Sosialisasi Kearsipan UNTIDAR Bangun Tata Kelola Arsip Berkualitas

Mendukung terciptanya pengelolaan arsip yang berkembang, Universitas Tidar menggelar Sosialisasi Kearsipan Perguruan Tinggi, Rabu (30/8) di Gedung Kuliah Umum dr. H. R. Suparsono. Acara dengan tema “Melestarikan Masa Lalu, Mengelola Masa Depan” ini diikuti oleh tenaga kependidikan UNTIDAR dan menghadirkan Arsiparis Ahli Muda Universitas Gadjah Mada, Herman Setyawan, M.Sc. sebagai narasumber.

Kepala Biro Perencanaan, Keuangan, dan Umum UNTIDAR Among Wiwoho, S.E., M.M. dalam sambutannya menekankan pentingnya pengarsipan yang baik di lingkup UNTIDAR.

“Terkait dengan pengelolaan organisasi, tentu kita membutuhkan kearsipan yang lebih baik lagi untuk efektivitas, efisiensi  dan produktivitas kerja. Arsip penting karena ini adalah bahan kita untuk melihat masa lalu dan bahan pertimbangan masa depan,” tuturnya.

Among menambahkan, kegiatan ini penting untuk meningkatkan kesadaran terhadap arsip sebagai fungsi kapabilitas kinerja dan mendukung proses pengambilan keputusan. Terlebih, UNTIDAR sedang gencar meningkatkan keorganisasian universitas dari satuan kerja menjadi badan layanan umum.

Herman Setyawan, M.Sc. selaku pemateri menjelaskan mengenai strategi pengelolaan arsip di lingkup perguruan tinggi. Langkah awal melibatkan pengkategorian berdasarkan jenis, membaginya menjadi arsip dinamis dan arsip statis. Arsip dinamis bersifat langsung digunakan dan disimpan dalam jangka waktu tertentu, sehingga pengelolaannya untuk menjamin tersedianya arsip sebagai akuntabilitas kerja. Sementara itu, arsip statis bersifat penting, rahasia, dan historis secara administrasi.

Pengarsipan juga harus memanfaatkan teknologi untuk menunjang tata kelola organisasi yang lebih baik. “Arsip lebih diutamakan bersinggungan dengan pemanfaatan sistem informasi agar tata kelola arsip lebih compatible (kompatibel) dan user friendly (mudah digunakan),” katanya.

Dengan sosialisasi kearsipan ini, langkah konkret menuju pengelolaan arsip yang lebih canggih dan berdaya guna semakin terbuka. Acara ini memberikan wawasan tentang pentingnya pengarsipan yang efektif dan inovatif dalam mendukung kemajuan pengelolaan arsip UNTIDAR.

Penulis : Isaka

Editor : Humas UNTIDAR

Dorong Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus, Ditjen Diktiristek Selenggarakan Pelatihan Video Content Creator

Jakarta – Sebagai bentuk upaya mewujudkan kampus bebas kekerasan seksual, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) bersama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Ditjen Diktiristek menyelenggarakan Pelatihan Video Content Creator pada Sektor Pendidikan dengan subtema Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual’ (PPKS) di Lingkungan Pendidikan Tinggi. Pelatihan yang diikuti 553 mahasiswa baik secara luring maupun daring dibuka oleh plt. Dirjen Diktiristek Nizam pada Senin (21/8) di Auditorium Gedung D Kemdikbudristek.

Dalam arahannya, Nizam mendorong perguruan tinggi untuk menciptakan lingkungan kampus yang sehat, aman, dan nyaman guna mewujudkan masyarakat kampus yang kreatif, inovatif, dan maju. Ia mengatakan bahwa dengan lingkungan yang sehat, mahasiswa bisa menunjukkan potensinya secara optimal.

“Kampus sehat ini sangat perlu kita tekankan karena sehat ini tidak hanya sehat jasmani, tapi sangat penting untuk kita bangun kesehatan psikologis juga. Selain itu, kampus juga harus aman dari segala bentuk bullying, kekerasan fisik, seksual bahkan digital,” jelas Nizam.

Selanjutnya, agar dapat menampilkan potensi terbaik mahasiswa, Nizam juga menekankan kepada perguruan tinggi untuk menciptakan lingkungan kampus yang bebas dari kekerasan seksual, intoleransi, dan narkoba.

“Terbebas dari penyalahgunaan narkoba juga bagian dari kampus yang sehat. Ketika terwujud sehat, aman, dan nyaman, maka adik-adik sekalian bisa menjadi yang terbaik. Bukan hanya itu, adik-adik juga bisa menjalankan program-program kampus merdeka dengan lebih baik lagi,” ujar Nizam.

