651 PESERTA JALUR SBMPTN DITERIMA DI UNIVERSITAS TIDAR

Pengumuman Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) diumumkan serentak pada Selasa (13/06) dan ditetapkan sebanyak 651 peserta diterima melanjutkan pendidikan di Universitas Tidar (UNTIDAR). “Total pendaftar ke UNTIDAR tahun 2017 ini mencapai 6914 peserta dan yang akhirnya diterima hanya sekitar 10%-nya yaitu 651 peserta. Tiap tahun kita mengalami peningkatan pendaftar sekaligus peningkatan ketetatan atau persaingan untuk masuk ke kampus ini,” tutur Rektor, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd.

Tahun 2016 lalu pendaftar ke UNTIDAR sejumlah 4803 peserta sedangkan yang lolos SBMPTN 375 peserta. Peningkatan pendaftar merupakan prestasi yang membanggakan, walaupun baru berusia 3 tahun menjadi perguruan tinggi negeri, pendaftar ke UNTIDAR meningkat 43% dalam 1 tahun terakhir.

Menurut Rektor UNTIDAR, kuota penerimaan mahasiswa jalur SBMPTN tetap mematuhi peraturan panitia pusat dengan perbandingan 35% SNMPTN, 35% SBMPTN dan 30% untuk Seleksi Mandiri (SM). “Jumlah peserta lolos SNMPTN sejumlah 506 peserta harusnya setara dengan jumlah kuota untuk SBMPTN. Namun karena ada penambahan kuota penerimaan dari 1440 menjadi 1595 orang jadi jumlah lolos SBMPTN lebih banyak,” tambahnya.

Bagi calon mahasiswa yang dinyatakan lolos seleksi SBMPTN selanjutnya diwajibkan melakukan pengisian borang sosial ekonomi pada 15-24 Juni 2017 pada laman www.ukt.untidar.ac.id Borang tersebut berisi data-data pribadi masing-masing peserta terutama penghasilan orang tua, keadaan ekonomi serta keterangan lain yang nantinya menentukan besaran nilai Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Calon mahasiswa juga harus melakukan beberapa ketentuan lain seperti melakukan pembayaran UKT semester 1 pada Bank yang telah ditentukan, registrasi online pada laman www.registrasi.untidar.ac.id serta melakukan registrasi (datar ulang) langsung tanpa diwakilkan pada 10-11 Juli 2017. Ketentuan-ketentuan ini dapat diakses pada laman www.untidar.ac.id.

“Calon mahasiswa diharapkan memperhatikan persyaratan dan teliti saat pengisian borang atau ketentuan lainnya. Terkadang karena bersemangat mereka kurang teliti dan akibatnya merugikan mahasiswa itu sendiri,” jelas Nuwun Priyono, S.E., Akt., M.Ak., Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UNTIDAR. (HDN/DN)

PSM GRANDIO SONORA TIDAR BAWA PULANG 2 MEDALI EMAS DAN 1 PERAK DARI 5TH VIETNAM INTERNATIONAL CHOIR

Tim Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Grandio Sonora Tidar berhasil memperoleh 2 medali emas dan 1 perak dalam ajang 5th Vietnam International Choir 2017 yang berlangsung pada 7 – 11 Juni 2017 di Hoi An, Vietnam. “Alhamdulillah diluar dugaan dan hasilnya sungguh memuaskan, kita berhasil memperoleh 2 medali emas dan 1 perak serta penghargaan Special Prize,” tutur Achmad Mursid, koordinator tim.

PSM Grandio Sonora Tidar memperoleh medali emas pada kategori Mixed Choirs dan Folklore sedangkan medali perak diperoleh dari katerogi Sacred Choir Music/Musica Sacra. Penghargaan tambahan atau Special Prize for Excellent Programming menjadi pelengkap keberhasilan tim. “Special Prize diberikan kepada tim paduan suara yang paling rajin semisal administrasi, pengumpulan data dan penampilan terunik,” tambah Mursid.

19055806_1567650549912796_8921332849866022162_o

Perjuangan 10 bulan tim PSM Grandio Sonora Tidar tidaklah sia-sia. Mulai dari anggota tim yang satu per satu mengundurkan diri sampai banting tulang mencari tambahan dana terbayar sudah dengan hasil yang memuaskan ini. Prestasi ini juga tak lepas dari kegigihan Alex Henry Eko Prabowo Antonius, pelatih serta konduktor PSM Grandio Sonora Tidar yang tak putus asa melatih serta selalu memberikan motivasi kepada anggota timnya.

