KOLONEL PAS SUJATMIKO : PAHAM RADIKALISME SUMBER DARI AKSI TERORISME

Sepanjang tahun 2018 ini tercatat sudah terjadi 8 aksi teror di Indonesia. Salah satu kejadian yang cukup menggemparkan adalah pelaku peristiwa bom di Polrestabes Surabaya merupakan satu keluarga.

“Seperti yang kita ketahui, pelaku bom Surabaya melibatkan anak-anaknya yang masih kecil. Kejadian ini merupakan salah satu bukti bahwa pemahaman radikalisme yang berujung tindakan terorisme sudah ditanamkan dari usia anak-anak,” jelas Sujatmiko.

Pada acara Kuliah Umum Program Studi Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Tidar pada Kamis (13/09) ini Kasubdit Kontra Propaganda, Direktorat Pencegahan, Badan Nasional Pencegahan Terorisme (BNPT) menjelaskan apa sumber permasalahn utama dari terorisme dan perkembangannya di Indonesia saat ini.

“Jika mempunyai pandangan yang berbeda, jangan hanya diam. Mari berdiskusi, baik terbuka maupun tertutup. Jika mulai ada teman anda yang berbeda pandangan lalu meninggalkan teman-teman, keluarga atau komunitasnya, maka perlu kita curigai,” tambahnya.

Menurutnya tidak semua orang yang berpendidikan rendah yang menjadi sasaran brainwash para teroris namun banyak pula orang berpendidikan tinggi. “Salah satu bukti orang berpendidikan tinggi yang juga kena paham terorisme adalah otak pelaku bom Surabaya yang ternyata adalah Institut Teknologi 10 November (ITS) Surabaya,” tuturnya.

Kepada para peserta kuliah umum yang mayoritas adalah mahasiswa Prodi Hukum, Sujatmiko menghimbau agar selalu waspada kelompok paham radikal yang tanpa disadari berkembang di kampus. “Kelompok bersifat tertutup, mudah mengkafirkan orang bahkan sesama muslim, ingin menegakkan hukum agama menggantikan dasar negara, menempatkan paham barat sebagai ancaman umat, mengajak anggotanya dalam diskusi tertutup serta melakukan pembaiatan, dan sebagian diantaranya sudah mulai menggunakan paham kekerasan,” pungkasnya.

Selain mahasiswa Prodi Hukum, turut hadir perwakilan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) baik di tingkat universitas dan fakultas. Tujuannya untuk menyebarkan pemahaman kondisi radikalisme yang berujung terorisme di Indonesia dan bagaimana mencegah penyebaran luas paham ini untuk kedepannya. (DN)

PEKAN PROMOSI PERPUSTAKAAN AJANG FASILITASI BAKAT MAHASISWA

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Universitas Tidar (UNTIDAR) akan menyelenggarakan Pekan Promosi Perpustakaan yang kedua. Pekan Promosi Perpustakaan kalo ini diketuai oleh Ginanjar Kurniawan yang juga pustakawan Perpustakaan UNTIDAR. Pekan promosi ini menyelenggarakan tiga lomba, di antaranya lomba majang foto dan video serta lomba Aquascape yang berlangsung tanggal 4-6 September lalu. Ajang lomba ini diperuntukkan bagi mahasiswa UNTIDAR, dimana masing-masing program studi mengirimkan perwakilan.

Pendaftaran lomba dimulai sejak 20 Agustus kemarin sampai 1 September 2018. Hadiah utama yang ditawarkan untuk lomba foto dan video sebesar Rp 1.000.000,00 dan trofi, sedangkan lomba aquascape sebesar Rp 1.100.000,00 dan trofi. Tidak hanya mahasiswa namun kegiatan ini juga terbuka bagi umum.

Dicki Agus Nugroho, menagatakan bahwa lomba itu berdasarkan usulan dari mahasiswa. “Ajang lomba aquascape serta majang foto dan video dipilih untuk meramaikan Pekan Promosi Perpustakaan 2018 karena usulan dari mahasiswa, nantinya usulan mahasiswa akan direalisasikan satu-persatu”, katanya.

