PERDALAM MATA KULIAH, FISIP ADAKAN DISKUSI POLITIK

Diskusi Reformasi Birokrasi yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNTIDAR rabu (26/07) lalu diikuti oleh Dosen serta mahasiswa FISIP UNTIDAR .

Diskusi Reformasi Birokrasi FISIP UNTIDAR

Diskusi Reformasi Birokrasi FISIP UNTIDAR

Ibu Dra.Eny Boedi Orbawati, M.Si sebagai moderator diskusi menyampaikan tujuan acara tersebut menjadi metode belajar dan menambah wawasan mengenai kondisi sebenarnya reformasi birokrasi yang terjadi di kota Magelang. “Selain belajar mengenai kondisi reformasi birokrasi di kota magelang kita juga memperoleh wawasan penataan kelembagaan dalam suatu badan”, jelasnya.

Dengan mengundang Sekretaris Daerah Kota Magelang yaitu Bapak Drs.Sugiharto, acara ini diharapkan dapat membuka wawasan baru pada rekan-rekan yang hadir untuk lebih paham maksud dari reformasi birokrasi. Beliau menceritakan bagaimana proses reformasi birokrasi yang terjadi di dalam pemerintahan kota Magelang.

Dalam kesempatan ini beliau yang merupakan pejabat birokrasi tertinggi yang ada di kota Magelang menyampaikan beberapa hal yang perlu dilakukan dalam proses birokrasi diantaranya mengerti bagaimana pelayanan publik yang diinginkan masyarakat karena penilaian masyarakat  dapat dijadikan ukuran. Seperti maksud reformasi birokrasi yang merupakan upaya suatu pemerintahan dalam melakukan pembaharuan dengan menyangkut lembaga, tata laksananya maupun dari sumber daya manusianya. “Tanggapan masyarakat secara langsung menjadi suatu ukuran bagi pelayanan birokrat sudah prima ataukah belum”, katanya.

Drs.Sugiharto memberikan pemaparan reformasi birokrasi Kota Magelang

Drs.Sugiharto memberikan pemaparan reformasi birokrasi Kota Magelang

Menjadi pertimbangan juga apakah sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki sudah efisien sesuai tugasnya. Dalam hal ini, pemerintah Kota Magelang mejadikan sikap disiplin sebagai indikator penilaian karir pegawai dan kinerjanya bagi pemerintah. “Seluruh pegawai dinilai kinerjanya, dimulai dengan kedisiplinanya hadir di kantor tepat waktu”, jelasnya. Menjadi lengkap dengan terpenuhinya administrasi serta tidak adanya konflik di dalam.

Dalam kurikulum Jurusan Administrasi Negara terdapat  mata kuliah Reformasi Administrasi Negara dan Birokrasi Indonesia, karenanya untuk memperdalam teori yg didapatkan di kampus maka diadakan acara ini untuk mengetahui bagaimana praktek implementasi reformasi birokrasi yang sudah dilaksanakan di Kota Magelang.

SEMINAR NASIONAL KABASTRA II

Seminar Nasional Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajarannya (KABASTRA) II

TANGGAL PENTING :

  • 4 Agustus 2017 – Batas akhir penerimaan abstrak
  • 7 Agustus 2017 – Pengumuman hasil seleksi abstrak
  • 18 Agustus 2017 – Batas akhir penerimaan makalah dan pembayaran kontribusi
  • 9 September 2017 – Pelaksanaan seminar

NARAHUBUNG :

Klik GAMBAR untuk memperjelas keterangan :

BIBIT MANGGIS KAKI GANDA DIBORONG PEMONEV, TIM PKM UNTIDAR OPTIMIS MASUK PIMNAS

Tim Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) Universitas Tidar mengikuti monitoring dan evaluasi (monev) eksternal di Auditorium UNNES, Jumat (21/07). Dua belas tim PKM UNTIDAR bersama 173 tim lainnya dari 19 perguruan tinggi bergantian memaparkan hasil PKM masing-masing di depan pemonev yang telah ditentukan.

