Bertemu Menteri Kebudayaan, Mendiktisaintek Dorong Peran Kampus dalam Kebudayaan

Jakarta-Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto dan Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon bahas peran kampus dalam kemajuan kebudayaan di kantor Kemdiktisaintek, Jumat (6/2).

Kedua menteri membahas posisi strategis perguruan tinggi dalam memajukan kebudayaan nasional. Selain sebagai institusi akademik, perguruan tinggi dipandang berfungsi sebagai ruang tumbuhnya gagasan, riset, dan diskursus kebudayaan yang berkontribusi pada pembangunan peradaban bangsa.

“Sejarah dan kebudayaan ini penting, dan perguruan tinggi memiliki peran strategis untuk memperkuat kembali bidang-bidang tersebut,” kata Menteri Brian.

Mendiktisaintek sampaikan jika perguruan tinggi selalu ambil peran dalam pengembangan ilmu dan kebudayaan.

“Penguatan kajian sejarah dan kebudayaan di kampus menjadi bagian penting dalam membangun kualitas pendidikan tinggi nasional,” tegas Menteri Brian.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan menegaskan kedekatan historis antara perguruan tinggi dan kebudayaan, termasuk pentingnya keterlibatan institusi pendidikan tinggi dalam merawat dan mengembangkan nilai-nilai kebangsaan, serta memantapkan ekosistem pemajuan kebudayaan nasional.

“Perguruan tinggi memiliki kedekatan yang kuat dengan kebudayaan, dan ini penting untuk terus kita perkuat bersama,” ujar Menteri Fadli Zon.

Sinergi antara kementerian dan perguruan tinggi dinilai penting untuk memastikan pendidikan tinggi berkontribusi nyata bagi penguatan identitas dan peradaban bangsa. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi terus mendorong perguruan tinggi agar mampu menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang berpijak pada nilai kebudayaan, sekaligus relevan dengan tantangan zaman. 

Pertemuan antara Kemdiktisaintek dan Kementerian Kebudayaan menjadi bagian dari komitmen bersama untuk terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pemajuan kebudayaan melalui pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

Kemdiktiksaintek dan BRIN Perkuat Kolaborasi Riset, Sains, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi di Indonesia

Tangerang Selatan — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktiksaintek) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat kolaborasi riset, inovasi, sains, dan teknologi serta pendidikan tinggi di Indonesia. Hal ini ditunjukkan melalui penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua belah pihak di Graha Widya Bhakti, KST BJ Habibie BRIN, Rabu (4/2). 

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menegaskan bahwa kolaborasi antara Kemdiktiksaintek dan BRIN merupakan fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia unggul dan peningkatan daya saing nasional menuju Indonesia Emas 2045. Penandatanganan MoU ini juga dinilai sebagai momentum untuk lebih memperkuat kerja sama yang selama ini telah berjalan erat antara berbagai perguruan tinggi di Indonesia dengan lembaga-lembaga riset.

“Saya yakin ini akan memperkuat langkah kita dalam menghadapi tantangan ke depan, termasuk upaya menjadikan Indonesia sebagai negara maju dengan belajar dari pengalaman negara lain seperti Jepang. Kolaborasi adalah kunci, melalui sinergi yang terstruktur dan berkelanjutan, riset dan inovasi dapat memberikan dampak nyata bagi pembangunan nasional,” ujar Mendiktisaintek.

Dalam kesempatan yang sama, diselenggarakan Nobel Laureate Lecture dengan menghadirkan ilmuwan terkemuka asal Jepang, peraih nobel di Bidang Kimia Tahun 2025, Prof. Susumu Kitagawa. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi penguatan ekosistem riset nasional yang terintegrasi dengan jejaring riset global.

Kepala BRIN, Arif Satria, menyampaikan bahwa Nobel Laureate Lecture menjadi ruang penting untuk mempertemukan sains fundamental dengan kebutuhan pembangunan. Penelitian Prof. Susumu Kitagawa di bidang Metal-Organic Framework (MOF) dinilai memiliki relevansi strategis bagi Indonesia, khususnya dalam mendukung ketahanan energi, pengelolaan lingkungan, dan pengembangan teknologi berkelanjutan melalui kolaborasi riset internasional.

