HMTS UNTIDAR Mengadakan Civil Engineering Education Festival (CEEF) 2022

Civil Engineering Educatian Festival (CEEF 2022) merupakan program kerja HMTS UNTIDAR berskala nasional. Acara ini bertujuan mengembangkan kualitas sumber daya mahasiswa, dengan mengembangkan kreativitas dan ilmu pengetahuan di bidang akademik. CEEF 2022, terdiri dari tiga kegiatan.

Kegiatan pertama sebagai pembuka dari rangkaian CEEF 2022, yaitu National Tidar Bridge Competition (NTBC) yang diadakan pada tanggal 15 Agustus s.d. 31 Oktober 2022, dimana NTBC ini merupakan Lomba Rancang Bangun Jembatan Balsa, yang ditujukan untuk semua mahasiswa D3, D4, serta S1 Teknik Sipil di Indonesia. NTBC 2022 bertema “Perencanaan Jembatan Kokoh, Efisien, dan Realistis Untuk Kemajuan Insfrastruktur di Indonesia”. Tujuan diselenggarakannya lomba NTBC 2022, yaitu untuk mengembangkan kreativitas mahasiswa sehingga tercipta inovasi baru dalam perancangan jembatan yang kokoh, efisien, dan realistis.

Metode pelaksanaan lomba NTBC terdiri dari tahap seleksi proposal, pembuatan model jembatan, pembuatan video animasi jembatan 3D, pengujian pembebanan dan presentasi. Ada tiga juri yang berkontribusi dalam menyukseskan NTBC 2022. Juri pertama adalah Dr. Yudhi Arnandha, M.T., CIQnr, juri kedua adalah Achmad Rafi’ud Darajat, S.Pd., M.Eng, dan juri ketiga, Dr. Rahmani Kadarningsih, S.T., M.T.

Tanggal 29-30 Oktober 2022,  adalah pelaksanaan kegiatan workshop berjudul “Penggunaan Autodesk Civil 3D dalam Perencanaan Jalan”. Acara ini dihadiri oleh para dosen, praktisi dan mahasiswa Teknik Sipil dari berbagai angkatan. Workshop dibuka oleh Ketua Jurusan Teknik Sipil UNTIDAR, Muhammad Amin S.T., M.T. Pemateri adalah Najib Bagus Prasetya, yang merupakan Officer BIM Divisi infrastuktur 2 di PT. PP (Persero). Kegiatan workshop pada CEEF 2022 kali ini membahas tentang perencanaan jalan menggunakan software Autodesk Civil 3D dari tahap perencanaan sampai dengan penghitungan volume pekerjaan.

Para peserta workshop mendapatkan fasilitas modul pelatihan, video recording selama pelatihan, e-sertifikat dan pendampingan melalui whatsapp group selama satu bulan.  Pemateri dan para dosen teknik sipil berharap, para mahasiswa mampu menerapkan aplikasi tersebut, dan tersertifikasi.  Najib Bagus Prasetya merupakan ahli dalam penguasaan aplikasi, penerapan perencanaan sampai perhitungan volume pekerjaan dari software Autodesk Civil 3D.

Rangkaian CEEF 2022 HMTS UNTIDAR ditutup dengan Seminar Nasional, dengan tema utama “Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan Dengan Metode Prefabrikasi Pada Era Revolusi Industri 4.0”. Kegiatan dilaksanakan di Gedung Kuliah Umum Dr. H. R. Suparsono Universitas Tidar. Acara seminar ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Ir. Mukh Arifin, M. Sc., serta dimoderatori oleh Herlita Prawenti, S.T., M.T. Para narasumber yaitu : Dika Ananditya (Modular R&D Engineer PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk), dengan materi “MODULAR A Global Living Solution For A Better Future”, dan Dr. Ir. AR. Hanung Triyono, M.Si (Kepala Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah), dengan materi “Revolusi Industri 4.0 dan Pembangunan Berkelanjutan,” yang difokuskan pada bidang prefabrikasi. 

Seminar dimeriahkan dengan Awarding Ceremony Lomba National Tidar Bridge Competition  Juara 1 diraih oleh Tim Logawa Wajramani (Universitas Jember), Juara 2 diraih oleh Tim Prawara (Universitas Tidar), Juara 3 diraih oleh Tim Bimasena Escapade (Universitas Negeri Yogyakarta), dan Juara Desain Terbaik diraih oleh Tim Prawara (Universitas Tidar).