Dari total 185 tim PKM dibagi menjadi 4 kelompok A-D. Masing-masing kelompok terdiri dari 2 pemonev. Setiap tim diberi kesempatan presentasi 10 menit dan 10 menit untuk sesi tanya jawab. Presentasi meliputi pelaporkan kegiatan PKM dari awal hingga akhir yang telah didokumentasikan berupa foto ataupun video, penggunaan dana, produk, brosur, katalog maupun X-bannernya serta artikel maupun jurnal yang telah dipublikasikan.

“Pada sesi Tanya jawab pemonev membeli hasil bibit manggis kaki ganda hasil PKM kelompok kami. Kami tidak menyangka bibit manggis ini menarik perhatian para pemonev sampai akhirnya membeli bibit manggis ini,” kata Ardika Ageng Samudra.

Ardika merupakan ketua tim dari PKMK Untung Ganda Dengan Bibit Manggis Kaki Ganda. Bibit manggis hasil PKM ini memiliki banyak keunggulan dibandingkan bibit manggis yang biasanya. Pertumbuhan bibit manggis kaki ganda ini pertumbuhannya lebih cepat serta hasil buah yang lebih banyak.

Seluruh tim PKM UNTIDAR masuk dalam kelompok D dimana tiap tim dimonev oleh 1 pemonev eksternal dan 1 pemonev internal. Pemonev eksternal yaitu Prof.DR.Tukiran, M.Si dari UNESA Surabaya dan pemonev internal yaitu Tri Murtini,S.Pd.,M.Pd. dari UNNES.

“Besar harapan kami serta tim PKM lain dari UNTIDAR untuk lolos maju ke Pimnas,” tambah Fisela Fikta Arunia ketua tim PKMK Hotel Jamu Si Ompong sekaligus anggota PKMK Bibit Manggis Kaki Ganda. Menurutnya, masing-masing tim PKM UNTIDAR sudah berusaha maksimal mulai dari riset judul pada awal pembuatan PKM, pelaksanaan kegiatannya serta persiapan untuk monev eksternal ini.

Simulasi monev yang sebelumnya diselenggarakan di kampus UNTIDAR membantu masing-masing tim dalam menyajikan hasil PKMnya di depan pemonev. Walaupun beberapa diantaranya masih demam panggung tetapi sebagian besar bisa melaksanakan presentasi dan Tanya jawab dengan lancar.

Hasil monev eksternal yang dilaksanakan di UNNES ini menjadi dasar dari keseluruhan PKM Perguruan tinggi untuk maju ke PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional) yang akan diselenggarakan di Universitas Muslim Indonesia (UMI) di Makasar, Sulawesi Selatan pada 23 – 28 Agustus 2017 mendatang. (HDN/DN)

BALAI BAHASA GANDENG UNTIDAR GELAR LOMBA MUSIKALILASI PUISI TINGKAT SMTA SE-JATENG

Universitas Tidar berkesempatan menjadi tuan rumah pelaksanaan Lomba Musikalisasi Puisi Tingkat SMTA Se-Jawa Tengah 2017 pada Sabtu-Minggu (22-23/07) mendatang. Balai Bahasa Jawa Tengah menggandeng UNTIDAR sebagai panitia penyelenggara acara yang rutin dilaksanakan tiap tahun ini.

“Merupakan kebanggaan tersendiri menjadi bagian dari sebuah acara pelestarian budaya dan bahasa Indonesia khususnya puisi. Selain itu, UNTIDAR juga mendapat kesempatan mengenalkan kampus kepada para peserta lomba yaitu para siswa SMTA Se-Jateng,” tutur Dr. Bambang Kuncoro, M.Si., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni.

Pada hari yang sama, Balai Bahasa Jawa Tengah juga menyelenggarakan acara Pemilihan Duta Bahasa Jawa Tengah 2017 bertempat di Hotel Safira, Magelang. Pembukaan dua rangkaian acara ini akan dilaksanakan di Auditorium UNTIDAR pada Sabtu (22/07) pukul 10.00 Wib.