MOF membuka peluang pemanfaatan teknologi penyimpanan dan pemisahan gas, pengolahan air, hingga aplikasi energi bersih, termasuk pengembangan Compressed Natural Gas Storage (CNG). Teknologi ini dinilai sejalan dengan upaya nasional mengurangi ketergantungan pada energi impor serta mendorong pemanfaatan sumber energi domestik yang lebih ramah lingkungan.

Dukungan terhadap kolaborasi riset ini juga disampaikan oleh Kuasa Usaha ad interim Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia, Myochin Mitsuru. Ia menegaskan bahwa kerja sama Indonesia dan Jepang di bidang sains, teknologi, dan pendidikan tinggi terus berkembang dan menjadi fondasi penting dalam penguatan kapasitas riset serta pengembangan sumber daya manusia di kedua negara.

“Kami meyakini bahwa kolaborasi riset, pendidikan, dan pertukaran sumber daya manusia akan memberikan manfaat jangka panjang bagi pembangunan Indonesia yang berkelanjutan,” ujar Myochin Mitsuru.

Melalui penandatanganan MoU ini, Kemdiktiksaintek menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penguatan riset, sains, teknologi, dan inovasi melalui kolaborasi strategis lintas institusi dan lintas negara.  Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas riset dan inovasi Indonesia sekaligus menghasilkan kontribusi nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

Dedikatif dalam Berorganisasi, Pengurus dan Pembina Ormawa Untidar 2026 Resmi Dilantik

Universitas Tidar melaksanakan Pelantikan Pengurus dan Pembina Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Tahun 2026, Selasa (2/6) di Auditorium Lantai 6 Rektorat, Kampus Sidotopo.

Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan universitas beserta jajarannya, serta perwakilan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan Ormawa fakultas.

Prosesi pelantikan diawali doa bersama yang dipimpin oleh Mohammad ‘Ulyan, M.Pd. kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Ketua dan Pembina Ormawa, serta pembacaan sumpah jabatan yang dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si.

Dalam sambutannya, Prof. Sugiyarto menyampaikan rasa syukur serta harapan bagi para mahasiswa yang dilantik agar dapat menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab.

“Pertama-tama saya mengucap alhamdulillah, acara hari ini mudah-mudahan memberikan kesan terbaik bagi teman-teman mahasiswa yang dilantik hari ini sebagai pengurus Ormawa Universitas Tidar,” Ungkapnya.

Prof. Sugiyarto juga memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang telah berani mengambil peran sebagai aktivis organisasi.

“Saya ucapkan apresiasi selamat, karena andalah orang yang berani memilih. Tidak banyak di antara mahasiswa yang berani memilih sebagai seorang aktivis. Teman-teman yang dilantik hari ini adalah orang-orang pilihan,” tambahnya.

Lebih lanjut, beliau mengingatkan pentingnya memiliki visi besar, semangat kolaborasi, serta tetap menjunjung nilai budaya dan etika.

“Bercermin yang ada di dada kita, belajarlah untuk membuat visi dan mimpi setinggi-tingginya, seperti arah burung elang yang mengarah ke kanan. Saling melengkapi sehingga mencapai satu tujuan. Dan jangan lupa dari logo kita ada gunung biru, jangan lupa dengan budaya kita, etika, karena kita bangsa yang berbudaya,” pungkas Rektor.

Setelah prosesi pelantikan, acara dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan Kirab Budaya KMI Expo oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd., kepada perwakilan mahasiswa yang memperoleh juara, sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mahasiswa dalam kegiatan nasional.

Rangkaian kegiatan kemudian diteruskan dengan Sosialisasi dan Linimasa Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan Untidar 2026 yang disampaikan oleh Karunia Galih Permadani, S.Pd., M.Sc.. Dalam sesi tersebut, mahasiswa mendapatkan pemaparan mengenai gambaran umum program PPK Ormawa serta persiapan penyusunan sub proposal.