Humas UNTIDAR

UKM Pelita Gelar First Gathering 2022

Unit Kegiatan Mahasiswa Penalaran Ilmiah dan Kreativitas Mahasiswa (UKM Pelita) UNTIDAR mengadakan kegiatan First Gathering 2022, Sabtu dan Minggu (22-23/10). First Gathering merupakan kegiatan tahunan UKM Pelita yang diselenggarakan sebagai salah satu rangkaian open recruitment Pelita Muda. First Gathering diadakan di Balkondes Duta Menoreh, Borobudur, Magelang.

Nafisa Khoiriah, perwakilan panitia First Gathering UKM Pelita 2022, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan First Gathering adalah sebagai wadah bagi Pelita Muda dan fungsionaris UKM Pelita untuk saling mengenal, sehingga kedepan dapat menjalankan kepengurusan dengan baik.

First Gathering menghadirkan 2 orang alumni UNTIDAR, yaitu Singgih Adi Nugroho, S.Pd. (wisudawan terbaik periode 61) dan Rastono (lulusan Fakultas Ekonomi yang sukses berwirausaha), untuk sharing dan memberikan inspirasi.

“Saat menjadi mahasiswa, akan lebih asyik jika tak hanya berkutat dengan perkuliahan, tapi juga aktif berorganisasi,” tutur Singgih Adi Nugroho selaku pemateri 1. Ia mengutarakan bahwa seorang mahasiswa tetap dapat berpretasi tanpa menghilangkan loyalitasnya dalam berorganisasi. “Beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut adalah dengan menjadwalkan segala aktivitas yang penting, menyelesaikan urusan berdasarkan skala prioritas, tidak menunda pekerjaan, belajar dengan efektif dan efisien, mengikuti kegiatan penunjang pengembangan diri, serta jangan lupa berdoa,” urainya. “Jika lelah, rehat sebentar, bukan berhenti. Jika gagal, bangkit lagi, jangan patah semangat. Satu-satunya alasan untuk berhenti adalah, jika sudah selesai,” katanya saat memotivasi para Pelita Muda 2022.

Sementara itu, pemateri kedua, Rastono, mengatakan bahwa sebagai organisatoris muda, kita perlu membangun personal branding. Personal branding merupakan proses membentuk persepsi masyarakat terhadap aspek-aspek yang dimiliki seseorang. Ia mengatakan bahwa personal branding terdiri atas nilai, keahlian, dan kebiasaan yang merupakan komponen utama, serta penampilan diri, keunikan diri, dan keaslian diri yang merupakan komponen pendukung. “Cara membangun personal branding dapat dilakukan dengan mencari tahu siapa diri kita pribadi, menentukan tujuan yang jelas, menjaga konsistensi, membuat konten yang sesuai dengan tujuan personal branding pribadi, dan memperluas relasi,” jelasnya.

Selain pencerahan dari para pemateri, kegiatan First Gathering yang berlangsung selama 2 hari ini juga dimeriahkan dengan games, nobar (nonton bareng film inspiratif) dan pentas seni.

Penulis : Humas

UKM Bengkel Seni UNTIDAR Juara 2 Lomba Teater Sudirman

UKM Bengkel Seni Universitas Tidar, berhasil meraih gelar juara 2 pada lomba Teater Sudirman yang dilaksanakan di Museum Sudirman Kota Magelang. Lomba Teater Sudirman diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, dalam rangka menjadikan museum sebagai media edukasi sejarah bagi masyarakat. Lomba diadakan Rabu (26/10)

Mendapatkan urutan tampil pertama, Teater Kangkung Bengkel Seni UNTIDAR tampil begitu percaya diri. “Alhamdulillah penampilan tidak mengecewakan, meskipun hanya memiliki waktu 1 minggu untuk latihan,” ujar Adinda, salah satu crew Bengkel Seni. 

“Persiapan untuk mengikuti lomba bisa dibilang sangat minim, dikarenakan terlambatnya informasi tentang lomba Teater Sudirman. Kita baru tahu ada lomba sekitar tanggal 11 Oktober, 2 hari kemudian kita baru dapat informasi juknis kegiatan. Setelahnya baru bisa mempersiapkan naskah, dan memilih aktor yang cocok sesuai dengan naskah. Penyusunan naskah dan konsep butuh waktu beberapa hari sampai benar – benar matang, baru kemudian para aktor bisa latihan hanya sekitar satu minggu,” urainya.

