PENYERAHAN KLAIM ASURANSI, RITA CAHYANA BERSYUKUR PEROLEH BIAYA TAMBAHAN UNTUK PEMULIHAN

MAGELANG – Rita Cahyana Septawati, mahasiswi jurusan Ilmu Administrasi Negara menerima klaim asuransi pasca rawat inap akibat kecelakaan, Kamis (1/12). Klaim asuransi dari pihak Jiwasraya diserahkan oleh David Budhi Hartono, S.E., Kabag Akademik dan Kemahasiswaan UNTIDAR kepada ayah Rita, Edy Suryono secara langsung di Kebonagung Wetan, Tempuran, Kabupaten Magelang.

“Terima kasih atas program asuransi mahasiswa ini karena sangat membantu meringankan beban biaya pengobatan bagi keluarga,” kata Rita.

Jenis asuransi yang diberikan adalah asuransi kecelakaan diri (personal accident) yaitu perlindungan bagi mahasiswa dalam bentuk santunan berupa uang sebagai pengganti dari pembayaran premi dan pelayanan sebagai akibat peristiwa atau keadaan yang dialami oleh mahasiswa berupa kecelakaan diri dan meninggal dunia. Menjadi periksa kecelakaan bukan dikarenakan kecelakaan tunggal namun keadaan tidak sengaja yang dialami penerima asuransi.

Asuransi diserahlan secara langsung di kediaman Rita Cahyana Septawati, Kebonagung Wetan, Tempuran, Kabupaten Magelang,

Asuransi diserahlan secara langsung di kediaman Rita Cahyana Septawati, Kebonagung Wetan, Tempuran, Kabupaten Magelang,

Rita mendapatkan pembayaran klaim sejumlah Rp 2.279.714 sebagai ganti rawat inap selama 3 hari di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tidar Magelang, November lalu. Kronologinya, mahasiswi semester 1 penerima Bidikmisi ini mengalami kecelakaan di daerah Pakelan. Dalam perjalanan pulang Rita ditabrak oleh sebuah kendaraan roda empat yang mengakibatkan luka pada bagian pinggul. Akibat kejadian ini Rita terpaksa tidak bisa mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS).

“Bengkak bagian pinggul sampai pantat sampai tidak bisa duduk atau berdiri selama tiga hari sehingga harus ijin tidak bisa ikut ujian,” tambahnya.

UNTIDAR menjalin kerjasama bidang asuransi mahasiswa dengan Jiwasraya sejak 22 September 2016 untuk memberikan perlindungan kepada mahasiswa yang mengalami kecelakaan diri. Jaminan asuransi ini sebagai bentuk kepedulian dalam terjaminnya hak-hak kesejahteraan mahasiswa UNTIDAR. (HDN/DN)

LETKOL RIYANTO : MAHASISWA HARUS LOGIS, TIDAK MUDAH TERPROVOKASI HINGGA BEREAKSI BERLEBIHAN

MAGELANG – Berbagai macam isu negatif yang mengancam persatuan kesatuan bangsa mulai menyeruak akhir-akhir ini. Aksi (4/11) dan (2/12) berpotensi diboncengi berbagai kepentingan oknum yang tidak bertanggungjawab yang bertujuan mengusik perdamaian umat beragama di Indonesia.

“Wawasan kebangsaan perlu ditanamkan kepada seluruh warga negara Indonesia terutama mahasiswa yang secara langsung merasakan dampak gejala sosial yang kurang kondusif seperti saat ini,” kata Kasiops Korem 072 Pamungkas Yogyakarta, Letkol Inf. Riyanto, S.I.P., pada acara Sosialisasi Wawasan Kebangsaan, Rabu (23/11) lalu di auditorium UNTIDAR.

Mahasiswa diajak berpikir logis dan tidak mudah terprovokasi hingga bereaksi berlebihan. “Para invisible hand berusaha melemahkan kehidupan berbangsa dan bernegara dengan berbagai isu dan teror negatif,” tambahnya. Negara yang terpecah belah mudah dikuasai negara lainnya. Dijadikan negara boneka serta menjadi lahan eksploitasi sumber daya alam untuk mencukup kebutuhan negara yang menguasainya.

Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd., dalam sambutannya juga menyampaikan keprihatinannya atas rasa “memiliki” putra-putri bangsa Indonesia yang sudah mulai menurun. “Dalam melafalkan Indonesia saja masih banyak yang salah, terkadang menjadi ‘endonesia’ atau ‘indonesa’ ini contoh salah tapi sudah dianggap biasa oleh orang kebanyakan,” tuturnya.

