UNTIDAR AMBIL BAGIAN DALAM KEPENGURUSAN ADRI JAWA TENGAH

Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd.; Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Bambang Kuncoro, M.Si.; Kepala UPT Pusat Bahasa, Dr. Farikah, M.Pd dan Arnanda Yusliwidaka, S.H., M.H resmi dilantik menjadi pengurus Ahli Dosen Republik Indonesia (ADRI) Jawa Tengah, Selasa (31/01).

ADRI merupakan wadah komunikasi dan informasi antar dosen di Indonesia dalam mendorong pengabdian Tri Dharma Perguruan Tinggi utamanya dalam meningkatkan karya jurnal ilmiah khususnya jurnal yang bertaraf internasional.

“Keterlibatan beberapa perwakilan UNTIDAR menjadi pengurus ADRI diharapkan dapat membantu pengembangan karya jurnal ilmiah khususnya di kampus sendiri,” kata Farikah.

Dalam susunan Dewan Pengurus Daerah (DPD) ADRI Jawa Tengah masa bakti 2017-2021, Rektor UNTIDAR menduduki jabatan sebagai Dewan Pembina, WR III sebagai anggota Divisi Kerjasama & Harlindung, Dr. Farikah sebagai anggota Divisi Pengembangan Karir dan Sertifikasi Dosen dan Arnanda sebagai anggota Divisi Kedharmaan PT.

“Adanya Permenristekdikti No. 20 Tahun 2017 tentang Tunjangan Profesi dan Tunjangan Kehormatan Professor dimana dosen maupun professor dituntut menerbitkan jurnal bertaraf internasional menjadi ‘momok’ tersendiri maka ADRI Jawa Tengah hadir untuk memfasilitasi serta mendampingi dalam pembuatan jurnal serta publikasi,” tambahnya.

Pada acara yang sama, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Bambang Kuncoro, M.Si. mewakili Rektor UNTIDAR bersama 31 perguruan tinggi lainnya di Jawa Tengah menandatangani MoU dengan ADRI dalam hal peningkatan kerjasama dalam bidang pendidikan, penelitian dan pertukaran budaya. Program dan kegiatan yang akan dikembangkan kedepannya meliputi pengembangan bidang akademik, pertukaran staf, pertukaran informasi terkait koleksi maupun informasi ;ainnya terkait perpustakaan, serta kolaborasi daloam bidang riset dan publikasi serta pengadaan seminar dan workshop. (DN)

UNTIDAR-UNNES SIAP SAMBUT MAHASISWA TAYLOR UNIVERSITY MALAYSIA DALAM ACARA BOROBUDUR BALESARI CULTURAL LANGUAGE

MAGELANG – Universitas Tidar bekerjasama dengan Universitas Negeri Semarang akan menyelenggarakan acara Borobudur Balesari Cultural Language pada pertengahan Februari 2017 mendatang. Acara yang akan diikuti oleh puluhan mahasiswa Taylor University Malaysia ini akan menyuguhkan beraneka ragam kekayaan budaya Jawa Tengah yang dikemas dalam sebuah paket perjalanan di Kota Semarang dan Magelang.

“Kuliner Gethuk, Tari Topeng Ireng, dan Borobudur merupakan kekayaan Magelang yang memiliki daya tarik tinggi di mata turis mancanegara. Maka itu, kami harap BCL perdana besok berjalan lancar dan meninggalkan kesan mendalam bagi mereka,” tutur Wati Istanti, S.Pd., M.Pd.

Wati yang juga merupakan Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan Asosiasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (APPBIPA) Jawa Tengah menjelaskan skema kegiatan BBCL kepada Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd., Selasa (16/1) di ruang UPT Bahasa. Bersama Ketua APPBIPA Jateng, Yusro Edy Nugroho, S.S., M.Hum., serta Kepala UPT Bahasa UNTIDAR, Dr. Farikah, M.Pd. memaparkan detail kegiatan BBCL yang direncanakan akan dilaksanakan 19 – 25 Februari 2017 baik di Kota Semarang (sekitaran kota dan UNNES), Kota dan Kabupaten Magelang (UNTIDAR, Desa Balesari, dan Candi Borobudur).“Selain materi seputar Budaya Jawa dan Batu Borobudur para turis juga disuguhkan pertunjukan budaya tari Topeng Ireng, kuliner gethuk serta perjalanan ke Candi Borobudur,” jelas Wati.

Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yususf, M.Pd. (kanan) didampingi Ketua APPBIPA Jateng, Yusro Edy Nugroho, S.S., M.Hum. (kiri) saat berdiskusi dengan panitia BCL 2017.

Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yususf, M.Pd. (kanan) didampingi Ketua APPBIPA Jateng, Yusro Edy Nugroho, S.S., M.Hum. (kiri) saat berdiskusi dengan panitia BCL 2017.

Selain itu, para turis juga akan diajak merasakan hidup sehari di pedesaan. “Rencananya para turis akan kami ajak tinggal sehari di rumah penduduk Desa Balesari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang. Kegiatan ini juga sekaligus menjadi ajang promosi Desa Wisata Balesari,” kata Imam Baihaqi, S.Pd., M.A., koordinator kegiatan “sehari menjadi orang desa”, BBCL 2017.

