Wakil Rektor I Beri Arahan Mahasiswa Mangkir Untuk Segera Selesaikan Studi

              Bertempat di Auditorium Untidar, Jumat 20 Februari 2015, Wakil Rektor I Bidang Akademik Untidar memberi arahan pada mahasiswa mangkir Untidar. Mahasiswa mangkir adalah mahasiswa yang belum melaksanakan registrasi secara tuntas. Banyak diantaranya yang sudah berada pada semester akhir, dan tinggal menyelesaikan skripsi, namun belum memenuhi persyaratan registrasi. Wakil Rektor I Untidar, Prof. Ir. Ali Munawar, Ph.D sengaja mengundang para mahasiswa agar bisa dicari titik temu yang baik dan tidak merugikan mahasiswa. Dengan adanya pertemuan ini diharapkan para mahasiswa tersebut bisa segera menyelesaikan administrasi dan segera menyelesaikan skripsi. Untidar dengan status perguruan tinggi negeri saat ini melakukan banyak pembenahan. Diharapkan dengan adanya pertemuan ini, mahasiswa yang memiliki permasalahan dengan studinya bisa segera menyelesaikannya baik secara administratif maupun akademis. 

Pengumuman Final CPNS Universitas Tidar Tahun 2014

PENGUMUMAN

Menindaklanjuti Surat dari Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan nomor: 1566/A4/KP/2015 tentang Kelulusan Peserta Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2014 di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, berikut kami informasikan terkait Peserta Seleksi CPNS 2015 yang dinyatakan Lulus di Universitas Tidar (UNTIDAR).

Peserta Seleksi CPNS yang Dinyatakan Lulus di Lingkungan UNTIDAR, diharuskan hadir di Universitas Tidar pada:

Hari, tanggal   : Sabtu, 14 Februari 2015

Waktu             : 09.00 WIB

Tempat            : Ruang Multimedia lantai 2 Universitas Tidar

Acara               : Penjelasan Pemberkasan CPNS UNTIDAR

Atas perhatiannya disampaikan terima kasih.

 

1. Pengumuman Final download

2. Daftar Peserta Lulus download

3. Daftar Riwayat Hidup download

4. Surat Pernyataan  download

UKM PENCAK SILAT KUNJUNGI PADEPOKAN MERPATI PUTIH JOGJA

Sabtu dan Minggu, 7 – 8 Februari 2015 UKM Pencak Silat Merpati Putih Untidar, mengunjungi Padepokan Merpati Putih Parangkusumo Bantul Yogyakarta. Tujuan kegiatan adalah mengenalkan anggota baru UKM Pencak Silat Merpati Putih Untidar mengenai seluk beluk padepokan, mengenalkan pada tokoh-tokoh pendiri, serta mengenalkan nilai-nilai budaya Merpati Putih sebagai beladiri asli Indonesia. 

         Sebanyak 25 anggota UKM Pencak Silat Merpati Putih, yang didominasi anggota baru bertolak dari Kampus Untidar pukul 09.30. Sampai di Lokasi sekitar Pukul 12.00, diterima oleh Suroyo yang bertugas menjaga padepokan Merpati Putih. Setelah istirahat dan makan siang, anggota baru UKM Merpati Putih Untidar mendapatkan kilas balik materi mengenai Perguruan Pencak Silat Merpati Putih. Selama ini Pencak Silat kerapkali dianggap memiliki akar yang identik dengan suatu agama. Pandangan ini tidak bisa dipungkiri karena sebagian perguruan menggunakan atribut agama, seperti penggunaan mantra dan ritual-ritual yang hanya bisa dilakukan oleh kalangan agama tertentu. Adanya penggunaan mantra-mantra itu juga membuat orang melihat Pencak Silat sebagai suatu aktivitas klenik. Sebab, itu tak heran bila segmentasi pencak silat kurang meluas. Namun citra negatif itu perlahan terkikis dengan hadirnya seumlah perguruan silat yang lebih inklusif, dan modern, seperti Merpati Putih (MP). Modern karena semua keilmuan yang ada, didasarkan metode latihan yang bisa dikaji secara logis dan ilmiah, tanpa embel-embel ritual keagamaan atau yang berbau klenik. 

