GANDENG KOMINFO DAN GOOGLE INDONESIA, UNTIDAR GELAR SEMINAR KEWIRAUSAHAAN BAGI 3000 MAHASISWA BARU 

Sebagai bentuk komitmen untuk mencetak lulusan yang tak hanya siap bekerja, namun juga siap berwirausaha, Universitas Tidar (UNTIDAR) menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo RI) serta Google Indonesia, menggelar Seminar Kewirausahaan bertajuk “Generasi Milenial Unggul Kewirausahaan”, Sabtu-Minggu (17-18/9), di Auditorium UNTIDAR, Gedung dr. H.R. Suparsono.

Seminar Kewirausahaan “Generasi Milenial Unggul Kewirausahaan” merupakan salah satu rangkaian kegiatan Tidar Character Building bagi seluruh mahasiswa baru Angkatan 2022. Seminar ini terselenggara atas kerja sama antara Universitas Tidar dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Program Digital Entrepreneurship Academy) dan Google Indonesia (program Grow with Google). Seminar terbagi menjadi 4 sesi (Sabtu 2 sesi, Minggu 2 sesi). Setiap sesi diikuti sekitar 750 peserta (mahasiswa baru).

Acara pembukaan Seminar Kewirausahaan dihadiri oleh Prof. Dr. Sugiarto, M.Si. (Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan dan Alumni), Riza Azmi (Kepala Sub Kelompok Kerja Digital Entrepreneurship Academy, Kominfo), Dr. Said Mirza Pahlevi (Plt. Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya, Perangkat dan Penyelenggaraan Pos dan Informatika), Lucia Rita Indrawati, SE, M.Si (Kepala Unit Pelayanan Teknis Pengembangan Kewirausahaan dan Pembangunan Pedesaan UNTIDAR ), serta Drs. Giri Atmoko, M.Si. (Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan dan Kerjasama UNTIDAR)

“Kita melihat pertumbuhan penduduk Indonesia sangat tinggi. Kita juga melihat perkembangan teknologi sangat luar biasa. Jika kita santai-santai saja tidak mau belajar menyesuaikan diri, kita akan menjadi sampah masyarakat. Maka selagi menjadi masyarakat akademik yang diberikan banyak kesempatan untuk belajar dan berkembang, maka ikuti kegiatan ini dengan sempurna dan sampai tuntas,” kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof, Dr Sugiarto, M.Si. dalam sambutannya. Tak lupa ia mengingatkan agar mahasiswa membekali diri dengan sikap tangguh dan mandiri, sejalan dengan jati diri TIDAR (Tangguh, Integratif, Dedikatif, Aktif, dan Responsif)

Dr. Said Mirza Pahlevi (Plt. Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya, Perangkat dan Penyelenggaraan Pos dan Informatika) menyampaikan, bahwa kewirausahaan digital muncul akibat proses peralihan ke era digital yang tidak bisa dihindari. Pandemi Covid-19 yang terjadi pada tahun 2020 juga semakin mempercepat proses digitalisasi tersebut. Kemudahan dalam melakukan proses transaksi secara daring membuat wirausaha digital semakin diminati oleh masyarakat maupun UMKM, dan hal ini harus diiringi dengan pembekalan keterampilan yang matang bagi para pelaku usaha. “ Bersama Google selaku mitra pelatihan hari ini, kami bertekad untuk membekali para peserta dengan berbagai materi, diantaranya bagaimana merencanakan bisnis secara online, dan bagaimana membangun bisnis online. Tidak hanya itu, peserta juga akan dibekali dengan praktik bagaimana memaksimalkan bisnis online melalui pengelolaan profil bisnis. Melalui Pelatihan ini kami berharap dapat memberikan wawasan bagi pewirausaha muda digital,” tuturnya.

Seminar Kewirausahaan “Generasi Milenial Unggul Kewirausahaan”, menghadirkan dua orang pemateri yaitu Arief Budi Muttaqein dengan materi berjudul “Plan Your Online Business Strategy”, dan Desty Dwiyanasari dengan materi “Build Your Online Shop.”

