Accessibility Tools

Archive for category: Berita

Program Dana Padanan Kedaireka Tahun 2024 Dibuka, Ditjen Diktiristek Alokasikan Anggaran 750 Miliar

Jakarta – Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) kembali membuka program Dana Padanan untuk tahun anggaran 2024. Program Dana Padanan atau sebelumnya dikenal dengan Matching Fund, memberikan pendanaan kepada perguruan tinggi dan industri yang berkolaborasi dalam pengembangan inovasi melalui platform Kedaireka. Pada tahun 2024, Ditjen Diktiristek mengalokasikan anggaran sekitar 750 miliar untuk pendanaan ini.

Pelaksana tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Pendidikan Tinggi Nizam menerangkan pembukaan Program Dana Padanan 2024 dilaksanakan lebih awal agar insan perguruan tinggi memiliki waktu yang cukup untuk segera merancang, mendesain, hingga proses evaluasi proposal dapat dilakukan tahun ini. Pasalnya, selama ini terdapat keluhan atas pendeknya waktu eksekusi program.

“Karena untuk menghasilkan produk yang betul-betul untuk siap diproduksi, dihilirkan, tentu membutuhkan waktu yang tidak singkat. Saya mendorong untuk bisa dilakukan evaluasinya di tahun N-1, sehingga pada tahun N bisa diselenggarakan  seoptimal mungkin sehingga hasilnya optimal,” kata Nizam saat peluncuran Program Dana Padanan 2024 secara daring, Senin (2/10).

Nizam pun berharap lewat program Dana Padanan ini dapat memberikan solusi dan dampak bagi kemajuan sosial, budaya, teknologi, dan dunia industri.

“Saya berharap dan meminta pada seluruh sivitas akademika untuk memastikan hal tersebut, pun saya mengharapkan komitmen dari mitra yang konkret,” kata Nizam.

Kepala Subbagian Tata Usaha Sekretariat Ditjen Diktiristek sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen Program Dana Padanan, Didi Rustam menjelaskan bahwa program Matching Fund-Kedaireka pada tahun-tahun sebelumnya mendapat antusiasme yang tinggi dari perguruan tinggi.

Dari tahun 2021 hingga tahun 2023, kata Didi, program Matching Fund mengalami peningkatan peminat yang luar biasa. Pada tahun 2021 ada sekitar 1.270 proposal yang masuk, tahun 2022 sebanyak 4.700 proposal, dan tahun 2023 sebanyak 5.600 proposal.

“Tentunya, ini diakibatkan adanya animo Insan Dikti yang sangat tinggi. Dari tahun ke tahun, tahapan pengajuannya pun terus kami perbaiki agar mendapatkan proposal yang lebih berkualitas,” ujar Didi.

Terdapat beberapa pembaruan pada Program Dana Padanan tahun 2024 berdasarkan masukan, studi, dan observasi yang telah dilakukan pada program sebelumnya. Pengusul kini sudah memasukan proposal lengkap sejak awal pengusulan.

“Jika tahun 2023 ada proposal awal, maka pada tahun 2024 tidak ada proposal awal. Sejak awal, pengusul sudah mengajukan proposal lengkap, sehingga sudah akan bisa dievaluasi kelayakan dari inovasi kegiatan dan juga rasionalitas dalam nilai anggaran yang diajukan karena itu semua merupakan bagian dari mekanisme evaluasi,” terang Setyawan selaku Tim Ahli Program Dana Padanan.

Setyawan mengingatkan agar pembaruan ini diperhatikan dengan saksama. Tidak berhenti pada proses pengajuan proposalnya, terdapat rincian lain yang penting untuk diketahui pengusul dan mitra. Tahun ini, Program Dana Padanan bahkan memberikan kesempatan bagi mitra untuk mendeskripsikan permasalahannya.

“Kami ingatkan dalam forum ini, gunakan panduan tahun 2024. Jangan menggunakan tahun-tahun sebelumnya, sehingga Bapak/Ibu harus cermat betul dengan panduan tahun 2024,” tegas Setyawan.

