MAHASISWA UNTIDAR TEMUKAN SALEP PENJINAK TUMOR DAN KANKER PAYUDARA

Tanaman bambu merupakan sumber flavonoid yang berguna bagi kesehatan tubuh. Berbagai riset menyebutkan bahwa daun bambu adalah sumber flavonoid yang sangat baik. Kandungan ini berfungsi sebagai antioksidan yang dapat membantu tubuh untuk melawan serta mencegah beragam penyakit. Kandungan antibakteri di dalam daun bambu dapat bermanfaat sebagai obat luka pada kulit. Kandungan antibakteri dan antiinflamasi yang ada di dalam daun bambu merupakan sumber penyembuhan yang baik untuk mengobati infeksi dan pendarahan yang menyertainya Teori pengobatan tradisional di Bali, China dan lainnya menyebutkan bahwa daun bambu memiliki potensi dikembangkan menjadi obat antikanker. Berangkat dari latar belakang inilah Silvi Fatika Wulandari (Program Studi S1 Agroteknologi Fakultas Pertanian Untidar), Dessy Syafitri Yani (Program Studi S1 Agroteknologi Fakultas Pertanian UNTIDAR), Hipit Putri Apriasih (Program Studi S1 Akuakultur Fakultas Pertanian UNTIDAR), Faiz Aulia Rizky (Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi UNTIDAR ), dan Wahyudi (Program Studi S1 Teknik Elektro Fakultas Teknik UNTIDAR) berinisiatif untuk membuat salep herbal dari ekstrak daun bambu dengan meminimalisasi penggunaan sediaan kimiawi, sekaligus mencari tahu potensi salep tersebut dalam mengatasi gangguan tumor dan kanker payudara.

Silvi beserta tim kemudian melakukan penelitian menggunakan mix method dengan model sequential exploratory, dengan didahului metode kualitatif untuk kemudian dilanjutkan dengan metode kuantitatif. Tujuan penelitian adalah membuat salep sinergi dari ekstrak daun bambu, meniran dan biji pepaya dengan basis vaseline putih untuk mengatasi tumor dan kanker payudara. Metode pengumpulan data menggunakan eksperimen dengan metode prevalensi berupa responden yang sudah terkena tumor dan kanker payudara. Analisis data menggunakan analisis deskriptif komparatif. Dengan menimbang berbagai jurnal yang menjadi referensinya, Silvi memutuskan membuat salep daun bambu dengan meminimalisasi penggunaan sediaan kimiawi. “Komposisinya adalah 10 % ekstrak daun bambu + 80 % vaseline + 5 % ekstrak meniran + 5 % ekstrak biji pepaya. Proses ekstraksi daun bambu dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 95 %. Salep yang dihasilkan memiliki bentuk krim, warna coklat, beraroma ekstrak daun bambu dengan pH 6,5. Daya sebar salep 3,5 cm dan daya lekat 3,66 detik”, jelas Silvi.

“Hasil uji efficacy menunjukkan bahwa penderita tumor payudara dengan ukuran sebiji salak (3-5 cm) dengan pemakaian salep 3x sehari selama 124 hari mengecil hingga seukuran biji pepaya (0,5-1 cm). Pemakaian salep dinilai lebih efektif daripada menggunakan kubis dan obat-obatan kimiawi dari dokter. Beberapa responden penderita kanker payudara stadium IIA dengan pemakaian salep 3x sehari selama 17 – 37 hari rasa sakit pada benjolan kanker hilang dan tekstur benjolannya melembek (menjadi lunak)”, tambahnya.

