Anggaran KIP Kuliah Terus Meningkat, Pemerintah Pastikan Akses Pendidikan Tinggi Tetap Terjaga

Jakarta—Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan bahwa anggaran Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Komitmen ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu, Jumat (20/2).

Berdasarkan data Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kemdiktisaintek, tren jumlah penerima KIP Kuliah terus meningkat setiap tahun sejak 2020. Tren ini terlihat pada penerima mahasiswa baru maupun total penerima secara keseluruhan, termasuk penerima yang sedang menjalani studi (ongoing).

Pada tahun 2020, anggaran KIP Kuliah tercatat sebesar Rp6,5 triliun. Anggaran tersebut terus meningkat secara signifikan hingga mencapai Rp14,9 triliun pada tahun 2025 dengan jumlah sasaran penerima sebanyak 1.044.921 mahasiswa berdasarkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). Pada Tahun Anggaran 2026, alokasi anggaran KIP Kuliah berdasarkan DIPA naik menjadi Rp15.323.650.458.000 dengan sasaran penerima sebanyak 1.047.221 mahasiswa.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menuturkan bahwa Kemdiktisaintek terus mengawal program KIP Kuliah agar anggarannya tidak berkurang dan program dapat terlaksana lebih baik lagi.

Menteri Brian menyebut bahwa KIP Kuliah merupakan instrumen strategis untuk memastikan pemerataan kesempatan pendidikan tinggi. Oleh karena itu, Menteri Brian berkomitmen bahwa Kemdiktisaintek akan terus memperluas akses pendidikan melalui program KIP Kuliah yang merupakan “Jembatan Harapan” bagi siswa berprestasi dengan keterbatasan ekonomi untuk melanjutkan studi dan memastikan anak-anak Indonesia yang kurang mampu secara ekonomi namun berprestasi, tetap bisa menempuh dan lulus pendidikan tinggi. Kemdiktisaintek akan terus memastikan bahwa bantuan biaya hidup dari KIP Kuliah adalah hak penuh mahasiswa dan perguruan tinggi serta semua pihak lain dilarang melakukan pungutan bagi penerima KIP Kuliah.

Skema Distribusi KIP Kuliah

Terkait perbedaan distribusi jumlah penerima di perguruan tinggi tertentu, Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kemdiktisaintek selaku pengelola KIP Kuliah menyampaikan bahwa variasi tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor.  

Distribusi kuota KIP Kuliah pada periode 2020–2024 didasarkan pada daya tampung masing-masing program studi berdasarkan akreditasi program studi pada masing-masing perguruan tinggi. Skema ini menempatkan kapasitas kampus dan kualitas program studi sebagai dasar pengalokasian kuota, sehingga jumlah penerima di tiap kampus mengikuti kebijakan yang relatif stabil dari tahun ke tahun sehingga persentase jumlah penerima dimasing-masing perguruan tinggi relatif tetap.

Mulai tahun 2025, PPAPT Kemdiktisaintek ditugaskan mengelola program KIP Kuliah. Untuk meningkatkan ketepatan sasaran penerima, prioritas penerima bagi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) diberikan berdasarkan jumlah pemegang Kartu Indonesia Pintar SMA/sederajat atau terdata di DTKS, atau PPKE maksimal Desil 3 yang lulus Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) di masing-masing Perguruan Tinggi Negeri dan telah terdaftar di sistem KIP Kuliah sebelum mengikuti SNBP dan SNBT. Sedangkan bagi Perguruan Tinggi Swasta (PTS), kuota didistribusikan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) berdasarkan berdasarkan daya tampung masing-masing program studi berdasarkan akreditasi program studi pada PTS di wilayah kerja LLDikti. Dengan kebijakan ini, prioritas penerima KIP Kuliah melekat pada siswa dari keluarga miskin dan rentan miskin yang lulus seleksi masuk PTN melalui SNBP atau SNBT sehingga secara otomatis akan ditetapkan sebagai penerima KIP Kuliah setelah diverifikasi dan divalidasi oleh perguruan tinggi.

Ini artinya bahwa pemerintah semakin memprioritaskan bagi siswa-siswi calon mahasiswa yang memiliki potensi akademik baik dan memiliki keterbatasan ekonomi untuk mendapatkan KIP Kuliah. Selain itu, pemerintah memberi prioritas lebih besar agar mahasiswa dari keluarga miskin dan rentan miskin bisa kuliah di program studi unggulan, baik di PTN maupun PTS di seluruh Indonesia.

