LAUNCHING PRODI ILMU KOMUNIKASI UNTIDAR

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tidar menggelar acara launcing Program Studi Ilmu Komunikasi dan Seminar “Generasi Digital, Kreatif dan Inovatif”, Kamis (05/10). Acara ini diselenggarakan di Auditorium UNTIDAR dihadiri jajaran pimpinan universitas, perwakilan Gubernur AKMIL, Pemkot Magelang, Kepala Sekolah SMA dan SMK se-Kota Magelang serta beberapa divisi humas intansi di wilayah Kota Magelang.

“Sebagai prodi baru, dosen dan mahasiswa tidak perlu berkecil hati namun harus optimis agar dikemudian hari menghasilkan lulusan yang berprestasi dan mendapatkan akreditasi yang baik pula,” kata Dekan FISIP, Dr. Samodra Wibawa, M.Sc.

Akreditasi program studi merupakan hal yang dipertimbangkan ketika mahasiswa nanti telah lulus dan mencari pekerjaan. “Harapannya dalam kurun waktu 2 tahun ini, Prodi Ilmu Komunikasi mampu mendapatkan akreditasi A atau minimal mendapatkan akreditasi B ‘gemuk’,” tambahnya.

Pada tahun pertama pembukaan ini, total dosen Prodi Ilmu Komunikasi  adalah 6 dosen dan peserta didik sebanyak 42 mahasiswa. Walaupun baru di-launching namun kegiatan perkuliahan telah dimulai 4 September 2017 lalu.

Dalam kesempatan ini, Daru Wibowo, Ketua Perhimpunan Humas Indonesia (Perhumas) Yogyakarta salah satu narasumber seminar, menekankan bahwa komunikasi adalah ‘kunci’ keberhasilan dalam berbagai bidang.

“Di era digital seperti sekarang ini, ketika beberapa produk memiliki kualitas yang sama maka yang menjadi penentu laku atau tidaknya produk tersebut ditentukan dari cara mengkomunikasikannya kepada konsumen,” kata Daru.

Konsumen tidak lagi hanya melihat kualitas produk tetapi juga image dari produk tersebut. Perilaku konsumsi media digital yang meningkat setiap harinya harusnya mampu dimanfaatkan untuk menaikkan image produk yang nantinya berbanding lurus dengan penjualannya.

Selain Daru, CEO www.goodnewsfromindonesia.com, Wahyu Aji juga turut berbagi seputar jurnalisme digital. “Bangunlah ide-ide kreatif dan positif dalam menciptakan suatu berita agar terhindar dari Hoax,” kata Daru.

Ditengah menjamurnya generasi “sharing” yang dengan mudahnya menyebarkan berita/konten yang menurut mereka menarik tanpa mengkonfirmasi atau menelaah kembali isi konten tersebut rentan terhadap penyebaran berita hoax. “Berita keren itu adalah berita baik, berita benar atau berita bukan hoax. Jangan asal share tapi cek dlu,” tambahnya.

Menurut Wahyu Aji, informasi positif, konten yang bagus serta penyebaran berita/sharing merupakan poin penting dalam jurnalisme digital. Kemudahan sharing merupakan keuntungan penyebaran berita namun sekaligus ancaman dalam mudahnya penyebaran hoax. (DN)

PKMT 2017 : SIPEDI GEOGEMPAR, SOLUSI PENGERINGAN PADI HEMAT WAKTU & TENAGA

Pasca panen sebagian besar para petani dari Kelompok Tani Dumpoh, Kelurahan Potrobangsan langsung menjual padi dalam keadaan basah. Kondisi ini menyebabkan penghasilan yang diperoleh tidak maksimal. Cuaca yang kurang menentu dan tenaga yang terbatas memaksa para petani melepas hasil panen padi dlam keadaan basah dengan kisaran harga Rp 4000/kg.

Kondisi ini menginspirasi Suranto Heri Prasetyo, Agus Musafa, Rizal Martovani Vauzi, Miftahul Rhama Yudha mahasiswa Fakultas Teknik, Universitas Tidar menciptakan Mesin Pengering Padi Berbasis Elektrik Otomasi dengan Metode Momen Putar (SIPEDI GEOGEMPAR).