Salep Penjinak Tumor dan Kangker Payudara adalah karya inovasi yang belum lama ini memperolah Gold Medal dalam ajang AKIA Global Inventions Leader Award 2021 yang diadakan oleh Yayasan Aku Indonesia. Inovasi yang dihasilkan oleh Silvi dan kawan kawan ini membuktikan bahwa mahasiswa Untidar juga aktif  berkontribusi dalam menghasilkan penemuan yang bisa bermanfaat bagi masyarakat. Tentunya ini merupakan stimulus bagi mahasiswa lainnya agar selalu bergerak maju, mengoptimalkan pengetahuan yang dimiliki untuk memberikan sumbangsih bagi Indonesia.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum (Humas UNTIDAR)

PENERIMA KIP K MAHASISWA BARU UNIVERSITAS TIDAR TAHUN AKADEMIK 2021/2022

Berdasarkan Keputusan Rektor Universitas Tidar Nomor: 1197 /UN57/K/HK.02/2021 tentang Penetapan Penerima Kartu lndonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) Mahasiswa Baru Universitas Tidar Tahun Akademik 2021/2022, dengan ini Rektor Universitas Tidar mengumumkan bahwa nama mahasiswa yang tercantum pada lampiran ini dinyatakan lolos sebagai Penerima KIP K Universitas Tidar Tahun Akademik 2021/2022. Info lengkap KLIK DISINI



SK Penetapan KIP K UNTIDAr KLIK DISINI

PENCABUTAN STATUS BIDIKMISI MAHASISWA UNTIDAR SEMESTER GASAL T.A. 2021/2022

Berdasarkan Keputusan Rektor Universitas Tidar Nomor :1798/UN57/K/HK.02/2021 tentang Pencabutan Status Mahasiswa Bidikmisi UNTIDAR pada Semester Gasal . Info lengkap KLIK DISINI



SK Pencabutan Bidikmisi KLIK DISINI

LABORATORIUM AGRONOMI FAPERTA UNTIDAR BUDIDAYAKAN ANGGREK HIBRIDA DENGAN METODE KULTUR JARINGAN

Fakultas Pertanian UNTIDAR menginisiasi pembudidayaan dan pengembangkan anggrek hibrida secara kultur jaringan. Diharapkan nantinya Anggrek Hibrida (anggrek hybrid) ini menjadi produk unggulan ciri khas dari Fakultas Pertanian (Faperta).  Selain itu anggrek hibrida diharapkan  dapat menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa, sehingga dapat dikembangkan sebagai kegiatan wirausaha setelah lulus kuliah”, jelas Dr. Tri Suwarni Wahyudiningsih, Kepala Laboratorium Jurusan Agronomi Faperta yang menjadi PIC pilot project anggrek hibrida ini. “Yang terlibat dalam kegiatan ini adalah kepala laboratorium dan teknisi laboratorium  dengan dukungan penuh dari Pimpinan Fakultas. Nantinya mahasiswa akan dilibatkan ketika kegiatan belajar mengajar dan praktikum sudah bisa dilakukan secara tatap muka”, tambahnya.

Proses Penanaman Anggrek di Laboratorium kultur jaringan (Dokumentasi Faperta UNTIDAR)

Dr. Tri Suwarni Wahyudiningsih menjelaskan bahwa anggrek hibrida merupakan tanaman anggrek yang tumbuh dan berkembang dengan adanya campur tangan manusia, baik disilangkan antar kultivar, populasi atau antar galur dalam satu spesies, dengan tujuan untuk mencari bibit unggul yang mampu memiliki tingkat adaptasi yang tinggi terhadap suhu suatu lingkungan. Agar budidaya anggrek hibrida membuahkan hasil seperti yang diharapkan dibutuhkan konsistensi dalam perawatannya.

Bunga Anggrek bulan yang telah berhasil disilangkangkan (Dokumentasi Faperta UNTIDAR)

“Dalam membudidayakan anggrek hibrida, Faperta memilih metode kultur jaringan. Proses pelaksanaan kultur jaringan berlangsung di dalam ruangan dengan berbagai alat dan bahan tertentu (laboratorium), membutuhkan modal awal yang besar dan harus dilakukan oleh orang yang memiliki keahlian khusus dalam bidang ini. Kultur Jaringan  sering disebut juga perbanyakan tanaman secara in vitro, yaitu budidaya tanaman yang dilakukan dengan media khusus dan alat-alat yang serba steril. Sistem perbanyakan tanaman dengan kultur jaringan ini dapat menghasilkan tanaman baru dalam jumlah yang banyak dan dalam waktu yang singkat. Tanaman baru yang dihasilkan mempunyai sifat-sifat fisiologi dan morfologi. yang sama dengan sifat induknya. Sehingga sistem budidaya jaringan ini lebih hemat tenaga, waktu, tempat dan biaya. Dibidang pengendalian penyakit tanaman, kultur jaringan dapat menghasilkan tanaman yang bebas patogen yaitu melalui kultur meristem. Dibidang konservasi, dapat digunakan untuk memperbanyak tanaman yang hampir punah, atau untuk penyimpanan plasma nutfah.” terangnya.

