PERINGATI HARI SUMPAH PEMUDA, REKTOR UNTIDAR SERAHKAN BEASISWA KE APRILA

MAGELANG – Segenap sivitas akademika UNTIDAR mengikuti upacara peringatan Sumpah Pemuda ke-88 di halaman parkir Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Jumat (28/10). Berbeda dengan upacara pada peringatan hari besar sebelumnya, petugas upacara kali ini adalah dosen-dosen muda FKIP.

Theresia Pinaka Ratna Ning Hapsari, M.Pd., dosen muda Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (kanan) sedang membacakan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia.

Theresia Pinaka Ratna Ning Hapsari, M.Pd., dosen muda Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (kanan) sedang membacakan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia.

“Persiapan singkat, hanya 1 hari. Alhamdulillah upacara berjalan lancar, walau masih sedikit kesalahan. Maklum baru pertama kali ini kami menjadi petugas upacara di UNTIDAR,” kata Atsani

Seirama dengan tema Peringatan Sumpah Pemuda kali ini “Pemuda Indonesia Menatap Dunia”, dosen muda sekaligus petugas upacara mewakili generasi muda yang masih memegang teguh rasa nasionalisme dan kebangsaan. Ditengah pelaksanaan Bulan Bahasa FKIP (BBF), para dosen ini menyisihkan waktu untuk berlatih serius dalam waktu yang singkat demi terlaksananya upacara di hari bangkitnya pemuda Indonesia ini.

“Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia,” kata Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. saat membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga.

Kutipan pidato Bung Karno tersebut menyiratkan bahwa jumlah saja tidak bisa menjadi jaminan yang cukup untuk membawa bangsa ini menjadi bangsa yang maju namun dibutuhkan pemuda-pemudi yang unggul yang memiliki kualitas dan visi yang besar dalam menatap dunia.

Suasana upacara peringatan Sumpah Pemuda ke-88 di UNTIDAR, Jumat (28/10).

Suasana upacara peringatan Sumpah Pemuda ke-88 di UNTIDAR, Jumat (28/10).

Kesempatan ini juga menjadi ajang penyerahan beasiswa kepada mahasiswa berprestasi, Aprila Dwining Tyas yang berhasil meraih medali emas dan perak pada PON XIX Jawa Barat pada cabang olahraga arung jeram.

“Tidak menyangka anak kecil ini yang berhasil menang PON kemarin, saya kira mahasiswa lelaki yang badannya besar mengingat cabor yang diikuti arung jeram. Tapi ternyata strateginya besar, tak cukup kalo hanya punya kemampuan otot tapi juga otak,” tambahnya.

Aprila, mahasiswi program studi Akuntansi ini berhak mendapatkan beasiswa berupa pembebasan dari Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama 3 (tiga) semester mulai dari semester II sampai dengan semester IV.

“Alhamdulillah saya sangat berterimakasih kepada kampus atas beasiswa yang membantu meringankan beban orang tua saya. Semoga bisa terus menjadi pemacu semangat kuliah,” tutur Aprila. (HDN/DN)

SEMARAK BULAN BAHASA, FKIP UNTIDAR GELAR LOMBA MADING, BACA & CIPTA PUISI SERTA POETRY READING

MAGELANG – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNTIDAR menggelar Lomba Majalah Dinding (mading), Lomba Cipta dan Baca Puisi, serta Lomba Poetry Reading, Rabu (26/10) di lingkungan kampus UNTIDAR. Rangkaian lomba yang diikuti oleh siswa SMA/SMK/MA se-Kota dan Kabupaten Magelang ini merupakan bagian dari kegiatan Bulan Bahasa FKIP (BBF) yang diperingati setiap bulan Oktober.

Sebanyak 27 tim mengikuti lomba mading dengan tema “Memperkukuh kecintaan dan kebanggan generasi muda terhadap bahasa dan budaya Indonesia” di auditorium UNTIDAR. Masing-masing tim yang terdiri dari 2 peserta diberikan waktu 120 menit untuk membuat mading. “Rubrik wajib mading terdiri dari tajuk rencana, opini, feature, puisi, cerpen, dan advertensi atau mengenalkan potensi daerah yang ditulis tangan, menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dan tidak mengandung SARA,” tutur Widya Ratna Kusumaningrum, S.Pd., M.Ed., M.Pd., salah satu juri lomba mading.

Dosen Pendidikan Bahasa Inggris ini menuturkan bahwa penilaian mading berdasarkan pada beberapa kriteria yaitu kreativitas, originalitas karya, rubrik, kesesuaian dengan tema, cara penyampaian, ide/gagasan, dan tata letak.