Bahasa Indonesia dalam teks sumpah pemuda dicantumkan sebagai salah satu simbol pemersatu bangsa. Tapi, dewasa ini para generasi muda hanya sebatas menggunakannya saja tanpa memahami makna dan menggunakannya tidak sesuai kaidah yang benar.

Sosialisasi wawasan kebangsaan digelar serentak di seluruh Indonesia khusunya di kalangan pelajar dan mahasiswa. Mengusung tema “Era Globalisasi dan Perspektif Ancaman Negara”, Letkol Inf. Riyanto, S.I.P. tidak hanya menyampaikan materi namun juga menjawab pertanyaan-pertanyaan mahasiswa khususnya mengenai isu-isu yang beredar saat ini. (DN)

DONOR DARAH & KONSULTASI KESEHATAN JADI KEGIATAN RUTIN KSR UNTIDAR

MAGELANG – Korps Sukarelawan (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) unit UNTIDAR menggelar acara donor darah dan konsultasi kesehatan, Rabu (30/11). Kegiatan hasil kerjasama dengan Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Magelang ini berhasil mengumpulkan 47 kantong darah.

“Pendonor harus memenuhi beberapa syarat salah satunya tekanan darah dan hemoglobin yang memenuhi standar,” tutur Lilik Rustiyana, Kabag Pelayanan dan Produksi UTD Kota Magelang.

Persyaratan dasar menjadi pendonor adalah berusia 17-65 tahun, berat badan minimal 50 kg dengan tekanan darah sistole 100-170 dan diastole 70-100 serta memiliki kadar hemoglobin 12,5-17 g/dl. Menurut Lilik, dari 79 pendaftar kegiatan donor darah hanya sebagian kecil yang tidak lolos. Antusias sivitas akademika UNTIDAR cukup tinggi untuk kegiatan sosial ini dan berharap bisa menjadi kegiatan rutin.

Salah satu staff UNTIDAR ikut berpartisipasi dalam acara Donor Darah, Volunteer Week KSR UNTIDAR.

Salah satu staff UNTIDAR ikut berpartisipasi dalam acara Donor Darah, Volunteer Week KSR UNTIDAR.

Sukardi, S.H., Ketua PMI Kota Magelang sekaligus Ketua Yayasan Borobudur Tidar mendukung kegiatan donor darah dijadikan agenda rutin di UNTIDAR. “Dosen dan karyawan UNTIDAR saya harap turut serta dalam kegiatan ini sebagai wujud solidaritas sosial dan kemanusiaan,” tandasnya.

Selain donor darah, Volunteer Week juga menyediakan konsultasi kesehatan gratis bahkan Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. juga turut mengkonsultasikan kesehatannya. Ani Arina, selaku ketua panitia kegiatan menuturkan bahwa kegiatan donor dan konsultasi kesehatan ini akan dijadikan program rutin KSR UNTIDAR tiap satu bulan sekali. “Aksi donor dan konsultasi diharapkan memberikan banyak manfaat dan membantu pihak-pihak yang membutuhkan,” tambahnya.

Sebelumnya, kegiatan Volunteer Week diawali dengan Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di MI Al Islam, Balesari, Windusari, Sabtu (26/11). Kemudian disusuk kegiatan Seminar Donor Darah dan Diseminasi Kepalangmerahan, Senin (28/11) dan Kampus Siaga Bencana yang akan dilaksanakan Sabtu (3/12) mendatang.

Lilik Rustiyana, Kabag Pelayanan dan Produksi UTD Kota Magelang saat memberikan materi dalam Seminar Donor Darah dan Diseminasi Kepalangmerahan, Senin (28/11).

Lilik Rustiyana, Kabag Pelayanan dan Produksi UTD Kota Magelang saat memberikan materi dalam Seminar Donor Darah dan Diseminasi Kepalangmerahan, Senin (28/11).

