Silvi Fatika meraih Juara Pertama Lomba Esai Nasional Pameran Arsip UGM 2023

Silvi Fatika Wulandari mahasiswi Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tidar meraih Juara 1 dalam Lomba Esai Nasional yang diselenggarakan oleh Kertas UGM dalam rangka Pameran Arsip dengan tema “Archiving the Pandemic Covid-19: Sejarah, Perjuangan, dan Harapan”.

Kreativitas Mahasiswa Kearsipan Universitas Gadjah Mada (Kertas UGM) merupakan forum mahasiswa kearsipan yang menyelenggarakan event tahunan Pameran Kearsipan yang terdiri dari berbagai kegiatan yaitu Lomba Esai, Lomba Infografis dan Lomba Video Pendek.

Foto : Dok. Silvi

Dalam lomba kali ini, Silvi Fatika Wulandari mengambil tema “Perjuangan dan Ketahanan Masyarakat” dengan judul esai “Filantropi Pertanian: Benteng Pertahanan Perekonomian Petani Tradisional di Kabupaten Cilacap.” Judul ini berkaitan dengan bagaimana strategi para petani di Kabupaten Cilacap dalam menyikapi Pandemi Covid-19.

Kesulitan ekonomi yang dihadapi masyarakat pedesaan akibat pandemic Covid-19 menjadi waktu yang tepat untuk mengatakan bahwa tradisi yang baik dari praktik-praktik filantropi perlu untuk dilestarikan.

Praktik filantropi pertanian yang ada di Kabupaten Cilacap seperti bawon, ngasak, dan singgang terbukti mampu menjadi benteng pertahanan warga dari ancaman krisis ekonomi akibat terpaan badai pandemi Covid-19.

“Pemilik sawah dan warga sekitarnya sama-sama mampu bertahan di tengah kontraksi ekonomi nasional Indonesia. Semangat gotong-royong dan saling berbagi menjadi kekuatan dahsyat pertahanan ekonomi kelurga tani di Kabupaten Cilacap pada masa pandemi Covid-19,” terang Silvi.

Perjuangan dan harapan dalam praktik-praktik filantropi pertanian terbukti mampu mengatasi kelangkaan pangan dan kesulitan ekonomi pada keluarga petani. Sejarah tentang perjuangan dan harapan para petani Kabupaten Cilacap layak untuk diarsipkan menjadi sebuah referensi survival yang sangat bernilai bagi bangsa Indonesia.

Penulis : Silvi Fatika Wulandari

Editor : Humas UNTIDAR

Mahasiswa UNTIDAR Gagas Ide Batako dari Limbah Perca

Tiga mahasiswa Universitas Tidar membuat konsep produk batako dengan campuran limbah kain perca dalam lomba karya tulis ilmiah Scientific Festival 2023. Pada ajang yang digelar Himpunan Mahasiswa Pendidikan IPA UNTIDAR tersebut, Muhamad Maulana Yusup (Teknik Mesin 2022), Fitria Noviastuti (Teknik Sipil 2022), dan Nisa Ulinnawa (Pendidikan Biologi 2022) berhasil meraih juara kedua.

Konsep produk batako yang dikreasikan tim tersebut bertajuk “Repawa (Recycling Patchwork Waste): Inovasi Batako Dengan Campuran Limbah Kain Perca Sebagai Solusi Dalam Mewujudkan Sustainability”. Konsep ini sejalan dengan tema lomba, yaitu “mewujudkan generasi muda yang intelektual, kreatif, dan bertalenta.”

Menurut Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pada tahun 2022, limbah kain menyumbang sekitar 500 ribu ton dari total sampah di Indonesia.

“Bahan yang digunakan pada batako Repawa menggunakan limbah kain perca dari segala jenis kain, sehingga dapat meminimalisir pencemaran yang dihasilkan oleh limbah kain perca,” jelas Maulana selaku ketua tim.

Industri fast fashion menjadi penyumbang 10% total emisi karbon di dunia. Emisi ini bahkan diperkirakan meningkat hingga 50% pada tahun 2030 jika masalah tak segera diatasi. Sehingga, inovasi ini adalah langkah tepat dan berdampak pada lingkungan.