Pustakawan itu juga menambahkan kegiatan ini merupakan program tahunan dari UPT Perpustakaan sebagai bentuk pengenalan kampus kepada mahasiswa baru serta untuk memfasilitasi bakat dan kreativitas mahasiswa. “Program ini sebenarnya merupakan program tahunan dari UPT Perpustakaan. Untuk tahun ini, kami mengajak seluruh mahasiswa untuk ikut serta, sekaligus memfasilitasi mahasiswa dalam mengembangkan bakat dan kreativitas sesuai dengan keahliannya masing-masing”, tambahnya.

Promosi yang dilakukan selain mengajak mahasiswa UNTIDAR mengikuti kegiatan UPT Perpustakaan, maka para pustakawan juga aktif dalam menyebarkan informasi melalui website, media sosial seperti instagram, dan email yang mudah diakses oleh banyak orang.

Sesuai dengan harapan Kepala UPT Perpustakaan UNTIDAR, kegiatan ini dapat mengenalkan perpustakaan lebih luas dan seluruh program studi turut aktif dalam mengirimkan perwakilan mengikuti lomba tersebut.

“Harapan saya, dengan adanya Pekan Promosi Perpustakaan 2018 ini bisa mengenalkan perpustakaan ke khalayak umum dan khususnya civitas akademika Universitas Tidar. Saya juga berharap, banyak yang mengikuti ajang lomba ini.,” jelas Dr. A. Sri Haryati, M.Pd. (Gita Setianingsih-mg/DN/HDN)

AKMIL MAGELANG BERI MOTIVASI MAHASISWA BIDIKMISI UNTIDAR 2018

Sejumlah 214 mahasiswa Universitas Tidar mengikuti kegiatan Sosialisasi dan Pembinaan penerima bantuan pendidikan Bidikmisi tahun 2018, Jumat (31/08) di Auditorium. Dalam kegiatan ini diberikan penjelasan seputar alur dan sistem penerimaan dana Bidikmisi, motivasi dan kredit laptop.

“Kalian adalah mahasiswa yang telah dinilai layak menerima Bidikmisi. Maka itu kalian harus memanfaatkannya sebaik mungkin, tetap semangat dan ingat salah satu syarat wajib penerima Bidikmisi adalah IPK diatas 3.0,” tutur Wakil Rektor Bidang Umum da Keuangan, Drs. Hery Suroso, S.T., M.T. saat membuka acara.

Jumlah calon penerima Bidikmisi pada tahun 2018 sejumlah 123 mahsiswa jalur SNMPTN dan 365 mahasiswa SBMPTN total 488 mahasiswa namun kuota yang diberikan oleh Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi untuk UNTIDAR hanya 214 mahasiswa. Jumlah kuota ini dirasakan masih kurang maka itu telah dilakukan pengajuan penambahan kuota.

“Kami telah mengajukan surat penambahan kuota Bidikmisi kepada pihak Kementerian dan semoga pada bulan Oktober atau November 2018 nanti akan ada jawaban dan semoga UNTIDAR diberikan tambahan kuota lagi,” jelas David Budhi Hartono, S.E., M.T., Kabag Akademik dan Kemahasiswaan.

Mahasiswa penerima bidikmisi akan menerima total dana sebesar 6,3 juta rupiah. Dari danan tersebut langsung dipotong sebesar 2,4 juta rupiah untuk biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) tiap semesternya dan sisa sebesar 3,9 juta akan dikembalikan lagi kepada mahasiswa.

“Dana Bidikimisi sebesar 3,9 juta akan ditransfer langsung dari pusat ke rekening masing-masing mahasiswa tanpa melalui campur tangan pihak kampus. Peraturan tahun sebelumnya dana kan ditransfer per 3 bulan namun peraturan terbaru dana akan ditransfer 6 bulan sekali,” tambah David.

