17 Tim Mahasiswa Wirausaha Fakultas Teknik Laksanakan Monitoring dan Evaluasi

Selasa 28 September 2021, bertempat di Ruang Pertemuan Gedung FT3  Universitas Tidar, 17 tim Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) Fakultas Teknik melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi. Kegiatan ini merupakan suatu bentuk pengawasan dan evaluasi yang dilaksanakan dengan tetap memenuhi protokol kesehatan yang disyaratkan. Pada kegiatan monev kali ini, mahasiswa diwajibkan melaporkan hasil kegiatan PMW yang telah dilaksanakan  selama kurang lebih 2 bulan. Masing-masing tim wajib mempresentasikan produk wirausahanya di depan reviewer. 9 orang dosen Fakultas Teknik bertindak sebagai reviewer yaitu Ibrahim Nawawi, S.T., M.T., Xander Salahudin, S.T., M.Eng., Nani Mulyaningsih, S.T., M.Eng., Muhammad Amin, S.T., M.T., Anis Rakhmawati, S.T., M.T., Fuad Hilmy, S.T., M.T., Risky Via Yuliantari, S.Pd., M.Eng., Hery Teguh Setiawan, S.T., M.Eng., dan Lalu Samsul Aswadi, S.T., M.Eng.

Kegiatan monev dibuka oleh  Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Teknik, Ibrahim Nawawi, S.T., M.T. Dalam sambutannya beliau menyampaikan kegiatan PMW Fakultas Teknik Tahun 2021 berjalan dengan sangat baik meskipun masih dalam situasi pandemi. “Saya sangat mengapresiasi semangat dari teman-teman mahasiswa untuk menghasilkan karya wirausaha yang kreatif dan inovatif”, jelasnya.  “Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Program Mahasiswa Wirausaha  ini dilaksanakan guna memastikan usaha dari masing-masing kelompok telah berjalan sesuai rencana. Karena masing-masing tim wajib mempertanggungjawabkan dana stimulus yang telah digunakan”, tambahnya. Acara Monev PMW Fakultas Teknik juga dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNTIDAR, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. “Saya menyampaikan penghargaan kepada Fakultas Teknik yang telah menginisiasi Program Mahasiswa Wirausaha ini. Selain sejalan dengan visi misi UNTIDAR, program ini juga wadah yang sangat tepat bagi mahasiswa di tingkat fakultas untuk mengembangkan jiwa wirausahanya”, urainya.

17 tim yang melaksanakan monev yaitu :

  1. Adi Nurcahyo dan tim : Vasco Da Gama (Vas Coffee dan Gerakan Asrih Mencintai Alam)
  2. Joko Prohantoro dan tim : Pemanfaatan Batere Laptop Bekas Sebagai Powerbank Guna Mengurangi Limbah Logam Berbahaya.
  3. Dzikron Muchlisin dan tim : Penggiling dan Pencetak Pelet Berbahan Limbah Sayuran Sebagai Pakan Ikan Bernilai Ekonomis
  4. Adit Triyono dan tim : Plakat Tidar : Inovasi Pemanfaatan Limbah Serbuk Kayu Menjadi Barang Bernilai Jual
  5. Rizal Mantovani Akbar dan tim : Pemanfaatan Limbah Serbuk Gergaji Kayu Sebagai Media Penanaman Bibit Jamur
  6. Sefrizal Eka Putra dan tim : Smart Egg Incubator Mesin Tetas Telur Berbasis Internet of Things Sebagai Upaya Peningkatan Produktivitas Penetasan Telur
  7. Erfian Gunawan Syah dan tim : Pistonic Kaos Corak Desain Keteknikan
  8. Siti Nurhidayati dan tim : Pot Beton Plastik Ramah Lingkungan’
  9. Muhamad Khoirul Sholeh dan tim : Jam Akrilik Analog Millenial
  10. Dzilan Aulia Sulthon dan tim : Sepeda Mesin Patun Padi
  11. Aditya Ganang Nugroho dan tim : Paving Block Berbahan Limbah Plastik
  12. Kania Titi Serti dan tim : Lukisan Cahaya El Wire
  13. Afrinta Putri Shalma dan tim : Tuin Van Java : Kaos Tie Dye UNTIDAR
  14. Mochamad Riyanto Yanuar dan tim : Manufacturing Services Furniture Jati Belanda
  15. Muhammad Irvan Wicaksono dan tim : Wong Magelang Asli : Kaos Dengan Custom Ikonik Magelang Berbasis Teknologi Augmented Reality
  16. Andika Prasetya dan tim : Miniatur Bonsai Dari Kawat Tembaga
  17. Ahmedayevikramullahirrubba : Tidar Smart Swicth Menggunakan Smartphone