Sebanyak 35 peserta mengikuti lomba cipta puisi dengan tema “Bahasa Indonesia sebagai Aset Budaya Bangsa”.

Sebanyak 35 peserta mengikuti lomba cipta puisi dengan tema “Bahasa Indonesia sebagai Aset Budaya Bangsa”.

Di lokasi lain, tepatnya di Gedung FKIP UNTIDAR berlangsung Lomba Cipta dan Baca Puisi serta Poetry Reading. Tidak hanya diikuti siswa-siswi SMA/SMK sederajat, mahasiswa UNTIDAR juga diberikan kesempatan untuk mengikuti lomba ini.

Lomba Cipta puisi diikuti oleh 35 peserta  dengan tema “Bahasa Indonesia sebagai Aset Budaya Bangsa”. Peserta diberikan waktu selama 120 menit untuk membuat puisi sesuai dengan tema, tidak mengandung unsur pornografi dan SARA. Sedangkan untuk Lomba Baca Puisi, panitia telah menyediakan materi terdiri dari puisi wajib berjudul Tanah Air Mata karya Sutardji Calzoum Bachri dan 5 puisi pilihan lainnya. “Banyak bibit generasi pecinta seni dan budaya yang hebat. Mereka mampu menyampaikan isi puisi kepada para pendengar serta mengontrol intonasi dan tempo sehingga pendengar tidak merasa bosan,” kata Theresia Pinaka Ratna Ning Hapsari, M.Pd., dosen Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia sekaligus juri Lomba Baca Puisi.

Poetry Reading Competition diikuti oleh 21 mahasiswa UNTIDAR serta 28 siswa siswi SMA, SMK sederajat. Berbeda dengan Lomba Baca Puisi, peserta poetry reading hanya membacakan 1 bacaan puisi dari daftar puisi yang telah disediakan oleh panitia.

Tidak hanya membaca tetapi peserta dituntut meresapi makna dan menyampaikan isi puisi pada juri.

Tidak hanya membaca tetapi peserta dituntut meresapi makna dan menyampaikan isi puisi pada juri.

Untuk Poetry Reading Competition bagi mahasiswa dimenangkan oleh Agnes Amalia Puspita mahasiswa semester 5 disusul oleh Eka Kusuma mahasiswi semester 3 dan di juara tiga adalah Nafiatul Aghnia Mahasiswi Semester 1 Prodi Bahasa Inggris. Sedangkan untuk poetry reading  competition hanya memilih satu bacaan puisi. Semua hadiah dari lomba tersebut akan diberikan pada Acara pentas seni  Bulan Bahasa pada hari sabtu mendatang.

Pemenang masing-masing lomba telah diumumkan pada penutupan acara masing-masing lomba. Penyerahan hadiah berupa sertifikat, tropi dan uang pembinaan akan diserahkan pada puncak acara Bulan Bahasa FKIP (BBF), Sabtu (29/10) mendatang. (HDN/DN)

TIM PHBD UNTIDAR GELAR SOSIALISASI PELATIHAN REPLIKA BINATANG KALENG BEKAS DI KELURAHAN REJOWINANGUN UTARA

MAGELANG – Tim Program Hibah Bina Desa (PHBD) Universitas Tidar mengadakan sosialisasi pelaksanaan kegiatan pelatihan daur ulang kaleng bekas di Kelurahan Rejowinangun Utara, Selasa (25/10). Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi solusi mengurangi dampak pencemaran lingkungan akibat timbunan limbah/sampah yang sulit diolah serta menciptakan lapangan kerja baru sehingga dapat mengurangi angka pengangguran.

“Pelatihan daur ulang kaleng bekas menjadi replika binatang dapat menjadi solusi penanganan limbah serta menjadikannya barang  yang bernilai ekonomis,” kata Hasan Syukron, Ketua tim PHBD.

Pelatihan akan menggunakan sistem Training On Trainer (TOT) dimana 10 perwakilan warga Kelurahan Rejowinangun Utara akan dilatih secara intensif selama 2 hari pada 29-30 Oktober 2016 mendatang di Salaman. Setelah itu, perwakilan warga yang sudah mendapat pelatihan ini bertugas melatih warga lainnya.

Peserta pelatihan antusias melihat contoh produk replika binatang dari kaleng.

Peserta pelatihan antusias melihat contoh produk replika binatang dari kaleng.