Dalam kegiatan Sosialisasi dan Pembinaan Penerima Bidikmisi ini UNTIDAR bekerjasama dengan Akademi Militer (AKMIL) Magelang untuk memberikan motivasi kepada mahasiswa.

“Disiplin itu penting! Karena kesuksesan membutuhkannya. Tidak ada individu atau organisasi yang sukses dengan fokus jangka pendek. Siapapun berhak sukses dan itu tergantung pada diri anda masing-masing,” ujar Sersan Mayor Mustofa.

Pada kesempatan ini turut hadir Mayor Inf Irkhamni, Kapten Inf Yuliadi  Purnomo dan Serma Yuda Nurhidayanto. Mahasiswa diajak membuat yel-yel, meatih kekompakan dan kebersamaan sekaligus mendapat motivasi untuk lebih mencintai orang tua, patuh, disiplin dan berguna bagi nusa bangsa.

Selain itu, mahasiswa juga mendapat penjelasan dari Bank Pasar 69 Kabupaten Magelang mengenai tawaran kredit laptop bagi mahasiswa Bidikmisi. Mahasiswa dapat memilih tipe laptop yang sesuai dengan kebutuhan mereka masing-masing serta biaya angsuran akan disesuaikan dengan masa cair dana Bidikmisi. (DN)

KULIAH UMUM 2018, SAPTUARI HIMBAU MAHASISWA TIDAK BOLEH MANJA

Saptuari Sugiharto, owner Kedai Digital Corp memberi kuliah umum kepada mahasiswa baru Universitas Tidar tahun 2018, Kamis (30/08) di GOR Samapta Magelang.

“Saya anak dari keluarga kurang mampu. Biaya kuliah cari sendiri mulai dari penjaga tas di KOPMA UGM, jualan stiker dan lanjut usaha lainnya. Saat wisuda, selain ijazah saya beri kado orang tua saya tiket umroh hasil dari keringat sendiri. Apakah kalian gak mau seperti itu???,” ujar Saptuari.

Foto : Dok. Humas/Indah Ika Prasetiani

Pemikiran anak kurang mampu tidak bisa kuliah ditepis oleh alumni jurusan Perencaan Pengembangan wilayah, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada tahun 2004 ini. “Mahasiswa jangan manja, buktinya saya, orang tua tidak mampu membayar uang kuliah maka saya putar otak bagaimana bisa membiayainya sendiri dan BERHASIL,” katanya.

Memulai usaha pertamanya tahun 1998, Mas Saptu, panggilan akrabnya, kini sudah menjadi “bos” Kedai Digital Corp 30 cabang, JOGIST TShirt & Bookstore, KD Konveksi & SKS Sablon, Bakso Granatz Pedazzz, Tengkleng Hohah dan BOD Jogja Scrummy.

Foto : Dok. Humas/Ahmad Faisal Hasyim

“Berawal dari membuat stiker kampus bertuliskan ‘I love UGM’ dan kata-kata lain tentang kampus di wilayah Jogja dan Solo, usaha ini ternyata berkembang dengan baik. Saya juga bekerja di EO, menyisihkan hasil kerja sedikit demi sedikit untuk mulai membeli alat-alat percetakan stiker dan mug serta menyewa sebuah tempat bekas gudang becak seharga 3 juta per-tahun untuk memulai usaha Kedai Digital,” tambahnya.

Usaha dan kerja keras dari sejak mahasiswa ini dibagikan kepada 1.753 mahasiswa baru UNTIDAR dalam kuliah umum dengan tema “Jurus Kreatif Bikin Bisnis”.

“Ada 7 jurus kreatif membuat usaha, pertama pahami konsep rejeki itu terlebih dahulu yaitu 9 dari 10 pintu rejeki itu datang dari perniagaan, konsep dari Nabi Muhammad SAW,” jelasnya

Jurus selanjutnya adalah berani memulai, tekun dan fokus, putuskan urat malu, pantang menyerah, kreatif abis. “Dan jurus paing terkahir adalah muali dari sekarang!!!.” Tambahnya.