          Setelah sholat azar kegiatan dilanjutkan dengan latihan bersama. Malamnya anggota UKM Pencak Silat Merpati Putih mendapatkan pencerahan dan motivasi dari para senior. Minggu Pagi kegiatan yang dilaksanakan adalah latihan fisik sampai siang hari. "Pukul 14.30 kami sudah meninggalkan padepokan Merpati Putih dan kembali ke Magelang". jelas Ardhiyan, Ketua UKM Pencak Silat Merpati Putih Untidar. 

 

 

UNTIDAR KEMBALIKAN DANA PENDIDIKAN PENERIMA BIDIK MISI

UNTIDAR KEMBALIKAN DANA PENDIDIKAN KEPADA PENERIMA BIDIK MISI

      Sabtu, 14 Februari 2015, 100 penerima bidik misi bersama orangtua berkumpul di Auditorium Untidar untuk menerima pengembalian dana pendidikan yang telah dibayarkan pada saat masuk menjadi mahasiswa Untidar. Untuk tahun ini, dengan status PTN baru, Untidar baru membuka kesempatan kepada 100 mahasiswa untuk memperoleh bidik misi, setelah mereka masuk menjadi mahasiswa. Sehingga mahasiswa sebelumnya telah membayar sejumlah biaya studi. Setelah ditetapkan sebagai penerima bidik misi, maka biaya studi yang telah dibayarkan, berhak untuk mereka terima kembali. 

       Hadir dalam acara ini, Wakil Rektor II Untidar, Drs. Hery Suroso, M.T., Wakil Rektor III Dr. Bambang Kuncoro, M.Si, dan para Dekan di Lingkungan Untidar. "Karena menyangkut uang, maka orangtua kami hadirkan", demikian dijelaskan Hery Suroso. Setiap bulan penerima bidik misi menerima dana sebesar 1 juta rupiah. Rp 400.000,- untuk biaya studi, dan Rp 600.000,- untuk biaya hidup. Praktis selama menjadi mahasiswa, penerima bidikmisi tidak mengeluarkan dana sepeserpun untuk kuliah. Kalaupun ada sangat sedikit jumlahnya dan tidak akan membebani penerima bidik misi. "Kesempatan yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh mahasiswa penerima bidik misi. Disiplin selama kuliah, berprestasi dan lulus tepat waktu", jelas WR III Bidang Kemahasiswaan, Dr. Bambang Kuncoro. 

         Tahun akademik 2015/2016 Untidar kembali akan membuka kesempatan kepada calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu untuk menerima bidik misi. Jika di tahun lalu bidikmisi baru bisa didapatkan setelah menjadi mahasiswa Untidar, tahun ini bidik misi bisa didapatkan sejak proses masuk menjadi mahasiswa. Saat mengisi form pendaftaran sebagai mahasiswa Untidar, akan ada 2 opsi, mendaftar secara reguler atau bidik misi. Jika memilih bidik misi dan nantinya lolos seleksi bidik misi dan lolos seleksi masuk Untidar, maka berhak untuk mendapatkan bidik misi selama menjadi mahasiswa Untidar. Kuota penerima bidik misi adalah 20 persen dari jumlah seluruh mahasiswa yang diterima. Jadi kurang lebih 100 kuota bidik misi disediakan di tahun ini,  untuk mahasiswa dari masyarakat kurang mampu. 

