dari panitia yaitu selama tiga bulan serta penyebaran surat edaran yang merata di semua sekolah SMP, SMA dan seluruh perguruan silat se-Kota dan Kabupaten Magelang

 

Juri dalam acara ini berasal dari IPSI (Ikatan Pencaksilat Seluruh Indoonesia) kota Magelang. Perlombaan dibagi menjadi 10 kelas untuk laki-laki dan 7 kelas untuk perempuan. Pembagian kelas berdasarkan berat badan dan tingkatan pendidikan peserta.

 

Di luar kuasa panitia, perlombaan di hari kedua mengalami kendala. Pada saat partai Semi Final masih menyisakan dua pertandingan, perlombaan terpaksa dihentikan karena ada gangguan teknis yaitu padamnya lampu ruang auditorium. Panitia telah berusaha untuk menghubungi PLN Kota Magelang. Namun karena Pihak PLN tak kunjung tiba di tempat lokasi dan waktu juga sudah larut malam akhirnya dibuatlah kesepakatan antar peserta dengan memutuskan adanya juara bersama.  Bagi peserta yang telah lolos dari partai Semi Final dinobatkan menjadi juara 1, sedangkan bagi peserta yang belum melakukan pertandingan pada partai Semi Final dinobatkan menjadi juara kedua. Untidar Cup tahun ini dimenangkan oleh 68 peserta dari semua kategori.  

 

Perlombaan yang berakhir dengan juara bersama tersebut, menurut Adrian diharapkan mampu menghasilkan atlet-atlet yang bisa mewakili Kota dan Kabupaten Magelang di ajang kejuaraan yang lebih tingggi.

UNTIDAR CUP, telah diadakan oleh MP Untidar selama 4 tahun berturut-turut. Untuk tahun pertama kejuaraan ini masih menggunakan nama Rektor Cup sedangkan kejuaraan tahun ke dua dan tiga berubah nama menjadi UTM Cup. ”Berhubung tahun ini Untidar sudah berstatus Negeri, UTM Cup berubah nama lagi menjadi  UNTIDAR CUP”. Tandas Adrian.

 

Selain tujuan ekstensi dan menjaring atlet yang berbakat, acara ini juga dimaksudkan untuk memperkenalkan Kampus Untidar kepada peserta lomba serta menjalin silaturahmi antar perguruan Pencak silat yang ada di Magelang. (Ab/Mf)

Wakili Jateng dalam Bakti Pemuda Antar Propinsi Kurniawan Setya Aji Mengaku Lebih Mengenal Indonesia

Menjadi perwakilan Jawa Tengah dalam Bakti Pemuda Antar Provinsi (BPAP), bagi  Kuniawan Setya Aji (20), adalah hal yang membanggakan.  Mahasiswa Universitas Tidar Semester V Progdi Bahasa Inggris ini mengaku bangga bisa berada di Sei Gohong, Palangkaraya Kalimantan Tengah, dalam mengemban misi yaitu Pertukaran Antar Budaya, selama kurang lebih 1 bulan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 22 Oktober- 26 Nopember 2014. Acara ini adalah kegiatan rutin dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Tujuannya agar peserta dapat membagi ilmu yang dimiliki khususnya yang berkaitan dengan kebudayaan kepada peserta lain yang berasal dari provinsi yang berbeda.

Bukan perkara yang mudah untuk mengikuti BPAP bagi Aji. Pasalnya ia harus cuti dari perkuliahan selama 1 bulan. Saat diwawancarai, ia menceritakan tentang konflik batin yang ia rasakan antara tetap tinggal di kampus untuk melakukan segala aktivitas sebagai mahasiswa atau mengikuti  BPAP dan berpisah untuk sementara waktu dari keluarga dan teman-temannya. Namun atas dorongan dari keluarga ia memilih opsi yang kedua. Ternyata intuisinya tidak salah. Seleksi yang diikutinya berbuah manis dengan diterimanya Aji sebagai perwakilan Jateng.” Kebetulan saya dan Niti, yang berasal dari Untidar masuk seleksi, dan akhirnya dapat mengikuti kegiatan ini.” tandas Aji.

Sebelum ia mendapatkan Daerah Penempatan yaitu Kalimantan Tengah, pada tanggal 22-26 Oktober terlebih dahulu ia mendapat pembekalan di Semarang. Kemudian tanggal 26 Nopember seluruh peserta BPAP berkumpul di Pelataran Candi Prambanan Untuk mengikuti acara awal sebelum BPAP yaitu Jambore Tingkat Nasional (JTN). Barulah di tanggal 2 November kemarin, mereka berangkat ke tempat tujuan.