“Sistem TOT bertujuan agar pelatihan lebih efektif karena proses pembuatan replika binatang dari kaleng ini membutuhkan tingkat pemahaman tinggi. Salah di satu proses saja menghasilkan produk yang kurang maksimal,” tambahnya.

Menurut catatan kependudukan  tahun  2015  di  Kelurahan  Rejowinangun  Utara,  diketahui jumlah masyarakat miskin (prasejahtera) sebesar 60% dari total masyarakat yang berjumlah 12.514 jiwa. Perlu uluran tangan melalui mekanisme pemberdayaan masyarakat dalam bidang perekonomian dengan dibukanya peluang usaha yang memanfaatkan limbah kaleng yang melimpah tersebut.

Kiswati, S.P., Kasi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kelurahan Rejowinangun Utara menyambut baik program pelatihan ini. “Pelatihan daur ulang kaleng diharapkan dapat menambah ketrampilan warga terutama para pegiat bank sampah di Rejo Utara. Kedepannya juga produk pelatihan bisa dijadikan produk unggulan wilayah ini,” tuturnya.

Tidak hanya sekedar pelatihan, tim PHBD juga akan mendampingi peserta pelatihan hingga mahir membuat produk, mencarikan peluang pasar dengan mengadakan pelatihan tambahan yang diperlukan seperti manajemen pemasaran, packaging yang menarik hingga pelatihan pembuatan blog/web.

PHBD adalah program Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemristekdikti yang ditawarkan kepada berbagai bentuk organisasi mahasiswa baik Ikatan Organisasi Mahasiswa Sejenis (IOMS), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan atau Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dalam rangka menumbuhkan rasa peduli mahasiswa untuk berkontribusi dan berperan aktif dalam pembangunan khususnya pada masyarakat desa dalam bentuk program pengabdian kepada masyarakat.

Tim PHBD UNTIDAR 2016 terdiri dari 6 mahasiswa yaitu Hasan Syukron (PBSI/FKIP) sebagai ketua tim, Rachma Listia Hidayat (AN/Fisipol), Rohman Muhammad Pradana (PBSI/FKIP), Hanafi Isnanta Prabawa (Sipil/FT), Ani Arina (EP/FE) dan Mayrida Miratista (PBI/FKIP). (HDN/DN)

TINGKATKAN MUTU PELAYANAN, PERPUSTAKAAN UNTIDAR GANDENG SliMS, PROQUEST DAN IG PUBLISIHING

MAGELANG – Perpustakaan UNTIDAR mengadakan Workshop Sistem Informasi Perpustakaan dan Sosialisasi E-Book dan E-Journal, Kamis-Jumat (20-21/10) di auditorium. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan sistem SLiMS (Senayan Library Management System) dan mensosialisasikan penggunaan E-Journal Proquest dan E-Book IG Publishing.

“Tidak hanya mahasiswa, dosen juga harus aktif menggunakan perpustakaan sebagai penunjang materi perkuliahan. Perpustakaan juga harus terus meningkatkan pelayanannya sehingga memenuhi kebutuhan informasi pengunjungnya,” kata Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. saat membuka workshop ini.

Hendro Wicaksono SS.M.Hum., penemu sekaligus SliMS Lead Developer mensosialisasikan mengenai aplikasi manajemen perpustakaan SLiMS pada Workhshop hari pertama, Kamis (20/10) di auditorium UNTIDAR.

Hendro Wicaksono SS.M.Hum., penemu sekaligus SliMS Lead Developer mensosialisasikan mengenai aplikasi manajemen perpustakaan SLiMS pada Workhshop hari pertama, Kamis (20/10) di auditorium UNTIDAR.

Mengusung konsep “Perpustakaan Hibrida”, perpustakaan UNTIDAR terus memperbaiki sistem dan pelayanan sehingga dapat memenuhi tujuan utama sebagai perpustakaan cetak dan elektronik. Penggunaan SliMS (Senayan Library Management System) sebuah sistem yang dikembangkan oleh Kemendikbud yang mempermudah manajemen perpustakaan terutama dalam hal mengakses buku, jurnal dan materi perkuliahan.

“Sivitas Akademika UNTIDAR bisa memanfaatkan fitur aplikasi SliMS lewat www.otomasi.untidar.ac.id/katalog/ dan mengakses koleksi buku maupun jurnal perpustakaan UNTIDAR. Dari aplikasi ini, admin atau pustakawan juga dapat melihat presentase pengunjung tiap hari, bulan dan tahun,” jelas Hendro Wicaksono SS.M.Hum., penemu sekaligus SliMS Lead Developer.