“Selain itu, batako Repawa telah diuji melalui software simulasi, sehingga dapat dianalisis mengenai bagian yang terkena kuat tekan, perubahan panjang, dan displacement (perpindahan) pada Repawa,” pungkas Maulana.

 

Penulis : Muhamad Maulana Yusup

Editor : Isaka, Humas UNTIDAR

 

 

PPK Ormawa UKM Pelita Lestarikan Budaya Melalui Sanggar Reswara Budhoyo

Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Unit Kegiatan Mahasiswa Penalaran Ilmiah dan Kreativitas Mahasiswa (UKM Pelita) Universitas Tidar meresmikan  Sanggar Reswara Budhoyo di Desa Kenalan, Borobudur, Kamis (26/10). Sanggar Reswara Budhoyo adalah hasil inisiatif PPK Ormawa UKM Pelita untuk melestarikan seni karawitan, angklung, dan batik.

Peresmian sanggar ditandai dengan pemukulan gong oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Slamet Ahmad Husein, S.E. M.M. mewakili Bupati Magelang. Ia mengapreasiasi dedikasi UNTIDAR, Desa Kenalan, dan para seniman dalam memperjuangkan keberlanjutan budaya dan seni.

Foto : Tim PPK Ormawa UKM Pelita

“Terima kasih kepada para seniman dan budayawan yang senantiasa mendukung pengembangan seni budaya di Kabupaten Magelang. Semoga upaya dan semangat nguri-uri kabudayan senantiasa tersemat dalam diri kita semua. Olah budaya yang dilaksanakan dengan berdirinya Sanggar Reswara Budhoyo menjadi salah satu kontribusi kepada pemerintah dalam upaya pemberdayaan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai perkembangan zaman,” kata Slamet Ahmad Husein, S.E. M.M.

Resmi berdiri, Slamet Ahmad Husein, S.E. M.M. menyerahkan piagam peresmian sanggar kepada Ketua Sanggar Reswara Budhoyo, Henricus Suroto. Menurutnya, peresmian sanggar ini adalah momen bersejarah yang menandai kemajuan pelestarian dan pengembangan kesenian di Kabupaten Magelang.

“Semoga Sanggar Reswara Budhoyo ini, dapat menjadi tempat inspirasi bagi para seniman untuk mengeksplorasi dan memperkaya seni tradisi, serta menjadi tujuan bagi para penikmat seni untuk menikmati keindahan budaya,” tambahnya.

Acara dilanjutkan dengan peninjauan lokasi sanggar serta pertunjukan angklung dan karawitan. Pada kesempatan ini, Rektor UNTIDAR Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. bersama Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd., ikut memainkan gamelan didampingi oleh Kepala Desa Kenalan, Agus Waluyo, S.Pd.I.

Permainan Karawitan bersama pimpinan UNTIDAR Foto : Tim PPK Ormawa UKM Pelita

Dosen pendamping PPK Ormawa UKM Pelita, Tri Puji Rahayu, S.Pt., M.P. memastikan keberlanjutan program ini. Apalagi, Desa Kenalan memiliki banyak potensi seni dan budaya yang bisa dikembangkan.

“Program yang sudah berjalan di Desa Kenalan akan tetap berlanjut. UKM Pelita akan terus melakukan monitoring berkaitan dengan program seni budaya di Desa Kenalan. Selain itu, UKM Pelita juga menjadikan Desa Kenalan sebagai desa binaan selama tiga tahun ke depan,” pungkasnya.

Penulis : Nafisa Khoiriah

Editor : Isaka, Humas UNTIDAR

Calon Wisudawan UNTIDAR Ikuti Workshop Kembangkan CV dan Kemampuan Interview

Calon wisudawan ke-65 Universitas Tidar mengikuti workshop penulisan curriculum vitae dan interview kerja, Selasa (7/11) di Gedung dr. H. R. Suparsono. Workshop ini menghadirkan konsultan public relations dan marketing, Dr. Ayu Helena Cornelia, B.A., M.Si. selaku narasumber.