Bunga Anggrek Dendrobium Siap disilangkan (Dokumentasi Faperta UNTIDAR)

Hony Kharisma Sejati, S.P., teknisi laboratorium Faperta yang juga turut serta dalam project ini menyampaikan dengan metode kultur jaringan pengecambahan bibit anggrek lebih efektif dibandingkan dengan cara konvensional. “Ini merupakan metode dengan pemeliharaan minimal, dan dapat digunakan untuk menyelamatkan hibrida dari spesies yang tidak kompetibel”, jelasnya.

“Laboratorium Faperta sudah mengembangkan anggrek hibrida sejak 1 tahun yang lalu. Kami memiliki target Fakultas Pertanian dapat memproduksi anggrek hibrida skala besar”, jelas Dr. Tri Suwarni menutup wawancara.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum (Humas UNTIDAR)

KARSALOKA TINGKATKAN LITERASI PENDIDIKAN DI DUSUN SEKENDI KABUPATEN MAGELANG

Kelas Belajar Anak Desa Berbasis Kearifan Lokal (KARSALOKA) merupakan konsep peningkatan literasi bagi anak-anak di dusun Sekendi, Desa Pogalan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Konsep ini dilaksanakan dengan tiga pendekatan. Pendekatan yang pertama adalah pendidikan dan pengajaran melalui kelas mentoring pengetahuan umum, kelas motivasi, dan perpustakaan desa. Pendekatan yang kedua adalah program pertanian melalui kelas menanam dan ruang tanam. Pendekatan yang ketiga adalah pelestarian budaya melalui kelas budaya, dan branding kebudayaan lokal.

KARSALOKA yang digagas oleh Khoirin Aisyah dan tim yang kesemuanya adalah mahasiswa Untidar, berupaya secara aktif dan masif membantu pemerintah untuk menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dengan memberikan motivasi bagi siswa SD dan SMP agar dapat berjuang menggapai cita-citanya ditengah keterbatasan.  Melalui program ini mahasiswa juga bisa mengamalkan Tridharma Perguruan Tinggi poin ketiga yaitu pengabdian kepada masyarakat melalui pendekatan praktik transfer ilmu kepada siswa SD dan SMP di desa dan daerah tertinggal.

Dusun Sekendi Desa Pogalan dipilih karena wilayahnya jauh dari pusat kota, mengakibatkan sulitnya akses internet untuk pembelajaran. Dimasa pandemi ini mereka dipaksa untuk beradaptasi dengan sistem sekolah daring, yang pada realitanya mengakibatkan kesulitan dalam mengikuti pembelajaran. Diharapkan melalui KARSALOKA kendala atau permasalahan yang dihadapi masyarakat di Dusun Sekendi bisa mendapatkan solusi.

“Nantinya kami akan mengadakan Kelas Mentoring Pengetahuan Umum. Kelas Mentoring Pengetahuan Umum ini menjadi program di mana mentor dan juga pemuda-pemudi dusun akan menjadi fasilitator bagi siswa dalam menyelesaikan tugas-tugas sekolah. Kelas ini akan dilaksanakan pada hari Senin, Selasa, dan Rabu pada pukul 08.00-10.00”, jelas Khoirin selaku ketua pelaksana kegiatan. “Selain itu kami juga akan mengadakan kelas motivasi agar para siswa mendapatkan insight positif dan bersemangat untuk meraih mimpi. Selanjutnya kami juga merencanakan perpustakaan desa sebagai closing event yang diharapkan mampu menjadi sumbangsih para partner strategis serta donatur. Mereka akan menyerahkan buku bacaan, alat tulis, serta logistik lainnya yang bermanfaat bagi pelajar di dusun Sekendi”, tambahnya.