Pembukaan acara Duta Bahasa Jawa Tengah dan Musikalisasi Puisi ini akan dihadiri Kepalai Balai bahasa Jawa Tengah, Drs. Pardi, M.Hum.; Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.pd.; Kepala Dina Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Drs. Gatot Bambang Hastowo, M.Pd.; dan Wakil Walikota Magelang, Dra. Windarti Agustina. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bengkel Seni dan Tari UNTIDAR juga mempersiapkan pementasan tari untuk menyambut para tamu undangan dan seluruh peserta.

Musikalisasi puisi adalah kolaborasi sastra dan musik dimana puisi dinyanyikan serta diiringi alat musik yang bertujuan agar audien/pendengar mampu memahami makna atau isi dari puisi tersebut. Lomba Musikalisasi Puisi antar SMTA ini akan diikuti 35 tim yang terdiri dari siswa SMA/SMK/MA dari wilayah Jawa Tengah. Tiap timnya terdiri dari 3-6 siswa yang akan menyajikan puisi bebas dengan tema “Merajut Kebinekaan” pada babak penyisihan. Alat musik pengiring diwajibkan alat musik akustik bahkan disarankan yang memiliki nilai tradisi etnik. Tiap penampilan dibatasi berdurasi maksimal 10 menit.

“Salah satu tujuan acara musikalisasi puisi ini adalah menanamkan dan membina apresiasi seni dan sastra siswa khususnya pada nilai-nilai moral yang berakar pada budaya Indonesia,” kata Mochammad Fikri, S.S., Narahubung Lomba Musikalisasi Puisi Jateng 2017, Balai Bahasa Jawa Tengah.

Melalui acara ini kita sebagai bangsa Indonesia mulai diingatkan kembali tentang kemajemukan / keberagaman Indonesia sebagai sebuah keistimewaan bukannya sebuah pemecah belah. “Balai Bahasa Jawa Tengah senantiasa berusaha meningkatkan daya apresiasi, kreasi dan ekspresi sastra di kalangan siswa dan masyarakat pada umumnya termasuk salah satunya diwujudkan dalam acara ini,” tambah Fikri. (DN)

UNTIDAR TERIMA 714 MAHASISWA JALUR SELEKSI MANDIRI

Universitas Tidar mengumumkan 714 calon mahasiswa lolos seleksi penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri (SM UNTIDAR). Pengumuman tersebut diunggah di laman untidar.ac.id dan sm.untidar.ac.id, Senin (17/07) pukul 17.00 Wib.

Dari total 1467 pendaftar, 714 calon mahasiswa dinyatakan lolos seleksi. Selanjutnya mereka harus mengisi borang sosial ekonomi untuk penentuan besaran UKT, membayar UKT, registrasi online lalu daftar ulang di kampus untuk benar-benar mendapatkan status mahasiswa UNTIDAR.

Total 714 orang yang dinyatakan lolos terdiri dari 42 orang Prodi S1 Agroteknologi, 71 orang D3 Akuntansi, 27 orang D3 Teknik Mesin, 103 orang Prodi S1 Akuntansi, 56 orang Prodi S1 Teknik Mesin, 38 orang Prodi S1 Ekonomi Pembangunan, 31 orang Prodi S1 Hukum, 41 orang Prodi Ilmu Administrasi Negara, 39 orang Prodi S1 Ilmu Komunikasi, 21 orang Prodi S1 Manajemen, 43 orang Prodi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), 39 orang Prodi S1 Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), 41 orang Prodi S1 Peternakan, , 43 orang Prodi S1 Teknik Elektro, 41 orang Prodi S1 Teknik Sipil dan 38 orang Prodi Pendidikan IPA.

 

PENGUMUMAN HASIL SELEKSI MANDIRI UNIVERSITAS TIDAR (SM UNTIDAR) 2017

Pimpinan beserta seluruh sivitas akademika Universitas Tidar mengucapkan selamat atas keberhasilan saudara. Kepada calon mahasiswa yang dinyatakan DITERIMA dimohon memperhatikan ketentuan-ketentuan yang TERTULIS pada lembar 1 – 2 pengumuman terkait pengisian borang Sosial Ekonomi, dllnya.

