REKTOR UNTIDAR SAMBUT 507 MAHASISWA PENERIMA BIDIKMISI 2019

Rektor, Prof. Dr. Ir. Mukh Arifin, M.Sc. menyatakan bahwa tidak ada perlakuan yang berbeda antara mahasiswa Bidikmisi dan mahasiswa lainnya dalam perkuliahan dan penerimaan pelayanan akademik maupun non akademik di Universitas Tidar.

“Tidak ada yang berbeda antara mahasiswa Bidikmisi dan non Bidikmisi. Pembedanya hanyalah kalian menerima bantuan biaya pendidikan Bidikmisi dan harus memenuhi beberapa kewajiban untuk mempertahankan bantuan tersebut seperti IPK minimal 3.0.” ujarnya.

Beliau juga menjelaskan bahwa awalnya Bidikmisi di UNTIDAR hanya diperuntukan untuk mahasiswa yang masuk melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) namun pada pelaksanaannya dengan berbagai pertimbangan maka tahun ini ada beberapa mahasiswa dari jalur SMM UNTIDAR yang juga menerima Bidikmisi.

“Pada kenyataannya ditemukan beberapa mahasiswa dari jalur SMM UNTIDAR yang kondisi ekonominya lemah dan perlu dibantu. Maka dilaksanakan survey dan pengecekan data apakah memang Bidikmisi layak diberikan atau tidak,” tambahnya.

Pada acara Sosialisasi Penerima Program Biaya Pendidikan Bidikmisi Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2019/2020 yang dilaksanakan di GOR Samapta Kota Magelang pada Selasa (24/09) mahasiswa menerima motivasi dan sharing ilmu dari Prof. Dr. Muhammad Mukhlisin. Beliau adalah guru besar pertama Politeknik Negeri Semarang (Polines) yang baru saja dikukuhkan Juli 2019 lalu. Beliau juga merupakan penerima Bidikmisi atau juga disebut Alumni Bidikmisi.

“Sukses adalah adalah menikmati keberhasilan pencapaian cita-cita. Jadi orang bias disebut sukses bila mempunyai cita-cita, berhasil mencapai cita-cita dan menikmati keberhasilan mencapai cita-cita,” papar Prof. Mukhlisin.

Sebagai mahasiswa Bidikmisi harusnya lebih bersemangat menjadi sarjana plus plus dimana nanti ketika lulus menjadi pencipta kerja bukan pencari kerja. Perlunya keseimbangan kegiatan kurikuler (perkuliahan), ekstrakulikuler (kegiatan di luat perkuliahan di kampus) dan kegiatan kemasyarakatan. “Jika perlu, buatlah rencana akademik bersama dengan dosen pembimbing akademik. Jadilah pembelajar mandir dan yang terpenting, ingat! Siklus plan do check action,” pungkasnya.

Dalam kesempatan ini, dilaksanakan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara UNTIDAR dengan Kepolisian Resor Magelang Kota. Penandatangan MoU ini dilaksanakan oleh Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Ir. Mukh Arifin, M.Sc. dengan AKBP Idham Mahdi, S.I.K., M.A.P.

“Polri selalu berusaha memberikan jaminan kemananan untuk seluruh warganya terutama untuk menjamin keberlangsungan pendidikan di kampus. Polres bersinergi dan mendukung proses belajar mengajar khususnya di UNTIDAR,” kata AKBP Idham Mahdi.

Beliau menegaskan kebebasan berpendapat itu tidak dilarang namun selayaknya dilakukan secara tertib tidak mengganggu ketertiban umum. “Bagi mahasiswa yang ingin mengutarakan aspirasinya jangan merusak dan mengganggu ketertiban umum. Lakukan dengan tertib dan sopan,” tuturnya. (DN/HDN)

UNTIDAR JUARA DI PIMNAS DAN PCTA 2019

Universitas Tidar menjuarai Lomba Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS) dan Parade Cinta Tanah Air (PCTA) Tahun 2019 yang keduanya berlangsung di Bali. Meraih Juara Presentasi Favorit dalam kategori PKM-PE (Program Kreatifitas Mahasiswa Penelitian Eksakta ) kelas 2 dalam PIMNAS lalu. Tiap kelas dibagi menjadi 20 tim dari 120 tim PKM-PE yang maju. Berbeda dengan PCTA yang lombanya bertingkat dari tingkat provinsi ke tingkat nasional, UNTIDAR lolos hingga tingkat nasional dan meraih Juara Favorit tahun ini.