Pada Seminar Donor Darah dan Diseminasi Kepalangmerahan, Lilik Rustiyana juga berkesempatan memaparkan materi dan penjelasan mengenai proses darah yang didonorkan sampai siap digunakan dan manfaat yang diterima bagi pendonor maupun yang membutuhkan donor darah. “UTD Kota Magelang baru mampu mengumpulkan 40 hingga 50 kantong darah dalam sehari, jumlah ini masih belum ideal jika dibandingkan dengan kebutuhan darah,” katanya. Maka itu, pencanangan kegiatan rutin donor darah dan konsutasi kesehatan di lingkungan UNTIDAR oleh KSR sangat didukung oleh PMI terutama UTD Kota Magelang. (KSR UNTIDAR)

TESO 2016, KENALKAN DUNIA TEKNIK LEWAT LOMBA DESAIN & IDE KREATIF ENERGI TERBARUKAN

MAGELANG –  Fakultas Teknik UNTIDAR mengajak siswa SMA/SMK/Ma sederajat menerapkan ilmu sains yang mereka terima di sekolah ke dalam sebuah inovasi desain dan ide energi terbarukan dalam acara Tidar Engineering and Science Olympics (TESO), Minggu (27/11).

TESO merupakan kompetisi olah oral, nalar dan fisik yang diperuntukan bagi SMA/SMK/MA sederajat yang terdiri dari Mini Transport Challenge, Straw Bridge Design Challenge, Mini Electric Car Challenge, dan Innovative Idea-Presentation. Kompetisi ini  sebagai ajang penerapan ilmu matematika, fisika serta biologi ke dalam sebuah kegiatan praktek yang mendidik.

“Teori yang didapatkan di sekolah diimplementasikan menjadi ilmu terapan yang mendidik dan menyenangkan. Acara ini diharapkan menjadi ajang promosi Fakultas Teknik khususnya sebagai penyelenggara acara dan UNTIDAR pada umumnya,” tutur Suhono, S.T.,M.Eng. selaku Ketua Panitia TESO 2016.

Ilmu sains dianggap sebagi ilmu yang sulit dipelajari dan membosankan. Stigma ini muncul dikarenkan mayoritas sistem pengajaran sains hanya terpaku pada penyampaian materi saja. Melalui acara ini, para siswa diajak untuk lebih mencintai bidang sains dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ada 4 kategori lomba yang dilaksanakan yaitu Mini Transport Challenge yaitu lomba desain atau menciptakaan alat pembawa beban dari atas perlintasan kayu hingga tepat sasaran; Straw Bridge Design Challenge yaitu menciptakan desain jembatan menggunakan bahan dasar sedotan yang mampu menahan beban sebagai tolok ukur kegagalan konstruksi; Mini Electric Car Challenge yaitu kompetisi mobil listrik dari bahan botol bekas supaya dapat melaju dengan baik dan Innovative Idea-Presentation yaitu pemaparan ide inovasi dengan tema energi terbarukan. Pada masing-masing lomba, satu tim beranggotakan 3 orang dan tidak boleh peserta terdaftar pada dua perlombaan sekaligus.

“Inovasi desain jembatan berbentuk “kipas” dari Tim Man Parakan Temanggung mampu menahan beban terbesar dibandingkan desain tim lainnya. Inovasi desain ini perlu diapresiasi lebih dan terus ditingkatkan kembali,” tutur Yudhi Arnandha, S.T., M.T., salah satu juri Straw Bridge Design Challenge.

Menurutnya, untut taraf siswa SMA desain dan inovasi para peserta TESO 2016 ini sudah sangat luar biasa. Kegiatan ini juga menjadi pembuktian bahwa ilmu sains bisa dipelajari dengan cara-cara menarik salah satunya pembuatan desain jembatan dengan sedotan ini.

Juara 1 dari lomba Mini Transport Challenge adalah SMK Negeri Tembarak, untuk lomba Straw Bridge Design Challenge diraih oleh MAN Temanggung kemudian untuk lomba Mini Electric Car Challenge dijuarai oleh SMA Negeri 1 Ngluwar dan lomba Innovative Idea-Presentation diduduki oleh MAN Tegalrejo. Dan yang menjadi Juara umum dengan membawa pulang piala rektor adalah SMA Negeri 1 Ngluwar.

Salah satu tim peserta Straw Bridge Design Challenge sedang merakit sedotan menjadi sebuah desain jembatan.

Salah satu tim peserta Straw Bridge Design Challenge sedang merakit sedotan menjadi sebuah desain jembatan.

“Kita bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Jawa tengah agar kompetisi ini dapat diapresiasi dan dapat berlangsung lagi mendatang”, tambah Ketua Panitia.