Lebih lanjut, Nizam turut menyampaikan harapannya kepada perguruan tinggi untuk bisa melahirkan kampus yang sehat, aman, dan nyaman melalui produksi konten inspiratif dan edukatif, khususnya seputar Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS). Hal ini tidak terlepas dari era revolusi industri 4.0 yang telah menghadirkan interaksi kuat antara dunia maya dan nyata di lingkungan perguruan tinggi.

“Saat ini kita ingin kampus yang aman terwujud melalui konten-konten PPKS di lingkungan perguruan tinggi. Dengan kreativitas adik-adik sekalian, saya harap konten adik-adik bisa memberikan nilai positif untuk masa depan,” tutup Nizam.

Sementara itu, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Sri Suning Kusumawardani menyampaikan keseriusan Kemendikbudristek dalam mencegah dan menangani kekerasan seksual di lingkungan kampus melalui Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Permendikbudristek) Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual. Tidak hanya itu, ia juga menyampaikan adanya upaya yang dilakukan oleh Ditjen Diktiristek, DWP Diktiristek, dan Kominfo untuk mengkampanyekan Permendikbudristek dengan cara inovatif melalui pelatihan Video Content Creator (VCC).

“Pelatihan VCC ini dilakukan untuk mengenal lebih dalam tugas Satgas PPKS PTN dan komponen mahasiswa dalam upaya mensukseskan implementasi Permendikbud. Selain itu, pelatihan ini juga dilakukan untuk memberikan pengetahuan awal tentang kekerasan seksual, pendidikan kritis, serta melatih mahasiswa untuk membuat konten video yang menarik dan kreatif untuk mensosialisasikan PPKS,” ucap Sri Suning.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Diktiristek, Sri Puji Saraswati Nizam menyampaikan harapannya sekaligus mengajak mahasiswa untuk berpartisipasi secara aktif dalam mengkampanyekan bahaya kekerasan seksual beserta upaya-upaya pencegahannya di lingkungan kampus dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital.

“Harapannya, adik-adik mahasiswa bisa menjadi duta mahasiswa untuk mengkampanyekan pencegahan kekerasan seksual serta melawan kampanye-kampanye negatif di media sosial yang vulgar atau bahkan terselubung,” tutur Sri Puji.

Kepala Badan Pengembangan SDM Kominfo Hary Budiarto dalam sambutannya menuturkan bahwa konten interaktif berupa video menjadi salah satu media yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan diseminasi informasi terkait pencegahan kekerasan seksual. Dalam hal ini, untuk bisa memproduksi konten berkualitas, mahasiswa membutuhkan skill mumpuni yang bisa didapatkan melalui pelatihan VCC.

“Skill tertentu dibutuhkan untuk dapat menyusun sebuah video, mulai dari tahapan perencanaan sampai dengan produksi video tersebut. Pelatihan VCC ini dilaksanakan dengan maksud memberikan pengetahuan dan keterampilan atau skill bagi mahasiswa dalam bidang produksi video untuk berbagi tujuan komunikasi dan diseminasi komunikasi,” tutur Hary.

Pelatihan ini diikuti oleh 553 mahasiswa yang hadir secara luring maupun daring. Mereka berharap melalui pelatihan VCC ini dapat memperoleh ilmu dan memperdalam keterampilan terkait dengan produksi konten video pencegahan kekerasan seksual yang bisa disebarluaskan kepada masyarakat.

“Harapan saya, setelah mengikuti pelatihan ini saya bisa berkontribusi dalam memajukan sektor pendidikan dengan membuat konten-konten yang menarik dan memantik kesadaran masyarakat terkait pentingnya pendidikan dan pencegahan kekerasan di lingkungan kampusl,” tutur Hasna Sofiah, mahasiswi delegasi sekaligus utusan Satgas PPKS Universitas Pasundan.

Peserta pelatihan lainnya, Seliana, mahasiswi Universitas Ivet Semarang berharap untuk bisa memanfaatkan teknologi di era digital sebagai sarana penanggulangan 3 dosa besar dunia pendidikan.

“Semakin maju era digital, arah gerak kita semakin mudah. Semoga dengan kemajuan digital ini kita bisa mengoptimalisasi pemanfaatan teknologi untuk edukasi baik terkait persoalan kekerasan seksual dan hal-hal lain terkait kampus yang sehat, aman dan nyaman.” Ujar Seliana.

Putra, mahasiswa Universitas Teknologi Digital Bandung menyampaikan bagaimana pelatihan Video Content Creator dengan tema Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual pada Pendidikan Tinggi ini memiliki manfaat yang tidak hanya dirasakan mahasiswa, namun bisa berdampak juga kepada masyarakat.

“Saya harap, pelatihan ini selalu ada, karena ilmu dan hasil yang didapat dari pelatihan ini bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat jika diterapkan dengan benar,” ujar Putra.