Menurutnya, perpustakaan dengan suasana dan nyaman juga mendukung peningkatan kunjungan selain teknologi dan koleksi yang memadahi. “Mahasiswa, dosen, dan karyawan juga perlu melakukan kontrol untuk kemajuan perpustakaan,“ tambahnya.

Pada hari kedua workshop, Dwi Janto Suandaru, Marketing Manager Mitra Jurnal dan E-Book menjelaskan kepada para peserta yaitu mahasiswa dan dosen UNTIDAR bagaimana memanfaatkan Proquest untuk mengakses ribuan jurnal dan IG Publishing untuk Ebook.

“Mahasiswa dan dosen juga berkesempatan besar mempublikasikan jurnalnya lewat kami (proquest). Publikasi jurnal menjadi nilai plus untuk mengajukan beasiswa pendidikan di dalam maupun luar negeri,” katanya.

Hendri Wenas, mahasiswa Fakultas Ekonomi menyatakan bahwa sosialisasi Proquest dan IG Publishing ini membantu mahasiswa yang masih kesulitan mencari referensi yang berkualitas. “Banyak referensi yang kami dapat di internet tapi, tidak semuanya bisa dipertanggungjawabkan. Selain itu, kami jadi mudah mencari referensi internasional juga,” tuturnya. Semua sivitas akademika UNTIDAR dapat mengakses Proquest  dengan username dan password yang telah disediakan di perpustakaan.  (HDN/DN)

SEMNAS POLITIK BAHASA : BAHASA INDONESIA SEBAGAI PEMERSATU KEBERAGAMAN

MAGELANG – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tidar menyelenggarakan Seminar Nasional Politik Bahasa “Merajut Kebhinekaan Bahasa sebagai Pemerkukuh Ikatan Kebangsaan”, Rabu (19/10) di auditorium UNTIDAR. Seminar ini sekaligus membuka rangkaian kegiatan Bulan Bahasa yang akan dilaksanakan pada bulan Oktober – November 2016.

Bahasa merupakan salah satu unsur pembentuk nasionalisme selain ras dan agama. Sejarah Indonesia tidak bisa lepas dari peran bahasa yang mampu membangkitkan rasa nasionalisme dan mempersatukan kebhinekaan ragam bahasa dalam satu bahasa nasional, Bahasa Indonesia.

“Masuknya Irian Barat ke wilayah Republik Indonesia berbagai upaya dilakukan pihak asing untuk mempengaruhinya bahwa mereka bukan bagian dari rumpun melayu polinesia (cikal bakal bahasa Indonesia) tetapi lebih dekat dengan rumpun melanesia,” kata Prof. Dr. Mahsun, M.S., Guru Besar Bidang Linguistik Diakronis dan Genolinguistik, Universitas Mataram.

Menurut Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Periode 2012 – 2015 ini, munculnya isu : Kemelanesiaan, Kemelayuan, dan otonomi daerah yang cenderung diidentikkan dengan otonomi daerah, merupakan contoh isu-isu keberagaman bahasa yang terkait dengan masalah kebangsaan. Maka, Indonesia perlu memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh bahasa, baik itu bahasa nasional dan bahasa negara, yaitu bahasa Indonesia, maupun beratus-ratus bahasa daerah yang tumbuh dan berkembang di wilayah NKRI. Pemaksimalan potensi bahasa dapat berwujud menjadikan bahasa-bahasa itu sebagai media memperteguh identitas keindonesiaan.

Tak cukup hanya menjunjung bahasa Indonesia sebagai pemersatu bangsa, sebagai penutur asli, bangsa Indonesia juga harus terus mempelajari salah satunya menganalisis bahasa. “Analisis satuan bahasa bertujuan menemukan dan memahami sistem-karakteristik bahasa Indonesia. Atas pemahaman sistem-karakteristik, penutur tepat (cermat) berbahasa Indonesia,” jelas Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. yang juga menjadi salah satu pemateri.

Dr. Liliana Muliastuti, M.Pd., Ketua Asosiasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) Indonesia  menyatakan bahwa bahasa Indonesia dipelajari di 45 negara di dunia bahkan menjadi bahasa resmi kedua di Vietnam dan beberapa sekolah serta perguruan tinggi di Australia menjadikan bahasa Indonesia sebagai mata pelajaran wajib.

Dr. Liliana Muliastuti, M.Pd., Ketua Asosiasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) Indonesia menyatakan bahwa bahasa Indonesia dipelajari di 45 negara di dunia bahkan menjadi bahasa resmi kedua di Vietnam dan beberapa sekolah serta perguruan tinggi di Australia menjadikan bahasa Indonesia sebagai mata pelajaran wajib.

