MATERI SEMINAR NASIONAL “AYO KITA BANGUN MAGELANG SEMAKIN ISTIMEWA”

  1. Materi I : Menuju Pusat Riset Wisata Gunung

Dr. Ir. Bambang Setiadi, MS.

Link Download : Menuju Pusat Riset Wisata Gunung

  1. Materi II : Gunung Sebagai Aset Wilayah

Prof. Dr. Ir. Djoko Santosa, M.Sc.

Link Download : Gunung Sebagai Aset Wilayah

  1. Materi III : Produk Peternakan sebagai Sumber Protein Hewani

Prof. Dr. Ir. Siti Chuzaemi, MS.

Link Download : Produk Peternakan sebagai Sumber Protein Hewani

  1. Materi IV : Merawat Otak untuk Mencegah Stroke

Dr. Endro Basuki, Sp.BS (K), M.Kes

Link Download : Merawat Otak untuk Mencegah Stroke

KETUA KPK, AGUS RAHARDJO : INDONESIA BUKAN NEGARA GAGAL

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengungkapkan Indeks Persepsi Korupsi atau Corruption Perception Index (CPI) negara Indonesia semakin membaik dalam Seminar Nasional “Pengenalan Bentuk Grand Design Pencegahan Korupsi”, Sabtu (21/10) di auditorium Universitas Tidar.

Tren positif pemberantasan korupsi di Indonesia dibuktikan dengan perolehan skor 2,0 poin tertinggi jika dibandingkan dengan Thailand 0,3 poin; Malaysia -0,2 poin ; Filipina -0,1 poin dan China 0,6 poin yang diamati dari tahun 1999-2016. Semakin tinggi skor maka semakin rendah tingkat risiko korupsinya.

“Data skor CPI 2,0 poin ini dikeluarkan oleh Transparency International (TI) sebuah organisasi internasional yang konsen di bidang korupsi dan politik. Grafiknya meningkat tiap tahunnya pertanda pengawasan dan penindakan korupsi di Indonesia semakin membaik. Indonesia bukan negara gagal, kita selalu berbenah salah satunya dengan kehadiran KPK ini,” tutur Agus.

Korupsi sudah ada di Indonesia sejak lama, dicantumkan dalam buku Peter Carey &  Suhardiyoto Haryadi bahwa disebutkan penyebab Perang Jawa yg utama adalah masalah korupsi selain itu pada era sistem tanam paksa petani hanya mendapatkan 20% hasil panen.

“Maka itu KPK hadir untuk mencegah kerugian negara akibat korupsi semakin besar. Tidak hanya menindak tegas para pelaku namun juga mencegah, mengawasi dan melakukan perbaikan sistem,” tambahnya.

Perbaikan sistem merupakan evaluasi dari penindakan sebuah kasus korupsi. Misalnya tentang perjalanan dinas para pejabat. Kebiasaan para tuan rumah dalam “menjamu” tamu merupakan bentuk gratifikasi yang perlu dirubah. “Saya tahu kadang tuan rumah tidak ada anggaran untuk ‘menjamu’ para tamunya pasti dicari-carikan dari mana-mana. Tidak hanya itu, ketika tamu pulang masih harus beri ‘amplop’ lagi. Inilah kebiasaan sepele yang harus ditinggalkan,” jelasnya.

Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. dalam sambutannya juga secara tegas menyatakan dukungannya kepada KPK. “KPK punya tugas yang mulia, mari kita bantu KPK dalam menjalankan tugasnya ini. Walaupun banyak gesekan tapi KPK tetap gigih menjalankan tugasnya,“ ujarnya.

