Koperasi Mahasiswa Untidar Gelar RAT Pertama

Kamis, 26 Februari 2015, Koperasi Mahasiswa Wirausaha Universitas Tidar menggelar acara RAT untuk pertama kalinya. Koperasi Mahasiswa Untidar berdiri berdasarkan inisiatif beberapa mahasiswa Fakultas Ekonomi Untidar. Koperasi Mahasiswa (Kopma) Wirausaha Untidar berdiri 1 Oktober 2013. Namun Badan Hukum baru terbentuk tahun 2014. Badan Hukum Nomor : 188.4/BH/XIV.32/109/250/v/2014. Ketua Koperasi Mahasiswa Untidar Periode 2014 – 2015 Arif Hermanto menyebutkan saat ini anggota koperasi berjumlah 45 orang. "Semuanya adalah Mahasiswa Fakultas Ekonomi, namun kedepan kami juga akan memberikan kesempatan kepada mahasiswa dari Fakultas lain untuk bergabung", jelas Arif. 

Agenda Pokok selama RAT adalah Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Tahun 2014, Laporan Pertanggungjawaban Pengawas Tahun 2014, Pembacaan Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Koperasi Tahun 2015, Pembahasan dan Pengesahan Rencana Kerja dan RAPBK Tahun 2015, serta Pemilihan Pengurus dan Pengawas Periode 2015 -2017 dan dilanjutkan Pelantikan Pengurus dan Pengawas Periode Tahun 2015 – 2017. 
Selama ini Koperasi Mahasiswa Wirausaha Untidar bergerak di bidang konsumsi. Menyediakan kebutuhan sehari hari, dan memberikan kesempatan kepada anggota koperasi untuk bisa menitipkan barang konsinyasi dengan sistem bagi hasil. Toko Koperasi Buka setiap hari mulai jam 8 sd 3 sore. Sementara itu pengurus Koperasi secara rutin mengadakan rapat pengurus 1 bulan sekali, melakukan rapat pengurus dan pengawas sekurang kurangnya 1 tahun sekali. Koperasi Mahasiswa Untidar juga rutin mengikuti pelatihan dalam rangka meningkatkan skill untuk mengelola koperasi, bisa memberikan pelayanan yang baik kepada anggota dan selalu transparan dalam pengelolaan.

Kedepan KOperasi Mahasiswa Untidar berencana untuk menerbitkan sertifikat modal koperasi (SMK) yang bisa dimiliki oleh setiap anggota Koperasi. Dalam acara RAT juga dilaksanakan pemilihan serta Pelantikan Pengurus Baru. Terpilih Beti Nur Hapsari sebagai Ketua Baru. Laela Febriani sebagai Sekretaris dan Gita Laksmita sebagai Bendahara. 

UKM PRAMUKA PERINGATI HARI LORD BADEN POWELL DENGAN DONOR DARAH

Setiap tanggal 22 Februari, Pramuka di seluruh dunia memperingati Kelahiran Bapak Pramuka sedunia Lord Baden Powell. Lord Baden Powel adalah seorang tentara yang sarat akan pengalaman, yang banyak menulis buku berdasarkan pengalamannya baik buku ketentaraan, kepramukaan dan bidang lainnya. Beberapa buku tentang kepramukaan yang ditulisnya antara lain, Scouting for Boys (1908), The Handbook for the Girl Guides or How Girls Can Help to Build Up the Empire (ditulis bersama Agnes Baden-Powell; 1912), The Wolf Cub's Handbook (1916), Aids To Scoutmastership (1919), Rovering to Success (1922), Scouting Round the World (1935) dll.

Lord Baden Powell adalah Bapak Pramuka Sedunia yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah kepramukaan dunia maupun di Indonesia. Tahun ini, untuk mengenang Lord Baden Powel, Racana Panglima Polim-Nyi Ageng Serang Untidar mengadakan serangkaian kegiatan salah satunya Donor Darah. Sejalan dengan semangat tolong menolong yang selalu melandasi jiwa setiap anggota Pramuka, kegiatan Donor Darah dilaksanakan bekerjasama dengan PMI Kota Magelang.