Tim Reviewer Monev PMW melakukan tinjauan terhadap produk yang diciptakan. Poin-poin yang menjadi pertimbangan penting antara lain keunggulan dari produk sejenis yang ada di pasaran, bagaimana sistem penjualan produk, pengaruh inovasi produk dari hasil penjualan, pemodalan serta pengelolaan keuangan. Selain itu reviewer juga melakukan tinjauan terkait pemakaian bahan baku, tenaga kerja yang dibutuhkan dalam menciptakan produk serta pengembangan usaha dalam jangka satu tahun mendatang.

Program Mahasiswa Wirausaha Fakultas Teknik adalah kegiatan rutin yang selalu dilaksanakan setiap tahun. Diharapkan melalui kegiatan semacam ini, mahasiswa Fakultas Teknik yang memiliki minat berwirausaha dapat mengembangkan usahanya lebih dini. Hasil akhir yang diharapkan tentunya semakin berkembangnya wirausahawan-wirausahawan baru yang berpendidikan tinggi dan memiliki pola pikir pencipta lapangan kerja.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum

UPT PKPP UNTIDAR Inisiasi Pencanangan Desa Kwadungan Gunung Menuju Desa Mandiri/Berdikari

UPT Pengembangan Kewirausahaan dan Pembangunan Perdesaan (UPT PKPP) mendapatkan amanah dari Rektor UNTIDAR untuk memberikan perhatian kepada masyarakat sekitar Kledung (desa Kwadungan Gunung), dimana di wilayah tersebut terdapat tanah UNTIDAR, hibah dari Bupati Temanggung. UPT PKPP diharapkan bisa menghidupkan wilayah sekitar Kledung melalui kegiatan ekonomi dan sosial serta pengembangan dan peningkatan SDM. Tim UPT PKPP merancang program pendampingan agar Desa Kwadungan bisa mandiri/ berdikari dengan cara mengkolaborasikan potensi sumber daya manusia dan alam, serta potensi sentra usaha yang sudah berjalan, dengan dinas terkait.

Senin (3/9) UPT PKPP melaksanakan kegiatan Inisiasi Pencanangan Desa Kwadungan Gunung Menuju Desa Mandiri/ berdikari. Kegiatan diisi dengan diskusi bersama tokoh dari organisasi yang ada (Bumdes, Karang Taruna, PKMD, dst), rencana pembuatan Pokdarwis dan AD/ART Bumdes, perencanaan program pengembangan desa sesuai IDM dan peninjauan tanah yang dihibahkan ke UNTIDAR. Lurah Desa Kwadungan Gunung sangat mendukung upaya pengembangan dan pengintegrasian potensi desa (kesenian, wisata, sumber daya alam) demi kemajuan dan  kesejahteraan warga desa.  Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dra. Gema Artisti W, M.M. menyampaikan bahwa Desa Kwadungan Gunung ini masuk pada kriteria desa yang berkembang dengan skor capaian 0,6. Sedangkan untuk menuju Desa Mandiri harus mencapai skor IDM 0,8. “Diharapkan kedepan pendampingan UNTIDAR bisa mendukung tercapainya skor. Adanya pembukaan Agro Techno Park UNTIDAR secara otomatis juga akan meningkatkan aspek aspek terkait perekonomian. Kami berharap niatan baik dari UPT PKPP ini bisa diimbangi dengan peranan pemerintah desa Kwadungan Gunung”, jelasnya.

