PASTIKAN TEPAT SASARAN, UNTIDAR SURVEY LOKASI CALON PENERIMA BIDIKMISI 2017

Setelah melalukan rapat koordinasi pada Senin (31/07) lalu di ruang multimedia, Tim survey Bidikmisi Universitas Tidar Tahun 2017 mulai mendatangi lokasi calon penerima Bidikmisi. Melibatkan 19 koordinator yang terdiri dari tenaga kependidikan dan 62 mahasiswa, survey lokasi dilaksanakan di 60 wilayah Kota dan Kabupaten di Pulau Jawa. Survey dilakukan pada tanggal 1-14 Agustus 2017

Surveyor mahasiswa sedang melakukan wawancara kepada orang tua calon penerima Bidikmisi di wilayah Temanggung

“Survey lokasi tahun ini tidak hanya untuk calon penerima Bidikmisi tapi juga untuk mahasiswa yang mengajukan banding atau keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Total bidikmisi yang disurvei sejumlah 340 mahasiswa calon bidikmisi dan 44 mahasiswa banding UKT,” kata David Budhi Hartono, S.E., Ketua Panitia Bidikmisi UNTIDAR.

Total pendaftar Bidikmisi UNTIDAR Tahun 2017 total 349 mahasiswa sedangkan sesuai dengan surat nomor 162/B/BW/2017 dari Direktorat Jenderal Pembelajaran & Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi perihal kuota Bidikmisi dan PPA tahun 2017 kuota Bidikmisi di UNTIDAR tahun 2017 telah ditetapkan sebanyak 300 mahasiswa. Mahasiswa yang tidak lolos kan dikenakan UKT golongan 1 yaitu sebesar Rp 500.000. Sedangkan mahasiswa yang lolos, akan menerima total bantuan Bidikmisi Rp 6.300.000 tiap tahunnya. Dimana biaya ini diperuntukan untuk biaya UKT sebesar Rp 2.400.000 sedangkan sisanya Rp 3.900.000 dikembalikan kepada mahasiswa yang dibayarkan 3 bulan sekali melalui rekening masing-masing.

“Kalau dibagi per bulan, mereka (mahasiswa Bidikmisi) menerima Rp 650.000 bisa digunakan untuk biaya kost dan keperluan sehari-hari,” tambah David. Bantuan Bidikmisi diberikan selama 8 semester untuk program Sarjana (S1) dan 6 semester untuk program Diploma (D3). Mahasiswa Bidikmisi diwajibkan memiliki IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) minimal 3.0, jika kurang dari nilai minimal ini maka kemungkinan besar Bidikmisinya akan dicabut.

              Koordinator dan surveyor wajib mengisi form khusus yang disediakan pihak kampus UNTIDAR.

Total mahasiswa yang disurvei langsung ke lokasi sejumlah 340 mahasiswa Bidikmisi dan 44 mahasiswa Banding UKT. Sejumlah 9 mahasiswa Bidikmisi dan 2 mahasiswa Banding UKT tidak bisa disurvey secara langsung dikarenakan lokasi yang berada di luar pulau Jawa (Lampung, Balikpapan dan Samarinda).

Penggabungan jadwal survey Bidikmisi dan banding UKT bertujuan untuk efisensi tenaga dan waktu. Keterlibatan mahasiswa juga diharapkan dapat membantu efisien waktu serta mengajak mereka untuk mengetahui kondisi lapangan rekan-rekan mereka calon penerima Bidikmisi dan Banding UKT.

Koordinator maupun surveyor wajib mengisi form khusus sekaligus menjadi indikator dalam penilaian layak atau tidaknya mahasiswa menerima Bidikmisi tahun 2017 atau mendapat hak penurunan UKT (Banding UKT) untuk semester selanjutnya. “Form berisi data pribadi, nominal penghasilan, biaya listrik dan air serta harta benda lainnya. Kami juga diwajibkan mengambil foto berapa bagian rumah seperti kamar mandi, dapur, ruang tengah, dll,” kata Pranata Indra, S.Kom, koordinator survey lokasi Jepara.

Penetapan Bidikmisi dan Banding UKT direncanakan akan diumumkan pada akhir Agustus 2017. Pengumuman resmi hanya akan diumumkan di website untidar.ac.id kepada calon penerima Bidikmisi maupun Banding UKT diharapkan tidak mempercayai info diluar website resmi UNTIDAR. (DN/HDN)

PENYERAHAN BEASISWA PPA TAHUN 2017

Rektor Universitas Tidar Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd menyerahkan beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik Tahun 2017 kepada 168 mahasiswa, Kamis (03/08). Rektor yang didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Joko Widodo dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Bambang Kuncoro, M.Si. menyerahkan beasiswa secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa.