Lomba Parade Cinta Tanah Air (PCTA) 2019 di Bali pada 09-13 September 2019 lalu, UNTIDAR mengusung inovasi alat Hydroponic Fodder with Temperature Sensor and Automatic Sprayer (Hydertetoyer) sebagai media tanam hidroponik fodder yang merupakan teknologi alternatif untuk memproduksi pakan hijauan tanaman jagung yang dibuat dengan bahan seadanya. Pasangan Sri Widiastuti dan Nur Achmad Purnama Nugraha pada awalnya membuat alat tersebut dengan menggunakan kayu dan triplek dengan dipadukan alat semprot otomatis secara sederhana. Kedua mahasiswa dari program studi peternakan tersebut berangkat mewakili UNTIDAR dalam bimbingan Tri Puji Rahayu, S.Pt., M.P. dan Retno Dewi Pramodia Ahsani, S.I.P., M.P.A.

Menurut Retno lomba PCTA tahun ini lebih ketat bersaing dan beragam inovasi yang dimunculkan oleh masing-masing peserta. Sebanyak 68 peserta yang mengikuti lomba, UNTIDAR meraih Juara Favorit. “Lomba tahun ini persaingannya lebih ketat dan jumlah peserta yang meningkat, UNTIDAR kali ini meraih Juara Favorit”, jelasnya.

Tim PKM-PE yang maju mewakili UNTIDAR di PIMNAS tahun ini beranggotakan Suwasdi (mahasiswa prodi agroteknologi 2016) selaku ketua, Mahdalina Mursilati (mahasiswa prodi agroteknologi 2017) dan Surya Bagus Purnomo (mahasiswa prodi peternakan 2016). PKM-PE ini membuat inovasi mengolah limbah kulit kacang tanah menjadi Extraordinary Peanut Shells Prebiotic (EXOTIC). EXOTIC menggunakan pemanfaatan limbah dalam bidang teknologi pangan yaitu kulit kacang tanah yang dikaji secara optimal untuk menghasilkan makanan bagi bakteri prebiotik.

Suwasdi mengungkapkan keikutsertaanya dalam PIMNAS mewakili UNTIDAR merupakan suatu kebanggaan dan kesedihan bagi dirinya. “Saya bangga mewakili UNTIDAR di lomba PIMNAS itu sekaligus juga merasa sedih karena ini menjadi tahun terakhir mengikuti PKM, giliran Mahda dan Bagus yang nanti merangkul adik angkatannya untuk ikut serta ke PKM selanjutnya” , ungkapnya. Disisi lain Widi mengungkapkan keikutsertaannya dalam lomba PCTA lalu memicu ia untuk ikut serta kembali tahun depan.” Tahun depan ingin coba lagi dengan lebih mempersiapkan ide yang sesuai dan inovatif”, katanya.

Mahasiswi peraih beasiswa bidikmisi tersebut menambahkan persaingan lomba di tingkat nasional merupakan ajang bersaing antar perwakilan provinsi yang lebih sulit dibandingkan saat lomba di tingkat provinsi, mental peserta harus siap dan dukungan dari pendamping sangat berkontribusi. “Bersaing dengan tiap juara di provinsinya selain mental yang harus disipkan, maka kontribusi pendamping sangat diperlukan mengingat dari persiapan hingga ke tahpa ini meraka yang memberikan arahan dan memotivasi kita agar dapat menampilan yang terbaik”, tambahnya. (HDN)

50 MAHASISWA UNTIDAR JADI ANGGOTA GENBI

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah menandatangani perjanjian kerja sama progam pemberian beasiswa dengan Universitas Tidar (UNTIDAR) pada kamis (11/09)  lalu. Sebanyak 50 Mahasiswa UNTIDAR berkesempatan menyaksikan langsung penandatangan itu di Ruang Lokakarya, Lantai 8, Gedung Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah. Hari itu juga mereka resmi tergabung dalam anggota Generasi Baru Indonesia (GenBI) yang merupakan komunitas mahasiswa penerima beasiswa BI, bersama dengan Universitas Muria Kudus (UMK) yang turut menerima beasiswa kala itu.