Setiap kebijakan baru tentu memiliki implikasi dalam implementasinya. Dengan kebijakan baru di tahun 2025, jumlah kuota secara nasional minimal tetap 200 ribu mahasiswa baru. Namun, PTN tidak langsung mendapatkan kuota bagi penerima KIP Kuliah seperti tahun 2020 – 2024. Jumlah penerima ditentukan oleh berapa banyak siswa pemegang Kartu Indonesia Pintar SMA/sederajat, atau terdata di DTKS, atau PPKE maksimal Desil 3 yang lulus SNBP atau SNBT. 

Oleh karena itu Kepala PPAPT Kemdiktisaintek, menyampaikan bahwa jika di suatu perguruan tinggi jumlahnya menurun, hal itu bisa terjadi karena banyak siswa pemegang Kartu Indonesia Pintar SMA/sederajat atau yang terdata di DTKS atau PPKE maksimum desil 3 yang tidak lulus SNBP atau SNBT, sehingga tidak dapat masuk di kampus tersebut, atau karena proporsi pendaftar dari pemegang Kartu Indonesia Pintar SMA/sederajat, DTKS dan PPKE memang tidak banyak.

Dengan demikian, penurunan pada satu perguruan tinggi tidak mencerminkan pengurangan kuota secara nasional, tidak pula mencerminkan pengurangan anggaran KIP Kuliah. Hal ini merupakan konsekuensi dari distribusi berbasis data dan hasil seleksi tahun berjalan. Sebagai contoh nyata, perubahan jumlah penerima pada kampus Universitas Negeri Medan yang pada tahun 2024 hanya menerima sekitar 1.000 mahasiswa baru penerima KIP Kuliah. Namun pada tahun 2025, jumlah siswa pemegang Kartu Indonesia Pintar SMA/sederajat, atau terdata di DTKS, atau PPKE maksimal Desil 3 yang lulus SNBP dan SNBT lebih dari 3.000 sehingga mendapatkan peningkatan yang sangat besar. Sebaliknya pada kampus lain seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), pada tahun 2024 menerima kuota sekitar 1.900 mahasiswa baru penerima KIP Kuliah. Namun, pada tahun 2025, siswa pemegang Kartu Indonesia Pintar SMA/sederajat, atau terdata di DTKS, atau PPKE maksimal Desil 3 yang lulus SNBP dan SNBT di UGM hanya sekitar 708 mahasiswa sehingga terjadi penurunan yang cukup besar. Penyebab lain hal ini terjadi karena siswa pemegang Kartu Indonesia Pintar SMA/sederajat, atau terdata di DTKS, atau PPKE maksimal Desil 3 yang mendaftar ke UGM memang tidak banyak. Kemdiktisaintek selanjutnya telah mendistribusikan kuota tambahan bagi perguruan tinggi seperti UGM yang mengalami penurunan jumlah penerima cukup besar walaupun secara total tidak sama dengan tahun 2024 atau sebelumnya. 

Seiring dengan keluarnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), pemerintah memberlakukan sistem basis data terintegrasi untuk meningkatkan akurasi sasaran bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat termasuk program KIP Kuliah yang masuk dalam kelompok bantuan sosial dalam bidang pendidikan. Oleh karena itu, mulai tahun 2026, prioritas penerima KIP Kuliah diberikan kepada lulusan SMA/SMK penerima PIP SMA/sederajat dan/atau yang terdata dalam DTSEN yang berada pada desil 1 sampai dengan desil 4. Untuk PTN, prioritas penerima diberikan kepada siswa yang lolos melalui jalur SNBP dan SNBT. Penajaman ini dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar menjangkau calon mahasiswa dari keluarga miskin dan rentan miskin yang memiliki potensi akademik baik. Sedangkan untuk PTS, kuota tetap didistribusikan oleh LLDikti didasarkan oleh daya tampung masing-masing program studi berdasarkan akreditasi program studi pada PTS di wilayah kerja LLDikti.

Kemdiktisaintek memastikan bahwa penyaluran KIP Kuliah dilakukan secara akuntabel, tepat sasaran, dan berbasis data. Evaluasi rutin dilakukan agar bantuan pendidikan benar-benar diterima oleh mahasiswa yang memenuhi kriteria dan membutuhkan dukungan pembiayaan.

Penambahan kuota penerima KIP Kuliah sebagai bagian dari optimalisasi distribusi anggaran terjadi di beberapa perguruan tinggi. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah terus melakukan penyesuaian untuk memastikan program berjalan efektif dan adaptif terhadap kebutuhan.