Perwakilan mahasiswa penerima beasiswa PPA yaitu Namidia Ayu Oliviani, mahasiswi Prodi Ekonomi Pembangunan dengan IPK 3.9 dan Muhammad Kholik, mahasiswa Prodi D3 Teknik Mesin dengan IPK 3.8.

Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd saat menyerahkan secara simbolis beasiswa PPA kepada Muhammad Kholik dan Namidia Ayu Oliviani.

“Selamat dan terus semangat tingkatkan prestasi. Penerima beasiswa PPA adalah mahasiswa pilihan dengan IPK tinggi tentunya harus diimbangi dengan prestasi lainnya juga seperti PKM, PMW dan program kemahasiswaan lain,” kata Rektor.

Ia juga menekankan mahasiswa tidak boleh lengah ketika sudah menerima beasiswa tetapi terus meningkatkannya. Penerima beasiswa diwajibkan mempertahankan IPK diatas 3.0 serta ikut andil dalam program-program kemahasiswaan baik dari Kementerian maupun forum lain. Penerima Beasiswa PPA UNTIDAR 2017 terdiri dari mahasiswa semester 3 sampai semester 7 yang keseluruhannya memiliki IPK antara 3.2 sampai 3.9. sedangkan mayoritas penerima beasiswa tahun ini memiliki IPK 3.3 -3.5.

Beasiswa yang diterima mahasiswa tiap bulannya Rp 400.000. Akibat adanya pemotongan anggaran dari pemerintah pusat, berbeda denga tahun lalu dimana beasiswa dibayarkan selama 12 bulan/ 1 tahun, pada tahun 2017 ini beasiswa PPA hanya dibayarkan selama 9 bulan atau total penerimaan sebesar Rp 3.600.000. penyaluran beasiswa dibagi 2 gelombang yaitu bulan Agustus sebesar Rp 2.400.000 (6 bulan) dan 3 bulan mendatang akan dibayarkan sisanya Rp 1.200.000 (3 bulan) melalui rekening masing-masing penerima beasiswa.

                                 Penyerahan beasiswa PPA 2017 di Auditorium UNTIDAR, Kamis (03/08).

Setelah penyerahan oleh Rektor dan jajaran pimpinan UNTIDAR, setiap penerima beasiswa PPA dapat meng-aktivasi rekening masing-masing sehingga segera dapat mengambil beasiswa yang telah ditransfer pada gelombang 1.

Dalam kesempatan ini Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni juga menyampaikan bahwa salah satu kendala mahasiswa dalam Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) maupun program kemahasiswaan lain adalah kemampuan Public Speaking. “Idenya bagus, proposal dan dokumen pendukung sudah baik namun cara mempresentasikannya masih kurang. Maka itu, mulai dari para penerima PPA ini kami harap mulai ada perubahan. IPK bagus, kemampuan presentasinya juga bagus,” tuturnya. (DN/HDN)

TANAMKAN BELA NEGARA PADA MAHASISWA, UNTIDAR JALIN KERJASAMA DENGAN AKMIL MAGELANG

Banyaknya isu gerakan radikal yang mulai masuk ke lingkup pendidikan tinggi, Universitas Tidar berencana menjalin kerjasama dengan Akademi Militer (AKMIL) Magelang dalam upaya Pembinaan Kesadaran Bela Negara. Kerjasama ini bertujuan menanamkan sikap cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, setia pada Pancasila serta rela berkorban untuk bangsa dan Negara.

“Pendidikan Bela Negara pada mahasiswa diharapkan melahirkan mahasiswa yang berkualitas dalam segi akademik serta loyal pada negrinya. Minimal mereka menjadi disiplin dengan etos kerja tinggi. Menurut kami, AKMIL adalah pilihan tepat dalam mewujudkan program ini,” kata Dr. Bambang Kuncoro, M.Si., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Rabu (02/07).

Program Bela Negara direncanakan akan dilaksanakan pada akhir Agustus mendatang dimana pesertanya adalah seluruh mahasiswa baru tahun akademik 2017/2018. Untuk menindaklanjuti rencana ini, Rektor beserta jajaran pimpinan UNTIDAR serta pihak AKMIL Magelang akan menggelar pertemuan pada Senin (07/08).