Teater Kangkung dari UKM Bengkel Seni UNTIDAR menampilkan pementasan teater dengan naskah asli berjudul “Benteng Terakhir Kedaulatan,” yang dibuat oleh Hasan Cendol, salah satu anggota UKM Bengkel Seni. Naskah ini menceritakan tentang Jendral Sudirman dan rekan-rekannya di hari – hari terakhir perang gerilya di desa Sobo. Jendral Sudirman bersama para rekan mengatur strategi guna memperjuangkan kemerdekaan Indonesia 100%.

Keikutsertaan Bengkel Seni terkait edukasi museum bukan hanya pada lomba Teater Sudirman. Sebelumnya Bengkel Seni juga berkolaborasi dengan museum BPK RI dalam acara Museum BPK RI Fest. “Selain turut andil memberikan edukasi tentang museum, kami berharap melalui berbagai kegiatan yang kami ikuti bisa turut memperkenalkan divisi teater UKM Bengkel Seni pada masyarakat umum di sekitar Kota Magelang,” pungkas Sulthan selaku ketua Bengkel Seni UNTIDAR.

Penulis : Humas

UKM Penalaran Ilmiah dan Kreativitas Mahasiswa Sukses Gelar Pelita Fair 2022

Unit Kegiatan Mahasiswa Penalaran Ilmiah dan Kreativitas Mahasiswa (UKM Pelita) UNTIDAR menggelar Pelita Fair. Pelita Fair adalah event skala nasional, terdiri atas  Business Plan Competition untuk mahasiswa, dan Lomba Esai untuk pelajar SMA/Sederajat. Lomba dilaksanakan secara daring, dimulai tanggal 15 Juli, dan berakhir tanggal 8 Oktober 2022.

Setelah melewati beberapa tahap seleksi, 3 tim bisnis berhasil menjadi juara :

  • Juara I, diraih oleh kelompok yang diketuai oleh Bagus Adi Prayoga (Universitas Negeri Yogyakarta), dengan judul karya “OSA JOZZ” Organic Odor Shoe Absorder: Peluang Bisnis Berkelanjutan Melalui Pengelolaan dan Pemanfaatan Kembali Ampas Kopi Joss dan Kulit Limbah Jeruk di Kawasan Malioboro DIY
  • Juara II, diraih kelompok yang diketuai oleh Arinda Hikma Wati (Universitas Tidar), dengan judul karya TOP (Environment of Product) Hijab Batik Scraf Ecoprint
  • juara III, diraih oleh kelompok yang diketuai oleh Septian Yoga Prabowo, dengan judul karya Small Integrated Business Farm in Urban Area Business Proposal.

Pada kompetisi Lomba Esai Pelita Fair 2022, peringkat 3 besar, yaitu:

  • Juara I, diraih oleh Edi Mustofa Yulianto (SMAN 1 Maos, Cilacap), dengan judul karya Pemanfaatan Daun Sirsidah Menjadi Biofilter Knalpot Berbasis Ardunino
  • Juara II, diraih oleh I Putu Wirajaya Mahardika (SMAN 8 Denpasar), dengan judul karya “AESTORY”: Edukasi Sejarah GenZ Berbasis Virtual Experience Berkonsep Belajar Sambil Bermain Berlandaskan UUDNRI 1945
  • Juara III, diraih oleh Ni Ketut Artini (SMAN Bali Mandara), dengan judul karya Persiapkan Diri Menjadi Generasi Pencipta, Bukan Penikmat (Optimalisasi Peran Pelajar dalam Program Riset Based School Menyongsong Indonesia Emas 2045)

Pembina UKM Pelita, Tri Puji Rahayu, S.Pt., M.P. menyampaikan harapannya, agar Pelita Fair bisa diadakan secara rutin, dan menjadi ciri khas dari UKM Pelita UNTIDAR. “Semoga di tahun-tahun berikutnya, Pelita Fair bisa dipersiapkan dengan lebih matang, bisa diikuti lebih banyak peserta, dan menjadi ajang kompetisi skala nasional yang diperhitungkan,” imbuhnya.