Pengusulan proposal Program Dana Padanan dibuka mulai tanggal 1 hingga 31 Oktober 2023. Perguruan tinggi dan industri dapat mendaftarkan diri dan melihat panduan lengkapnya di www.kedaireka.id.
(YH/DZI/FH/DH/NH/SH/MSF)

Humas Ditjen Diktiristek
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Laman : www.diktiristek.kemdikbud.go.id
FB Fanpage : @ditjen.dikti
Instagram : @ditjen.dikti
Twitter : @ditjendikti
Youtube : Ditjen Diktiristek
E-Magz Google Play : Satu Dikti
Tiktok : Ditjen Dikti

Dukung Inovasi Lanjutan, UNTIDAR Danai 54 PKM Internal

Universitas Tidar memberi pendanaan internal untuk 54 tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) internal tahun 2023. Kegiatan penandatangan kontrak pendanaan ini diikuti oleh seluruh ketua tim PKM di Ruang Multimedia, Rabu (4/10).

Setiap tim PKM skema delapan bidang memperoleh Rp3.000.000. Sementara itu, setiap tim PKM insentif mendapatkan Rp1.000.000.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Parmin, S.Pd., M.Pd. dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mendukung kepada tim-tim PKM yang tahun ini belum lolos pendanaan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa).

Foto : Kemahasiswaan UNTIDAR

“Kalian luar biasa. Ini sebuah prestasi membanggakan. Kompetisi PKM itu menjadi satu kompetisi yang bergengsi tingkat nasional. Apalagi, banyak pula yang mengikuti program PKM Kewirausahaan yang sesuai dengan visi UNTIDAR. Harapannya, kalian mendapatkan pendanaan  pelaksanaan PKM untuk ke depan membawa nama baik mahasiswa, prodi, fakultas, maupun UNTIDAR,” kata Prof. Parmin.

Salah satu ketua tim PKM Gagasan Futuristik Tertulis (PKM-GFT), Angelli Ana menyatakan, bantuan pendanaan ini sangat membantu timnya.

“Tim saya kebetulan belum lolos pendanaan di Belmawa. Pendanaan intensif ini membantu tim saya untuk merealisasikan ide tim saya,” katanya.

Angelli dan tim mengajukan PKM-GFT dengan judul “Analisis Inovasi Biskuit Pakan Kulit Ubi Jalar (Ipomoe batatas L.) sebagai alternatif Feedlot Domba Wonosobo”. Nantinya, artikel penelitian yang sudah dibuat akan diikutsertakan dalam lomba karya tulis ilmiah sesuai subtema.

“Harapannya setelah hasil PKM kita dipublikasikan dapat memberikan manfaat dan inovasi bagi pembaca agar bisa diterapkan,” pungkasnya.

Pendanaan internal ini juga bertujuan memberikan semangat bagi para mahasiswa untuk berkompetisi kembali di PKM tahun depan dan memperoleh hasil yang lebih baik.

Penulis : Isaka

Editor : Humas UNTIDAR

Pelatihan Bahasa Isyarat, Langkah Awal Untidar Wujudkan Layanan Inklusivitas

Sentra Layanan Disabilitas (SLD) sebagai salah satu naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Univeristas Tidar mengadakan kegiatan pelatihan bahasa isyarat bagi mahasiswa relawan, Rabu (4/10/2023) di Ruang 3.4.15 Fakultas Teknik. Pelatihan ini bekerja sama dengan Pusat Layanan Disabilitas Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. mengapresiasi kegiatan ini. “Selamat kepada SLD sebagai salah sentra layanan yang eksis di UNTIDAR. Kegiatan ini adalah bukti bahwa UNTIDAR peduli kepada seluruh anggota masyarakat. Semoga SLD meluas, tidak hanya menjadi sentra layanan namun menjadi pusat studi dan layanan. Kepercayaan masyarakat terhadap Untidar semakin meningkat, oleh karena itu UNTIDAR bertanggung jawab untuk mengembangkan pelayanan bagi masyarakat luas,” tuturnya.

Foto : Haikal UNTIDAR TV

Kegiatan ini mengajarkan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) dasar untuk para mahasiswa relawan. Pada sambutan pembukaan kegiatan, Kepala LPPM Untidar, Dr. Dra. Eny Boedi Orbawati, M.Si. berharap, melalui kegiatan ini para mahasiswa relawan semakin membantu dan dapat memberikan dampak kepada teman-teman disabilitas di UNTIDAR maupun masyarakat di lingkup Kota Magelang dan Kabupaten Magelang.