Seminar yang dihadiri 350 peserta yang terdiri dari pejabat instansi pendidikan, pemerintahan, bank dan perusahaan swasta di wilayah Karisidenan Kedu ini merupakan program tahunan Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara (Himanisra) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNTIDAR. “Sebuah kebanggaan tersendiri disela kesibukannya Ketua KPK RI bersedia hadir dan berbagi informasi mengenai KPK di kampus tercinta ini dan tentunya kami jadi paham bahwa mahasiswa pun harus tanggap mengawasi setiap tindakan korupsi di lingkungan sekitar kita, ujar Ketua Himanisra, Muhammad Chamdani. (DN/HDN)

BAMBANG SETIADI DORONG UNTIDAR JADI PERGURUAN TINGGI PUSAT ILMU GUNUNG API

Ketua Dewan Riset Nasional (DRN) Dr. Bambang Setiadi, IPU mengungkapkan letak Universitas Tidar di Kota Magelang yang dikelilingi beberapa gunung memiliki potensi besar menjadi lokasi pusat pengembangan ilmu gunung api. “Buatlah ‘brand’ UNTIDAR menjadi pusat ilmu gunung api. Ini kesempatan besar UNTIDAR menjadi pusat kajian gunung api yang belum pernah ada di Indonesia,” ungkapnya, Jumat (20/10) pada Seminar Nasional kerjasama UNTIDAR dengan Alumni ’71 SMA N 1 Magelang.

Magelang dikelilingi 7 gunung api yaitu Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, Gunung Telomoyo, Gunung Prahu dan Gunung Andong. Selama ini, gunung api identik dengan bencana alam namun jika dapat mengelola potensinya dengan baik tentunya akan memperoleh manfaatnya.

 

“Alam (gunung api) memiliki potensi terbentuknya pusat riset wisata gunung atau pusat pendidikan vulkanologi, gunung ini juga bisa dijadikan laboratorium alam dan Magelang bisa jadi solusi terhadap minimnya keberadaan wadah bagi para vulkanolog Indonesia,” jelasnya.

Prof. Dr. Dr(HC). Ir. Djoko Santoso, M.Sc., IPU, Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) menambahkan bahwa gunung api di Indonesia mempunyai potensi yang lebih jika dibandingkan dengan gunung api di luar negeri. “Banyak pengembangan wilayah gunung api salah satunya adalah wisata contohnya pemandangannya, sumber air panas, hasil pertanian yang melimpah karena tanah yang subur dan potensi lainnya,” katanya.

Selain Ketua DRN dan Guru Besar ITB dalam seminar bertemakan “Ayo Kita Bangun Indonesia Semakin Istimewa” turut hadir sebagai pemateri Ketua Program Pascasarjana Ilmu Ternak Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Siti Chuzaeni, MS. yang menyampaikan materi mengenai produk peternakan sebagai sumber protein hewani dan Ketua Perhimpunan Ahli Bedah Syaraf Indonesia, dr. Endro Basuki, Sp.BS (K)., M.Kes. mengenai merawat otak untuk mencegah stroke.

Seminar ini merupakan rangkaian kegiatan Reuni Ageng SMA N 1 Magelang. Dr. Bambang dan teman-teman seangkatannya berinisiatif membuat sebuah acara yang bernilai akademis dan bermanfaat bagi pengembangan Kota Magelang. Maka itu, alumni angkatan ’71 SMA N 1 Magelang menggandeng UNTIDAR dan mewujudkannya dalam sebuah seminar yang dihadiri kurang lebih 300 peserta baik dari siswa SMA, guru, mahasiswa, dosen serta pegawai pemerintahan di wilayah Kota Magelang.

”Bukan hanya sebagai alumni SMA N 1 Magelang tapi para pemateri adalah putra-putri unggulan Kota Magelang. Semoga ilmu-ilmu beliau bisa kita kembangkan untuk sivitas akademika UNTIDAR khususnya dan masyarakat Magelang umumnya,” ungkap Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. (DN/HDN)

UNTIDAR – KAPOLRES MAGELANG KOTA SIAP TINGKATKAN KERJASAMA

Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. menerima kunjungan dari AKBP Kristanto Yoga Darmawan, SIK., M.Si., Kapolres Magelang Kota, Polda Jawa Tengah, Kamis (19/10). Kunjungan ini merupakan ajang silaturahmi dan perkenalan Kapolres Magelang Kota yang baru saja dilantik awal Oktober ini.

