BUKA DIES KE 5 UNTIDAR, WALIKOTA MAGELANG BANGGA JADI ALUMNI
Walikota Magelang, Sigit Widyonindito membuka acara jalan sehat dalam rangka pembukaan rangkaian kegiatan Dies Natalis ke 5 Universitas Tidar, Minggu (10/11).
“Saya berbangga UNTIDAR kini sudah menjadi perguruan tinggi negeri. Harapannya kampus ini dapat menyejahterakan masyarakat Kota Magelang,” tuturnya.

Alumni lulusan tahun 1988 program studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, UNTIDAR ini mengakui bahwa kampusnya ini berkembang pesat seiring berubah status menjadi perguruan tinggi negeri.
Senada dengan walikota, Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Ir. Mukh Arifin, M.Sc. juga berharap UNTIDAR mengambil peranan dalam kehidupan pendidikan baik di Kota Magelang dan negara Indonesia.
“Usia UNTIDAR sebagai perguruan tinggi negeri memang baru 5 tahun namun jika diruntut dari sejarahnya usia sesungguhnya sudah mencapai usia 40 tahun. Usia ini bukan usia muda lagi bagi sebuah perguruan tinggi maka itu kita harus mulai ambil bagian dalam perkembangan pendidikan baik di sekitar Magelang hingga kancah nasional,” jelas Rektor.

Jalan sehat Dies ke 5 ini diikuti kurang lebih 1200 peserta yang terdiri dari sivitas akdemika UNTIDAR, masyarakat sekitar kampus dan juga masyarakat Kota dan Kabupaten Magelang. Rute Jalan santai meliputi Jalan Kapten Suparman –Jalan Pahlawan – saluran irigasi Kali Kuto – Gedung Wanita – Jalan Pahlawan – Kembali ke Jalan Kapten Suparman dan Kampus UNTIDAR.
Hadiah utama berupa Sepeda, Televisi layar datar, kulkas, kipas angin, dispenser dan puluhan hadiah hiburan lainnya. Pada kesempatan ini juga digelar acara Donor Darah yang diselenggarakan bekerja sama dengan PMI Kota Magelang. Dari sekian banyak pendonor yang berminat untuk mendonorkan darahnya hanya 48 kantong yang berhasil diambil dan diserahkan kepada PMI Kota Magelang.

Rektor juga menerbangkan 2 voucher undian yang dikaitkan pada balon senilai Rp 500 ribu pada sesi pembukaan.
Zaenal Arifin, warga Tuguran 112 RT 5 RW 6 berhasil menemukan salah satu kupon yang tersangkut di Pohon Kapas atau Randu Alas yang berada di samping kampus UNTIDAR.

“Saat itu saya dan warga setempat sedang bersama-sama ker ja bakti membersihkan wilayah kampung kami. Lalu melihat ada balon yang menyangkut di pohon Randu Alas langsung kami mencoba menariknya dan ternyata ada hadiah senilai Rp 500 ribu. Rencana hadiah akan kami gunakan untuk makan-makan bersama warga,” jelas Zaenal. Voucher undian telah ditukarkan ke pihak panitia oleh Zaenal Arifin pada Senin (12/03). (DN/HDN)
REKTOR UNTIDAR RESMI LANTIK 3 WAKIL REKTOR PERIODE 2019-2023
Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Ir. Mukh Arifin, M.Sc. melantik tiga wakil rektor periode 2019-2023, Jumat (01/03). Acara pelantikan dilaksanakan di ruang multimedia UNTIDAR disaksikan jajaran pimpinan di lingkungan fakultas dan universitas serta perwakilan mahasiswa.
“Mereka adalah ‘Pahlawan Pemberani’ yang sudah melepaskan zona nyamannya di universitas asalnya masing-masing dan mau mendampingi sivitas akademika UNTIDAR untuk menjadi lebih baik dalam 4 tahun kedepan,” ujar Rektor UNTIDAR.