 Inisiasi Pencanangan Desa Kwadungan Gunung Menuju Desa Mandiri/ berdikari yang diadakan oleh UPT PKPP ini menghadirkan narasumber Novanda Alim Setya N, S.S, M.Hum, Founder Desa Berdikari Kabupaten Kebumen. “Desa Mandiri adalah desa yang memiliki 3 aspek ketahanan, yaitu Ketahanan Sosial, Ketahanan Ekonomi dan Ketahanan Ekologi”, jelas Novanda. “Pendampingan dari UPT PKPP yang memiliki tim dosen tentunya mempercepat langkah Desa Kwadungan Gunung menuju Desa Mandiri. Dengan status tersebut, bantuan dari pemerintah bisa lebih cepat didapatkan. Birokrasi yang seharusnya melewati 3 tahap, dengan menyandang status Desa Mandiri bisa melalui 2 tahap saja. Pokdarwis juga menjadi hal yang mutlak harus ada. Dengan Kelompok Sadar Wisata, sektor wisata punya wadah yang jelas, sehingga lebih mudah untuk dikembangkan”, tambahnya.

Dra. Lucia Rita Indrawati, M,Si., Ketua UPT PKPP UNTIDAR menyampaikan, dengan adanya pendampingan diharapkan bisa menggerakkan warga masyarakat untuk menuju desa yang mandiri dan berdaya saing. “Kami juga mengedukasi warga masyarakat agar mau mengembangkan diri dengan peningkatan kapasitas. Selain itu UPT PKPP berupaya mengintegrasikan potensi yang ada bagi kesejahteraan masyarakat desa Kwadungan Gunung”, jelasnya.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum

Mahasiswa Pendidikan Matematika Untidar, Berdayakan Masyarakat Desa Trasan Olah Ampas Tahu Menjadi Produk Berdaya Jual Tinggi

Kabupaten Magelang saat ini sedang gencar melaksanakan berbagai program  untuk mengurangi tingkat kemiskinan. Kabupaten yang memiliki 1.299.859 jiwa ini, memiliki persentase angka rata-rata kemiskinan sebesar 11,27% pada maret 2020, lebih tinggi dibanding maret 2019 yang sebesar 10,67%. Oleh karena itu, diperlukan program pemberdayaan masyarakat guna menurunkan angka kemiskinan daerah Kabupaten Magelang. Berangkat dari latar belakang inilah 15 orang mahasiswa UNTIDAR dari program studi Pendidikan Matematika yaitu Rista Nur Eka Budiyani, Bagas Ardiyanto, Gunawan, Zakkiyatun Nisaa Fadhilatullathifi, Maryam Abdulloh, Isna Chofifah, Lailatul Asria, Hemas Nabila Ardelia Arrofat, Fitriyanti, Tri Astutiningsih, Recka Suci Meliani, Nur Layaliya Buraidah, Fitriani Lestari, Zahro Ulfa Auliya, dan Yulhana Faradilla menggagas LALISTA APIK (Pengolahan Limbah Ampas Tahu Menjadi Kripik), sebuah program pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Magelang, tepatnya di Dusun Sengon Desa Trasan Kecamatan Bandongan.

Berdasarkan identifikasi yang dilakukan oleh Rista dan tim di Desa Trasan Kecamatan Bandongan Kabupaten Magelang, ditemukan Pabrik Tahu dengan pengolahan limbah ampas tahu yang belum maksimal, sehingga bau yang ditimbulkan sering kali menyengat. Hal ini menyebabkan desa dengan penduduk 7.881 jiwa tersebut merasa tidak nyaman.  “Tercetus ide LALISTA APIK (Pengolahan Limbah Ampas Tahu Menjadi Kripik). Selain dapat menjadi solusi dari permasalahan limbah ampas tahu, ampas tahu bisa diolah agar bernilai ekonomis dan menjadi sumber pendapatan di Desa Trasan, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang melalui pemberdayaan ibu-ibu PKK”, ujar Rista. “Kami juga membantu cara mempromosikan dan mempublikasikan LALISTA APIK sebagai sebuah industri kreatif baru yang memiliki nilai jual tinggi. Selain itu kami juga berupaya mengembangkan potensi desa binaan berbasis industri kreatif yang dapat meningkatkan penghasilan masyarakat setempat”, tambah Rista.