Terinspirasi dengan kompetisi sejenis TESO di luar negri, maka diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan minat para siswa dan mahasiswa untuk terus aktif dalam berinovasi khususnya di bidang sains dan mendorong penemuan-penemuan baru yang aplikatif dalam kehidupan kita sehari-hari. (HDN/DN)

KSR UNTIDAR AJAK SISWA MI AL-ISLAM BALESARI TERAPKAN POLA HIDUP SEHAT

MAGELANG  – Kesehatan merupakan faktor penting dalam mendukung aktifitas manusia sehari-hari. Ketika kesehatan menurun dipastikan seluruh rutinitas akan terganggu. Maka itu, Korps Sukarela (KSR) PMI unit UNTIDAR mengajak siswa MI Al – Islam Balesari mulai menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kegiatan sehari-hari mereka.

Dalam Sosialisasi PHBS, Sabtu (26/11) ini, para siswa mendapatkan penjelasan bagaimana cara menyikat gigi dan mencuci tangan dengan baik dan benar, pentingnya air untuk kesehatan serta standar minimal kebersihan toilet. Tidak hanya sekedar penjelasan, Tim KSR UNTIDAR juga mengajak siswa-siswa untuk mempraktekannya langsung dengan membersihkan lingkungan sekolah dan mencuci tangan sesuai dengan penjelasan yang telah mereka terima.

Dwi Nuryati, S.Pd.I., Kepala Sekolah MI Al-Islam Balesari mengatakan melalui kegiatan tersebut siswa diharapkan mulai menerapkan PHBS dalam kehidupan siswa sehari-harinya. “Kegiatan ini sangat bagus, saya harap kegiatan ini dapat berjalan secara berkelanjutan. Terlihat juga tingkat antusias siswa sangat tinggi,“ ujarnya.

Tim KSR UNTIDAR ajarlan bagaimana mencuci tangan, menyikat gigi sampai membersihkan toilet dan lingkungan sekolah sesuai standar kesehatan kepada para siswa kelas 4 dan 5.

Tim KSR UNTIDAR ajarlan bagaimana mencuci tangan, menyikat gigi sampai membersihkan toilet dan lingkungan sekolah sesuai standar kesehatan kepada para siswa kelas 4 dan 5.

Kegiatan ini diikuti siswa yang duduk di kelas 4 dan 5. Salah satu peserta mengaku senang mendapat kunjungan serta ilmu dari KSR UNTIDAR. “Hari ini aku seneng, kakak kakak KSR main kesini. Bisa diajari cuci tangan yang baik, sikat gigi yang benar. Diajari cara membersihkan kamar mandi. Kak, besok kesini lagi ya,” tuturnya.

”Kesehatan menjadi masalah utama yang selalu diperhatikan dan ditanamkan sejak dini pada diri anak-anak yang belum paham atau bahkan tidak tahu bagaimana cara menjaga kebersihan agar tercapainya hidup sehat dan bersih,” jelas Ani Arina selaku Ketua Panitia Sosialisasi PHBS.

Diharapkan dengan diadakannya kegiatan ini anak-anak MI Al-Islam Balesari dan masyarakat sekitar dapat mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta menularkan ilmu yang diajarkan kepada teman-temanya dan masyarakat sekitar.

Sosialisasi PHBS merupakan rangkaian volunteer week KSR PMI UNTIDAR. Selain sosialisasi terdapat beberapa kegiatan lain seperti seminar “Donor Darah dan Diseminasi Kepalangmerahan, donor darah dan konsultasi kesehatan serta kampus siaga bencana yang direncanakan pada akhir November hingga awal Desember nanti. (KAM-KSR/DN)

FISIP UNTIDAR GELAR SEMINAR INTERNASIONAL ADMINISTRASI NEGARA

MAGELANG – Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) UNTIDAR mengadakan Borobudur Conference on Public Administration (BCPA) yang berlangsung selama 2 hari pada 24-25 November 2016 di Hotel Manohara Magelang. Acara ini berlatar belakang dari perubahan pemikiran praktek administrasi atau antar masa dalam suatu Negara.

Karena adanya perubahan paradigma Administrasi Negara itu  telah membawa implikasi terhadap penyelenggaraan peran Administrasi Negara. “Implikasi tersebut akan sangat menentukan corak dan ragam dalam penyelenggaraan pemerintahan atau Negara yang dapat kita lihat sejauh mana administrasi Negara dalam suatu pemerintahan  tersebut dapat menyesuaikan diri dengan paradigma yang ada”, jelas Ibu Dra.Eny Boedi Orbawati, M.Si selaku Ketua Acara tersebut.