“Terima kasih sudah mau berkunjung ke kampus yang baru 3 tahun menjadi negeri ini. Semoga kerjasama antara UNTIDAR dan pihak Kapolres Magelang Kota bisa semakin ditingkatkan terutama di bidang keamanan, penyuluhan bahaya Narkoba ataupun Bela Negara,” kata rektor.

Bersama Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Joko Widodo, M.Pd. dan Wakil Rektor Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Bambang Kuncoro, M.Si., beliau memaparkan sejarah singkat kampus serta berdiskusi seputar keamanan kampus.

“Mahasiswa terus bertambah, lahan parkir masih belum maksimal, banyak laporan masuk tentang kehilangan helm. Karakteristik mahasiswa juga semakin beragam, kadang muncul konflik dan berpotensi menjadi demo,” tambahnya.

Menanggapi pernyataan tersebut AKBP Kristanto menyarankan untuk memaksimalkan CCTV di lingkungan kampus serta penerapan manajemen konflik yang tepat. “Contoh kasus pencurian di minimarket kemarin, pelaku cepat terdeteksi karena bantuan CCTV. Maka itu, saya minta kerjasama Kasat Lantas, Dishub dan Diskominfo untuk mengintegrasikan 36 CCTV di wilayah Magelang untuk peningkatan keamanan. Sistem ini bisa juga diaplikasikan di kampus mengingat banyaknya motor serta helm mahasiswa yang mengundang kriminalitas pihak yang tidak bertanggung jawab,” ungkapnya.

AKBP Kristanto mengajak Rektor UNTIDAR untuk tidak segan bekerjasama dengan pihak Kapolres Magelang. “Kegiatannya bisa disesuaikan, misalnya penyuluhan bahaya Narkoba, radikalisme atau seperti yang diungkapkan Pak Rektor tadi, kedepannya bisa bekerja sama dalam Seminar Bela Negara untuk mahasiswa,” ujarnya.

Dalam kunjungan ini turut serta Wakapolres Magelang Kota, Kompol Prayudha Widyatmoko, SIK.; Kapolsek Magelang Utara, Kompol M. Khodar; Kasat Lantas, AKP Marwanto; Kasat Intelkam, AKP Moch Yusuf, S.H.; Kasat Narkoba, AKP Budi Prasetyo; kasat Binmas dan AKP Dra. Ni Komang Yanti. (DN/HDN)

PENGUMUMAN SELEKSI KOMPETENSI DASAR PENGADAAN CPNS KEMRISTEKDIKTI

Pengumuman Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Pengadaan CPNS di Lingkungan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi :

pengumuman_pelaksanaan_skd

Tata tertib pelaksanaan seleksi kompetensi dasar dengan metode Computer Assisted Test (CAT) BKN :

tata_tertib_peserta_skd

Jadwal dan tempat pelaksanaan seleksi kompetensi dasar :

lampiran_i_-_jadwal_dan_pelaksanaan_skd

Lokasi seleksi kompetensi dasar :

lampiran_ii_-_lokasi_skd

Sesi ujian seleksi kompetensi dasar :

lampiran_iii_-_sesi_ujian_skd

KUNJUNGAN SMK BANDAR SUNGAI BUAYA MALAYSIA KE FKIP UNTIDAR

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tidar menerima kunjungan SMK Bandar Sungai Buaya, Hulu Selangor, Malaysia, Senin (16/10). Dalam kunjungan atau disebut lawatan muhibbah dalam bahasa Malaysia ini, Hajah Nor’aini binti Abdul Muin selaku pengetua atau kepala sekolah SMK Bandar Sungai Buaya beserta belasan guru lainnya berkunjung sekaligus melepas kangen dengan 20 mahasiswa FKIP UNTIDAR yang Juli kemarin melaksanakan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) di Malaysia.