Berdasarkan hasil survey awal di wilayah Kabupaten Magelang, Kecamatan Bandongan tepatnya di Dusun Sengon Desa Trasan, Rista dan tim menemukan potensi usaha yang dapat dikembangkan secara optimal yakni limbah ampas tahu untuk dijadikan camilan inovatif yaitu menjadi kripik ampas tahu. Meski demikian masyarakat setempat memiliki keterbatasan terkait pendanaan. Masalah lain yang dihadapi adalah kurangnya partisipasi dari masyarakat, minimnya sarana prasarana yang dimiliki, dan kurangnya kemampuan masyarakat dalam mengolah limbah ampas tahu menjadi produk yaang lebih kreatif agar mendapatkan nilai jual yang tinggi. “ Sehingga diperlukan adanya kerjasama antara masyarakat dengan pihak ketiga untuk melakukan sosialisasi, pendampingan dan juga pelatihan guna meningkatkan kemampuan, kualitas dan ketrampilan masyarakat dalam mengembangkan usaha pengolahan limbah ampas tahu”, jelas Rista.

“Setelah melakukan berbagai persiapan dan sosialisasi, kami mengadakan pelatihan dengan menggunakan metode pendampingan rutin bekerjasama dengan fasilitator (pemilik home industry pabrik tahu di Desa Trasan). Kami juga mengadakan pelatihan komunikasi publikasi untuk mengenalkan masyarakat pada platform-platform penunjang publikasi produk dengan memanfaatkan media sosial yang sedang trend di kalangan masyarakat. Selain itu dalam hal publikasi pemasaran akan dibuat website resmi produk serta pemanfaatan akun-akun jual beli online. Pelatihan ini diharapkan mampu membentuk jejaring sosial yang dapat dioperasionalkan oleh lembaga masyarakat lokal terkait”, urai Rista.

LALISTA APIK adalah program pemberdayaan masyarakat yang tahun 2021 ini berhasil lolos seleksi PHP2D (Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa)  Kemendikbudristek. Melalui PHP2D diharapkan bisa menumbuhkan rasa peduli mahasiswa dan berkontribusi kepada masyarakat desa agar terbangun desa binaan yang aktif, mandiri, berwirausaha, dan sejahtera.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum

PENDAFTARAN CALON REKTOR UNTIDAR 2018-2022 RESMI DIBUKA

Panitia Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Tidar Periode 2018-2022 resmi mengumumkan persyaratan dan jadwal pelaksanaan pemilihan calon rektor di laman www.untidar.ac.id pada Rabu (17/01). Ketua Panitia sekaligus Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Bambang Kuncoro, M.Si. menyatakan bahwa kesempatan menjadi calon rektor UNTIDAR bersifat terbuka tidak hanya bagi kalangan internal namun juga dari luar kampus.

“Publikasi pertama pengumuman pilrek lewat website selanjutnya kami akan mulai mengumumkannya di beberapa media publikasi lainnya seperti baliho dan media cetak. Harapannya informasi tersebar seluas-luasnya sehingga kemungkinan pendaftar juga banyak,” tuturnya saat ditemui, Kamis (18/01).

Pendaftaran bakal calon rektor dibuka 18 Januari – 2 Februari 2018. Beberapa persyaratan umum yang harus dipenuhi adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memiliki pengalaman jabatan sebagai dosen dengan jenjang jabatan akademik paling rendah lektor kepala, berusia paling tinggi 60 (enam puluh) terhitung mulai tanggal 24 April 2018, berpendidikan minimal Doktor (S3), sehat jasmani dan rohani. “Pengalaman manajerial calon rektor paling rendah sebagai ketua jurusan atau sebutan lain yang setara, atau ketua lembaga paling singkat 2 (dua) tahun di PTN, atau paling rendah sebagai pejabat eselon II.a di lingkungan instansi pemerintah,” jelas WR III.

Persyaratan, jadwal serta form yang harus dilengkapi setiap calon pendaftar bisa langsung diakses ke laman www.untidar.ac.id. Pendaftar calon rektor diwajibkan memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan yang telah tercantum dan dikirimkan ke alamat kampus UNTIDAR di Jalan Kapten Suparman 39 Magelang selambat-lambatnya pada Jumat (02/02).

