PEMINAT UNTIDAR JALUR SBMPTN DIPERKIRAKAN TEMBUS 7000 SISWA

Data sementara jumlah pendaftar Universitas Tidar jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) mencapai 6.860 siswa. Jumlah ini diperkirakan masih meningkat sehubungan dengan perpanjangan jadwal pendaftaran SBMPTN sampai Selasa (09/05) sampai pukul 16.00 WIB.

“Pendaftar UNTIDAR lewat jalur SBMPTN meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2015 sebanyak 3.987 siswa, Tahun 2016 sebanyak 4.803 dan per Senin (08/05) jumlah pendaftar mencapai 6.860,” ujar Nuwun Priyono, S.E., M.Ak., Akt., C.A. Ketua PMB UNTIDAR.

Prodi baru Manajemen merupakan prodi dengan minat terbanyak disusul Ekonomi Pembangunan dan Ilmu Administrasi Negara. Prodi Manajemen merupakan 1 dari 5 prodi baru yang dibuka pada Tahun Akademik 2017/2018. Prodi baru lainnya meliputi Peternakan, Pendidikan IPA, Ilmu Komunikasi dan Hukum.

“Sub Panlok Magelang menyediakan total 3.692 kuota untuk mengikuti ujian SBMPTN di Kota Magelang. Kuota tersebut terdiri dari 3612 kursi untuk ujian PBT (Paper Base Test) dan 80 kursi untuk CBT (Computer Base Test),” jelas Whinarko Juliprijanto, Ketua Pelaksana SBMPTN Sub Panlok Magelang.

Ujian SBMPTN akan dilaksanakan serempak diseluruh Indonesia pada Selasa (16/05). Panitia pusat Sub Panlok Magelang dipusatkan di UNTIDAR sedangkan lokasi ujian meliputi kampus Tuguran UNTIDAR, SMA N 1, SMA N 2, SMA N 3, SMA N 4, SMA N 5 Magelang dan SMP N 11 Magelang. Pada hari yang sama dilaksanakan registrasi calon mahasiswa jalur SNMPTN di auditorium UNTIDAR. (DN)

PASCA BENCANA, UNTIDAR BANGUN 1,2 KM SALURAN AIR DI DUSUN NIPIS, GRABAG

Bencana banjir bandang dan tanah longsor, Sabtu (29/04) lalu menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, terputusnya aliran listrik hingga saluran air bersih. “Kami ingin membantu warga membangun kembali saluran air yang terputus dan dikemudian hari seterusnya dapat digunakan oleh warga,” tutur Drs. Hery Suroso, S.T., M.T., Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan UNTIDAR.

Pengerjaan pembangunan saluran air selesai pada Minggu (06/04) sepanjang 1,2 km menggunakan 300 pipa dengan panjang masing-masingnya 4 meter dan berdiameter 2,5 inch. Pada Senin (08/05) air sudah mengalir ke Dusun Nipis dan terdistribusi ke rumah warga.

Penyaluran air bersih menggunakan 300 pipa sepanjang 1,2 KM.

                                Penyaluran air bersih menggunakan 300 pipa sepanjang 1,2 KM.

Mulai dari proses survei lapangan hingga pemasangan pipa melibatkan mahasiswa UNTIDAR yang dikoordinasi oleh Bayu Setiaji Muslih, Ketua BEM KM. “Setiap harinya mulai Kamis (04/06) lalu sekurang-kurangnya ada 30 mahasiswa yang diterjunkan ke lapangan,” jelas Bayu.

Bayu yang juga mahasiswa Prodi Teknik Sipil memaparkan medan pemasangan pipa pasca bencana sulit dijangkau. “Ada tebing yang longsor dengan kemiringan hingga 70 derajat padahal area ini merupakan jalur pipa air sebelumnya sehingga kami harus mencari rute yang baru,” tambahnya.

Pemasangan pipa di lokasi yang terkena banjir.

                                           Pemasangan pipa di lokasi yang terkena banjir.

Pemerintah Daerah Kabupaten Magelang juga turut membantu dalam pengadaan pipa serta pemasangannnya juga dibantu warga sekitar beserta TNI. Saat ini UNTIDAR memiliki Basecamp di Dusun Nipis tepatnya dirumah Bapak Nasrodi. Basecamp tersebut merupakan tempat berkumpul para relawan dari UNTIDAR. (DN)

UNTIDAR LUNCURKAN MOBIL LISTRIK “ELANG UNTIDAR”

Universitas Tidar resmi meluncurkan prototype mobil listrik “Elang UNTIDAR” pada acara Magelang Fair 2017 di alun-alun Kota Magelang, Sabtu (06/05). “Masih banyak kekurangan yang harus dikoreksi serta dikembangkan. Tidak menutup kemungkinan di kemudian hari prototype ini menjadi sarana transportasi alternatif di Kota Magelang,” tutur Sigit Joko Purnomo, S.T., M.T., Ketua Tim Mobil Listrik.