Pelatihan Video Content Creator Pada Sektor Pendidikan Tinggi dengan subtema “Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) pada Pendidikan Tinggi” merupakan salah satu skema pelatihan dalam Thematic Academy, Program Digital Talent Scholarship, yang bertujuan membentuk keterampilan mahasiswa dalam bidang produksi video untuk berbagai tujuan komunikasi dan diseminasi informasi melalui media digital. Pelatihan ini memiliki materi pembentukan keterampilan pembuatan konten video yang didalamnya berisi informasi yang tersusun dalam tahap-tahap persiapan, produksi, dan pasca produksi video, termasuk publikasi video melalui media digital. Selain memperoleh materi terkait dengan produksi konten video, mahasiswa juga memeperoleh pembekalan terkait dengan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan kampus sesuai dengan Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021.
(YH/DZI/FH/DH/NH/SH/MSF)

Humas Ditjen Diktiristek
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

 

Kuliah Umum Fakultas Ekonomi UNTIDAR Dukung Mahasiswa Siap Hadapi Tantangan Global

Fakultas Ekonomi Universitas Tidar menggelar kuliah umum bagi para mahasiswa baru 2023/2024 di Gedung dr. H. R. Suparsono, Rabu (23/08). Kuliah umum bertema “Mewujudkan Mental Kuat dalam Menghadapi Tantangan Globalisasi” ini menghadirkan Bupati Magelang, Zaenal Arifin, S.I.P. selaku pembicara utama.

Dekan Fakultas Ekonomi UNTIDAR, Prof. Dr. Hadi Sasana, S.E., M.Si. menyampaikan, kuliah umum ini telah menjadi agenda rutin setiap awal masa perkuliahan untuk menambah wawasan generasi muda dengan pembicara luar biasa.

“Generasi muda diharapkan memegang tonggak pada Indonesia Emas tahun 2045. Karena memang di era globalisasi ini, kita telah berada di dalam revolusi industri 4.0, bahkan 5.0. Perjalanan menghadapi globalisasi ini sangat mungkin mengikis perhatian generasi muda dalam meningkatkan kemajuan bagi bangsa dan negara. Oleh karena itu, sangat diperlukan landasan mental yang kuat, budi pekerti yang mulia, serta kemampuan akademik yang baik untuk para generasi muda. Generasi muda juga harus berkreasi dan mengekspresikan diri melalui keahlian masing-masing,” tuturnya.

Dalam paparan kuliah umum, Bupati Magelang, Zaenal Arifin, S.I.P. mengulas mengenai bagaimana sejarah bangsa Indonesia amat memengaruhi kondisi Indonesia saat ini. Ia mengingatkan bagaimana para bapak bangsa adalah para orang terpelajar yang mampu berdeliberasi memikirkan arah pembangunan Indonesia. Untuk itu, ia menekankan pentingnya mahasiswa memiliki cita-cita untuk masa depannya.

“Cita-cita itu menjadi penting. Jangan pernah bilang ‘nggak bisa’ atau ‘aku bukan siapa-siapa’. Karena kata-kata itu adalah doa. Kita harus selalu berpikir positif. Maka setelah memiliki tujuan-tujuan, kita harus melakukan aktivitas. Mengutip Bung Karno, ‘Gantungkanlah cita-cita setinggi langit! Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang’. Menetapkan tujuan itu penting sekali. 2045 kita ingin menjadi Indonesia emas,” jelasnya.

Zaenal Arifin, S.I.P. menuturkan, banyak hal yang bisa dilakukan anak muda untuk menyambut masa depan Indonesia. Salah satu caranya adalah dengan memahami keahlian masing-masing untuk tujuan yang lebih besar.

“Anak muda harus kritis dan idealis yang sesuai dengan kaidah-kaidahnya, sehingga nanti tidak salah arahan dan salah tujuan. Maka anak-anak muda harus membangun negeri, harus mengkritik tapi harus memberi solusi. Anak-anak muda harus punya gagasan yang cemerlang. Harapannya, ke depan Indonesia lebih maju lagi,” pungkas Zaenal Arifin, S.I.P.

Kuliah umum ini diikuti oleh 790 peserta yang merupakan mahasiswa baru Fakultas Ekonomi, UNTIDAR.

Penulis : Isaka

Editor : Humas UNTIDAR

HIMAPBIO UNTIDAR Resmikan Kafe Jamu ‘Bu Jatem” di Pasar Babrik, Tempuran, Kabupaten Magelang

Himpunan Mahasiswa Pendidikan Biologi (HIMAPBIO), Fakultas Keguruan, dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tidar meresmikan Kafe Jamu ‘Bu Jatem’ (Bumi Jamu Tempurejo) di Pasar Babrik, Tempuran, Kabupaten Magelang, Kamis (17/08).

“Sebagian besar penduduk Dusun Tempursari bermata pencaharian sebagai penjual jamu keliling. Peresmian Kafe Bu Jatem ini diharapkan bisa mengenalkan dusun ini sebagai sentra penghasil jamu,” kata Dr. Setiyo Prajoko, S.Pd., M.Pd. Dosen Pendamping PPK Ormawa Himapbio.