“Calon rektor tidak hanya unggul dalam bidang akademis namun dituntut punya pengalaman dan jaringan yang kuat. Kita tahu bahwa UNTIDAR masih dalam taraf berkembang dan masih membutuhkan kekuatan link atau koneksi dengan pihak luar untuk memajukannya kampus di masa yang akan datang,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan Pilrek UNTIDAR telah dimulai pada 17 Januari 2018 bersamaan dengan publikasi syarat dan ketentuan pilrek di laman kampus dan akan berakhir pada 5 April 2018 pada kegiatan Pemilihan calon Rektor dalam Rapat Senat Tertutup oleh Senat bersama Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. (DN)

RAKER PROGRAM DAN ANGGARAN UNTIDAR 2018

Rapat kerja Program dan Anggaran Tahun Anggaran 2018 dilaksanakan, Sabtu (20/05) di Grand Artos Aerowisata Magelang dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Ketua SPI beserta Kepala Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Penjaminan Mutu Pendidikan, Kepala Biro, Kepala UPT, Para staf ahli, Pemegang Kas dan Staf keuangan juga Staf Pendukung PPK dan Kepala Bagian Bagian Tata Usaha tiap fakultas UNTIDAR.

Pembahasan rapat tersebut berkenaan rencana program dan anggaran tahun 2018 sesuai usulan yang telah diinput dalam SiPaku (Sistem Perencanaan dan Keuangan) . Terdapat Paparan program dan anggaran Bidang Akademik, Bidang Umum dan Keuangan, Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Paparan program dan anggaran per fakultas, LPPM-PMP, SPI, UPT TIK, UPT Perpustakaan, UPT Bahasa, hingga UPT Kewirausahaan dan Pengembangan Desa.

Dalam kesempatan tersebut Rektor UNTIDAR Prof. Cahyo Yusuf, M.Pd memberikan penyampaian sebelumnya agar anggaran dapat digunakan dengan tepat. “Jangan melakukan pemborosan uang negara, gunakan anggaran dengan sebaik-baiknya”, jelasnya.

Seluruh bagian memaparkan kebutuhannya dan akan disesuaikan supaya tidak ada hal terlewat pada tahun berikutnya. Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Drs. Herry Suroso, S.T, M.T menambahakan hal berkaitan dengan anggaran. Banyak kegiatan pula yang masih belum sesuai dan tidak bisa dilaksanakan karena belum ada ketentuan di dalamnya, perlu adanya revisi dan masukan agar semua kegiatan dapat berjalan. “Terkait kegiatan yang disampaikan dari unit dan fakultas ditemukan kegiatan yang tidak ada di SK rektor sehingga segera kirim surat kepada unit-unit untuk mengadakan suplemen SK tarif rektor”, katanya. (HDN)

UNTIDAR TUAN RUMAH BKS PTN KOPERTIS JATENG DIY 2017

Para pimpinan Perguruan Tinggi wilayah Jawa Tengah dan DIY menghadiri Rapat Kerja Badan Kerjasama (BKS) Perguruan Tinggi Negeri (PTN) – Kopertis di Grand Artos Aerowisata Hotel & Convention, Jumat-Sabtu (19-20/05). “Rapat kerja ini merupakan forum silaturahmi untuk mengkomunikasikan perkembangan pendidikan, saling tukar informasi dinamika perguruan tinggi serta mempererat kerja sama,” ujar Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd., Rektor Universitas Tidar.

Sebagai tuan rumah, Rektor berharap BKS kali ini dapat menyelesaikan dan merumuskan fenomena pendidikan, khususnya pendidikan di perguruan tinggi. “Rumusan hasil raker hendaknya diimplementasikan di perguruan tinggi masing-masing peserta, pemangku kepentingan bahkan untuk diteruskan kepada Kementrian, Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi,” tambahnya.

Jajaran pimpinan PTN dan Kopertis Jateng DIY sedang menyimak paparan dari Prof. dr. Ali Ghufron, M.Sc., Ph.D.,

Jajaran pimpinan PTN dan Kopertis Jateng DIY sedang menyimak paparan dari Prof. dr. Ali Ghufron, M.Sc., Ph.D.,

Acara ini dihadiri 17 pimpinan PTN-Kopertis Jateng-DIY meliputi Politeknik Negeri Semarang, UIN Walisongo, Kopertis Wilayah VI, UNNES, Politeknik Negeri Cilacap, UNSOED, UNY, ISI Surakarta, Kopertis V, UPN Veteran Yogyakarta, IAIN Salatiga, ISI Yogyakarta, UNDIP, UNS,UGM dan IAIN Surakarta.