“Berdasarkan pendataan tim SLD, sekitar 10 mahasiswa Untidar mengalami gangguan pendengaran dan bicara. Penting bagi sesama teman mahasiswa untuk mempelajari dan mengetahui bahasa isyarat agar bisa berkomunikasi yang efektif. Dengan adanya relawan mahasiswa dari setiap fakultas, diharapkan UNTIDAR menjadi lingkungan kampus yang inklusif bagi teman-teman disabilitas” ucap Siti Afidatul Khatijah, S.E., M.Ak., Koordinator SLD LPPM Untidar.

Foto : Haikal UNTIDAR TV

Relawan yang mendaftar dalam program ini sebanyak 50 mahasiswa dari berbagai prodi di UNTIDAR. Narasumber yaitu Fikri Muhandis bersama Fasilitatornya Dwi Sri Lestari. Pelatihan dilaksanakan mulai pukul 09.00 – 14.00 Wib.

Dalam kesempatan ini, para relawan diajarkan BISINDO dasar, seperti huruf alfabet, perkenalan diri, kata sapa, dan warna. Pelatihan ini diharapkan memberikan pemahaman awal untuk memantik ketertarikan para relawan untuk mendalami bahasa isyarat.

Penulis : Tim LPPM

Editor : Isaka

Beasiswa PMDSU, Mencetak Generasi Cerdas Berkarakter untuk Indonesia Maju

Jakarta – Untuk mencetak lulusan doktor muda Indonesia yang unggul dan berdaya saing, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) kembali menyelenggarakan program beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU). Memasuki angkatan ketujuh, pada tahun 2023 sebanyak 300 penerima beasiswa terpilih akan menempuh studi jenjang S-2 dan S-3 di 20 perguruan tinggi penyelenggara di Indonesia, mulai bulan September 2023 sampai dengan Agustus 2027.

PMDSU merupakan program beasiswa bagi sarjana unggul untuk melakukan percepatan pendidikan menjadi lulusan doktor pada usia muda. Sarjana unggul akan dibina menjadi doktor dalam waktu empat tahun dengan suasana akademik yang sehat serta dibimbing oleh promotor yang kompeten, baik berdasarkan rekam jejak penelitian maupun pendidikan. Program ini juga menjadi upaya pemerintah untuk mempercepat jumlah tenaga pendidik dengan kualifikasi S-3 di Indonesia.

Pelaksana tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Nizam menjelaskan bahwa program PMDSU merupakan program istimewa yang menghasilkan anak-anak bertalenta dalam upaya melahirkan negara yang maju dan sejahtera.

“Kita sebagai negara tentu bercita-cita (dan) berkeinginan bahwa nanti masa depan adik-adik sekalian itu akan hadir dan menghadirkan negara yang maju, negara yang adil, makmur, sejahtera bagi seluruh warga bangsanya seperti cita-cita founding fathers kita republik ini didirikan untuk menyejahterakan dan memajukan seluruh masyarakatnya,” ucap Nizam saat acara Pembekalan Program Beasiswa PMDSU ke-VII yang digelar di Hotel Pullman Central Park, Jakarta, pada 19-20 September 2023.

Keistimewaan program PMDSU, disebut Nizam, sebagai program yang menerapkan akselerasi (fast track) S-2 sekaligus S-3, promotor yang luar biasa, jejaring internasional, dan didukung dengan pendanaan riset.

Nizam pun menekankan bahwa riset yang dilakukan oleh peserta terpilih PMDSU nantinya harus senafas dengan kebutuhan bangsa dan mewakilkan harapan masyarakat kecil sebagai bagian dari membangun dan menyiapkan masa depan yang sejahtera.

“Nafas penelitian harus mencerminkan harapan dari para petani, nelayan, kuli pelabuhan, tukang becak, buruh, (dan) nafas itulah yang mewarnai setiap riset adik-adik sekalian,” sambung Nizam.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Sumber Daya Ditjen Diktiristek Mohammad Sofwan Effendi menyampaikan bahwa 300 karyasiswa peserta PMDSU batch VII merupakan hasil dari seleksi ketat yang telah dilakukan oleh para promotor. Jumlah ini naik dua kali lipat dari batch sebelumnya yang hanya berjumlah 150 orang.

“Kita sudah seleksi sangat ketat promotornya dan kalian juga terpilih di antara yang terbaik yang dipilih oleh promotor, tidak hanya cerdas tetapi juga berkarakter karena yang dibutuhkan adalah kontribusi untuk Indonesia setelah lulus dan 300 orang ini akan disebar di seluruh universitas ternama di Indonesia,” ucap Sofwan.