 

SIPEDI GEOGEMPAR merupakan alat pengering padi berdimensi panjang 160 cm, lebar 80 cm dan tinggi 130 cm yang memanfaatkan energi listrik dan kompor sebagai sumber pemanasan. Mesin tersebut juga dilengkapi beberapa komponen yang dapat memberikan berbagai kemudahan pekerjaan, antara lain: pengendalian suhu pengeringan secara otomatis melalui perangkat thermocontrol, pemerataan pengeringan secara kontinu dan otomatis melalui blower dan sistem mekanik serta drum silinder padi sebagai tempat pengeringan padi dengan kapasitas 100 kg.

“Pengeringan padi dengan alat ini mampu meningkatkan penghasilan para petani. Harga padi kering yang dihasilkan bisa dijual seharga Rp 8000/kg, walaupun ada pengurangan berat pada saat proses penggilingan, penghasilan para petani tetap meningkat 35%,” kata Heri.

Proses pengeringan metode konvensional memerlukan waktu 5 hari untuk 10 ton padi sedangkan menggunakan SIPEDI GEOGEMPAR padi 10 ton bisa dikeringkan dalam waktu 1 hari. Penggunaan motor listrik dengan daya rendah, ukuran alat yang tidak terlalu besar, adanya gir pemutar dan pengatur suhu menjadi keunggulan alat ini.

 

“Pengeringan bisa dilakukan sewaktu-waktu. Hasil pengeringannya pun memiliki kualitas yang lebih baik. Kadar air terkontrol dengan baik yaitu 14-15% dengan warna kulit padi yang lebih cerah. Kondisi ini meminimalisir adanya padi yang busuk saat penyimpanan setelah dikeringkan,” tambah Heri.

Mesin Pengering Padi Berbasis Elektrik Otomasi dengan Metode Momen Putar (SIPEDI GEOGEMPAR) merupakan Program Kreatifitas Mahasiswa Teknologi (PKMT) UNTIDAR yang lolos didanai Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) tahun 2017. (DN/HDN)

BUPATI TABANAN BALI HIMBAU MAHASISWA FISIP UNTIDAR TAAT HUKUM

FISIP adakan kuliah umum dengan tema Membangun, Melayani dan Menjaga Kerukunan Masyarakat Kabupaten Tabanan. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (13/09) di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Untidar.

Mengundang Bupati Tabanan dari Bali Ni Putu Eka Wiryastuti, menjelaskan rukunnya masyarakat Kabupaten Tabanan sesuai dengan ajaran Bung Karno yaitu untuk dapat maju kuncinya adalah pancasila yaitu persatuan.

Untuk bisa mencapai kerukunan antar sesama dapat dimulai dari diri kita sendiri dahulu. “Menjalankan hidup dengan benar, taat akan hukum maupun administrasi maka pasti hasilnya baik dan menghasilkan langgeng”, jelasnya.

Ia juga menambahkan dalam menjalankan sesuatu yang benar jangan sampai kita acuh dengan apa yang sudah ada saat ini termasuk aturan karena dengan membenarkan posisi dan kebijakan kita barulah dapat mengambil keputusan. “Jangan tutup mata akan aturan yang sudah ada, perlu dilakukan secara terus menerus maka akan langgeng dan tidak akan ada yang menyalahkan”,tambahnya.

Terinspirasi dengan pernyataan bung karno bawa melawan bangsa sendiri itu sulit. Dalam hubungannya dengan kuliah umum tersebut beliau menyampaikan bahwasanya semua agama itu tidak ada yang salah, berjalan dengan caranya sendiri-sendiri karena menurutnya perbedaan itu indah. “Perbedaan itu indah dan hendaknya perlu kita syukuri”, katanya.