Turut hadir, Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), Prof. dr. Ali Ghufron, M.Sc., Ph.D. “Dosen itu memiliki tangung jawab untuk mentransformasikan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka mereka harus mengembangkan ilmu pengetahuan juga memiliki daya inovasi melakukan sesuatu temuan yang baru kemudian menyebarluaskan dan bisa disesuaikan industry dengan prioritas pembangunan”, jelasnya.

Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Prof. dr. Ali Ghufron, M.Sc., Ph.D. salah satu narasumber dalam BKS PTN Kopertis Jateng DIY 2017

Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Prof. dr. Ali Ghufron, M.Sc., Ph.D. salah satu narasumber dalam BKS PTN Kopertis Jateng DIY 2017

Dalam pemaparannya, Ali Ghufron menekankan sesuai dengan Permenristekdikti No. 20 Tahun 2017 kinerja dosen harus lebih dipertanggungjawabkan. Program studi dalam universitas dapat dikelola dengan baik dengan pengertian nantinya dapat sesuai dengan kebutuhan perusahaan yang ada. Tidak hanya menjadi penyedia ilmu tetapi menilai kebutuhan diluar. “Dilihat Negara kita ini akan kemana, tenaga apa saja yang dibutuhkan dan berapa jumlahnya,” tambahnya.

Selain, Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Prof. dr. Ali Ghufron, M.Sc., Ph.D., hadir pula Wakil Ketua DPR-RI, Dr. Agus Hermanto. (DN/HDN)

TGH. ZAINUL MAJDI : KEADILAN DAN PEMBELAAN YANG NYATA ADALAH INTI SPIRITUAL DALAM KEPEMIMPINAN

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi, M.A memaparkan wujud spiritual dalam kepemimpinan tak cukup hanya sebatas teori saja namun yang terpenting adalah implementasinya di dunia nyata. “Pemimpin itu harus bisa menciptakan keadilan bagi rakyatnya. Keadilan itu salah satu faktor tolok ukur kemajuan bangsa,” jelasnya.

Abdul Wahid, salah satu peserta acara Dialog Spirirual Diwujudkan dalam kepemimpinan

Abdul Wahid, salah satu peserta acara Dialog Spirirual Diwujudkan dalam kepemimpinan

Menurut Tuan Guru Bajang (TGB) panggilan akrab Gubernur NTB, konsep keadilan sesungguhnya dimisbahkan langsung dari Allah SWT melalui Al Quran. Dalam setiap firmannya, segala sesuatu yang berimplementasi kepada manusia disebutkan menggunakan kata “kami”. Konsep ini menjelaskan bahwa Allah SWT selalu melibatkan ciptaannya dalam merumuskan konsep keadilan melihat situasi kondisi yang ada.

Innalillahi wa innailaihi rojiun, segala sesuatu dari Allah akan kembali kepadaNya. Seperti halnya seorang pemimpin, ketika diamanahi menjadi pemimpin hendaknya tidak terlena karena itu hanya titipan dan nantinya dikembalikan lagi kepada Allah SWT,” tambahnya.

Hendaknya kalimat innalillahi wa innailaihi rojiun yang dilontarkan seorang pemimpin yang baru saja dilantik namun di negeri ini malah dirayakan dengan pesta atau perayaan besar-besaran.

Penyerahan plakat oleh Rektor UNTDAR, Prof. Dr. Cahyo yUSUF, M.Pd. kepada Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi, M.A.

Penyerahan plakat oleh Rektor UNTDAR, Prof. Dr. Cahyo yUSUF, M.Pd. kepada Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi, M.A.

Acara dialog “Spiritual Diwijudkan dalam Kepemimpinan” yang diadakan Minggu (14/05) di Auditorium Universitas Tidar dialog bersama Gubernur NTB atau sering juga disebut Tuan Guru Bajang (TGB) dipandu oleh Prof. Dr. Joko Widodo, M.Pd., Wakil Rektor Bidang Akademik. Ratusan peserta baik dari sivitas akademika UNTIDAR dan masyarakat Kota Magelang sekitarnya hadir dalam acara ini. (DN)

PASCA BENCANA, UNTIDAR BANGUN 1,2 KM SALURAN AIR DI DUSUN NIPIS, GRABAG

Bencana banjir bandang dan tanah longsor, Sabtu (29/04) lalu menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, terputusnya aliran listrik hingga saluran air bersih. “Kami ingin membantu warga membangun kembali saluran air yang terputus dan dikemudian hari seterusnya dapat digunakan oleh warga,” tutur Drs. Hery Suroso, S.T., M.T., Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan UNTIDAR.