Kepala Unit Penunjang Akademik Pengembangan Karier dan Kewirausahaan (UPA PKK) Dr. Lucia Rita Indrawari, M.Si. menyampaikan, kegiatan ini merupakan program kerja UPA PKK yang berguna meningkatkan kemampuan dan daya saing lulusan UNTIDAR.

“Penulisan CV dan interview merupakan hal penting, silakan tanya sebanyak-banyaknya kepada narasumber. Bagaimana caranya membuat CV yang baik, serta bagaimana wawancara di tempat kalian akan mendapat pekerjaaan. Seandainya pun menjadi seorang wirausaha, tentunya Anda harus menjadi performer yang baik di bidang usaha,” kata Dr. Lucia Rita Indrawari, M.Si.

Foto : Haikal UNTIDAR TV

Ketua panitia workshop, Ikhwan Taufik, S.T., M.Eng. menyebutkan, antusiasme para peserta dalam mengikuti acara ini cukup besar. Setidaknya 500  calon wisudawan mengikuti workshop. Ini merupakan bentuk pembelajaran yang baik sebagai langkah awal calon wisudawan untuk mempersiapkan dunia kerja.

“Pada prinsipnya, meskipun kalian sudah dinyatakan lulus dari Universitas Tidar, bukan berarti kalian harus berhenti belajar. Prinsipnya adalah lifelong education, lifelong learning (pembelajaran seumur hidup). Sejak kecil, kita telah belajar. Oleh karena itu, belajar harus menjadi prinsip hidup. Kesempatan belajar yang akan diberikan kepada calon wisudawan ini silakan manfaatkan dengan sebaik-baiknya,” jelas Ikhwan Taufik, S.T., M.Eng..

Dr. Ayu Helena Cornelia, B.A. dalam sesi workshop menyampaikan, pengalaman selama berkuliah harus bisa menjadi poin kompetensi lulusan. Pengalaman tersebut bisa didapatkan dari berorganisasi, magang, maupun proyek.

“Pengalaman bekerja selama berkuliah adalah pengalaman yang bagus. Bahkan semakin profesional semakin bagus. Jadi tetaplah fokus pada kompetensi. Yang akan ditanya adalah pendidikan terakhir, pengalaman organisasi, keahlian. Apa pun itu keahlian penting. Bahasa, komputer, foto, desain, dan lain-lain. Nggak usah mirip dengan orang lain. Fokus pada diri sendiri. apa yang ingin kalian tingkatkan terus pelajari,” jelasnya.

Menurutnya, keahlian seseorang perlu ditunjukkan, misalnya melalui media sosial. Selain itu, hal yang tak kalah penting adalah kecerdasan emosi dan kemampuan beradaptasi di lingkungan yang baru.

Foto : Haikal UNTIDAR TV

“Yang namanya kerja pasti ada birokrasi, di manapun. Jadi memang harus bisa menyesuaikan. Kalian harus dapat diandalkan dan memiliki pola pikir yang bertumbuh. Selalu bersyukur, menghargai diri sendiri. Tentu, setiap orang punya kecerdasan emosi masing-masing. Harus kuat jadi orang. Harus bisa bersaing,” tambahnya.

Wisuda bukanlah akhir, tapi justru awal dari perjalanan karier yang sebenarnya. Bagi Dr. Ayu, lulusan tidak boleh bangga sampai di tingkat ini saja, tetapi mesti mau belajar dan memiliki ruang untuk bertumbuh. Sesi seminar ini kemudian dilanjutkan dengan mockup interview, di mana beberapa peserta dapat mencoba wawancara kerja dan mendapat masukan secara langsung.

Penulis : Isaka

Editor : Humas UNTIDAR

Belmawa Kemendibudristek Lakukan Kunjungan dan Monitoring Lima Desa PPK Ormawa UNTIDAR

Direktorat Belmawa Kemendibudristek melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Universitas Tidar, Selasa-Rabu (31/10-1/11 2023).