Foto : Dok. Humas/Sihab Zaenul Ihsan

Plt. Rektor UNTIDAR, Prof. Drs. John Hendri, M.Si., Ph.D. menyampaikan bahwa tugas utama mahasiswa adalah belajar dengan baik dan menyelesaikan perkuliahan tepat waktu. “Tapi perlu diingat, tidak hanya melulu kuliah. Mahasiswa juga harus mulai membangun karakter serta karier mulai dari masa perkuliahan,” jelasnya.

Rektor UNTIDAR juga menambahkan bahwa kemajuan teknologi juga harus dimanfaatkan para mahasiswa yang akan atau telah memulai usaha. “Kalian harus mampu membuat inovasi dengan lebih peka situasi kondisi saat ini. Kita bisa lihat kepopuleran Grab atau Gojek, jika mereka bisa kalian juga pasti bisa,” pungkasnya. (DN/HDN)

UNTIDAR GANDENG SMAN 5 MAGELANG GELAR PELATIHAN AQUASCAPE

Dosen Fakultas Pertanian program studi Akuakultur Universitar Tidar (UNTIDAR) memberikan pelatihan pembuatan aquascape bagi warga SMA N 5 Kota Magelang. Baruna Kusuma, Wida Salupi, dan Marlina Puspita Sari bersama melakukan pelatihan yang dilaksanakan sejak bulan Juli lalu sebagai  implementasi dari  program pengabdian dosen.

Pengabdian yang berjudul “Pengembangan Aquascape untuk Menumbuhkan Kesadaran Menjaga Lingkungan  serta Meningkatkan Semangat Belajar Siswa” itu bertujuan untuk membina siswa-siswi SMA Negeri 5. Adanya pelatihan pembuatan aquascape dan minigarden juga bertujuan mendidik siswa untuk menjaga lingkungan sekolah dan meningkatkan semangat belajar melalui program Adiwiyata.

Awalnya, program ini dianggap kurang menarik bagi siswa SMA N 5 Magelang. Namun setelah adanya pengenalan lebih terhadap aquascape, program ini mampu menarik siswa untuk ikut serta dalam program tersebut.

Pelatihan dilakukan dengan mengenalkan pembuatan aquascape di depan siswa, pengenalan itu membuat siswa banyak yang tertarik. Bentuk ketertarikan ini bisa dilihat dari dimasukkannya aquascape dalam ekstrakurikuler sekolah. Tiap hari Kamis siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler ini akan memperoleh pelatihan. “Awalnya program ini mendapat respon kurang positif dari siswa, tetapi setelah saya tunjukan video pembuatan aquascape dan model-modelnya, antusiasme mereka terhadap pelatihan ini menjadi lebih meningkat hingga muncul dalam kegiatan ekstrakulikuler sekolah”, kata Baruna Kusuma

Ketua Penelitian itu juga menjelaskan terpilihnya SMA N 5 Magelang sebagai mitra karena sekolah tersebut sudah pernah memperoleh gelar sekolah Adiwiyata. Adiwiyata ini merupakan sekolah yang bersih, banyak pohon membuat lingkungan terlihat indah dan membuat nyaman situasi belajar mengajar. “Saya memilih SMA N 5 Magelang sebagai tempat pelatihan karena sebelumnya sudah pernah menjuarai sekolah Adiwiyata”, jelasnya.

Ia juga menambahkan dengan adanya pelatihan ini diharapkan mampu mengantarkan SMA N 5 meraih gelar Adiwiyata kembali. “ Meskipun pembangunan di dalam sekolah sedang berlangsung namun dirapkan adanya pelatihan ini dapat mewujudkan keinganan sekolah uintuk meraih gelar itu kembali”, tambahnya.