Pengerjaan pembangunan saluran air selesai pada Minggu (06/04) sepanjang 1,2 km menggunakan 300 pipa dengan panjang masing-masingnya 4 meter dan berdiameter 2,5 inch. Pada Senin (08/05) air sudah mengalir ke Dusun Nipis dan terdistribusi ke rumah warga.

Penyaluran air bersih menggunakan 300 pipa sepanjang 1,2 KM.

                                Penyaluran air bersih menggunakan 300 pipa sepanjang 1,2 KM.

Mulai dari proses survei lapangan hingga pemasangan pipa melibatkan mahasiswa UNTIDAR yang dikoordinasi oleh Bayu Setiaji Muslih, Ketua BEM KM. “Setiap harinya mulai Kamis (04/06) lalu sekurang-kurangnya ada 30 mahasiswa yang diterjunkan ke lapangan,” jelas Bayu.

Bayu yang juga mahasiswa Prodi Teknik Sipil memaparkan medan pemasangan pipa pasca bencana sulit dijangkau. “Ada tebing yang longsor dengan kemiringan hingga 70 derajat padahal area ini merupakan jalur pipa air sebelumnya sehingga kami harus mencari rute yang baru,” tambahnya.

Pemasangan pipa di lokasi yang terkena banjir.

                                           Pemasangan pipa di lokasi yang terkena banjir.

Pemerintah Daerah Kabupaten Magelang juga turut membantu dalam pengadaan pipa serta pemasangannnya juga dibantu warga sekitar beserta TNI. Saat ini UNTIDAR memiliki Basecamp di Dusun Nipis tepatnya dirumah Bapak Nasrodi. Basecamp tersebut merupakan tempat berkumpul para relawan dari UNTIDAR. (DN)

TINGKATKAN TATA KELOLA : SDN TRASAN 4 KUNJUNGIN PERPUSTAKAAN MAGELANG

SDN Trasan 4 Magelang akan mengajukan akreditasi dan salah satu unsur yang dinilai adalah sarana pembelajaran yaitu perpustakaan. Kunjungan mereka ke perpustakaan UNTIDAR, Kamis (26/02) untuk melihat bagaimana cara pengelolaan perpustakaan supaya diminati. Dalam Surat kerjasamanya pihak SDN Trasan 4 juga mengajukan pelatihan dari pihak Perpustakaan UNTIDAR.

“SDN Trasan 4 mau akreditasi dan salah satu unsur penilaiannya adalah perpustakaan, mereka main kesini untuk meninjau bagaimana cara kelola perpustakaan sekaligus kerja sama dengan kita”, jelas Ibu Dr. Sri Haryati M.Pd, selaku Kepala UPT Perpustakaan.

Akreditasi yang akan berlangsung di tahun 2017 ini membuat banyak sekolah berlomba meningkatkan kualitas SDM maupun sarana pembelajarannya agar lebih baik lagi. SD N 4 Trasan juga sedang dalam proses untuk  akreditasi, mereka melakukan kerjasama dan mengajukan pelatihan dari perpustakaan UNTIDAR untuk dibantu dibimbing agar tercipta perpustakaan yang memadai. Kondisi saat ini SD N Trasan 4 tidak memiliki ruangan perpustakaan, hanya menggunakan tiap sudut kelas sebagai ruang baca. Minat baca siswa SD N Trasan 4 sangat tinggi karena itu para guru berniat untuk membuat ruangan perpusatakaan di sekolah.

“Kami berkunjung ke perpustakaan UNTIDAR untuk kerjasama, disini perpustakaannya sudah baik dan karena salah satu unsur akreditasi kami termasuk perpustakaan makanya kami melakukan kerjasama agar dapat dibantu dibimbing dan mengelola perpusatakaan kami kelak dengan benar”, jelas Ibu Nanik Esti Wahyuni, S.Pd selalu Kepala Sekolah SD N Trasan 4 Magelang.

Kepala UPT Perpustakaan, Dr. Sri Haryati, M.Pd. memberikan kenangang2an Kepala Sekolah SDN Trasan 4 Bandongan.