Sejak pertama kali diluncurkan, KIP Kuliah telah menjadi salah satu pilar penting dalam penguatan sumber daya manusia Indonesia. Melalui dukungan pembiayaan pendidikan, mahasiswa dapat lebih fokus pada studi dan pengembangan diri tanpa terbebani kendala ekonomi.

Dengan peningkatan anggaran, perluasan sasaran, dan penyempurnaan kebijakan, KIP Kuliah terus menjadi bagian penting dalam strategi pembangunan pendidikan tinggi yang inklusif dan berkeadilan. Pemerintah memastikan akses terhadap pendidikan tinggi tetap terbuka dan semakin luas bagi generasi muda Indonesia di seluruh daerah.

“Kami dari Kemdiktisaintek, mengajak seluruh anak-anak Indonesia yang berasal dari keluarga kurang mampu, terutama lulusan SMA/SMK, untuk jangan khawatir meneruskan ke jenjang kuliah, KIP Kuliah akan menjadi sarana untuk anak bangsa meraih masa depan yang lebih baik,” tutur Menteri Brian.

Untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas program ini, Kemdiktisaintek membuka secara aktif kanal pengaduan melalui:

  • Laman: lapor.go.id
  • Pusat Panggilan Unit Layanan Terpadu (ULT) Kemdiktisaintek: 126
  • Email ULT Kemdiktisaintek: ult@kemdiktisaintek.go.id
  • Whatsapp ULT Kemdiktisaintek: +62 851-8606-9126.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

Kemdiktisaintek-Kemenpora Bahas Kolaborasi Beasiswa, Dukung Atlet Berprestasi

Jakarta—Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendukung talenta muda dalam mendapatkan pendidikan tinggi yang berkualitas melalui beasiswa. Hal ini disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto saat menerima audiensi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, dan Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora), Taufik Hidayat di kantor Kemdiktisaintek, Kamis (19/2).

“Jangan sampai di bidang akademik para atlet tidak maksimal, maupun di bidang olahraganya tidak bertumbuh,” tegas Menteri Brian.

Pertemuan ini juga membahas integrasi data atlet nasional sebagai dasar perumusan kebijakan beasiswa yang lebih tepat sasaran. 

“Dengan basis data yang terkelola bersama, proses identifikasi, seleksi, hingga pemantauan studi atlet dapat dilakukan secara lebih sistematis dan akuntabel,” jelas Mendiktisaintek.

Langkah ini sejalan dengan perhatian Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto terhadap penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Pengembangan talenta unggul tidak hanya melalui capaian akademik, tetapi juga melalui prestasi olahraga yang membawa nama bangsa di tingkat internasional.

Sebagai tindak lanjut, Menteri Brian mengusulkan penguatan kolaborasi teknis antara Kemdiktisaintek dan Kemenpora, termasuk pengembangan dan pemanfaatan database atlet secara bersama untuk mendukung perencanaan program beasiswa. 

Dalam pertemuan ini lebih lanjut Menpora memaparkan kebutuhan penguatan skema beasiswa bagi atlet, khususnya mereka yang tengah menjalani pembinaan prestasi maupun yang telah mengharumkan nama bangsa. Skema ini diharapkan tidak hanya menjamin akses pendidikan tinggi, tetapi juga memastikan keberlanjutan karier atlet setelah masa kompetisi berakhir.

Menpora menekankan pentingnya sinergi lintas kementerian agar para atlet memiliki kepastian masa depan akademik yang jelas. 

“Kita perlu sistem yang jelas, supaya pembinaan olahraga tetap optimal dan pendidikan mereka juga tidak tertinggal,” jelas Menteri Erick.

Pertemuan ini menjadi wujud sinergi, yang diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif, bagi seluruh talenta muda Indonesia.

Selain itu pertemuan Menteri Brian dan Menteri Erick menunjukkan peran Kemdiktisaintek, dalam memastikan bahwa pendidikan tinggi menjadi fondasi keberlanjutan prestasi generasi muda, baik di bidang akademik maupun olahraga, demi terwujudnya SDM unggul dan berdaya saing.

Lewat Nyanyian dan Game, Mahasiswa Untidar Bekali Siswa SDN 31 Batung Panjang Siaga Bencana

Mahasiswa Universitas Tidar yang tergabung dalam Tim Sapa Maninjau menyelenggarakan sosialisasi mitigasi bencana di SDN 31 Batung Panjang pada Sabtu, 14 februari 2026.