Rektor UNTIDAR pun memberikan respon positif terhadap acara ini. “UNTIDAR akan membantu semaksimal mungkin untuk kelancaran acara dan besar harapan akan berkelanjutan di kemudian hari,” pungkas Prof. Cahyo. (DN)

JALIN KERJASAMA, LPPM PMP & LP2B SERAHKAN BANTUAN BUKU UNTUK WARGA BALESARI

MAGELANG – Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPM PMP) Universitas Tidar bekerjasama dengan Lembaga Pengkajian Pembangunan Bangsa (LP2B) menyerahkan bantuan buku bacaan kepada warga Desa Balesari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, Kamis (11/01). “Kurang lebih ada seratusan buku bertema pembangunan pedesaan meliputin pertanian, peternakan, buku bacaan anak-anak serta religius,” ucap Moh. Choirul Anam.

LP2B adalah sebuah lembaga non profit yang bertujuan mendorong percepatan pembangunan melalui berbagai macam kegiatan sosial salah satunya membangun atau meningkatkan komunitas baca. Pada kesempatan ini, LP2B diwakilkan oleh 3 orang anggotanya yaitu Choirul Anam, Muhammad Muhibbudin dan Taufiq Hakim bersama Ir. Usman Siswanto, M.Sc., Ph.D., selaku Kepala LPPM PMP UNTIDAR menyerahkan langsung bantuan buku kepada Kepala Desa Balesari H. Sutiyana.

Ir. Usman Siswanto, M.Sc., Ph.D., Kepala LPPM PMP UNTIDAR saat menunjukkan buku-buku pertanian, peternakan, dan buku tema lain yang diharapkan dapat membantu dalam pengembangan Desa Balesari.

Ir. Usman Siswanto, M.Sc., Ph.D., Kepala LPPM PMP UNTIDAR saat menunjukkan buku-buku pertanian, peternakan, dan buku tema lain yang diharapkan dapat membantu dalam pengembangan Desa Balesari.

“Buku adalah jendela dunia. Lewat buku kita bisa menjelajah dunia, mendapat berbagai ilmu dan pengetahuan. Sedikit bantuan ini diharapkan dapat ikut membantu dalam upaya peningkatan pengelolaan sumberdaya alam serta manusia menuju Desa Wisata Balesari,” tutur Usman.

Sutiyana menyambut baik bantuan ini dan berjanji akan memberikan info dan mendistribusikan bantuan buku-buku tersebut kepada warganya. “Malu bertanya sesat dijalan, maka sebelum tersesat baiknya bertanya pada buku terdahulu semuanya ada didalam sana,” tambahnya.

Sebagian besar buku bacaan adalah karya INDes Publishing, percetakan dan penerbitan buku dibawah pengelolaan LP2B yang mempunyai kantor perwakilan di Yogjakarta. Tak berhenti pada penyerahan buku bacaan, kedepannya LP2B bersama LPPM PMP merencanakan beberapa kegiatan sosial lain utamanya untuk mendukung rencana pengembangan Desa Balesari sebagai desa wisata. (HDN/DN)

SIVITAS AKADEMIKA UNTIDAR DIHIMBAU TELADANI KEPEMIMPINAN NABI MUHAMMAD SAW

MAGELANG – Salah satu faktor tidak kondusifnya situasi Indonesia akhir-akhir ini disebabkan minimnya figur pemimpin ideal. Pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Selasa (13/12) sivitas akademika UNTIDAR diajak untuk meneladani kepemimpinan beliau untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga dengan diadakannya acara ini kita sebagai umat islam dapat  bersatu dan kembali ke panduan islam yang kaffah (menyeluruh)  yakni Alqur’an dan Hadist Nabi sebagai rujukan absolute dan mengaplikasikan apa yang sudah dicontohkan oleh Rosulullah SAW,” tutur Suranto, Ketua Panitia Maulid Nabi.

Nabi Muhammad SAW dalam masa kepemimpinannya selama kurang lebih 40 mempu merubah peradaban dunia dan menjadi tauladan manusia terbaik. “Oleh karena itu kita perlu mencontoh  apa yang sudah dilakukan beliau dalam masa produktif itu,” tambahnya.

Tiga pencapaian besar Nabi Muhammad SAW yaitu menjadikan bangsa Arab yang semula menganut paham polytheisme menjadi paham monotheisme, yaitu mengesakan Allah SWT. Beliau berhasil menyatukan bangsa Arab yang semula penuh dengan permusuhan di bawah naungan islam dan menyatukan pemerintahan Arab yang sebelumnya belum memiliki pemerintahan sendiri menjadi negara yang merdeka dan berdaulat.

“Meneladani Nabi Muhammad SAW misalnya sebagai mahasiswa tidak boleh plagiat dalam mengerjakan tugas, tenaga pendidik menjalankan tugas sesuai aturan serta dosen mengajar tidak hanya sebatas ilmu tapi juga memperhatikan sisi ‘illah’nya,” kata Drs. Moh. Tantowi, M.Si., dalam tausiahnya.

Meneladani bukan berarti berperang sama seperti Nabi dahulu namun mengambil hal-hal positif seperti kebiasaan dan cara berpikir positif dan mengimplikasikannya ke dalam berbagai kegiatan sehari-hari.

Dalam kesempatan ini, Hadroh Untidar, tim rebana UKAI turut memeriahkan acara peringatan Maulid Nabi dengan beberapa lagu islam diantaranya turi putih, shollatum, padang bulan. Penampilan perdana Hadroh UNTIDAR kali ini mendapat respon positif dari seluruh peserta pengajian akbar Maulid Nabi dan berharap kedepannya terus dikembangkan menjadi lebih baik lagi. (IF-Mg/DN)