HARI PERTAMA MASUK KERJA, KELUARGA BESAR UNTIDAR GELAR HALAL BIHALAL

Keluarga besar Universitas Tidar mengadakan acara halal bihalal di Auditorium UNTIDAR, Senin (03/07). Acara ini merupakan ajang silaturahmi segenap sivitas akademika UNTIDAR baik dosen maupun tenaga kependidikan dari berbagai fakultas dan unit di lingkungan kampus UNTIDAR.

Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. dalam kesempatan ini menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H kepada seluruh tamu undangan. “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H, mohon maaf jika selama 1 tahun kebelakang banyak kesalahan dan khilaf. Mari kita manfaatkan momen ini sebagai ajang bermaaf-maafan,” tuturnya.

Dalam acara ini, KH. Muhammad Sowam berkesempatan memberikan tausiah tentang arti pentingnya bersilaturahmi dalam upaya memperkokoh kerjasama dan semangat bekerja terutama di lingkungan kampus UNTIDAR.

Dalam kesempatan ini Hadroh UNTIDAR “Ar-Ribathul Musthofa” juga berkesempatan tampil menghibur para tamu undangan dengan alunan shalawat menambah semarak suasana Hari Raya Idul Fitri di auditorium UNTIDAR.

Pada akhir acara, Rektor, Wakil Rektor serta segenap pimpinan universitas maupun fakultas saling bersalaman dan bermaaf-maafan dengan semua tamu yang hadir. Setelah itu acara dilanjutkan dengan ramah tamah dengan menikmati hidangan yang telah disediakan. (HDN/DN)

 

 

PENYERAHAN BEASISWA BIDIK MISI KEPADA KELUARGA ALM.NOVI ARDIYANTI

Juni lalu Kepala bagian Akademik dan Kemahasiswaan, Bapak David Budhi Hartono, S.E. bersama staf BAKPK kembali mengunjungi kediaman Almarhumah Novi Adiyanti. Ia merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP yang meninggal dunia pada bulan Maret 2017 lalu dikarenakan penyakit usus.

David Budhi Hartono, S.E., Kabag Kemahasiswaan sekaligus koordinator Bidikmisi UNTIDAR sedang menyerahkan uang Bidikmisi alm. Novi kepada keluarganya.

Kedatangan kali ini bertujuan untuk menyerahkan beasiswa bidik misi keluarga penerima bantuan beasiswa pemerintah ini. Novi merupakan salah satu mahasiswa bidik misi semester dua dan penyerahan ini adalah uang biaya hidup satu semester yang merupakan hak dari mahasiswi tersebut. Sebelumnya alm. Novi telah melalukan penarikan pada tahap pertama dan tahap kedua yang belum sempat diambil sejumlah Rp 3.908.945,00 inilah yang kemudian diberikan kepada orang tuanya.

                                Foto al. Novi Adiyanti saat lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA)

Berdomisili di Salaman, Kabupaten Magelang orang tua Alm. Novi dan adiknya mengucapkan terima kasih karena perhatian dan rejeki dari almarhum Novi yang masih terus berdatangan. “Kami tidak menyangka karena alm sudah tiada tetapi masih saja sisa dari apa yang alm lakukan kami terima”, jelas Bulhadi, Ayah Novi. Menurutnya, uang ini akan digunakan untuk membantu biaya sekolah adik Novi yang masih duduk di bangku SMP (Sekolah Menengah Pertama). (DN/HDN)

TINGKATKAN PENDIDIKAN, PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT, UNTIDAR JALIN KERJASAMA DENGAN UPN VETERAN JAWA TIMUR

Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. menandatangani Naskah Kesepahaman (MoU) dengan Rektor UPN Veteran Jawa Timur, Prof. Dr. Ir. Teguh Soedarto, MP perihal kerjasama bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat, Selasa (20/06). Penandatangan Mou dilaksanakan di Ruang Seminar, Lantai 3 Gd, Pascasarjana UPN “Veteran” Jatim di Jln. Raya Rungkut Madya, Gunung Anyar, Surabaya.