5th International Vietnam Choir Competition diikuti 33 tim paduan suara dari 10 negara yaitu Australia, China, Indonesia, Jepang, Malaysia, Pilipina, Rusia, Singapore, Thailand dan Vietnam. Peserta dari Indonesia terdiri dari 8 tim yaitu Apostolos (Jakarta), Bina Bakti Choir (Bandung), Cantiamo La Verita Choir & Singer (Jakarta), Gita Dian Nuswa (Universitas Dian Nuswantoro, Semarang), Gita Nada Smasagers Youth Choir (Gresik), Phileo Choir (Yogjakarta), Smukiez Choir (Jakarta) dan PSM Grandio Sonora Tidar (Magelang).

PSM Grandio Sonora Tidar mendapat undangan mengikuti 5th International Vietnam Choir Competition 2017 ini berawal dari kejuaraan yang diperoleh di Bali Choir International Festival tahun 2015 lalu. Saat itu PSM Grandio Sonora Tidar berhasil memperoleh 2 medali perak dalam kategori Pop & Jazz serta Mixed Youth Choir. (DN)

TAMBAH KUOTA, UNTIDAR RESMI BUKA PRODI S1 AKUNTANSI DI JALUR SELEKSI MANDIRI

Rektor Universitas Tidar resmi membuka Program Studi (Prodi) Akuntansi program sarjana sesuai dengan Surat Keputusan Rektor Nomor 131/UN57/PMB/2017 tentang Perubahan Atas Keputusan Rektor Nomor 071/UN57/K/2017 tentang Daya Tampung Mahasiswa Baru Program Sarjana dan Diploma Universitas Tidar Tahun Akademik 2017/2018. “Kuota yang semula 1440 dirubah menjadi 1595. Program sarjana ditambah 80 untuk S1 Akuntansi dan penambahan 75 untuk program diploma Akuntansi dan Teknik Mesin (Otomotif),” tutur Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd, Rektor UNTIDAR.

Ketua Jurusan Akuntansi, Siti Arifah, SE.Akt, M.Si, menuturkan bahwa fakultas, jurusan bahkan prodi sudah siap dengan pembukaan Prodi Akuntansi S1 seiring dengan ditetapkannya Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 247/KPT/I/2017 tentang Izin Pembukaan Program Studi Akuntansi Program Sarjana pada Universitas Tidar di Kota Magelangin. “Dosen siap serta bahan ajar juga siap. Hanya mungkin masalah tempat, kita menyesuaikan,” jelasnya.

Saat ini dosen Akuntansi berjumlah 8 orang dan segera akan mendapat tambahan 4 dosen kembali ketika ajaran baru dimulai. Berbeda dengan prodi Akuntansi D3 yang sudah ada sebelumnya, Prodi Akuntansi S1 akan lebih memfokuskan pada teori dan analisis. “Jika pada program diploma 60% kuliah difokuskan pada praktek maka program sarjana akan lebih fokus pada analisis dan teori,” tambah Arifah.

Selain peminat yang tinggi pada jurusan di Bidang Ekonomi salah satunya Akuntansi jumlah lulusan atau sarjana jurusan ini juga sama tingginya. Disinggung soal permasalahan ini, Arifah optimis lulusan Prodi Akuntansi S1 UNTIDAR harusnya berbeda dengan lainnya. “Dilihat dari sisi visi dan misi universitas dimana kampus kita bertumpu pada riset dan kewirausahaan tentunya sarjana Akuntansi S1 UNTIDAR diharapkan unggul dalam riset serta tangguh dalam praktek karena mendapat pelatihan kewirausahaan,” jelasnya.

Pendaftaran Seleksi Mandiri (SM) UNTIDAR jalur Ujian Tertulis akan dibuka pada 13-20 Juni 2017 lewat laman www.sm.untidar.ac.id terdapat 16 prodi yang ditawarkan yaitu 14 program sarjana (Ekonomi Pembangunan, Manajemen, Akuntansi, Agroteknologi, Peternakan, Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan IPA, Ilmu Administrasi Negara, Hukum, Ilmu Komunikasi) dan 2 program diploma (Akuntansi dan Teknik Mesin/Otomotif). (DN)

PKMM 2017 : WASPADA BENCANA DENGAN “MILANTA”

Bencana tanah longsor yang terjadi beberapa waktu lalu di Desa Totogan, Kecamatan Karang Sambung, Kabupaten Kebumen menggerakkan Endah Pangestuti, mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Tidar menyusun sebuah program penanganan bencana di wilayah ini.