Bupati dengan 17 rekor muri itu banyak memberikan motivasi bagi mahasiswa dan dosen yang hadir dalam kuliah umum yang bertempat di Fakultas Ilmu Sosial dan Potilik lalu. Banyak cerita dalam berbagai program yang telah beliau lakukan untuk membantu masyarakat Kabupaten Tabanan diantaranya diadakan sunatan massal, adanya panti sosial Werdha Shanti bagi para veteran yang sudah renta dan tidak memiliki keluarga lagi, juga adanya mobil sehat yang memberikan pelayanan pemeriksaan IVA dan kanker serviks bagi kaum perempuan masyarakat tabanan serta masih banyak program lainnya. (HDN)

3 HARI “JUPE” DI UNTIDAR

Perpustakaan Untidar mengadakan acara jumpa pemustaka (jupe) yang berlangsung selama 3 hari sejak tanggal  5 hingga 7 september 2017 lalu. Acara itu merupakan Pekan Promosi  Perpustakaan Untidar 2017 dengan mengusung tema “more than just library” . “Acara ini diselenggarakan dalam rangka mengenalkan lebih dekat antara perpustakaan dengan sivitas akademika Untidar”, kata Kepala UPT Perpustakaan Dr. A. Sri Haryati, M.Pd.

Sebelumnya telah berlangsung lomba pre-event diantaranya membuat video kampanye, menulis esai perpustakaan untidar ideal dan cipta lagu jingle perpustakaan untidar. Pembuatan karya lomba tersebut selayaknya harus melakukan penjajakan keperpustakaan untidar terlebih dahulu. “Kedatangan para peserta sekaligus menarik pengunjung perpustakaan agar lebih banyak dan mengenal guna perpustakaan lebih baik”, tambahnya.

Pada acara puncak, tampil  mahasiswa Pecinta alam  yang tergabung dalam UKM Mapala Untidar dengan aksi vertical rescue juga mahasiswa dari UKM UKAI dengan kesenian rebananya, lomba tari dan lomba stand up comedy. Disamping penampilan pada panggung acara,ada pula stand yang berisi pameran hasil maupun pengenalan ukm untidar bagi para pengunjung.

Dalam kesempatan promosi ini perpustakaan Untidar mendatangkan Unit Damkar kabupaten Magelang (Pemadam kebakaran) guna memberikan pelatihan memadamkan kebakaran tabung gas tanpa panik. “Tidak lupa juga kami ucapkan banyak terimakasih kepada Pemadam Kebakaran Kabupaten Magelang, yang bersedia menerima undangan kami, untuk memberikan edukasi (pembelajaran) menanggulangi kebakaran api, kebakaran gas dan kebakaran rumah tangga” , tambahnya. Kegiatan ini dilakukan dengan dasar memberikan pengetahuan seluas-luasnya pada banyak orang sesuai dengan tujuan perpustakaan.

Adapun pengumuman pemenang lomba dan video kegiatan lomba dapat dilihat pada website perpustakaan untidar lib.untidar.ac.id.

PKMK 2017 : BIBIT MANGGIS KAKI GANDA, 2 TAHUN LANGSUNG BERBUAH.

PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) dengan judul  Untung Ganda dengan Bibit Manggis Kaki Ganda berlatar belakang adanya pencarian bibit manggis yang meningkat. Ardika dan timnya memiliki tujuan untuk mendukung hal itu dengan pembuatan bibit manggis yang pertumbuhannya lebih cepat dibandingkan bibit manggis biasa.”Menumbuhkan bibit manggis dari biji umumnya membutuhkan waktu paling tidak 5 hingga 10 tahun baru menghasilkan buah sedangkan bibit hasil sambung pucuk dengan batang bawah berumur 2 tahun sudah bisa berbuah 1 tahun sejak disambung” katanya.

Bibit manggis kaki ganda dibuat menggunakan cara sambung pucuk dengan menggabungkan dua batang bibit manggis untuk menunjang serapan nutrisi dua kali lebih banyak dan pertumbuhannya cepat.  Penggabungan bibit manggis yang digunakan adalah bibit manggis unggul dalam berbuah dengan bibit manggis yang baik dalam beradaptasi dengan tanah dan tahan terhadap penyakit akar.

Bibit manggis unggul yang menghasilkan buah baik dari segi kuantitas maupun kualitas menjadi batang atas,  juga bibit manggis yang mampu beradaptasi dengan berbagai jenis tanah dan penyakit akar menjadi batang bawah. “Batang tanaman manggis yang cenderung berbentuk pipih saat disambung antara batang atas dan batang bawah harus sebidang karenanya dibutuhkan keterampilan”, jelasnya.

