UNTIDAR GELAR FORUM DISKUSI STANDAR PELAYANAN PUBLIK BERSAMA MAHASISWA, ALUMNI DAN MASYARAKAT SEKITAR

Universitas Tidar (UNTIDAR) menggelar forum diskusi dengan menghadirkan para pelaksana tugas pelayanan, mahasiswa dan alumni sebagai pengguna pelayanan, serta menghadirkan perwakilan dari Kelurahan Potrobangsan yang mewakili masyarakat sekitar untuk berdiskusi dalam rangka peningkatan layanan publik UNTIDAR. Dalam diskusi itu turut mengundang perwakilan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Magelang. Forum diskusi itu berlangsung di Wisma Sejahtera  pada 26 september lalu guna membahas penyelenggaraan layanan publik UNTIDAR.

Sesuai dengan amanat  dari Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 16 tahun 2017 tentang Pedoman Penyelenggaraan Forum Konsultasi Publik di Lingkungan Unit Penyelenggara Pelayanan Publik yang mewajibkan setaip penyelenggara pelayanan publik untuk melakukan Forum Konsultasi Publik (FKP) sebagai bentuk peran serta masyrakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik.

Dibuka langsung oleh Prof. Dr. Joko Widodo, M.Pd. selaku Wakil Rektor Bidang Akademik UNTIDAR. Dalam sambutannya, Ia menjelaskan ada tiga kriteria yang seharusnya terdapat dalam pelayanan publik diantaranya; Akuntabilitas, Transparansi serta Prima. “ Layanan publik semestinya mencakup tiga kriteria diantaranya akuntabilitas dengan maksud agar pelayanan yang diberikan dapat dipertanggungjawabkan juga bersifat terbuka sehingga masyarakat dapat percaya akan apa yang diberikan dengan melakukan pelayanan yang prima dengan bersikap total sehingga menghasilkan pelayananan yang memuaskan”, katanya.

Ia juga menambahkan semua kriteria itu dapat dilakukan ketika suatu institusi mau melakukan reformasi birokrasi dengan memberikan jaminan untuk menjadikan layanan itu mencakup keseluruhan kriteria. Saat ini pelayanan yang terdapat di UNTIDAR dapat dilayani pada bagian masing-masing dan belum terpusat dalam satu tempat layanan terpadu seperti yang sudah ada di kantor pemerintahan sebagai contoh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Magelang.

Dalam akhir sambutannya, Ia menjelaskan agar apa yang dilaksanakan oleh pelaksana pelayanan UNTIDAR dapat bekerja sesuai dengan apa yang tertulis dalam standar operasional pelayanan yang ada. Hadirnya perwakilan dari Dinas Pemerintahan ini dapat menjadi masukan serta contoh akan adanya pelayanan terpadu di UNTIDAR.

Perwakilan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Magelang, Bapak Priyono memberikan saran agar nantinya untuk seluruh standar operasional maupun ata=uran yang mengatur pelayanan segera dibuat buku untuk menjadi patokan pelayanan yang sesuai. ”Tempat kami bekerja memang sudah terpusat dan memiliki buku panduan pelayanan, karena itu saya harap institusi segera membukukan segala bentuk standar operasional pelayanan yang ada sehingga semua pelaksana dapat bekerja sesuai standar”, katanya.

Dalam kesempatannya, alumnus UNTIDAR itu juga menambahkan untuk mengadakan studi banding, segera membentuk forum pengaduan, dan diusahakan dengan cepat menindaklanjuti pengaduan yang masuk.

Perwakilan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNTIDAR juga turut menyampaikan aspirasi terhadap pelayanan yang ada. Besar harapan mereka untuk segala bentuk pelayanan dapat lebih memudahkan mahasiswa dan lebih ditingkatkannya perilaku pelaksana pelayanan yang baik.

Dalam Forum Diskusi ini dipaparkan 15 standar pelayanan diantaranya standar pelayanan bagian akademik dan kemahasiswaan dan bagian kepegawaian UNTIDAR. (HDN)

GANJAR PRANOWO : MEMBANGUN ITU GAMPANG ASAL ADA DUIT, TAPI JANGAN ASAL-ASALAN

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menekankan pentingnya kualitas dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur.

“Anggaran Pembangunan infrastruktur saat ini meningkat 3 kali lipat menjadi 2,1 triliyun dari sebelumnya 500-700 milyar. Naiknya anggaran sejalan dengan perbaikan berbagai macam infrastruktur, salah satunya berkurangnya jalan berlubang di Jawa Tengah,” jelasnya.

Pada seminar nasional dengan tema “Pengembangan Insfrastruktur Transportasi sebagai Faktor Pendukung Pembangunan Nasional” di Universitas Tidar, Selasa (25/09), Ganjar juga menjelaskan tidak cukup hanya membangun saja tapi juga bagaimana mengontrol dan bagaimana masyarakat bisa melihatnya secara nyata.