Keadaan tanah yang labil serta curah hujan yang tinggi menjadi pemicu tanah longsor. Masyarakat yang terlambat memahami tanda-tanda ini terancam keselamatannya jiwa raga, rumah serta lahan pertaniannya. Endah bersama 4 anggota timnya yaitu Fara Indah Damayanti, Aprilia Ayu Nugraheni, Mustika Handayani, dan Bintoro Eri Adriyan dalam Program Kreatifitas Mahasiswa Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-M) “Milanta” (Mitigation of Landslides in Totogan) menyelenggarakan pendidikan pencegahan bencana tanah longsor kepada masyarakat Totogan.

Sosialisasi mitigasi bencana bersama warga Totogan dan LMDH.

                                    Sosialisasi mitigasi bencana bersama warga Totogan dan LMDH.

Ketua Pelaksana PKM-M Endah Pangestuti menerangkan bahwa daerah tersebut rutin setiap tahunnya terkena longsor baik terjadi di jalan, tebing bahkan sampai di rumah warga. “Kedepannya saya dan tim berharap masyarakat mulai mengenali tanda-tanda bencana dan cara pencegahannya sehingga muncul rasa aman tanpa was-was sewaktu-waktu longsor kembali,” tuturnya.

Pemilihan Desa Totogan sebagai lokasi PKMM karena Dilakukan di desa ini selain karena kondisi tanah juga ingin membuat masyarakat sekitarnya merasa aman untuk mengurangi resiko, melalui tindakan pencegahan dan penanggulangan setelah bencana terutama bencana longsor  meskipun belum seluruhnya,“ jelasnya.

Dibawah bimbingan Dosen Retno Dewi Pramodia Ahsani., SIP., MPA, Endah dan tim melaksanakan 4 kegiatan yang dimulai dari simulasi, pembuatan terasering, reboisasi dan pembuatan turap. Kegiatan Simulasi ini dengan mengumpulkan warga memberikan pengetahuan tentang bencana longsor, kemudian membuat terasering juga melakukan upaya reboisasi. Penanggulangan tahap akhir adalah pembuatan turap setinggi 4 meter dan panjang hingga 15 meter untuk mencegah longsoran kembali. Semuanya dilakukan mahasiswa bersama warga sekitar dibantu Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Totogan.

Reboisasi merupakan salah satu upaya pencegahan tanah longsor.

                                      Reboisasi merupakan salah satu upaya pencegahan tanah longsor.

“Kami siap memberikan informasi yang mendukung kegiatan mahasiswa serta membantu semaksimal mungkin misal dalam pepbuatan terasering atau turap,” tutur Mismun Ketua LMDH Perhutani Totogan yang sekaligus menjadi pendamping PKM-M “Milanta” yang dilaksanakan pada bulan April dan berakhir pada 7 Mei 2017. (HDN/DN)

SEJUMLAH 168 MAHASISWA UNTIDAR DITETAPKAN TERIMA BEASISWA PPA 2017

Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd menetapkan 168 mahasiswa sebagai penerima beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) tahun 2017. Penetapan ini tertuang dalam Surat Keputusan Rektor Nomor 130/UN57/KM/2017. “Kuota beasiswa tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 33 orang, tahun ini menjadi 168 orang,” tutur Rektor.

Terdapat 3 unsur penilaian yang menjadi indicator lolosnya mahasiswa menerima beasiswa tersebut adalah dilihat dari nilai IPK, prestasi non-akademik dan juga dari segi ekonomi. Tahun ini terdapat 506 pendaftar dari seluruh mahasiwa UNTIDAR. Dari peningkatan ini Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Bambang Kuncoro, M.Si. menyampaikan harapannya untuk kedepannya akan lebih banyak mahasiswa yang mendapatkan beasiswa, salah satunya beasiswa PPA ini.

Kepala Sub Bagian Kemahasiswaan Ibu Murti Dhamayanti, S.E.  menambahkan adanya penerimaan beasiswa ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa. “Bisa menstimulus mahasiswa untuk termotivasi dalam akademik dan juga menambah prestasi non-akademik lainnya”, jelasnya. Karena syarat dalam mendaftar penerimaan beasiswa PPA tidak hanya dilihat nilai IPK saja tetapi juga dari presatasi non akademik dan juga kondisi ekonomi.

Dari 168 penerima ternyata sudah mencakup mahasiswa semester dua. Namidia Ayu Oliviana mahasiswa semester dua  program studi ekonomi pembangunan penerima beasiswa PPA tahun ini dengan  memiliki ipk 3,93. Dia merupakan penerima beasiswa dengan IPK tertinggi merasa bersyukur karena pengajuan pertamanya ini langsung lolos seleksi. “Tidak menyangka langsung diterima sekaligus bersyukur mendapatkan beasiswa di tahun pertama”, katanya.

