6 DOSEN UNTIDAR TERIMA PENGHARGAAN SATYALANCANA KARYA SATYA

Pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72, Kamis (17/08) di halaman parkir Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tidar, 8 dosen menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya. Penghargaan ini diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dalam melaksanakan tugasnya telah menunjukan kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran serta telah bekerja terus menerus sekurang-kurangnya 10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun.

Penghargaan ini berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 73/TK/Tahun 2017 tentang Penganugrahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya yang dikeluarkan secara resmi pada 8 Agustus 2017 oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Penghargaan diberikan langsung oleh Rektor kepada 6 dosen UNTIDAR yaitu Dr. Yulia Esti Katrini MS. (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia/FKIP); Prof. Sukarno M.Si. (Pendidikan Bahasa Inggris/FKIP); Dr. A. Sri Haryati, M.Pd. (Pendidikan Bahasa Inggris/FKIP); Drs. Antonius Yuwono, M.Pd. (Pendidikan Bahasa Inggris/FKIP) dan Dra. Rusmijati, M.Si (Ekonomi Pembangunan/Fakultas Ekonomi) untuk kategori Satyalancana Karya Satya XXX atau penghargaan untuk masa kerja diatas 30 tahun. Sedangkan Dr. Ir. Sapto Nisworo, M.T. (Teknik Elektro/Fakultas Teknik) mendapatkan penghargaan Satyalancana Karya Satya XX atau penghargaan untuk masa kerja diatas 20 tahun.

Rektor UNTIDAR mengapresiasi penghargaan dari Presiden RI ini sebagai “stimulus” penyemangat kerja bagi yang mendapatkan penghargaan dan juga bagi pegawai lain sehingga lebih bersemangat. “Penghargaan ini diharapkan dapat memacu semangat bekerja. Walaupun sudah lama mengabdi semangat terus berprestasi jangan kendor,” kata Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd.

Prof. Sukarno, M.Pd., Dekan sekaligus Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang diterimanya. “Bersyukur dan bangga telah mampu mengabdi kpd negara dan bangsa selama 32 tahun dengan tetap setia kepada pancasila, khususnya dalam ikut mencerdaskan generasi muda bangsa,” tuturnya.

Peringatan upacara HUT Kemerdekaan RI ke-72 dengan tema “Kerja Bersama” di kampus UNTIDAR berjalan dengan lancar. Resimen Mahasiswa (Menwa) UNTIDAR berkesempatan menjadi petugas upacara. Dibantu tim Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Grandio Sonora Tidar, upacara yang melibatkan dosen dan tenaga kependidikan serta 1590 mahasiswa baru Tahun Akademik 2017/2018 berjalan dengan tertib. (DN/HDN)

BENDERA MERAH PUTIH RAKSASA, SAMBUT 1590 MAHASISWA BARU UNTIDAR

Pengibaran bendera merah putih dengan panjang 12 meter dan lebar 9 meter sukses menyemarakkan acara serah terima mahasiswa baru Universitas Tidar, Kamis (17/08). Bendera raksasa ini dikibarkan oleh 3 Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Sulfur UNTIDAR yaitu Hendra Ardianto Rizka Pratama, Ilham Dwi Wicaksono dan Rohman Muhammad Pradana dengan teknik rapling dari atas Gedung Fakultas Teknik.

Ide pengibaran bendera raksasa muncul dari Mapala Sulfur 2-3 minggu lalu untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke 72 serta menyambut seluruh mahasiswa baru UNTIDAR. Dengan waktu yang cukup singkat, mulai dari persiapan kain bendera mereka jahit sendiri dibantu orang tua salah satu anggota dan menyiapkan gladi bersih 1 hari menjelang hari pengibaran.

“Selamat datang dan sukses untuk 1590 mahasiswa baru UNTIDAR, kalian mahasiswa pilihan, jangan lengah, tetap semangat dan ingat untuk lulus tepat waktu!,” kata Rektor Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd.

Dalam acara serah terima mahasiswa baru ini, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Joko Widodo, M.Pd melaporkan jumlah pendaftar Tahun 2017 sebanyak 11.142 mahasiswa dan hanya 14% nya saja yaitu 1590 mahasiswa yang akhirnya lolos dan diterima untuk melanjutkan pendidikannya di kampus UNTIDAR. Mahasiswa baru UNTIDAR tahun 2017/2018 terdiri dari 1430 mahasiswa program Sarjana dan 160 mahasiswa program Diploma.

