Accessibility Tools

Archive for category: Berita

Akselerasi MBKM Mandiri, Kemendikbudristek Gelar Dialog Multipihak dan Kampus Merdeka Fair di Semarang

[SEMARANG] Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyelenggarakan Dialog Multipihak (Multi Stakeholder Dialogue – MSD), Rabu (30/8) di Universitas Dian Nuswantoro Semarang, bersamaan dengan kegiatan Kampus Merdeka Fair (KM Fair) yang akan diselenggarakan hingga Kamis (31/8) mendatang. Kegiatan ini diselenggarakan untuk menggalang dukungan bagi pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), khususnya MBKM Mandiri.

Direktur Belmawa, Sri Suning Kusumawardhani, menyatakan bahwa untuk menghasilkan lulusan perguruan tinggi yang relevan dengan konteks dan zamannya, diperlukan keterlibatan para pihak di luar perguruan tinggi dalam program MBKM, terutama MBKM Mandiri.

“Kami berterima kasih banyak pihak di luar perguruan tinggi seperti kalangan pemerintahan, bisnis, industri, organisasi kemasyarakatan yang sudah terlibat dalam berbagai bentuknya. Tetapi menimbang jumlah perguruan tinggi dan mahasiswa, kami memerlukan keterlibatan lebih banyak pihak lagi,” kata Sri Suning.

Kebijakan MBKM yang diluncurkan pada tahun 2020 lalu telah membuka kesempatan bagi lebih dari 760.000 mahasiswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran di luar kampus melalui program unggulan atau program flagship yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), maupun program-program yang diselenggarakan secara mandiri oleh perguruan tinggi di seluruh Indonesia atau yang biasa disebut sebagai MBKM Mandiri.

Untuk memperkuat sinergi antar-berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga keberlangsungan MBKM, tahun ini Kemendikbudristek menyelenggarakan roadshow di enam belas kota, atau mencakup keenam belas wilayah Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) di seluruh Indonesia. Jenis kegiatan yang diselenggarakan pada masing-masing kota bervariasi, disesuaikan dengan konteks serta kebutuhan dari masing-masing wilayah.

Jenis kegiatan yang akan diselenggarakan di keenam belas wilayah LLDikti adalah Sosialisasi dan Bimtek. Kegiatan sosialisasi ditujukan untuk memberikan pengenalan umum mengenai MBKM, khususnya MBKM Mandiri. Sementara itu, kegiatan Bimtek ditujukan kepada kalangan perguruan tinggi yang sudah memahami seluk beluk MBKM tetapi masih membutuhkan bimbingan teknis pelaksanaannya, dan berfokus pada bagaimana perguruan tinggi bisa mendesain kurikulum dan melakukan relaksasi kurikulum.

MSD di Semarang sendiri adalah yang pertama dari sembilan MSD yang akan diselenggarakan di sembilan LLDikti di seluruh Indonesia. Dialog ini akan diikuti oleh sekitar 50 peserta dari kalangan perguruan tinggi, mitra, dan calon mitra MBKM Mandiri di wilayah LLDikti VI. Mitra yang akan hadir antara lain Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Southeast Ministers of Education Organization (Seameo), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB), Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP), PT Telkom, dan Orbit Future Academy.

Kepala LLDikti Wilayah VI, Bhimo Widyo Andoko, SH, MH, mengatakan bahwa Bimtek dan MSD di wilayahnya adalah salah satu kegiatan yang penting. “Kegiatan ini adalah salah satu upaya LLDIKTI Wilayah VI untuk memaksimalkan pelaksanaan program MBKM dengan memperkuat jejaring kerja sama, baik antarperguruan tinggi maupun antara perguruan tinggi dengan dunia kerja pada umumnya, termasuk dunia industri, di Jawa Tengah,” Bhimo menuturkan.

Baca Juga :  Program Pengembangan Laptop Merah Putih sebagai Karya Dalam Negeri “DIKTI EDU”

Sedangkan untuk KM Fair, penyelenggaraan di kota Semarang menjadi yang pertama dari tiga KM Fair yang akan diselenggarakan  di tahun 2023, setelah pada tahun 2022 lalu Kemendikbudristek telah sukses menyelenggarakan KM Fair di sejumlah kota. Mengusung tema “Bersama Lebih Baik”, Kampus Merdeka Fair akan diisi dengan kegiatan pameran, bedah buku, cerita alumni dan para mitra, serta diskusi panel. Jika pada tahun sebelumnya Kampus Merdeka Fair lebih berfokus pada sosialisasi program-program flagship yang diselenggarakan Kemendikbudristek, fokus Kampus Merdeka Fair tahun ini adalah MBKM Mandiri.

Kepala Bidang Kampus Merdeka Mandiri (KMM) pada Pelaksana Pusat Kampus Merdeka (PPKM), Dessy Aliandrina, menerangkan bahwa MSD menjadi ajang dialog untuk membangun pemahaman bersama antara perguruan tinggi dengan para mitra dan calon mitra. Selain itu, kegiatan ini juga memberi kesempatan bagi kedua pihak untuk menyampaikan harapan maupun kontribusi masing-masing.