Dekan FKIP, Prof. Dr. Sukarno, M.Si., mengucapkan selamat datang dan merasa senang melihat keakraban antara guru-guru dari Malaysia dengan mahasiswa PPL UNTIDAR. “Selamat datang di kampus kami. Semoga kerjasama terus terjalin dengan baik antara SMK Bandar Sungai Buaya dan kampus UNTIDAR. Setelah Juli kemarin kami titipkan 20 mahasiswa untuk melaksanakan PPL kembali pada November mendatang kami akan mengirimkan 23 mahasiswa dalam kegiatan English for Tourism ke Malaysia,” tuturnya saat memberikan sambutan.

Rombongan Malaysia disambut Tarian Mangestuti pada awal acara. Sambutan tarian tradisional ini diapresiasi oleh Kepala Sekolah SMK Bandar Sungai Buaya sebagai penghargaan kepada budaya yang kini jarang atau sangat minim dikalangan anak muda. “Kami sangat senang disambut dengan baik, orangnya ramah dan sambutan berupa tarian tradisional yang membuat kami sangat diistimewakan disini,” katanya.

Menurut Puan Hajah Nor’aini, anak muda jaman sekarang sangat terpengaruh budaya luar negeri. Mereka pun tak segan meniru bahkan mengikuti setiap trend terbaru negeri tersebut. “Anak saya hampir setiap hari mengikuti trend Korea, saat berkesempatan mengunjungi negara itu dia berkata bahwa orang Korea sangat menjunjung tinggi adat budayanya dan budaya itulah yang kini mendunia,” tambahnya. (DN/HDN)

MILAD KE 37, MAPALA SULFUR BERSIHKAN KALI BENING

Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Sulfur Universitas Tidar menggadakan acara Bakti Sosial (baksos) membersihkan dan menebar 200 benih ikan mas di Sungai Kali Bening, Dusun Dumpoh, Potrobangsan, Minggu (15/10). Kegiatan ini merupakan rangkaian Milad ke 37 Mapala Sulfur.

“Harapannya kegiatan baksos ini meningkatkan kesadaran warga kampus dan sekitarnya agar terus menjaga alam ini meskipun dari hal kecil seperti menanam pohon atau tidak membuang sampah di sungai agar ekosistem tetap terjaga,” kata Zaimuddin, Ketua Panitia Milad.

Membuka kegiatan ini, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan dan Kerjasama (BAKPK), Drs. Giri Atmoko, M.Si. menuturkan bahwa setiap Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) hendaknya meningkatkan kegiatan positif yang bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya. “Kami mendukung kegiatan setiap UKM tentunya yang bersifat positif dan berguna bagi sesama. Selain itu, untuk mendukung kelancaran kegiatan hendaknya perlu diperhatikan alur atau proses perijinan serta pertanggungjawaban kegiatannya juga,” ungkapnya.

Setelah memberikan sambutan, Kabiro BAKPK beserta pendamping Mapala Sulfur, Retno Dewi Pramodia Ahsani, S.IP., M.PA., menanam bibit Adansonia Digitata atau biasa disebut Pohon Botol setinggi 30 cm di komplek taman Gedung Fakultas Teknik. Penanaman ini merupakan simbolisasi kepedulian Mapala Sulfur kepada lingkungan.

“Pohon botol tumbuhnya tidak terlalu memakan tempat dan cocok ditanam ditengah kampus. Kalo sudah tumbuh besar nantinya akan dijadikan tanaman simbolis Mapala Sulfur dan kedepannya bisa kami budidayakan juga dengan stek tanaman,” jelas Pertiwi Juli Astuti, Koordinator Sie Acara Milad Mapala.

Kegiatan baksos dibagi menjadi 2 yaitu baksos internal dan baksos eksternal. Baksos internal meliputi penanaman pohon di dalam kampus yang dilanjutkan pembersihan Sungai Kali bening dan penebaran benih ikan. Sedangkan baksos eksternal dilaksanakan di Dusun Deles, Citrosono, Grabag, Kabupaten Magelang.