Penulos : Humas

“Semangat Mengabdi Untuk Anak Negeri”, Sumbangsih HIMADIKTAR Bagi Warga Desa Kwaderan Kajoran

HIMADIKTAR Mengabdi merupakan salah satu program kerja dari Divisi Sosial Masyarakat Himpunan Mahasiswa Bidikmisi/KIP-K UNTIDAR (HIMADIKTAR). Kegiatan HIMADIKTAR Mengabdi untuk kedua kalinya ini mengusung tema “Semangat Mengabdi Untuk Anak Negeri”, diikuti oleh seluruh fungsionaris dan anggota aktif HIMADIKTAR. HIMADIKTAR Mengabdi #2 diadakan pada hari Jumat s/d Minggu, 21 s.d. 23 Oktober 2022, di Desa Kwaderan, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang.

Dr. Farikhah, M.Pd., selaku Pembina HIMADIKTAR menyampaikan bahwa mahasiswa harus mampu mewujudkan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu mengabdi kepada masyarakat. “Sudah menjadi tanggungjawab seorang mahasiswa untuk membawa perubahan ke arah yang lebih baik bagi lingkungan sekitar. Semoga kegiatan HIMADIKTAR Mengabdi ini dapat membawa kebermanfaatan dan keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat,” katanya.  

Rangkaian acara HIMADIKTAR Mengabdi diawali dengan sosialisasi yang dihadiri kurang lebih 15 peserta, dari anggota IPNU dan IPPNU Desa Kwaderan. Pemateri sosialisasi adalah Fatimah Kartika Ningrum, S.Pd. (alumnus UNTIDAR dan eks anggota HIMADIKTAR). Tujuan diadakannya sosialisasi ini adalah memberikan edukasi terkait pentingnya kuliah. Di hari pertama pengabdian, mahasiswa juga memberikan pengajaran di TPQ Dusun Krajan 1 dan Dusun Salakan.

HIMADIKTAR Mengabdi #2 di hari kedua, difokuskan pada pengajaran di Sekolah Dasar dan sosialisasi UMKM. Untuk kegiatan pengajaran diselenggarakan di SD Kwaderan 1 dan SD Kwaderan 2. Mahasiswa memberikan pengajaran kepada siswa Sekolah Dasar tentang pola hidup sehat yang baik dan benar. Sedangkan sosialisasi UMKM ditujukan kepada para pelaku usaha geblek dan gula jawa di Desa Kwaderan, khususnya Dusun Salakan, dengan tujuan untuk meningkatkan nilai jual produk lokal khas Desa Kwaderan.

Salah satu permasalahan yang dihadapi para pelaku usaha adalah hasil produksi geblek yang tidak bisa tahan lama dan mudah bantat. Adhi Surya Perdana, S.P., M.Sc. (dosen Faperta UNTIDAR) selaku pemateri sosialisasi UMKM mengatakan, solusi dari permasalahan para pelaku usaha geblek dapat diatasi dengan menjaga kehigienisan produk dan mencoba inovasi dengan metode frozen food untuk ketahanan produk geblek. Geblek frozen bisa lebih awet sehingga bisa di pasarkan di seluruh wilayah Indonesia. “Selain tahan lama, produk geblek dengan metode frozen food dapat mengurangi biaya yang dikeluarkan, sehingga keuntungan yang didapatkan akan lebih banyak,” paparnya.

Hari terakhir pengabdian, Minggu 23 Oktober 2022, mahasiswa peserta HIMADIKTAR Mengabdi melakukan kegiatan bersih-bersih di lingkungan masjid Dusun Salakan. Mahasiswa juga memberikan beberapa peralatan kebersihan untuk masjid.

Penutupan kegiatan HIMADIKTAR Mengabdi #2  diselenggarakan di Balai Desa Kwaderan, dengan dihadiri oleh Kepala Desa Kwaderan. KADES Kwaderan, Joko Sulistiyanto menyampaikan rasa terimakasih kepada HIMADIKTAR yang telah melaksanakan pengabdian di desa Kwaderan. “Terimakasih karena memilih Desa Kwaderan sebagai tempat pengabdian. Harapannya adik-adik mahasiswa dapat berbaur dan memberikan pengaruh positif bagi masyarakat, sehingga desa Kwaderan dapat lebih maju dan berkembang,” ungkapnya.