“Kalau ada gempa, lindungi kepala. Kalau ada gempa, masuk bawah meja. Kalau ada gempa, jauhilah kaca. Kalau ada gempa, lari ke luar sana,” tutur Adhito Irsyad Pratama, Selasa (17/02) saat dihubungi via online oleh Tim Humas Untdar.

Sosialisasi mitigasi bencana yang dilakukan ini menggunakan pendekatan “berkomunikasi” dengan para siswa sekolah dasar. Agar lebih mudah diingat dan dipahami. Maka Tim Sapa Maninjau menggunakan metode game dan nyanyian.

Mulai dari mengenali tanda bahaya, apa yang harus dilakukan saat bencana datang serta memberikan informasi terkait barang darurat saat bencana melalui game sederhana.

“Kami sangat mengapresiasi sosialisasi mitigasi bencana, siswa terlihat sangat antusias, semoga para siswa juga paham tentang hal ini,” ucap Kepala Sekolah SDN Batung Panjang Nofrizal Andre.

Pada kegiatan ini, Tim Sapa Maninjau turut memberikan sosialisasi tambahan yaitu terkait bullying untuk siswa kelas 1-3 dan pengenalan teknologi baru berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) serta filterasi air sederhana untuk kelas 4-6. Kurang lebih 90 siswa mengikuti kegiatan sosialisasi dengan antusias,

Tim Sapa Maninjau adalah bagian dari Program Mahasiswa Berdampak, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi yang berasal dari Universitas Tidar. Tim terdiri dari 52 mahasiswa dari program studi Teknologi Pangan, Teknik Rekayasa Perancangan Manufaktur (TRPM), Teknik Industri dan Teknik Elektro.

Program utama Tim Sapa Maninjau adalah melakukan proses produksi dan pelaksanaan/ implementasi teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan filtrasi. Melakukan monitoring quality control dalam pelaksanaan dan instalasi. Serta melakukan kegiatan diversifikasi produk berbasis olahan ikan nila menjadi produk bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Konsentrasi pelaksanaan program Tim Sapa Maninjau adalah Nagari Sungai Batang, Kec. Tanjung Raya, Kab. Agam, Prov. Sumatera Barat. Program dimulai 2-28 Februari 2026.

Penulis : Tim Sapa Maninjau

Editor : Humas Untidar

Universitas Tidar Gelar Tarhib Ramadan, Gaungkan Kebangkitan Budaya Menuju Peradaban Indonesia

Universitas Tidar menyelenggarakan kegiatan Tarhib Ramadan 1447 H, bertempat di Lobby Rektorat Kampus Sidotopo Untidar, Minggu 15 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum spiritual bagi sivitas akademika dan masyarakat dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

Kegiatan ini menghadirkan Ust. Salim A. Fillah seorang penulis dan dai yang menyampaikan tausiyah penuh inspirasi, serta Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., Rektor Untidar. Acara ini diikuti oleh jamaah mahasiswa Untidar, sivitas akademika, serta masyarakat sekitar Kampus Sidotopo Untidar, yang bersama-sama memadati lokasi kegiatan dengan penuh antusias.

Tarhib Ramadan diselenggarakan sebagai bentuk persiapan dalam menyambut bulan suci Ramadan serta sebagai upaya mempererat ukhuwah Islamiyah antara kampus dan masyarakat. Tema yang diangkat mencerminkan komitmen Untidar dalam membangun peradaban melalui sinergi nilai agama dan budaya lokal Magelang Raya.

Acara berlangsung dengan khidmat dan tertib. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Rayhan Dwi Prasetya dari UKM IQSAN Untidar, yang menambah suasana syahdu dan penuh keberkahan. Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Rektor Untidar  yang menyampaikan tema kegiatan ini “Kebangkitan Budaya Magelang Raya untuk Peradaban Indonesia”, bertujuan untuk melahirkan kembali semangat budaya serta menekankan nilai tidar value yaitu Tangguh, Integratif, Dedikatif, Aktif, dan Responsif. Selanjutnya tausiyah dari Ust. Salim A. Fillah yang mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum perbaikan diri dan kebangkitan umat serta doa untuk Untidar ”Semoga Untidar menjadi institusi pendidikan yang mencetak karir-karir umat bangsa, memberikan kontribusi bagi negeri tercinta Indonesia hingga dunia” ujarnya. Acara semakin semarak dengan penampilan Hadrah Ahbaabul Musthofa Magelang yang membawakan lantunan shalawat.