Kafe Bu Jatem ini merupakan realisasi Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) yaitu program penguatan kapasitas Ormawa melalui serangkaian proses pembinaan Ormawa oleh Perguruan Tinggi yang diimplementasikan dalam program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.

Peresmian dihadiri oleh Rektor, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si.; Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd.,;  Dekan FKIP, Dr. Ahmad Muhlisin, S.Pd., M.Pd; serta Guru Besar FKIP, UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd.

“Kafe Bu Jatem semoga menjadi wadah bagi masyarakat untuk memajukan perekonomian desa utamanya para komunitas jamu,” ujar Rektor dalam sambutannya.

Secara simbolis Rektor menumbuk rempah-rempah bahan jamu dalam lumpang batu sebagai tanda resmi dibukanya Kaje Jamu Bu Jatem. Kegiatan dilanjutkan dengan minum jamu bersama.

Kegiatan PPK Ormawa Himapbio dimulai Juli hingga Desember 2023. Kafe Jamu ini merupakan salah satu inovasi dalam pemasaran produk jamu.

“Minum jamu kita buat lebih kekinian, lokasi penjualan kita buat semenarik dan senyaman mungkin jadi anak-anak muda pun akan ikut tertarik minum jamu di kafe ini. Metode ini juga menjadi solusi bagi beberapa penjual jamu yang terkendala alat transportasi dalam memasarkan produknya selama ini,” jelas Fitria Alfiyah Hastuari, Ketua Tim PPK Ormawa Himapbio.

Perbedaan dari penjual jamu keliling yaitu Kafe Jamu penjualannya menetap pada satu lokasi, penataan tempat bernuansa Kafe menjadi daya tarik tersendiri terutama anak muda, dan Kafe Jamu Bu Jatem ini merupakan pelopor dan satu satunya Kafe Jamu di Tempurejo.

Fitri dan 14 anggotanya juga mendampingi warga dalam pembentukan komunitas Kafe Jamu yang melibatkan seluruh produsen jamu di Dusun Tempursari, Desa Tempurejo.

“Kami akan mendampingi dalam pembuatan media sosial juga, tujuannya agar Kaje Jamu ini dapat dikenal banyak orang dan meningkatkan penjualan produknya juga,” tambah Fitria.

Varian produk jamu hampir sama dengan produk jamu yang sudah ada di pasaran. Contohnya beras kencur, kunir asem, cabe puyang, paitan, gula asem, air sirih, uyup uyup dan sebagainya. Harga mulai sekitar Rp 3000 per gelas dan Rp 6000 untuk jamu bubuk.

“Selain tempat, Kafe Bu Jatem juga mulai mengembangkan jamu bubuk yang mempunyai ketahanan jangka panjang,” pungkasnya.

Tim PPK Ormawa Himapbio

  1. Fitria Alfiyah Hastuari_(2120305073)_Pendidikan Biologi (Ketua)
  2. Adhisty Putri Awalia _(2010305105)_Pendidikan Biologi
  3. Eka Febriana Maghfiroh_(2010305064)_Pendidikan Biologi
  4. Muklinatun Sofa Nafisah_(2010305023)_Pendidikan Biologi
  5. Anis Sufanniyah_(2140305095)_Pendidikan Biologi
  6. Anisa Rahmawati Dewi_(2120305070)_Pendidikan Biologi
  7. Ariffatur Rizki Asfarina_(2110305026)_Pendidikan Biologi
  8. Elyza Rohman Nurul Mufidah_(2120305057)_Pendidikan Biologi
  9. Eriana Kusuma Wati_(2110101016)_Ekonomi Pembangunan
  10. Gadis Diane Saskya_(2140202125)_Ilmu Komunikasi
  11. Khasanah Pangestuti_(2120305032)_ Pendidikan Biologi
  12. Najib Adiburrahman_(2120305036)_Pendidikan Biologi
  13. Nicola Putra Ristiono_(2120305076)_Pendidikan Biologi
  14. Nurul Inayah_(2140305109)_Pendidikan Biologi
  15. Yuni Fatmawati_(2140305101)_Pendidikan Biologi

 

Penulis : Tim PPK Ormawa Himapbio

Editor : Humas UNTIDAR

RekaTalks 2023: Kedaireka Bongkar Rahasia Sukses Pembangunan Berkelanjutan dengan Sinergi, Inovasi, dan Teknologi

Senin, 14 Agustus 2023 – Kedaireka kembali sukses menyelenggarakan RekaTalks edisi kedua
sebagai bagian dari Ekosistem Kedaireka yang berfokus untuk berbagi inspirasi dan gagasan
inovasi, pada Senin 14 Agustus 2023 di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta Selatan. Acara yang
sangat dinantikan ini, yang didorong oleh misi untuk berbagi inspirasi dan gagasan inovatif,
mengadopsi format talkshow yang memfasilitasi berbagai diskusi menarik mengenai peluang
kolaborasi inovasi antara perguruan tinggi dan industri.