Pelatihan aquascape ini tidak hanya melibatkan siswa SMA N 5 Magelang, tetapi juga guru-guru di sekolah tersebut. Bagi siswa, mereka akan dilatih untuk mendesain dan membuat aquascape yang hasilnya akan dipasang di sudut-sudut sekolah. Sedangkan pelibatan guru bisa dilihat dari adanya pembagian tugas untuk merawat aquascape buatan siswa. (Anis Khusniyati-MG/DN/HDN)

1753 MAHASISWA UNTIDAR IKUTI PKKMB DI GOR SAMAPTA

Mahasiswa baru Universitas Tidar Tahun Akademik 2018/2019 mengikuti kegiatan Pengenalan Kesadaran Bela Negara di Gor Samapta, Selasa (28/08). Kegiatan ini merupakan rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) UNTIDAR 2018.

“Mahasiswa baru wajib mengikuti serangkaian kegiatan PKKMB mulai dari OTADAMA yang telah dilaksanakan pada 18-20 Agustus 2018 kemarin lalu dilanjutkan hari ini dan besok untuk Pengenalan Kesadaran Bela Negara,” tutur Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Bambang Kuncoro, M.Si.

Foto : Dok.Humas/Indah Ika Prasetiani

Total mahasiswa yang mengikuti kegiatan Bela Negara pada hari pertama ini sejumlah 1753 mahasiswa dari total 1830 mahasiswa baru. Mahasiswa yang tidak bisa mengikuti kegiatan ini diwajibkan mengirimkan surat ijin resmi ke pihak kampus.

Pengenalan Kesadaran Bela Negara mahasiswa baru UNTIDAR dilaksanakan selama 2 hari pada Selasa-Rabu, 28-29 Agustus 2018. Berbeda dengan pelaksanaan tahun sebelumnya yang dilaksanakan di AKMIL, tahun ini pelaksanaan di GOR Samapta.

“Sekali lagi, Bela Negara bukan pendidikan militer. Kegiatan ini diselenggarakan dilaksanakan sesuai panduan PKKMB 2018 dari Kemenristekdikti yang diharapkan menjadi wahana penanaman 5 (lima) program gerakan nasional revolusi mental yaitu Indonesia melayani, Indonesia bersih, Indonesia tertib, Indonesia mandiri, dan Indonesia bersatu,” tambahnya.

Foto : Dok.Humas/Ahmad Faisal Hasyim

Pelaksanaan Bela Negara bekerjasama dengan Akademi Militer (AKMIL) Magelang. Letnan Kolonel Caj Sugeng Dikari, S.H., M.H. dan Letnan Kolonel INF Suluh Usada Adi, S.H., M.H. didapuk menjadi narasumber.

“Mahasiswa perlu memahami tantangan era teknologi yang canggih saat ini. ‘Perang’ bukan lagi persoalan fisik tapi juga pemikiran, ideologi bahkan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia,” jelas Letkol Sugeng.

Pada hari pertama kegiatan Bela Negara, Letkol Sugeng menyampaikan materi Sistem Pertahanan Negara dalam menghadapai Proxy War dan Letkol Suluh menyampaikan materi Wawasan Kebangsaan. (DN/HDN)

SERTIFIKASI KOMPETENSI JADI NILAI TAMBAH LULUSAN D3 AKUNTANSI UNTIDAR

Sebanyak 106 mahasiswa Program Studi D3 Akuntansi Universitas Tidar mengikuti telah Uji Sertifikasi Kompetensi (USK) pada Jumat-Sabtu, 24-25 Agustus 2018 dimulai pukul 07.00 – 17.00 WIB di ruang kelas Fakultas Ekonomi.