Sigit yang juga merupakan dosen D3 Teknik Mesin UNTIDAR melibatkan 4 mahasiswa yaitu Lukman N.H., Bangkit Hendra Pratama, Setya Pambudi, dan Nurofik dalam pengerjaan mobil listrik ini. “Desember 2016, kami sudah mulai membahas konsep awal seputar tinggi, bahan serta steering dengan tujuan membuat rangkaian komponen seringan mungkin sehingga kecepatan mobil bisa maksimal,” jelas Lukman.

Sigit Joko Purnomo, S.T., M.T. (kanan) bersama tim mobil listrik dan Kabag Keuangan UNTIDAR saat uji coba prototype mobil listrik di alun-alun Kota Magelang.

Sigit Joko Purnomo, S.T., M.T. (kanan) bersama tim mobil listrik dan Kabag Keuangan UNTIDAR saat uji coba prototype mobil listrik di alun-alun Kota Magelang.

Proses perakitan mesin dimulai bulan Februari-April 2017 sedangkan body mobil dibuat awal Mei 2017. “Elang UNTIDAR” memiliki panjang 260 cm dan tinggi 70 cm dan mengandalkan tenaga listrik dari 4 accu yang dirangkai secara seri dengan total daya 48 volt. “Kecepatan maksimal diperkirakan mencapai 50 km/jam. Pengisian daya ulang juga tidak terlalu lama, kurang dari 30 menit,” tambah Lukman.

Mahasiswa UNTIDAR sedang menjelaskan cara kerja kran wudhu otomatis kepada pengunjung stand.

Mahasiswa UNTIDAR sedang menjelaskan cara kerja kran wudhu otomatis kepada pengunjung stand.

Selain mobil listrik, stand UNTIDAR dipenuhi karya inovasi sivitas akademika seperti , robot elang, kran wudhu otomatis, electroplating (penyepuh besi), mesin bubut otomatis, arm robotic serta pakan ternak organik. (DN)

DIES NATALIS KE-3 : INOVATIF, PRODUKTIF DAN AKSELERATIF MENUJU UNTIDAR BERPRESTASI

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir mengapresisasi perkembangan UNTIDAR dalam kurun waktu 3 tahun terakhir pada Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-3 UNTIDAR, Sabtu (01/04). Masa transisi swasta ke negeri yang berpotensi memunculkan banyak masalah ternyata bisa diatasi UNTIDAR dengan baik.

“Dosen & tenaga kependidikan serta bangunan mangkrak merupakan masalah yang kerap dihadapi PTN baru. Solusinya, Rektor harus mampu membangun kedekatan yang harmonis baik kepada dosen maupun tendik,” ujar Menristekdikti.

Suasana Sidang Senat Terbuka, Dies Natalis ke-3 UNTIDAR, Sabtu (01/04).

Suasana Sidang Senat Terbuka, Dies Natalis ke-3 UNTIDAR, Sabtu (01/04).

Rektor UNTIDAR, Cahyo Yusuf turut menyampaikan peningkatan dan pengembangan sarana dan prasarana. Dalam kurun waktu singkat, 1 April 2014 – 1 April 2017, UNTIDAR telah berkembang pesat terutama pada bidang infrastruktur, media pembelajaran serta alat-alat laboratorium pendukung perkuliahan. Pembangunan infrastruktur di Kampus Tuguran untuk Fakultas Ekonomi dan Fakultas Teknik terus dipercepat untuk menampung total ±5500 mahasiswa pada tahun akademik 2017/2018. Selain itu, UNTIDAR juga mempersiapkan kampus-kampus baru di beberapa tempat: (a) wilayah Kota Magelang : tanah Sidotopo untuk Fakultas Kedokteran dan tanah di Mertoyudan untuk Prodi Kedokteran Gigi; (b) wilayah Kabupaten Magelang : tanah di Grabag untuk Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dan Tanah Bandongan untuk Fakultas Pertanian; (c) tanah Kledung Temanggung untuk Prodi Hukum, Prodi Teknik Informatika, Program Studi Akuakultur dan Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, dan (d) tanah Selomerto Wonosobo untuk Program Studi Peternakan dan Program Studi Perkebunan.