19 MAHASISWA UNTIDAR MENERIMA BEASISWA DARI DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TENGAH

        Setiap tahun, Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Tengah memberikan kesempatan kepada mahasiswa kurang mampu, untuk menerima Beasiswa. Tahun ini kuota mahasiswa Untidar yang menerima beasiswa bertambah. Jika sebelumnya hanya 8 mahasiswa, tahun ini 19 orang mahasiswa berhak untuk mendapatkan beasiswa sebesar 1, 5 juta rupiah. Beasiswa diserahkan langsung oleh Rektor Untidar Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. didampingi Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Bambang Kuncoro, M.Si. di ruang Rapat Rektorat Untidar (7/2)

Untuk bisa mendapatkan beasiswa ini, mahasiswa harus memenuhi beberapa persyaratan  diantaranya :

1. Mahasiswa yang sedang studi di Perguruan Tinggi Negeri atau Perguruan Tinggi Swasta di Jawa Tengah yang terdaftar di Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah.
2. Berasal dari keluarga kurang mampu, yang ditunjukkan dengan Surat Keterangan Lurah atau Kepala Desa 
3. Pada saat ditetapkan sebagai calon penerima beasiswa dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak sedang menerima beasiswa lain.
4. Saat mengajukan sekurang-kurangnya telah menyelesaikan semester 1
5. Mahasiswa diberikan bantuan pemberian beasiswa hanya 1 tahun, tidak secara otomatis tahun depan mendapat. Untuk Pengajuan tahun berikutnya harus menunjukkan prestasi akademik yang lebih baik.

19 orang penerima beasiswa yaitu :
1. Kartika Herawati dari Prodi DIII Akuntansi
2. Beti Nurhapsari dari Prodi S1 Ekonomi Pembangunan
3. Chusnul Amaliah dari Prodi S1 Ekonomi Pembangunan
4. Erwin Setya Putra dari Prodi S1 Administrasi Negara
5. Siti Murtafiah dari Prodi S1 Administrasi Negara
6. Hana Riani Irma Diono dari Prodi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
7. Isna Arini dari Prodi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
8. Mistamiroh dari Prodi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
9. Arista Yuniarti dari Prodi S1 Pendidikan Bahasa Inggris
10. Aisyah Nurul Fajriyan dari Prodi S1 Pendidikan Bahasa Inggris
11. Fatikhatul Rizky Amalia dari Prodi S1 Pendidikan Bahasa Inggris
12. Himatul Ngaliyah dari Prodi S1 Pendidikan S1 Bahasa Inggris
13. Nuraini dari Prodi S1 Pendidikan Bahasa Inggris
14. Nurul Laila dari Prodi S1 Agroteknologi
15. Wisnu Utomo dari Prodi S1 Agroteknologi
16.  Kenny Ardika Permana dari Prodi DIII Teknik Mesin
17. Abdul Rahman Wahid dari Prodi S1 Teknik Mesin
18. Titah Latifiyani dari Prodi S1 Teknik Sipil
19. Zifalaniasta dari Prodi S1 Teknik Elektro
    

 

BEM KM UNTIDAR Ikuti Munas BEM SI KE VIII di Universitas Tanjungpura

Musyawarah Nasional Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Se-Indonesia ke VIII,  digelar di Universitas Tanjungpura (Untan).  Kurang lebih delapan Puluh BEM dari berbagai provinsi hadir. Target dari Munas ini adalah untuk memperkuat gerakan advokasi BEM SI, dalam rangka mengawal pemerintahan Jokowi 4 tahun ke depan. Ada tujuh tema yang diusung : pertama masalah energi, pendidikan, korupsi, ekonomi, pertanian, wanita dan ketenagakerjaan serta lingkungan. 

    Ini merupakan kali pertama BEM Untidar menghadiri Musyawarah Nasional Aliansi BEM Seluruh Indonesia. 2 Orang Perwakilan BEM yang berangkat mngikuti Munas BEM SI adalah Presiden BEM Untidar Moch. Choerul Iman (Heru) dan Sekretaris BEM Liya Ftiyani
Heru menuturkan Isu yang akan dikawal yaitu masalah ekonomi yang akan difokuskan pada Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015, kedaulatan energi mengenai blok Mahakam dan Freeport, masalah korupsi yang dikaitkan dengan pemilihan KPK dan evaluasi KPK, kemudian isu pertanian terkait pada pangan, agraria, dan kehutanan, selanjutnya pendidikan dan kebudayaan fokus akan anggaran kesehatan dan jaminan kesehatan nasional, lingkungan yaitu fokusnya pada kasus asap, dan penyelamatan wilayah pesisir, dan terakhir yaitu maritim yaitu pada persoalan nelayan, infrastruktur, dan hukum laut. Dari masing-masing isu tersebut BEM se-Indonesia sudah menyiapkan eskalasi gerakan nasional. Puncak gerakan BEM se-Indonesia 2015 ini akan melakukan gerakan nasional dan akan bertemu presiden pada peringatan satu tahun pemerintahan Jokowi-JK di Istana Negara.