Sofwan juga mengungkapkan sejauh ini setidaknya sudah ada 2.214 publikasi yang diterbitkan oleh peserta PMDSU di jurnal internasional dan 1.598 di antaranya terindeks Scopus.

Sementara itu, Ketua Majelis Wali Amanat Institut Teknologi Sepuluh Nopember Muhammad Nuh yang juga hadir sebagai pembicara utama turut menyinggung soal integritas dan karakter kebangsaaan yang harus dimiliki oleh peserta PMDSU sebagai pembelajar sejati.

“Saya yakin adik-adik sekalian punya jiwa yang sama, jiwa kebangsaan yang luar biasa, tidak lagi relevan mempertentangkan etnik a, etnik b, dan seterusnya, yang penting we are Indonesia termasuk anak-anak PMDSU batch ke-VII, we are Indonesia,” tutur Nuh.

Mantan Menteri Pendidikan Nasional itu juga mengatakan bahwa program PMDSU merupakan bagian dari investasi, sebab negara mengeluarkan biaya di masa sekarang untuk kebermanfaatan di masa yang akan datang.

Axl Laurens Lukas Windah, mahasiswa penerima beasiswa PMDSU batch VII asal Universitas Airlangga mengungkapkan harapannya agar program PMDSU ini ke depannya dapat terus melahirkan calon-calon doktor muda untuk bisa bersaing di tingkat nasional ataupun internasional.

“Harapan saya mungkin untuk PMDSU semakin bisa berkarya, semakin bisa menambah calon-calon doktor muda termasuk saya yang sudah diterima jadi awardee, terima kasih banyak, semakin banyak orang-orang yang terberkati, semakin banyak anak-anak Indonesia yang bisa berkarya baik di dalam maupun luar negeri untuk menuju Indonesia yang maju, Indonesia emas 2045,” ujar Axl.

Senada, Syannia Tasha mahasiswa PMDSU batch VII dari Universitas Indonesia pun mengungkapkan, “Harapannya untuk program PMDSU ini bisa benar-benar menciptakan bibit-bibit unggul buat Indonesia yang nantinya bisa buat Indonesia jadi lebih maju dan bisa berkembang menyalip negara-negara lain.”
(YH/DZI/FH/DH/NH/SH/MSF)

Humas Ditjen Diktiristek
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Laman : www.diktiristek.kemdikbud.go.id
FB Fanpage : @ditjen.dikti
Instagram : @ditjen.dikti
Twitter : @ditjendikti
Youtube : Ditjen Diktiristek
E-Magz Google Play : Satu Dikti
Tiktok : Ditjen Dikti

#

#

#

Persiapkan PIMNAS, UNTIDAR Gelar Simulasi Persiapan Penilaian Kemajuan PKM

Universitas Tidar menggelar Pelatihan Simulasi Persiapan Penilaian Kemajuan Pelaksanaan (PKP2) Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) di Gedung dr.H.R. Suparsono, Jumat (29/9). Kegiatan diikuti oleh mahasiswa tim PKM dan dosen pendamping.

Sebanyak 21 tim PKM dari UNTIDAR mendapat bantuan dana dari Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa), Kemendikbudristekdikti. Tim tersebut terdiri dari 19 tim PKM 8 Bidang (PKM-K, PKM-PM, PKM-KI, PKM-RE, dan PKM-RSH) dan 2 tim (PKM AI).

Foto : Kemahasiswaan UNTIDAR

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Parmin, S.Pd., M.Pd. dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan mahasiswa peserta PKM menghadapi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS).

“Kegiatan ini tujuannya untuk persiapan Pimnas 21 tim dari UNTIDAR. Bagi 8 tim PKM 8 Bidang diarahkan untuk evaluasi laporan kemajuan, simulasi presentasi dan teknik presentasi persiapan PKP2. Sedangkan untuk 2 tim PKM AI mendapatkan masukan terkait poster dan laporan final. Masing-masing tim dikaji dan diberikan masukan langsung dari narasumber yang berkompeten,” tutur Prof. Parmin.

Menurutnya, pendampingan intensif diperlukan agar setiap tim tetap fokus dan maksimal dalam setiap tahapannya sehingga harapannya dapan lolos ke PIMNAS.