Penulis : Humas

NUR AISYAH ZANUARIKA, MAHASIWA PBSI UNTIDAR, RAIH JUARA 3 TANGKAI  LOMBA MONOLOG PEKSIMIDA

Sabtu dan Minggu, 10-11 September 2022 telah digelar lomba Monolog yang diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, bekerjasama dengan Universitas Tidar, dan Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI). Acara dilaksanakan di Auditorium Universitas Tidar, dengan jumlah peserta 31 orang, berasal dari Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta di Jawa Tengah. Adapun kampus-kampus yang mengikuti lomba Monolog di antaranya adalah Universitas Diponegoro, Universitas Jendral Sudirman, Universitas Negeri Semarang, Institut Seni Indonesia Surakarta, Universitas Sebelas Maret, Universitas Tidar, dan kampus-kampus lainnya yang ada di Jawa Tengah.

Dewan Juri dalam lomba PEKSIMIDA tangkai Monolog terdiri atas akademisi dan praktisi yang telah lama berkecimpung di bidang sastra dan budaya, dengan kapasitas dan kapabilitas yang sudah tidak diragukan lagi. Juri pertama adalah Prof. Dr. Suminto A. Sayuti, M.Pd., guru besar dari Universitas Negeri Yogyakarta, sekaligus sebagai sastrawan dan budayawan. Juri kedua adalah Tentrem Lestari, S.Pd., M.Sc., praktisi dan sastrawan yang menciptakan salah satu naskah monolog PEKSIMINAS, yang selalu dilombakan setiap tahunnya. Juri ketiga adalah Drs. Suharjoso Sk., M.Sn., dosen Institut Seni Indonesia Yogyakarta, pendiri teater Gadjah Mada UGM, yang telah berulang kali menjuarai PEKSIMINAS.

Acara dibuka dengan laporan dari ketua panitia Panji Kusuma Prasetyanto, S.E, M.Ec.Dev., sambutan ketua BPSMI Pusat, Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.Si., dan secara resmi dibuka oleh Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Ir. Mukh Arifin, M.Sc. Antusiasme dari para peserta begitu luar biasa karena baru kali pertama setelah masa pandemi dapat melaksanakan lomba Monolog secara luring, dan diikuti oleh banyak sekali peserta. Juara PEKSIMIDA tangkai Monolog tahun 2022 : Juara 1, diraih oleh Universitas Jendral Sudirman; Juara 2, diraih oleh Universitas Negeri Semarang; Juara 3, diraih oleh Universitas Tidar; Juara Harapan 1, Universitas Veteran Bangun Nusantara; Juara Harapan 2, ISI Surakarta; dan Juara Harapan 3, Universitas 17 Agustus 45 Semarang.

Nur Aisyah Zanuarika, mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia berhasil meraih juara 3. “Saya sangat bersyukur dan terharu karena dalam ajang bergengsi ini saya bisa turut berpartisipasi dan mengharumkan nama UNTIDAR. Pencapaian ini tak terlepas dari karunia Allah, serta banyaknya dukungan, doa, dan harapan yang telah diberikan keluarga, dosen, serta sahabat-sahabat saya,” ujarnya. “Jangan pernah ragu pada diri sendiri. Setiap manusia punya kemampuan yang mungkin dirinya saja tidak pernah tahu.  Jangan takut, hadapi dengan berani, tenang, ikuti arahan pelatih, nikmati setiap prosesnya dengan baik dan gembira, dan segala sesuatu yang dimulai dengan baik pasti akan berakhir dengan baik,” imbuhnya.

Imam Baihaqi, M.A., Sekretaris Jurusan Bahasa dan Seni Universitas Tidar sekaligus pendamping PEKSMIDA tangkai monolog, menyampaikan rasa senangnya. “Senang rasanya bisa mendampingi dan membersamai Nur Aisyah Zanuarika sehingga bisa menjadi salah satu juara dalam ajang bergengsi di bawah Balai Pengembangan Talenta Indonesia Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, dan Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI). Tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada Munir Syalala yang telah melatih Nur Aisyah, sehingga bisa meraih prestasi yang luar biasa,” pungkasnya.

Penulis : Humas

ARTIKEL ILMIAH “PENGUATAN STRATEGI KINERJA HMJ MANAJEMEN FE UNTIDAR DALAM MENUNJANG PRESTASI MAHASISWA” LOLOS PKM AI DITJEN DIKTIRISTEK

Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (HMJM) adalah organisasi mahasiswa S1 Manajemen Fakultas Ekonomi (FE) UNTIDAR, yang salah satu perannya adalah membimbing dan mengarahkan mahasiswa manajemen untuk dapat meraih prestasi. Hal inilah yang melatarbelakangi Novi Erawati, Syavia Alvi Maulidya Arma, dan Dewi Lanjar Ibana Hutagalung, dengan dibimbing dosen S1 Manajemen FE, Dian Marlina Verawati, S.E., M.M., menulis artikel ilmiah berjudul “Penguatan Strategi Kinerja HMJ Manajemen FE UNTIDAR Dalam Menunjang Prestasi Mahasiswa”. Artikel llmiah ini