Memilih media bibit manggis sebagai media sambung pucuk dikarenakan tingkat kesulitannya tinggi dibandingkan tanaman lainnya. Sebelumnya Ardika dan kawan-kawan telah mencoba pada tanaman durian, kelengkeng, duku maupun sawo.

PKM ini beranggotakan 3 orang yaitu Ardika Ageng Samudra selaku ketua dan dua anggota lainnya yaitu Fisiela Fikta Arunia dan Sri Windiyani. Saat ini bibit sudah dipasarkan di daerah Sumberan, Salaman.

Ardika menambahkan dari hasil perhitungan keuntungan yang didapat mencapai 50% dari harga jualnya. “Bibit biasa itu seharga Rp 5.000,00 saja dan sekarang kami buat agar nilai jual bertambah dengan sambung pucuk bibit manggis sebagai daya tarik tersendiri”, katanya.

PKM ini termasuk dari 12 pkm yang berangkat dalam monev eksternal yang berlangsung di UNNES Semarang bulan lalu. Dalam kesempatanya dalam presentasi PKM ini menarik perhatian kedua pemonev hingga akhirnya 3 bibit yang dibawa sebagai wujud produk dibeli dua bibit oleh pemonev. (HDN/DN)

PENGUMUMAN CPNS UNTIDAR TAHUN 2017

Berdasarkan Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 3691/A.A2/KP/2017 tanggal 4 September 2017, Universitas Tidar akan menerima Calon Pegawai Negeri (CPNS) Dosen dari pelamar umum sejumlah 7 (tujuh) formasi dengan rincian sebagai berikut.

Klik Selengkapnya :

  1. LINK PENGUMUMAN
  2. LINK FORMAT SURAT LAMARAN

SUMINTO : SASTRA & BUDAYA PENTING DALAM PENGEMBANGAN BIPA

Guru Besar Budaya dan Sastra Universitas Negeri Yogyakarta sekaligus Penasehat Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI), Prof. Dr. Suminto A. Sayuti, M.Pd. memaparkan pentingnya sastra dan budaya dalam pengembangan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), Sabtu (09/09) di auditorium Universitas Tidar.

“Fokus perhatian bukan pada pengembangan materi ajar sastra dan budaya yang siap pakai di dalam kelas pembelajaran tetapi diposisikan sebagai materi dalam konteks pembelajaran (perolehan) bahasa secara umum,” tuturnya.

BIPA adalah program pembelajaran keterampilan berbahasa Indonesia (berbicara, menulis, membaca, dan mendengarkan) bagi penutur asing. Penyuntikan sastra dan budaya dalam program ini diharapkan membantu para pelajar asing secara realistik memahami teks-teks sastra Indonesia dalam kelas pembelajaran. “Sepotong fragmen novel atau cerpen bisa saja mampu menghanyutkan pelajar asing yang membacanya dibandingkan dengan ‘cerita semu’ yang didapatkan dalam buku-buku kursus BIPA,” tambahnya.

Selain Prof. Suminto pada acara Seminar Nasional Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajarannya (KABASTRA) ini Kepala Balai Bahasa Jawa Tengah, Dr. Tirto Suwondo, M.Hum. dan dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNTIDAR, Dr. Yulia Esti Katrini, M.S. turut memaparkan materi mengenai pengembangan BIPA serta pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia mempermudah pendidikan karakter anak bangsa pada sesi diskusi panel.

“Tahun ke-2 pelaksanaan KABASTRA ini diharapkan dapat menjadi ajang sharing bagi dosen, pemerhati bahasa serta guru mengenai perkembangan bahasa dan segala permasalahnya kemudian mencari solusi bersama,” kata Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Bahasa UNTIDAR, Dr. Farikah, M.Pd.

Beliau menuturkan peserta sidang paralel pada KABASTRA II sejumlah 44 makalah yang berasal dari dosen dan mahasiswa perguruan tinggi, pemerhati bahasa serta guru bahasa. “Peserta terjauh dari Universitas Khairun Ternate dan Universitas Mulawarman Kalimantan serta kita mendapat kesempatan untuk menghadirkan Dr. Gde Artawan, M.Pd., dosen sekaligus sastrawan dari Universitas Pendidikan Ganesha, Bali,” tambahnya. Dalam kesempatan ini, Dr. Gde Artawan membacakan serta membagikan Buku Puisi bertajuk “Hatimu Sebatang Pohon” kepada Rektor, Kepala UPT Perpustakaan dan Kepala UPT Bahasa UNTIDAR. (DN)

MOTIVASI BIDIKMISI : SUKSES ITU TIDAK TERGANTUNG PADA BIAYA!