Dr. Liliana Muliastuti, M.Pd., Ketua Asosiasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) Indonesia menyatakan bahwa tanpa mengabaikan bahasa lain, baik bahasa daerah maupun bahasa asing, kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa negara harus terus ditingkatkan.

“Beberapa pengamat bahasa justru menangkap fakta bahwa masyarakat Indonesia saat inimengarah pada pengabaian bahasa Indonesia dan lebih bangga berbahasa asing, terutama bahasa Inggris di tempat umum,” jelasnya.

Pada bagian keempat Undang-Undang (UU) No. 24/2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan menerangkan peningkatan fungsi bahasa Indonesia menjadi bahasa Internasional. Pada pasal 44 diterangkan bahwa upaya pemerintah dalam menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa Internasional dilakukan bertahap, sistemis dan berkelanjutan. Peningkatan fungsi bahsa dikoordinasi lembaga kebahasaan dan ketentuan lainnya diatur dalam Peraturan Pemerintah.

“Sayangnya, saat ini masih banyak warga Indonesia yang tidak mengetahui ketentuan UU tersebut,” tambahnya.

Seakan terasing di negeri sendiri, faktanya bahasa Indonesia dipelajari di 45 negara di dunia bahkan menjadi bahasa resmi kedua di Vietnam dan beberapa sekolah serta perguruan tinggi di Australia menjadikan bahasa Indonesia sebagai mata pelajaran wajib.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa juga terus berusaha melakukan pengembangan, pembinaan dan pelindungan bahasa Indonesia. Pemerintah juga menyelenggarakan program Darmasiswa yang dikelola Biro Perencanaan Kerjasama Luar Negeri (BPKLN) Kemendikbud.

Darmasiswa adalah program beasiswa yang ditawarkan kepada semua mahasiswa asing dari negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia untuk belajar bahasa Indonesia, seni, musik, dan kerajinan. Peserta dapat memilih salah satu dari 45 universitas di berbagai kota di Indonesia. Program ini diselenggarakan oleh Kemendikbud bekerja sama dengan  Kementerian  Luar Negeri (Kemenlu). Program tersebut  dimulai tahun 1974 sebagai bagian dari inisiatif ASEAN (Asosiasi Negara Asia Tenggara)  dan hanya berlaku untuk para siswa dari  ASEAN. Kini program ini juga ditawarkan kepada mahasiswa dari negara lain. (DN)

TINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN TINGGI, BELMAWA RISTEKDIKTI DAMPINGI UNTIDAR IMPLEMENTASIKAN SPMI

MAGELANG – Direktorat Penjaminan Mutu, Direktoral Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemristekdikti menyelenggarakan kegiatan pendampingan penerapan Sistemik Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan pelaksanaan audit mutu internal UNTIDAR, Selasa (18/10). Tim fasilitator yang terdiri dari Prof. Setyo Pertiwi, Prof. Kusminarto, dan Markus Budiraharjo memberikan penjelasan kepada seluruh jajaran pejabat fakultas dan universitas yang bertujuan mendorong implementasi SPMI dengan baik dan terencana.

SPMI adalah kegiatan sistemik penjaminan mutu pendidikan tinggi oleh perguruan tinggi secara otonom untuk mengendalikan dan meningkatkan penyelenggaraan pendidikan tinggi secara berencana dan berkelanjutan. Luaran penerapan SPMI oleh perguruan tinggi digunakan oleh BAN-PT atau LAM untuk penetapan status dan peringkat terakreditasi perguruan tinggi dan program studi.

Kegiatan pendampingan oleh Belmawa Ristekdikti ini bertujuan agar setiap perguruan tinggi menyadari bahwa tanggung jawab atas mutu penyelnggaraan pendidikan tinggi tidak sepenuhnya di tangan pemerintah. Perguruan tinggi juga berperan bahkan berperan sebagai pelaku utama.

 “Jangan hanya berorientasi pada akreditasi saja. Maka pihak perguruan tinggi/prodi akan grobyokan tiap 5 tahun sekali untuk mendapatkan akreditasi sebaik-baiknya,” kata Prof. Setyo Pertiwi, Tim Fasilitator SPMI Pusat.