“Salah satu hal terpenting dalam MBKM adalah memberi hak kepada mahasiswa untuk belajar di luar program studinya. Dalam konteks itulah perguruan tinggi memerlukan banyak mitra yang mau terlibat dalam dunia pendidikan,” tutur Dessy.

(YH/DZI/FH/DH/NH/SH/MSF)

Humas Ditjen Diktiristek
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Laman : www.diktiristek.kemdikbud.go.id
FB Fanpage : @ditjen.dikti
Instagram : @ditjen.dikti
Twitter : @ditjendikti
Youtube : Ditjen Diktiristek
E-Magz Google Play : Satu Dikti
Tiktok : Ditjen Dikti

#

#

#

LPPM UNTIDAR dan Pemkot Magelang Berkolaborasi Ukur Keberhasilan Program Rodanya Mas Bagia

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Tidar bersama Pemerintah Kota Magelang mengadakan pertemuan terkait penyusunan instrumen penelitian indikator keberhasilan Program Pemberdayaan Masyarakat Maju dan Bahagia (Rodanya Mas Bagia), Rabu (6/9) di Ruang Rapat Rektorat.

Program Rodanya Mas Bagia adalah program unggulan Pemerintah Kota Magelang untuk memberikan bantuan Rp30 juta pertahun kepada setiap Rukun Tetangga (RT) untuk pengembangan sarana prasarana serta pemberdayaan masyarakat.

“Tahun ini, kami (LPPM UNTIDAR) diminta untuk mengukur keberhasilan program. Jadi, program itu berhasil atau tidak di masyarakat perlu kerjasama dengan LPPM untuk menentukan kerberhasilan,” ujar Kepala LPPM Dr. Dra. Eny Boedi Orbawati, M.Si.

Sebelumnya, RT-RT di Kota Magelang telah mengusulkan pembangunan sarana prasarana maupun kegiatan pemberdayaan yang diperlukan. Total anggaran Rp22.162.751.525 pada tahun ini digunakan 63,04% untuk pembangunan sarana prasarana, kegiatan pemberdayaan masyarakat 33,85%, dan biaya operasional 3,11%.

“Kami (LPPM UNTIDAR) punya teori, sedangkan mereka (Pemerintah Kota Magelang) punya keinginan sesuai program tujuan yang ditetapkan dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah). Kita tetapkan, setelah itu akan ada instrumen penelitian baru. Jadi, bauran antara teori yang ada dengan memang apa yang jadi kebutuhan dari pemerintah daerah terkait keberhasilan kegiatan,” tambah Kepala LPPM Dr. Dra. Eny Boedi Orbawati, M.Si.

Kerja sama antara LPPM Universita Tidar denga Pemerintah Kota Magelang meliputi perencanaan, penelitian, hingga pengabdian masyarakat untuk pembangunan Kota Magelang. Hasil penyusunan instrumen penelitian keberhasilan ini akan menjadi rekomendasi untuk Pemerintah Kota Magelang terkait keberlangsungan program Rodanya Masbagia selanjutnya.

Kepala Bidang Perencanaan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Magelang Agus Budiyono, St, MA, M.Ec.Dev.  menyebutkan,

“Acara ini cukup bagus dalam rangka evaluasi pelaksanaan program Rodanya Mas Bagia yang menjadi program unggulan Kota Magelang. Artinya, acara ini memberikan ruang dan media bagi kita untuk melihat cek-ricek kembali apakah program ini berjalan dengan baik atau belum. Kalau sudah baik, kita pertahankan. Kalau belum, tentu saja nanti perlu kita tingkatkan,” tutupnya.

Penulis: Haikal

Editor : Isaka

TIM PPK Ormawa HMJM UNTIDAR Kenalkan Teknik Pemasaran Digital pada warga Desa Girirejo, Kaliangkrik.

Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMJM) Fakultas Ekonomi Universitas Tidar mengenalkan teknik pemasaran digital untuk produk pertanian kepada masyarakat Desa Girirejo, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang.

“Pemasaran digital membuka jangkauan pasar yang lebih luas. Petani bisa langsung bertransaksi dengan pembeli tanpa perantara tengkulak,” jelas Budi Raharjo, S.TP,. M.M., Dosen Manajemen, FE UNTIDAR.

Petani Desa Girirejo mengeluhkan mengenai penjualan hasil panen yang tidak stabil dan cenderung murah ketika musim panen raya tiba. Biaya dan tenaga yang dikeluarkan akhirnya tidak dapat terpenuhi dari hasil penjualan panen mereka.

“Penggunaan Agromaret.com memungkinkan petani memasarkan produknya sendiri secara online. Maka itu para petani didampingi untuk mengenal, mengoperasikan serta melakukan trasaksi dengan aplikasi ini,” tambahnya.

Tahapan pertama yang dilakukan Tim PPK Ormawa HMJM adalah sosialisasi terkait pemasaran digital pada Juli lalu. Kegiatan ini dihadiri 30 warga yang berprofesi sebagai petani. Jumlah peserta yang cukup banyak ini menunjukkan bahwa antusiasme warga Desa Girirejo ini cukup tinggi.