Pembukaan acara oleh Kepala Kantor Perwakilan BI Jateng, Soekowardojo mengatakan untuk membentuk generasi muda yang berkualitas dan mampu bersaing di era revolusi industri ini diciptakan suatu pendidikan nasional yang merupakan bagian penting dari pembangunan nasional Indonesia seutuhnya yang berfungsi mengembangkan kemampuan serta membentuk watak dan peradaban yang bermatabat guna mencerdaskan bangsa.

“Sebagai bentuk kepekaan dan kepedulian akan pendidikan nasional itu maka bank indonesia berperan aktif dalam peningkatan  kualitas sumbaer daya indonesia melalui program pemberian beasiswa yang dapat digunakan untuk mendukung biaya pendidikan jenjang studi atau sebagai penyambung biaya hidup”, katanya.

Penerima beasiswa BI adalah mahasiswa jenjang Strata 1 (S1) dari Perguruan tinggi negeri dan Perguruan tinggi swasta. Perguruan tinggi itu diantaranya Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, Universitas Islam Negeri Walisongo, Institut Agama Islam Negeri Salatiga ditambah dari UNTIDAR dan UMK.

Juga dijelaskan untuk mendapatkan beasiswa ini sebelumnya diadakan monitoring dan kunjungan terlebih dahulu dari pihak BI ke perguruan tinggi yang terkait. Hal yang dilihat diantaranya; akreditasi, sarana dalam kampus, keaktifan perguruan tinggi dan prestasi mahasiswanya. “Kami juga mengirimkan tim untuk melakukan kunjungan sebagai bentuk monitoring dasar penerimaan yang dilihat dari akreditasi saat ini, sarana dari kampus untuk mahasiswa dan juga keaktifan perguruan tinggi sampai pencapaian prestasi mahasiswa, hingga sudah terkumpul sebanyak 270 mahasiswa yang menerima beasiswa BI wilayah Jawa tengah termasuk UNTIDAR dan UMK.

Selain adanya monitoring juga dilakukan tahap wawancara kepada seluruh calon penerima beasiswa yang kemudian ditetapkan menjadi penerima beasiswa. Priorotas program studi atau jurusan yang sesuai dengan syarat diantaranya,  jurusan dari Ilmu Ekonomi atau Ekonomi Pembangunan, Manajemen atau Pendidikan Ekonomi Manajemen, Akuntansi atau Pendidikan Akuntansi, Perbankan atau Keuangan Syariah, Ekonomi Islam atau Ekonomi Syariah, Matematika atau Pendidikan Matematika, Statistika, Pertanian atau Peternakan atau Agribisnis atau Hortikultura, Sosial Ekonomi Pertanian atau Sosial Ekonomi Perikanan, Ilmu Hukum atau Hukum Ekonomi Syariah, Ilmu Pemerintahan, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Komunikasi atau Ilmu Komunikasi, Teknologi informasi, Sistem Informasi serta Ilmu Komputer atau Informatika.

Selain itu penerima beasiswa juga diwadahi oleh komunitas dan pelatihan-pelatihan secara berkala dengan disebut GenBI serta sejumlah 50 mahasiswa penerima beasiswa akan mendapatkan masing- masing Rp 5.000.000,00 dibayarakan pada bulan september.

PENGUMUMAN PENETAPAN PENERIMA PENGGANTI BIDIKMISI UNTIDAR TAHUN 2016, 2017 DAN 2018. SEMESTER GASAL TAHUN AKADEMIM 2019/2020

SK Penggantian mahasiswa Bidikmisi 2019 Gasal 18 mahasiswa