Munas BEM yang kedelapan ini, peserta yang hadir mencapai lebih dari dua ratus peserta dari puluhan BEM Se-Indonesia. "Ini merupakan jumlah terbanyak selama penyelanggaraan Munas Aliansi BEM SI", tambah Heru. 

 

 

 

Mapala Sulfur Untidar Taklukkan Gua Jomblang

 

    Sabtu dan Minggu, 31 Januari s.d. 1 Februari 2015, 10 orang anggota Unit Kegiatan Mahasiswa Mahasiswa Pecinta Alam Sulfur Untidar adakan caving di Gua Jomblang. Caving atau Jelajah Gua adalah aktivitas yang biasa dilakukan oleh Mahasiswa Pecinta Alam. Bagi anggota Mapala Sulfur ini adalah untuk pertama kalinya. Caving adalah salah satu kegiatan petualangan di alam bebas. Kegiatan yang disukai karena tantangannya sangat berbeda dengan kegiatan lain, semisal mendaki gunung atau arung jeram. Caving atau susur gua adalah kegiatan alam yang mencoba menelusuri alam di bawah tanah dalam keadaan gelap dan hanya menggunakan penerangan kecil, semisal senter. Tapi bagi para Caver ( Penggiat susur gua ), itu menjadi tantangan tersendiri. Mapala Sulfur memilih untuk berpetualang di Gua Jomblang. Salah satu alasannya Gua Jomblang merupakan salah satu gua dari ratusan goa di kawasan Gunungkidul yang terkenal karena keunikan dan keindahannya. Tidak heran jika Gua Jomblang pernah dijadikan tempat pengambilan gambar acara Amazing Race Amerika pada tahun 2011 dan ini juga yang semakin membuatnya populer.

    Gua Jomblang merupakan gua vertikal yang bertipe collapse doline. Goa ini terbentuk akibat proses geologi amblesnya tanah beserta vegetasi yang ada di atasnya ke dasar bumi yang terjadi ribuan tahun lalu. Runtuhan ini membentuk sinkhole atau sumuran yang dalam bahasa Jawa dikenal dengan istilah luweng. Itulah yang membuat unik karena di dalam goa terdapat luas mulut goa sekitar 50 meter. Mulut goa inilah yang sering disebut dengan nama Luweng Jomblang. Untuk memasuki Goa Jomblang yang tingginya 80 meter ini diperlukan nyali yang besar. Juga diperlukan kemampuan teknik tali tunggal atau single rope technique (SRT). 80 meter bukanlah jarak yang pendek. Untuk menuruninya juga harus perlahan. Namun setelah beberapa meter turun biasanya rasa panik akan hilang dan berganti rasa yang sangat menyenangkan. Gua Jomblang juga dikenal dengan Hutan Purba di dalamnya. Ini yang menjadi daya tarik tersendiri. Karena Caving bukan hal yang mudah, tidak semua anggota Mapala mengikuti kegiatan ini. Hanya 8 orang anggota laki-laki dan 2 orang perempuan yang mengikuti ekspedisi kali ini. Meskipun medan cukup berat, 10 Caver Untidar berhasil menaklukkan Goa Jomblang.

Mapala Sulfur Untidar selama ini memang sangat aktif mengadakan kegiatan yang berhubungan dengan alam. Mapala Sulfur  memiliki 6 divisi yaitu Rimba Gunung, Caving, Olahraga Arus Deras, Lingkungan Hidup, Panjat dan SAR. 
    