 

Dalam kegiatan kali ini kuota yang disediakan terbatas hanya untuk 20 pendonor. Donor darah yang diikuti kurang lebih 20 mahasiswa berlangsung di Auditorium Universitas Tidar Magelang." Ke depan kami akan terus menggiatkan berbagai kegiatan, agar Pramuka bisa terus berkembang di Untidar. "Pramuka adalah kegiatan yang sangat positif. Banyak mengajarkan bagaimana menjadi pribadi yang tangguh, pantang menyerah, terampil dan suka menolong sesama. Sudah seharusnya kegiatan ini tidak hanya menjadi ekstrakurikuler wajib di bangku sekolah, namun bisa berlanjut sampai ke jenjang perguruan tinggi" kata Puguh Setyawan Ketua Racana Panglima Polim- Nyi Ageng Serang. "Kegiatan Donor Darah ini baru pertama kali dilakukan dan akan terus kita rutinkan" tambah Puguh. Saat ini Racana Panglima Polim-Nyi Agung Serang Untidar beranggotakan kurang lebih 45 orang. Jumlahnya semakin bertambah dari tahun ke tahun. Ini merupakan angin segar bagi perkembangan kegiatan kepramukaan di Untidar. 

STAND UP COMEDY UNTIDAR MAKIN EKSIS

Rabu 25 Februari 2015, Komunitas Stand Up Comedy Untidar menggelar acara Valentine-Up Comedy. ini merupakan kali kedua Stand Up Comedy Untidar unjuk gigi. Tak kalah dengan penampilan perdananya beberapa bulan yang lalu, Rabu kemaren komika-komika Untidar yang kesemuanya adalah mahasiswa Untidar berhasil mengocok perut 200 penonton yang memadati Auditorium Untidar. Mereka adalah Masna Abulloh, Mirza Unyu, Bayu Bokir, Adazidiz, Wen-wen, Ucok Korep, dan Umar Ucil. Acara semakin meriah dengan penampilan 2 MC Gokil yang juga penggagas komunitas Stand Up Comedy Untidar yaitu Andika John dan Hary Wax. Keduanya saat ini merupakan alumnus Untidar.

 

"Stand Up Comedy adalah  gaya komedi yang pintar.Karena para StandUp Comedian atau biasa disebut comic mengobservasi sendiri materi yang akan dibawakan, bukan hanya mengandalkan ekspresi, kostum, dan mencela orang lain saja supaya terlihat lucu, para comic lebih mengandalkan otak mereka untuk membuat sebuah materi yang original, cerdas, dan tentu saja lucu. 
Dan yang membuat StandUp Comedy berbeda dengan segelintir comedy lainnya adalah materi yang dilemparkan para comic timbul dari keresahan dan kejujuran para comic atau juga pengalaman pribadi si comic itu sendiri.

 

Rupanya Stand Up Comedy juga merupakan atraksi yang sangat ditunggu oleh para muda. Lebih dari 200 orang begitu terhibur oleh penampilan komika Untidar, ditambah lagi dengan penampilan Bintang Tamu dari Stand Up Comedy Metro TV yaitu Tantoko Yawo, Gigih Adiguna dan Mukti Entut. Mirza Unyu Ketua Komunitas Stand Up Comedy Untidar mengaku puas dengan penampilan kali ini. "Penonton tidak beranjak sampai akhir acara. Ini membuktikan kalau mereka bisa menikmati dan terhibur dengan penampilan para komika Untidar", jelas Mirza. Selain disuguhi dengan guyonan cerdas, penonton juga dipuaskan dengan berbagai doorprize yang disediakan oleh Sponsor Acara. 