Disamping Program Pendidikan dan Pengajaran, melalui KARSALOKA Khoirin dan kawan-kawan juga mencetuskan Program Pertanian dan Program Pelestarian Budaya. Program Pertanian yang dimaksud mengarah pada pelestarian lingkungan dan juga pengetahuan seputar tanaman. Sementara Program Pelestarian Budaya berupa pengenalan kebudayaan lokal dusun Sekendi kepada generasi mudanya khususnya Seni Jathilan, dan branding kebudayaan dengan pembuatan dan pengelolaan platform media sosial seperti Instagram, Youtube, Facebook dan TikTok.

Ide yang digagas oleh Khoirin Aisyah bersama 12 anggota tim lainnya yaitu Rizki Sariningtias, Adi Ahmad Saputra, Ali Yasfi, Robi Hardika, Nisa Fadilah, Ichsan Nur Muchammad, Mayangsari Prameswari, Al Ihya Sanny, Mariska Naila Zifi An Najmi, Sobri Khausan Al Muis, Wimba Kamaludin, dan Aisyah Fitri Haryani ini, merupakan satu dari 6 proposal mahasiswa Untidar yang berhasil lolos dalam Program Holistik Pembinaan Dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) Kemdikbud Tahun 2021. Khoirin dkk. berharap melalui KARSALOKA nantinya akan ada pemuda pemudi desa yang melakukan pendampingan pembelajaran secara berkelanjutan, semakin meningkatnya minat dan keinginan siswa dalam belajar dan mendapatkan pendidikan, meningkatnya literasi anak-anak desa, kebudayaan lokal terus lestari, dan terbentuknya kelembagaan lokal yang dalam jangka panjang akan meneruskan dan mengelola program KARSALOKA.

1411 PESERTA LOLOS SMUT UNTIDAR TAHUN 2021

Press Release

Seleksi Mandiri Ujian Tertulis Universitas Tidar (SMUT-UNTIDAR) adalah penerimaan mahasiswa baru secara mandiri dengan jalur ujian tertulis yang diselenggarakan oleh UNTIDAR. Seleksi ini diperuntukkan bagi program pendidikan Sarjana dan Diploma UNTIDAR. Namun, dikarenakan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Covid-19, Seleksi Mandiri Ujian Tertulis yang semula akan dilaksanakan tanggal 14-15 Juli 2021 di Universitas Tidar, dan tanggal 17-18 Juli 2021 di SMA Negeri 1 Wonosobo diganti mekanisme penilaiannya dengan nilai UTBK-SBMPTN tahun 2021 dan/atau Nilai Rapor SMA/MA/SMK sederajat semester 1 s.d. 6.

Pendaftaran yang semula ditutup tanggal 7 Juli 2021 diperpanjang s.d. tanggal 15 Juli 2021. Pendaftar SMUT Untidar, diberikan kesempatan untuk upload nilai mulai tanggal 11 Juli 2021 pukul 12.00 WIB s.d. 18 Juli 2021 Pukul 16.00 WIB. Jika sampai pada batas waktu yang sudah ditentukan pendaftar tidak menyelesaikan pengisian dan upload nilai, maka dinyatakan mengundurkan diri. Pendaftar SMUT UNTIDAR diwajibkan memiliki Ijazah Lulusan SMA, MA, SMK, MAK  atau yang setara pada tahun 2019, 2020, dan 2021. Bagi lulusan tahun 2021 yang belum memiliki Ijazah, wajib melampirkan Surat Keterangan Lulus (SKL) dari Kepala Sekolah yang dilengkapi dengan pas foto yang bersangkutan dan dicap. Lulusan paket C dibuktikan dengan Surat Keterangan Lulus (SKL) dan fotokopi rapor 3 (tiga) tahun terakhir. Disamping itu pendaftar disyaratkan memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran proses belajar di UNTIDAR (khusus kelompok program studi Saintek tidak buta warna).