Program Bela Negara ini juga merupakan implementasi dari Surat Nomor 2440/A.A2/TU/2017 dari Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi perihal Pedoman Pembinaan Kesadaran Bela Negara dalam Kegiatan Pengenalan Kampus bagi Mahasiswa Baru.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNTIDAR juga ikut serta dalam acara Deklarasi Bela Negara para pimpinan bidang kemahasiswaan PTN/PTS se-Indonesia di Malang (29/07) lalu dimana perlunya digalakan semangat persatuan dan kesatuan serta visi untuk mengembangkan pendidikan yang berkarakter.

Seluruh calon mahasiswa baru UNTIDAR diwajibkan mengikuti acara Serah Terima Mahasiswa pada 17 Agustus 2017 bersamaan dengan upacara Kemerdekaan Republik Indonesia ke 72. Selanjutnya rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) atau biasa disebut OTADAMA (Orientasi Tidar Muda) akan dimulai seperti pengenalan lingkungan kampus, fakultas serta Malam Inagurasi. Program Bela Negara selanjutkan akan mengikuti setelah rangkaian acara OTADAMA berakhir.

MEKANISME REGISTRASI (VERIFIKASI AKADEMIK) CALON MAHASISWA JALUR SELEKSI MANDIRI (SM) UNTIDAR 2017

Calon Mahasiswa Univeritas Tidar Jalur SM (Seleksi Mandiri) 2017 diharapkan memperhatikan beberapa ketentuan terkait registrasi/daftar ulang dalam rangka verifikasi data akademik berikut ini :

Pengumuman Mekanisme Registrasi SM UNTIDAR

PPM Fakultas Ekonomi terjunkan 157 Mahasiswa

Sebanyak 157 mahasiswa Fakultas Ekonomi terjun PPM (Program Pengabdian Pada Masyarakat) di desa Purwodadi, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang untuk bergabung dalam UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) daerah tersebut.
Mahasiswa didampingi pembimbing kelompok langsung ke daerah itu. Sebelumnya berkumpul di kampus untuk pembagian form tugas dan seragam untuk berlangsungnya PPM. Dalam kesempatan ini Ibu Dra. Lucia Rita Indrawati, M.Si. mewakili Dekan Fakultas Ekonomi melepas mahasiswa yang akan melaksanakan PPM selama kurang lebih dua minggu.
“Saya mewakili Bapak Rektor maupun Bapak Dekan Fakultas Ekonomi melepas mahasiswa yang akan melangsungkan PPM semoga lancar dan sukses sehingga mendapatkan hasil yang maksimal”, jelasnya.

Pembagian Form dan Seragam PPM

Sebelum menghantar mahasiswa terjun PPM, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi tersebut memberikan pesan kepada mahaiswa agar saat melakukan tugasnya dapat berjalan lancar dengan mengindahkan almamater universitas yang dibawa.

“Saya harap saat dilokasi PPM nanti semua dapat menjaga nama baik almamater dan jangan menjanjikan sesuatu. Raih ilmu dalam berswadaya dan berswakelola yang benar”, katanya.

Program yang telah dimulai sejak tahun lalu ini merupakan KKN mini yang dilakukan oleh mahasiswa Fakultas ekonomi dan akan berlangsung sejak tanggal 31 agustus sampai 13 agustus. Sejumlah 11 kelompok yang ada, diberi tugas untuk bergabung di dua sampai tiga UMKM desa per kelompoknya.

“Saya harap semuanya dapat melakukan yang terbaik karena kalian bertanggung jawab atas nama kalian dan nama universitas, karena itu perlu juga untuk disiplin agar memudahkan dalam melaksanakan tugas”, tambahnya.

PERDALAM MATA KULIAH, FISIP ADAKAN DISKUSI POLITIK

Diskusi Reformasi Birokrasi yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNTIDAR rabu (26/07) lalu diikuti oleh Dosen serta mahasiswa FISIP UNTIDAR .

Diskusi Reformasi Birokrasi FISIP UNTIDAR

Diskusi Reformasi Birokrasi FISIP UNTIDAR

Ibu Dra.Eny Boedi Orbawati, M.Si sebagai moderator diskusi menyampaikan tujuan acara tersebut menjadi metode belajar dan menambah wawasan mengenai kondisi sebenarnya reformasi birokrasi yang terjadi di kota Magelang. “Selain belajar mengenai kondisi reformasi birokrasi di kota magelang kita juga memperoleh wawasan penataan kelembagaan dalam suatu badan”, jelasnya.

Dengan mengundang Sekretaris Daerah Kota Magelang yaitu Bapak Drs.Sugiharto, acara ini diharapkan dapat membuka wawasan baru pada rekan-rekan yang hadir untuk lebih paham maksud dari reformasi birokrasi. Beliau menceritakan bagaimana proses reformasi birokrasi yang terjadi di dalam pemerintahan kota Magelang.