Kegiatan Mou ini diselenggarakan pada acara Sosialisasi “Pentingnya Sertifikasi Profesi dalam Rangka Menghadapi MEA” dengan narasumber Ir. H. Sumarna F. Abdurachman, M.Sc., Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). dalam kesempatan ini dibahas pentingnya sertifikasi profesi serta Surat Keterangan Pendampingan Ijasah (SKPI) bagi lulusan perguruan tinggi.

UPN 3

Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. sedang menandatangi kesepakatan bersama mengenai Deklarasi Kampus Bela Negara bersama 35 PTNB se-Indonesia.

Pada kesempatan ini, 35 pimpinan Perguruan Tinggi Negeri Baru (PTNB) yang hadir dalam acara ini juga menandatangi kesepakatan bersama mengenai Deklarasi Kampus Bela Negara.

UPN 4

Foto bersama pimpinan 35 PTNB di kampus UPN Surabaya

 

NUZULUL QURAN : MEMAKNAI ARTI “IQRA” DALAM DUNIA AKADEMIK

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. Bambang Kuncoro, M.Si. menghadiri peringatan Nuzulul Quran yang diselenggarakan oleh Takmir Masjid Mambaul Ulum dan Unit Kegiatan Agama Islam (UKAI) UNTIDAR, Selasa (13/06) malam.

“Jadikanlah Al Quran sebagai petunjuk. Jadilah orang yang pandai dan cerdas tanpa melupakan Al Quran,” tutur WR III. Beliau juga menuturkan banyak peneliti yang akhirnya penelitiannya tidak berhasil karena di Al Quran telah dijelaskan tidak ada atau peneliti yang meneliti tentang sesuatu hal yang telah dijelaskan di dalam Al Quran.

WhatsApp Image 2017-06-13 at 21.56.04

Pada acara ini, WR III bersama beberapa pimpinan universitas juga berkesempatan memberikan santunan dan paket alat tulis kepada 29 anak yatim yang berasal dari sekitar Kampus Tuguran. Nur Rofiq, S.Pd.I, M.Pd.I, dosen sekaligus pendamping UKM UKAI UNTIDAR berkesempatan memberikan tausiah mengenai makna “Iqra” dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam dunia akademik.

“Iqra artinya membaca, hendaknya tidak hanya dimaknai sekedar membaca buku namun juga membaca alam serta lingkungan sosial kemasyarakatan,” tutur Nur Rofiq.

Membaca dalam artian menuntut ilmu juga harus dilandasi dengan iman atau nilai-nilai agama. Para ilmuwan yang hanya mengembangkan ilmu dan penemuannya berdasarkan teori tanpa adanya nilai-nilai agama di dalamnya menjadikan hal tersebut ‘mudarat’. Contohnya adalah kloning manusia yang dinilai haram karena merusak nasab/keturunan.

Isu-isu negatif yang menerpa Indonesia akhir-akhir seperti isu kebhinekaan, Pancasila, agama, rasa dan sebagainya menuntut kita khususnya keluarga besar sivitas akademika UNTIDAR untuk membaca situasi kondisi serta mengambil langkah yang bijak agar tidak terpengaruh arus yang negatif.

Menurut Nur Rofik sebagai kaum akademik terutama kita yang muslim harus ‘terdidik’ secara ilmu dan islam. “Memahami apa yang disampaikan, mempersonifikasi tokoh-tokoh berilmu islam atau sahabat-sahabat nabi dalam kehidupan sehari-hari serta berbaik sangka pada sesama muslim,” jelasnya. (UKAI/DN)

651 PESERTA JALUR SBMPTN DITERIMA DI UNIVERSITAS TIDAR

Pengumuman Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) diumumkan serentak pada Selasa (13/06) dan ditetapkan sebanyak 651 peserta diterima melanjutkan pendidikan di Universitas Tidar (UNTIDAR). “Total pendaftar ke UNTIDAR tahun 2017 ini mencapai 6914 peserta dan yang akhirnya diterima hanya sekitar 10%-nya yaitu 651 peserta. Tiap tahun kita mengalami peningkatan pendaftar sekaligus peningkatan ketetatan atau persaingan untuk masuk ke kampus ini,” tutur Rektor, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd.