Melalui pelantikan ini, Untidar berharap para pengurus Ormawa dapat menjadi motor penggerak kegiatan kemahasiswaan yang aktif, kreatif, dan berdaya saing, sejalan dengan semangat TIDAR Value dalam membangun mahasiswa yang adaptif dan kontributif bagi kampus maupun masyarakat.

Penulis : Aghna

Editor : Humas Untidar

Mendiktisaintek Sampaikan Capaian 2025 dan Arah Kebijakan 2026 dalam Raker Komisi X DPR RI

Jakarta– Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menghadiri rapat kerja bersama Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) yang diselenggarakan di Gedung Nusantara I DPR RI, Selasa (3/2). Rapat kerja ini membahas evaluasi kinerja Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk Tahun Anggaran (TA) 2025 serta rencana kerja strategis dan kesiapan pelaksanaan program dan anggaran Tahun 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Mendiktisaintek menyampaikan apresiasi atas peran Komisi X DPR RI dalam penguatan kebijakan dan pengawasan terhadap kebijakan Kemdiktisaintek.

“Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas masukan, dan arahan baik selama tahun anggaran 2025,  juga di tahun ini. Dan itu menjadi referensi utama bagi kami, untuk senantiasa melakukan perbaikan di Kemdiktisaintek,” ujar Menteri Brian.

Mendiktisaintek menyampaikan bahwa realisasi anggaran pada TA 2025 mencapai 94,83 persen dari total pagu sebesar Rp58,51 triliun. Capaian ini mencerminkan pengelolaan anggaran yang efektif, akuntabel, dan berorientasi pada dampak nyata bagi penguatan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi nasional.

Selain realisasi anggaran, kinerja perencanaan dan pelaksanaan anggaran Kemdiktisaintek juga memperoleh predikat sangat baik, dengan nilai perencanaan 93,93 persen dan nilai pelaksanaan 92,63 persen berdasarkan penilaian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Keuangan.

Pada agenda evaluasi kinerja, Mendiktisaintek memaparkan berbagai capaian program prioritas sepanjang 2025. Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah telah menjangkau 115.595 mahasiswa, sementara Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) mencakup 13.845 penerima, termasuk mahasiswa dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta mahasiswa terdampak bencana.

Di bidang pengembangan kapasitas mahasiswa dan penguatan perguruan tinggi, Kemdiktisaintek melaksanakan berbagai program strategis, di antaranya Magang Berdampak yang diikuti lebih dari 1.250 mahasiswa, Program Kreativitas Mahasiswa dengan 2.750 peserta, serta Future Leaders Camp bagi 300 aktivis mahasiswa. Dukungan terhadap perguruan tinggi swasta juga diwujudkan melalui pemberian hibah kepada 443 PTS, penguatan akreditasi terhadap 647 perguruan tinggi dan 2.420 program studi, serta penyaluran tunjangan kinerja kepada 30.258 dosen.

Diktisaintek Berdampak

Memasuki TA 2026, Mendiktisaintek menegaskan bahwa seluruh kebijakan dan program Kemdiktisaintek diarahkan pada kerangka Diktisaintek Berdampak, yaitu kebijakan yang tidak hanya berfokus pada capaian administratif, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, dunia usaha, dan pembangunan nasional. Rapat kerja juga membahas kesiapan pelaksanaan anggaran Tahun 2026 serta pemanfaatan Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada jenjang pendidikan tinggi.

Menanggapi paparan Menteri Brian, Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian meminta, agar capaian dan realisasi Kemdiktisaintek  dapat ditingkatkan pada TA 2026. 

“Komisi X DPR RI berharap Kemendiktisaintek dapat melaksanakan rencana kerja dan program-program strategis Tahun Anggaran 2026 secara terukur sesuai visi dan misi yang telah ditetapkan,” pungkas Ketua Komisi X DPR RI.