Mengusung tema “Creating Impactful Innovation Through Technology for Sustainable
Development”, RekaTalks tahun ini banyak membahas mengenai pentingnya untuk terus
menggalakkan kolaborasi inovasi dan memanfaatkan potensi kemajuan teknologi dalam
menciptakan solusi inovatif untuk berbagai tantangan dan mendorong pertumbuhan sosialekonomi yang berkelanjutan di Indonesia.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, Nadiem Anwar
Makarim mengungkapkan “Membentuk sinergi dalam memanfaatkan perkembangan teknologi
untuk pembangunan berkelanjutan adalah dua fase yang sangat penting dalam mendukung
pertumbuhan ekonomi dan program-program strategis nasional yang berkelanjutan. Keselarasan
antara institusi akademis dan industri harus terus dioptimalkan. Ini juga harus melibatkan proses
evaluasi yang terus menerus dan keterbukaan akan berbagai ide dan wawasan dari multistakeholders dari berbagai bidang. Inilah mengapa kami menciptakan platform Kedaireka beserta
ekosistemnya, dimana acara seperti RekaTalks kali ini memiliki peran yang sangat penting dalam
proses tersebut,”

Dengan hampir 1.000 peserta yang hadir, RekaTalks kali ini dibagi menjadi tiga sesi diskusi yang
sangat menarik: Sesi pertama membahas tentang “Breaking the Barrier: Making Real Impact,
Enhancing Future Collaboration”, sesi kedua mengangkat topik “Expert Insight: Key Recipe
to Face Future Technology”, sedangkan sesi terakhir berbicara tentang “Synergy for
Progress: Fostering Innovation through Industry-University Partnerships”. Program
RekaTalks kali ini dirancang khusus untuk memberikan perspektif yang lebih luas kepada para
akademisi dan pelaku industri tentang bagaimana menjaga sinergi dan kolaborasi untuk
mencapai dampak sosial yang berkelanjutan dengan optimal.

Pada acara RekaTalks ini, Menteri Nadiem kemudian mengungkapkan bahwa untuk mencapai
dampak yang optimal tersebut, Kemendikbud Ristek melalui Kedaireka, telah menghadirkan
berbagai konsep kolaborasi agar sinergi dapat terjadi salah satunya adalah Innovation Fund.

“Untuk benar-benar mencapai dampak yang signifikan bagi masyarakat, inovasi dan kolaborasi
harus tak terpisahkan. Oleh karena itu, kami telah menawarkan berbagai konsep dan skema
kolaborasi antara universitas dan industri selama beberapa tahun terakhir melalui kegiatankegiatan dalam Ekosistem Kedaireka, dari Matching Fund hingga konsep terbaru Innovation
Fund, yang menunjukkan agilitas pemerintah untuk dapat sekaligus mengemban peran sebagai
katalis dan juga fasilitator. Bagi industri dan lembaga akademis yang mencari fleksibilitas,
Innovation Fund menawarkan opsi kolaborasi di mana pendanaan dan mekanisme administratif
ditentukan melalui kesepakatan antara kedua belah pihak. Namun, jika pendanaan katalis dari
pemerintah masih diperlukan, program Matching Fund akan tetap tersedia,” terang Nadiem.

Pembicara terkemuka yang hadir pada RekaTalks 2023 meliputi tidak hanya Menteri Nadiem
Anwar Makarim, tetapi juga menampilkan rangkaian tokoh inspiratif lainnya seperti:

  1. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno
  2. Rektor Universitas IPB, Arif Satria
  3. Rektor UNU Yogyakarta, Widya Priyahita
  4. Direktur Northstar Group, Henky Prihatna
  5. Managing Director Accenture, Retno Kusumawati

Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kementerian Pendidikan,
Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Nizam menyoroti bahwa
RekaTalks, sebagai bagian dari Ekosistem Kedaireka, bertujuan memberikan ruang bagi dunia
akademis untuk berinteraksi dengan praktisi industri, berkolaborasi, dan menghasilkan solusi
inovatif untuk tantangan industri dan masyarakat.

“Melalui acara ini, kami berharap mendorong kolaborasi inovatif yang lebih besar antara dunia
akademis dan industri, yang pada akhirnya akan mempercepat komersialisasi teknologi di industri
dan memberikan kontribusi terhadap kemajuan bangsa,” pungkas Nizam.