Ia menuturkan uang ini akan digunakan untuk pembiayaan uang kuliahnya secara mandiri, agar dapat meringankan pembiayaan orang tua dengan 3 saudara lainnya. (HDN/DN)

PSM GRANDIO SONORA TIDAR SIAP BERLAGA DI 5TH VIETNAM INTERNATIONAL CHOIR COMPETITION

Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. resmi melepas tim Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Grandio Sonora Tidar yang akan mengikuti 5th Vietnam International Choir Competition, Selasa (06/06). Kompetisi antar tim paduan suara dibawah pengelolaan organisasi INTERKULTUR ini berlangsung di kota Hoi An, Vietnam pada Rabu-Minggu (7-11/06).

PSM Grandio Sonora Tidar berpamitan kepada Rektor Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd serta Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Drs. Hery Suroso, S.T., M.M sebelum berangkat ke 5th Vietnam International Choir Competition.

PSM Grandio Sonora Tidar berpamitan kepada Rektor Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd serta Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Drs. Hery Suroso, S.T., M.M sebelum berangkat ke 5th Vietnam International Choir Competition.

Sejumlah 17 mahasiswa, satu pembina, satu konduktor dan satu pengiring. PSM GST UNTIDAR akan bertanding dalam 3 kategori yaitu folklore, musica sacra dan mixed choir.

Kategori yang pertama Mixed Choir, dimana dilihat dari tingkat usia yang beragam berada dalam satu paduan suara. Dengan menyanyikan 3 lagu yaitu Ballade to the Moon, Segalariak, dan Il carnevale di Venezia. Kategori yang kedua Chamber Choirs of Mixed Voices dengan menyanyikan 3 lagu yaitu Dixit Maria, The Ground, dan Salmo 150. Kompetisi Internasional ini banyak menggunakan lagu bersyair latin.

Kategori yang ketiga adalah Folklore,dengan menyanyikan lagu daerah yang disarankan menggunakan lagu daerah asalnya. Dalam kesempatan ini GST UNTIDAR akan menyanyikan lagu Nunggang pit, Gai Bintang dan Yamko Rambe Yamko.

Rektor UNTIDAR Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. bertemu dengan GST sebelum berangkat dan memberikan pesan bagi GST agar dapat tampil optimal sesuai dengan persiapan yang telah dilakukan selama ini. “Dengan semangat yang tinggi dapat tampil secara optimal dan para peserta paduan suara dapat menghayati isi syair sehingga vokal benar2 dapat dikeluarkan maksimal”, katanya.

Dalam pesan yang disampaikan ia memberikan ucapan selamat dan sukses agar nantinya dapat pulang membawa hasil yang baik. Dalam pamitan kali ini, GST sempat menyanyikan lagu Himne UNTIDAR dan menurut beliau suasana berubah menjadi haru sekaligus bangga akan para mahasiswa. “Saya sampai berkaca-kaca saat anak GST menyanyikan lagu Himne UNTIDAR, serta bangga bisa melawat mereka hingga akhirnya berangkat ke Vitenam”, jelasnya.

Penampilan PSM GST dalam Dies Natalis ke-3 UNTIDAR.

                                                   Penampilan PSM GST dalam Dies Natalis ke-3 UNTIDAR.

Keberangkatan PSM GST sempat mengalami beberapa kendala, khususnya masalah dana. Meskipun begitu, mereka tidak putus asa berbagai cara dilakukan untuk menggalang dana. “Tidak hanya yang berangkat ke Vietnam semua anggota PSM GST ikut berusaha mengumpulkan dana, mulai dari mengumpulkan koran bekas, berjualan kaos, gelang bahkan makanan ringan,” tutur Achmad Mursid, koordinator tim.

PSM GST juga mengirimkan proposal ke bagian Belmawa Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. “Ada informasi bantuan pembiayaan kegiatan mahasiswa dari kemristek, segera kami kirimkan proposal dan alhamdulillahnya lolos,” tambahnya.

Selain itu, keberangkatan PSM GST kali ini juga dibantu beberapa sponsor salah satunya PT. Mekar Armada Jaya dengan memberikan bantuan transportasi dari Magelang menuju Bandara dan akan menjemput kembali sepulangnya dari Vietnam. (HDN/DN)

JOKO WIDODO PIMPIN UPACARA PERINGATAN HARI LAHIR PANCASILA DI UNTIDAR

Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Joko Widodo, M.Pd menjadi Pembina Upacara Peringatan Hari Pancasila di Universitas Tidar, Kamis (01/06). Upacara ini diikuti seluruh dosen dan tenaga kependidikan UNTIDAR serta mahasiswa Bidikmisi angkatan 2016.