Melalui sinergi berkelanjutan antara Kemdiktisaintek dan Komisi X DPR RI, pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem pendidikan tinggi, sains, dan teknologi yang inklusif, berkualitas, dan berdampak nyata bagi kemajuan Indonesia.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, Optimalkan Capaian Program Prioritas

Bogor–Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus mendukung peningkatan taraf hidup rakyat melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan institusi lainnya. Hal ini ditunjukkan dengan kehadiran Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan, Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemdiktisaintek, Togar Mangihut Simatupang, serta jajaran pejabat Kemdiktisaintek lainnya pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Jawa Barat (2/2).

Gelaran bertajuk Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas Tahun 2045, dibuka oleh Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto dan turut dihadiri oleh Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, menunjukkan pentingnya Rakornas dalam memperkuat koordinasi lintas sektor dalam isu strategis serta menjembatani kebijakan dengan pelaksanaan riil di lapangan.

“(Forum) ini merupakan kesempatan yang baik, saya bisa bertemu langsung dengan hampir semua elemen pemerintahan Indonesia. Kita sebagai pemerintah, dari tingkat pusat hingga yang terdekat dengan rakyat, harus paham benar peran dan tugas kita,” tegas Presiden Prabowo.

Presiden RI juga menekankan pentingnya untuk menjadi pemimpin, baik di tingkat pusat maupun daerah, yang adil, jujur, dan bekerja hanya untuk kepentingan rakyat. Hal inilah yang dianggap merupakan keinginan bangsa Indonesia.

Rakornas ini dihadiri oleh sekitar 4.011 orang dari pemerintahan pusat, pemimpin daerah tingkat provinsi, serta pemimpin daerah tingkat kabupaten, sebagaimana disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian.

“Tahun ini juga merupakan tahun kedua pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang merupakan penjabaran dari visi Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI. Keberhasilan akan dicapai di tahun 2026 dengan gerak langkah yang sama dan tepat antara pemerintah pusat dan daerah,” jelas Mendagri.

Salah satu bentuk kolaborasi Kemdiktisaintek dengan pemerintah daerah sekaligus salah satu program prioritas Presiden dan Wakil Presiden RI adalah Sekolah Garuda. Sebanyak 12 Sekolah Garuda Transformasi dan 4 Sekolah Garuda Baru telah dikembangkan di berbagai wilayah Indonesia, memastikan terjadinya keseimbangan akses pendidikan berkualitas untuk membangun masa depan bangsa yang unggul dan berdaya saing global.

Selain itu, respons tanggap darurat bencana dan pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat turut menjadi sorotan. Respons pemerintah menjadi contoh nyata kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah yang tak terpisahkan. Dalam hal ini, program Kemdiktisaintek yang diluncurkan terkait penanggulangan bencana ini antara lain Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Tanggap Darurat Bencana serta Mahasiswa Berdampak melibatkan kolaborasi erat dengan perguruan tinggi, mahasiswa, dan terutama pemerintah daerah.

Melalui forum Rakornas ini, Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam merumuskan dan mengimplementasikan kebijakan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Kemdiktisaintek memandang kolaborasi lintas tingkat pemerintahan sebagai kunci agar setiap program strategis dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan demi mewujudkan pembangunan manusia Indonesia yang inklusif dan berdaya saing. 

Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

Kolaborasi Penelitian Internasional, Untidar Kembangkan Jejaring Riset Asia Tenggara

Tim Peneliti Universitas Tidar yang terdiri dari Dr. Rochmat Aldy Purnomo, S.E., M.Si.  dan Dr. Siti Arifah, S.E., M.Si. berkolaborasi dengan peneliti dari Prince of Songkla University, Universiti Malaya, dan Universitas Diponegoro dalam riset dengan tema “Finance & Digital Technology for Sustainable Business in Indonesia, Malaysia and Thailand”.

“Kegiatan ini tidak hanya memperkuat jejaring akademik lintas negara, tetapi juga membuka ruang bagi Untidar untuk berkontribusi langsung dalam pengembangan model bisnis berkelanjutan berbasis literasi keuangan dan teknologi digital yang relevan bagi komunitas perdesaan di Asia Tenggara,” ujar Dr. Siti Arifah saat ditemui, Senin (2/2).