Penelitian dibuat dengan tujuan untuk mengidentifikasi kinerja HMJM selama tahun 2021, melalui program kerja yang sudah ataupun belum terlaksana. Tim peneliti berusaha memberikan alternatif strategi kinerja organisasi HMJM FE UNTIDAR. Selain itu kajian tim peneliti diharapkan bisa menjadi bahan pertimbangan dalam peningkatan mutu serta prestasi mahasiswa Manajemen FE UNTIDAR. Hasil penelitian juga dapat digunakan sebagai arahan untuk mempermudah perencanaan HMJM FE UNTIDAR kedepan, dan membantu peningkatan akreditasi program studi S1 Manajemen FE UNTIDAR.

Novi menjelaskan penelitian dilakukan pada Organisasi HMJM FE Universitas Tidar sebagai objek observasi, dimana pendekatan deskriptif kualitatif dilakukan menggunakan data primer dalam bentuk wawancara dengan anggota pengurus HMJM periode 2021-2022, serta data sekunder dari jurnal dan buku penelitian terdahulu untuk mengumpulkan informasi mengenai faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kinerja HMJM FE.

“Hasil observasi dan wawancara mengenai kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman pada HMJM FE dituangkan ke dalam bentuk Matriks Evaluasi Faktor Internal dan Matriks Evaluasi Faktor Eksternal, sebagai tahapan input yang harus dilakukan pertama kali. Kemudian tahapan pencocokan akan dilaksanakan menggunakan Matriks Internal-Eksternal dan Matriks SWOT. Langkah terakhir merupakan tahapan keputusan yang akan dilakukan menggunakan Matriks Perencanaan Strategi Kauntitatif (MPSK),” urai Novi.

Hasil perhitungan sektor internal dan eksternal kinerja HMJM FE UNTIDAR periode 2021-2022 menunjukkan jika kondisi kinerja Organisasi HMJM masih lemah, serta banyak mengalami hambatan. Meskipun begitu terdapat peluang untuk melakukan perbaikan dengan menggunakan solusi serta strategi kinerja baru yang tepat. “Rekomendasi untuk hasil seperti ini adalah dengan merubah strategi kinerja,” jelas Novi.

Novi menambahkan, dari hasil pengumpulan, pengolahan serta analisis data dari wawancara terhadap 25 anggota kepengurusan HMJM tahun 2021-2022 diperoleh kesimpulan harus dilakukan pengubahan strategi kinerja HMJM dalam menunjang mutu dan prestasi mahasiswa S1 Manajemen FE UNTIDAR. “Selain itu, ada strategi lain yang bisa dilakukan seperti peningkatan motivasi, pemaksimalan pengelolaan media sosial, memperketat pengawasan serta evaluasi, melengkapi fasilitas, aksi promosi besar – besaran, peningkatan kerja sama dengan sponsor, serta meningkatkan koordinasi antar anggota agar meminimalisir hambatan,” pungkas Novi.

“Penguatan Strategi Kinerja HMJ Manajemen FE UNTIDAR Dalam Menunjang Prestasi Mahasiswa,” adalah salah satu dari 3 artikel ilmiah mahasiswa UNTIDAR, yang tahun ini berhasil meraih insentif Program Kreatifitas Mahasiswa Artikel Ilmiah (PKM AI) tahun 2022. PKM-AI diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menuangkan pemikiran dari hasil-hasil kegiatan ilmiah yang telah dilakukan, ke dalam bentuk sebuah artikel ilmiah sesuai kriteria standar sistematika penulisan jurnal ilmiah. Selain itu, mahasiswa diharapkan mampu memilih metode dan teknik penyelesaian dari permasalahan, disertai dengan kemampuan menguraikan landasan teori yang terkait dengan permasalahan yang dibahas, serta ketajaman pembahasan dalam menganalisis hasil yang diperoleh, yang akhirnya bermuara pada penyimpulan upaya penyelesaian masalah yang telah dilakukan.