Dalam kesempatan ini beliau yang merupakan pejabat birokrasi tertinggi yang ada di kota Magelang menyampaikan beberapa hal yang perlu dilakukan dalam proses birokrasi diantaranya mengerti bagaimana pelayanan publik yang diinginkan masyarakat karena penilaian masyarakat  dapat dijadikan ukuran. Seperti maksud reformasi birokrasi yang merupakan upaya suatu pemerintahan dalam melakukan pembaharuan dengan menyangkut lembaga, tata laksananya maupun dari sumber daya manusianya. “Tanggapan masyarakat secara langsung menjadi suatu ukuran bagi pelayanan birokrat sudah prima ataukah belum”, katanya.

Drs.Sugiharto memberikan pemaparan reformasi birokrasi Kota Magelang

Drs.Sugiharto memberikan pemaparan reformasi birokrasi Kota Magelang

Menjadi pertimbangan juga apakah sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki sudah efisien sesuai tugasnya. Dalam hal ini, pemerintah Kota Magelang mejadikan sikap disiplin sebagai indikator penilaian karir pegawai dan kinerjanya bagi pemerintah. “Seluruh pegawai dinilai kinerjanya, dimulai dengan kedisiplinanya hadir di kantor tepat waktu”, jelasnya. Menjadi lengkap dengan terpenuhinya administrasi serta tidak adanya konflik di dalam.

Dalam kurikulum Jurusan Administrasi Negara terdapat  mata kuliah Reformasi Administrasi Negara dan Birokrasi Indonesia, karenanya untuk memperdalam teori yg didapatkan di kampus maka diadakan acara ini untuk mengetahui bagaimana praktek implementasi reformasi birokrasi yang sudah dilaksanakan di Kota Magelang.

SEMINAR NASIONAL KABASTRA II

Seminar Nasional Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajarannya (KABASTRA) II

TANGGAL PENTING :

  • 4 Agustus 2017 – Batas akhir penerimaan abstrak
  • 7 Agustus 2017 – Pengumuman hasil seleksi abstrak
  • 18 Agustus 2017 – Batas akhir penerimaan makalah dan pembayaran kontribusi
  • 9 September 2017 – Pelaksanaan seminar

NARAHUBUNG :

Klik GAMBAR untuk memperjelas keterangan :

BIBIT MANGGIS KAKI GANDA DIBORONG PEMONEV, TIM PKM UNTIDAR OPTIMIS MASUK PIMNAS

Tim Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) Universitas Tidar mengikuti monitoring dan evaluasi (monev) eksternal di Auditorium UNNES, Jumat (21/07). Dua belas tim PKM UNTIDAR bersama 173 tim lainnya dari 19 perguruan tinggi bergantian memaparkan hasil PKM masing-masing di depan pemonev yang telah ditentukan.

Dari total 185 tim PKM dibagi menjadi 4 kelompok A-D. Masing-masing kelompok terdiri dari 2 pemonev. Setiap tim diberi kesempatan presentasi 10 menit dan 10 menit untuk sesi tanya jawab. Presentasi meliputi pelaporkan kegiatan PKM dari awal hingga akhir yang telah didokumentasikan berupa foto ataupun video, penggunaan dana, produk, brosur, katalog maupun X-bannernya serta artikel maupun jurnal yang telah dipublikasikan.

“Pada sesi Tanya jawab pemonev membeli hasil bibit manggis kaki ganda hasil PKM kelompok kami. Kami tidak menyangka bibit manggis ini menarik perhatian para pemonev sampai akhirnya membeli bibit manggis ini,” kata Ardika Ageng Samudra.

Ardika merupakan ketua tim dari PKMK Untung Ganda Dengan Bibit Manggis Kaki Ganda. Bibit manggis hasil PKM ini memiliki banyak keunggulan dibandingkan bibit manggis yang biasanya. Pertumbuhan bibit manggis kaki ganda ini pertumbuhannya lebih cepat serta hasil buah yang lebih banyak.

Seluruh tim PKM UNTIDAR masuk dalam kelompok D dimana tiap tim dimonev oleh 1 pemonev eksternal dan 1 pemonev internal. Pemonev eksternal yaitu Prof.DR.Tukiran, M.Si dari UNESA Surabaya dan pemonev internal yaitu Tri Murtini,S.Pd.,M.Pd. dari UNNES.