Aji menceritakan bahwa kegiatan yang ia lakukan di sana, ditemani 5 peserta dari daerah yang berbeda. Mereka berasal dari Gorontalo, Riau dan Maluku Utara. Dalam ceritanya ia memaparkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan yang dilakukan hampir mirip dengan KKN namun lebih menitik beratkan pada masalah Budaya. Mereka berlatih tari dan kesenian yang lain serta mengajar di SD kelurahan setempat. ”Kebetulan SD tempat mengajar saya berada di depan rumah yang menampung kami.” papar Aji.

Ada banyak kendala yang dirasakan oleh laki-laki yang berasal dari Pakis  Magelang ini. Adaptasi dengan cuaca yang panas, menjadi tantangan baginya untuk tetap teguh pada pendiriannya dalam menjalankan misi sebagai Perwakilan Jateng. Cuaca di Kalimantan berbeda dengan Jawa, yang berhawa sejuk. Pertama kali tiba di sana ia merasa tidak nyaman. Ditambah lagi karakter masing masing peserta yang berbeda, dan keadaan kampung yang jika malam hari sangat sepi dan gelap.” Hidup disini tidak seperti di Jawa tapi dengan kegiatan ini saya menjadi mengerti tentang Indonesia.” Tegas Aji.

Rencana Aji akan kembali ke Magelang pada tanggal 27 Nopember, setelah mengakhiri rangkaian acara tersebut dan berkumpul terlebih dahulu di Semarang selama dua hari. Harapan laki-laki yang masih lajang ini, agar kedepannya ada perwakilan dari Untidar yang mengikuti jejaknya, menjadi perwakilan Jawa Tengan dalam acara  serupa.

 

Lokakarya Program Studi Teknik Mesin Tinjau Kurikulum 2012

Fakultas Teknik Program Studi Teknik Mesin menyelenggarakan Lokakarya Peninjauan Kurikulum 2012, Jum’at (21/11). Acara diadakan di Ruang Multimedia dengan mengundang dua narasumber dari Armada Group yaitu Benny Darmawan Prajitno, dan Ir. Samsul Kamal, M.Sc., Ph.D dari UGM.

 

Lokakarya sendiri merupakan agenda tahunan dari program studi Teknik Mesin. Pada  tahun ini ada 60 perwakilan mahasiswa. Kurang lebih 30 mahasiswa semester satu turut serta, sebagian lainnya adalah perwakilan semester atas. Kegiatan juga dihadiri oleh seluruh Dosen Program Studi Teknik Mesin Universitas Tidar (Untidar). Lokakarya tahun ini membahas tentang standar praktikum dan standar materi yang harus diajarkan. Tujuannya untuk mempersiapkan lulusan Teknik Mesin yang siap kerja.

 

Untuk prestasi Teknik Mesin tahun ini, ada 3 Mahasiswa yaitu Aris, Miftah dan Fatkhul Setyawan yang mampu meraih Juara 2 Pekan Ilmiah Mahasiswa Tingkat Nasional. Karya mereka berjudul “ Si Monster”, yaitu Sprayer Anti Gendong semi otomatis. Tidak hanya itu, 10 Proposal dalam bidang pengabdian masyarakat, wirausaha dan teknologi juga masuk dalam Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM).  

 

Harapan kedepan setelah dilakukan evaluasi lewat lokakarya, akan ada mahasiswa Teknik Mesin yang mampu membawa nama baik Universitas Tidar, khususnya program studi Teknik Mesin  menjuarai perlombaan tingkat nasional kembali.” Kata Muhamad Hasan, Mahasiswa Teknik Mesin. Ia juga menambahkan dengan adanya acara ini nantinya perusahan-perusahaan yang akan menjadi tujuan mereka bekerja tidak ragu lagi dengan kualitas lulusan Teknik Mesin, dan mampu setara dengan Universitas  Negeri yang lain. 

Dosen, Karyawan dan Mahasiswa Untidar Melawat ke UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Perwakilan dosen, karyawan dan mahasiswa Universitas Tidar (Untidar) mengadakan Studi Banding ke  Universitas Islam Negeri  (UIN) Syarif Hidayatullah  (SH) Jakarta. Rombongan bertolak dari kampus Untidar Senin (17/11).

Dalam lawatan kali ini 43 dosen dan karyawan ikut serta. Sedangkan dari mahasiswa ada  sekitar 20 peserta yang merupakan perwakilan dari Badan Legislatif Mahasiswa (BLM), Badan Ekesekutif Mahasiswa( BEM-KM), Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEM Fakultas), UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) dan perwakilan dari mahasiswa peraih hibah PKM dan PMW.

Rektor Untidar beserta rombongan disambut oleh Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum UIN Syarif Hidayatullah Prof.  Dr. Amsal Bakhtiar, MA dan Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Moh. Matsna HS, MA di Gedung Harun Nasution Kompleks UIN Syarif Hidayatullah Ciputat.