HIMADIKTAR Mengabdi #2 diharapkan dapat meningkatkan eksistensi Universitas Tidar pada umumnya dan branding dari HIMADIKTAR secara khusus. Selain itu kegiatan ini juga bertujuan agar warga  Desa Kwaderan dapat lebih terbuka terhadap perubahan dengan melakukan inovasi-inovasi pada pengolahan produk khas desa yaitu geblek, sebagai upaya peningkatan nilai jual produk.

Penulis : Humas

UKM IQSAN UNTIDAR KENALKAN PEMBUATAN WAYANG PLASTIK DI KELURAHAN TIDAR UTARA

Unit Kegiatan MahasiswaIlmu Al-Qur’an dan Seni Rebana (UKM IQSAN) UNTIDAR melaksanakan program pengabdian masyarakat di Kampung Gumuk Sepiring, Kelurahan Tidar Utara, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang. Kegiatan ini merupakan bagian dari  Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa). Tim UKM IQSAN mengenalkan pembuatan wayang dari plastik bekas. Sasaran program adalah 20 orang warga yang bermatapencaharian sebagai pemulung. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kreatifitas pemanfaatan sampah plastik.

“Program ini berawal dari banyaknya warga Kampung Gumuk Sepiring yang bermata pencaharian sebagai pemulung. Kita pun memiliki gagasan untuk meningkatkan nilai tambah dari sampah khususnya plastik yang telah mereka kumpulkan,” ujar Ketua PPK, Rifqi Tiara Febriyanti (Kiki)

Pelatihan pembuatan wayang dari plastik ini merupakan program pengabdian masyarakat yang didanai oleh Kemenristekdikti. Kiki dan tim mengajak warga Kelurahan Tidar Utara khususnya warga di Kampung Gumuk Sepiring untuk menghasilkan produk wayang dari sampah plastik. Kiki melaksanakan program pelatihan ini bersama 14 orang anggota tim yang berasal dari berbagai prodi, dibimbing oleh Novitasari, M.Pd. (dosen prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia). Program berlangsung dari bulan Juli s.d. Desember 2022, dengan Kelurahan Tidar Utara sebagai desa mitra.

Kiki menjelaskan, program pelatihan pembuatan wayang dari plastik juga merupakan upaya melestarikan budaya Jawa, dan bisa turut mendukung langkah untuk mewujudkan Gumuk Sepiring sebagai kampung wisata.  

“Pembuatan wayang diawali dengan pengumpulan limbah plastik terlebih dahulu. Setelah terkumpul, plastik disatukan dengan menggunakan setrika. Proses penyetrikaan plastik dilakukan satu per satu agar setiap lapisan plastik bisa merekat dengan baik. Plastik yang digunakan dalam pembuatan satu wayang sekitar 10 lapis, sehingga lapisannya akan tebal dan kokoh,” tutur Kiki.

Lebih lanjut ia menjelaskan, tahap pembuatan wayang setelah proses setrika ialah pembuatan pola. Setelah pola wayang jadi, dilanjutkan dengan  proses pemotongan, lalu pewarnaan. “Pewarnaan pada wayang disebut juga dengan proses sungging. Setelah proses sungging, kita buat bentuk detail dari wajah, pakaian, bentuk tangan, dan lipatan-lipatannya secara terperinci. Terakhir, proses pemasangan bagian lengan pada wayang dan pemasangan bamboo pada wayang agar bisa dimainkan. Kegiatan ini rutin dilakukan setiap Minggu. Harapannya, produk wayang ini dapat dijual ke pasaran baik secara offline maupun online,” urai Kiki.

Selain memberikan pelatihan pembuatan wayang plastik kepada warga, tim PPK UKM IQSAN UNTIDARjuga mengenalkan kepada warga tentang kebudayaan Islam, yaitu seni rebana. Diharapkan seni rebana bisa menarik empati warga untuk terus aktif dalam pelatihan pembuatan wayang plastik, selain itu sesuai dengan visi misi UKM IQSAN untuk terus mengembangkan ilmu Al-Quran dan Seni Rebana.

Penulis: Izzudin Abdul Faroj, Arinda Hikma Wati.

Editor : Humas UNTIDAR

HIMPUNAN MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA UNTIDAR INOVASIKAN OLAHAN ANYAMAN BAMBU MENJADI BESEK HAMPERS DI DESA BALESARI.