Pada kesempatan ini, kedua Dosen dari Fakultas Ekonomi ini menghadiri undangan resmi dari Prince of Songkla University (PSU), Thailand dalam rangka pengambilan data lapangan, pelaksanaan workshop, serta penulisan artikel ilmiah bersama sebagai tindak lanjut kerjasama penelitian internasional periode 2025–2026. Kegiatan ini didanai oleh Prince of Songkla University dan menjadi bagian dari komitmen masing-masing institusi dalam memperkuat jejaring riset di Asia Tenggara.

“Rangkaian kegiatan berlangsung pada 25–28 Januari 2026 di Faculty of Commerce and Management, Prince of Songkla University (Kampus Trang). Agenda meliputi kunjungan lapangan (site visit) di Krabi, diskusi riset tematik tentang dampak literasi keuangan dan inovasi inklusif terhadap orientasi kewirausahaan digital di komunitas perdesaan, serta workshop kewirausahaan digital yang berfokus pada penguatan ekosistem usaha dan peningkatan kinerja bisnis,” jelas Dr. Rochmat Aldy Purnomo.

Kolaborasi ini menargetkan luaran berupa publikasi pada jurnal bereputasi serta pengembangan model ekosistem inovasi inklusif dan kewirausahaan digital dalam mendorong kinerja bisnis berkelanjutan, khususnya di komunitas dan wilayah perdesaan yang dapat diimplementasikan secara berkelanjutan.

Melalui pendekatan lintas negara, riset ini diharapkan menghasilkan model dan rekomendasi kebijakan berbasis bukti yang relevan bagi Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Partisipasi aktif Untidar dalam kegiatan ini menegaskan komitmennya untuk memperluas jejaring internasional, meningkatkan kualitas riset, serta mendorong kontribusi nyata akademisi dalam pengembangan bisnis berkelanjutan berbasis teknologi digital. Hasil kolaborasi diharapkan tidak hanya memperkaya khasanah akademik, tetapi juga memberikan dampak praktis bagi pelaku usaha dan pembuat kebijakan di tingkat lokal hingga regional.

Penulis : Maura Deaazaria Firdanisahara

Editor : Humas Untidar

Rektor Untidar Lepas 102 Mahasiswa Program Mahasiswa Berdampak Pemulihan Bencana Sumatera

Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. resmi melepas keberangkatan 102 mahasiswa, 6 dosen dan 2 pendamping dalam Program Mahasiswa Berdampak : Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatera, Sabtu (31/01) di Lapangan Rektorat Sidotopo.

“Teman-teman mahasiswa akan menjadi duta Untidar di tanah minang, saya doakan awal akhir selamat berkah manfaat. Jaga kebersamaan, semagat, jangan lupa selalu Bahagia. Kondisi sesulit apapun kita harus saling membantu dan membahagiakan,“ ujar Rektor.

Beliau paham kegiatan ini tidak mudah dan penuh perjuangan namun percaya bahwa mahasiswa Untidar adalah orang hebat yang akan memberikan yang terbaik bagi institusi dan negara.

“Dimanapun kita berada mari menjadi orang yang penuh berkah dan manfaat,” tambahnya.

Pemerintah melalui Kemendiktisaintek Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat mengadakan Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat untuk Pemulihan Pascabencana di Sumatra Tahun Anggaran 2026.

Program ini merupakan upaya mendukung pemulihan pascabencana di wilayah Sumatra di penghujung tahun 2025 serta mendorong peran aktif mahasiswa dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa diposisikan sebagai aktor kunci dalam menjawab tantangan pemulihan pascabencana yang bersifat kompleks dan berkepanjangan.

“Alhamdulilah Untidar lolos 2 Proposal Program Mahasiswa Berdampak. Dua kelompok terdiri dari 102 mahasiswa dari 4 fakultas yang akan ditempatkan di provinsi Sumatera Barat yaitu Kabupaten Agam dan Kabupaten Pesisir Selatan,” jelas Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat,  Dr. Dra. Eny Boedi Orbawati, M.Si.

Kegiatan yang akan dilaksanakan di Kabupaten Agam yaitu teknologi tepat guna berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya, penjernihan air, pengolahan ikan, dan limbah minyak jelantah. Sedangkan di Kabupaten Pesisir Selatan akan melaksanakan program integrasi ketahanan pangan melalui instalasi smart farming.