Dalam sambutannya, Prof. Amsal menyampaikan sejarah berdirinya  UIN SH di tahun 60an. Dilanjutkan dengan informasi mengenai  kondisi terbaru Kampus UIN baik fakultas, fasilitas dan prestasi UIN.  Prof Cahyo, Rektor Untidar dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan kegiatan studi banding  ini adalah belajar bagaimana mengelola, mengembangkan institusi, membuka fakultas baru (perternakan, kedokteran gigi, kedokteran umum, fakultas kesehatan masyarakat) dan pengembangan kegiatan kemahasiswaan. Selama studi banding, rombongan civitas akademika Untidar dibagi menjadi beberapa kelompok yaitu  
Kelompok Pengembangan, Kelompok Keuangan, Kelompok Sistem Kemahasiswaan, Kelompok Pembukaan Fakultas Baru, Kelompok Akreditasi Institusi dan Kelompok Pembinaan Kemahasiswaan. Masing-masing kelompok melaksanakan diskusi sesuai dengan bidangnya masing-masing. Diharapkan banyak hal yang bisa diserap sehingga akan sangat bermanfaat dalam proses pengembangan Universitas Tidar kedepan.

 

KPRU Gelar Debat Calon Presiden Mahasiswa

Komisi Pemilu Raya Universitas (KPRU) Universitas Tidar  (Untidar) mengadakan kegiatan “Debat Calon Presiden Mahasiswa dan Calon Wakil Presiden Mahasiswa Periode 2014/ 2015” dengan tema  “Mau Dibawa Kemana Universitas Tidar”.  Acara ini diadakan di ruang Multimedia Untidar dengan panelis Ali Ahmad, alumni  dan sekaligus mantan anggota Badan Legistatif Mahasiswa Untidar.

            Kegiatan tersebut dibagi menjadi lima sesi. Sesi pertama adalah pemaparan visi dan misi Capres dan Cawapresma. Sesi kedua yaitu pertanyaan yang sama dari panelis untuk ketiga kandidat. Sedangkan sesi berikutnya tanya jawab tanpa tanggapan antar ketiga kandidat. Untuk sesi keempat, tanya jawab langsung dengan dua pertanyaan dan dua tanggapan. Adapun Sesi terakhir adalah Final Statement.

            Setiap kandidat calon mempunyai program-program baru dan menjadi unggulan bagi mereka. Diantaranya dari calon nomor urut 1 adalah menciptakan Kementerian Wirausaha. Kementerian ini nantinya akan mempunyai tugas memfasilitasi mahasiswa dalam berwirausaha. Hal ini sejalan dengan visi misi Kampus Untidar yang sedang menggalakkan program kewirausahaan bagi mahasiswanya. Begitu pula dengan masing- masing fakultas yang juga memprogramkan kegiatan yang sama pula. Sedangkan program unggulan dari pasangan nomor urut dua yaitu Subsidi Kreativitas yang ditujukan bagi unit-unit kemahasiswaan yang ada di Untidar. Nantinya, calon pasangan urut dua, akan mengalokasikan sebagian dana yang diperoleh BEM dari pihak Rektorat untuk program Subsidi Kreativitas per-unit kemahasiswaan. Kemudian untuk pasangan ketiga, program unggulan adalah menggemakan BEM KM Untidar di lingkungan karesidenan kedu sampai nasional dan akan ada penambahan UKM.

            Sesi keempat menjadi sesi yang paling menarik. Hal ini disebabkan adanya saling serang pertanyaan antar ketiga calon kandidat. Calon nomer urut tiga yang pada tahun ini masih menjadi angggota BEM KM, dalam sesi ini menjadi sasaran tembak bagi kedua calon yang lain. Sesi terakhir yaitu Closing atau Final Statement digunakan untuk  memperkuat visi dan misi serta meyakinkan pemilih bahwa mereka layak memimpin Untidar untuk Satu Tahun kedepan. (AB/MF/Humas)   

Menwa Adakan Pradiksar

Pradiksar (Pra Pendidikan Dasar) Resimen Mahasiswa Universitas Tidar (Untidar) merupakan latihan sebelum menuju Diksar (Pendidikan Dasar). Hal itu sekaligus sebagai pemantapan anggota baru Resimen Mahasiswa Macan Tidar. Pelatihan dilaksanakan selama empat hari dari Sabtu sampai Selasa (15-18/11), di lingkungan kampus Untidar.