Suasana BCBA hari pertama. Kamis (24/11) di Hotel Manohara Borobudur, Kabupaten Magelang.

Suasana BCBA hari pertama. Kamis (24/11) di Hotel Manohara Borobudur, Kabupaten Magelang.

Hal ini memperoleh respon yang baik dari banyak kalangan akademisi. FISIP UNTIDAR sebagai penyelenggara acara menjadi fasilitas bagi akademisi untuk beraspirasi dan juga didukung oleh  Akademi Militer. Konferensi ini berisikan pleno dengan mengangkat topic “From Medieval to Contemporary Tought” yang diperuntukan bagi akademisi, pakar dan praktisi administrasi Negara.

Adapun peserta yang mengirimkan abstrak dan call for paper diantaranya UGM, UNPAD, UT, UNAIR, UNDIP, UNSRI, UNESA, UNSA, UI, STIAMI, UWMY,Umrah Kepri, Unmuh Sidoarjo, Universitas BSI Bandung, Universitas Menado, Universitas Parahiyangan, AKMIL, Lembaga Adminitrasi Negara, Kementrian Sosial RI,Asosiasi Analisis Kebijakan Publik dan Asosiasi Ilmuwan Adminitrasi Negara. Juga dari beberapa Negara tetangga yaitu Thailand, Filipina dan Afrika.

Menjadi kehormatan peserta yang berasal dari Afrika Ibu Manapo Anastacia Chopo  hadir dan menjadi pengisi acara  pada pleno kedua yang dimoderatori oleh bapak Drs. Hendrarto, Msi

Seluruh makalah yang sudah dikirimkan akan menjadi prosiding yang akan diproses menjadi jurnal ilmiah dalam edisi khusus BCPA pertama. “Dengan adanya konferensi ini dapat menjadi wadah dan juga saling bertukar ilmu antar ilmuwan administrasi Negara dan output konferensi ini bukan hanya tumpukan makalah tetapi juga pemanfaatan prosiding yang akan diproses menjadi jurna ilmiah”, tuturnya.

Malam sebelum diadakannya BCPA ini para peserta disambut dengan acara makan malam bersama bertempat di Gedung Leo Kailola Komplek Akmil Magelang yang dihadiri oleh seluruh peserta BCPA, panitia dan juga tamu undangan yang berjumlah 70 orang. Dengan sambutan hangat dari Bapak Rektor Untidar dan juga oleh Bapak Wakil Gubernur Akmil. (HDN)

TAEKWONDO UNTIDAR BAWA PULANG 13 MEDALI

MAGELANG – “Pengalaman kami belum banyak, karenanya sudah menjadi kebanggaan tersendiri karena kami berhasil membawa pulang beberapa medali” ungkap Sherly selaku anggota taekwondo UNTIDAR. Mengikuti kejuaran yang diselenggarakan oleh Universitas Diponegoro Semarang mereka berhasil membawa pulang 13 medali.

Taekwondo UNTIDAR merupakan bagian dari UKM Olahraga yang ada di Untidar, hingga saat ini sudah beraggotakan 40 orang. Dari dua tahun terakhir olahraga ini mulai aktif dilaksanakan latihan bersama dengan jadwal setiap hari senin sore. Belum lama ini taekwondo UNTIDAR dilatih oleh guru atau master ikut dalam kejuaraan yang diselenggarakan oleh Universitas Diponegoro Semarang .

Master Djoko Suprajitno sebagai jembatan yang mengajak anak didikannya untuk mengikuti kerjuaran  yang berlangsung tiga hari mulai tanggal 4 sampai 6 november 2016 bertempat di GOR Sahabat, pedhurungan , Semarang. Dengan mengikuti lomba para pemula dan seluruh anggota tekwondo mendapatkan pengalaman dan pembelajaran supaya lebih bersemangat latian dan siap dalam menghadapi kejuaraan lain hingga mengasilkan prestasi.

“Kegiatan dilakukan 3 hari, diawali kegiatan penimbangan berat badan dan juga untuk klasifikasi kelas kejuaraan”tambahnya. Kelas yang diikuti adalah kelas pemula dan kelas prestasi dengan mengirimkan 15 personil, 5 untuk kelas prestasi dan sisanya pada kelas pemula. Kelas pemula dapat diikuti oleh peserta dengan sabuk hijau-biru strip dan sabuk merah strip ke atas pada kelas prestasi.