BEM DAN HMJ FKIP MILIKI KETUA BARU

           Dekan, Wakil Dekan, Fungsionaris Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Untidar berkumpul di Ruang Multimedia Untidar dalam acara serah terima Ketua dan Pengurus BEM dan HMJ FKIP. Acara dimulai pukul 10.00, dibuka dengan sambutan Dekan FKIP Drs. Samingin, M.Hum. "Meskipun aktif berorganisasi, kuliah jangan sampai keteteran", itu yang terpenting", tegas Samingin. "Berorganisasi adalah kegiatan yang sangat positif, karena mahasiswa akan belajar untuk bersosialisasi, memecahkan masalah dan melatih kemampuan analitis serta kreatif. Meski demikian jangan sampai sering absen kuliah. Itu tidak diharapkan" tambah Samingin. Dalam kesempatan tersebut Dekan FKIP juga memberikan apresiasi atas kinerja pengurus lama yang telah sukses mengadakan berbagai kegiatan positif seperti Bakti Sosial, Pembekalan, Acara Keakraban dsb. 
           

Dalam acara reorganisasi ini masing-masing Ketua memaparkan kegiatan apa saja yang telah dilakukan selama periode 1 tahun. BEM FKIP menaungi 2 Himpunan Mahasiswa Jurusan Yaitu Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris atau English Student Association (ESA) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Di periode lalu ESA sukses menggelar berbagai kegiatan seperti Lomba Story Telling, Speech Contest, High School English Drama dsb. Sementara HMJ Bahasa dan Sastra Indonesia aktif mengadakan seminar dan rutin mengadakan berbagai kegiatan setiap peringatan Bulan Bahasa. "Meski demikian masih banyak kegiatan yang belum terealisasi, semoga bisa terlaksana pada periode kepengurusan 2015 ini", kata Ardhiyan Nugrahanto, Ketua HMJ Bahasa Inggris yang telah selesai masa jabatannya. Ketua HMJ Periode 2015 dipegang oleh Kartiko. Brian Kusuma Jati digantikan oleh Eka Restu Adi sebagai Ketua BEM FKIP. Ketua HMJ Bahasa Indonesia yang sebelumnya dipegang oleh Puguh Setiawan kini digantikan oleh Aswin Khoirul.

BEM DAN HMJ FKIP UNTIDAR LAKSANAKAN REORGANISASI

Dekan, Wakil Dekan, Fungsionaris Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Untidar berkumpul di Ruang Multimedia Untidar dalam acara serah terima Ketua dan Pengurus BEM dan HMJ FKIP.

Acara dimulai pukul 10.00, dibuka dengan sambutan Dekan FKIP Drs. Samingin, M.Hum. "Meskipun aktif berorganisasi, kuliah jangan sampai keteteran", itu yang terpenting", tegas Samingin. "Berorganisasi adalah kegiatan yang sangat positif, karena mahasiswa akan belajar untuk bersosialisasi, memecahkan masalah dan melatih kemampuan analitis serta kreatif. Meski demikian jangan sampai sering absen kuliah. Itu tidak diharapkan" tambah Samingin.

 

Dalam kesempatan tersebut Dekan FKIP juga memberikan apresiasi atas kinerja pengurus lama yang telah sukses mengadakan berbagai kegiatan positif seperti Bakti Sosial, Pembekalan, Acara Keakraban dsb. Dalam acara reorganisasi ini masing-masing Ketua memaparkan kegiatan apa saja yang telah dilakukan selama periode 1 tahun. BEM FKIP menaungi 2 Himpunan Mahasiswa Jurusan Yaitu Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris atau English Student Organization dan Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. 

Entomolog Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu Berbagi Ilmu Dalam Kuliah Umum Faperta Untidar