Melalui kegiatan ini, Universitas Tidar menegaskan perannya tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai pusat pembinaan karakter dan penguatan nilai spiritual bagi mahasiswa dan masyarakat luas.

Penulis: Dewangga Trio Pradana

Editor: Ade Afriansyah

Kemdiktisaintek Dorong Akselerasi Transformasi Pendidikan Tinggi Jawa Tengah Melalui Penguatan Sinergi dan Inovasi

Surakarta — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan menegaskan pentingnya penguatan sinergi antar pemangku kepentingan pendidikan tinggi dalam mendorong transformasi akademik yang adaptif, inovatif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan dalam Forum Komunikasi Pimpinan dan Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Jawa Tengah Tahun 2026 yang digelar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta pada Rabu (11/2). Forum ini menjadi ruang konsolidasi strategis yang mempertemukan 216 perguruan tinggi swasta (PTS) dan 9 perguruan tinggi negeri (PTN) se-Jawa Tengah untuk memperkuat ekosistem riset daerah secara kolaboratif.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Fauzan Adziman, menekankan bahwa arah kebijakan riset nasional kini semakin difokuskan pada pemetaan persoalan nyata di tengah masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, riset perguruan tinggi diharapkan tidak berhenti pada publikasi, melainkan mampu menghadirkan solusi yang relevan dan berdampak.

Salah satu pendekatan yang didorong adalah pengembangan program berbasis isu lingkungan melalui inisiatif Zero Waste Campus, yakni penguatan riset pengelolaan sampah berbasis kampus sebagai kontribusi konkret perguruan tinggi terhadap agenda keberlanjutan.

“Riset harus berangkat dari persoalan nyata. Kampus memiliki posisi strategis untuk mengidentifikasi masalah di sekitarnya dan mengembangkan solusi berbasis ilmu pengetahuan yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Dirjen Fauzan.

Lebih lanjut, Dirjen Risbang menyoroti praktik baik model konsorsium riset dalam program penurunan stunting di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kolaborasi lintas perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan tersebut dinilai berhasil memperkuat pendekatan berbasis data dan kebijakan. Model kolaboratif ini dinilai relevan untuk direplikasi di Jawa Tengah, termasuk dalam mendukung peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi melalui pendekatan riset yang terintegrasi.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Fauzan juga mengungkapkan peningkatan signifikan dalam kompetisi pendanaan riset tahun ini. Tercatat sebanyak 118.000 proposal riset dan pengabdian kepada masyarakat diajukan—meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, 60 persen judul riset yang didanai APBN 2025 berasal dari PTS.

“Angka ini menunjukkan PTS memiliki energi riset yang besar. Tugas kita memastikan energi tersebut terkelola dalam ekosistem yang terarah dan berdampak,” jelasnya.

Sebagai bagian dari transformasi kelembagaan, Kemdiktisaintek menerapkan kebijakan klasterisasi pengembangan PTS ke dalam kategori mandiri, akselerator, revitalisasi, hingga kritis. Pendekatan ini memungkinkan intervensi kebijakan yang lebih presisi, termasuk pembinaan menuju world class university bagi perguruan tinggi yang telah memiliki kesiapan kapasitas.

Penguatan hilirisasi riset dan technopreneurship juga terus didorong melalui perlindungan kekayaan intelektual, pembentukan perusahaan rintisan berbasis kampus (spin-off), serta kolaborasi dengan industri dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Sejumlah praktik komersialisasi yang berhasil menghasilkan royalti riset di beberapa perguruan tinggi diharapkan dapat direplikasi secara lebih luas.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah VI, Aisyah Endah Palupi, menekankan bahwa pengembangan kapasitas perguruan tinggi di Jawa Tengah harus berorientasi pada relevansi dan kontribusi terhadap pembangunan daerah.

“Transformasi bukan lagi pilihan, tetapi keharusan. Perguruan tinggi harus adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja, sekaligus mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Jawa Tengah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara pimpinan perguruan tinggi dan badan penyelenggara merupakan fondasi tata kelola yang sehat dan berkelanjutan. Penyelarasan program institusi dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) menjadi kunci agar peningkatan mutu tidak berhenti pada aspek administratif, melainkan menghasilkan kontribusi substantif.