Setiap peserta SMUT dapat memilih maksimal 2 (dua) program studi pada setiap kelompok ujian. Ujian tertulis dikelompokkan menjadi 3 (tiga) kelompok, yaitu Kelompok 1, Sains dan Teknologi (Saintek), Kelompok 2, Sosial dan Humaniora (Soshum) dan Kelompok 3, Campuran, dengan ketentuan sebagai berikut : Jurusan IPA dapat mengambil program studi pada jurusan IPS, akan tetapi Jurusan IPS tidak dapat mengambil program studi pada jurusan IPA. Setiap peserta yang dinyatakan lulus ujian tertulis diwajibkan melakukan registrasi sesuai ketentuan. Bagi peserta yang tidak melakukan registrasi sesuai dengan waktu yang ditentukan, dinyatakan gugur/tidak lulus seleksi.

Pada penerimaan mahasiswa baru UNTIDAR jalur SMUT 2021, calon mahasiswa bisa mendaftar pada 19 Program Studi yaitu S1 Manajemen, S1 Ekonomi Pembangunan, S1 Akuntansi, D3 Akuntansi, S1 Pendidikan Matematika, S1 Pendidikan Biologi, S1 Pendidikan IPA, S1 Pendidikan Bahasa Inggris, S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, S1 Ilmu Komunikasi, S1 Ilmu Administrasi Negara, S1 Hukum, S1 Peternakan, S1 Akuakultur, S1 Agroteknologi, S1 Teknik Mesin, S1 Teknik Sipil, S1 Teknik Elektro dan D3 Teknik Mesin.

Pada penerimaan mahasiswa baru UNTIDAR jalur SMUT kali ini jumlah pendaftar sebanyak  1999 orang. 5 orang tidak menyelesaikan proses pendaftaran sehingga tersisa  1994 pendaftar. 76 orang tidak melakukan upload nilai UTBK-SBMPTN dan/ atau nilai rapor semester 1 s.d. 6 sehingga yang memenuhi syarat seleksi sebanyak  1918 orang. Setelah melalui proses seleksi sebanyak 1411 orang dinyatakan diterima sebagai mahasiswa UNTIDAR melalui jalur  SMUT.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum (Humas UNTIDAR)

PPKM LEVEL 4 DAN LEVEL 3 DI WILAYAH JAWA BALI DALAM RANGKA PENCEGAHAN DAN PENANGANAN COVID-19 DI LINGKUNGAN UNTIDAR

PPKM LEVEL 4 DAN LEVEL 3 DI WILAYAH JAWA BALI DALAM RANGKA PENCEGAHAN DAN PENANGANAN COVID-19 DI LINGKUNGAN UNTIDAR KLIK DISINI

Pengumuman Peserta Lulus Seleksi Mandiri Jalur Tertulis Universitas Tidar (SMUT-UNTIDAR) Tahun 2021



PENGUMUMAN PESERTA LULUS SMUT DAN REGISTRASI MAHASISWA BARU UNIVERSITAS TIDAR TAHUN 2021

Berdasarkan Keputusan Rektor Universitas Tidar Nomor B/1747/UN57/TM.00.07/2021 tentang Penetapan Peserta Lulus Seleksi Mandiri Jalur Tertulis Universitas Tidar (SMUT-UNTIDAR) Tahun 2021, dengan ini Rektor Universitas Tidar mengumumkan bahwa nama-nama yang tercantum dalam, Lampiran I surat ini dinyatakan LULUS smut-UNTIDAR Tahun 2021 dapat melanjutkan proses verifikasi dan registrasi sebagai calon mahasiswa baru Universitas Tidar.

Pimpinan dan seluruh sivitas akademika Universitas Tidar mengucapkan selamat atas keberhasilan saudara. Calon mahasiswa yang dinyatakan lulus dan diterima sebagai calon mahasiswa baru Universitas Tidar dapat melakukan registrasi sesuai dengan tahapan dan prosedur administrasi sebagaimana Lampiran II surat ini.

Informasi PKKMB Tahun 2021 dapat menghubungi WA Helpdesk BEM KM UNTIDAR sdr. Muhammad Romadzon (085726971454)

Pengumuman Peserta Lulus Seleksi Mandiri Jalur Tertulis Universitas Tidar (SMUT-UNTIDAR) Tahun 2021