Mengawali Semester Genap Tahun Akademik 2014/2015, Fakultas Pertanian Untidar (Faperta) mengadakan Kuliah Umum. Bertempat di Auditorium Universitas Tidar, acara ini diikuti oleh Dosen dan Mahasiswa Faperta. Juga dihadiri oleh alumni, Kepala SMK Pertanian se-wilayah Kedu dan Kepala beberapa instansi yang bekerjasama dengan Faperta Untidar. Kuliah umum adalah agenda rutin Fakultas Pertanian. Pada saat memulai semester gasal, mahasiswa Faperta mengikuti Kuliah Umum yang diadakan di tingkat Universitas, sedangkan di awal semester genap mahasiswa Faperta mengikuti kuliah umum yang diadakan oleh Fakultas. "Kuliah Umum seperti ini adalah rutinitas akademik yang akan selalu tumbuh dan dipupuk, sehingga bisa terus mengembangkan kompetensi mahasiswa Faperta" jelas Ir. Hadi Riyanto, M.Sc.Dekan Faperta. "Kuliah Umum ini juga bukti kesungguhan dari sivitas akademika Faperta untuk terus mengembangkan atmosfir akademik dalam rangka menghasilkan lulusan yang kompetitif", tambah Hadi. 
            Pemateri Kuliah Umum kali ini adalah Entomolog dari Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Ir. Dwinardi Apriyanto, M.Sc. Adapun tema mengenai "Memahami Interaksi Serangga-Tumbuhan Untuk Pengelolaan Hama Tanaman Berkelanjutan.  Pengetahuan interaksi serangga dengan tanaman merupakan proses dan mekanisme yang rumit dan dinamis, yang dapat mempengaruhi keanekaragaman serangga dan tanaman dan kelimpahan serangga pada ekosistem pertanian. Proses dan mekanisme interaksi dapat dijadikan dasar dalam upaya mengelola serangga herbivor agar tidak outbreak (menjadi hama). Teknologi pengendalian hama berbasis mekanisme perilaku serangga dan sistem pertahanan tanaman/tumbuhan pada taraf tertentu sudah dimanfaatkan. Yang perlu difahami adalah bahwa serangga secara instrinsik genetik mampu melakukan counter adaptasi harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari praktek pengelolaan hama tanaman. Oleh karena itu pengelolaan hama tanaman sebaiknya dimulai dengan merancang ekosistem yang memanfaatkan pengetahuan interaksi serangga-tumbuhan guna sedini mungkin membentuk ekosistem guna menghambat pertumbuhan populasi serangga hama. Pengelolaan hama tanaman dengan mengutamakan pengetahuan interaksi serangga-tumbuhan tidak boros energi, tidak menimbulkan kerusakan lingkungan dan akan lebih berkelanjutan. Demikian ringkasan materi yang disampaikan
             Dalam kesempatan ini Dekan Faperta juga menyampaikan tentang komitmen untuk terus meningkatkan kualitas perkuliahan. Kendati kedepan Untidar akan mengalami perubahan jam kerja dari enam hari menjadi 5 hari, namun kegiatan praktikum tetap akan dilaksanakan sampai hari Sabtu. Kegiatan kuliah juga akan lebih intensif, dimulai pukul 07.00 WIB. 

Menwa Satuan 922 Macan Tidar Untidar Ikuti Diksar di Rindam IV

            Unit Kegiatan Mahasiswa Resimen Mahasiswa Menwa Satuan 922 Macan Tidar melaksanakan kegiatan Pendidikan Dasar Mahadipa Yudha XXXVIII di Dodik Bela Negara Rindam IV/Diponegoro. Diksar atau Pendidikan Dasar merupakan salah satu proses calon Menwa diangkat secara resmi menjadi anggota Menwa. Pendidikan Dasar tersebut diikuti oleh Menwa seluruh Jawa Tengah. "Semua anggota baru harus mengikuti Diksar agar tercatat secara resmi di tingkat Skomen Mahadipa atau Menwa Propinsi Jawa Tengah. Sebelum Diksar, calon anggota juga telah mengikuti Pradiksar agar bisa terlatih secara fisik", jelas  Prasetya Adi, Komandan Menwa Satuan 922 Untidar. 
       

             Dalam kegiatan Diksar, calon anggota Menwa menerima berbagai materi dari pelatih TNI, seperti pendidikan militer seputar survival, olahraga militer, lintas medan dsb. Kegiatan ini merupakan upaya untuk memberikan bekal pendidikan dan latihan guna membentuk sikap disiplin, mental yang kuat, keterampilan dan kepemimpinan lapangan serta kemampuan fisik yang cukup memadai. Dengan kegiatan Diksar Menwa maka keberadaan Mahasiswa menjadi sangat penting untuk diberikan tambahan bekal pengetahuan diluar disiplin ilmu akademisnya, berupa pemahaman yang mendalam mengenai pentingnya Wawasan Kebangsaan seperti Wawasan Nusantara, Ketahanan Nasional dan Kesadaran Bela Negara. Mahasiswa perlu memahami konsepsi Wawasan Nusantara dan Sistem Pertahanan Negara secara utuh dan benar agar tumbuh menjadi pribadi yang cinta dan bangga terhadap tanah air sendiri.