Desa Girirejo memiliki kondisi tanah yang subur dengan potensi pertanian yang baik. Selama ini, hasil pertanian belum dikelola dengan baik dalam arti para petani lebih memilih langsung memasarkan hasil panen tanpa melakukan pengelolaan atau pemilahan terhadap hasil panen mereka. Komoditas hasil pertanian yang dihasilkan adalah cabai, padi dan jagung.

“Penguatan kapasitas dari produk dan pembaharuan metode pemasaran produk berpotensi menarik lebih banyak minat konsumen. Serta berpeluang mendampatkan penghasilan yang lebih baik,” jelas Vierda Dwi Aprillia, Ketua Tim PPK Ormawa HMJM.

Berdasarkan pengamatan tim, masyarakat dan petani sekitar masih minim pengetahuan mengenai pengelolaan hasil pertanian dan kurangnya kemampuan pemanfaatan teknologi. Permasalahan tersebutlah yang menggerakan Tim PPK Ormawa HMJM untuk melakukan pembenahan mengenai teknik pengelolaan dan pelatihan pemasaran untuk menunjang kegiatan pertanian desa dalam kurun waktu Juli – Oktober 2023.

Tahapan kedua yang dilakukan adalah membentuk wadah sanggar tani muda sebagai wadah pemasaran hasil pertanian masyarakat. Melalui sanggar ini mulai dikenalkan lebih detail terkait Agromaret.com dan pengelolaan produk.

“Dalam pemasaran digital penting untuk diperhatikan adalah kualitas produk dan bagaimana menjadikan produk itu menarik bagi konsumen seperti foto produk. Cara komunikasi dengan konsumen juga penting sehingga terbentuk kepercayaan dan akhirnya membeli produk,” tambahnya.

Agromaret.com telah beroperasi sejak 2009. Aplikasi ini dapat diakses melalui web atau aplikasi smartphone. Tidak ada mewadahi para petani yang ingin menjual produknya namun juga memberi kesempatan konsumen untuk memperoleh produk-produk hasil dari petani tanpa perantara pihak ketiga.

Tim PPK Ormawa HMJM

  1. Vierda Dwi Aprilia (Ketua)
  2. Laili Khoirul Nisa
  3. Temi Ariska
  4. Galuh Witantri
  5. Hesti Agustin
  6. Hafidh Al Fathan Wijaya
  7. Dimas Said Kurniawan
  8. Nabyla Ayu Kusuma Jati
  9. Dewi Lanjar Ibana Hutagalung
  10. Ael Ruhy Fafian Satyawimba
  11. Devy Surya Rosiana
  12. Dewi Farandita Cahya Kusuma
  13. Brilian Setyo Utomo
  14. Miftachussurur
  15. Tri Hartini

Penulis : Tim PPK Ormawa HMJM

Editor : Humas UNTIDAR

Dirikan Sanggar Abyakta, Mahasiswa UNTIDAR Dampingi Desa Genito Menuju Desa Wirausaha.

Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Koperasi Mahasiswa (Kopma) Universitas Tidar mendirikan Sanggar Abyakta sebagai wadah pendidikan, pelatihan dan pendampingan usaha di Desa Genito, Kecamatan Windusari Kabupaten Magelang

“Desa Genito memiliki potensi untuk dirintis menjadi Desa Wirausaha. Mulai saat ini, kami mulai dengan Sanggar Abyakta ini,” ujar Ketua Tim PPK Ormawa Kopma, Nurkhasanah.

Sanggar Abyakta memilik 10 anggota yang mayoritas adalah ibu rumah tangga yang tertarik untuk mencari penghasilan tambahan tanpa harus bekerja diluar Desanya.

Beberapa warga desa mempunyai usaha tusuk sate dan budidaya jamur tiram. Selama ini, mereka langsung menjualnya ke tengkulak atau pasar. Tim PPK Ormawa Kopma menemukan celah untuk meningkatkan nilai ekonomi kedua produk ini dan bisa menjadi lahan penghasilan warga lain.

“Kami mendampingi warga membuat kripik jamur dan es kul kul. Tidak hanya dalam produksi namun sampai pada pengemasan dan pemasarannya,” tambahnya.

Bapak Supiyo selaku Ketua Sanggar Abyakta menjelaskan produksi keripik jamur dan es kul kul ini adalah usaha rintisan. Warga desa diharapkan dapat membuat produk inovasi lain untuk meningkatkan nilai jual potensi dan sumber daya alam di desanya.

“Jamur biasanya diperjualbelikan secara langsung tanpa pengolahan. Setelah diolah menjadi keripik mampu menambah nilai jual dan ketahanan penyimpanan produk sehingga meningkatkan pendapatan warga,” ujarnya.

Keripik jamur tiram dikemas dalam kemasan kecil seharga Rp 3000 dan Es kul kul dengan harga satuan Rp 2000, kedua produk ini menjadi produk usaha baru yang bisa dijajakan untuk anak-anak.

Tim PPk Ormawa Kopma mengarahkan Desa Genito menjadi Desa wirausaha  yaitu desa yang kegiatan kewirausahaan diselenggarakan secara terorganisir oleh seluruh warga desa. Pengembangan desa wirausaha akan membawa banyak manfaat termasuk pengurangan kemiskinan, mengurangi laju urbanisasi penduduk, menciptakan lapangan kerja di desa, meningkatkan pendapatan masyarakat, penguatan jenis inovasi usaha di desa, serta pemanfaatan sumber daya alam desa secara rasional keberlanjutan dan layak.