Penulis : Humas

TELITI HUBUNGAN KORUPSI DENGAN PERTUMBUHAN EKONOMI, MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI UNTIDAR RAIH INSENTIF PKM-AI

Hubungan antara korupsi dan pertumbuhan ekonomi, telah menjadi topik perdebatan di kalangan akademisi. Banyak penelitian yang dikhususkan untuk mengeksplorasi hubungan ini. Beberapa diantaranya menemukan hubungan yang positif antara korupsi dan pertumbuhan ekonomi. Korupsi dilihat sebagai “greasing of the wheels”, yang melumasi roda pembangunan. Sehingga adanya korupsi dapat mendorong perekonomian. Sementara korelasi negatif antara korupsi dan pertumbuhan ekonomi ditemukan lebih banyak lagi. Korupsi dianggap sebagai “sand on the wheels” yang menghambat perekonomian. Berbeda dengan dua pandangan diatas, ada juga peneliti yang menemukan bahwa korupsi tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di negara berkembang.

Sejauh ini, hasil empiris dari beberapa studi yang meneliti hubungan korupsi dan pertumbuhan ekonomi masih belum jelas. Inilah yang melatarbelakangi Erika Febrianti, Muhammad Arif Kurniawan, dan Puji Aisyah Zahroti, dengan dibimbing dosen pendamping Rr. Retno Sugiharti, S.E., M.Si., melakukan penelitian untuk memahami hubungan antara korupsi dan pertumbuhan ekonomi di negara-negara berpendapatan menengah ke bawah, dengan melihat perlunya kelompok negara ini untuk maju dan berkembang. Penelitiannya berjudul “Kausalitas Korupsi dan Pertumbuhan Ekonomi: Sebuah Kajian Empiris”.

Erika Febrianti menjelaskan, studi ini menggunakan data panel untuk menyelidiki hubungan kausal antara korupsi dan pertumbuhan ekonomi yang dialami negara berpendapatan menengah ke bawah, dari tahun 2010 hingga 2019. Sebanyak 36 dari 55 negara berpendapatan menengah ke bawah dipilih sebagai sampel dari populasi. Data korupsi yang digunakan adalah data pengendalian korupsi (Control of Corruption) yang diperoleh dari World Governance Indicators (WGI).

“Dari penelitian ini kami menyimpulkan, bahwa terdapat hubungan dua arah antara pengendalian korupsi dan pertumbuhan ekonomi. Dalam jangka pendek, pengendalian korupsi tidak mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Namun dalam jangka panjang, pengendalian korupsi mempengaruhi pertumbuhan ekonomi secara positif dan signifikan. Sementara hubungan sebaliknya antara pertumbuhan ekonomi terhadap pengendalian korupsi ditemui hasil yang positif dan signifikan,” urai Erika.

“Kausalitas Korupsi dan Pertumbuhan Ekonomi: Sebuah Kajian Empiris”, adalah satu dari tiga artikel ilmiah karya tim mahasiswa UNTIDAR, yang tahun 2022 ini berhasil mendapatkan insentif Program Kreativitas Mahasiswa Artikel Ilmiah (PKM-AI). PKM-AI diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menuangkan pemikiran dari hasil-hasil kegiatan ilmiah yang telah dilakukan ke dalam bentuk sebuah artikel ilmiah sesuai kriteria standar sistematika penulisan jurnal ilmiah. PKM AI diharapkan mampu mengantarkan mahasiswa kepada keterampilan atau keahlian dalam menulis artikel ilmiah. Melalui keahlian tersebut, mahasiswa secara runtut mampu menguraikan suatu permasalahan dan mencari solusi dengan tujuan tertentu, baik untuk permasalahan yang sifatnya masih dasar maupun permasalahan terapan di lapangan.

Penulis : Humas

TIM MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI UNTIDAR RAIH INSENTIF PKM-AI

Tim Mahasiswa Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Tidar, yaitu Dewi Wulandari, Husnul Holifah dan An’nisa Ramadhania Al’amin, dengan bimbingan dari Dinar Melani Hutajulu, S.Pd., M.Si., sebagai dosen pendamping,  berhasil menorehkan prestasi. Dewi Wulandari dan tim sukses meloloskan proposal berjudul “Analisis Ketimpangan Pembangunan Ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi DKI Jakarta dan Kalimantan Timur”, dan mendapatkan insentif Program Kreativitas Mahasiswa Artikel Ilmiah 2022.