Sumber : https://dikti.kemdikbud.go.id/kabar-dikti/kabar/rekatalks-2023-kedaireka-bongkar-rahasia-sukses-pembangunan-berkelanjutan-dengan-sinergi-inovasi-dan-teknologi/

Dosen FKIP UNTIDAR Gelar Pelatihan Aplikasi CANVA Hasilkan Media Pembelajaran yang Menarik

Tiga dosen dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tidar menggelar pelatihan aplikasi Canva sebagai media pembelajaran digital kepada guru Sekolah Dasar (SD) Rejowinangun Selatan 1, Rejowinangun Selatan 2, dan Rejowinangun Selatan 5, Kota Magelang.

Lilia Indriani, S.Pd., M.Pd., Dwitiya Ari Nugrahaeni, M.AppLing (TESOL), dan Noor Sahid Kusuma Hadi Manggolo, M.A. TESL. menemukan permasalahan dalam media pembelajaran khususnya pada saat Covid-19 dan masa transisi seperti saat ini.

Para guru seakan ‘dipaksa’ beralih dan menyesuaikan diri dengan media digital karena pembelajaran sekolah dilaksanakan secara online. Tidak hanya itu mereka juga dituntut untuk membuat media pembelajaran yang lebih inovatif.

“Menghadapi siswa sekolah dasar yang masih kanak-kanak tentu memerlukan media pembelajaran yang menarik sehingga siswa tidak mudah bosan. Ditambah lagi, para siswa yang sudah tidak asing dengan penggunaan teknologi sebagai dampak pembelajaran online saat masa Covid,” jelas Ibu Lilia Indriani, Dosen Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), UNTIDAR selaku Ketua Tim Pengabdian Masyarakat.

Walaupun pada hari ini pandemi tersebut sudah dinyatakan selesai, namun bukan berarti para guru bisa meninggalkan apa yang mereka gunakan pada waktu melaksanakan pembelajaran secara online.

Hal ini karena saat ini sangat memungkinkan bagi para pengajar untuk memanfaatkan teknologi seperti media digital tersebut untuk digunakan dalam kelas offline karena justru bisa membuat pembelajaran dikelas semakin efektif dan menyenangkan bagi siswa.

“Berangkat dari hal tersebut, kemi bertiga dibantu para mahasiswa menyelenggarakan pelatihan aplikasi Canva sebagai media pembelajaran digital kepada guru sekolah dasar,” tambahnya.

Program pengabdian masyarakat ini mengangkat judul “Penguatan profil pelajar pancasila melalui pendampingan pengembangan media pembelajaran menggunakan aplikasi Canva pada guru SD di wilayah Kota Magelang”.

Program pelatihan tersebut dilakukan kurang lebih selama 4 bulan, yaitu dimulai dari Mei-Agustus 2023. Pelatihan terdiri dari 4 pertemuan intensif yang membahas perihal gambaran umum aplikasi canva, pengenalan fitur-fitur dan praktek serta sesi terakhir untuk pengaplikasiannya dalam pembuatan media pembelajaran.

Ada dua keterampilan penting yang menjadi fokus pada pelatihan ini yaitu para guru diharapkan tak hanya bisa mengenal aplikasi Canva, namun juga bisa membuat desain media pembelajaran menggunakan Canva yang nantinya benar-benar bisa diterapkan di kelas saat mengajar.

“Walaupun ada banyak fitur yang disediakan Canva, pelatihan ini memfokuskan pelatihan untuk melatihkan para guru agar bisa mendesain media pembelajaran berupa presentasi dan video yang menarik,” kata Lilia.

Kedua desain tersebut tentu tidak bisa langsung dikuasai oleh para guru sekaligus, khususnya para guru yang kurang mengenal Canva sebelumnya. Oleh karena itu, dua pertemuan digunakan untuk melatihkan kedua hal tersebut. Pada pelatihan hari kedua, para guru diajarkan untuk membuat media pembelajaran berupa presentasi, sementara pertemuan ketiga mereka dilatih untuk membuat media pembelajaran berupa video. Pada sesi ini, para guru sebenarnya sudah agak familiar dengan menu yang ada di proses pembuatan kedua pembelajaran tersebut karena sebelumnya sudah diperkenalkan sejak pertemuan pertama. Namun, demi menghasilkan media pembelajaran yang menarik, interaktif, dan menyenangkan peserta didik tentu memerlukan teknik editing yang sedikit agak rumit. Maka, disinilah tugas para dosen dan mahasiswa sebagai fasilitator pelatihan untuk memberikan arahan, bimbingan, dan panduan kepada para guru agar bisa memaksimalkan potensi mereka dalam mendesain media pembelajaran menggunakan Canva.

Kesuksesan dari pelatihan ini nampak nyata setelah melihat semua hasil desain media pembelajaran para peserta yang bagus dan benar-benar layak untuk digunakan di kelas mereka nantinya. Tak hanya itu, hasil survei evaluasi di akhir sesi juga menunjukan bahwa hampir semua guru yang menjadi peserta dalam pelatihan tersebut puas dan menganggap pelatihan yang mereka dapatkan tersebut sangat berguna untuk kedepannya.