Prof. Dr. Ir. Amin Retnoningsih, dosen Universitas Negeri Semarang narasumber dalam kegiatan ini menyampaikan materi terkait kiat-kiat lolos PIMNAS. Ada 2 hal penting yang perlu diperhatikan untuk lolos pimnas yaitu seleksi administrasi dan substansi.

Foto : Kemahasiswaan UNTIDAR

“Ingat, 100% patuh pada pedoman, dibimbing dan didampingi dosen. Perhatikan laporan kemajuan, PPT dan teknik presentasi. Belajar dari pemenang terdahulu,” jelas Prof. Amin Retnoningsih.

Masing-masing tim PKM melakukan simulasi praktik presentasi berguna untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam presentasi, visualisasi presentasi, dan pelaporan kemajuan pelaksanaan PKM. Di akhir acara, presentasi tersebut dievaluasi dan dinilai oleh Prof. Amin Retnoningsih.

Penulis : Isaka

Editor : Humas UNTIDAR

UNTIDAR Job Fair 2023 Buka Peluang Karier untuk Para Jobseeker

Dua puluh perusahaan nasional dan multinasional berpartisipasi dalam UNTIDAR Job Fair 2023 di Gedung Kuliah Umum dr. H. R. Suparsono, Rabu (27/9). Kegiatan ini merupakan kerja sama Unit Pelaksana Akademik Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (UPA PKK) UNTIDAR dengan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNTIDAR.

Wakil Walikota Magelang, K.H. Drs. M. Mansyur, M.Ag., menekankan pentingnya pendidikan sebagai kunci memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil. Tenaga kerja yang terdidik memiliki peran penting dalam menggerakkan sektor industri yang pada gilirannya akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pemerintah Kota Magelang senantiasa memfasilitasj dan berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif dan berpihak pada usaha swasta yang banyak menyerap tenaga kerja. Kami menyadari, sektor industri sangat berperan dalam membangun ekonomi daerah. Pembangunan ekonomi Kota Magelang pun sangat bergantung pada sektor industri. Sektor industri mampu menyerap tenaga kerja dan menciptakan nilai tambah pada setiap komoditi serta menjadikannya salah satu penentu pertumbuhan ekonomi,” ungkap K.H. Drs. M. Mansyur, M.Ag. dalam sambutannya.

Foto : Haikal UNTIDAR TV

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNTIDAR Prof. Parmin, M.Pd. menyampaikan, acara ini adalah bukti nyata keseriusan UNTIDAR untuk mempersiapkan lulusan yang memiliki keunggulan dan daya saing.

“Perguruan tinggi sekarang dituntut tanggung jawabnya. Bagaimana universitas tidak hanya menerima mahasiswa, memproses melalui kegiatan perkuliahan dan lain-lain. Lebih dari itu, kualitas perguruan tinggi juga ditentukan dari karier para lulusannya. Bahkan di kementerian itu sudah jelas, terpantau sistem,” jelas Prof. Parmin, M.Pd.

Foto : Haikal UNTIDAR TV

Ketua panitia UNTIDAR Job Fair 2023 Ikhwan Taufik, S.Pd., M.Eng. dalam laporannya menyebutkan, acara ini membantu calon pencari kerja melalui pameran karier, talkshow karier, hingga walk in interview untuk memfasilitasi pencarian pekerjaan langsung.

“Kami ingin menjembatani para pencari kerja yang sedang membutuhkan pekerjaan agar dapat terhubung dengan perusahaan atau dunia industri yang sedang mencari tenaga kerja. Jadi, akan ada simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan antara pencari kerja dan dunia industri,” jelas Ikhwan Taufik, S.Pd., M.Eng.

Selain stand perusahaan, UNTIDAR Job Fair 2023 juga menyediakan stand Unit Layanan Bimbingan Konseling (ULBK) UNTIDAR. Stand ini diperuntukkan bagi para pengunjung yang ingin berkonsultasi terkait karier dengan para konselor profesional.

Penulis : Isaka

Editor : Humas UNTIDAR

Perkuat Kerja Sama, Unnes dan UNTIDAR Tanda Tangani Nota Kesepahaman

Universitas Tidar (UNTIDAR) dan Universitas Negeri Semarang (Unnes) melaksanakan Penandatangan Nota Kesepahaman. Acara berlangsung di Ruang Vicon Gedung H Lantai 4 Universitas Negeri Semarang pada Selasa, 27 September 2023.