Rektor didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik, Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan serta Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaaa menyematkan jas almamater serta topi kepada perwakilan mahasiswa sebagai tanda telah resminya mereka menjadi bagian dari kampus UNTIDAR. Perwakilan mahasiswa tersebut adalah Sisca Irianti, mahasiswi Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) asal Papua Barat dan Pardongan Sihombing, mahasiswa Prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi (FE) asal Sumatera Utara.

Acara serah terima mahasiswa baru dilaksanakan setelah upacara Kemerdekaan RI ke 72 di halaman parkir FKIP UNTIDAR. Selepas upacara, seluruh mahasiswa baru mendapatkan arahan dari panitia Orientasi Tidar Muda (Otadama) 2017 perihal pelaksanaan orientasi pengenalan kampus yang akan dilaksanakan pada Jumat-Minggu (18-20/08) di Auditorium UNTIDAR. (DN/HDN)

PASTIKAN TEPAT SASARAN, UNTIDAR SURVEY LOKASI CALON PENERIMA BIDIKMISI 2017

Setelah melalukan rapat koordinasi pada Senin (31/07) lalu di ruang multimedia, Tim survey Bidikmisi Universitas Tidar Tahun 2017 mulai mendatangi lokasi calon penerima Bidikmisi. Melibatkan 19 koordinator yang terdiri dari tenaga kependidikan dan 62 mahasiswa, survey lokasi dilaksanakan di 60 wilayah Kota dan Kabupaten di Pulau Jawa. Survey dilakukan pada tanggal 1-14 Agustus 2017

Surveyor mahasiswa sedang melakukan wawancara kepada orang tua calon penerima Bidikmisi di wilayah Temanggung

“Survey lokasi tahun ini tidak hanya untuk calon penerima Bidikmisi tapi juga untuk mahasiswa yang mengajukan banding atau keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Total bidikmisi yang disurvei sejumlah 340 mahasiswa calon bidikmisi dan 44 mahasiswa banding UKT,” kata David Budhi Hartono, S.E., Ketua Panitia Bidikmisi UNTIDAR.

Total pendaftar Bidikmisi UNTIDAR Tahun 2017 total 349 mahasiswa sedangkan sesuai dengan surat nomor 162/B/BW/2017 dari Direktorat Jenderal Pembelajaran & Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi perihal kuota Bidikmisi dan PPA tahun 2017 kuota Bidikmisi di UNTIDAR tahun 2017 telah ditetapkan sebanyak 300 mahasiswa. Mahasiswa yang tidak lolos kan dikenakan UKT golongan 1 yaitu sebesar Rp 500.000. Sedangkan mahasiswa yang lolos, akan menerima total bantuan Bidikmisi Rp 6.300.000 tiap tahunnya. Dimana biaya ini diperuntukan untuk biaya UKT sebesar Rp 2.400.000 sedangkan sisanya Rp 3.900.000 dikembalikan kepada mahasiswa yang dibayarkan 3 bulan sekali melalui rekening masing-masing.

“Kalau dibagi per bulan, mereka (mahasiswa Bidikmisi) menerima Rp 650.000 bisa digunakan untuk biaya kost dan keperluan sehari-hari,” tambah David. Bantuan Bidikmisi diberikan selama 8 semester untuk program Sarjana (S1) dan 6 semester untuk program Diploma (D3). Mahasiswa Bidikmisi diwajibkan memiliki IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) minimal 3.0, jika kurang dari nilai minimal ini maka kemungkinan besar Bidikmisinya akan dicabut.

              Koordinator dan surveyor wajib mengisi form khusus yang disediakan pihak kampus UNTIDAR.

Total mahasiswa yang disurvei langsung ke lokasi sejumlah 340 mahasiswa Bidikmisi dan 44 mahasiswa Banding UKT. Sejumlah 9 mahasiswa Bidikmisi dan 2 mahasiswa Banding UKT tidak bisa disurvey secara langsung dikarenakan lokasi yang berada di luar pulau Jawa (Lampung, Balikpapan dan Samarinda).

Penggabungan jadwal survey Bidikmisi dan banding UKT bertujuan untuk efisensi tenaga dan waktu. Keterlibatan mahasiswa juga diharapkan dapat membantu efisien waktu serta mengajak mereka untuk mengetahui kondisi lapangan rekan-rekan mereka calon penerima Bidikmisi dan Banding UKT.