Akreditasi adalah konsekuensi dari penerapan SPMI di masing-masing perguruan tinggi. Maka itu perlunya merumuskan dan menerapkan SPMI secara terencana, melibatkan sistem komunikasi yang baik serta meningkatkan potensi masing-masing bagian secara optimal. Ketika masa pengajuan akreditasi datang, pihak perguruan tinggi/prodi hanya perlu menghimpun data saja.

Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. menyerahkan cinderamta kepada Prof. Setyo Pertiwi.

Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. menyerahkan cinderamta kepada Prof. Setyo Pertiwi.

“Perlunya unit-unit pemilik data misal kemahasiswaan, keuangan, akademik dan penelitian. Kemudian diintegrasikan kepada sebuah sistem informasi. Jika, prodi nantinya menghadapi audit internal ataupun lainnya tinggal pencet tombol dan semua data keluar,” tambah Prof. Kusminarto.

Pembentukan SPMI tentunya memerlukan proses maka itu dengan adanya kegiatan ini diharapkan masing-masing unit segera bersiap. Sekali lagi, tidak hanya berorientasi pada akreditasi semata namun tujuan kedepannya juga fokus pada peningkatan mutu pendidikan di UNTIDAR. (DN)

KOMARUDDIN HIDAYAT : MINI BANK UNTIDAR BERPOTENSI JADI PUSAT PELATIHAN PERBANKAN

MAGELANG – Komisaris Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat menyatakan bahwa Mini Bank UNTIDAR direncanakan menjadi pusat pelatihan perbankan. “Bukan hanya untuk mahasiswa UNTIDAR namun, kedepannya instansi atau universitas lain dapat mengikuti pelatihan perbankan disini,” jelasnya saat berkunjung ke Mini Bank UNTIDAR, Kamis (13/10) lalu.

Menurut Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswan, Fakultas Ekonomi, Dra. Lucia Rita Indrawati, M.Si., Mini Bank UNTIDAR perlu melalui beberapa proses terlebih dahulu sebelum bisa dijadikan pusat pelatihan perbankan. “Sebagai persiapan, awal November nanti akan diselenggarakan TOT (training of trainer) pelatihan sistem perbankan dari BRI Syariah Cabang Yogjakarta. Peserta untuk TOT yang pertama ini difokuskan kepada dosen dan mahasiswa Fakultas Ekonomi,” tutur Lucia saat ditemui Senin (17/10).

Dalam waktu dekat ini, Mini Bank UNTIDAR difungsikan sebagai laboratorium praktek mahasiswa Prodi Ekonomi Pembangunan dan Akuntansi untuk selanjutnya akan dibuka untuk mahasiswa UNTIDAR dari luar Fakultas Ekonomi lalu pada akhirnya nantinya akan dibuka untuk masyarakat umum. “Mahasiswa dapat berperan menjadi teller, customer service, analis, dan lainnya seperti halnya di bank. Namun, praktek di Mini Bank lebih difokuskan pada pelayanan Bank Syariah,” tambahnya.

2

Prof. Dr. Komaruddin HIdayat (tengah) Bersama Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswan, Fakultas Ekonomi, Dra. Lucia Rita Indrawati, M.Si. (kiri) dan segenap jajaran rektorat UNTIDAR, menuju lokasi Mini Bank UNTIDAR di gedung Fakultas Ekonomi lantai 1.

Setiap mahasiswa yang menjalani pelatihan perbankan di Mini Bank UNTIDAR akan mendapatkan sertifikat resmi. Tujuannya mahasiswa UNTIDAR mendapat “nilai tambah” ketika lulus nanti sehingga mendapat peluang yang lebih besar ketika ingin meneruskan karir di bidang perbankan.

Mini Bank UNTIDAR merupakan kerjasama antara Fakultas Ekonomi dengan BRI Syariah Cabang Yogjakarta. Mini Bank berlokasi di gedung Fakultas Ekonomi, lantai 1. Suasana dan tatanan dekorasi pun disesuaikan seperti halnya Bank pada umumnya. Sistem perbankan yang akan diterapkan pada Mini Bank UNTIDAR akan difasilitasi dari Bank BRI Syariah dimana mengadopsi sistem perbankan syariah. (DN)

MAHASISWA UNTIDAR TERIMA ASURANSI DARI KAMPUS

MAGELANG – Jiwasraya menyerahkan 3401 polis asuransi mahasiswa kepada Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Bambang Kuncoro, M.Si. untuk selanjutnya diserahkan kepada perwakilan mahasiswa, Widyo Mangesti (UKM Radio) pada acara Serah Terima Polis Asuransi UNTIDAR, Kamis (13/10) di ruang multimedia.