Kepala UPT Perpustakaan, Dr. Sri Haryati, M.Pd. memberikan kenangang2an Kepala Sekolah SDN Trasan 4 Bandongan.

Kepala dan staff perpusatakaan UNTIDAR menyambut baik para guru dan memberikan sedikit gambaran mengenai proses tercapainya kualitas perpustakaan UNTIDAR hingga saat ini. Menurut Ibu Sri Haryati yang paling akan adanya suatu perpustakaan adalah fisiknya baik ruangan maupun buku. “Kalau sudah ada bukunya nanti ruangan dapat berdiri karena buku butuh tempat dan itu akan membuat pembaca lebih terfasilitasi”, katanya.

Adanya kerjasama ini bukan hanya menjadi kebanggan karena kita dipercaya tetapi juga menajdi pekerjaan kita karena nantinya akan semakin banyak yang paham akan pentingnya perpustakaan untuk meningkatkan minat baca seseorang. “Kedepannya ini jadi tugas kami untuk membantu SD N Trasan 4 untuk kemajuan perpustakaanya dan jadi metode belajar kami lagi agar lebih banyak memahami pembaca dengan menciptakan suasana baca yang kondusif”, tambahnya. (HDN)

MULAI FEBRUARI, PERPUSTAKAAN UNTIDAR BUKA SAMPAI JAM 6 SORE

UPT Perpustakaan Universitas Tidar resmi menambah jam pelayanan hingga pukul 18.00 WIB mulai 1 Februari 2017. Jam operasi perpustakaan yang semula dari pukul 08.00 – 16.00 WIB diperpanjang hingga pukul 18.00 WIB untuk hari Senin – Kamis. Pelayanan hari Jumat pukul 08.00 – 15.00 WIB. Selain penambahan jam pada hari regular, mulai Februari 2017, perpustakaan juga beroperasi di hari Sabtu yaitu pukul 08.00 – 12.00 WIB.

“Berdasarkan kuisoner yang kami bagi ke pengunjung perpustakaan, banyak yang mengusulkan penambahan jam pelayanan perpustakaan. Apalagi banyak mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi,” kata Dicki Agus Nugroho, S.Hum., salah satu pustakawan.

Tentunya penambahan jam pelayanan ini diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan sivitas akademika UNTIDAR khususnya dalam pemenuhan kebutuhan referensi dalam menyelesaikan tugas kuliah maupun skripsi. Selain menambah jam, perpustakaan juga menambah beberapa fasilitas lain.

Penambahan fasilitas perpustakaan membuat mahasiswa nyaman ketika mencari referensi tugas maupun mengerjakan skripsi.

Penambahan fasilitas perpustakaan membuat mahasiswa nyaman ketika mencari referensi tugas maupun mengerjakan skripsi.

“Kami berusaha membuat perpustakaan menjadi tempat yang nyaman dengan melengkapi fasilitas seperti menambah tempat duduk dilengkapi bantal sehingga pengunjung nyaman mengerjakan tugas atau sekedar berdiskusi dengan teman-temannya,” tutur Ginanjar Kurniawan, S.IP., pustakawan UNTIDAR.

Menurutnya, lingkungan atau tempat yang nyaman merupakan “magnet” tersendiri untuk meningkatkan pengunjung dan seiring waktu juga diharapkan dapat meningkatkan peminjaman buku di perpustakaan.

Saat ini perpustakaan UNTIDAR memiliki kurang lebih 12.157 judul buku fisik serta berlanggangan 6550 e-journal dari Proquest dan 66.054 e-book dari IG-Publishing. Perpustakaan dilengkapi sarana wifi, ruang komputer serta siaran tv kabel yang bisa dimanfaatkan di sela-sela jam istirahat untuk hiburan para pengunjung perpustakaan.

“Peningkatan pelayanan dan fasilitas perpustakaan mendorong mahasiswa lebih banyak lagi menghabiskan waktu di perpus. Terutama untuk kami yang sedang mengerjakan skripsi, tambahan jam dan buka di hari Sabtu sangat membantu,” kata Bayu Setiaji Muslih, mahasiswa teknik sipil semester 6, yang sedang menyusun proposal skripsi. (DN/HDN)