             Setelah mengikuti pendidikan selama 10 hari, Sabtu 21 Februari 2015  dilaksanakan acara penutupan di Lapangan Rindam IV/Diponegoro. Selanjutnya anggota Menwa Satuan 922 Macan Tidar Untidar akan melaksanakan pembaretan yang merupakan ritual rutin penyambutan bagi anggota baru. 

MAHASISWA UNTIDAR GELAR AKSI DAMAI

          Sebagai wujud keprihatinan akan perseteruan KPK dan Polri, Mahasiswa Untidar gelar Aksi Damai. Aksi dimulai dengan orasi di kawasan Alun-alun Magelang berlanjut dengan jalan kaki melewati pecinan, berakhir di depan Gedung DPRD Kota Magelang. Mahasiswa Untidar menyuarakan agar Presiden Jokowi segera menyelesaikan kemelut di tubuh KPK-Polri agar tidak memecah belah bangsa Indonesia. "Tegakkan Hukum, Bersihkan KPK dan Polri dari Mafia Hukum", itu yang kami suarakan, jelas M.Choerul Iman, Presiden BEM Untidar. 

         Choerul mengatakan banyak pola pelemahan yang ditujukan pada komisioner KPK. "Aksi ini bukan bentuk dukungan pada salah satu lembaga, semua kami dukung", tambah Choerul. Sementara itu Ketua DPRD Kota Magelang Endi Darmawan yang sempat berdialog dengan pengunjuk rasa, berjanji akan mengirim surat tuntutan mahasiswa kepada DPR-RI melalui faksimili. Apa yang disuarakan oleh BEM-KM Untidar adalah hal yang positif dan harus diapresiasi. 

Dosen Untidar Lolos Program Ipteks Bagi Masyarakat IBM DESA TEMANGGUNG, KECAMATAN KALIANGKRIK MELALUI PROGRAM PENDAMPINGAN SURVIVAL LANGUAGE UNTUK PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA MASYARAKAT MISKIN

Kabupaten Magelang, secara administratif, terbagi  menjadi 21 kecamatan terdiri dari 372 desa/kelurahan, termasuk 2 desa persiapan. Dari 21 kecamatan ini 5 diantaranya merupakan kecamatan yang memiliki desa-desa miskin yaitu: Kecamatan Kajoran, Kecamatan Kaliangkrik, Kecamatan Windusari, Kecamatan Ngablak, dan Kecamatan Pakis. DI Kecamatan Kaliangkrik, satu-satunya desa miskin adalah desa Temanggung.
    Desa Temanggung memiliki penduduk 1717 KK (data tahun 2013) dengan tingkat pendidikan masih sangat rendah, dari 7.039 jiwa sebagian besar (1860 orang) mempunyai tingkat pendidikan SD dan hanya 19 orang yang lulus SMA. Tingkat pendidikan yang rendah ini dikarenakan rendahnya pendapatan petani, sehingga tidak mampu membiayai anaknya untuk melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi, disamping juga rendahnya motifasi orang tua untuk melanjutkan sekolah anak-anaknya (Data perkembangan Desa Temanggung, 2013).
    Potensi dari wilayah Desa Temanggung adalah adanya tenaga kerja yang melimpah tetapi dengan tingkat ketrampilan yang rendah. Sebagian besar penduduk usia produktif  merupakan lulusan Sekolah Dasar, hanya sebagian kecil saja yang merupakan lulusan Sekolah Menengah maupun Perguruan Tinggi. 
    Melihat kondisi tersebut, perlu adanya suatu pelatihan yang terstuktur beserta pendampingan yang terpadu untuk memberikan tambahan keterampilan bagi para tenaga kerja. Keterampilan berkomunikasi merupakan satu yang terpenting dalam dunia kerja, apalagi komunikasi dalam bahasa asing terutama bahasa Inggris. Jika para tenaga kerja ini memiliki kemampuan berkomunikasi sederhana (survival language) dalam bahasa Inggris mereka tentu akan lebih mudah mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan yang lebih tinggi.