“Saya berharap tidak akan terjadi apa-apa, namun asuransi ini bisa menjadi suatu perlindungan bagi mahasiswa,” tutur WR III, UNTIDAR.

Jenis asuransi yang diberikan adalah asuransi kecelakaan diri (personal accident) yaitu perlindungan bagi mahasiswa dalam bentuk santunan berupa uang sebagai pengganti dari pembayaran Premi dan pelayanan sebagai akibat peristiwa atau keadaan yang dialami oleh mahasiswa berupa kecelakaan diri dan meninggal dunia.

“Mahasiswa tidak dipungut biaya apapun. Tiap mahasiswa dibiayai Rp 20.000 tiap tahunnya, dan sudah masuk anggaran universitas,” kata Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan dan Kerjasama, Drs. Giri Atmoko, M.Si.

Widyo Mangesti. perwakilan mahasiswa menerima polis asuransi kecelakaan diri dari WR III UNTIDAR.

Widyo Mangesti. perwakilan mahasiswa menerima polis asuransi kecelakaan diri dari WR III UNTIDAR.

Asuransi ini berlaku mulai 22 September 2016, terhitung dari penandatanganan kontrak kerjasama sampai pada 22 September 2017. Dalam kesempatan ini Kepala Jiwasraya Cabang Magelang, Sri Winih, S.E. menjelaskan bahwa pengajuan klaim serta pencairan dana santunan hanya bisa dilakukan melalui pihak universitas. “Mahasiswa harus mengajukan klaim kepada kampus. Setelah proses berlangsung, dana santunan juga nantinya diserahkan Jiwasraya kepada kampus untuk diteruskan kepada mahasiswa,” tuturnya.

Hak peserta asuransi terdiri dari 2 jenis yaitu jaminan kecelakaan diri dan Jaminan Kematian (JKM). Jaminan kecelakaan diri meliputi biaya inap rumah sakit maksimal 40% dari uang asuransi, santunan cacat, santunan kematian akibat kecelakaan dan penyakit kecelakaan yang ketentuannya sudah ditetapkan di dalam perjanjian kerjasama. Jaminan Kematian meliputi santunan kematian akibat kecelakaan sebesar 100% dari uang asuransi dan santunan kematian karena kecelakaan sebesar 200% dari uang asuransi. (HDN/DN)

APRILA DWINING TYAS SUKSES BAWA PULANG MEDALI EMAS DAN PERAK CABOR ARUNG JERAM, PON XIX JABAR 2016

MAGELANG – Aprila Dwining Tyas, mahasiswi semester 1 program studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Tidar berhasil meraih medali emas untuk kategori Down River Race R6 Putri dan medali perak untuk kategori Sprint R6 Putri cabang olahraga Arung Jeram pada PON XIX 2016 di Jawa Barat.

“Baru 1 tahun ini serius di bidang arung jeram, itupun awalnya karena ajakan kakak untuk mengikuti latihan arung jeram untuk kejuaraan Dulongmas,” kata Tyas, panggilan akrabnya.

Pada Kejuaraan Porwil Kedu, Pekalongan dan Banyumas (Dulongmas) Tahun 2015 lalu Tyas dan timnya berhasil meraih 3 perunggu dan 1 perak. Semenjak itu, Tyas semakin yakin untuk menekuni arung jeram dan berlanjut mengikuti Kejuaraan Arung Jeram tingkat provinsi sekaligus sebagai ajang penyeleksian atlet perwakilan Jawa Tengah dalam PON XIX Jabar 2016 pada Agustus lalu.

“Setiap pengcab (pengurus cabang) kemudian mengirimkan 2 wakilnya untuk seleksi lanjutan di Banjarnegara. Alhamdulillah, setelah berbagai tahap seleksi, saya lolos sebagai salah satu atlet yang mewakili Jawa Tengah dalam cabang arung jeram,” tuturnya.

Tyas dan kelima temannya sebagai atlet perwakilan Jateng mengikuti karantina selama 1 bulan di Banjarnegara sebelum kemudian mengikuti kejuaraan PON pada 18 – 22 September 2016 yang berlokasi di Sunga Citatih dan Sungai Cimandiri, Sukabumi, Jawa Barat.

Walaupun dengan persiapan yang singkat, kurang lebih 3 bulan, kontingen Jawa Tengah berhasil mengalahkan tim tuan rumah yaitu Kontingen Jawa Barat yang telah menjuarai World Rafting Championship 2015.

Tyas (kanan) menceritakan pengalaman selama lomba kepada Rektor, Selasa (11/10).