Indonesia merupakan negara yang berkomitmen mendukung pelaksanaan SDGs (Suistanable Development Goals). Tujuannya antara lain meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mengusahakan pekerjaan yang layak. Kabupaten Magelang saat ini sedang gencar melaksanakan program untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan lapangan kerja yang luas. Data menunjukkan bahwa jumlah penduduk miskin pada tahun 2019 sejumlah 137.450, tahun 2020 sejumlah 146.340, dan pada tahun 2021 sejumlah 154.910. Angka kemiskinan ini lah yang menjadi permasalahan inti di Kabupaten Magelang. Perlu adanya sebuah program berkesinambungan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja yang layak.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Himpunan Mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Tidar (HIMATIKA UNTIDAR) mencetuskan program INADEP (Inovasi Anyaman Bambu menjadi Besek Hampers), yaitu sebuah program pemberdayaan yang dilaksanakan di desa Balesari, Windusari, dengan tujuan untuk meningkatkan profitabilitas dan menciptakan sociopreneur baru di Desa Balesari. Tim beranggotakan 15 mahasiswa, yaitu Alifatul Chasanah, Lailatul Asria, Rista Nur Eka Budiyani, Ahmad Syaifuddin, Alfin Sulaiman, Arya Dhamma Sariputta, Dewi Noor Kholifah, Egi Alifaki, I’anatul Hidayah, Olivia Listyaning Premastin, Rafi Marcelino, Siti Sholikah, Siti Nur Rodhiyah, Iqbal Kurniawan, dan Yusuf Budi Hartono.

Hasil identifikasi yang dilakukan oleh Alifatul dan tim menunjukkan, bahwa penduduk desa Balesari sebagian besar pekerjaannya adalah pengrajin anyaman bambu. Beberapa olahannya seperti kipas, kepang, dan besek. Sumber daya alam berupa bambu yang melimpah juga menjadi alasan mengapa rata-rata pekerjaan disini adalah pengrajin bambu.

Alifatul dan tim melihat adanya potensi usaha yang masih bisa dikembangkan dari para pengrajin bambu di Desa Balesari, yaitu inovasi besek menjadi hampers. Tercetuslah INADEP (Inovasi Anyaman Bambu menjadi Besek Hampers). Melalui program ini tim HIMATIKA UNTIDAR berupaya untuk meningkatkan nilai guna anyaman bambu besek menjadi bentuk olahan besek yang bernilai jual tinggi yaitu besek hampers.

Namun, masalah yang dihadapi para pengrajin adalah pada minimnya partisipasi masyarakat, tidak tersedianya sarana prasarana, proses pemasaran, dan kurangnya kreatifitas masyarakat dalam mengolah atau menginovasikan anyaman bambu tersebut sehingga memiliki nilai jual yang tinggi. “Melalui program INADEP ini, kami ingin mengajak masyarakat bekerjasama meningkatkan kemampuan serta keterampilan dalam mengolah anyaman bamboo. Harapannya program ini bisa menambah penghasilan masyarakat di Desa Balesari,” jelas Alifatul selaku ketua tim pelaksana.

Program INADEP dilaksanakan selama 5 bulan, terhitung sejak bulan Juli sampai November 2022. Adapun kegiatannya berupa : Sosialiasasi Program, Pelatihan Pembuatan Besek, Pelatihan Inovasi Besek Menjadi Besek Hampers, Pelatihan Digital Marketing, dan Pelatihan NIB (Nomor Induk Berusaha).

“Saat ini program masih dalam tahap pelaksanaan. Kami telah membekali masyarakat dengan pelatihan digital marketing, tujuannya agar masyarakat bisa melakukan pemasaran secara digital, sehingga jangkauan produk semakin luas dan dikenal dimana-mana. Selain itu kami juga mengadakan pelatihan tentang Nomor Induk Berusaha (NIB) untuk mengenalkan tentang bagaimana usaha yang dilakukan harus memiliki legalitas berupa NIB. Kami tentunya sangat berharap program ini bermanfaat luas bagi masyarakat desa Balesari” urai Alifatul.

Program “Peningkatan Profitabilitas Sociopreneur Desa Balesari dengan INADEP (Inovasi Anyaman Bambu Menjadi Besek Hampers) Berbasis Digital Marketing”, adalah salah satu program dari organisasi mahasiswa UNTIDAR yang berhasil lolos seleksi PPK ORMAWA (Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa)  Kemendikbudristek tahun 2022. Melalui program ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan sekitar, dan mempu berkontribusi bagi masyarakat desa agar terbangun Desa Binaan yang aktif, mandiri, berwirausaha, dan sejahtera.