BENGKEL SENI SUKSES PENTASKAN “SANG DURJANA SENJA”

Unit Kegiatan Mahasiswa Bengkel Seni Untidar untuk kesekian kalinya menggelar "Pentas Perdana Gladhen 16". Pentas Perdana adalah penampilan dari cantrik-cantrik Bengkel Seni yang baru saja bergabung menjadi anggota Bengkel Seni. Pentas Perdana kali ini diwujudkan dalam "Sang Durjana Senja". "Sang Durjana Senja" adalah sebuah penampilan kolaborasi enam unsur seni yaitu seni teater, musik, film, sastra, tari dan dan seni rupa. Mereka yang tampil adalah para cantrik baru bengkel seni yang notabene adalah mahasiswa semester 1 Untidar. Sebelum menjadi anggota bengkel seni, calon anggota diwajibkan untuk mengikuti gladhen. Pentas perdana merupakan ajang untuk menunjukkan kemampuan cantrik baru dalam berkesenian. "Sang Durjana Senja" bercerita tentang fenomena kehidupan rakyat kecil yang jauh dari kemewahan, dan harus rela hidup dalam kekurangan, karena seringkali secara tidak langsung dirugikan oleh ulah pejabat yang menyalahgunakan kekuasaan untuk melakukan korupsi, kolusi dan sejenisnya. Penampil berjumlah kurang lebih 44 orang. Selama kurang lebih 2 jam, 400 penonton yang memadati auditorium Untidar menyaksikan aksi teater, tari, seni rupa, film, dan sastra yang dikemas apik, disutradarai oleh Guntur Nugroho. " Kurang lebih 2 bulan kami mempersiapkan ini. Karena tidak mudah menyatukan 44 artis dalam satu kolaborasi". Meskipun penampilan kali ini belum sempurna, tapi kami cukup puas dengan penampilan para cantrik baru ", kata Welly Handoko selaku Lurah/Ketua Bengkel Seni. Saya juga senang karena apresiasi mahasiswa Untidar begitu tinggi. "Terbukti kurang lebih 400 orang datang menyaksikan acara ini, tambah Welly". Pentas Perdana ini menandai 16 tahun eksistensi Bengkel Seni sebagai sebuah unit kegiatan mahasiswa yang konsisten mewadahi minat dan kreativitas mahasiswa Untidar dalam berkesenian. Bengkel Seni terdiri dari 6 Divisi yaitu Tari, Teater, Sastra, Rupa, Musik dan Film. Berbagai kegiatan rutin dilaksanakan diantaranya Gladhen Cantrik, Pentas Perdana, Latihan Bersama,  dan di tahun 2015 ini beberapa kegiatan baru akan dilaksanakan diantaranya Pagelaran tari, Pameran Seni Rupa (Art Exibition), Kompilasi Layar Indie, dan Antologi Puisi.

BEM KM UNTIDAR ADAKAN MUSYAWARAH KERJA BLM, BEM DAN UKM

Kamis 29 Januari 2015, Musyawarah Program Kerja BLM, BEM dan UKM digelar. Acara dimulai sejak pukul 09.00 WIB dan berakhir pukul 15.00. Hadir dalam acara ini para mahasiswa yang aktif dalam organisasi kampus yaitu Badan Legislatif Mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa dan Unit Kegiatan Mahasiswa. Di Universitas Tidar, selain Badan Legislatif Mahasiswa dan BEM Universitas, juga terdapat BEM di tingkat Fakultas, Himpunan Mahasiswa Jurusan di tingkat Program Studi, dan bermacam Unit Kegiatan Mahasiswa yaitu Resimen Mahasiswa, Mahasiswa Pecinta Alam Sulfur, Bengkel Seni, Lembaga Pers Mahasiswa M@T@, Unit Kegiatan Agama Islam Ar-Ribath, Unit Kegiatan Mahasiswa Kristiani, Paduan Suara Gema Suara Tidar, Pencak Silat Merpati Putih, UKM Pramuka, dan UKM Olahraga. Selain UKM yang sudah terlebih dahulu eksis ada juga Unit Kegiatan yang sedang berproses menjadi Unit Kegiatan Mahasiswa yaitu Unit Kegiatan Taekwondo, Koperasi Mahasiswa Wirausaha, dan Unit Kegiatan Anti Narkoba. 