“Kodrat bangsa Indonesia adalah keberagaman. Berbagai etnis, bahasa, adat istiadat, agama, kepercayaan dan golongan bersatu padu membentuk Indonesia. Itulah kebhineka tunggal ika-an kita,” tutur Joko Widodo saat membacakan teks sambutan dari Presiden Republik Indonesia.

Haripanca 3

Peringatan Hari Lahir Pancasila tercantum di Peraturan Presiden (Perpres) No 24 Tahun 2016. Sejak Perpres ini dikeluarkan secara resmi tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila oleh seluruh rakyat Indonesia.

Dalam Perpres tersebut dijelaskan bahwa penetapan hari lahir Pancasila mengacu pada sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 29 Mei – 1 Juni 1945. Sedangkan istilah Pancasila baru diperkenalkan oleh Sukarno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945 dilanjutkan rumusan Piagam Jakarta pada tanggal 22 Juni 1945 hingga rumusan final tanggal 18 Agustus 1945.

Haripanca 2

“Pancasila itu sangat penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang beragam. Sayangnya, sempat ada isu pertentangan tentang sah tidaknya Pancasila ditinjau dari sudut pandang agama,” kata Atif, Ketua Himpunan Mahasiswa Bidikmisi UNTIDAR (Himadiktar). Menurutnya, Pancasila sudah sesuai karena dalam pembuatannya juga melibatkan para ulama dan substansinya tidak bersebrangan dengan agamanya (Islam).

Bayu Setiaji Muslih, Ketua BEM KM menuturkan bahwa Indonesia sebagai Negara yang berideologi Pancasila merupakan sebuah keistimewaan. “Diluar sana negara lain menerapkan nilai liberalisme, soisalisme hingga komunis akan tetapi Indonesia melahirkan konsep dasar yang “khas” yaitu Pancasila,” katanya.

Senada dengan Atif dan Bayu, Tadjus Sobirin, mahasiswa Teknik Sipil ini mendukung Pancasila sebagai ideology pemersatu bangsa. “Melalui peringatan hari Pancasila diharapkan kita lebih bersemangat untuk terus berjuang serta mengabdi kepada bangsa meski kita berbeda-beda,” pungkasnya. (DN)

haripanca

PEKAN KEGURUAN 2017 FOKUS PADA BIDANG KEGURUAN, ILMU PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN

Pekan Keguruan 2017 yang diselenggarakan Senin-Sabtu (22-26/05) mendapat antusiasme tinggi dari keluarga besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) maupun sivitas akademika UNTIDAR. Kegiatan dengan fokus utama pada bidang keguruan, ilmu pendidikan dan pengajaran (Bahasa Indonesia dan Inggris) ini diwujudkan dalam serangkaian lomba, seminar dan pentas seni.

Rangkaian Pekan Keguruan 2017 terdiri 9 acara yaitu Guest Lecturing & Academic Sharing, Tea Pot (Teacher Week’s Spot), Kompetisi Debat FKIP 2017, Seminar Regional, Lomba Media Pembelajaran, Lomba Best Practice Guru, Lomba Best Practice Mahasiswa, Lomba Esai Kependidikan dan Pentas Seni.

Best Practice Guru

                                                                       Best Practice Guru

“Kami juga melibatkan para guru di wilayah Kedu dalam kegiatan Pekan Keguruan 2017 ini terutama pada Lomba Best Practice dan Esai Kependidikan. Selain berkompetisi masing-masing guru juga mendapat kesempatan berbagi metode pembelajaraan dengan guru lain pada acara ini,” kata Winda Candra Hantari, S.S., M.A. selaku Ketua Panitia.

Pentas Seni

                                                                        Pentas Seni

Harapan kedepannya Pekan Keguruan FKIP dapat diselenggarakan rutin tiap tahunnya. Tidak menutup kemungkinan acara ini akan dikembangkan dengan melibatkan pihak umum lebih banyak lagi untuk tahun-tahun berikutnya. (FKIP UNTIDAR/DN)

Lomba Media Pembelajaran

Lomba Media Pembelajaran

Berita Pekan Keguruan FKIP UNTIDAR selengkapnya :

http://fkip.untidar.ac.id/