Penulis : Humas

PPK BEM FKIP UNTIDAR GAGAS SEKOLAH PEREMPUAN DI DESA KALIREJO

Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa), merupakan program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi oleh organisasi kemahasiswaan yang berada di perguruan tinggi. Program ini diadakan dan diawasi langsung oleh  Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Ditjen Diktiristek

PPK Ormawa bertujuan untuk meningkatkan mutu organisasi kemahasiswaan dengan kegiatan pembelajaran di masyarakat, sekaligus mempraktikan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Dengan terselenggaranya kegiatan nyata di masyarakat, kapasitas dan kemampuan organisasi kemahasiswaan diharapkan akan lebih bermakna sebagai wadah mahasiswa mengembangkan soft skills, sesuai yang diharapkan oleh pemerintah, agar mahasiswa bisa menjadi SDM Unggul. Pelaksanaan PPK Ormawa juga diharapkan akan mampu meningkatkan kualitas Ormawa, dan berdampak pada karakter mahasiswa yang berjiwa Pancasila, memiliki daya kepemimpinan dan kemampuan bekerja sama dalam tim.

Tim PPK BEM FKIP Universitas Tidar adalah salah satu tim PPK Ormawa UNTIDAR yang berhasil meraih hinah pendanaan. PPK BEM FKIP mengambil tema terkait dengan Sekolah Perempuan, didasari oleh permasalahan-permasalahan yang hadir di masyarakat terutama di desa Kalirejo, Salaman, Kabupaten Magelang,  yaitu tentang maraknya pernikahan usia dini. Program SERUMPI digagas oleh PPK Ormawa BEM FKIP, yang didesain untuk memberdayakan perempuan di desa Kalirejo agar mampu meningkatkan kualitas hidupnya, dan mampu mencapai kesejahteraan hidup dalam keluarganya.

Jumlah anggota yang tergabung dalam kelas SERUMPI sebanyak 30 orang, berasal dari 10 dusun di desa Kalirejo. Ibu-Ibu warga desa Kalirejo ini nantinya akan mengikuti serangkaian program dari SERUMPI yaitu kegiatan keagamaan, pendidikan, kewirausahaan dan kesehatan, yang dilaksanakan dalam kurun waktu 5 bulan.

Agenda pertama yang digelar pada kelas SERUMPI adalah Keagamaan dengan judul kegiatan “Islamic of Serumpi”, yang termasuk dalam kurikulum dasar. Tema yang diusung adalah “Peran Muslimah Dalam Berkeluarga dan Kebudayaan Islam”. Kegiatan dilaksanakan di tanggal 8 dan 10 September 2022, bertempat di balai desa Kalirejo.

Pemateri dalam kegiatan ini adalah Nur Rofiq, S.Pd.I., M.Pd.I., M.H. Ia merupakan dosen Mata Kuliah Agama Program Studi Hukum UNTIDAR, yang juga aktif di kegiatan keagamaan kampus baik di internal maupun eksternal kampus.  Materi yang disuguhkan mengenai bagaimana memperkuat pondasi agama dalam diri masyarakat, dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Pada kegiatan ini, tim PPK BEM FKIP juga melaksanakan pelatihan budaya keagamaan berupa pelatihan rebana, dengan  menggandeng UKM Iqsan Universitas Tidar.

Penulis : Humas

GEBYAR BENASIC: BERKARYA ATAS SATU NAMA #BENGKELSENI

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bengkel Seni Universitas Tidar (UNTIDAR) berhasil menggemparkan panggung terbuka Museum BPK RI, dengan mengadakan pentas pertunjukan seni dengan tajuk Bengkel Seni Act and Music (BENASIC), pada hari Sabtu tanggal 1 Oktober 2022. Acara ini berhasil menarik perhatian dari ratusan penonton sejak pukul 14.30 hingga selesai.

BENASIC merupakan bentuk pentas produksi yang digelar oleh UKM Bengkel Seni yang menampilkan berbagai penampilan seperti pentas sastra, tari, teater, musik, pameran rupa dan foto, serta penampilan musik band ternama di Magelang sebagai penutup acara, yang berhasil menarik penonton untuk berjoged bersama.