Penulis : Tim Pengabdian Masyarakat

Editor : Humas UNTIDAR

 

Keseruan Lomba HUT RI Ke-78 Dharma Wanita UNTIDAR

Dharma Wanita Persatuan Universitas Tidar (DWP UNTIDAR) menggelar berbagai lomba 17-an dalam rangka memperingati HUT ke-78 Republik Indonesia, Jumat (18/8). Kegiatan dilaksanakan di Gedung dr. H.R Suparsono melibatkan perwakilan masing-masing unit di Lingkungan UNTIDAR.

“Dalam memperingati hari kemerdekaan Indonesia menjadi bagian dari rasa syukur kita atas perjuangan kemerdekaan, yang mana diisi dengan kegiatan-kegiatan positif dalam semarak kemerdekaan. Tujuan diadakannya perlombaan ini agar Dharma Wanita UNTIDAR bisa mengingat dan mengambil hikmah dari perjuangan kemerdekaan melalui perlombaan ini,”  jelas Ketua DWP UNTIDAR, Sri Tuwasti.

Berbagai lomba yang diadakan meliputi menghias tumpeng, merias wajah, pesan berantai, dan kempit balon. Tak hanya diikuti para ibu anggota Dharma Wanita, lomba juga diikuti oleh bapak-bapak tenaga kependidikan UNTIDAR yang berbagi keseruan dalam lomba kempit balon.

“Lomba diikuti oleh seluruh anggota DWP UNTIDAR meliputi Fakultas Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Pertanian, LPPM LPMPP, Satuan Pengawasan Internal, BAKK, Biro Umum dan Keuangan, UPA Bahasa, dan UPA Kewirausahaan, UPT Perpustakaan, UPT TIK,” kata Ketua DWP Fakultas Teknik, Mina Yumei Santi selaku ketua panitia.

Selain mengadakan lomba-lomba, dalam kesempatan ini, DWP UNTIDAR juga mengadakan pertemuan rutin.

Penulis : Isaka

Editor : Humas UNTIDAR

FKIP UNTIDAR Buka Wawasan Pendidikan Melalui Seminar Nasional MIPA dan Bahasa

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tidar menggelar Seminar Nasional Matematika dan IPA (MIPA) serta Seminar Nasional Bahasa dan Sastra di Gedung Kuliah Umum dr. H. R. Suparsono, Sabtu-Minggu (19-20/8).

Seminar Nasional MIPA dengan tema “Inovasi Pembelajaran Matematika dan IPA Menuju Indonesia Emas 2045” diinisiasi oleh Jurusan MIPA UNTIDAR menghadirkan Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd. dari UNTIDAR, Prof. Dr. Ida Kaniawati, M.Si. dari Universitas Pendidikan Indonesia, dan Dr. Lilia Ellany Mohtar dari Universiti Pendidikan Sultan Idris, Malaysia sebagai narasumber.

Penanggung jawab Seminar Nasional MIPA, Paskalia Pradanti S.Pd, M.Pd. menyebutkan,  acara ini sebagai ajang kolaborasi dan berbagai ilmu baik dalam pembelajaran, penelitian, maupun pengabdian masyarakat.

Acara dilanjutkan dengan Seminar Bahasa dan Sastra, Minggu (20/8) bertema “Transformasi Pendidikan Bahasa, Sastra dan Budaya Untuk Mendukung Merdeka Belajar”. Seminar yang diadakan oleh Jurusan Bahasa dan Seni UNTIDAR ini menghadirkan Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. dari UNTIDAR, Prof. Dr. I Dewa Putu Wijana dan Prof. Dr. Suminto A. Sayuti sebagai narasumber.

Kepala Jurusan Bahasa dan Seni, Muhammad Daniel Fahmi Rizal S.S., M.Hum. dalam sambutanya menyebutkan, seminar nasional ini sebagai ajang mempersiapkan diri untuk pembelajaran merdeka belajar. “Selama kalian belajar di FKIP ini, kalian adalah produk merdeka belajar. Jadi, sebelum perkuliahan dimulai nanti, kalian bisa terarah dan tahu mau bagaimana nantinya,” ungkapnya.

Muhammad Nur Hanif S.H., M.A.  selaku penanggung jawab Seminar Nasional Jurusan Bahasa dan Seni berharap, semangat berbagi ilmu tidak boleh berhenti hanya pada acara seperti ini. Ia berharap, seminar ini semakin berkembang untuk mewadahi banyak pihak yang ingin memaparkan karya ilmiahnya.

Selain paparan materi dari para narasumber ahli, seminar nasional ini juga menghadirkan para pemakalah yang mempresentasikan artikel ilmiahnya. Para pemakalah berasal dari perguruan tinggi dari berbagai daerah, seperti Yogyakarta, Jakarta, dan Kalimantan.