“Semoga kegiatan pengembangan jamur tiram dan tusuk sate menjadi kripik jamur dan es kul kul kekinian ini akan menjadi produk baru Desa Genito. Munculnya produk-produk baru semoga mampu menambah penghasilan dan kesejahteraan warga,” tutur Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni saat melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev).

Tim PKK Ormawa Kopma juga membuka diskusi terkait kendala-kendala yang sering dihadapi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yaitu Sumber Daya Manusia (SDM).

Warga kurang memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengembangkan usahanya, permodalan, kurangnya infrastrutur dan aksesibiltas promosi produk.

“Maka itu kami akan memaksimalkan pendampingan dari Juli-November 2023 untuk mengarahkan Desa Genito menjadi Desa Wirausaha,” pungkasnya.

Tim PPK Ormawa Kopma juga melaksanakan ekspose kegiatan bersamaan dengan pelaksanaan Merti Dusun, Selasa (29/8) dengan mempromosikan produk kripik jamur dan es kul kul hasil pelatihan Sanggar Abyakta. Kegiatan ini diharapkan mulai menggerakan warga desa lainnya untuk mengikuti kegiatan Sanggar Abyakta.

PPK Ormawa UKM Kopma

  1. Nurkhasanah_Ekonomi Pembangunan (Ketua Tim)
  2. Ulfa Rahma Pramudianti _Ekonomi Pembangunan
  3. Siti Sarifah_Ekonomi Pembangunan
  4. Hikmah Rochimatul Chasanah _Pendidikan IPA
  5. Nurul Fajar Amini_Agroteknologi
  6. Lu’lu’ul Maknun_Agroteknologi
  7. Qurotul A’yun_Agroteknologi
  8. Akhmad Kautsar_Teknik Elektro
  9. Erli Baroroh_Ekonomi Pembangunan
  10. Cahya Ramadani_Manajemen
  11. Bondan Nugroho _Hukum
  12. Nur Cahyati Ningsih_Ekonomi Pembangunan
  13. Alifia Ninda kariza_S1 Akuntansi
  14. Arlian Sherly Anjani_S1 Akuntansi

 

Penulis : Tim PPK Ormawa Kopma

Editor : Humas UNTIDAR

Walikota Magelang Tantang Mahasiwa UNTIDAR Ikut Promosikan Magelang dengan Karyanya

Walikota Magelang. dr Muchamad Nur Aziz mengapresiasi kegiatan Pameran Jurusan yang diselenggarakan BEM KM dan UKM Pelita Universitas Tidar, Rabu (7/9) di Gedung dr. H. R Suparsono.

“Pameran ini menunjukkan mahasiswa itu kreatif. Beragam karya dipamerkan sesuai dengan jurusan masing-masing. Karya mahasiswa ini tidak hanya bisa menjadi ajang promosi UNTIDAR tapi juga Magelang,” ujarnya.

Walikota juga berpesan untuk selalu berinovasi karena orang-orang yang berinovasi adalah orang yang nantinya akan menjadi pemimpin.

Saat mengunjungi stand, Walikota tertarik pada salah satu karya dari Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik.

“Bagus ini… berani gak kalau besok kita pamerkan di Pasaraya Magelang. Langsung kita sediakan stand, tunjukan bahwa mahasiswa UNTIDAR itu bisa loh membuat karya seperti ini,” tambahnya.

Karya ini adalah Steering Wheel Simulator yaitu adalah alat simulasi mengemudi kendaraan roda empat. Menarik perhatian banyak orang karena simulator ini dihubungkan dengan game kekinian yang mungkin banyak digemari anak masa kini.

Putra Aderinada salah satu anggota tim Janggo Elektro menjelaskan bahwa karya ini dibuatnya bersama 7 orang lainnya yang saat ini masih semester 3 di Prodi Elektro.

“Kami langsung diberi kontak, besok Sabtu kami siap memamerkan karya ini di Pasaraya Magelang. Beberapa perbaikan akan kami usahakan dalam beberapa hari ini dan juga berkoordinasi dengan prodi,” katanya.

Tahun 2023 ini, UNTIDAR berhasil menjadi Peringkat ke-2 Nasional, Perguruan Tinggi dengan pendanaan terbanyak pada Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa). Prestasi ini membuktikan bahwa banyak karya mahasiswa UNTIDAR yang inovatif.

“Tujuan utamanya mengenalkan karya nyata tiap jurusan lewat produk-produk program kemahasiswaan seperti PPK Ormawa, PKM, PMW dsb. Harapannya mahasiswa baru juga mulai tertarik membuat karya sejenis dan untuk ekternal seperti siswa SMA bisa tertarik masuk ke UNTIDAR saat tiba masuk kuliah nantinya,” jelas Muhammad Adi Nugroho, Ketua Panitia Pameran Jurusan.

Pada kesempatan ini total terdapat 18 stand yang memamerkan hasil karyanya atau sekedar mempromosikan jurusannya.

Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama (BAKK), Drs. Giri Atmoko, M.Si. menambahkan acara ini murni merupakan gagasan mahasiswa.

“Kami mendukung sepenuhnya kegiatan mahasiswa yang selaras dengan Visi UNTIDAR, menjadi Universitas Unggul Dalam Bidang Kewirausahaan Berbasis Sumberdaya dan Kearifan Lokal. Salah satunya adalah kegiatan ini, mahasiswa diberikan kesempatan memamerkan karya orisinalnya kepada masyarakat,” pungkasnya.

Penulis dan Editor : Humas UNTIDAR

Bersiap menjadi BLU, UNTIDAR Selenggarakan Sosialisasi Transformasi kepada Seluruh Pegawai

Universitas Tidar menyelenggarakan Sosialisasi Tranformasi Menuju Badan Layanan Umum (BLU) kepada seluruh pegawai, Rabu (6/9) di Gedung dr. H. R. Suparsono.

“Transformasi UNTIDAR dari Satker menjadi BLU bertujuan untuk memperbaiki kualitas pendidikan terutama dalam bidang pengelolaan keuangan dan Sumber Daya Manusia (SDM),” ujar Rektor, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Sc. pada sambutannya.

Sumber pendapatan diluar Uang Kuliah Tunggal (UKT) seperti kandang ayam dan Laboratorium Terpadu yang potensial menghasilkan dana tambahan di posisi UNTIDAR saat ini yaitu Satker harus disetorkan kembali ke negara.

“Kampus terbatas atau tidak dapat mengelola pendapatan tersebut secara langsung,” tambah Rektor.

Keadaan ini menjadi salah satu kendala disaat kampus UNTIDAR ingin meningkatkan layanan kepada stakeholder utamanya mahasiswa.

Selain keleluasaan dalam pengelolaan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), PTN BLU juga bisa lebih fleksibel dalam pengelolaan SDM. Baik dalam perekrutan maupun dalam penentuan pendapatan.

“Pinginnya hujannya lebih merata, bukan hujan local saja.  Pendapatan pegawai diperhatikan sehingga tidak jauh berbeda karena berdampak dalam psikologi nantinya dalam melaksanakan tugas kesehariannya,” jelas Rektor.

Menjadi lebih baik dalam layanan pada stakeholder terutama pada mahasiswa. Mari bersama2 untuk satu UNTIDAR berkembang untuk menjadi lebih baik.

Drs. Santoso Tri Hananto, M.Acc., Ak., Tim Tranformasi Satker-BLU Universitas Sebelas Maret (UNS) menjelaskan bahwa BLU adalah instansi di lingkungan Pemerintah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas.

“BLU bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa dengan memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan berdasarkan prinsip ekonomi dan produktivitas, dan penerapan Praktik Bisnis yang Sehat,” ujar Dekan Sekolah Vokasi UNS ini.

Praktik Bisnis yang Sehat adalah penyelenggaraan fungsi organisasi berdasarkan kaidah-kaidah manajemen yang baik dalam rangka pemberian layanan yang bermutu dan berkesinambungan.

“UNTIDAR harus bersiap merumuskan sistem akuntansi yang handal dimana pada saat bersamaan memunculkan data laporan keuangan dan laporan kinerja. BLU lebih fleksibel tapi tetap mengacu peraturan yang ada,” jelasnya.

Fleksibilitas pengelolaan keuangan yang diperoleh seperti pengadaan barang jasa, pengelolaan utang dan piutang, kas, pendapatan dan belanja. Pendapatan dapat digunakan untuk belanja dengan aturan yang telah ditetapkan. Kampus dapat merumuskan sistem penggajian pegawai dan mendesain sistem remunerasi pegawai dengan melakukan konsultasi berkala dengan Kementerian Keuangan.

Kegiatan Sosialisasi Tranformasi UNTIDAR menuju BLU ini diikuti sekitar 400 pegawai yang terdiri dari Tenaga Pendidik/Dosen, Tenaga Kependidikan (Tendik), Petugas Kebersihan, Satpam dll.

Penulis dan Editor : Humas UNTIDAR

Kuliah Umum Teknologi Pangan dan Gizi Ajak Mahasiswa Kembangkan Pangan Fungsional

Fakultas Pertanian Universitas Tidar sukses menggelar Kuliah Umum “Pangan Fungsional Berbasis Agrokompleks Lokal” bagi mahasiswa program studi Teknologi Pangan dan Gizi di Gedung Kuliah Umum dr. H. R. Suparsono, Kamis (6/9). Kuliah umum ini menghadirkan Dosen Universitas Andalas sekaligus Executive Chairman Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture Food and Energy (SAFE Network), Prof. Dr. Ir. Novizar Nazir, M.Si.

Prof. Dr. Ir. Novizar Nazir, M.Si. menjelaskan pentingnya pengembangan pangan fungsional, yakni makanan yang memberikan manfaat kesehatan di samping fungsi gizi dasarnya. Oleh karena itu, riset pengembangan pangan fungsional berlandaskan pada sumber daya lokal sangat krusial untuk meningkatkan kualitas pangan bagi masyarakat Indonesia.

