PKMK 2017 : BIBIT MANGGIS KAKI GANDA, 2 TAHUN LANGSUNG BERBUAH.

PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) dengan judul  Untung Ganda dengan Bibit Manggis Kaki Ganda berlatar belakang adanya pencarian bibit manggis yang meningkat. Ardika dan timnya memiliki tujuan untuk mendukung hal itu dengan pembuatan bibit manggis yang pertumbuhannya lebih cepat dibandingkan bibit manggis biasa.”Menumbuhkan bibit manggis dari biji umumnya membutuhkan waktu paling tidak 5 hingga 10 tahun baru menghasilkan buah sedangkan bibit hasil sambung pucuk dengan batang bawah berumur 2 tahun sudah bisa berbuah 1 tahun sejak disambung” katanya.

Bibit manggis kaki ganda dibuat menggunakan cara sambung pucuk dengan menggabungkan dua batang bibit manggis untuk menunjang serapan nutrisi dua kali lebih banyak dan pertumbuhannya cepat.  Penggabungan bibit manggis yang digunakan adalah bibit manggis unggul dalam berbuah dengan bibit manggis yang baik dalam beradaptasi dengan tanah dan tahan terhadap penyakit akar.

Bibit manggis unggul yang menghasilkan buah baik dari segi kuantitas maupun kualitas menjadi batang atas,  juga bibit manggis yang mampu beradaptasi dengan berbagai jenis tanah dan penyakit akar menjadi batang bawah. “Batang tanaman manggis yang cenderung berbentuk pipih saat disambung antara batang atas dan batang bawah harus sebidang karenanya dibutuhkan keterampilan”, jelasnya.

Memilih media bibit manggis sebagai media sambung pucuk dikarenakan tingkat kesulitannya tinggi dibandingkan tanaman lainnya. Sebelumnya Ardika dan kawan-kawan telah mencoba pada tanaman durian, kelengkeng, duku maupun sawo.

PKM ini beranggotakan 3 orang yaitu Ardika Ageng Samudra selaku ketua dan dua anggota lainnya yaitu Fisiela Fikta Arunia dan Sri Windiyani. Saat ini bibit sudah dipasarkan di daerah Sumberan, Salaman.

Ardika menambahkan dari hasil perhitungan keuntungan yang didapat mencapai 50% dari harga jualnya. “Bibit biasa itu seharga Rp 5.000,00 saja dan sekarang kami buat agar nilai jual bertambah dengan sambung pucuk bibit manggis sebagai daya tarik tersendiri”, katanya.

PKM ini termasuk dari 12 pkm yang berangkat dalam monev eksternal yang berlangsung di UNNES Semarang bulan lalu. Dalam kesempatanya dalam presentasi PKM ini menarik perhatian kedua pemonev hingga akhirnya 3 bibit yang dibawa sebagai wujud produk dibeli dua bibit oleh pemonev. (HDN/DN)

PENGUMUMAN CPNS UNTIDAR TAHUN 2017

Berdasarkan Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 3691/A.A2/KP/2017 tanggal 4 September 2017, Universitas Tidar akan menerima Calon Pegawai Negeri (CPNS) Dosen dari pelamar umum sejumlah 7 (tujuh) formasi dengan rincian sebagai berikut.

Klik Selengkapnya :

  1. LINK PENGUMUMAN
  2. LINK FORMAT SURAT LAMARAN

SUMINTO : SASTRA & BUDAYA PENTING DALAM PENGEMBANGAN BIPA

Guru Besar Budaya dan Sastra Universitas Negeri Yogyakarta sekaligus Penasehat Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI), Prof. Dr. Suminto A. Sayuti, M.Pd. memaparkan pentingnya sastra dan budaya dalam pengembangan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), Sabtu (09/09) di auditorium Universitas Tidar.

“Fokus perhatian bukan pada pengembangan materi ajar sastra dan budaya yang siap pakai di dalam kelas pembelajaran tetapi diposisikan sebagai materi dalam konteks pembelajaran (perolehan) bahasa secara umum,” tuturnya.