Melalui forum ini, Kemdiktisaintek menegaskan bahwa transformasi pendidikan tinggi bukan sekadar agenda struktural, tetapi gerakan bersama untuk membangun ekosistem riset yang kuat, kolaboratif, dan berorientasi pada solusi nyata demi mendukung pembangunan nasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

SMAN 2 Purbalingga Kunjungi Untidar Guna Gali Informasi PMB 2026

Universitas Tidar menerima kunjungan studi dari SMA Negeri 2 Purbalingga, Jumat (13/2) di Ruang Seminar 1, Lantai 3, Gedung Rektorat Sidotopo.

Kunjungan ini bertujuan untuk menggali informasi terkait Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun 2026, program beasiswa serta prosedur menjalin kerjasama dengan Untidar.

“Kami menyambut baik kehadiran bapak dan ibu guru. Semoga melalui pertemuan ini, pihak sekolah mendapatkan informasi valid untuk mengarahkan siswa-siswinya melanjutkan studi ke Untidar,” ujar Drs. Giri Atmoko, M.Si., Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama (BAKK).

Beliau berharap kunjungan ini dapat memberikan gambaran komprehensif yang bisa diteruskan kepada para siswa.

Perwakilan kepala sekolah SMAN 2 Purbalingga, Mita Puspita Sukmawati, S.Pd., mengungkapkan bahwa popularitas Untidar di kalangan siswa Purbalingga terus meningkat.

“Tujuan kami ke sini adalah untuk mendalami mekanisme PMB, informasi beasiswa, serta prosedur kerja sama. Kami juga berharap ke depan ada kolaborasi dengan FKIP Untidar khususnya IPA untuk membimbing siswa-siswi yang mengikuti lomba Fisika, Kimia dan Astronomi,” tutur Mita.

Kepala Bagian Akademik, BAKK, Wahyu Andrianto, S.A.P., memaparkan secara rinci terkait profil Untidar, jalur seleksi, beasiswa serta tips dan trik untuk bisa lolos SNBP.

“Pilihlah Untidar pada pilihan pertama. Jangan duakan Untidar bahkan jadi pelarian saja. Fokus utama SNBP itu pada nilai rapor. Serta jika mempunyai prestasi silahkan disertakan piagamnya,” jelas Kabag Akademik.

Dalam kesempatan ini, Rombongan SMAN 2 Purbalingga diberi kesempatan untuk melihat nilai rerata SNBP dan SNBT Tahun 2025. Harapannya nilai ini bisa menjadi acuan namun juga jangan menjadi patokan 100%.

“Kami harap data ini bisa menjadi acuan dalam mengarahkan siswa-siswa yang mempunyai minat melanjutkan kuliah di Untidar. Pastikan juga sumber info baik seleksi nasional seperti SNBP dan SNBP maupun Seleksi Mandiri Untidar sumbernya dari sumber resmi,“ tambahnya.

Terkait info daya tampung, Uang Kuliah Tunggal (UKT), jalur seleksi Mandiri Untidar dapat diakses di laman um.untidar.ac.id sedangkan untuk jalur SNBP dan SNBT bisa diperoelh dari laman SNPMB.

Penulis dan Editor : Humas Untidar

Untidar Melaksanakan Rapat Kerja PPII: Memperkuat Komitmen Pendidik IPA yang Aktif

Untidar melaksanakan Rapat Kerja Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia (PPII) yang dilaksanakan di Ruang Rapat di Gedung Rektorat Kampus Sidotopo pada Jumat (13/2) yang berlangsung meriah dengan dihadiri oleh 22 anggota yang terdiri dari pengurus dan perwakilan dari berbagai daerah. Acara ini diawali dengan bacaan Basmalah sebagai pembuka, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua PPII, Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd.

Dalam sambutannya, Prof. Parmin menekankan pentingnya kolaborasi antar anggota dan memperkenalkan para anggota dewan pembina, termasuk Prof. Annas dan Prof. Darmin. Dalam forum ini, Ibu Ketua Dewan Pembina juga menyampaikan berbagai program kerja yang akan dijalankan oleh PPII.

“Kami baru saja melaksanakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Makassar, dan alhamdulillah 80% pengurus PPII hadir sebagai bentuk komitmen nyata untuk mendorong kemajuan lembaga. Dalam kesempatan yang sama, kami juga memberikan perhatian kepada PPII di Bali dan Jakarta yang menunjukkan komitmen untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan mendatang.” ungkap Prof. Parmin

Target pengurusan PPII sangat strategis, dengan fokus utama pada Jakarta dan Sumatra Utara. Selama rapat, juga dibahas tentang pemilihan pengurusan kelembagaan yang mencakup penelitian dan pengabdian, serta sharing tentang penyusunan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan publikasi jurnal.