Tim visitasi PPK Ormawa UNTIDAR yaitu Prof. Uyu Wahyudin, M.Pd., Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)  dan Dhaniek Wardhanie R., S.S., Sub. Koordinator Organisasi Kemahasiswaan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemendikbud mengunjungi 5 desa bimbingan PPK Ormawa di wilayah Kabupaten Magelang.

Foto : Haikal UNTIDAR TV

Desa yang dikunjungi di antaranya Desa Ngepanrejo binaan Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HMIK), Desa Tempurejo binaan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Biologi (HIMAPBIO), Desa Pogalan binaan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (BEM FISIPOL), Desa Sukomulyo binaan UKM KSR-PMI dan Desa Sumberarum binaan UKM IQSAN.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Parmin, M.Pd. menyampaikan UNTIDAR mulai “membumikan” PPK Ormawa sebagai program unggulan kemahasiswaan. Pasalnya, tahun ini, UNTIDAR berhasil meloloskan 12 subproposal PPK Ormawa untuk didanai Belmawa. Capaian tersebut bahkan meraih peringkat kedua terbanyak nasional.

Foto : Haikal UNTIDAR TV

“Inovasi UNTIDAR untuk PPK Ormawa berkualitas dapat terwujud karena semua pihak turun. Kami gregetnya luar biasa. Bahkan, kami menerbitkan peraturan rektor baru tentang penyetaraan prestasi mahasiswa.  Hasilnya 12 tim berhasil lolos pendanaan karena kita memang punya strategi jitu,” tutur Prof. Dr. Parmin, M.Pd.

Prof. Uyu Wahyudin, M.Pd., tim visitasi Belmawa usai mengunjungi desa menuturkan, PPK Ormawa UNTIDAR memerlukan keberlanjutan program dan pengembangan kemitraan.

“Perlu pengembangan produk-produk yang dihasilkan oleh desa. Selain itu juga perlu kemitraan yang menggandeng dinas-dinas terkait, pihak swasta yang memang kaitannya dengan hasil binaan yang prospektif. Itu harus dikolaborasikan sehingga potensi unggulan lokal ini semakin berkembang,” katanya.

Prof. Uyu Wahyudin, M.Pd. mencontohkan binaan UKM KSR-PMI yang mendirikan sekolah perempuan Desa Sukomulyo. Sekolah perempuan ini memberikan beragam pelatihan mengenai pengolahan hasil unggulan lokal, manajemen keluarga, pertanian, pemasaran, hingga pengembangan potensi wisata.

“Seperti slondok hasil olahan lokal ini bagus, ada juga hidroponik. Sayuran hasil hidroponik ini bisa ke rumah-rumah makan. Semua itu dari kemasan, kualitas, alat-alat, dan pemasarannya harus berkembang sehingga ada konektivitas dan kemitraan yang berkelanjutan,” tambahnya.

Foto : Haikal UNTIDAR TV

Dhaniek Wardhanie R., S.S. selaku tim visitasi Belmawa menyampaikan, PPK Ormawa UNTIDAR tahun ini variatif dan menarik. “Para mahasiswa sungguh-sungguh dan serius. Itu yang saya apresiasi. Juga bimbingan dan kolaborasi ormawa berperan penting di sini. Ormawanya ikut turun membantu tim pelaksana PPK dan bekerja sama membantu masyarakat,” katanya.

Menurutnya, perguruan tinggi perlu memfasilitasi kerja sama dengan pemerintah daerah agar saling membantu masyarakat untuk memberdayakan diri bersama. Terkait kerja sama, sebelumnya UNTIDAR telah menandatangani nota kesepahaman dengan Kabupaten Magelang dan perjanjian kerja sama dengan 11 desa di Kabupaten Magelang mengenai PPK Ormawa pada 11 Juli lalu.