Baksos eksternal dilaksanakan 1 hari sebelumnya, Sabtu (14/10) dimana Mapala Sulfur menanam 200 bibit pohon botol di wilayah pasca bencana Dusun Nipis. Bibit pohon yang ditanam meliputi jabon, mahoni, eukaliptus dan asam jawa. (Mapala Sulfur/DN)

PASCA WISUDA, 8 LULUSAN UNTIDAR DIBIDIK ARMADA GROUP

Universitas Tidar menandatangani Memorandum Of Understanding (MoU) atau perjanjian kerjasama dengan PT. Mekar Armada Jaya (New Armada), Sabtu (14/10). Penandatangan kerjasama ini dilangsungkan pada sesi akhir Wisuda Periode Oktober 2017 lalu.

“Ke depannya, lulusan UNTIDAR mendapatkan prioritas utama untuk dapat bekerja di PT. New Armada maupun unit usaha lain dibawah naungannya. UNTIDAR berharap tidak hanya mampu membekali ilmu tapi mengantarkan para lulusannya ke dunia kerja,” kata Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd.

Maksud dan tujuan MoU ini adalah kerjasama dalam pemanfaatan potensi yang dimiliki oleh pihak UNTIDAR atau PT. New Armada untuk menunjang kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat, sesuai dengan tugas, fungsi dan wewenang masing-masing pihak dan kelancaran tugas masing-masing pihak.

Penandatangan kedua belah pihak diwakili oleh Harris Imam Suntoko selaku Direktur Human Capital (HC) & Generai Affair (GA) dari PT. New Armada dan Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd selaku Rektor Universitas Tidar.

“Hari ini Senin (14/10) dan Kamis mendatang 8 lulusan UNTIDAR yang telah kami seleksi sebelumnya menjalani psikotest, semoga hasilnya memuaskan dan langsung bisa bekerja” kata Harris.

Dari 8 lulusan yang mendapat undangan untuk proses psikotest ada terdapat nama Siti Marfuah, mahasiswi lulusan terbaik dengan IPK 3,87 dari Prodi D3 Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Lukman Nurul Hakim mahasiswa lulusan terbaik kedua dengan IPK 3,81 dari Prodi D3 Teknik Mesin, Fakultas Teknik.

“Saya sudah berusaha maksimal saat mengerjakan test tadi. Optimis dan selalu berdoa diberikan jalan terbaik. Orang tua pun kemarin sangat senang ketika mendapat kabar ini, di hari yang sama pewisudaan mendapat undangan test psikotes di New Armada, sangat bersyukur,” tutur Lukman saat diwawancara pasca menjalani proses psikotest.

Alief Rizka H., Kepala Unit Recruitment & People Development, PT. New Armada Magelang berharap kerjasama ini dapat meningkatkan sinergi antara dunia pendidikan dan industri. “Kerjasama dapat dikembangkan dalam riset produk (product engineering), perbaikan proses produksi (production improvement), peningkatan kompetensi manpower (scaling up competency) dan hal-hal lain untuk kemajuan pendidikan dan industry Indonesia,” tuturnya. (DN/HDN)

SITI MARFUAH ANAK TUKANG SATE PERAIH IPK TERTINGGI WISUDA UNTIDAR PERIODE OKTOBER 2017

Meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi pada saat wisuda mungkin tidak pernah terlintas sedikitpun di benak Siti Marfuah. Untuk dapat melanjutkan pendidikan sampai ke jenjang perguruan tinggi saja, Siti perlu berjuang selama 5 tahun setelah kelulusan SMAnya.

Siti merupakan wisudawan program studi (prodi) Akuntansi program diploma, Fakultas Ekonomi yang berhasil meraih IPK 3,87 yang merupakan IPK tertinggi pada wisuda Universitas Tidar periode Oktober 2017, Sabtu (14/10).