Hal inilah yang melatarbelakangi Sri Sarwanti, S,Pd., M.Hum. bersama dengan Lilia Indriani, M.Pd dan C. Prima Ferri Karma, M.Pd. Ketiga nya dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Untidar untuk mengusulkan proposal Ipteks Bagi Masyarakat. "IbM DESA TEMANGGUNG, KECAMATAN KALIANGKRIK MELALUI PROGRAM “PENDAMPINGAN SURVIVAL LANGUAGE”. IbM merupakan program Hibah dari Dikti yang dikompetisikan. Proposal diajukan tahun 2014 dan akan didanai tahun 2015.

Pendekatan pengalaman langsung dengan mengenal terlebih dahulu tentang bahasa Inggris sederhana dalam kegiatan yang dikemas dalam kegiatan pengenalan bahasa Inggris yang mudah, menarik dan menyenangkan akan menjadi awal dari keseluruhan kegiatan pengabdian ini. Adapun kegiatan yang akan dilaksanakan meliputi : 

1.    Kegiatan AMT untuk mempertajam pola pikir menjadi bisnis oriented dalam bekerja.
2.    Melaksanakan FGD untuk menentukan keterampilan berbahasa Inggris yang diinginkan masyarakat.
3.    Pemilihan materi, tempat, dan peserta yang akan mengikuti kegiatan pendampingan yang sudah dicapai melalui FGD.
4.    Diklat tentang pola dan model pendampingan belajar bahasa Inggris survival yang menyenangkan dan menarik.
5.    Pelaksanaan pendampingan belajar bahasa Inggris survival di dalam kelompok pendampingan masing-masing. 
6.    Pendampingan pemilihan lapangan pekerjaan bagi peserta pendampingan sampai mereka mendapatkan pekerjaan sesuai dengan kualifikasi mereka dan sebagainya dilaksanakan dalam waktu 10 bulan efektif program IbM. 

Luaran yang diharapkan melalui program ini adalah :
1.    Timbulnya kesadaran dalam mencari kerja berorientasi bisnis (profit oriented).
2.    Setiap anggota mengenali kebutuhan survival language masing-masing yang akan dipelajari di dalam pendampingan.
3.    Anggota kelompok memahami pola survival language dan penerapannya dalam dunia kerja.
4.    Peningkatan  pendapatan dan peningkatan kemampuan untuk bersaing dalam dunia kerja dengan tambahan keterampilan survival language.
5.    Membuka cakrawala bagi generasi muda untuk meningkatkan kualitas diri sehingga akan meningkatkan daya jual dan daya saing dalam dunia kerja.

Peringatan Hari Pers LPM M@T@ Meriah

        Memperingati Hari Pers ke 69 Lembaga Pers Mahasiswa M@T@ mengadakan berbagai lomba. Acara yang digelar Minggu 15 Februari 2015 kemaren berlangsung meriah. Berbagai Lomba yang diadakan yaitu, Lomba Mewarnai untuk TK, Lomba Menggambar tk SD. Lomba Mading untuk SMP, Lomba Fotografi Jurnalistik tk SMA, dan Penulisan Artikel untuk Mahasiswa. Peserta Lomba memadati Auditorium Untidar sejak jam 8 pagi. Lomba mewarnai diikuti oleh 41 peserta, Lomba Menggambar diikuti 52 peserta, Lomba Mading diikuti 8 peserta, Lomba Fotografi Jurnalistik diikuti 10 peserta dan Lomba Penulisan Artikel diikuti 10 peserta. 
        Setiap tahun LPM M@T@ rutin mengadakan berbagai kegiatan. Dalam rangka memperingati Hari Pers, selain turun ke jalan LPM M@T@ rutin mengadakan berbagai lomba jurnalistik. Untuk Tahun ini selain Lomba Jurnalistik, LPM M@T@ juga mengadakan lomba mewarnai dan menggambar agar pelajar mulai dari tingkat TK bisa turut memeriahkan Hari Pers, sekaligus mengenalkan dunia jurnalistik sejak dini.