BIPA adalah program pembelajaran keterampilan berbahasa Indonesia (berbicara, menulis, membaca, dan mendengarkan) bagi penutur asing. Penyuntikan sastra dan budaya dalam program ini diharapkan membantu para pelajar asing secara realistik memahami teks-teks sastra Indonesia dalam kelas pembelajaran. “Sepotong fragmen novel atau cerpen bisa saja mampu menghanyutkan pelajar asing yang membacanya dibandingkan dengan ‘cerita semu’ yang didapatkan dalam buku-buku kursus BIPA,” tambahnya.

Selain Prof. Suminto pada acara Seminar Nasional Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajarannya (KABASTRA) ini Kepala Balai Bahasa Jawa Tengah, Dr. Tirto Suwondo, M.Hum. dan dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNTIDAR, Dr. Yulia Esti Katrini, M.S. turut memaparkan materi mengenai pengembangan BIPA serta pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia mempermudah pendidikan karakter anak bangsa pada sesi diskusi panel.

“Tahun ke-2 pelaksanaan KABASTRA ini diharapkan dapat menjadi ajang sharing bagi dosen, pemerhati bahasa serta guru mengenai perkembangan bahasa dan segala permasalahnya kemudian mencari solusi bersama,” kata Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Bahasa UNTIDAR, Dr. Farikah, M.Pd.

Beliau menuturkan peserta sidang paralel pada KABASTRA II sejumlah 44 makalah yang berasal dari dosen dan mahasiswa perguruan tinggi, pemerhati bahasa serta guru bahasa. “Peserta terjauh dari Universitas Khairun Ternate dan Universitas Mulawarman Kalimantan serta kita mendapat kesempatan untuk menghadirkan Dr. Gde Artawan, M.Pd., dosen sekaligus sastrawan dari Universitas Pendidikan Ganesha, Bali,” tambahnya. Dalam kesempatan ini, Dr. Gde Artawan membacakan serta membagikan Buku Puisi bertajuk “Hatimu Sebatang Pohon” kepada Rektor, Kepala UPT Perpustakaan dan Kepala UPT Bahasa UNTIDAR. (DN)

MOTIVASI BIDIKMISI : SUKSES ITU TIDAK TERGANTUNG PADA BIAYA!

Universitas Tidar menyelenggarakan acara Sosialisasi Penerima Bantuan Biaya Pendidikan Bidikmisi tahun 2017, Jumat (09/08). Acara ini bertujuan memberikan sosialisasi mengenai bantuan Bidikmisi, pemberian motivasi serta arahan Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) kepada 300 mahasiswa yang menerima bantuan Bidikmisi tahun akademik 2017/2018.

“Mari selalu bersemangat dalam berprestasi. Lulus tepat waktu, bahkan kalalu memungkinkan 3,5 tahun saja dengan IPK diatas 3.5 lalu lanjut program akselerasi ke S2 dan S3,” kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Bambang Kuncoro, M.Si.

Beliau mendukung mahasiswa Bidikmisi yang mau melanjutkan pendidikan hingga S3 dengan program akselerasi dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Mahasiswa Program Bidikmisi program Sarjana (S1) mendapatkan uang saku Rp 650 ribu tiap bulannya. Jika bisa melanjutkan hingga S2 maka uang saku yang diterima Rp 3.750.000 dan program S3 sebesar Rp 4.500.000 per bulannya. “Tidak perlu khawatir soal biaya lagi untuk mendapatkan pendidikan terbaik, pemerintah telah memberikan solusi lewat program Bidikmisi atau program beasiswa lainnya,” tambahnya.

Dalam kesempatan ini, Fuzna Marzuqoh, S.H., CH, CMNLP turut memberikan motivasi untuk pantang menyerah dalam menggapai impian atau cita-cita. Motivator sekaligus program director CPP Radionet ini menekankan kesuksesan seseorang tidak bergantung pada biaya. “ Sukses itu bukan masalah berapa banyak biaya yang dibutuhkan tetapi seberapa besar tekad, kesuksesan, ridho orang tua dan Tuhan dalam proses menuju tujuan akhir,” tuturnya.

Sukses itu diawali dengan bagaimana kita mengemas diri sendiri sehingga memiliki “daya jual”. “Sell your self! Bagaimana diri anda menjalin hubungan dengan orang lain, bagaimana anda memanfaatkan kekuatan diri (pikiran) dalam mencapai tujuan dan bagaimana anda menjangkau cita-cita anda. Buatlah diri anda diterima, disukai dan dipercaya orang lain, maka sukses pasti dapat diraih,” kata Ibu dua orang anak ini.