Koordinator maupun surveyor wajib mengisi form khusus sekaligus menjadi indikator dalam penilaian layak atau tidaknya mahasiswa menerima Bidikmisi tahun 2017 atau mendapat hak penurunan UKT (Banding UKT) untuk semester selanjutnya. “Form berisi data pribadi, nominal penghasilan, biaya listrik dan air serta harta benda lainnya. Kami juga diwajibkan mengambil foto berapa bagian rumah seperti kamar mandi, dapur, ruang tengah, dll,” kata Pranata Indra, S.Kom, koordinator survey lokasi Jepara.

Penetapan Bidikmisi dan Banding UKT direncanakan akan diumumkan pada akhir Agustus 2017. Pengumuman resmi hanya akan diumumkan di website untidar.ac.id kepada calon penerima Bidikmisi maupun Banding UKT diharapkan tidak mempercayai info diluar website resmi UNTIDAR. (DN/HDN)

PENYERAHAN BEASISWA PPA TAHUN 2017

Rektor Universitas Tidar Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd menyerahkan beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik Tahun 2017 kepada 168 mahasiswa, Kamis (03/08). Rektor yang didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Joko Widodo dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Bambang Kuncoro, M.Si. menyerahkan beasiswa secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa.

Perwakilan mahasiswa penerima beasiswa PPA yaitu Namidia Ayu Oliviani, mahasiswi Prodi Ekonomi Pembangunan dengan IPK 3.9 dan Muhammad Kholik, mahasiswa Prodi D3 Teknik Mesin dengan IPK 3.8.

Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd saat menyerahkan secara simbolis beasiswa PPA kepada Muhammad Kholik dan Namidia Ayu Oliviani.

“Selamat dan terus semangat tingkatkan prestasi. Penerima beasiswa PPA adalah mahasiswa pilihan dengan IPK tinggi tentunya harus diimbangi dengan prestasi lainnya juga seperti PKM, PMW dan program kemahasiswaan lain,” kata Rektor.

Ia juga menekankan mahasiswa tidak boleh lengah ketika sudah menerima beasiswa tetapi terus meningkatkannya. Penerima beasiswa diwajibkan mempertahankan IPK diatas 3.0 serta ikut andil dalam program-program kemahasiswaan baik dari Kementerian maupun forum lain. Penerima Beasiswa PPA UNTIDAR 2017 terdiri dari mahasiswa semester 3 sampai semester 7 yang keseluruhannya memiliki IPK antara 3.2 sampai 3.9. sedangkan mayoritas penerima beasiswa tahun ini memiliki IPK 3.3 -3.5.

Beasiswa yang diterima mahasiswa tiap bulannya Rp 400.000. Akibat adanya pemotongan anggaran dari pemerintah pusat, berbeda denga tahun lalu dimana beasiswa dibayarkan selama 12 bulan/ 1 tahun, pada tahun 2017 ini beasiswa PPA hanya dibayarkan selama 9 bulan atau total penerimaan sebesar Rp 3.600.000. penyaluran beasiswa dibagi 2 gelombang yaitu bulan Agustus sebesar Rp 2.400.000 (6 bulan) dan 3 bulan mendatang akan dibayarkan sisanya Rp 1.200.000 (3 bulan) melalui rekening masing-masing penerima beasiswa.

                                 Penyerahan beasiswa PPA 2017 di Auditorium UNTIDAR, Kamis (03/08).

Setelah penyerahan oleh Rektor dan jajaran pimpinan UNTIDAR, setiap penerima beasiswa PPA dapat meng-aktivasi rekening masing-masing sehingga segera dapat mengambil beasiswa yang telah ditransfer pada gelombang 1.

Dalam kesempatan ini Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni juga menyampaikan bahwa salah satu kendala mahasiswa dalam Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) maupun program kemahasiswaan lain adalah kemampuan Public Speaking. “Idenya bagus, proposal dan dokumen pendukung sudah baik namun cara mempresentasikannya masih kurang. Maka itu, mulai dari para penerima PPA ini kami harap mulai ada perubahan. IPK bagus, kemampuan presentasinya juga bagus,” tuturnya. (DN/HDN)

TANAMKAN BELA NEGARA PADA MAHASISWA, UNTIDAR JALIN KERJASAMA DENGAN AKMIL MAGELANG

Banyaknya isu gerakan radikal yang mulai masuk ke lingkup pendidikan tinggi, Universitas Tidar berencana menjalin kerjasama dengan Akademi Militer (AKMIL) Magelang dalam upaya Pembinaan Kesadaran Bela Negara. Kerjasama ini bertujuan menanamkan sikap cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, setia pada Pancasila serta rela berkorban untuk bangsa dan Negara.