BENASIC digelar sebagai bentuk harmonisasi dari berbagai kesenian, sehingga dapat diterima oleh berbagai lapisan masyarakat. Tak hanya itu, dengan diadakannya BENASIC membuka peluang belajar bagi mahasiswa untuk berani melakukan kolaborasi dan terjun ke dunia industri kreatif.

Meskipun sempat diguyur hujan, tidak menyurutkan semangat penonton untuk tetap menikmati petunjukan kesenian dari Bengkel Seni, seperti Teater Kemurahan Hati, Sastra Ora Sepi, DIMBS, Tari Dinar, Pameran Generasi Rupa Ceria, dan Pameran Foto Now You See Me, dan penampilan dari band Magelang yang sudah punya nama, seperti Intuisi Musik Puisi, band Paranada, band Berkah Dalem, band Chaintone, dan band OM BDSM.

Teater Kemurahan Hati menampilkan pertunjukkan monolog dengan judul “Sekarat Bekarat” karya Puthut Buchori. Sastra Ora Sepi menampilkan karya original dengan membawakan puisi berjudul “Asa dan Cita-Cita”. Tari Dinar menampilkan karya original, yaitu tari Arjuna dengan diiringi musik tradisional yang dimainkan oleh DIMBS. Selama acara, juga berlangsung pameran Generasi Rupa Ceria dan Pameran Foto Now You See Me, yang berhasil menarik perhatian pengunjung dengan karya seni rupa, seperti lukisan dan cetakan foto hasil potret anggota UKM Bengkel Seni.

BENASIC digelar sebagai salah satu cara mengobati kerinduan dalam menyaksikan pentas seni secara terbuka. Setelah dua tahun pandemi Covid 19, akhirnya UKM Bengkel Seni dapat menghidupkan kembali pentas seni di Magelang, dan berharap dapat terus mengembangkan kesenian di Magelang.

Penulis : Humas

MAHASISWA UNTIDAR BORONG GELAR JUARA DI AJANG  MUSABAQAH TILAWATIL QURAN MAHASISWA NASIONAL FKIP SE-INDONESIA

Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa Nasional Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (MTQ MN FKIP) se-Indonesia, tahun ini digelar di kampus Universitas Jambi. MTQ MN FKIP se-Indonesia tahun 2022 mengangkat tema ‘Urgensi Nilai-Nilai Qurani dalam Mewujudkan Generasi Muda Rabbani, Mewujudkan FKIP yang World Class Faculty’.

 “Pelaksanaan MTQ bukan hanya seremonial dan mencari gelar juara, tetapi bagaimana kita mencintai nilai-nilai Quran,” tegas Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Universitas Jambi, Dr. Ir. Teja Kaswari, M.Sc., saat membuka acara

MTQ TN FKIP se-Indonesia tahun 2022 diikuti oleh 158 peserta dari perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Indonesia. Dalam kegiatan ini ada 10 cabang lomba yang dilombakan, yaitu: MTQ, MFQ, MSQ, Tartil, KTI Kandungan Al-Quran, Hifdzil Quran, Khotil Quran Dekorasi, Maulid Berjanji, Debat Ilmiah Bahasa Arab, dan Debat Ilmiah Bahasa Inggris.

Merupakan sebuah kebahagiaan dan kebanggaan, karena delegasi UNTIDAR berhasil memborong gelar juara. Para Jawara yaitu :

Juara III Musabaqoh Tilawatil Quran

  • Setya Agustina (Prodi Pendidikan Biologi)

Juara II Karya Tulis Ilmiah Al Quran

  • Nidham Khaerizakia (Prodi Pendidikan IPA)

Juara 1 English Debate

  • Dita Ariyantika Ramadhani (Prodi Pendidikan Bahasa Inggris)
  • Inas Kamila (Prodi Pendidikan Bahasa Inggris)
  • Suci Safitri (Prodi Pendidikan Bahasa Inggris)

Juara III Musabaqoh Maulud Barzanji

  • Diana Dwi Cahyani (Prodi Pendidikan Matematika)
  • Rofiqotul Fitria (Prodi Pendidikan Matematika)
  • Siti Nur Rhodiyah (Prodi Pendidikan Matematika)
  • Ofi Laili Nur S. (Prodi Pendidikan Matematika)
  • Siti Latifah (Prodi Pendidikan Biologi)