Pengumuman dapat di download pada : Hasil SM UNTIDAR 2017

 

12 TIM PKM UNTIDAR JALANI SIMULASI JELANG MONEV DI UNNES

Sejumlah 12 tim Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) Universitas Tidar melaksanakan simulasi monitoring dan evaluasi (monev) di ruang E2.02.03, Gedung Fakultas Teknik, Senin (17/07). Simulasi ini merupakan persiapan monev PKM DIKTI tahun 2017 yang akan dilaksanakan di Universitas Negeri Semarang (UNNES) pada Kamis-Jumat (20-21/07) mendatang.

Rangga Asmara, S.Pd., M.Pd., dan Aji Novia Prastanti, S.Pd., pemonev pada simulasi PKM UNTIDAR 2017.

Mesin pemipih ini berpotensi meningkatkan produksi penghasil emping singkong di Dusun Karangrejo, Blokeng, Ngluwar, Kabupaten Magelang. “Rata-rata per harinya, setiap produsen hanya menghasilkan 2 kg emping dalam 5 jam jika menggunakan sistem manual. Dengan mesin ini, 2 kg emping bisa dikerjakan dalam waktu ½ jam saja, pastinya menghemat tenaga, waktu serta meningkatkan penghasilan masyarakat,” tambahnya.

Tim PKMPE Spray GAPIPA : Getah Pisang – Ekstrak Buah Pare Sebagai Anti Inflamasi Herbal sedang       mempersiapkan bahan presentasi pada simulasi Monev PKM UNTIDAR.

Menurut Rangga Asmara, S.Pd., M.Pd., pemonev pada simulasi PKM, materi yang disajikan tiap tim masih perlu dilengkapi lagi. “Sebagian besar masih harus melengkapi data laporan misal hasil produk serta dokumentasi pelengkap. Mereka hanya membaca apa yang ditayangkan di slide bukan mempresentasikannya,” jelasnya. Sebagian besar hanya membaca slide bukan mempresentasikan hasil PKMnya. “Mereka belum menguasai bahan yang dipresentasikan sehingga terpacu pada catatan atau tulisan di slide saja,” tambahnya.

Total 12 tim PKM UNTIDAR yang akan berangkat ke UNNES untuk Monev PKM DIKTI tahun 2017 terdiri dari 2 Program Kreativitas Mahasiswa Teknologi (PKMT) yaitu tim PKMT Mesin Pemipih Adonan Pada Proses Produksi Emping Singkong dan tim PKMT Mesin Pengering Padi Berbasis Elektrik Otomasi Dengan Metode Momen Putar; 4 Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK) yaitu tim PKMK Pemanfaatan Limbah Serbuk Gergaji Dan Gedebog Pisang Sebagai Media Tanam “Jibog” Di Kabupaten Jepara, PKMK Untung Ganda Dengan Bibit Manggis Kaki Ganda, PKMK Hotel Jamu Si Ompong (Homestay Karantina Sumber Laba Jasa Penggemukan Domba Potong, dan PKMK Pemanfaatan Nilai Estetika Limbah Serutan Kayu Sebagai Bahan Baku Pembuatan Lukisan Tiga Dimensi; 2 Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKMM) yaitu PKMM Mitigation Of Landslides In Totogan (Milanta) : Pendidikan Pencegahan Bencana Tanah Longsor Terhadap Masyarakat Di Desa Rawan Bencana dan PKMM Pendidikan Karakter Bagi Anak Untuk Memperkuat Jati Diri Dan Cinta Indonesia Dengan Metode Pala Kancil (Pameran Dolanan Edukasi Anak Kecil) Di Kampung Karanggading Kota Magelang; 1 Program Kreatifitas Mahasiswa Karsacipta (PKMKC) yaitu PKMKC PLTBM (Pembangkit Listrik Tenaga Bandul Magnetis) Dengan Mengimplementasikan Konsep Gerak Harmonik Sederhana; 1 Program Kreatifitas Mahasiswa Penelitian Eksakta (PKMPE) yaitu PKMPE Spray Gapipa “Getah Pisang – Ekstrak Buah Pare Sebagai Anti Inflamasi Herbal”; dan 2 Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian Sosial Humaniora (PKMPSH) yaitu PKMPSH Pengaruh Keberadaan Pabrik Terhadap Perkembangan Konservasi Lingkungan Masyarakat Kecamatan Tempuran Kabupaten Magelang dan PKMPSH Penerapan Community Based Tourism (Cbt) Di Desa Wisata Candirejo Borobudur Mewujudkan Kemandirian Desa.