“Tidak hanya peningkatan infastruktur, tahun akademik 2017/2018, UNTIDAR resmi membuka 5 program studi baru yaitu manajemen, hukum, ilmu komunikasi, pendidikan IPA dan peternakan,” ujar Rektor.

Senat UNTIDAR saat memasuki auditorium.

Senat UNTIDAR saat memasuki auditorium.

Perubahan status tak lantas membuatnya “berhenti” namun ini adalah permulaan untuk “berlari” menuju UNTIDAR berprestasi. “Inovatif, Produktif dan Akseleratif” merupakan tema Dies Natalis ke-3 sekaligus merupakan pembuktian, harapan dan janji UNTIDAR kepada seluruh sivitas akademika, masyarakat Kota Magelang khususnya serta seluruh rakyat Indonesia bahwa pendidikan akan membawa kita pada kehidupan yang lebih baik dan semuanya bisa dimulai dari kampus tercinta ini.

Selain memberikan orasi ilmiah, Menristekdikti juga berkesempatan menandatangani prasasti peresmian Gedung Fakultas Teknik sekaligus bernostalgia dengan UNTIDAR. “Tahun 1992 saya pernah mengajar disini dan saya mengapresiasi perkembangannya, dulu pendaftarnya sedikit berbeda dengan sekarnag,” pungkasnya.(DN/HDN)

LOMBA MENYANYI TUNGGAL, FESTIVAL BAND DAN TARI MODERN (DANCE) DIES NATALIS KE-3 UNTIDAR

Formulir Kesediaan Lomba Band, Tari Modern (dance) & Menyanyi Tunggal

Dies Natalis ke-3 Universitas Tidar

PENDAFTARAN DIPERPANJANG SAMPAI KAMIS, 16 MARET 2017

Lomba Menyanyi Tunggal

Surat kesediaan Lomba Menyanyi Tunggal mohon dikirimkan paling lambat pada hari Senin, 13 Maret 2017 melalui email: nuwunpriyono@untidar.ac.id maksimal pukul 16.00 WIB. Keterangan lebih lanjut dapat menghubungi koordinator acara

Nuwun Priyono 08156605112

Dowload dibawah ini:

FORMULIR KESEDIAAN MENGIKUTI LOMBA NYANYI TUNGGAL (1)

Lomba Band & Tari Modern (dance)

Surat kesediaan mengikuti Festival mohon dikirimkan paling lambat pada hari Senin, 13 Maret 2017 melalui email: gunawan58@untidar.ac.id maksimal pukul 16.00 WIB. Keterangan lebih lanjut dapat menghubungi koordinator acara

Tri Agus Gunawan 0852 2580 5858.

Dowload dibawah ini :

FORMULIR KESEDIAAN MENGIKUTI FESTIVAL

KETENTUAN LOMBA MENYANYI TUNGGAL, FESTIVAL BAND & TARI MODERN

LOMBA MENYANYI TUNGGAL (POP, KERONCONG DANGDUT)

DIES NATALIS KE-3 UNIVERSITAS TIDAR

JUMAT, 24 MARET 2017

  1. Ketentuan Umum
  • Lomba diikuti oleh pelajar aktif di masing-masing sekolah dibuktikan dengan Fotocopy Kartu Pelajar.
  • Masing-masing sekolah diberi kuota maksimal 4 orang:
  • 1 orang menyanyi dengan kategori musik pop
  • 1 orang menyanyi dengan kategori musik keroncong
  • 1 orang menyanyi dengan kategori musik dangdut
  • Pendamping
  • Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.

2. Ketentuan Lomba Menyanyi Tunggal

  • Lomba diikuti oleh pelajar aktif di masing-masing sekolah dibuktikan dengan Fotocopy Kartu Pelajar.
  • Masing-masing sekolah diberi kuota maksimal 4 orang:
  • 1 orang menyanyi dengan kategori musik pop
  • 1 orang menyanyi dengan kategori musik keroncong
  • 1 orang menyanyi dengan kategori musik dangdut
  • Pendamping
  • Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.