“Besar harapan kami serta tim PKM lain dari UNTIDAR untuk lolos maju ke Pimnas,” tambah Fisela Fikta Arunia ketua tim PKMK Hotel Jamu Si Ompong sekaligus anggota PKMK Bibit Manggis Kaki Ganda. Menurutnya, masing-masing tim PKM UNTIDAR sudah berusaha maksimal mulai dari riset judul pada awal pembuatan PKM, pelaksanaan kegiatannya serta persiapan untuk monev eksternal ini.

Simulasi monev yang sebelumnya diselenggarakan di kampus UNTIDAR membantu masing-masing tim dalam menyajikan hasil PKMnya di depan pemonev. Walaupun beberapa diantaranya masih demam panggung tetapi sebagian besar bisa melaksanakan presentasi dan Tanya jawab dengan lancar.

Hasil monev eksternal yang dilaksanakan di UNNES ini menjadi dasar dari keseluruhan PKM Perguruan tinggi untuk maju ke PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional) yang akan diselenggarakan di Universitas Muslim Indonesia (UMI) di Makasar, Sulawesi Selatan pada 23 – 28 Agustus 2017 mendatang. (HDN/DN)

BALAI BAHASA GANDENG UNTIDAR GELAR LOMBA MUSIKALILASI PUISI TINGKAT SMTA SE-JATENG

Universitas Tidar berkesempatan menjadi tuan rumah pelaksanaan Lomba Musikalisasi Puisi Tingkat SMTA Se-Jawa Tengah 2017 pada Sabtu-Minggu (22-23/07) mendatang. Balai Bahasa Jawa Tengah menggandeng UNTIDAR sebagai panitia penyelenggara acara yang rutin dilaksanakan tiap tahun ini.

“Merupakan kebanggaan tersendiri menjadi bagian dari sebuah acara pelestarian budaya dan bahasa Indonesia khususnya puisi. Selain itu, UNTIDAR juga mendapat kesempatan mengenalkan kampus kepada para peserta lomba yaitu para siswa SMTA Se-Jateng,” tutur Dr. Bambang Kuncoro, M.Si., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni.

Pada hari yang sama, Balai Bahasa Jawa Tengah juga menyelenggarakan acara Pemilihan Duta Bahasa Jawa Tengah 2017 bertempat di Hotel Safira, Magelang. Pembukaan dua rangkaian acara ini akan dilaksanakan di Auditorium UNTIDAR pada Sabtu (22/07) pukul 10.00 Wib.

Pembukaan acara Duta Bahasa Jawa Tengah dan Musikalisasi Puisi ini akan dihadiri Kepalai Balai bahasa Jawa Tengah, Drs. Pardi, M.Hum.; Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.pd.; Kepala Dina Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Drs. Gatot Bambang Hastowo, M.Pd.; dan Wakil Walikota Magelang, Dra. Windarti Agustina. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bengkel Seni dan Tari UNTIDAR juga mempersiapkan pementasan tari untuk menyambut para tamu undangan dan seluruh peserta.

Musikalisasi puisi adalah kolaborasi sastra dan musik dimana puisi dinyanyikan serta diiringi alat musik yang bertujuan agar audien/pendengar mampu memahami makna atau isi dari puisi tersebut. Lomba Musikalisasi Puisi antar SMTA ini akan diikuti 35 tim yang terdiri dari siswa SMA/SMK/MA dari wilayah Jawa Tengah. Tiap timnya terdiri dari 3-6 siswa yang akan menyajikan puisi bebas dengan tema “Merajut Kebinekaan” pada babak penyisihan. Alat musik pengiring diwajibkan alat musik akustik bahkan disarankan yang memiliki nilai tradisi etnik. Tiap penampilan dibatasi berdurasi maksimal 10 menit.

“Salah satu tujuan acara musikalisasi puisi ini adalah menanamkan dan membina apresiasi seni dan sastra siswa khususnya pada nilai-nilai moral yang berakar pada budaya Indonesia,” kata Mochammad Fikri, S.S., Narahubung Lomba Musikalisasi Puisi Jateng 2017, Balai Bahasa Jawa Tengah.

Melalui acara ini kita sebagai bangsa Indonesia mulai diingatkan kembali tentang kemajemukan / keberagaman Indonesia sebagai sebuah keistimewaan bukannya sebuah pemecah belah. “Balai Bahasa Jawa Tengah senantiasa berusaha meningkatkan daya apresiasi, kreasi dan ekspresi sastra di kalangan siswa dan masyarakat pada umumnya termasuk salah satunya diwujudkan dalam acara ini,” tambah Fikri. (DN)