Dalam Rapat Kerja tersebut, beberapa agenda penting dalam program kerja yang disepakati antara lain mencakup Pendidikan dan Pelatihan, finalisasi Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), serta finalisasi Draft Kerjasama untuk peluang pembelajaran luar sekolah (PLS) baru. Selain itu, juga dibahas mengenai usaha dan pendanaan (sponsorship) yang akan mendukung berbagai kegiatan PPII ke depan.

Melalui rapat kerja ini, PPII diharapkan mampu merumuskan langkah-langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan IPA di Indonesia serta memperkuat kolaborasi antar pengurus dan anggota dari berbagai daerah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memberikan kesempatan bagi seluruh pengurus PPII untuk merumuskan strategi dalam memperkuat posisi PPII sebagai organisasi yang berkomitmen untuk memajukan pendidikan IPA.

Penulis: Maura Deaazaria Firdanisahara
Editor: Humas Untidar

Rektor Untidar Tekankan Sikap Responsif dalam Pelantikan dan Sumpah/Janji Pejabat

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Universitas Tidar dilaksanakan di Auditorium Lantai 6, Gedung Rektorat Sidotopo, Selasa (10/2).

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa penyerahan surat keputusan jabatan merupakan momen penting yang patut disyukuri sebagai bagian dari proses penguatan dan perbaikan kelembagaan Untidar.

“Penyerahan SK jabatan pada pagi hari ini merupakan momen yang sangat bermakna dan menjadi bagian dari proses perbaikan lembaga kita,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Beliau menegaskan bahwa setiap jabatan yang diemban memiliki peran strategis dan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan institusi melalui sikap yang responsif dan kolaboratif.

“Posisi apa pun yang diterima tentu sangat diharapkan kontribusinya bagi pengembangan Untidar, sehingga seluruh pejabat diharapkan mampu bersikap responsif dan siap berkolaborasi,” tambahnya.

Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan sumber daya manusia dalam mendukung tata kelola universitas yang adaptif, akuntabel, serta responsif terhadap dinamika dan tantangan pendidikan tinggi.

Sebanyak sembilan pejabat dilantik dalam kegiatan tersebut. Dari kelompok tenaga kependidikan jabatan fungsional, Tali Buana Pamungkas Regen, A.Md.Kom., dan Ahmad Khotibul Umam, A.Md., dilantik sebagai Pranata Komputer Terampil.

Pada tingkat lembaga, Ir. Ibrahim Nawawi, S.T., M.T., IPM., serta Dr. Dra. Eny Boedi Orbawati, M.Si., dilantik sebagai Kepala Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran Universitas Tidar.

Dari Fakultas Pertanian, Soraya Kusuma Putri, S.T.P., M.Sc., dilantik sebagai Koordinator Program Studi S1 Teknologi Pangan dan Muhammad Tri Aji, S.Kel., M.P., dilantik sebagai Koordinator Program Studi S1 Akuakultur.

Sementara itu, dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Muhammad Radian Nur Alamsyah, S.Pd., M.Pd., dilantik sebagai Kepala Laboratorium Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, serta Delfiyan Widiyanto, S.Pd., M.Pd., sebagai Koordinator Program Studi S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.

Selain itu, Dr. Phil. Arif Budy Pratama, MPA., dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, turut dilantik sebagai Koordinator Program Studi S2 Administrasi Publik.

Melalui pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan ini, Untidar menegaskan komitmennya untuk terus membangun aparatur yang profesional, berintegritas, dan responsif guna mendukung pencapaian visi secara berkelanjutan.

Penulis : Gita

Editor : Humas Untidar

Mendiktisaintek Minta Pelaksanaan SNPMB 2026 Jaga Kualitas dan Integritas

Jakarta—Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto meminta para pimpinan perguruan tinggi berkomitmen bersama dalam menjaga kualitas dan kredibilitas pelaksanaan SNPMB. Ditekankan pentingnya mempertahankan proses seleksi yang adil, transparan, dan bebas dari praktik kecurangan agar kepercayaan publik terhadap sistem penerimaan mahasiswa baru tetap terjaga. Hal ini diungkapkan Menteri Brian saat menghadiri Pembahasan Pelaksanaan Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Tahun 2026, Selasa (10/2).