Penulis : Isaka

Editor : Humas UNTIDAR

 

UNTIDAR Ikut Andil Dalam SMANLA CAMPUS EXPO 2023

Melalui Bidang HUMAS, Universitas Tidar ikut andil dalam pelaksanaan Pameran Pendidikan yang digelar oleh SMA Negeri 5 Semarang, dengan tajuk SMANLA CAMPUS EXPO 2023. Acara diselenggarakan di lingkungan sekolah tersebut, Rabu (1/11). Selain dikunjungi siswa SMA 5, tampak pula siswa sekolah lain ikut hadir dan mengunjungi stand yang tersedia.

Ketua Tim Bidang Kerja Kehumasan UNTIDAR, Danu Wiratmoko, menjelaskan keikutsertaan UNTIDAR ini sebagai ajang promosi dan sosialisasi UNTIDAR untuk siswa SMA di kota Semarang.

Foto : Yoni Magang ULT

“Kami menemukan fakta bahwa ternyata lebih dari 90% siswa belum mengenal UNTIDAR. Ini peluang efektif untuk memperkenalkan UNTIDAR sebagai Perguruan Tinggi Negeri yang bisa menjadi alternatif pilihan mereka melanjutkan studinya, selain PTN yang sudah lebih lama established semacam UNDIP atau UNNES,” tuturnya.

UNTIDAR bersama 18 perguruan tinggi lain, baik negeri maupun swasta, membuka stand di lapangan SMA Negeri 5 Semarang, dengan menghadirkan keunggulan masing-masing. “Muatan Kewirausahaan yang dikedepankan UNTIDAR cukup menarik minat siswa. Memang ada kecenderungan minat anak jaman sekarang untuk memiliki bisnis sendiri,” imbuh Danu.

Foto : Yoni Magang ULT

Saat UNTIDAR diberi kesempatan menyampaikan presentasi di 3 kelas, antusias siswa sangat besar. Mereka baru tahu jika di Magelang ada Universitas Negeri yang memiliki segudang prestasi dan benefit yang layak dilirik.

“Magelang memiliki atmosfer positif sebagai tempat menimba ilmu. Kotanya tidak begitu ramai, relatif serba murah, fasilitasnya lengkap, dan angka kriminalitasnya rendah,” tambah Ginanjar Pramuditya, staff HUMAS UNTIDAR yang ikut dalam rombongan.

Sepanjang perhelatan, stand UNTIDAR pun banyak diserbu pengunjung. Pertanyaan mereka cukup beragam. Mulai jalur PMB, prodi apa saja yang tersedia, hingga kegiatan-kegiatan kemahasiswaan yang ada.

Penulis dna Editor : Humas UNTIDAR

195 Atlet Jateng Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Krida Satria UNTIDAR 2023

Universitas Tidar menggelar kejuaraan pencak silat Krida Satria UNTIDAR di Gedung Olahraga (Gor) Samapta, Sabtu-Minggu (28-29/10/2023). Kejuaraan tingkat provinsi Jawa Tengah ini diikuti oleh 195 atlet remaja dan mahasiswa pada untuk memperebutkan piala Rektor UNTIDAR.

Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. dalam sambutannya memberikan semangat untuk para atlet.

“Selamat datang kepada para tamu undangan, para atlet kejuaraan pencak silat, mahasiswa penerima beasiswa pemerintah Kota Magelang, dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Magelang. Acara ini merupakan komitmen UNTIDAR dalam pengembangan olahraga di lingkungan kampus. Dukungan dan semangat kami sampaikan bagi peserta untuk meraih kesuksesan dalam bidang olahraga dan pengembangan diri,” tuturnya.

Foto : Haikal UNTIDAR TV

Kegiatan diawali dengan prosesi pemukulan gong sebagai tanda dibukanya acara. Acara dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerjasama antara UNTIDAR dengan KONI Kota Magelang. Selain itu, pada kesempatan ini Sekretaris Daerah Kota Magelang Hamzah Kholifi S.Sos., M,si. secara simbolis menyerahkan beasiswa mahasiswa berprestasi pemerintah Kota Magelang kepada mahasiswa UNTIDAR.

Dengan adanya penandatanganan perjanjian kerja sama, Ketua KONI Kota Magelang Ali Sobri Sungkar berharap, KONI dapat menjadi mitra strategis UNTIDAR untuk memajukan olahraga khususnya untuk mahasiswa. Tak hanya sebagai ajang prestasi, acara ini diharapkan dapat memupuk kebersamaan dan memberikan inspirasi bagi semua yang terlibat.