Universitas Tidar menyelenggarakan acara Sosialisasi Penerima Bantuan Biaya Pendidikan Bidikmisi tahun 2017, Jumat (09/08). Acara ini bertujuan memberikan sosialisasi mengenai bantuan Bidikmisi, pemberian motivasi serta arahan Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) kepada 300 mahasiswa yang menerima bantuan Bidikmisi tahun akademik 2017/2018.

“Mari selalu bersemangat dalam berprestasi. Lulus tepat waktu, bahkan kalalu memungkinkan 3,5 tahun saja dengan IPK diatas 3.5 lalu lanjut program akselerasi ke S2 dan S3,” kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Bambang Kuncoro, M.Si.

Beliau mendukung mahasiswa Bidikmisi yang mau melanjutkan pendidikan hingga S3 dengan program akselerasi dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Mahasiswa Program Bidikmisi program Sarjana (S1) mendapatkan uang saku Rp 650 ribu tiap bulannya. Jika bisa melanjutkan hingga S2 maka uang saku yang diterima Rp 3.750.000 dan program S3 sebesar Rp 4.500.000 per bulannya. “Tidak perlu khawatir soal biaya lagi untuk mendapatkan pendidikan terbaik, pemerintah telah memberikan solusi lewat program Bidikmisi atau program beasiswa lainnya,” tambahnya.

Dalam kesempatan ini, Fuzna Marzuqoh, S.H., CH, CMNLP turut memberikan motivasi untuk pantang menyerah dalam menggapai impian atau cita-cita. Motivator sekaligus program director CPP Radionet ini menekankan kesuksesan seseorang tidak bergantung pada biaya. “ Sukses itu bukan masalah berapa banyak biaya yang dibutuhkan tetapi seberapa besar tekad, kesuksesan, ridho orang tua dan Tuhan dalam proses menuju tujuan akhir,” tuturnya.

Sukses itu diawali dengan bagaimana kita mengemas diri sendiri sehingga memiliki “daya jual”. “Sell your self! Bagaimana diri anda menjalin hubungan dengan orang lain, bagaimana anda memanfaatkan kekuatan diri (pikiran) dalam mencapai tujuan dan bagaimana anda menjangkau cita-cita anda. Buatlah diri anda diterima, disukai dan dipercaya orang lain, maka sukses pasti dapat diraih,” kata Ibu dua orang anak ini.

Kepala Bagian Akademik, Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan dan Kerjasama (BAKPK), David Budhi Hartono, S.E. menjamin mahasiswa penerima Bidikmisi UNTIDAR jauh lebih dipermudah oleh pihak kampus perihal rekening penerimaaan bantuan. “MoU UNTIDAR dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) mempermudah sistematis pembuatan rekening bagi para mahasiswa Bidikmisi. Jika di kampus lain masing-masing mahasiswa harus membuat rekening secara mandiri, disini semua sudah diuruskan secara masal tinggal besok pengaktifan rekening dan mahasiswa bisa menerima dana Bidikmisinya,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Baruna Kusuma, SPI., MP., dosen baru Fakultas Pertanian tutur berbagi pengalamannya dalam Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM). Dosen asal Malang, jawa Timur ini memberikan gambaran umum bagaimana menggali ide kreatif untuk pembuatan PKM serta cara penyusunan PKM berdasarkan jenis-jenisnya. Mahasiswa Bidikmisi Universitas Tidar (Himadiktar) juga berkesempatan unjuk kebolehan dengan menampilkan pertunjukan Tari Nusantara serta penampilan band. (DN/HDN)

DAFTAR PANEL SEMINAR NASIONAL KABASTRA II

Kami informasikan kepada seluruh calon pemakalah Seminar Nasional KABASTRA II bahwa daftar panel Seminar KABASTRA II dapat diunduh pada tautan di bawah ini. Terimakasih

DAFTAR PANEL KABASTRA

Ttd Panitia Seminar Nasional KABASTRA II