Tim Kabupaten Agam terdiri dari 3 dosen yaitu Ir. Raka Mahendra Sulistiyo, S.T., M.Sc. (Dosen S1 Teknik Elektro, Ir. Sigit Joko Purnomo, S.T., M.T. (Dosen D4 TRPM) dan Soraya Kusuma Putri, S.T.P., M.Sc. (Dosen S1 Teknologi Pangan) serta 52 mahasiswa. Lokasi tujuan Nagari Sungai Batang, Kec. Tanjung Raya, Kab. Agam, Prov. Sumatera Barat.

Tim Kabupaten Pesisir Selatan terdiri dari 3 dosen yaitu Dr. Ir. Sigit Iswahyudi, S.T., M.T. (Dosen S1 Teknik Mesin), Ir. Andriyatna Agung Kurniawan, S.T., MEng. (Dosen S1 Teknik Mekatronika) dan Arrizka Yanuar Adipradana, MEng. (Dosen S1 Teknik Sipil). Lokasi tujuan Lokasi Limau Gadang Pancung Taba, Kec. Ampek Nagari Bayu, Kab. Pesisir Selatan, Prov. Sumatera Utara.

Rombongan dari Untidar berangkat menggunakan Bus dan diperkirakan akan sampai di lokasi masing-maisng pada Minggu sore/malam 1 Februari 2026. Kegiatan masing-masing tim akan segera dilaksanakan pada Senin, 2 Februari 2026 sampai 28 Februari 2026.

Sebelumnya pada Jumat, 30 Januari 2026 mahasiswa diberikan pembekalan mengenal kebiasaan hidup orang Sumatera Barat dari Rektor UIN Imam Bonjol Padang secara daring. Mahasiswa diharapkan menjunjung adat istiadat agar kegiatan berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Kendala di lapangan mohon disampaikan ke dosen pembimbing. Indikasi sekecil apapun mohon dosen pembimbing segera menindaklanjuti.

 

Penulis : Riza Ayu Kristiani (LPPM)

Editor : Humas Untidar

 

Untidar Gelar Media Gathering, Gandeng Media Bangun Kepercayaan Publik

Universitas Tidar menggelar kegiatan Media Gathering bertajuk “Kolaborasi yang Bertumbuh, Kepercayaan yang Menguat”, Kamis (29/1) di Ruang Auditorium lantai 6, Gedung Rektorat Sidotopo.

“Reputasi perguruan tinggi tidak mungkin tumbuh tanpa publikasi yang baik. Prestasi, keunggulan, bahkan kekurangan institusi perlu diidentifikasi dan disampaikan secara proporsional. Di sinilah kami sangat membutuhkan peran media,” jelas Rektor, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si.

Menurutnya, selama ini sumber daya alam dan sumber daya manusia sering menjadi fokus utama, namun sumber daya informasi kerap belum mendapat perhatian yang memadai, padahal justru menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik.

“Kebijakan dan tindakan sangat ditentukan oleh bagaimana informasi dikelola dan dikomunikasikan. Perang informasi hari ini menjadi faktor penting yang menentukan reputasi dan arah perubahan sebuah institusi,” ungkapnya.

Ia menyampaikan bahwa Untidar tengah memperkuat manajemen dan pengembangan sumber daya informasi melalui kolaborasi lintas unit, termasuk kerja sama yang lebih intensif dengan media.

Lebih lanjut, Rektor menjelaskan bahwa pengembangan Untidar dilakukan melalui dua jalur utama, yaitu penguatan bidang akademik dan percepatan melalui bidang kemahasiswaan.

Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan alumni pada kesempatan ini menyampaikan capain prestasi mahasiswa dan institusi sepanjang tahun 2025.

“Jumlah mahasiswa Untidar yang memperoleh beasiswa jumlah semakin meningkat. Tahun 2025 jumlah penerima beasiswa sebanyak 4.602 naik dari tahun sebelumnya yaitu 3.602 mahasiswa,” jelasnya.