    Acara diawali dengan sambutan Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Ir. Ali Munawar, Msc., Ph.D., Prof. Ali dalam sambutannya mengingatkan agar mahasiswa yang aktif berorganisasi bisa membagi waktu dengan baik sehingga meskipun aktif berorganisasi, tetap memiliki prestasi akademik yang baik. "Mahasiswa Untidar adalah generasi elit, karena tidak semua orang bisa mengenyam pendidikan di perguruan tinggi apalagi perguruan tinggi negeri, sehingga selama menjadi mahasiswa diharapkan bisa memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk melaksanakan kegiatan yang positif", kata Prof. Ali.  Dalam musyawarah kali ini, setiap unit yang ada mempresentasikan program kerjanya masing-masing yang akan dilaksanakan di tahun 2015. Semua Program Kerja yang sudah diajukan akan direview oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, untuk kemudian didiskusikan dengan Wakil Rektor II dan Unit maupun Fakultas yang terkait. Diharapkan pertengahan bulan Februari sudah bisa dirumuskan program kerja apa saja yang bisa terealisasi berikut dananya. Wakil Rektor III Untidar Dr. Bambang Kuncoro, M.Si dalam arahannya menjelaskan beberapa hal penting, diantaranya mengenai perlunya kehati-hatian dalam menyusun anggaran. UKM juga diharapkan bisa melakukan beberapa analisa mencakup analisa harga, analisa SWAT juga analisa kebutuhan, dalam menyusun program kerja. Disamping itu diharapkan program kerja sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan PIP Untidar yaitu Kewirausahaan dan Pembangunan Perdesaan.

Racana Panglima Polim-Nyi Ageng Serang Seleksi Anggota Brigsus

RACANA PANGLIMA POLIM-NYI AGENG SERANG UNTIDAR SELEKSI ANGGOTA BRIGADE KHUSUS

      Untuk pertama kalinya Racana Panglima Polim-Nyi Ageng Serang akan membentuk Brigade Khusus (Brigsus). Brigade Khusus adalah satuan elit yang solid dan loyal dalam mengembangkan kegiatan di Racana Panglima Polim-Nyi Ageng Serang. Satuan yang memiliki kecakapan khusus dan siap mengabdikan diri di satuan gugus depan maupun di masyarakat. Pandu yang memiliki kecakapan khusus dan kemampuan lebih namun tetap berpegang teguh pada norma agama dan norma kemasyarakatan. "Akan dipilih 10 anggota, untuk menjadi bagian dari Brigsus".jelas Puguh Muhammad Setyawan, Ketua Racana Panglima Polim-Nyi ageng Serang.  

      Tes tertulis kali ini diikuti oleh 31 peserta. Selain tes tertulis, juga akan dilaksanakan tes fisik dan mental. Nantinya mereka yang lolos seleksi akan rutin mengikuti berbagai latihan agar menguasai pengetahuan umum dan kepramukaan, trampil serta memiliki watak yang kuat dan kreatif.  "Targetnya Maret 2015, Brigsus sudah terbentuk. Setelah terbentuk Brigsus akan berkomitmen untuk lebih mengaktifkan kegiatan Kepramukaan di Untidar", kata Puguh. 

       Pramuka adalah kegiatan yang sangat positif, jauh dari kegiatan hura-hura dan hedonis. Selain membentuk karakter disiplin, mandiri, bertanggung jawab dan gemar menolong sesama, Pramuka juga mengajarkan anggotanya untuk selalu mencintai lingkungan.  "Diharapkan dengan adanya Brigsus dalam tubuh Racana Panglima Polim-Nyi Ageng Serang Untidar, Kegiatan Kepramukaan di lingkungan Universitas Tidar bisa semakin berkembang, banyak mahasiswa yang mau terlibat aktif, sehingga akan menghasilkan generasi muda yang unggul, mandiri namun tetap rendah hati", tambah Puguh.