“Pendidikan Bela Negara pada mahasiswa diharapkan melahirkan mahasiswa yang berkualitas dalam segi akademik serta loyal pada negrinya. Minimal mereka menjadi disiplin dengan etos kerja tinggi. Menurut kami, AKMIL adalah pilihan tepat dalam mewujudkan program ini,” kata Dr. Bambang Kuncoro, M.Si., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Rabu (02/07).

Program Bela Negara direncanakan akan dilaksanakan pada akhir Agustus mendatang dimana pesertanya adalah seluruh mahasiswa baru tahun akademik 2017/2018. Untuk menindaklanjuti rencana ini, Rektor beserta jajaran pimpinan UNTIDAR serta pihak AKMIL Magelang akan menggelar pertemuan pada Senin (07/08).

Program Bela Negara ini juga merupakan implementasi dari Surat Nomor 2440/A.A2/TU/2017 dari Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi perihal Pedoman Pembinaan Kesadaran Bela Negara dalam Kegiatan Pengenalan Kampus bagi Mahasiswa Baru.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNTIDAR juga ikut serta dalam acara Deklarasi Bela Negara para pimpinan bidang kemahasiswaan PTN/PTS se-Indonesia di Malang (29/07) lalu dimana perlunya digalakan semangat persatuan dan kesatuan serta visi untuk mengembangkan pendidikan yang berkarakter.

Seluruh calon mahasiswa baru UNTIDAR diwajibkan mengikuti acara Serah Terima Mahasiswa pada 17 Agustus 2017 bersamaan dengan upacara Kemerdekaan Republik Indonesia ke 72. Selanjutnya rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) atau biasa disebut OTADAMA (Orientasi Tidar Muda) akan dimulai seperti pengenalan lingkungan kampus, fakultas serta Malam Inagurasi. Program Bela Negara selanjutkan akan mengikuti setelah rangkaian acara OTADAMA berakhir.

MEKANISME REGISTRASI (VERIFIKASI AKADEMIK) CALON MAHASISWA JALUR SELEKSI MANDIRI (SM) UNTIDAR 2017

Calon Mahasiswa Univeritas Tidar Jalur SM (Seleksi Mandiri) 2017 diharapkan memperhatikan beberapa ketentuan terkait registrasi/daftar ulang dalam rangka verifikasi data akademik berikut ini :

Pengumuman Mekanisme Registrasi SM UNTIDAR

PPM Fakultas Ekonomi terjunkan 157 Mahasiswa

Sebanyak 157 mahasiswa Fakultas Ekonomi terjun PPM (Program Pengabdian Pada Masyarakat) di desa Purwodadi, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang untuk bergabung dalam UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) daerah tersebut.
Mahasiswa didampingi pembimbing kelompok langsung ke daerah itu. Sebelumnya berkumpul di kampus untuk pembagian form tugas dan seragam untuk berlangsungnya PPM. Dalam kesempatan ini Ibu Dra. Lucia Rita Indrawati, M.Si. mewakili Dekan Fakultas Ekonomi melepas mahasiswa yang akan melaksanakan PPM selama kurang lebih dua minggu.
“Saya mewakili Bapak Rektor maupun Bapak Dekan Fakultas Ekonomi melepas mahasiswa yang akan melangsungkan PPM semoga lancar dan sukses sehingga mendapatkan hasil yang maksimal”, jelasnya.

Pembagian Form dan Seragam PPM

Sebelum menghantar mahasiswa terjun PPM, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi tersebut memberikan pesan kepada mahaiswa agar saat melakukan tugasnya dapat berjalan lancar dengan mengindahkan almamater universitas yang dibawa.

“Saya harap saat dilokasi PPM nanti semua dapat menjaga nama baik almamater dan jangan menjanjikan sesuatu. Raih ilmu dalam berswadaya dan berswakelola yang benar”, katanya.

Program yang telah dimulai sejak tahun lalu ini merupakan KKN mini yang dilakukan oleh mahasiswa Fakultas ekonomi dan akan berlangsung sejak tanggal 31 agustus sampai 13 agustus. Sejumlah 11 kelompok yang ada, diberi tugas untuk bergabung di dua sampai tiga UMKM desa per kelompoknya.

“Saya harap semuanya dapat melakukan yang terbaik karena kalian bertanggung jawab atas nama kalian dan nama universitas, karena itu perlu juga untuk disiplin agar memudahkan dalam melaksanakan tugas”, tambahnya.