Dewi Wulandari menuturkan, penelitiannya bersama tim bertujuan untuk mengetahui tingkat ketimpangan pembangunan ekonomi dan komparatif dari ketimpangan ekonomi di provinsi DKI Jakarta dan Kalimantan Timur. “Dari penelitian yang telah kami lakukan, ada beberapa kesimpulan yang berhasil didapatkan. Hasil hitung dari indeks Williamson menunjukkan bahwa tingkat ketimpangan pembangunan di provinsi DKI Jakarta cukup tinggi, bahkan selalu mengalami peningkatan sampai tahun 2018. Sedangkan untuk provinsi Kalimantan Timur, tingkat ketimpangan pembangunan pada tahun 2014 sampai tahun 2018 juga tinggi, tetapi tiap tahunnya mengalami penurunan ketimpangan pembangunan. Bahkan pada tahun 2018 masuk kedalam kategori sedang,” kata Dewi.

“Selanjutnya, jika dilihat dari perhitungan Tipologi Klassen dapat disimpulkan bahwa di Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2014-2018 cenderung konsisten dan tidak mengalami perubahan secara signifikan. Selain itu provinsi DKI Jakarta jika diambil rata-rata, termasuk kedalam klasifikasi daerah maju dan tumbuh cepat atau kategori kuadran I. Sedangkan pada provinsi Kalimantan Timur, hanya beberapa daerah saja yang perubahannya konsisten. Jika diambil rata-rata pada tahun 2014- 2018, kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Timur termasuk kedalam klasifikasi daerah berkembang cepat atau kategori kuadran III,” urai Dewi.

Setelah melakukan kajian ini, Dewi beserta tim mengajukan saran yang dapat diberikan guna mengurangi ketimpangan pembangunan ekonomi, yaitu Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur seharusnya segera melakukan tindakan untuk mengurangi tingkat ketimpangan pembangunan ekonomi wilayahnya, dengan melakukan antisipasi terhadap kegiatan ekonomi untuk keberlanjutan ekonomi dimasa datang. Selain itu perlu adanya pengembangan secara insentif di sektor ekonomi dan sektor lainnya seperti pertanian, kehutanan, dan perindustrian.

Program Kreativitas Mahasiswa merupakan salah satu wujud implementasi Tridharma Perguruan Tinggi yang diluncurkan oleh Ditjen Diktiristek pada tahun 2022, di bawah pengelolaan Belmawa. PKM merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan, mewadahi, dan mewujudkan ide kreatif serta inovatif mahasiswa. PKM terus dikembangkan dan disempurnakan sehingga mahasiswa mampu mengantisipasi, memahami bahkan berkontribusi untuk mewujudkan tujuan kehidupan dunia yang dicanangkan PBB dalam 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Penulis : Humas

FAKULTAS TEKNIK GELAR PAMERAN KARYA MAHASISWA 2022

Fakultas Teknik UNTIDAR, menggelar Pameran Karya Mahasiswa Fakultas Teknik 2022, Kamis (25/8). Kegiatan diadakan di Auditorium UNTIDAR, Gedung dr. H.R. Suparsono. Tujuan diadakannya kegiatan adalah sebagai upaya sosialisasi dan memperkenalkan karya-karya akademik hasil ide kreatif serta inovatif mahasiswa Fakultas Teknik UNTIDAR. Selain itu diharapkan melalui pameran ini dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan prestasi mahasiswa UNTIDAR.

Merupakan suatu kebanggaan bagi mahasiswa ketika karyanya ditampilkan. Ini tentunya juga memberikan inspirasi kepada mahasiswa lainnya untuk bisa menghasilkan karya, berprestasi dan berinovasi. Total ada sekitar 30 karya yang ditampilkan. Beberapa diantaranya yaitu running text plc, miniatur mesin mobil, robot Elang HMTE, Jembatan Balsa, Jembatan Kayu Meranti, dan  Jembatan Baja sebagai permodelan jembatan, mobil listrik Elang UNTIDAR, Becak Motor Hybrid, Drone Spektra, dan lain sebagainya.

MAHASISWA UNTIDAR CIPTAKAN PRODUK KAOS BERTEMA KEBUDAYAAN SEBAGAI SARANA UNTUK MENINGKATKAN LITERASI

Di era globalisasi yang memicu lunturnya budaya Jawa, peningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berpendidikan berbudaya menjadi tantangan terbesar yang harus didorong. Melihat kondisi tersebut, Sejumlah mahasiswa UNTIDAR yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang kewirausahaan (PKM –K) menciptakan produk kaos bernama Javonic sebagai media peningkatan literasi. Javonic mengusung tema kebudayaan Jawa yang meliputi Wayang Kulit, Batik Solo, Rumah Joglo, dan Candi Borobudur.