 

Menurut Prasetyo Adi selaku Komandan Menwa, dalam acara ini anggota dilatih menjadi mahasiswa Plus. Diharapkan nantinya mereka menjadi Mahasiswa yang memiliki kedisiplinan seperti militer dengan tidak meninggalkan kewajiban sebagai mahasiswa yaitu aktif dalam perkuliahan. Pradiksar tahun ini diikuti oleh 15 peserta dan dihadiri oleh Ketua Alumni Menwa serta tamu dari Kodim.

 

Dalam kesempatan kali ini anggota dilatih oleh Kodim langsung sekaligus diperkenalkan dengan jenis-jenis senjata seperti Pistol, SS1, M 16 dan juga pengenalan meriam. “Sebagai anggota mereka wajib tahu dan mengenal senjata asli karena Menwa sendiri adalah komponen cadangan Militer. Agar sewaktu-waktu dibutuhkan sudah siap”, jelas Prasetyo Adi. “Kegiatan ini disimulasikan layaknya pelatihan militer, tujuannya agar ketika nantinya mereka terjun ke lapangan, mereka sudah terbiasa” tambahnya.

 

Selain itu ajang yang digunakan sebagai pemanasan sebelum Diksar ini juga diharapkan bisa memperkenalkan mereka akan tugas-tugas pokok dan tanggung jawab sebagai seorang Resimen Mahasiswa.  

 

Mahasiswa Semester V PBSI Gelar Pameran Fotografi Jurnalistik

Mahasiswa Semester V Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tidar (Untidar) mengadakan acara Pameran Fotografi Jurnalistik (FJ). Acara berlangsung selama tiga hari. Dimulai dari Kamis-Sabtu (13-15/11) dan bertempat di Auditorium Untidar. Pameran FJ merupakan rangkaian dari Tugas Mata Kuliah Praktik Jurnalistik yang diampu oleh Drs. Hari Wahyono, M.Pd. Selain sebagai tugas mata kuliah, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk menunjukan bahwa mahasiswa tidak hanya memahami teori, namun juga mampu berkarya secara nyata.

Acara dibuka oleh Dekan FKIP, Drs FX Samingin M.Hum. “ Pameran ini sangat baik dan bermanfaat. Kami harap mahasiswa tidak hanya memenuhi syarat pendidikan atau sekadar formalitas saja, tapi bisa mengembangkan di luar bangku kuliah.” Kata Dekan FKIP saat membuka acara. Pameran FJ tahun ini bertepatan dengan Ujian Tengah Semester (UTS), jadi hanya beberapa dosen yang hadir pada saat pembukaan. Sampai acara penutupan, kurang lebih 300 orang mengunjungi pameran.  

Dalam pameran tahun ini, ada 37 mahasiswa yang ikut berpartisipasi. Mereka diwajibkan mengumpulkan 10 foto, terdiri dari 7 foto berita dan 3 foto picture dengan tema bebas. Jumlah total keseluruhan foto yang dipamerkan adalah 380 foto dan 10 foto di antaranya hasil karya dari Drs. Hari Wahyono, M.Pd. Sebelum pameran diselengarakan, mahasiswa diberikan pelatihan terlebih dahulu, kurang lebih selama tiga bulan yaitu dengan mengumpulkan satu foto tiap minggunya. Evaluasi juga dilakukan agar kemampuan mengenai Fotografi Jurnalistik dapat meningkat. Semua itu bertujuan agar ketika pameran mahasiswa mampu memberikan hasil foto yang berkualitas dan memenuhi  standar. Persiapan pameran sendiri membutuhkan waktu kurang lebih dua minggu. “Foto-fotonya bagus dan unik. Semoga hal ini terus ada tiap tahunnya, karena sangat menginspirasi.” Kata Sya’adah salah satu pengunjung pameran.

Pameran semacam ini telah dilaksanakan selama lima tahun berturut-turut. Panitianya berasal dari mahasiswa semester V PBSI. Mereka dibagi menjadi 3 kelompok. Selain Pameran FJ, acara tersebut juga dimeriahkan oleh penampilan Band dari Bengkel Seni (BS) Untidar dan beberapa kolaborasi mahasiswa lainnya.

 Untuk pendanaan, murni berasal dari sawadaya semua mahasiswa semester V PBSI.  “Ini acara mandiri jadi kami yang mendanai. Kemarin juga ada saran dari Dekan untuk di jadikan sebagai agenda kegiatan fakultas, ya semoga kedepannya bisa terealisasi.” Tandas Heri. Dana yang dikumpulkan digunakan panitia untuk menyewa sketsel, konsumsi, publikasi dsb

Pameran di tutup pada hari Sabtu, pukul 15.00 WIB oleh Drs. Hari Wahyono M.Pd., sekaligus dilakukan evaluasi dengan tujuan mahasiswa kedepannya mampu mengembangkan kemampuan fotografi jurnalistik di luar bangku perkuliahan. (M.Ab/Humas)