Semuanya ikut dalam kategori Kyorugi, merupakan pertandingan antar dua orang untuk menjatuhkan lawan dengan teknik pukulan dan tendangan yang diajarkan di taekwondo. Dalam aturan umum  minimal peserta kelas prestasi adalah pemegang sabuk hijau dan tiap kelasnya beranggotakan minimal 4 orang.

Medali yang dibawa diantaranya 4 medali perunggu, 4 medali perak dan sisanya 5 medali emas. Dengan dasar penilaian berdasarkan perolehan point terbanyak dalam tiga ronde selama 1-1,5 menit. “Saya berharap kedepannya kami lebih diperhatiakan dan didukung agar kami dapat menghasilkan yang terbaik pula untuk UNTIDAR salah satunya melalui kejuaraan taekwondo”, harapnya. (HDN)

WAKIL REKTOR III RESMIKAN PUSAT KARIER UNTIDAR

MAGELANG – Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Bambang Kuncoro, M.Si. meresmikan Pusat Karier Universitas Tidar, Selasa (08/11). Berdirinya Pusat Karier UNTIDAR ini diharapkan dapat membantu mempersiapkan mahasiswa yang akan lulus dan mempermudah mereka dalam mencari pekerjaan pasca wisuda nantinya.

Pusat Karir UNTIDAR adalah unit baru dibawah pengelolaan Lembaga Penelitian, Pengembangan Masyarakat dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPM-PMP) yang berfokus pada penyediaan pelatihaan, pembekalan dan penyediaan fasilitas dalam mempermudah mahasiswa/lulusan UNTIDAR dalam mencari atau menciptakan peluang kerja.

“Pusat Karier diharapkan dapat menjadi jembatan atau perantara baik bagi mahasiswa sebagai calon pencari kerja dengan perusahaan atau pihak luar yang sedang mencari karyawan,” tutur WR III UNTIDAR.

Proses rintisan pendirian Pusat Karir ini sudah mulai dilaksanakan mulai Maret 2016 mulai dari rapat koordinasi, kunjungan ke Pusat Karier Polines Semarang dan UNY, Focus Group Discussion (FGD), pemagangan mahasiswa ke UMKM serta pelatihan bisnis online.

Nurhadi, S.T., Kepala ECC (Engineering Career Center) Universitas Gajah Mada menekankan pentingnya sistem digital untuk pengembangan Pusat Karier.

Nurhadi, S.T., Kepala ECC (Engineering Career Center) Universitas Gajah Mada menekankan pentingnya sistem digital untuk pengembangan Pusat Karier.

Dalam kesempatan ini, Nurhadi S.T., Kepala ECC (Engineering Career Center) Universitas Gajah Mada membagi pengalamannya dalam mengelola lembaga karir yang telah berdiri sejak tahun 2007 ini. ECC UGM merupakan institusi berbasis IT yang mengelola informasi karir, personal development, dan rekruitment service.

“Lembaga karir tidak hanya membantu mahasiswa dalam mencari pekerjaan setelah wisuda namun juga diharapkan ikut mempersiapkan mahasiswa jauh-jauh hari sebelum lulus,” kata Nurhadi.

Realitanya, mahasisw mengkonsep perjalanan kariernya ketika menjelang kelulusannya. Pada masa ini sebagian besar mahasiswa belum mempunyai kemampuan softskill yang cukup misalnya bagaimana berbicara di depan umum dan kemampuan bernegosiasi maupun presentasi.

“Kemampuan di luar akademik ini  yang terkadang menjadi kendala, maka itu, Pusat Karir juga harus mampu menganalisis kultur mahasiswanya apa yang sudah dan belum mereka miliki dalam menghadapi dunia kerja nantinya,” tambahnya.

Menurut Wearesocial, data pengguna internet di Indonesia pada September 2016 sebanyak 88,1 miliar dari total jumlah penduduk Indonesia 251,9 miliar jiwa. Nurhadi menekankan bahwa potensi pengguna internet yang terus berkembang hari ke hari ini menjadi peluang besar dalam pengembangan sebuah Pusat Karier maka itu perlunya pengembangan sistem digital dalam pemgembangan unit ini.

Pusat Karier juga berpeluang menjadi perantara kerjasama universitas dengan pihak luar. Tidak hanya dalam bidang karir namun juga dalam bidang lain yang ikut mendukung perkembangan kampus. (DN/HDN)