Tim PKM-K yang beranggotakan lima mahasiswa yaitu Hamdan Faozi, Yoga Pratama, Laely Nafila, Risva Aprillia dan Siti Jamilatun, menganggap tema kebudayaan Jawa yang diusung cocok untuk peningkatan literasi terhadap masyarakat dan generasi muda lantaran mengandung pesan moral untuk selalu melestarikan budaya yang ada di Indonesia, dan berisi ajakan jangan pernah berhenti untuk membaca. “Karena produk kaos yang paling sering beredar dari luar dan jarang mencerminkan nilai kebudayaan Indonesia, khususnya kebudayaan Jawa, kami berinisiatif menciptakan kaos dengan tema kebudayaan Jawa dilengkapi QR Kode yang dapat merepresentasikan cerita kebudayaan Jawa sebagai strategi untuk meningkatkan literasi” ucap Hamdan, Ketua Tim PKM-K Javonic, Kamis (11/8).

Tidak hanya menjadi produk peningkatan literasi, Javonic juga terintegrasi dengan teknologi terkini yaitu QR Code yang terhubung ke cerita kebudayaan Jawa melalui platform website Javonic. Pengguna hanya perlu memindai dengan ponsel, kemudian mendaftar menjadi member Javonic. “Detail produk terdiri dari kaos bertema Kebudayaan Jawa bersama penyematan QR Code pada label kaos, jenis ukuran M, L, XL, satu kartu berisi QR Code berukuran 7,5 cm × 4,5 cm yang terintegrasi dengan link website khusus buatan Tim PKM-K, serta kemasan produk berbahan LPPE yang mempunyai rel atau klip di atasnya yang bisa dibuka atau ditutup kembali,” terang Hamdan.

Di dampingi oleh dosen pembimbing, Rany Puspita Dewi, S.T., M.Eng., IPM., inovasi baru dari produk Javonic ini diharapkan mampu menjadi media literasi bagi masyarakat sekaligus generasi muda. “Integrasi dengan teknologi melalui QR Code yang dipindai dan terhubung dengan Website kami ini sebagai upaya agar masyarakat dan generasi muda dapat mempelajari kebudayaan melalui gawai dengan teknologi. Informasi lebih lanjut terkait produk dapat mengunjungi akun instagram resmi Javonic, yakni @javonic_” jelas Hamdan.

Penulis : Humas

USUNG TEMA “RAIH RASA DENGAN ASA MEMBANGUN DESA WISATA YANG BERBUDAYA”, HIMADIKTAR LAKSANAKAN PENGABDIAN DI DUSUN GATRAN

Himadiktar Mengabdi merupakan salah satu program kerja dari Divisi Sosial Masyarakat Himpunan Mahasiswa Bidikmisi Universitas Tidar (HIMADIKTAR). Kegiatan Himadiktar Mengabdi Tahun 2022 ini mengusung tema “Raih Rasa Dengan Asa Membangun Desa Wisata Yang Berbudaya”. Kegiatan dilaksanakan pada hari Jumat s/d Minggu, tanggal 15 s/d 17 Juli 2022, di Dusun Gatran, Desa Gondangsari, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang (Desa Wisata Janari).

Pembukaan Himadiktar Mengabdi dilaksanakan pada Jumat (15/7), pukul 14.30 WIB. Kepala Desa dan Kepala Dusun yang hadir pada saat pembukaan mengapresiasi dan mendukung pelaksanaan kegiatan Himadiktar Mengabdi 2022. Kades dan Kadus berharap kegiatan Himadiktar Mengabdi ini akan berkelanjutan, dan akan ada banyak ilmu yang akan didapatkan oleh warga dan juga segenap fungsionaris HIMADIKTAR.  

Setelah acara pembukaan, dilanjutkan kegiatan sosialisasi pengolahan hasil pertanian dan packing product dengan pemateri salah satu fungsionaris HIMADIKTAR, Anisa Dwi Safitri. Acara sosialisasi dihadiri oleh sekitar 40 orang ibu-ibu dusun Gatran. Tujuan diadakannya sosialisasi adalah memberikan edukasi terkait inovasi pengemasan sayur yang lebih menarik, sehingga dapat meningkatkan pemasaran produk.