3. Ketentuan Lomba Menyanyi Tunggal

  1. Perlombaan dibagi dua babak yaitu babak penyisihan dan babak 5 besar.
  2. Pada babak penyisihan, peserta membawakan 1 buah lagu dengan memilih salah satu lagu yang sudah ditentukan.
  3. Daftar lagu yang bisa dipilih oleh tiap peserta adalah:
Pop Putra Pop Putri Dangdut Putra Dangdut Putri Keroncong Putra Keroncong Putri
Terimakasih Cinta (Afgan) Aku Makin Cinta (Vina Pandu W) Cinta Hitam Bimbang Bahana Pancasila Dharma bakti
Aku Yang Tersakiti (Judika) Perahu Kertas (Maudy Ayunda) Darah Muda Muara Kasih Bunda Tanah Airku Tidurlah Intan
Seluruh Nafas Ini (Last Child) Butiran ebu (Tery) Gala-Gala Jatuh Bangun Bandar Jakarta Irama Malam
Simponi Yang Indah (Once) Cinta Sejati (BCL) Mbah Dukun Pria Idaman Terkenang-Kenang Mahameru
Nuansa Bening (Vid Aldiano) Pasti Bisa (Citra Skolastika) Rembulan Bersinar Lagi Zapin Mawar Sekuntum Terkenang-Kenang
Bukan Cinta Biasa (Afgan) Apalah Arti Menunggu (Raisa) Tidak Semua Laki-Laki Matahariku Suci

 

  1. Unsur penilaian Lomba meliputi:
  2. Kualitas vocal
  3. Performance
  4. Penghayatan
  5. Penguasaan panggung
  6. Peserta menggunakan pakaian bebas, sopan dan rapi
  7. Pada babak 5 besar, peserta menyanyikan dua lagu yang belum dinyanyikan pada babak penyisihan dengan tetap memilih lagu dari yang sudah ditentukan dalam tabel.
  8. Panitia menyediakan fasilitas musik pengiring, mic & stand mic, mixer digital dan pengeras suara (sound system).

4. Hadiah

Hadiah yang diperebutkan pada masing-masing kategori lagu adalah:

  • Juara I : Trophy + uang tunai
  • Juara II : Trophy + uang tunai

FESTIVAL BAND & TARI MODERN

DIES NATALIS KE-3 UNIVERSITAS TIDAR

MINGGU, 26 MARET 2017

  1. Ketentuan Umum
  • Festival diikuti oleh pelajar aktif di masing-masing sekolah dibuktikan dengan Fotocopy Kartu Pelajar.
  • Masing-masing sekolah diberi kuota maksimal 17 orang dengan pembagian:
  • 7 orang anggota (termasuk crew) untuk kelompok band
  • 8 orang anggota (termasuk crew) untuk kelompok tari modern (dance)
  • 2 orang pendamping.
  • Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat

2. Ketentuan Lomba Band

  • Peserta membawakan 2 buah lagu yang terdiri dari 1 lagu daerah dan 1 lagu Indonesia (bebas).
  • Lagu yang dibawakan dalam bentuk format band dan diperbolehkan untuk melakukan aransemen ulang.
  • Lagu yang dibawakan tidak boleh mengandung unsur SARA, pornografi dan kekerasan.
  • Durasi maksimal setiap kelompok maksimal 15 menit (sudah termasuk checksound).
  • Panitia menyediakan peralatan musik standar berupa 2 gitar, 1 bass, 1 set drum, 2 mic & stand mic, mixer digital (masing-masing alat sudah dilengkapi sound dan monitor).
  • Peserta dibolehkan membawa alat musik sendiri.
  • Unsur penilaian Lomba Band meliputi:
  • Keserasian syair dan musik.
  • Aransemen lagu
  • Harmonisasi
  • Performance
  • Penghayatan
  • Ketepatan Waktu
  • Apabila terjadi kerusakan (berat) pada peralatan band setelah pementasan grup band yang terjadi secara sengaja adalah menjadi tanggung jawab grup atau peserta tersebut.
  • Jika pada saat pementasan peserta melebihi waktu yang telah ditentukan maka menjadi pertimbangan dalam pengurangan nilai.

3. Ketentuan Lomba Tari Modern (dance)

  • Durasi tiap kelompok maksimal 10 menit.
  • Peserta menggunakan pakaian bebas, sopan dan rapi serta diperbolehkan menggunakan properti untuk menunjang performance.
  • Lagu backsound tari dan properti tidak boleh mengandung unsur SARA, pornografi dan kekerasan.
  • Panitia tidak bertanggungjawab apabila lagu yang telah digunakan rusak ataupun format lagu tidak terbaca.
  • Unsur penilaian Festival tari modern (dance) meliputi:
  • Koreografi
  • Power
  • Kekompakan
  • Ekspresi
  • Kostum
  • Jika pada saat pementasan peserta melebihi waktu yang telah ditentukan maka menjadi pertimbangan dalam pengurangan nilai.