Penandatangan dilakukan oleh Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., dan Rektor Unnes Prof. Dr. S Martono, M.Si., dengan didampingi oleh para Wakil Rektor dari kedua belah pihak. Beberapa pejabat UNTIDAR turut hadir, diantaranya Kepala Biro Umum dan Keuangan, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran, Sub Koordinator Perencanaan dan Penganggaran serta Ketua Tim Kerja Sama.

Acara Penandatangan Nota Kesepahaman juga dihadiri para pejabat Universitas Negeri Semarang, diantaranya Direktur Sistem Informasi dan Humas, Direktur Perencanaan dan Keuangan, Direktur Umum dan Sumber Daya Manusia, Direktur Akademik, Kemahasiswaan dan Konservasi, serta perwakilan Kasubdit, Kasie dan staf Unnes.

Foto : Dok. Unnes

“Sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang sudah berstatus Badan Hukum (PTNBH), Unnes mendapatkan tugas untuk mendampingi PTN Satuan Kerja (Satker). Unnes memilih UNTIDAR karena faktor kedekatan,” jelas Rektor Unnes, Prof. Martono. Ia menambahkan bahwa di tahun 2024, proposal pendampingan akan diajukan ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

“Yang pasti kerja sama antara UNTIDAR dan Unnes tidak hanya sebatas kerjasama antar SDM, tapi membuka kemungkinan untuk sharing sarana. Semua dioptimalkan untuk kepentingan Unnes, UNTIDAR dan pendidikan,” imbuhnya.

Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. menyampaikan apresiasinya atas kedekatan antara Unnes dan UNTIDAR. “Kerja Sama terdekat tentunya pendampingan revitalisasi UNTIDAR untuk bertransformasi menjadi Badan Layanan Umum, targetnya di akhir 2023.

“Adapun pendampingan akan dilakukan mulai 2024. Tak hanya itu, Unnes juga akan menjadi pendamping terkait branding UNTIDAR, pendamping dalam pembukaan prodi Olahraga, dan pendamping dalam pengembangan sistem di UPT TIK UNTIDAR,” ujar Prof. Sugiyarto saat ditemui, Rabu (27/09).

Foto : Dok. Unnes

“Sesuai slogan Unnes sebagai universitas konservasi, kami juga mengharapkan adanya kerja sama antara Unnes dan UNTIDAR dalam pengembangan bidang kebudayaan, terutama budaya Jawa, mengingat posisi Candi Borobudur yang merupakan salah satu keajaiban dunia berada di wilayah Jawa Tengah.

Acara Penandatangan Nota Kesepahaman antara UNTIDAR dan Unnes diakhiri dengan foto bersama dan saling tukar cinderamata.

Penulis : Tri Endah Kusumaningrum

UKM Pelita UNTIDAR Kenalkan Budidaya Maggot di Desa Kenalan Borobudur

Unit Kegiatan Mahasiswa Penalaran Ilmiah dan Kreativitas Mahasiswa (UKM Pelita) Universitas Tidar menyelenggarakan kegiatan pengabdian di Desa Kenalan, Borobudur, Kabupaten Magelang dengan menggelar sosialisasi Budidaya Maggot.

“Kami ingin mengajak warga Desa Kenalan bisa mengelola sampah organik untuk dimanfaatkan dalam program budidaya maggot, sampah bisa dikelola dan warga bisa panen maggot untuk pakan ternak,” jelas Verjunnea Ali Choiriyan, Ketua Panitia Pelita Mengabdi, Selasa (26/9).

Kegiatan Pelita Mengabdi bertema “Peran mahasiswa dalam memanfaatkan limbah organik di Desa Kenalan melalui Budidaya Maggot ” diselenggarakan pada tanggal 23 September 2023 di Aula Balai Desa Kenalan.

“Kegiatan ini dihadiri 35 warga yang merupakan pengurus bank sampah, pemilik usaha slondok, serta warga yang memiliki hewan peliharaan ternak dan unggas,” tambahnya.

Tri Puji Rahayu, S.Pt., M.P., Pembina UKM Pelita sekaligus Dosen Prodi Peternakan Fakultas Pertanian, UNTIDAR memberikan materi pemanfaatan sampah organik untuk budidaya maggot.