Di hari pertama pengabdian juga diadakan berbagai lomba permainan tradisional yang diikuti oleh anak-anak dusun Gatran, yaitu gobak sodor, balap karung dan estafet air. Fungsionaris HIMADIKTAR juga membantu mengajar mengaji di TPQ setempat. Kegiatan pengabdian di hari pertama ditutup dengan diskusi terkait pengelolaan Kesek Coffee, yang dikelola oleh karang taruna dusun Gatran.

Kegiatan Himadiktar Mengabdi di hari kedua, Sabtu (16/7) diawali dengan membantu para petani di dusun Gatran, diantaranya membersihkan green house, panen cabai, panen tomat, panen brokoli, dan panen seledri milik warga dusun Gatran. Fungsionaris HIMADIKTAR juga mengadakan kegiatan sosialisasi, yaitu:

1. Sosialisasi pembuatan alat ponjo sederhana dengan pemateri Taufiq Rahmansyah

2. Sosialisasi pembuatan fungisida nabati oleh Khoirul Anam, dan

3. Sosialisasi pembuatan kompos oleh Bagus Aradea

Selain sosialisasi yang ditujukan kepada bapak-bapak yang berprofesi sebagai petani, panitia juga mengadakan sosialisasi yang ditujukan kepada anak-anak yang duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) terkait KIP-Kuliah.

Di hari kedua pengabdian panitia HIMADIKTAR Mengabdi mengadakan lomba cerdas cermat (LCC) dengan sasaran anak-anak TK dan SD di dusun Gatran. Hari kedua ditutup dengan acara pensi yang dimeriahkan dengan pertunjukan Reog Topeng Ireng, pencak silat, pertujukan Warok, Tari Islami, pertujukan Soreng, dan pembagian hadiah lomba.

Hari terakhir pengabdian, Minggu (17/7)  kegiatan diawali dengan bersih-bersih di lingkungan sekitar dusun Gatran, dilanjutkan dengan senam pagi bersama warga, sarapan bersama dan tracking ke air terjun dusun Gatran bersama anggota karang taruna dan anak-anak dusun.

Himadiktar Mengabdi diharapkan dapat meningkatkan eksistensi Universitas Tidar pada umumnya dan HIMADIKTAR secara khusus. Selain itu melalui kegiatan ini diharapkan bisa lebih menggali potensi desa, agar bisa meningkatkan kesejahteraan warga Dusun Gatran, Desa Gondangsari, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang (Desa Wisata Janari).

Penulis : Humas

IKUT ANDIL PERERAT PERSATUAN DAN KESATUAN DI INDONESIA, BEM KM UNTIDAR GAGAS DIALOG LINTAS AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas Tidar (UNTIDAR), mengadakan kegiatan Diskusi Lintas Agama dan Kebudayaan bertema “Keberagaman Indonesia dalam Harmonisasi Pancasila”, Sabtu (16/7). Kegiatan yang bertempat di Gedung dr. HR. Suparsono UNTIDAR ini diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai program studi di UNTIDAR serta tokoh masyarakat, agama, dan kebudayaan di Kota Magelang.

Dalam sambutannya, Larsita, S.E., M.Sc., Sekretaris Daerah Kota Magelang mewakili Walikota Magelang menyampaikan apresiasi atas terselenggarakannya Dialog Lintas Agama dan Kebudayaan oleh BEM KM UNTIDAR. “Kota Magelang masuk dalam 10 besar kota dengan tingkat toleransi tertinggi di Indonesia. Berbagai bentuk keragaman akan semakin memperkokoh persatuan dan kesatuan” tuturnya.

Kegiatan Diskusi Lintas Agama dan Kebudayaan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. “Keberagaman agama digambarkan seperti musik gamelan, meskipun bentuknya berbeda dan cara memainkannya berbeda namun ketika disatukan akan membentuk harmonisasi musik yang indah”, tambahnya.

Materi pertama disampaikan oleh Setyawan Budy, Koordinator Persaudaraan Lintas Agama, mewakili agama Kristen. Ia menjelaskan tentang bagaimana pandangan umat Kristen terhadap harmonisasi umat beragama menurut Pancasila.

Dilanjutkan Ketua PHDI Kota Magelang, Gede Mahardika, mewakili agama Hindu. Ia menyampaikan tentang tujuan agama yaitu asah, asih dan asuh. “Persatuan tidak cukup dengan untaian kata-kata, tapi harus dibuktikan dengan perbuatan dan diamalkan dalam kehidupan,” jelasnya.