Dalam konteks meningkatnya penyakit degenerative, kesadaran masyarakat akan pentingnya pola makan sehat semakin meningkat. Untuk itu, pangan fungsional perlu dikembangkan inovasinya secara lebih lanjut. Produk-produk seperti kombucha, beras analog, dan sejenisnya dapat menjadi inspirasi luasnya inovasi riset yang dapat dikembangkan.

Prof. Dr. Ir. Novizar menyatakan bahwa perguruan tinggi memiliki peran yang sangat penting sebagai pusat inovasi dalam mengembangkan produk pangan fungsional baru dan meningkatkan kualitas produk yang sudah ada.

“Perguruan tinggi memiliki kemampuan untuk melakukan penelitian ilmiah yang mendalam tentang sumber daya alam lokal, potensi pangan fungsional, dan metode pengolahan yang inovatif. Selain itu, yang paling penting adalah pengembangan produk. Ini terkait bagaimana mahasiswa berinovasi yang baik secara komersial dengan memanfaatkan potensi lokal. Tentu nilai komersialnya perlu lebih baik dibandingkan produk yang ada sekarang,” katanya.

Tak hanya sebagai pusat inovasi, perguruan tinggi juga memiliki peran sebagai lembaga pendidikan, tempat pelatihan, pusat pengembangan produk, mitra komunitas lokal, penyebar pengetahuan, penegak keberlanjutan lingkungan, serta pengembangan kebijakan. Oleh karena itu, harapan besar diletakkan pada mahasiswa agar belajar sungguh-sungguh selama masa studinya.

“Saya melihat bahwa anak-anak di Teknologi Pangan UNTIDAR ini sangat antusias, responsif, dan semangat. Dan itu adalah modal bagi mereka. Kemudian yang penting dalam mahasiswa adalah menggali inovasi. Jadi inovasi itu penting, tapi tetap harus dibekali ilmu,” tutupnya.

Kuliah umum ini juga menjadi momen penting dalam peluncuran program studi Teknologi Pangan sebagai salah satu program studi baru yang ditawarkan oleh UNTIDAR. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Pertanian UNTIDAR Dr. Ir. Joko Sutrisno, M.P.

“Tahun ini kita menambah tiga program studi baru, yakni Agribisnis, Teknologi Pangan, dan Gizi. Tiga prodi baru tersebut mendapat sambutan yang baik dari masyarakat melihat banyaknya alumni SMA yang mendaftar di prodi-prodi baru,” tuturnya.

Penulis : Isaka

Editor : Humas UNTIDAR

UNTIDAR Sambut 31 Peserta Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2023

Mendukung Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Universitas Tidar ikut menggelar kegiatan Peserta Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) tahun 2023. Sebanyak 31 mahasiswa dari 16 perguruan tinggi negeri dan swasta wilayah Sumatera, Bali, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Papua akan melaksanakan perkuliahan di UNTIDAR selama satu semester.

Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama UNTIDAR Drs. Giri Atmoko, M.Si. menyambut kehadiran para mahasiswa PMM di Gedung dr. H. R. Suparsono UNTIDAR, (26/8).

“Makna Pertukaran Mahasiswa Merdeka selain pembelajaran di universitas adalah terkait persatuan dan kesatuan di atas keberagaman Indonesia. Keberagaman kita sangat besar potensinya, namun kita juga perlu mengatasi perpecahan. Salah satunya dengan nasionalisme kita dan berpegang pada Pancasila,” tuturnya.

PMM adalah salah satu program andalan MBKM yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berkuliah di kampus luar pulau selama satu semester. Koordinator pelaksana pertukaran mahasiswa Merdeka Ikhwan Taufik, S.Pd., M.Eng. menyampaikan, antusiasme peserta PMM tahun 2023 ini lebih besar daripada dua tahun sebelumnya.

“Hampir dua kali lipat antusiasme mahasiswa dari berbagai mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk kuliah di Universitas Tidar. Tentunya motivasinya macam-macam. Pertahankan motivasi yang baik-baik. Silakan kembangkan potensi yang ada juga di sini. Saya ucapkan selamat datang buat adik-adik mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia,” tuturnya.

Mahasiswa perwakilan PMM tahun ini, Johannes Parsaoran Nainggolan asal Universitas Jambi turut menyampaikan antusiasmenya usai melaksanakan minggu pertama perkuliahan di UNTIDAR pada semester ini.

“Kami merasakan bagaimana antusias dan hangatnya para sambutan dosen dan teman-teman di kampus ini. Saya mengajak teman-teman semuanya untuk menjadikan wadah program pertukaran mahasiswa ini sebagai tempat kita untuk memperluas wawasan serta menambah ilmu pengetahuan tentang budaya di luar daerah kita masing-masing,” katanya.

Penulis : Isaka

Editor : Humas UNTIDAR

Seminar Nasional SATGAS PPKS dan ULBK UNTIDAR Bahas Dampak Toxic Relationship terhadap Kesehatan Mental dan Produktivitas Mahasiswa

Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (SATGAS PPKS) dan Unit Layanan Bimbingan Konseling (ULBK) Universitas Tidar menggelar Seminar Nasional Toxic Relationship Terhadap Kesehatan Mental dan Produktivitas di Gedung Kuliah Umum dr. H. R. Suparsono UNTIDAR, (5/9).