Kepala Bagian Akademik, Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan dan Kerjasama (BAKPK), David Budhi Hartono, S.E. menjamin mahasiswa penerima Bidikmisi UNTIDAR jauh lebih dipermudah oleh pihak kampus perihal rekening penerimaaan bantuan. “MoU UNTIDAR dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) mempermudah sistematis pembuatan rekening bagi para mahasiswa Bidikmisi. Jika di kampus lain masing-masing mahasiswa harus membuat rekening secara mandiri, disini semua sudah diuruskan secara masal tinggal besok pengaktifan rekening dan mahasiswa bisa menerima dana Bidikmisinya,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Baruna Kusuma, SPI., MP., dosen baru Fakultas Pertanian tutur berbagi pengalamannya dalam Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM). Dosen asal Malang, jawa Timur ini memberikan gambaran umum bagaimana menggali ide kreatif untuk pembuatan PKM serta cara penyusunan PKM berdasarkan jenis-jenisnya. Mahasiswa Bidikmisi Universitas Tidar (Himadiktar) juga berkesempatan unjuk kebolehan dengan menampilkan pertunjukan Tari Nusantara serta penampilan band. (DN/HDN)

DAFTAR PANEL SEMINAR NASIONAL KABASTRA II

Kami informasikan kepada seluruh calon pemakalah Seminar Nasional KABASTRA II bahwa daftar panel Seminar KABASTRA II dapat diunduh pada tautan di bawah ini. Terimakasih

DAFTAR PANEL KABASTRA

Ttd Panitia Seminar Nasional KABASTRA II

GANJAR PRANOWO : KKN TEMATIK BANTU TINGKATKAN POTENSI DAN EKONOMI DESA

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mendukung peranan perguruan tinggi dalam meningkatkan potensi dan ekonomi desa khususnya di Jawa Tengah salah satunya dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik. Peranan mahasiswa dalam KKN tematik diharapkan mampu menggali potensi desa, mendampingi pengembangan serta pengelolaan potensi desa tersebut menjadi sumber ekonomi desa menuju Desa Berdikari.

“Ada 7809 desa di 527 kecamatan di Jawa Tengah, masing-masing desa punya potensi masing-masing dan mampu dikembangkan menjadi sumber ekonomi desa. KKN mahasiswa bisa diarahkan untuk mendampingi masing-masing desa ini dan yang penting kegiatan pendampingan ini berkelanjutan,” kata Ganjar.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengucurkan dana desa tahun 2017 sebesar Rp 6,3 T dimana dialokasikan untuk bidang pemerintahan 3,28%, bidang pembangunan 89,72%, bidang pembinaan 0,07% dan bidang pemberdayaan 6,93%. Pemanfaatan dana desa ini diharapkan lebih maksimal jika perguruan tinggi ikut berperan. “Salah satu kendala pemanfaatan dana desa yaitu adalah pelaporan keuangannya, dana yang keluar tidak seberapa namun laporannya ‘tebal’. Peran perguruan tinggi melalui KKN tematik ini yang bisa jadi solusi kendala-kendala yang mungkin tidak terjangkau pihak provinsi,” tambahnya.

Ganjar didapuk sebagai keynote speaker pada acara Seminar Nasional Ekonomi Pembangunan dan call for paper “Optimalisasi Pengelolaan Potensi Sumber Daya Ekonomi Menuju Kemandirian Desa” yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi, Universitas Tidar, rabu (06/09).

Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. mengapresiasi kedatangan orang nomor 1 di Jawa Tengah ini. “Sesuai tema acara ini tentang pengembangan potensi desa, kampus UNTIDAR juga sedang merintis pengembangan Desa Balesari, Windusari sebagai destinasi wisata ‘0 KM Jawa’. Semoga materi dari Pak Ganjar dan narasumber lain bisa menjadi masukan dalam pengembangan desa ini maupun desa lainnya dikemudian hari,” katanya.