“Kumpulin biaya dulu dengan kerja apa adanya. Mulai dari nge-les-in anak SD, SMP sampai SMA. Bantuin bikin kue tetangga, jualan buku, jemput anak les atau jasa beliin barang,” ungkap Siti.

Siti menjelaskan penghasilannya pun tidak menentu mulai dibayar Rp 2000 setiap satu kali datang untuk 1 kali pertemuan les atau Rp 5000 tiap 3 kali pertemuan. “Dulu 1 bulan hanya dapat 100 ribu saja tapi sekarang Alhamdulillah, berkat orang tua murid mempromosikan les dengan Siti ke orang tua lain jadinya pendapatan sudah lumayan ya cukup untuk biaya kuliah bahkan bantu berbenah rumah sedikit demi sedikit,” tambahnya.

Siti tinggal di Jalan Buton Cemara RT 03 / RW 04, Kedungsari, Magelang bersama Bapak Muh Jalaludin dan Ibu Satuna serta 4 saudaranya. Orang tuanya bekerja sehari-hari sebagai penjual sate. “Saya sehari-hari jualan sate keliling, kalo Ibu jualan sate di pasar payaman. Penghasilan ya pas-pasan untuk biaya 5 orang anak. Tetapi, Siti dari SD sudah mulai cari biaya sendiri buat sekolah. Bisa sekolah tanpa merepotkan Bapak Ibu saja sudah Alhamdulillah apalagi Siti jadi lulusan terbaik,” ujar Bapak Muh Jalaludin.

Dalam kesehariannya, walaupun sudah cukup sibuk dengan kuliah atau kerja, Siti masih bisa mengantar dan menjemput Ibunya yang setiap pagi harus menjajakan jualannya. “Siti tidak pernah meminta malah Ibu yang diberi. Semoga Siti bisa cepet dapat kerja tetap setelah lulus,” katanya.

Kelahiran Sampang, 21 Juni 1991 ini dikenal sebagai pribadi yang pintar, ulet dan percaya diri di kalangan teman kuliahnya. Peraih juara 3 Lomba Debat Bahasa Inggris tingkat universitas ini mengaku tidak pernah malu dengan keadaannya. “Tidak malu, jalani aja, lulus kuliah trus dapat kerja tetap, fokus,” ujar Siti.

Siti saat ini sedang mengambil kursus Bahasa Jepang selagi menunggu mendapat panggilan dari lamaran pekerjaan yang dia kirimkan. Menjadi wanita karir merupakan target jangka pendeknya kedepannya dia ingin mendirikan usaha sendiri dan membangun sebuah perpustakaan dimana semua orang biasa membaca gratis. (DN/HDN)

WISUDA PERIODE OKTOBER, REKTOR HIMBAU LULUSAN UNTIDAR MAMPU CIPTAKAN LAPANGAN PEKERJAAN

Universitas Tidar melepas 220 wisudawan program sarjana dan diploma pada Wisuda Periode Oktober 2017, Sabtu (14/10). Pada wisuda ke-7 UNTIDAR pasca menyandang status sebagai perguruan tinggi negeri ini 139 wisudawan program sarjana (S1) dan 81 wisudawan program diploma (D3).

Wisudawan program sarjana meliputi 27 wisudawan prodi Ekonomi Pembangunan, 14 wisudawan prodi Ilmu Administrasi Negara, 20 wisudawan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 36 wisudawan prodi Pendidikan Bahasa Inggris, 5 wisudawan prodi Agroteknologi, 14 wisudawan prodi Teknik Elektro, 14 wisudawan prodi Teknik Mesin dan 9 wisudawan Teknik Sipil. Sedangkan wisudawan program diploma terdiri dari 66 wisudawan prodi Akuntansi dan 15 wisudawan prodi Teknik Mesin/Diploma.

Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. menuturkan bahwa para wisudawan telah berdiri di tahap peningkatan potensi pada proses penyelenggaraan pendidikan. “Penyelenggaraan pendidikan di UNTIDAR mencakupi : intrakulikuler, kokurikuler dan ekstrakulikuler. Pendidikan ini dilakukan mahasiswa dengan berbagai kegiatan belajar untuk meningkatkan potensi kognisi, potensi afeksi dan potensi psikomotor. Peningkatan potensi yang tinggi pada hari ini saudara sekalian Sabtu 14 Oktober 2017 diwisuda,” ujarnya.

Rektor juga berharap kepada para wisudawan untuk tidak hanya terpaku menjadi seorang pencari kerja atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) tetapi bisa menjadi pelaku usaha atau wirausahawan. “Lulusan UNTIDAR diharapkan berperan dalam kehidupan, mampu berkompetisi dalam memasuki wilayah kerja serta mampu menciptakan lapangan kerja,” tambahnya.

Tak hanya itu, Rektor tidak lupa memberikan ucapan selamat kepada seluruh para wisudawan serta terima kasih kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan anaknya di kampus UNTIDAR.

Penghargaan Wisudawan Terbaik

Total wisudawan dengan predikat pujian/cumlaude pada wisuda kali ini adalah 33 wisudawan. Peraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi adalah Siti Marfuah dengan IPK 3,87 dari program studi (prodi) Akuntansi program diploma (D3), Fakultas Ekonomi. Peringkat kedua, Lukman Nurul Hakim dengan IPK 3,81 dari prodi D3 Teknik, Fakultas Teknik. Peringkat ketiga, Chusnul Amaliah dengan IPK 3,69 dari prodi S1 Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan peringkat keempat adalah Vicky Setya Hermawan IPK 3,61 dari prodi S1 Teknik Elektro, Fakultas Teknik.

Wisudawan dengan pujian mendapatkan penghargaan dari universitas sekaligus Bank Jateng dan Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Kota Magelang. Selain itu, terbaik tingkat universitas baik program diploma maupun sarjana peringkat pertama dan kedua mendapatkan penghargaan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Universitas Tidar juga memberikan penghargaan kepada 11 wisudawan wirausahaan yang telah mulai merintis usaha ketika dibangku kuliah. Penghargaan ini merupakan salah satu apresiasi universitas kepada mahasiswa yang berani memulai usahanya serta dapat menjadi bekal untuk memajukan usahanya di kemudian hari.

Peningkatan Kualitas UNTIDAR

Jumlah wisudawan UNTIDAR tiap periode terus mengalami peningkatan. Wisuda periode April 2017 lalu hanya meluluskan 106 wisudawan sedangkan pada periode Oktober ini meningkat 114 wisuda menjadi 220 wisudawan.

Peningkatan ini berbanding lurus dengan jumlah mahasiswa UNTIDAR yang terus bertambah tiap tahunnya. Menurut data Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UNTIDAR tahun 2017, total pendaftar 11.142 orang dan hanya 14%nya saja yaitu sejumhlah 1590 orang yang akhirnya diterima dan melanjutkan studinya di kampus ini.

Pada tahun 2017 ini, jumlah program studi juga meningkat dari 10 prodi menjadi 17 prodi. Rincian prodi tersebut adalah 14 prodi sarjana (Ekonomi Pembangunan, Akuntansi, Manajemen, Agroteknologi, Peternakan, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan IPA, Teknik Mesin, Teknik Sipil, Teknik Elektro, Administrasi Negara, Hukum dan Ilmu Komunikasi), 2 prodi diploma (Akuntansi dan Teknik Mesin) serta 1 prodi magister yaitu Pendidikan Bahasa Indonesia.

Berbagai peningkatan ini merupakan bukti keseriusan UNTIDAR berproses menjadi perguruan tinggi negeri yang patut dipertimbangkan untuk melanjutkan studi. Berbagai aspek terus ditingkatkan mengacu pada visi universitas tidar yaitu universitas berbasis riset dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan kewirausahaan. (DN/HDN)