Kegiatan ini bertujuan menyosialisasikan pentingnya rasa aman dan penyertaan bantuan kesehatan mental bagi siivitas akademika UNTIDAR.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNTIDAR, Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd.  dalam sambutannya menyoroti bentuk kecemasan yang rentan dialami mahasiswa.

“Seminar ini menjadi hal yang penting karena sekarang ini ada beberapa fakta menarik. Yang pertama, mahasiswa yang merasa tidak sesuai dengan jurusan yang sedang dijalani. Yang kedua, mahasiswa yang mengalami kekerasan takut melapor. Takut dampaknya, takut namanya akan viral, takut karena tidak ingin diketahui orang lain,” tuturnya.

Prof. Parmin juga menilai bagaimana UNTIDAR berkomitmen mengembangkan SATGAS PPKS dan ULBK demi memberikan perlindungan kepada sivitas akademika.

“Kita sering membaca di media bahwa kekerasan seksual ini bukan hanya di kampus, tetapi juga di rumah tangga, perkantoran, lembaga agama. Yang diberitakan sebagian kecil, lebih banyak yang tidak diberitakan, bahkan yang sampai sekarang belum diketahui. Oleh karena itu, UNTIDAR sekarang ini sangat serius mengembangkan dua unit lembaga baru. Baik bimbingan konseling maupun penanganan pencegahan kekerasan seksual. Mudah-mudahan dua unit ini bisa meningkatkan indeks kebahagiaan bagi mahasiswa UNTIDAR,” tambahnya.

Pemateri pertama seminar ini adalah Febryanti Putri Khatulistiwa, S.H. yang merupakan seorang pegiat isu anak, remaja, dan perempuan. Ia juga pendiri gerakan sosial @djiwaberbagiasi dan @banyufoundation.

Materi yang ia bawakan mengenai hubungan beracun (toxic relationship) amat dekat dengan realita serta memengaruhi kesehatan mental dan produktivitas diri. Hubungan beracun menurutnya berkorelasi dengan adanya masalah psikologis yang belum selesai di masa kecil seseorang.

“Dasar orang melakukan toxic relationship sebenarnya adalah dominasi. Entah dosen ke mahasiswa, orang tua ke anak, senior ke junior. Kalau kita terbiasa melihat kekerasan, kita akan merasa bahwa kekerasan itu biasa saja. Kita akan menganggap bahwa diri kita kuat. Yang paling buruk adalah membandingkan penderitaan kita dengan orang lain. ‘Oh, apa yang kita rasakan belum seberapa dibandingkan orang lain.’ Itu nggak boleh kita lakukan dan normalisasi. Sadari bahwa itu tindak kekerasan,” jelasnya.

Putri kemudian menyimpulkan bahwa hubungan antarmanusia yang sehat tidak dapat terjadi jika hanya satu pihak saja yang berusaha.

“Ada rasa percaya di situ. Saling menghormati. Kemudian komunikasi yang sehat. Tumbuh bersama. Saling memotivasi. Kalau kamu terjebak di toxic relationship, kamu bisa pilih untuk konfrontasi langsung. Atau, pergi. Karena kita tahu, tidak semua orang bisa berkonfrontasi langsung. Yang paling penting adalah diri kamu dan kesehatan mental kamu,” simpulnya.

Seminar dilanjutkan dengan sesi sosialisasi SATGAS PPKS dan ULBK. Ketua SATGAS PPKS UNTIDAR, Destri Tsurayya I., S.H., M.Hum. menjelaskan pentingnya mengupayakan UNTIDAR yang bebas dari kekerasan seksual. “Kita bersama-sama menjadikan UNTIDAR bebas dari kekerasan seksual. Untuk itu, di SATGAS PPKS, kita melihat dari berbagai aspek. Dari sisi pelapor, saksi, dan pelaku. Jadi kita melihat dari segala aspek yang memang membutuhkan keberanian.

SATGAS PPKS tidak terbatas bagi mahasiswa saja. Tapi juga untuk dosen dan tenaga kependidikan.

“Tentu, kekerasan seksual tidak berlaku untuk mahasiswa saja. Siapapun itu, akan diproses. Silakan lapor saja. Adanya korban dan saksi dalam sebuah laporan akan menjadi indikator yang kuat dalam menentukan rekomendasi sanksi. Satgas akan melindungi. Itu tugas kita bersama. Satgas ada karena dukungan semua civitas akademika,” tambah Destri.

Paparan dilanjutkan oleh Konselor ULBK Universitas Tidar, Weni Anggraini, M.Pd. ULBK adalah garda terdepan dalam upaya peningkatan kesejahteraan psikologis untuk mahasiswa, dosen, dan karyawan UNTIDAR yang membutuhkan. Terdapat empat hal yang menjadi poin perhatian ULBK UNTIDAR, yakni persoalan pribadi, karier, sosial, dan akademik.

“Teman-teman harus paham bahwa dalam kehidupan sehari-hari, selalu ada solusi dari setiap masalah kita. Kita juga harus tahu bahwa kita memiliki perspektif yang penting. ULBK hadir sebagai pihak yang bisa membantu teman-teman untuk melihat masalah, menggali potensi pikiran teman-teman, dan bagaimana teman-teman bisa menentukan solusi,” tutupnya.