Jenis beasiswa terbanyak adalah PIP Pendidikan tinggi dan puluhan instansi maupun Pemerintah Kota/Kabupaten launnya.

Awal tahun 2026 ini, Dua tim atau proposal dari Untidar berhasil lolos Pendanaan Kampus Berdampak dan perolehan pendanaan ini merupakan jumlah terbanyak di Pulau Jawa.

Setiap kelompok memperoleh pendanaan sebesar Rp114 juta, dengan komposisi 50 mahasiswa dan 3 dosen per kelompok. Capaian ini dinilai sebagai bentuk kepercayaan pemerintah terhadap kapasitas Untidar dalam mengelola program kolaboratif yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Ini bukan hanya capaian institusi, tetapi juga peluang besar bagi mahasiswa dan dosen Untidar untuk terlibat langsung dalam program-program yang memberi dampak nyata. Kepercayaan ini harus kita jawab dengan kinerja dan hasil yang baik,” jelas Prof. Parmin.

Pada kesempatan ini, Ir. Andriyatna Agung Kurniawan, S.T., MEng. dan Ir. Raka Mahendra Sulistiyo, S.T., M.Sc., dosen pendamping masing-masing kelompok menjelaskan program yang akan dilaksanakan pada Program Mahasiswa Berdampak ini.

Kedua tim dari Untidar akan melaksanakan kegiatan di Kabupaten Agam yaitu teknologi tepat guna berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya, penjernihan air, pengolahan ikan, dan limbah minyak jelantah. Sedangkan di Kabupaten Pesisir Selatan akan melaksanakan program integrasi ketahanan pangan melalui instalasi smart farming.

Pada akhir acara, Rekan Media diajak mengunjungi rooftop Gedung Rektorat Sidotopo untuk melihat pemandangan 7 gunung yang mengitari Kota Magelang.

Penulis : Suryanti

Editor : Humas Untidar

Komitmen Kemdiktisaintek Terapkan Tata Kelola Keuangan dan BMN yang Akuntabel

Jakarta— Sepanjang Tahun Anggaran 2025, tata kelola keuangan di lingkungan Sekretariat Jenderal dijalankan dengan memperhatikan sejumlah aspek utama, antara lain tingkat penyerapan anggaran, kesesuaian antara perencanaan dan realisasi, serta pengelolaan arus kas (cash flow) agar selaras antara kegiatan dan mekanisme pembayaran. Selain itu, proses pengadaan juga menjadi perhatian penting dalam menjaga kualitas pengelolaan anggaran.

Dikatakan Kepala Biro Keuangan Sekretariat Jenderal (Setjen) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Agus Sunarya Sulaeman, kualitas pengelolaan keuangan merupakan proses yang terus disempurnakan, indikator-indikator yang digunakan menunjukkan bahwa pelaksanaan anggaran di Setjen Kemdiktisaintek telah berada pada koridor yang semestinya. Hal ini menjadi dasar kuat bagi pencapaian kinerja pengelolaan keuangan sepanjang tahun berjalan.

Hal tersebut lantas diganjar prestasi, Biro Keuangan meraih Anugerah Diktisaintek 2025 dalam Anugerah Keuangan dan Barang Milik Negara (BMN), kategori Unit Satker Pusat, subkategori Perolehan Nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran Terbaik Tahun 2025. Penghargaan ini menjadi penegasan atas komitmen Kemdiktisaintek dalam menerapkan tata kelola keuangan dan BMN yang akuntabel sebagai fondasi pelaksanaan program dan kebijakan kementerian.

“Anugerah ini diharapkan dapat memperkuat kualitas pelaksanaan program dan kebijakan Kemdiktisaintek secara menyeluruh, sehingga kontribusi seluruh pemangku kepentingan dapat semakin optimal dan berdaya guna dalam meningkatkan mutu ekosistem pendidikan tinggi, sains, dan teknologi di Indonesia,” ujar Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemdiktisaintek, Togar Mangihut Simatupang.

Kepala Biro Keuangan lebih lanjut memaknai anugerah tersebut sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi institusi terhadap unit kerja yang berupaya memperbaiki kualitas pengelolaan keuangan secara konsisten. 