Penulis: Haikal

Editor : Isaka

UPZ UNTIDAR BANTU BIAYA BUKU KULIAH 32 MAHASISWA

Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Universitas Tidar terus berkomitmen memberikan manfaat bagi segenap sivitas dari hasil pengumpulan zakat, infaq, dan sodaqoh yang diperolehnya. Seperti pagi ini Jumat (18/08/2023) bertempat di Ruang A2.B7 Fakultas Ekonomi, UPZ menyalurkan bantuan biaya buku perkuliahan untuk 32 mahasiswa.

Ketua UPZ UNTIDAR, Dr. Muhamad Wahyudi, S.Pd., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa ada beberapa kriteria untuk mendapatkan bantuan kali ini, yaitu Mahasiswa tersebut harus berprestasi, mempunyai kondisi ekonomi tertentu, dan tentu saja menimbang kuota keuangan yang ada. Sebelumnya UPZ UNTIDAR menginformasikan dana ini secara terbuka kepada Mahasiswa. “Selama ini, UPZ di lapangan dibantu oleh 40 duta zakat. Mereka adalah mahasiswa penerima beasiswa BAZNAS yang kami minta membantu operasional UPZ, dari pengumpulan hingga menjadi teman diskusi bagaimana penyalurannya.” Imbuhnya.

Pengurus lain, Rifki Hamdani, menjelaskan bahwa 32 mahasiswa ini berhak menerima dana masing-masing sebesar Rp.500.000. “UPZ akan mengupayakan penyaluran bantuan, mungkin dengan program berbeda, paling tidak satu semester sekali.” Jelasnya.

Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan jangan sampai program yang baik seperti ini berhenti sampai di sini, tapi harus bisa berlanjut. “Saya juga mengharapkan para mujahid ini bisa memberikan dorongan kepada seluruh keluarga besar UNTIDAR untuk sadar menyisakan rejekinya dimasukkan ke zakat dan sebagainya.” Ucapnya. Ia juga berpesan kepada para penerima manfaat agar tidak rendah diri. “Justru bisa memotivasi seamngat belajarnya, memunculkan hal terbaik di dalam dirinya,” pungkasnya.

Acara dihadiri pula oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan UNTIDAR, Ibu Sri Tuasti. Kegiatan Penyerahan Bantuan Buku Perkuliahan diakhiri dengan kajian yang disampaikan oleh Rifki Hamdani.

Penulis/Editor :  HUMAS UNTIDAR

Muhadharah UKM IQSAN UNTIDAR Tampilkan Ragam Karya Islami

Unit Kegiatan Mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Seni Rebana (UKM IQSAN) UNTIDAR sukses menggelar malam pentas seni religi Muhadharah, Sabtu malam (19/8). Dalam acara yang berlangsung di Aula Secaba Rindam IV Diponegoro Magelang tersebut, sebanyak 135 mahasiswa UNTIDAR dan masyarakat umum menyaksikan pentas seni dengan antusias.

Ketua panitia Muhadharah, Imam Agus Wahyudi menyampaikan rasa terima kasih atas partisipasi dan dukungan yang diberikan para peserta. Acara tahunan ini adalah bentuk unjuk diri UKM IQSAN yang aktif mengembangkan seni Islami melalui berbagai penampilan kreatif.

“Tema pada acara muhadhoroh ini yaitu ‘Memperkenalkan Keanekaragaman Budaya Islam melalui Pentas Seni Religi’. Muhadharah bertujuan memperkenalkan UKM IQSAN kepada mahasiswa baru dan masyarakat umum,” tutur Imam saat menyambut acara.

Foto : UKM Iqsan

Rangkaian penampilan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh divisi Tilawah dan Tartil. Penampilan dilanjutkan dengan tim Syarhil, presentasi Karya Tulis Ilmiah Alquran (KTIA) berjudul ‘Memoranda’, serta penampilan drama oleh divisi Tahfidz dan Kaligrafi. Tak ketinggalan, penampilan tari indang dan saman juga memeriahkan acara ini, diikuti lantunan sholawat oleh divisi Rebana.

Foto : UKM Iqsan

Penampilan dilanjutkan dengan persembahan “Mahalul Qiyam”, sebuah penampilan yang mengangkat esensi dari Muhadharah. Acara inti ini dikemas dalam bentuk kirab untuk mengenal divisi-divisi UKM IQSAN. Mengakhiri acara tim Nasyid UKM IQSAN menghadirkan beberapa lagu islami.

Dengan suksesnya acara Muhadharah ini, UKM IQSAN sekali lagi membuktikan peran dan kontribusinya untuk menghidupkan seni religi dan budaya Islam di kalangan mahasiswa dan masyarakat umum.

Penulis : Lailatul Khusna

Editor : Isaka