Tahun 2016 lalu pendaftar ke UNTIDAR sejumlah 4803 peserta sedangkan yang lolos SBMPTN 375 peserta. Peningkatan pendaftar merupakan prestasi yang membanggakan, walaupun baru berusia 3 tahun menjadi perguruan tinggi negeri, pendaftar ke UNTIDAR meningkat 43% dalam 1 tahun terakhir.

Menurut Rektor UNTIDAR, kuota penerimaan mahasiswa jalur SBMPTN tetap mematuhi peraturan panitia pusat dengan perbandingan 35% SNMPTN, 35% SBMPTN dan 30% untuk Seleksi Mandiri (SM). “Jumlah peserta lolos SNMPTN sejumlah 506 peserta harusnya setara dengan jumlah kuota untuk SBMPTN. Namun karena ada penambahan kuota penerimaan dari 1440 menjadi 1595 orang jadi jumlah lolos SBMPTN lebih banyak,” tambahnya.

Bagi calon mahasiswa yang dinyatakan lolos seleksi SBMPTN selanjutnya diwajibkan melakukan pengisian borang sosial ekonomi pada 15-24 Juni 2017 pada laman www.ukt.untidar.ac.id Borang tersebut berisi data-data pribadi masing-masing peserta terutama penghasilan orang tua, keadaan ekonomi serta keterangan lain yang nantinya menentukan besaran nilai Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Calon mahasiswa juga harus melakukan beberapa ketentuan lain seperti melakukan pembayaran UKT semester 1 pada Bank yang telah ditentukan, registrasi online pada laman www.registrasi.untidar.ac.id serta melakukan registrasi (datar ulang) langsung tanpa diwakilkan pada 10-11 Juli 2017. Ketentuan-ketentuan ini dapat diakses pada laman www.untidar.ac.id.

“Calon mahasiswa diharapkan memperhatikan persyaratan dan teliti saat pengisian borang atau ketentuan lainnya. Terkadang karena bersemangat mereka kurang teliti dan akibatnya merugikan mahasiswa itu sendiri,” jelas Nuwun Priyono, S.E., Akt., M.Ak., Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UNTIDAR. (HDN/DN)

PSM GRANDIO SONORA TIDAR BAWA PULANG 2 MEDALI EMAS DAN 1 PERAK DARI 5TH VIETNAM INTERNATIONAL CHOIR

Tim Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Grandio Sonora Tidar berhasil memperoleh 2 medali emas dan 1 perak dalam ajang 5th Vietnam International Choir 2017 yang berlangsung pada 7 – 11 Juni 2017 di Hoi An, Vietnam. “Alhamdulillah diluar dugaan dan hasilnya sungguh memuaskan, kita berhasil memperoleh 2 medali emas dan 1 perak serta penghargaan Special Prize,” tutur Achmad Mursid, koordinator tim.

PSM Grandio Sonora Tidar memperoleh medali emas pada kategori Mixed Choirs dan Folklore sedangkan medali perak diperoleh dari katerogi Sacred Choir Music/Musica Sacra. Penghargaan tambahan atau Special Prize for Excellent Programming menjadi pelengkap keberhasilan tim. “Special Prize diberikan kepada tim paduan suara yang paling rajin semisal administrasi, pengumpulan data dan penampilan terunik,” tambah Mursid.

19055806_1567650549912796_8921332849866022162_o

Perjuangan 10 bulan tim PSM Grandio Sonora Tidar tidaklah sia-sia. Mulai dari anggota tim yang satu per satu mengundurkan diri sampai banting tulang mencari tambahan dana terbayar sudah dengan hasil yang memuaskan ini. Prestasi ini juga tak lepas dari kegigihan Alex Henry Eko Prabowo Antonius, pelatih serta konduktor PSM Grandio Sonora Tidar yang tak putus asa melatih serta selalu memberikan motivasi kepada anggota timnya.

5th International Vietnam Choir Competition diikuti 33 tim paduan suara dari 10 negara yaitu Australia, China, Indonesia, Jepang, Malaysia, Pilipina, Rusia, Singapore, Thailand dan Vietnam. Peserta dari Indonesia terdiri dari 8 tim yaitu Apostolos (Jakarta), Bina Bakti Choir (Bandung), Cantiamo La Verita Choir & Singer (Jakarta), Gita Dian Nuswa (Universitas Dian Nuswantoro, Semarang), Gita Nada Smasagers Youth Choir (Gresik), Phileo Choir (Yogjakarta), Smukiez Choir (Jakarta) dan PSM Grandio Sonora Tidar (Magelang).

PSM Grandio Sonora Tidar mendapat undangan mengikuti 5th International Vietnam Choir Competition 2017 ini berawal dari kejuaraan yang diperoleh di Bali Choir International Festival tahun 2015 lalu. Saat itu PSM Grandio Sonora Tidar berhasil memperoleh 2 medali perak dalam kategori Pop & Jazz serta Mixed Youth Choir. (DN)

TAMBAH KUOTA, UNTIDAR RESMI BUKA PRODI S1 AKUNTANSI DI JALUR SELEKSI MANDIRI

Rektor Universitas Tidar resmi membuka Program Studi (Prodi) Akuntansi program sarjana sesuai dengan Surat Keputusan Rektor Nomor 131/UN57/PMB/2017 tentang Perubahan Atas Keputusan Rektor Nomor 071/UN57/K/2017 tentang Daya Tampung Mahasiswa Baru Program Sarjana dan Diploma Universitas Tidar Tahun Akademik 2017/2018. “Kuota yang semula 1440 dirubah menjadi 1595. Program sarjana ditambah 80 untuk S1 Akuntansi dan penambahan 75 untuk program diploma Akuntansi dan Teknik Mesin (Otomotif),” tutur Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd, Rektor UNTIDAR.

Ketua Jurusan Akuntansi, Siti Arifah, SE.Akt, M.Si, menuturkan bahwa fakultas, jurusan bahkan prodi sudah siap dengan pembukaan Prodi Akuntansi S1 seiring dengan ditetapkannya Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 247/KPT/I/2017 tentang Izin Pembukaan Program Studi Akuntansi Program Sarjana pada Universitas Tidar di Kota Magelangin. “Dosen siap serta bahan ajar juga siap. Hanya mungkin masalah tempat, kita menyesuaikan,” jelasnya.

Saat ini dosen Akuntansi berjumlah 8 orang dan segera akan mendapat tambahan 4 dosen kembali ketika ajaran baru dimulai. Berbeda dengan prodi Akuntansi D3 yang sudah ada sebelumnya, Prodi Akuntansi S1 akan lebih memfokuskan pada teori dan analisis. “Jika pada program diploma 60% kuliah difokuskan pada praktek maka program sarjana akan lebih fokus pada analisis dan teori,” tambah Arifah.

Selain peminat yang tinggi pada jurusan di Bidang Ekonomi salah satunya Akuntansi jumlah lulusan atau sarjana jurusan ini juga sama tingginya. Disinggung soal permasalahan ini, Arifah optimis lulusan Prodi Akuntansi S1 UNTIDAR harusnya berbeda dengan lainnya. “Dilihat dari sisi visi dan misi universitas dimana kampus kita bertumpu pada riset dan kewirausahaan tentunya sarjana Akuntansi S1 UNTIDAR diharapkan unggul dalam riset serta tangguh dalam praktek karena mendapat pelatihan kewirausahaan,” jelasnya.