Tim PKMK Pemanfaatan Nilai Estetika Limbah Serutan Kayu Sebagai Bahan Baku Pembuatan Lukisan Tiga Dimensi membawa membawa produk pertama mereka untuk dipresentasikan.

Tim PKM UNTIDAR ini akan mengikuti Monev PKM Dikti tahun 2017 bersama 18 PTN/PTS lain pada Kamis-Jumat (20-21/07) di auditorium UNNES (Gedung Prof. Wuryanto). Hasil monev ini akan menentukan tim PKM yang akan maju ke Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS) di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makasar, Sulawesi Selatan pada Agustus mendatang. (DN)

EFISIENSI WAKTU DENGAN SISTEM KOMPUTERISASI REGISTRASI

Calon mahasiswa Universitas Tidar jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) melakukan registrasi atau daftar ulang pada Senin-Selasa (10-11/07) di auditorium UNTIDAR. Tidak perlu menunggu lama, tiap calon mahasiswa rata-rata hanya membutuhkan 30-60 menit untuk melalui proses presensi, validasi, pengukuran jas almamater, foto hingga cetak kartu mahasiswa.

Penerapan sistem komputerisasi registrasi meminimalisir antrian, mengorganisasi data lebih baik serta memangkas waktu tunggu yang sering jadi kendala tiap registrasi. “Setiap petugas mulai dari presensi hingga cetak kartu mahasiswa terhubung dengan satu sistem pelayanan. Jadi, ketika mahasiswa datang di bagian presensi dalam waktu itu juga namanya sudah muncul di data antrian validasi begitupun seterusnya ditahap selanjutnya,” kata Kepala UPT Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK), Sigit Joko Purnomo, S.T., M.T.

Data pengukuran jas almamater segera diinput ke dalam sistem oleh petuga ketika mahasiswa telah menemukan ukuran yang tepat.

Penambahan tenaga registrasi khususnya di bagian presensi dan validasi data juga ikut andil dalam efisiensi waktu registrasi. “Petugas sudah makin terbiasa dan mahir menggunakan sistem, yang pasti adalah persiapan, koordinasi dan komunikasi yang baik sesama panitia. Sehingga semakin mantab saat pelaksanaan,” tambahnya.

Kepala Bagian Kemahasiswaan sekaligus Ketua Registrasi SBMPTN UNTIDAR 2017, David Budhi Hartono, S.E. mengatakan dari total 651 calon mahasiswa yang dinyatakan lolos masuk ke UNTIDAR hanya 527 calon mahasiswa yang melakukan registrasi online pada 3-9 Juli 2017 lalu. “Setelah dinyatakan lolos calon mahasiswa wajib mengisi data sosial ekonomi untuk menetapkan besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT), melakukan pembayaran bagi mahasiswa non Bidikmisi dan dan melakukan registrasi online,” jelasnya.

                                                  Pengambilan foto untuk kartu mahasiswa.

Mahasiswa yang telah melakukan registrasi online kemudian diwajibkan hadir di kampus UNTIDAR untuk daftar ulang yang bertujuan mendapatkan validitas atas semua data-data yang telah mereka unggah di dalam sistem via ukt.untidar.ac.id dan registrasi.untidar.ac.id dengan bukti yang sebenarnya. “Total 518 calon mahasiswa hadir dan telah tervalidasi datanya. Ada 9 mahasiswa yang telah registrasi online namun tidak hadir, mereka telah menghubungi pihak kampus meminta ijin dikarenakan sedang sakit dan harus dirawat di rumah sakit,” tutur David.

Calon mahasiswa sedang memeriksa kembali berkas-berkas yang harus dikumpulkan.

Panitia registrasi hanya akan mentolerir ijin tersebut jika para calon mahasiswa sesegera mungkin melengkapi berkas untuk validasi dan menyertakan surat bukti dirawat di rumah sakit yang asli dari pihak yang bersangkutan. “Toleransi ini diberikan terutama bagi mereka calon mahasiswa non Bidikmisi yang telah membayar UKT. Tetapi jika tidak segera ada konfirmasi ulang setelah ini, kami tidak segan menyatakan mereka gugur,” pungkasnya. (DN/HDN)

FKIP UNTIDAR KIRIM 20 MAHASISWA PPL DI MALAYSIA

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tidar mengirimkan 20 mahasiswanya ke Malaysia dalam rangka Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) Internasional. Mahasiswa yang direncanakan akan berangkat, Rabu (12/07) esok terdiri dari 14 mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) dan 6 orang mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI).

Rektor UNTIDAR saat mmberikan pembekalan pada peserta PPL internasional.

“Mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mengajar dan meneliti. Kemampuan mengajar meliputi perencanaan serta evaluasi sedangkan penelitian meliputi pengambilan data dan pelaporan pada akhir masa PPL,” tutur Rektor, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd saat memberi pembekalan pada peserta PPL, Senin (10/07) di ruang I.7 FKIP UNTIDAR.

Ia juga menekankan pentingnya belajar hidup “beradap”. “Baik-baiklah hidup sesuai tuntutan lingkungan, beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya,” tambah Rektor.

Pada kesempatan ini, Dekan FKIP, Prof. Dr. Sukarno, M.Si. menuturkan bahwa ke-20 mahasiswa yang berangkat ke PPL Malaysia ini merupakan mahasiswa pilihan. “Dari jumlah pendaftar sebanyak 99 peserta setelah melalui beberapa tahap proses seleksi hanya menyisakan 20 siswa ini. Keseluruhannya sangat bersemangat menyambut keberangkatannya esok lusa,” tuturnya.

Menurutnya, selain mendapat kesempatan mengembangkan ilmunya di luar negeri, semua peserta PPL ini nantinya akan mendapatkan sertifikat khusus dari Pejabat Pendidikan Daerah (PPD) Hulu Selangor. “Peserta PPL akan mendapatkan sertifikat khusus dari PPD Selangor Hulu atau kita menyebutnya di Indonesia, Dinas Pendidikan. Sertifikat ini menjadi nilai tambah tersendiri bagi para peserta PPL ketika lulus nanti. Selain itu, mereka juga mendapat kesempatan untuk melakukan penelitian disana sebagai bahan skripsinya nanti ketika pulang ke kampus UNTIDAR,” jelas Dekan FKIP.

Sejumlah 20 mahasiswa FKIP mendapat kesempatan melaksanakan PPL di Malaysia.

Silviani Fajrin, mahasiswi PBI semester 7, salah satu peserta PPL menuturkan akan mengajar dengan metode kurikulum Malaysia. “Selain mempersiapkan kelengkapan pribadi yang jelas menyiapkan kelengkapan mengajar yang berbeda dari sistem pengajaran di Indonesia,” jelasnya. Silvi juga menjelaskan nantinya ia akan tinggal bersama orangtua asuh selama di Malaysia.

Para mahasiswa UNTIDAR akan melaksanakan PPL mulai Rabu (12/07) hingga Sabtu (06/08) di 3 lokasi berbeda yaitu Sekolah Kebangsaan Bandar Sungai Buaya, Sekolah Menengah Kebangsaan Bandar Sungai Buaya dan sekolah lain yang ditentukan oleh pihak PPd Hulu Selangor.

Program PPL internsional ini merupakan kelanjutan dari Nota Kesepahaman (MoU) antara FKIP UNTIDAR dengan Pejabat Pendidikan Daerah (PPD) Hulu Selangor, Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Sekolah Kebangsaan Bandar Sungai Buaya, dan Sekolah Menengah Bandar Sungai Buaya pada bulan April 2017 lalu. Kedepannya kedua belah pihak akan terus mengembangkan Mou ini untuk pengembangan pendidikan dan penelitian. (DN/HDN)