Dalam seminar ini, Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Tengah, Ir. Sujarwanto Dwiatmoko, M.Si. turut memaparkan materi mengenai optimalisasi pengelolaan sumber daya ekonomi serta Kepala Pusat Studi Perencanaan, Pembangunan Regional Universitas Gadjah Mada, Ir. Agam Marsoyo, M.Sc., Ph.D., menyampaikan materi mengenai isu-isu pembangunan desa menuju desa mandiri. (DN/HDN)

LAUNCHING PRODI HUKUM : MAHFUD M.D TEKANKAN PERAN PENTING IDEOLOGI PANCASILA

Prof. Dr. Mohammad Mahfud M.D, S.H., S.U. memaparkan pentingnya pemahaman Pancasila untuk menjaga persatuan bangsa dalam acara Seminar Regional “Penegakan Ideologi Pancasila dan Penanganan Radikalisme dalam Rangka Implementasi Kebebasan Berekspresi Menurut UUD 1945”, Selasa (05/09).

“Pancasila merupakan ideologi yang mempersatukan keberagaman Indonesia mulai dari suku, pulau, bahasa hingga agama yang berbeda menjadi satu,” kata mantan Ketua Mahkamah Institusi ini.

Sebagai ideologi, Pancasila merupakan pedoman kehidupan bersama atas nilai-nilai yang berbeda. Berjalan bersama untuk satu tujuan yaitu persatuan bangsa Indonesia. “Pancasila dan UUD dielaborasi ke dalam peraturan perundang-undangan, dimana inilah yang menjadi aturan atau batasan-batasan  dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tambahnya.

Beberapa hal yang dibatasi oleh UUD 1945 yaitu berkespresi dan berorganisasi. Pembatasan ini bertujuan meminimalisir munculnya gerakan-gerakan radikalisme yang bertentangan dengan Pancasila. “Kita setuju perubahan sebagai kenniscayaan tetapi bukan perubahan radikal melainkan gradual,” kata Guru Besar Tata Negara ini.

Selain seminar, dalam kesempatan ini, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), UNTIDAR juga meresmikan Program Studi Hukum. “Izin operasional pembukaan Program Studi Hukum baru turun akhir Tahun 2016 lalu dan tahun ini (2017) baru kami bisa melakukan penerimaan mahasiswa baru,” kata Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd.

Pada tahun pertama pembukaan Prodi Hukum ini jumlah mahasiswa sebanyak 85 orang dengan total dosen 9 orang. Prodi Hukum UNTIDAR memiliki visi menjadi program studi pengembang ilmu hukum berbasis riset secara progresif dan humanis.

Acara seminar dan peresmian prodi ini dihadiri perwakilan dari Pemerintah daerah, Akademi Militer (AKMIL), Kodim, Pengadilan Negeri, Kejaksaan, Kepolisian serta SMA/SMK/MA pada wilayah Kota dan Kabupaten Magelang. (DN/HDN)

PASCA BELA NEGARA MAHASISWA DIHARAPKAN LEBIH DISIPLIN DAN CINTA TANAH AIR

Seluruh mahasiswa baru Universitas Tidar tahun akademik 2017/2018 telah mengikuti program bela negara pada 21-30 Agustus 2017 di Akademi Militer Magelang. Pelaksanaan program bela negara untuk mahasiswa baru ini sesuai dengan Surat Edaran Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 468/B/SE/2017 tentang Pengenalan Kehidupan kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dimana tercantum ketentuan materi pembinaan kesadaran bela negara serta kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kami rasa AKMIL adalah pilihan yang tepat dalam pelaksanakan program bela negara di UNTIDAR. Mereka sudah terlatih, terstruktur dan terukur tiap kegiatannya. Sekali lagi, bela Negara bukan militerisasi namun ajang untuk meningkatkan kedisiplinan dan cinta tanah air,” kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Drs. Bambang Kuncoro, M.Si.