Pendaftaran Seleksi Mandiri (SM) UNTIDAR jalur Ujian Tertulis akan dibuka pada 13-20 Juni 2017 lewat laman www.sm.untidar.ac.id terdapat 16 prodi yang ditawarkan yaitu 14 program sarjana (Ekonomi Pembangunan, Manajemen, Akuntansi, Agroteknologi, Peternakan, Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan IPA, Ilmu Administrasi Negara, Hukum, Ilmu Komunikasi) dan 2 program diploma (Akuntansi dan Teknik Mesin/Otomotif). (DN)

PKMM 2017 : WASPADA BENCANA DENGAN “MILANTA”

Bencana tanah longsor yang terjadi beberapa waktu lalu di Desa Totogan, Kecamatan Karang Sambung, Kabupaten Kebumen menggerakkan Endah Pangestuti, mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Tidar menyusun sebuah program penanganan bencana di wilayah ini.

Keadaan tanah yang labil serta curah hujan yang tinggi menjadi pemicu tanah longsor. Masyarakat yang terlambat memahami tanda-tanda ini terancam keselamatannya jiwa raga, rumah serta lahan pertaniannya. Endah bersama 4 anggota timnya yaitu Fara Indah Damayanti, Aprilia Ayu Nugraheni, Mustika Handayani, dan Bintoro Eri Adriyan dalam Program Kreatifitas Mahasiswa Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-M) “Milanta” (Mitigation of Landslides in Totogan) menyelenggarakan pendidikan pencegahan bencana tanah longsor kepada masyarakat Totogan.

Sosialisasi mitigasi bencana bersama warga Totogan dan LMDH.

                                    Sosialisasi mitigasi bencana bersama warga Totogan dan LMDH.

Ketua Pelaksana PKM-M Endah Pangestuti menerangkan bahwa daerah tersebut rutin setiap tahunnya terkena longsor baik terjadi di jalan, tebing bahkan sampai di rumah warga. “Kedepannya saya dan tim berharap masyarakat mulai mengenali tanda-tanda bencana dan cara pencegahannya sehingga muncul rasa aman tanpa was-was sewaktu-waktu longsor kembali,” tuturnya.

Pemilihan Desa Totogan sebagai lokasi PKMM karena Dilakukan di desa ini selain karena kondisi tanah juga ingin membuat masyarakat sekitarnya merasa aman untuk mengurangi resiko, melalui tindakan pencegahan dan penanggulangan setelah bencana terutama bencana longsor  meskipun belum seluruhnya,“ jelasnya.

Dibawah bimbingan Dosen Retno Dewi Pramodia Ahsani., SIP., MPA, Endah dan tim melaksanakan 4 kegiatan yang dimulai dari simulasi, pembuatan terasering, reboisasi dan pembuatan turap. Kegiatan Simulasi ini dengan mengumpulkan warga memberikan pengetahuan tentang bencana longsor, kemudian membuat terasering juga melakukan upaya reboisasi. Penanggulangan tahap akhir adalah pembuatan turap setinggi 4 meter dan panjang hingga 15 meter untuk mencegah longsoran kembali. Semuanya dilakukan mahasiswa bersama warga sekitar dibantu Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Totogan.

Reboisasi merupakan salah satu upaya pencegahan tanah longsor.

                                      Reboisasi merupakan salah satu upaya pencegahan tanah longsor.

“Kami siap memberikan informasi yang mendukung kegiatan mahasiswa serta membantu semaksimal mungkin misal dalam pepbuatan terasering atau turap,” tutur Mismun Ketua LMDH Perhutani Totogan yang sekaligus menjadi pendamping PKM-M “Milanta” yang dilaksanakan pada bulan April dan berakhir pada 7 Mei 2017. (HDN/DN)