Foto : Haikal UNTIDAR TV

“Kerja sama yang baik antara kampus dan KONI sangat vital dalam menciptakan lingkungan olahraga yang sehat dan berkualitas. Semoga kerja sama dengan KONI dapat terus ditingkatkan demi memberikan manfaat yang maksimal, terutama dalam mengembangkan olahraga di lingkungan universitas,” kata Ali Sobri Sungkar.

Kejuaraan pencak silat terdiri dari dua kategori, yakni kategori seni dan kategori laga. Setiap kategori terbagi menjadi kelompok remaja dan mahasiswa/dewasa. Kontingen TS PIMDA 07 Magelang meraih juara umum dengan perolehan 7 emas, 5 perak, dan 2 perunggu. Sementara itu, juara favorit diraih atlet remaja kontingen PSHT Jambewangi dan atlet dewasa kontingen TS PIMDA 07 Magelang.

Informasi Daftar Juara silahkan KLIK DISINI

Penulis : Hasna Anisah Putri N.

Editor : Isaka, Humas UNTIDAR

Dukung Pengembangan SDM Berdaya Saing Global, Kemendikbudristek Berikan Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang

Bandung – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) memberikan beasiswa kepada 222 mahasiswa asing yang berasal dari 50 negara melalui program Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (Beasiswa KNB).

Beasiswa KNB merupakan bentuk komitmen Indonesia untuk berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia di negara berkembang. Beasiswa ini diberikan kepada mahasiswa yang berasal dari negara berkembang atau negara yang memiliki hubungan bilateral dengan Indonesia dan ingin berkuliah di perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Beasiswa program bergelar yang sudah berjalan dari tahun 2006 ini memberikan beasiswa penuh kepada mahasiswa asing untuk program sarjana (S-1), magister (S-2), maupun Doktor (S-3).

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim menyampaikan bahwa tujuan dari program ini adalah memberikan kesempatan negara sahabat untuk mendapatkan pendidikan berkualitas di Indonesia. Dengan didorong berbagai program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), program Beasiswa KNB diharapkan dapat menciptakan iklim pembelajaran yang berbeda, terjadi pertukaran budaya, dan terjadi interaksi yang majemuk.

“Besar harapan kami kehadiran mahasiswa asing menjadi mitra mahasiswa Indonesia dan saling mempelajari budaya masing-masing. Selain itu, kehadiran mahasiswa asing sebagai upaya penting meningkatkan SDM menjadi berdaya saing global,” ucap Nadiem saat membuka International Student Summit tahun 2023, Senin (16/10).

Direktur Kelembagaan Ditjen Diktiristek Lukman menyampaikan bahwa penerima beasiswa KNB akan terus meningkat. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa Indonesia dan negara sahabat untuk berdaya saing dan berwawasan global.

“Tahun ini kita menerima 200-an mahasiswa dalam program KNB. Tahun depan akan kita tingkatkan penerima beasiswa menjadi 400-an mahasiswa yang berasal dari seluruh dunia,” ucap Lukman.

Sementara itu, Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Siti Nugraha Mauludiah menyampaikan bahwa Beasiswa KNB merupakan manifestasi dari soft diplomacy pemerintah Indonesia kepada sesama negara berkembang dan negara yang memiliki hubungan bilateral.

“Mahasiswa KNB perlu memanfaatkan kegiatan ini dengan baik karena ini adalah investasimu. Dengan belajar bahasa, membuat pertemanan dan jaringan, semoga membawamu menjadi pemimpin yang menjadi katalisator dan agen perdamaian dunia,” tutur Siti.

Pada tahun ini, pengelolaan Beasiswa KNB dilakukan bersama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Direktur Beasiswa LPDP, Dwi Larso menyampaikan bahwa LPDP mendukung program pendidikan melalui jalur beasiswa dengan menyalurkannya kepada 350.000 mahasiswa termasuk program Beasiswa KNB di dalamnya.