4. Hadiah

Hadiah yang diperebutkan pada masing-masing lomba adalah:

  • Juara I : Trophy + uang tunai
  • Juara II : Trophy + uang tunai
  • Juara III : Trophy + uang tunai

MONEV BIDIKMISI : REKTOR KUNJUNGI KEDIAMAN MAHASISWI PENERIMA BIDIKMISI DI WONOSOBO

Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. mengunjungi kediaman Destiyana Rahmaleta, salah satu mahasiswi penerima bantuan Bidikmisi dari Kabupaten Wonosobo, Senin (27/02). Bidikmisi membantu Desti, mahasiswi jurusan Teknik Sipil angkatan tahun 2016 melanjutkan pendidikannya di UNTIDAR. “Selalu ada jalan untuk mahasiswa berprestasi salah satunya Bidikmisi ini. Selain terbantu biaya kuliah tiap semester, penerima Bidikmisi juga mendapat uang saku sebesar 650 ribu per bulannya,” tutur Rektor UNTIDAR.

Bersama Wakil Rektor Bidang Umum & Keuangan, Drs. Hery Suroso, S.T., M.T.; Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan & Kerjasama (BAKPK), Drs. Giri Atmoko, M.Si., dan beberapa staf UNTIDAR disaksikan Kepala Kelurahan Jaraksari, Akhmad N. Utomo dan Humas Pemkab Wonosobo, Fajar Susanto, Rektor UNTIDAR menyerahkan simbolisasi bantuan Bidikmisi kepada Desti.

“Semoga kedepannya lebih banyak lagi putra-putri Wonosobo yang menerima bantuan ini dan melanjutkan pendidikannya sampai perguruan tinggi,” kata Kepala Kelurahan Jaraksari.

Sesuai dengan surat nomor 162/B/BW/2017 dari Direktorat Jenderal Pembelajaran & Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi perihal kuota Bidikmisi dan PPA tahun 2017 kuota Bidikmisi di UNTIDAR tahun 2017 telah ditetapkan sebanyak 300 mahasiswa sedangkan beasiswa PPA (Peningkatan Prestasi Akademik) sebanyak 168 peserta. Kuota ini meningkat dari tahun 2016 sebanyak 296 mahasiswa penerima Bidikmisi dan 33 mahasiswa penerima beasiswa PPA.

“Jangan hanya terpaut pada Bidikmisi dan PPA masih banyak beasiswa dari sumber lainnya misal Provinsi atau ASTRA di UNTIDAR,” tambah Wakil Rektor Bidang Umum & Keuangan.

Bidikmisi merupakan program unggulan pemerintah sejak tahun 2010 yang bertujuan meningkatkan akses dan kesempatan belajar di perguruan tinggi bagi peserta didik yang kurang mampu secara ekonomi akan tetapi mempunyai potensi akademi yang baik. “Seleksi tidak melulu berpusat pada system, setelah seleksi awal maka peserta bidikmisi disurvei kembali apakah layak atau tidak menerima bantuan tersebut,” jelas David Budhi Hartono, S.E., penanggung jawab Bidikmisi UNTIDAR.

Penerima Bidikmisi dituntut nilai IPK minimal 3.0 serta lulus tepat waktu, program sarjana 4 tahun dan program diploma 3 tahun. “Jika kurang maka bantuan dihentikan tujuannya untuk mendorong mahasiswa untuk belajar dengan sungguh-sungguh dan lulus tepat waktu,” tambah David. Maka itu, mahasiswa Bidikmisi harus mampu memenuhi standar tersebut untuk melanjutkan bantuannya sampai lulus nanti.

Rektor UNTIDAR bercengkerama denga keluarga Desti, perangkat Desa Jaraksari seputar Bidikmisi serta rencana pembangunan kampus UNTIDAR di Wonosobo.

Rektor UNTIDAR bercengkerama denga keluarga Desti, perangkat Desa Jaraksari seputar Bidikmisi serta rencana pembangunan kampus UNTIDAR di Wonosobo.

Selain itu, Rektor UNTIDAR juga memaparkan rencana pembangunan Kampus UNTIDAR pada tahun 2018 nanti di wilayah Sidorejo, Selomerto, Kabupaten Wonosobo. “Kalau tidak ada halangan kami akan memulai pembangunan bertahap untuk Prodi Peternakan di Wonosobo ini. Lahan yang kami persiapkan sekitar 6,4 hektar yang akan mulai dibangun 2018 nanti,” tutur Rektor. Rencana pembangunan tersebut telah diawali dengan pengurusan Analisis Dampak Lingkungan (amdal) serta blockplan pembangunan telah dirancang. “Tahun ajaran baru ini kami akan membuka 2 kelas untu Prodi Peternakan, sekitar 70 mahasiswa. Untuk lokasi kuliah apakah di Wonosobo atau Magelang masih dipertimbangkan lagi,” tambah Rektor. (DN/HDN)