Bela Negara dilaksanakan dalam 5 gelombang dimana masing-masing gelombang terdiri dari 2 hari. Gelombang I dilaksanakan 21-22 Agustus 2017 diikuti 314 mahasiswa dari prodi S1 Teknik Mesin, prodi S1 Teknik Sipil dan prodi S1 Teknik Elektro. Gelombang II dilaksanakan 23-24 Agustus 2017 diikuti 279 mahasiswa dari prodi S1 Ekonomi Pembangunan, prodi S1 Manajemen dan prodi S1 Akuntansi. Gelombang III dilaksanakan 25-26 Agustus 2017 diikuti 312 mahasiswa dari prodi S1 Adminitrasi Negara, prodi S1 Hukum, prodi S1 Ilmu Komunikasi dan prodi D3 Teknik Mesin. Gelombang IV dilaksanakan 27-28 Agustus 2017 diikuti 318 mahasiswa terdiri dari prodi S1 pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, prodi S1 Pendidikan Bahasa Inggris dan prodi S1 pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam. Gelombang V dilaksanakan 29-30 Agustus 2017 diikuti 275 mahasiswa terdiri dari prodi S1 Agroteknologi, S1 Peternakan dan D3 Akuntansi. Total yang telah mengikuti bela Negara sebanyak 1498 mahasiswa atau 94,2% dari total mahasiswa baru yaitu 1590 mahasiswa. Sebanyak 92 mahasiswa yang berhalangan mengikuti bela negara tahun ini diwajibkan mengulang pada tahun depan.

Rangkaian program bela negara meliputi motivasi, Pelatihan Baris Berbaris (PBB), materi : wawasan kebangsaan, 4 konsensus dasar kebangsaan, kepemimpinan, sistem pertahanan semestesta dan psikologi lapangan. Mahasiswa peserta bela negara juga mendapat kesempatan untuk makan siang bersama para taruna AKMIL.

“Kami senang bisa makan siang bersama teman-teman dari UNTIDAR. Suasana makan siang jadi berbeda, tentunya lebih santai dan kami bisa mendapatkan teman baru juga,” tutur Yusuf hanafi, taruna semester 3 yang berasal dari Jakarta. Kesempatan ini juga dimanfaatkan sebagian mahasiswa UNTIDAR untuk lebih mengenal kehidupan para taruna. Bagaimana sikap saat makan, berbaris dan lain sebagainya. (DN/HDN)

KOMARUDDIN HIDAYAT : NO GOLDEN IS SILENT!

Prof. Dr. Komaruddin Hidayat memberikan motivasi kepada mahasiswa Bidikmisi Universitas Tidar tahun 2014, 2015 dan 2016 pada acara Pengarahan Wawasan Kebangsaan, Bela Negara dan Semangat Belajar, Selasa (29/08).

No golden is silent! Generasi muda khususnya mahasiswa jangan hanya diam tapi harus punya inisiatif dan aktif dalam setiap kegiatan. Kemampuan networking atau kemampuan bicara sangat menentukan kesuksesan anda di masa depan,” tuturnya.

Menurut Ketua Penegerian UNTIDAR ini kemampuan berbicara atau komunikasi membentuk mental masing-masing individu. Orang Jawa daerah Utara misalnya, karena perdagangan mereka sering berkomunikasi dengan orang luar jawa bahkan luar Indonesia sejak jaman dahulu. Maka itu, mereka punya pemikiran yang lebih terbuka. “Sarjana harus bisa berpikir kritis, biasakan bertemu dan berkomunikasi dengan orang lain nanti akan terbentuk sikap saling menghargai,” tambahnya.

Semangat kebangsaan dan demokrasi perlu kembali disemarakkan kembali dimulai dengan generasi mudanya. Peningkatan mutu pendidikan juga menentukan masa depan generasi penerus bangsa. Isu perpecahan yang sedang melanda Indonesia bisa segera teratasi mulai dari generasi mudanya, generasi yang pandai berkomunikasi, bergaul dan saling menghargai satu dan lainnya.

Acara motivasi mahasiswa Bidikmisi ini direncanakan diselenggarakan rutin untuk terus meningkatkan semangat belajar serta berkreatifitas mahasiswa dengan mendatangkan narasumber yang telah berpengalaman dari berbagai bidang. Dalam kesempatan ini, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat sebagai tokoh nasional yang berasal dari Pabelan, Kabupaten Magelang diharapkan dapat memberi motivasi kepada 350 mahasiswa Bidikmisi serta dosen muda UNTIDAR.

Dalam kesempatan ini, Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. mengajak mahasiswa Bidikmisi untuk ikut dalam Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM). “Sekarang total sudah 5000an mahasiswa tentunya kita bisa meningkatkan jumlah PKM kedepannya dan tidak menutup kemungkinan untuk maju sampai Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) jangan mau kalah dengan universitas lainnya, terus semangat,” kata Rektor. (DN/HDN)