“SNPMB ini kami harap menjadi proses yang senantiasa dijaga dan ditingkatkan kualitasnya. Segala bentuk kecurangan harus dicegah bersama agar tidak merugikan calon mahasiswa lain,” tegas Menteri Brian.

Lebih lanjut, Mendiktisaintek mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat keberpihakan kepada calon mahasiswa dari berbagai latar belakang sosial dan ekonomi. Kampus diharapkan aktif menyosialisasikan bahwa pendidikan tinggi terbuka bagi semua kalangan, termasuk melalui skema afirmasi, beasiswa, dan dukungan khusus bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu, daerah tertinggal, serta wilayah terdampak bencana.

“Jangan sampai pendidikan tinggi hanya dipersepsikan sebagai jalur bagi mereka yang mampu secara ekonomi. Kampus harus menjadi ruang yang benar-benar memfasilitasi semua kalangan,” ujar Menteri Brian.

Dalam konteks penanganan bencana, Mendiktisaintek juga mengapresiasi respons cepat dan solidaritas perguruan tinggi dalam membantu mahasiswa dari daerah terdampak, baik melalui bantuan administratif, pembiayaan, maupun pemberian beasiswa. Panitia SNPMB didorong untuk membentuk mekanisme atau satuan tugas khusus di kampus untuk memastikan mahasiswa terdampak bencana tetap memperoleh akses pendidikan.

Selain membahas SNPMB, Mendiktisaintek menyoroti peran kampus dalam membentuk karakter dan budaya unggul mahasiswa melalui lingkungan belajar yang aman, sehat, bersih, dan tertata. Menurutnya, karakter tidak hanya dibangun melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui pengalaman sehari-hari di lingkungan kampus.

“Kampus yang baik itu terlihat dari perhatiannya pada detail. Dari situlah karakter dan etos kerja mahasiswa terbentuk,” ujar Menteri Brian.

Menutup arahannya, Mendiktisaintek mendorong perguruan tinggi untuk menjadi contoh praktik baik, termasuk dalam pengelolaan lingkungan dan sampah. Kampus diharapkan dapat menjadi model tata kelola yang berkelanjutan, sekaligus ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa dan masyarakat sekitar.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

Pekan Ilmiah Santri 2026: Wamen Stella Tekankan Mahasiswa Terus Berpikir Kritis

Malang-Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie paparkan cara mahasiswa untuk beradaptasi dengan AI, di Pekan Ilmiah Santri 2026 yang digelar oleh STAIMA Al-Hikam, Malang (7/2).

Wamen Stella memaparkan bagaimana perkembanganArtificial Intellegence(AI) memengaruhi aspek kehidupan manusia, antara lain adalah aspek sosial, aspek pendidikan dan aspek ekonomi. Ia juga menyoroti sudut pandang ekonomi perusahaan besar, yang sedang mengembangkan AI saat ini, berinvestasi triliunan rupiah untuk mengelola algoritma. 

“Apakah bijak jika kita mengeluarkan uang untuk melatih AI dibanding mencerdaskan anak muda kita? bahkan hingga hari ini banyak ahli yang memperdebatkan hal ini,” ujar Wamen Stella.

Aspek berikutnya yang terdampak adalah aspek sosial, bahwa dengan adanya AI sendiri merubah banyak sekali dinamika sosial yang ada, kemudian bagaimana sebuah informasi atau hoaks yang menjamur di masyarakat.  Wamen Stella juga memaparkan bagaimana perkembangan AI merubah lanskap pendidikan dan menjadi perhatian adalah bagaimana penggunaan AI dalam proses belajar.

Wamen Stella juga menerangkan perlunya literasi AI pada saat ini bagi semua orang untuk mengetahui apakah informasi yang diterima adalah benar atau tidak, dalam pemaparan tersebut dikatakan bahwa AI bisa sangat mungkin bias dalam menyajikan data.

“Mampu mengevaluasi hasil AI berawal dari kemampuan berpikir yang reflektif. Jika Anda memilikinya, maka Anda tidak akan tergantikan oleh AI,” ujar Wamen Stella.

Di akhir pemaparan Wamen Stella juga mengingatkan bahwa kampus adalah tempat untuk berinovasi. Semua perusahaan kecerdasan buatan saat ini lahir dari kampus, untuk itu diharapkan mahasiswa untuk selalu berinovasi dan menciptakan penemuan baru nantinya.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi