SUKSES SELENGGARAKAN SM UNTIDAR 2017, 1372 PESERTA IKUTI UJIAN TANPA KENDALA

Sebanyak 1372 peserta mengikuti ujian Seleksi Mandiri Universitas Tidar (SM UNTIDAR) pada Sabtu (08/07). Dari total pendaftar sebanyak 1467 peserta, 95 peserta tidak hadir dan dianggap gugur. Peserta ujian terdiri dari 971 peserta kelompok ujian Soshum dan 401 peserta kelompok ujian Saintek. Ujian kelompok Soshum dilaksanakan di SMP N 5, SMP N 2 dan Kampus UNTIDAR. Sedangkan kelompok Saintek dilaksanakan di kampus UNTIDAR.

Ujian berlangsung di 3 lokasi yaitu kampus UNTIDAR, SMP N 5 dan SMP N 2 Magelang. Ketua SM UNTIDAR 2017, Dr. Farikah, M.Pd menuturkan bahwa pelaksanaan ujian berjalan lancar. “Dari awal masuk ruang ujian pada pukul 07.30 Wib sampai berakhirnya ujian tahap 2 pukul 11.30 Wib tidak ada laporan perjokian atau hal lain yang mengganggu pelaksanaan ujian. Hanya beberapa mahasiswa yang terlambat pada saat pembacaan tata tertib ujian tetapi masih bisa mengikuti proses ujiannya,” tuturnya.

Ujian SM UNTIDAR dilaksanakan secara tertulis. Peserta hanya diperbolehkan membawa alat tulis seperti pensil, bolpoint, rautan dan penghapus, kartu ujian, Surat Keterangan Lulus (SKL) serta identitas diri. Tas, alas ujian dan peralatan lain diletakkan didepan kelas lokasi ujian masing-masing.

Monev pelaksanaan ujian Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd dan Ketua SM UNTIDAR 2017 di kampus UNTIDAR.

Pihak keamanan juga memastikan orang tua, wali atau kerabat yang mengantarkan peserta ujian tidak menunggu di depan atau sekitar lokasi ujian untuk menghindari praktek joki dan sebagainya. Pengawas ujian pun sudah dihimbau untuk profesional dalam mengawasi jalannya ujian denganmenghindari bermain handphone serta mengobrol dengan pengawas lainnya.

Salah satu peserta ujian sedang mengisi data diri pada lembar LJK sebelum diperbolehkan mengerjakan soal oleh pengawas ujian masing-masing.

Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. menuturkan bahwa SM UNTIDAR 2017 merupakan jalur seleksi penerimaan program Sarjana (S1) dan Diploma (D3) yang terakhir dilaksanakan pihak kampus. “Sesuai dengan prosentase kuota penerimaan yang telah ditetapkan, kuota penerimaan SM UNTIDAR sebanyak 30% dari keseluruhan jumlah penerimaan tahun 2017,” jelasnya.

                            Pengawas ujian membagikan soal satu persatu ke meja peserta.

Hasil SM UNTIDAR akan diumumkan pada 17 Juli 2017 lewat laman untidar.ac.id. Selain pengumuman melalui laman ini peserta SM UNTIDAR diharapkan tidak mempercayainya terlebih bagi pihak-piha yang kurang bertanggung jawab yang menawarkan berbagai bentuk bantuan agar bisa lolos masuk ke UNTIDAR lewat jalur ini. (DN/HDN)

1467 PESERTA SIAP TEMPUH UJIAN SELEKSI MANDIRI UNIVERSITAS TIDAR

Setelah Seleksi nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri, Universitas Tidar (UNTIDAR) kembali akan melangsungkan ujian Seleksi Mandiri (SM) pada Sabtu (08/07) besok. Total 1467 peserta akan melangsungkan ujian yang berlokasi di Kampus UNTIDAR, SMP N 5 dan SMP N 2 Magelang.

“Seperti halnya tahun lalu, SM UNTIDAR membuka 2 kelompok ujian saitu Sains dan Tekonologi (Saintek) atau biasa juga disebut kelompok IPA dan Sosial Humaniora (Soshum) atau kelompok IPS. Total 1466 peserta ujian terdiri dari 439 peserta Saintek dan 1028 peserta Soshum,” tutur Dr. Farikah, M.Pd., Ketua SM UNTIDAR 2017.

Peserta SM UNTIDAR akan melaksanakan ujian di 3 lokasi yaitu kelompok Soshum di SMP N 5 Magelang, SMP N 2 Magelang serta kampus UNTIDAR. Sedangkan kelompok Saintek akan melaksanakan ujian hanya di kampus UNTIDAR saja.

“Tahun ini jumlah pendaftar SM UNTIDAR sedikit meningkat dari Tahun 2016 sejumlah 1375 peserta dan Tahun 2017 ini sejumlah 1466 peserta,” tambahnya.

Ujian akan dilaksanakan mulai pukul 07.30 – 11.30 Wib. Masing-masing peserta akan melaksanakan ujian dalam 2 tahap. Tahap pertama yaitu Tes Potensi Akademik (TPA) dan Kemampuan Bahasa. Serta tahap kedua yaitu Tes Kemampuan Saintek atau Soshum sesuai kelompok ujian yang dipilih.

Berbeda dengan SBMPTN, peserta SM UNTIDAR hanya diperbolehkan memilih 2 program studi dalam kelompok ujian yang sama. Prodi yang dibuka adalah program Diploma (D3) Akuntansi dan Teknik Mesin/Otomotif. Program Sarjana (S1) adalah Ekonomi Pembangunan, Akuntansi, Manajemen, Agroteknologi, Peternakan, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan IPA, Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Ilmu Administrasi Negara, Hukum dan Ilmu Administrasi Negara.

Mahasiswa yang lolos SM UNTIDAR selain harus membayar biaya UKT tiap semesternya juga dikenakan biaya Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) yang dibayarkan 1 kali selama masa kuliah. Besaran UKT ditentukan dari pengisian data sosial ekonomi mahasiswa sedangkan biaya SPI ditentukan oleh mahasiswa sendiri dengan tetap memperhatikan isian jumlah penghasilan orang tuanya.

SM UNTIDAR merupakan penerimaan mahasiswa baru secara mandiri melalui jalur ujian tertulis yang diselenggarakan oleh Universitas Tidar. SM UNTIDAR merupakan jalur penerimaan ketiga atau yang terakhir yang dilaksanakan UNTIDAR dalam memenuhi kuota penerimaan Tahun 2017 yaitu sebanyak 1595 mahasiswa. (DN/HDN)

MEKANISME REGISTRASI (VERIFIKASI AKADEMIK) CALON MAHASISWA JALUR SBMPTN 2017

Calon Mahasiswa Univeritas Tidar Jalur SBMPTN 2017diharapkan memperhatikan beberapa ketentuan terkait registrasi/daftar ulang dalam rangka verifikasi data akademik diharapkan memperhatikan hal-hal berikut ini :

Registrasi (Verifikasi Akademik) SBMPTN 2017

HARI PERTAMA MASUK KERJA, KELUARGA BESAR UNTIDAR GELAR HALAL BIHALAL

Keluarga besar Universitas Tidar mengadakan acara halal bihalal di Auditorium UNTIDAR, Senin (03/07). Acara ini merupakan ajang silaturahmi segenap sivitas akademika UNTIDAR baik dosen maupun tenaga kependidikan dari berbagai fakultas dan unit di lingkungan kampus UNTIDAR.

Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. dalam kesempatan ini menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H kepada seluruh tamu undangan. “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H, mohon maaf jika selama 1 tahun kebelakang banyak kesalahan dan khilaf. Mari kita manfaatkan momen ini sebagai ajang bermaaf-maafan,” tuturnya.

Dalam acara ini, KH. Muhammad Sowam berkesempatan memberikan tausiah tentang arti pentingnya bersilaturahmi dalam upaya memperkokoh kerjasama dan semangat bekerja terutama di lingkungan kampus UNTIDAR.

Dalam kesempatan ini Hadroh UNTIDAR “Ar-Ribathul Musthofa” juga berkesempatan tampil menghibur para tamu undangan dengan alunan shalawat menambah semarak suasana Hari Raya Idul Fitri di auditorium UNTIDAR.

Pada akhir acara, Rektor, Wakil Rektor serta segenap pimpinan universitas maupun fakultas saling bersalaman dan bermaaf-maafan dengan semua tamu yang hadir. Setelah itu acara dilanjutkan dengan ramah tamah dengan menikmati hidangan yang telah disediakan. (HDN/DN)

 

 

PENYERAHAN BEASISWA BIDIK MISI KEPADA KELUARGA ALM.NOVI ARDIYANTI

Juni lalu Kepala bagian Akademik dan Kemahasiswaan, Bapak David Budhi Hartono, S.E. bersama staf BAKPK kembali mengunjungi kediaman Almarhumah Novi Adiyanti. Ia merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP yang meninggal dunia pada bulan Maret 2017 lalu dikarenakan penyakit usus.

David Budhi Hartono, S.E., Kabag Kemahasiswaan sekaligus koordinator Bidikmisi UNTIDAR sedang menyerahkan uang Bidikmisi alm. Novi kepada keluarganya.

Kedatangan kali ini bertujuan untuk menyerahkan beasiswa bidik misi keluarga penerima bantuan beasiswa pemerintah ini. Novi merupakan salah satu mahasiswa bidik misi semester dua dan penyerahan ini adalah uang biaya hidup satu semester yang merupakan hak dari mahasiswi tersebut. Sebelumnya alm. Novi telah melalukan penarikan pada tahap pertama dan tahap kedua yang belum sempat diambil sejumlah Rp 3.908.945,00 inilah yang kemudian diberikan kepada orang tuanya.

                                Foto al. Novi Adiyanti saat lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA)

Berdomisili di Salaman, Kabupaten Magelang orang tua Alm. Novi dan adiknya mengucapkan terima kasih karena perhatian dan rejeki dari almarhum Novi yang masih terus berdatangan. “Kami tidak menyangka karena alm sudah tiada tetapi masih saja sisa dari apa yang alm lakukan kami terima”, jelas Bulhadi, Ayah Novi. Menurutnya, uang ini akan digunakan untuk membantu biaya sekolah adik Novi yang masih duduk di bangku SMP (Sekolah Menengah Pertama). (DN/HDN)

TINGKATKAN PENDIDIKAN, PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT, UNTIDAR JALIN KERJASAMA DENGAN UPN VETERAN JAWA TIMUR

Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. menandatangani Naskah Kesepahaman (MoU) dengan Rektor UPN Veteran Jawa Timur, Prof. Dr. Ir. Teguh Soedarto, MP perihal kerjasama bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat, Selasa (20/06). Penandatangan Mou dilaksanakan di Ruang Seminar, Lantai 3 Gd, Pascasarjana UPN “Veteran” Jatim di Jln. Raya Rungkut Madya, Gunung Anyar, Surabaya.

Kegiatan Mou ini diselenggarakan pada acara Sosialisasi “Pentingnya Sertifikasi Profesi dalam Rangka Menghadapi MEA” dengan narasumber Ir. H. Sumarna F. Abdurachman, M.Sc., Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). dalam kesempatan ini dibahas pentingnya sertifikasi profesi serta Surat Keterangan Pendampingan Ijasah (SKPI) bagi lulusan perguruan tinggi.

UPN 3

Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. sedang menandatangi kesepakatan bersama mengenai Deklarasi Kampus Bela Negara bersama 35 PTNB se-Indonesia.

Pada kesempatan ini, 35 pimpinan Perguruan Tinggi Negeri Baru (PTNB) yang hadir dalam acara ini juga menandatangi kesepakatan bersama mengenai Deklarasi Kampus Bela Negara.

UPN 4

Foto bersama pimpinan 35 PTNB di kampus UPN Surabaya

 

NUZULUL QURAN : MEMAKNAI ARTI “IQRA” DALAM DUNIA AKADEMIK

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. Bambang Kuncoro, M.Si. menghadiri peringatan Nuzulul Quran yang diselenggarakan oleh Takmir Masjid Mambaul Ulum dan Unit Kegiatan Agama Islam (UKAI) UNTIDAR, Selasa (13/06) malam.

“Jadikanlah Al Quran sebagai petunjuk. Jadilah orang yang pandai dan cerdas tanpa melupakan Al Quran,” tutur WR III. Beliau juga menuturkan banyak peneliti yang akhirnya penelitiannya tidak berhasil karena di Al Quran telah dijelaskan tidak ada atau peneliti yang meneliti tentang sesuatu hal yang telah dijelaskan di dalam Al Quran.

WhatsApp Image 2017-06-13 at 21.56.04

Pada acara ini, WR III bersama beberapa pimpinan universitas juga berkesempatan memberikan santunan dan paket alat tulis kepada 29 anak yatim yang berasal dari sekitar Kampus Tuguran. Nur Rofiq, S.Pd.I, M.Pd.I, dosen sekaligus pendamping UKM UKAI UNTIDAR berkesempatan memberikan tausiah mengenai makna “Iqra” dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam dunia akademik.

“Iqra artinya membaca, hendaknya tidak hanya dimaknai sekedar membaca buku namun juga membaca alam serta lingkungan sosial kemasyarakatan,” tutur Nur Rofiq.

Membaca dalam artian menuntut ilmu juga harus dilandasi dengan iman atau nilai-nilai agama. Para ilmuwan yang hanya mengembangkan ilmu dan penemuannya berdasarkan teori tanpa adanya nilai-nilai agama di dalamnya menjadikan hal tersebut ‘mudarat’. Contohnya adalah kloning manusia yang dinilai haram karena merusak nasab/keturunan.

Isu-isu negatif yang menerpa Indonesia akhir-akhir seperti isu kebhinekaan, Pancasila, agama, rasa dan sebagainya menuntut kita khususnya keluarga besar sivitas akademika UNTIDAR untuk membaca situasi kondisi serta mengambil langkah yang bijak agar tidak terpengaruh arus yang negatif.

Menurut Nur Rofik sebagai kaum akademik terutama kita yang muslim harus ‘terdidik’ secara ilmu dan islam. “Memahami apa yang disampaikan, mempersonifikasi tokoh-tokoh berilmu islam atau sahabat-sahabat nabi dalam kehidupan sehari-hari serta berbaik sangka pada sesama muslim,” jelasnya. (UKAI/DN)