“Budidaya maggot sebenarnya tidak sulit namun butuh ketelatenan dan konsisten untuk menjalankannya. Siklusnya berputar dari telur menetas menjadi baby maggot/larva, kemudian maggot dewasa, pre pupa, pupa, dan lalat BSF (Black Soldier Fly). Sumber pakan bisa menggunakan sampah organik dapur, kotoran hewan/ayam yang mudah di dapat di sekitar Desa Kenalan,” papar Tri Puji.

Foto : Dok UKM Pelita

Maggot merupakan pakan ternak dengan protein tinggi yang baik digunakan untuk ternak unggas. Hasil maggot bisa dimanfaatkan warga yang juga berprofesi sebagai peternak untuk mengurangi biaya pakan ternak atau bisa juga dijual ke peternak unggas diluar desa.

Selain budidaya maggot, Syaiful Khusnul dari UKM Pelita mengajak diskusi warga terkait pengelolaan sampah yang selama ini diterapkan di Desa Kenalan.

Warga diajak mulai mengenal jenis-jenis sampah, cara untuk mengatasinya, dan mengevaluasi/menyimpulkan apakah cara yang selama ini dilakukan cukup efektif untuk mengatasi sampah. Warga juga diberi penjelasan mengenai sampah, jenis, cara efektif mengatasi, serta gambaran perbandingan sampah dan pengelolaannya antara di Indonesia vs di luar (di Singapura).

Kepala Desa Kenalan, Agus Waluyo berharap sosialisasi ini dapat mengajak warganya lebih bijak dalam mengelola sampah.

“Mari mulai mengelola sampah baik yang organik dengan budidaya maggot salah satunya dan mulai mengelola sampah anorganik menjadi berbagai macam kerajinan,” tuturnya.

Agus juga menghimbau bahwa pengelolaan sampah ini tidak bisa dikerjakan hanya per individu saja namun setiap warga harus berkerja bersama-sama. Jika sampah bisa dikelola tentunya lingkungan menjadi bersih, nyaman dan sehat.

Foto : Dok UKM Pelita

Kegiatan Pelita Mengabdi merupakan Pelita Mengabdi ini merupakan proker tahunan dari Divisi Hibah, UKM dimana bertujuan memberikan kesempatan mahasiswa untuk terjun langsung membantu dan meningkatkan keswadayaan masyarakat serta memberikan wawasan yang luas kepada masyarakat awam. Untuk agenda kali ini, Pelita Mengabdi mengambil tema mengatasi masalah pencemaran sampah dengan implementasi budidaya maggot di Desa Kenalan.

Penulis : UKM Pelita UNTIDAR

Editor : Humas UNTIDAR

Modul Nusantara Kenalkan Mahasiswa PMM Tentang Budaya di Sekitar UNTIDAR

Setelah berkunjung ke Candi Borobudur dan sekitarnya, 31 peserta Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) di Universitas Tidar melanjutkan kunjungan budaya ke Candi Prambanan, Pasar Beringharjo dan Maliboro, Daerah Istimewa Yogyakarta pada 23 September 2023.

“Salah satu mata kuliah yang harus ditempuh mahasiswa PMM adalah Modul Nusantara (MN). Mahasiswa diajak berkunjung ke berbagai situs budaya di sekitar perguruan tinggi untuk memahami kebhinekaan, inspirasi, refleksi, dan kontribusi sosial,” jelas Ayunda Putri Nilasari, S.Pd., M.Si, Dosen MN PMM UNTIDAR saat ditemui, Senin (25/9).

Tidak hanya mengunjungi situs budaya, mahasiswa juga mencoba kuliner khas, berinteraksi dengan masyarakat sekitar dan juga berdiskusi mengenai pengalaman budaya yang mereka dapatkan.

“Outputnya mahasiswa mengetahui terkait tentang budaya selain itu juga kebhinekaan baik agama, sejarah serta kuliner yang ada di Magelang dan sekitarnya,” tambahnya.

Sinta Ria, mahasiswa asal Universitas Jambi menikmati agenda Modul Nusantara dari UNTIDAR tiap minggunya.

“Pengalaman berkunjung ke Candi Prambanan sangat seru. Berbeda dengan Candi Borobudur kemarin, kunjungan kali ini kita bisa menjelajah sampai ke dalam candi dan melihat detail ukiran dan patung yang ada,” ujarnya.

Senada dengan Sinta, Serli Adra asal Universitas Sembilanbelas November Kolaka, Sulawesi Tenggara mendapatkan jawaban atas mitos Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso yang selama ini berkembang mengenai Candi Prambanan.