Ketiga wakil rektor yang dilantik adalah Dr. Ir. Noor Farid, M.Si. dari Universitas Jenderal Soedirman sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik (WR I) menggantikan Prof. Dr. Joko Widodo, M.Pd. dari Universitas Negeri Semarang.
Dr. Jaka Isgiyarta, M.Si., CA, Akt dari Universitas Diponegoro sebagai Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan (WR II) menggantikan Drs. Heri Suroso, S.T., M.T. dari Universitas Negeri Semarang.
Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. dari Universitas Sebelas Maret sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni (WR III) menggantikan Dr. Bambang Kuncoro, M.Si. dari Universitas Jenderal Soedirman.

“Permasalahan dan tantangan untuk Rektor dan Wakil Rektor UNTIDAR saat ini dan yang lalu tentunya berbeda namun tidak menutup kemungkinan untuk menjalankan program kerja yang telah dibangun sebelumnya. Maka itu, kami harap ada inovasi-iovasi untuk UNTIDAR dari para wakil rektor yang baru ini,” pungkas Rektor. (DN/HDN)

61 PEGAWAI EKS YAYASAN UNTIDAR IKUTI TEST PPPK
Universitas Tidar bekerjasama dengan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Magelang menyelenggarakan ujian Computer Assisted Test (CAT) & wawancara calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada Sabtu (23/02) di SMK N 1 Kota Magelang.
“Total peserta ujian sebanyak 67 orang yang terdiri dari 61 pegawai eks yayasan UNTIDAR dan 6 guru honorer di wilayah Kota Magelang,” ujar Kepala Biro Umum dan Keuangan, Among Wiwoho, S.E., M.M.
Pegawai eks yayasan adalah pegawai yang telah bekerja semenjak UNTIDAR masih berstatus Perguruan Tinggi Swasta dibawah pengelolaan Yayasan Borobudur Tidar. Pegawai yang mengikuti ujian PPPK tahap peratama ini ditetapkan berdasarkan hasil seleksi administrasi PPPK yang tertera pada pengumuman nomor B/42/A.A2/KP.01.00/2019 oleh Kementerian Riset , Teknologi dan Pendidikan Tinggi pada 21 Februari 2019.

“Test PPPK tahap pertama ini dikhususkan untuk dosen dan tenaga kependidikan Perguruan Tinggi Negeri Baru (PTNB), guru honorer, penyuluh pertanian dan beberapa usulan lainnya. Kedepannya dengan adanya PPPK ini tidak ada lagi pegawai kontrak,” tambahnya.
Selanjutnya pegawai UNTIDAR yang masih berstatus kontrak dapat mengikuti ujian PPPK tahap kedua yang direncanakan akan dibuka pada bulan Mei 2019 lewat jalur umum.
Soal ujian terdiri dari 2 paket soal yaitu paket soal kompetensi dan paket soal wawancara. Paket soal kompetensi terdiri dari kompetensi teknis sebanyak 40 soal, kompetensi manajerial sebanyak 40 soal dan kompetensi sosio kultural sebanyak 10 soal. Sedangkan paket soal wawancara terdiri dari 10 soal.
Seperti halnya test CAT pada saat ujian CPNS, peserta diwajibkan hadir 1 jam sebelum penyelenggaraan ujian. Peserta hanya diperolehan membawa kartu peserta dan sebelumnya telah diperiksa body check dengan metal detector oleh petugas.
Hasil ujian dapat dilihat langsung oleh peserta ujian setelah ujian berakhir. Passing grade atau batas kelulusan untuk kompetensi teknis 42 dan jumlah kompetensi teknik, manajerial dan sosio kultural sebanyak 65. Sedangkan paket soal wawancara minimal 15.

Ujian berlangsung pada pukul 10.00 – 12.15 WIB dengan ketentuan pengerjaan soal paket kompetensi 100 menit dan soal paket wawancara 20 menit.
“Simulasi atau latihan soal yang kemarin difasilitasi pihak UNTIDAR membantu sekali dalam pengerjaan soal ujian pada hari ini. Alhamdulillah tidak ada kendala teknis dalam mengerjakan soal, hasil dapat dilihat langsung setelah ujian berakhir,” tutur Fadzilah Fibri Astika, salah satu peserta ujian. (DN)