“Pemerintah telah menyalurkan beasiswa lebih cepat dari tiga tahun belakangan. Pemberian beasiswa ini diharapkan menjadi kunci untuk menciptakan kesejahteraan bersama sesama mitra negara berkembang,” ucap Dwi.

Penyelenggaraan International Student Summit 2023 yang digelar di Universitas Telkom Bandung diikuti sekitar 170 mahasiswa baru penerima Beasiswa KNB. Kegiatan bertujuan untuk mewujudkan solidaritas antarmahasiswa program Beasiswa KNB. Mahasiswa asing juga didorong untuk lebih mengenal masyarakat dan budaya Indonesia.

(YH/DZI/FH/DH/NH/SH/MSF)

Humas Ditjen Diktiristek

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Laman : www.diktiristek.kemdikbud.go.id

FB Fanpage : @ditjen.dikti

Instagram : @ditjen.dikti

Twitter : @ditjendikti

Youtube : Ditjen Diktiristek

E-Magz Google Play : Satu Dikti

Tiktok : Ditjen Dikti

Jaring Atlet Mahasiswa, UNTIDAR Teken Kerjasama dengan KONI

Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. dan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia Kota Magelang, Ali Sobri, A.Md.Ak. resmi menandatangi dokumen kerjasama, Sabtu (28/10) di Gedung Olahraga (GOR) Samapta.

Kerjasama ini memberikan dasar hukum bagi UNTIDAR dan KONI untuk melaksanakan kegiatan Pembinaan Kemampuan, Minat dan Bakat Olahraga Mahasiswa serta meningkatkan prestasi di bidang olah raga.

“Besar harapan kami mulai muncul atlet-atlet potensial dari UNTIDAR dan juga bisa memotivasi atlet di Magelang untuk tidak perlu kuliah diluar kota tapi bisa melanjutkan kuliah di UNTIDAR lewat jalur prestasi,” tutur Ketua KONI, Ali Sobri.

Foto : Haikal UNTIDAR TV

Dalam kesempatan yang sama diselenggarakan seremonial penyerahan Beasiswa Mahasiswa Berprestasi Kota Magelang, Rektor Cup Turnamen Tenis Lapangan dan Kejuaraan Pencak Silat Krida Satria.

Hamza, S.Sos., M.Si., Sekretaris Daerah Kota Magelang yang hadir mewakili Walikota berharap beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa asal Kota Magelang ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin dan memebrikan motivasi dalam perkuliahannya.

“Harapannya agar bantuan beasiswa ini dapat menjadi motivasi untuk belajar, bekerja, berkaya dan berprestasi lebih tinggi dimasa yang akan datang,” kata Hamza, Sekda Kota Magelang.

Beasiswa Mahasiswa Beprestasi Kota Magelang Tahun 2023 diterima oleh 55 mahasiswa UNTIDAR dimana setiapa orangnya menerima bantuan sebesar 3 juta rupiah. Seleksi beasiswa telah dilaksanakan sekitar bulan Juni 2023, proses seleksi dilaksanakan Dispora Kota Magelang dan Bagian Kemahasiswaan UNTIDAR.

Foto : Haikal UNTIDAR TV

Senada dengan Sekda Kota Magelang, Rektor UNTIDAR juga berharap beasiswa pendidikan dari Pemkot ini bisa menjadi salah satu cara menaikkan indeks pendidikan di Kota Magelang.

“Beasiswa ini merupakan wujud nyata tanggung jawab Pemkot Magelang menaikkan indeks pendidikan di Kota Magelang. Putra putri Magelang bisa terbantu dengan beasiswa ini. UNTIDAR dan Pemkot akan terus berkolaborasi untuk kemajuan Kota Magelang,” ujar Rektor.

Rektor Cup

UNTIDAR di hari yang sama juga menyelenggarakan Rektor Cup Turnamen Tenis Lapangan se-Karesidenan Kedu. Peserta dibagi adalam 2 kelompok, tournamen antar mahasiswa dari 6 tim dari 4 perguruan tinggi yaitu Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Akademi Teknik Tirta Wiyata (AKATIRTA), Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) dan UNTIDAR.