Pemateri ketiga, Wahyu Utomo, S.Pd., M.Pd., Ketua PELITA Kabupaten Magelang, mewakili agama Budha. Ia membahas mengenai harmonisasi agama dan Pancasila. Menurutnya, 6 asas menuju kerukunan diantaranya Metta (Cinta Kasih), Karuna (Kasih Sayang), Mudita (Simpati), Uppekkha (Keteguhan Hati), Hiri (Malu Berbuat Jahat), Ottapa (Takut Akan Akibatnya).

Selanjutnya, Christoporus Indrayanto, Komisi HAK (Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan) Kevikepan Kedu, mewakili agama Katolik, menjelaskan mengenai peran agama Katolik dalam merealisasikan toleransi berdasarkan Pancasila, diantaranya: terlibat dan aktif dalam kegiatan masyarakat, kunjungan pada saat hari besar keagamaan, Open House Natal, srawung kaum muda lintas agama, Sekolah Kebinekaan, dan kaderisasi aktivis lintas agama.

Wakil Ketua Matakin Jawa Tengah, Ws. Andi Gunawan, ST, yang mewakili agama Khongucu menjelaskan mengenai moderasi beragama dalam agama Khongucu. “Keberhasilan moderasi beragama dalam kehidupan masyarakat indonesia dapat terlihat dari tingginya empat indikator utama, komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan penerimaan terhadap tradisi serta beberapa indikator lain yang selaras dan saling bertautan” katanya.

Siti Nuriyah, sebagai penghayat kepercayaan Tuhan YME Ngudi Utomo, menjelaskan bagaimana pandangan setiap agama terkait harmonisasi umat beragama menurut Pancasila. “Pancasila memberi ruang yang luas bagi agama. Nilai ketuhanan yang terkandung dalam Pancasila adalah inti ajaran agama,” tambahnya.

Materi terakhir oleh Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Magelang, Kyai Kholil Mustamid Asrori, mewakili agama Islam, membahas mengenai pandangan Islam terhadap harmonisasi umat beragama sesuai Pancasila. “Pancasila sejalan dengan beberapa prinsip dasar Islam, yakni Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Musyawarah Mufakat dan Keadilan,” tegasnya.

Banyak nilai-nilai luhur dari berbagai agama, suku dan budaya yang sejalan dengan Pancasila, yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang harmoni. Seluruh pemateri sepakat pentingnya kerukunan umat beragama untuk mewujudkan negara Indonesia yang aman, damai, dan sejahtera.

Penulis : Humas

MAHASISWA PRODI ILMU KOMUNIKASI FISIP UNTIDAR BORONG PRESTASI DALAM AJANG “PARTY OF PUBLIC RELATIONS” 2022

Delegasi Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tidar (FISIP UNTIDAR) berhasil meraih prestasi dalam ajang kompetisi nasional “Party of Public Relations” UIN Sunan Kalijaga 2022. Dalam acara penganugerahan penghargaan yang dilangsungkan secara hybrid, kombinasi luring dan daring, Selasa (28/6), delegasi Program Studi Ilmu Komunikasi Fisipol Untidar berhasil meraih tiga penghargaan bergengsi.

Dalam cabang lomba Management Issue, seluruh tim dari Prodi Ilmu Komunikasi Fisipol Untidar berhasil masuk menjadi finalis, dan  berhasil meraih juara kedua dan juara ketiga. Juara kedua diraih oleh Tim “Halu” yang beranggotakan Ubaid Hawari (Ilmu Komunikasi 2019) dan Shaftsania Izdihar EL Rahmina Sunusi (Ilmu Komunikasi 2019). Sementara juara ketiga diraih oleh Tim “Ilmu Komunikasi 2019” dengan anggota tiga mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi 2019 yaitu Fadhilah Husna, Gading Octorio, dan Athifah Az Zahra.

Selanjutnya pada mata lomba PR Campaign, “Tidar Team” yang beranggotakan tiga mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi 2019 yaitu Iqbal Al-Hakim, Nurul Hidayanti, dan Silfa Futuchatul.berhasil meraih juara ketiga

Party of Public Relations (POP) merupakan kompetisi tahunan dalam bidang Ilmu Komunikasi yang diselenggarakan oleh mahasiswa konsentrasi Public Relations Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Tema yang diangkat dalam kompetisi POP tahun 2022 adalah “Be a Smart PR, Be a Smart Digital Citizen”. Ajang ini menampilkan tiga mata lomba yaitu Management Issue, PR Campaign, dan News Presenter.