Foto : Haikal UNTIDAR TV

Tour guide menjelaskan yaitu candi ini dibuat pada zaman Mataram kuno. Dibangun berpuluh-puluh tahun dan melibatkan banyak pekerja. Hasilnya terciptalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia ini,” tambahnya.

Perjalanan PMM UNTIDAR berlanjut ke area Pasar Beringharjo dan Malioboro. Disinilah peserta melihat dan berinteraksi langsung dengan para pedagang dan masyarakat sekitar. Mencicipi aneka kuliner dan berbelanja merchandise khas Yogyakarta.

Kunjungan selanjutnya diagendakan kembali ke wilayah Borobudur, yaitu di Kampung Dolanan, melihat pembuatan batik dan gerabah. Selain berkunjung peserta PMM UNTIDAR juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi mengenai pengalaman yang telah mereka dapatkan.

Foto : Tim PMM UNTIDAR

Pada akhir kegiatan peserta PMM diharuskan membuat modul yang berisi hasil pengamatan dan evaluasi kegiatan yang selama ini dilakukan pada mata kuliah modul nusantara.

 

Penulis :

  1. Uut Sihombing, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal
  2. Sari Octavia Sagala, Universitas Negeri Medan

Editor :

Haikal dan Humas UNTIDAR

Rangkul 200+ Mitra DUDI, Kemendikbudristek Gelar Penandatanganan Kerja Sama Program MSIB

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui tim pelaksana Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) berencana menggelar kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan mengundang 200 lebih mitra Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) pada Rabu (20/9).

Kegiatan yang akan digelar di Auditorium Gedung D Kemendikbudristek ini sendiri merupakan salah satu rangkaian dari pelaksanaan Program MSIB yang saat ini memasuki angkatan yang kelima. Sebanyak 200 lebih mitra yang akan diundang juga merupakan perusahaan atau instansi yang telah terpilih untuk menjadi tempat bagi 34.000 lebih mahasiswa yang akan mengikuti program magang maupun studi independen.

Sejak diluncurkan pada tahun 2021, Program MSIB yang merupakan bagian dari kerangka kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) telah menjadi salah satu wadah pembelajaran bagi mahasiswa untuk memenuhi hak belajar 3 semester di luar program studi sesuai dengan Permendikbud No. 3 Tahun 2020.

Melalui program ini, mahasiswa akan berkesempatan merasakan secara langsung pengalaman bekerja atau mengikuti kursus sertifikasi di berbagai perusahaan ternama di level nasional maupun global selama satu semester.

Tercatat, hingga pelaksanaan angkatan yang kelima, sudah ada lebih dari 70.000 mahasiswa dari perguruan tinggi akademik maupun vokasi yang telah bergabung.

Menyambut pelaksanaan kegiatan Penandatanganan PKS, Kepala Program MSIB, Wachyu Hari Haji, menyampaikan apresiasinya kepada para mitra DUDI di seluruh Indonesia atas antusiasme yang tinggi terhadap pelaksanaan Program MSIB, khususnya untuk angkatan yang kelima.

“Animo yang tinggi dari para mitra saya rasa menjadi bukti bahwa sektor DUDI memiliki semangat yang sama dengan Kemendikbudristek dalam membangun SDM unggul melalui pendidikan tinggi,” ujar Wachyu.

Wachyu berharap semangat dari para mitra ini juga kemudian bisa diimplementasikan melalui komitmen yang nantinya akan tertuang dalam perjanjian kerja sama. Selama pelaksanaan angkatan kelima, ia juga mengajak para mitra untuk bersama-sama mengawal pembelajaran mahasiswa dan memberikan pengalaman terbaik untuk mendorong peningkatan kompetensi mereka. Informasi lebih lanjut mengenai Program MSIB bisa diakses melalui: https://kampusmerdeka.kemdikbud.go.id/program/magang

Humas Ditjen Diktiristek
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Laman : www.diktiristek.kemdikbud.go.id
FB Fanpage : @ditjen.dikti
Instagram : @ditjen.dikti
Twitter : @ditjendikti
Youtube : Ditjen Diktiristek
E-Magz Google Play : Satu Dikti
Tiktok : Ditjen Dikti

#

#

#

 

Unit Penunjang Akademik (UPA) Teknologi Informasi dan Komunikasi 2024 - Universitas Tidar