Foto : Haikal UNTIDAR TV

Juara 1 diperoleh oleh AKATIRTA, Juara 2 oleh UMP dan Juara 3 adalah UNTIDAR. Sedangkan kelompok 2 adalah kelompok eksebisi antara pegawai UNTIDAR dan Pemkot Magelang.

Penulis : Recka

Editor : Humas UNTIDAR

Resmi Dilantik, HIPMI UNTIDAR Magelang Dorong Semangat Wirausaha Mahasiswa

Pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Universitas Tidar resmi dilantik di Rumah Dinas Walikota Magelang, Minggu (29/10). HIPMI UNTIDAR merupakan organisasi mahasiswa ekstra kampus yang menghimpun para mahasiswa pengusaha yang diinisiasikan tahun ini.

Foto : Sindi Magang ULT

Walikota Magelang, dr. H. Muchamad Nur Aziz, Sp.PD.K-GH menyambut baik pelantikan ini dan mendukung kiprah para mahasiswa UNTIDAR untuk berwirausaha.

“Yang penting berani usaha, jangan takut gagal. Harus punya harapan besar. Kalau nggak punya modal, bareng-bareng berusaha. Makanya kalau kita mau kuat, harus bersama. Jangan hanya cari ide, tapi belajarlah selagi kalian masih dalam masa belajar,” tuturnya.

dr. Aziz juga mendorong anak-anak muda untuk berbisnis. Ia berharap, upaya tersebut semakin memberdayakan masyarakat Kota Magelang seiring dengan menurunnya angka kemiskinan Kota Magelang dari 7,1% menjadi 6,11%.

Foto : Sindi Magang ULT

Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., menyebutkan, inisiatif ini akan mengolaborasikan para pengusaha ke arah yang baik.

“Ini adalah calon pengusaha-pengusaha muda yang membentuk himpunan, baik di level perguruan tinggi, kota, bahkan se-Indonesia. Intinya kita meniru langkah ‘nikah’. Nikah itu ‘kan mengombinasikan, mensinergikan dua hal yang berbeda. Bahkan, dalam hal ini adalah ‘pernikahan massal’ antara pengusaha-pengusaha di Magelang menjadi satu himpunan keluarga besar HIPMI,” ucap Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si.

Masih dalam suasana Hari Sumpah Pemuda, kegiatan ini menandai semangat pemuda dalam mengembangkan diri dan masyarakat di bidang bisnis dan wirausaha.

“Kalau tahun 1928 bercita-cita memerdekakan Indonesia, sekarang bercita-citalah tetap memerdekakan bangsa dengan segala kekurangannya. Sekarang, yang diperjuangkan juga berubah. Kebetulan teman-teman concern (peduli) pada masalah bisnis, merdekakanlah bangsa ini melalui dunia bisnis. Banyak pekerjaan rumah yang harus digarap,” tambah Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si.

Foto : Laila Magang ULT

Usai dilantik, para anggota HIPMI UNTIDAR akan melaksanakan beragam kegiatan-kegiatan yang mendorong keberlanjutan usahanya. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan forum business class untuk membuka wawasan para anggota terkait dunia bisnis.

Ketua HIPMI UNTIDAR Fikri Ahmad Zulfian berharap HIPMI bukan hanya wadah untuk mahasiswa yang sudah punya usaha namun yang juga ingin belajar menjadi pengusaha.

“Ke depannya kita akan terus berkolaborasi, terus bersinergi. Karena teman-teman HIPMI UNTIDAR sebagian ada yang belum punya usaha, ada yang baru merintis, ada yang sudah settle (mapan), jadi beda-beda. Untuk itu juga tentu perlu banyak dorongan juga dari senior, dari Dewan Pimpinan Daerah, dari Dewan Pimpinan Cabang, dari seluruh elemen kampus Universitas Tidar, dan para pemangku kepentingan di Magelang,” pungkas Fikri.

Penulis : Isaka

Editor : Humas UNTIDAR