USK merupakan ujian untuk menilai kompetensi mahasiswa dan sebagai bukti bahwa mahasiswa tersebut telah memenuhi syarat sebagai ahli madya akuntansi. USK dilaksanakan setiap tahun dan diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“USK telah berjalan selama 3 tahun. Setiap tahunnya mahasiswa akan diuji dengan standar kompetensi yang telah ditentukan oleh BNSP. Standar kompetensi tersebut meliputi jurnal, membuat buku besar, membuat penyesuaian, membuat neraca lanjut, dan laporan keuangan. Di samping kelima kompetensi tersebut, terdapat satu kompetensi tambahan yaitu kompetensi keselamatan kerja,” jelas Kepala Laboratorium Akuntansi, Muhammad Wahyudi, S.Pd., M.Ak. saat ditemui Jumat (24/08).

Jumlah peserta mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. “Sebelumnya yang hanya dua kelas menjadi lima kelas. Selain itu, persentase kelulusan juga meningkat dari 30% menjadi lebih dari 50%,” tambahnya.

Ujian dilaksanakan secara serentak dalam waktu yang bersamaan dan dibagi menjadi lima kelas. Kapasitas masing-masing kelas sebanyak 20 – 25 mahasiswa. Setiap ruang kelas terdapat satu asesor dari BNSP.

Peningkatan jumlah serta kelulusan merupakan bukti bahwa lulusan D3 Akuntansi dengan sertifikasi kompetensi mempunyai nilai lebih pada saat mencari lowongan pekerjaan.

Maka itu, untuk mendapatkan nilai sertifikasi kompetensi yang baik, mahasiswa melakukan beberapa persiapan. “Pesiapan USK dengan membentuk tim khusus untuk memberikan pendampingan pelatihan kepada mahasiswa. Setiap dosen mendampingi lima sampai tujuh mahasiswa selama satu bulan,” terang Wahyudi.

USK diikuti oleh mahasiswa semester lima dan bersifat wajib. Peserta yang belum dinyatakan lulus harus mengulang ujian di tahun berikutnya. Ujian tersebut diwajibkan dengan tujuan agar kualitas lulusan D3 Akuntansi UNTIDAR nantinya dapat diakui kompetensinya di dunia kerja, baik di tingkat nasional maupun ASEAN.

“Sertifikat Uji Sertifikasi Kompetensi memiliki standar tingkat ASEAN, jadi nantinya mahasiswa yang dinyatakan kompeten bisa bekerja di negara-negara ASEAN. Untuk saat ini, USK baru diselenggarakan untuk Prodi D3 Akuntansi,” pungkas Wahyudi.

Menurutnya, kedepan USK tidak hanya diselenggarakan bagi mahasiswa Prodi D3 Akuntansi, tetapi juga bagi mahasiswa Prodi S1 Akuntansi. (Nur Isni Winarti-mg/DN/HDN)

PENETAPAN PENERIMA PENGGANTI BIDIKMISI TAHUN 2015, 2016 & 2017

Kepada mahasiswa penerima pengganti Bidikmisi Tahun 2015, 2016 dan 2017 di WAJIBKAN segera mengumpulkan Fotokopi KTP ke ruangan BAKPK, Gedung Rektorat lantai 1 selambat-lambatnya pada tanggal 27 Agustus 2018.

Pengganti Bidikmisi 2018



JADWAL & ALUR PENDAFTARAN WISUDA OKTOBER 2018

Kepada para calon wisudawan-wisudawati Universitas Tidar periode Oktober 2018 harap mencermati hal-hal berikut sebelum melakukan pendaftaran wisuda :

  1. Bagi calon wisudawan yang belum mendapatkan Surat Keterangan Lulus (SKL) selambat-lambatnya tertanggal 27 Agustus 2018 DIWAJIBKAN melakukan KRS dan membayar UKT pada Semester Gasal Tahun Akademik 2018/2019 atau akan dinyatakan  sebagai MAHASISWA NON AKTIF.
  2. Sebelum LOGIN pada laman wisuda.untidar.ac.id wisudawan-wisudawati memastikan data telah diinput oleh TU Fakultas masing-masing sebagai calon wisudawan.
  3. Jadwal dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan situasi dan kondisi terkini.