“Penghargaan ini mengapresiasi langkah-langkah dan aksi nyata yang dilakukan dalam pengelolaan keuangan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan anggaran, hingga pelaporan,” ujar Kepala Biro Keuangan.

Ke depan, tantangan pengelolaan keuangan pada tahun 2026 diperkirakan akan berbeda, seiring dengan dinamika organisasi, tantangan, dan kebutuhan untuk mendukung misi Kemdiktisaintek secara lebih optimal. Oleh karena itu, keuangan di Kemdiktisaintek akan terus dikelola secara bijak, taat aturan, dan didukung oleh sistem pengendalian yang baik guna mencegah munculnya permasalahan integritas.

Fokus pengelolaan keuangan pada tahun mendatang mencakup penguatan perencanaan kas, perencanaan pencairan dana, serta ketepatan pelaksanaan pembayaran, baik melalui mekanisme kontrak, swakelola, maupun mekanisme lainnya. Kepala Biro Keuangan juga menekankan bahwa setiap proses pembayaran memastikan kepatuhan terhadap standar, termasuk kelengkapan dokumen, ketepatan rekening tujuan, ketepatan waktu, dan ketepatan jumlah, agar seluruh transaksi sesuai dengan peraturan dan ketersediaan anggaran.

Dengan komitmen tersebut, Kemdiktisaintek berharap kualitas pengelolaan keuangan dan BMN dapat terus terjaga dan ditingkatkan, sehingga mampu memberikan dukungan penuh terhadap pencapaian tujuan organisasi di tahun-tahun mendatang.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

Tim Omah Student Creativity (OSC), Untidar Optimis Cetak PKM Berkualitas, Inovatid dan Berdaya Saing Nasional.

Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Tidar membentuk dan melantik Tim Omah Student Creativity (OSC), Rabu (28/1).

Pembentukan Komunitas Omah Student Creativity (OSC) merupakan langkah strategis Untidar sebagai tim pendukung dalam pengembangan, pendampingan, serta peningkatan kualitas proposal Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM). Tim ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembinaan PKM yang terstruktur dan berkelanjutan di lingkungan universitas.

“Tim OSC diharapkan menjadi ruang kolaborasi dan pembinaan yang mampu mendorong mahasiswa Untidar untuk lebih siap berkompetisi dalam PKM Tahun 2026, baik dari sisi ide, substansi, maupun strategi pendampingan,” ujar Prof. Parmin.

Beliau menegaskan pentingnya peran Tim OSC dalam mendampingi mahasiswa agar mampu menghasilkan proposal PKM yang berkualitas, inovatif, dan berdaya saing nasional.

Setelah pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi materi dan diskusi mengenai manajemen serta strategi pendampingan PKM yang disampaikan oleh Ketua PKM Center Universitas Gadjah Mada (UGM). Sesi ini memberikan wawasan komprehensif terkait pengelolaan pendampingan PKM yang efektif, berbasis pengalaman dan praktik terbaik dalam pembinaan mahasiswa.

Kegiatan berlanjut dengan pembekalan teknis Tim OSC yang disampaikan oleh Tim PKM Untidar. Pembekalan ini difokuskan pada teknis pelaksanaan pendampingan, peran masing-masing anggota tim, serta mekanisme koordinasi dalam mendukung mahasiswa penyusun proposal PKM.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dan pengelola kemahasiswaan Untidar di antaranya Wakil Rektor III, Kepala dan Kabag Akademik BAKK, Staf Ahli WR III, Ketua Tim Kemahasiswaan, Tim PKM Untidar, serta perwakilan mahasiswa dari berbagai program studi yang tergabung dalam Tim OSC.

Dengan terselenggaranya Pelantikan dan Pembekalan Tim Omah Student Creativity ini, Untidar menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem kreativitas dan prestasi mahasiswa, khususnya dalam menghadapi ajang Program Kreativitas Mahasiswa Tahun 2026.

Penulis: Maura Deaazaria Firdanisahara

Editor: Humas Untidar