Tyas (kanan) menceritakan pengalaman selama lomba kepada Rektor, Selasa (11/10).

“Saya bangga dengan prestasinya (Tyas). Tidak hanya bermain menggunakan kemampuan fisik tetapi juga mengedepankan strategi yang cerdas,” kata Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd, Rektor UNTIDAR saat bertemu Tyas pada Selasa (11/10) di Rektorat.

Rektor UNTIDAR juga berjanji akan memberikan penghargaan khusus untuk Putri Kepala Desa Tegalrejo, Kabupaten Magelang ini. Penyerahan penghargaan akan disampaikan saat upacara peringatan Sumpah Pemuda pada akhir Oktober mendatang. (DN)

 

WISUDA ANGKATAN KE-6, UNTIDAR LULUSKAN 117 WISUDAWAN

MAGELANG – Universitas Tidar meluluskan 117 wisudawan/wisudawati pada Sabtu (08/10) bertempat di auditorium UNTIDAR. Wisudawan angkatan ke-6 setelah UNTIDAR menyandang status sebagai perguruan tinggi negeri ini terdiri dari 149 sarjana dan 28 ahli madya.

“Semoga saudara sekalian mampu mengisi kehidupan dengan ilmu, ketrampilan, dan sikap yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di UNTIDAR sekaligus berkompetisi dalam kesempatan kerja dan atau membuka lapangan kerja,” kata Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd.

Pada sambutannya kali ini, Rektor menegaskan kembali bahwa lulusan UNTIDAR harus berani keluar dari zona aman. Pasca lulus masih banyak alumni yang hanya fokus untuk mendapat pekerjaan sebagai pegawai atau PNS. Padahal kesempatan untuk sukses menjadi pengusaha masih terbuka lebar.

Pada wisuda periode Oktober 2016 ini sebanyak 14 mahasiswa mendapat predikat cumlaude (pujian). Panyandang IPK tertinggi tingkat universitas program sarjana diraih oleh Anggi Ayu Risanti dengan IPK 3,82 dari program studi Pendidikan Bahasa Inggris dan Indah Ayu Astuti dengan IPK 3,83 dari program diploma, program studi Akuntansi.

Penghargaan diberikan kepada wisudawan terbaik tingkat universitas, terbaik tiap prodi, pujian (cumlaude) serta wisudawan wirausaha. Penghargaan-penghargaan ini diberikan oleh BNI, BRI dan BPD Jateng Cabang Magelang serta penghargaan khusus dari Rektor. Penghargaan wisudawan wirausaha kali ini merupakan penghargaan yang diberikan kepada wisudawan yang memiliki usaha sendiri. “Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi dan contoh bagi wisudawan lainnya,” tambah Rektor.

Penghargaan wirausahawan diberikan kepada 9 mahasiswa yaitu Budi Hasan Waskito, Cahyo Indro Saputro, Dewi Pahlewi Nuswantari, Ima Nur Hapsari, Mistamiroh, Nur Fitri Septaningrum, Nurul Amalina, Propa Hutama, dan Wahid Nurman Nudin. Jenis usaha pun bervariasi mulai dari konfeksi kaos, budidaya ikan, wedding organizer, distributor makanan ringan, dll.

Rektor UNTIDAR (kiri) menyerahkan penghargaan Wisudawan Wirausaha kepada Propa Hutama.

Rektor UNTIDAR (kiri) menyerahkan penghargaan Wisudawan Wirausaha kepada Propa Hutama.

Sambutan wakil wisudawan disampaikan oleh Propa Hutama, wisudawan program sarjana, program sarjana, program studi teknik mesin, fakultas teknik. “Kesuksesan ini tidaklah semata-mata berasal dari perjuangan kami (wisudawan) semata tapi juga berasal dari jasa, bantuan, bimbingan dan kesabaran Bapak dan Ibu dosen, karyawan, serta segenap Civitas Akademika UNTIDAR,” tutur Propa.

Pada kesempatan ini, Rektor juga menyampaikan perkembangan UNTIDAR terutama perkembangan pembangunan kampus. Saat ini UNTIDAR sedang menyelesaikan pembangunan 2 gedung Fakultas Teknik yang diprediksi akhir tahun 2016 ini dapat segera digunakan untuk mendukung proses perkuliahan. Pada tahun 2017 direncanakan akan memulai pembangunan kampus FKIP di Giri Wetan, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. Selain di wilayah Kabupaten Magelang, UNTIDAR juga berencana membangun kampus di wilayah Wonosobo. (DN)