Penulis : Isaka

Editor : Humas UNTIDAR

Ditjen Diktiristek Dorong Perguruan Tinggi Negeri Percepat Realisasi Anggaran

Jakarta – Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) mendorong perguruan tinggi negeri (PTN) untuk semakin mempercepat realisasi anggaran jelang triwulan keempat tahun 2023. Pada Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Program, Kegiatan, dan Anggaran tahun anggaran 2024 di lingkungan Ditjen Diktiristek, Senin (28/08), Pelaksana tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Nizam mengimbau perguruan tinggi negeri untuk menunjukkan kinerja dan kemampuan dalam mengelola anggaran yang diperoleh tiap tahun secara optimal.

Tak lupa, Nizam pun mengingatkan perguruan tinggi negeri untuk tetap menjaga pengelolaan anggaran dengan baik dan menghindari penyimpangan yang dapat menyebabkan temuan di kemudian hari. “Mumpung masih empat bulan ke depan, mohon masuk ke gigi enam untuk berlari kencang dan remnya hati-hati agar tidak masuk jurang,” ujar Nizam.

Pentingnya penerapan transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola anggaran perguruan tinggi juga sangat ditekankan, khususnya dengan transformasi PTN menjadi PTN-BH diharapkan terlahir perguruan tinggi yang berkualitas dan tetap inklusif.

“Karena itu saya berpesan pada PTN yang sudah menjadi PTN-BH untuk tetap menjaga akuntabilitas, tidak menjadi lembaga yang komersial, yang berorientasi bisnis dan profit, melainkan berorientasi mutu yang semakin tinggi dan tetap inklusif,” kata Nizam.

Pada pertemuan yang dihadiri pimpinan PTN seluruh Indonesia, Nizam juga berpesan agar program-program unggulan kementerian dapat diakselerasi dan diperkuat. Ia berharap program-program yang sudah berjalan baik dan bermanfaat dapat terus dilakukan oleh siapapun yang melanjutkan kepemimpinan nasional nanti.

“Program yang baik menurut saya itu program yang memberikan bermanfaat langsung kepada mahasiswa dan para lulusannya, dosen dan tendik dan institusi kita untuk maju. Salah satunya yang sudah terlihat hasilnya dan manfaatnya kita dapatkan adalah program Kampus Merdeka. Ini jangan sampai nanti kita reset atau setback sebelum kita memiliki program ini,” ucapnya.

Tahun anggaran mendatang diharapkan akan menjadi periode yang produktif dan inovatif dalam pengembangan sektor pendidikan tinggi. Ditjen Diktiristek berkomitmen untuk mengalokasikan sumber daya dengan bijak guna mendukung berbagai program dan kegiatan yang bertujuan untuk memajukan kualitas pendidikan tinggi serta merangsang penelitian dan inovasi di seluruh negeri.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Ditjen Diktiristek Tjitjik Srie Tjahjandarie menyampaikan bahwa persiapan program dan anggaran tahun 2024 dilakukan lebih awal sebagai langkah untuk lebih mendekati target realisasi anggaran, sehingga serapan anggaran perguruan tinggi menjadi lebih maksimal dan manfaatnya dapat dirasakan insan pendidikan tinggi juga masyarakat.

“Dalam pertemuan ini, perwakilan dari perguruan tinggi hadir untuk mendapatkan arahan terkait kebijakan tahun 2024 yang mulai dipersiapkan di tahun 2023, sembari mengejar kinerja program dan anggaran tahun 2023 agar tetap tepat sesuai jadwal,” jelas Tjitjik.

Dalam rangkaian acara rapat koordinasi ini, dilaksanakan pula sosialisasi Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kepmendikbudristek) Nomor 210/M/2023 tentang Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi. Indikator Kinerja Utama atau IKU merupakan indikator yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dalam rangka membangun sinergi dan meningkatkan kualitas pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

Tujuan utama dari sosialisasi ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada seluruh pihak perguruan tinggi mengenai IKU sebagai acuan dalam pengembangan pendidikan tinggi di masa mendatang. Dalam sosialisasi ini juga dijelaskan terkait pembaharuan indikator-indikator capaian IKU sesuai Kepmendikbudristek serta linimasa IKU 2023.

“Dengan sosialisasi Kepmen yang baru ini, bisa menjadi catatan dan perhatian Bapak Ibu sekalian di dalam menjalankan program-programnya, sehingga capaian dari program tersebut dapat terekognisi sebagai IKU,” tutur Tjitjik.

(YH/DZI/FH/DH/NH/SH/MSF)

Humas Ditjen Diktiristek
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Laman : www.diktiristek.kemdikbud.go.id
FB Fanpage : @ditjen.dikti
Instagram : @ditjen.dikti
Twitter : @ditjendikti
Youtube : Ditjen Diktiristek
E-Magz Google Play : Satu Dikti
Tiktok : Ditjen Dikti

#

#

#

Unit Penunjang Akademik (UPA) Teknologi Informasi dan Komunikasi 2024 - Universitas Tidar