Dalam 5 tahun kedepan, Jawa Tengah akan mempunyai 9 waduk baru untuk memenuhi kebutuhan air terutama untuk para petani. Selain waduk, 4 bandara yaitu Ahmad yani (Semarang), Jenderal Sudirman (Purbalingga), Bandara Karimun Jawa dan Bandara Cepu Blora terus digenjot untuk meningkatkan perekonomian terutama di sektor wisata.

“Jawa Tengah bisa dikatakan sebagai satu-satunya provinsi yang mewajibkan semua dinasnya mempunya akun media sosial. Setiap hari saya bisa langsung mengontrol pekerjaan setiap dinas terkait lengkap dengan foto dan waktunya, laporan real time, no picture = hoax,” tambahnya.

Ganjar menambahkan bahwa Jawa Tengah sedang berbenah menuju open government atau pemerintah yang transparan. Pelaporan yang dahulu berbentuk dokumen tebal penuh dengan tulisan dirubah dengan memanfaatkan media sosial, lampiran foto dan video lengkap dengan keterangan tempat dan waktu.

“Progres pembangunan bisa dikontrol setiap saat. Contohnya Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah, dinas yang paling banyak laporan lewat media sosial, wilayah mana yang sedang diperbaiki dan sampai mana progressnya dapat diikuti setiap saat,” ujar Ganjar.

Seminar nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HMTS), Fakultas Teknik, UNTIDAR ini dihadiri 450 peserta. Tidak hanya dari kampus sendiri, peserta juga datanf dari beberapa perguruan tinggi di Karesidenan Kedu dan Solo.

Pada seminar ini, Kepala PU Binamarga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah, Ir. Bambang Nugroho Kristiadji, M.Si juga berkesempatan menyampaikan program penanganan jalan berlubang 2 hari sebagai realisasi program Jateng Tanpa Lubang.

Pada seluruh peserta seminar yang sebagian besar merupakan mahasiswa Teknik Sipil, Ganjar berpesan bahwa mereka mempunyai andil dan tanggung jawab moral dalam kegiatan pembangunan infrastruktur disekitarnya.

“kalian mahasiswa sipil mempunyai tanggung jawab moral mempertahankan kualitas dalam setiap proyek pembangunan yang sedang dikerjakan. Ingat, uang bukan masalah tapi tetap kualitas yang utama agar tidak merugikan pihak-pihak lainnya,” pungkasnya. (DN)

PENGUMUMAN PELAKSANAAN ORIENTASI KEWIRAUSAHAAN WISUDAWAN UNIVERSITAS TIDAR PERIODE OKTOBER 2018

Kepada para calon wisudawan Universitas Tidar Periode Oktober 2018 dikarenakan masalah kendala teknis maka Jadwal Orientasi Kewirausahaan yang telah diumumkan akan diselenggarakan pada 18 Oktober 2018 pukul 08.00 Wib di Auditorium UNTIDAR (Pengumuman Nomor 868/UN57/TU/2018 dapat dicek pada link Perubahan Jadwal Wisuda Oktober 2018) selanjutnya akan dilaksanakan pada Jumat, 12 Oktober 2018 pukul 08.00 Wib di Auditorium UNTIDAR. 

JADWAL ORIENTASI KEWIRAUSAHAN WISUDA OKTOBER

</

UNTIDAR RAIH JUARA 2 LOMBA PCTA TINGKAT NASIONAL

Wilda Ulfiyanti dan Rahma Adinda Dwi Lestari, tim Universitas Tidar mewakili Provinsi Jawa Tengah meraih juara 2 pada Lomba Parade Cinta Tanah Air (PCTA) nasional tingkat perguruan tinggi. Penghargaan atas prestasi ini diserahkan secara langsung oleh Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu, Kamis (20/09) di Hotel Golden Flower, Bandung.

Wilda dan Dinda berhak membawa pulang hadiah sebesar 30 juta rupiah dengan rincian uang pembinaan sebesar 10 juta rupiah dan beasiswa sebesar 20 juta rupiah.

Pada tahap penilaian oleh juri, perwakilan perguruan tinggi dan SMA dari Provinsi Jawa Tengah mendapat nomor urut terakhir. Wilda dan Dinda pun harus menunggu dari jam 9 pagi dan baru mendapat giliran penjurian pukul 2 siang. “Mood sudah amburadul dan lelah namun, alhamdulilah proses penjurian lancar dan akhirnya kami mendapat gelar sebagai Juara 2 tingkat nasional,” tutur Wilda.

Tim UNTIDAR mengusung ASEM DONG (alat semprot dorong) sebagai inovasi alat semprot pestisida yang dibutuhkan para petani khususnya petani holtikultura di wilayah Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung.

“Alat ini membantu para petani agar tidak mudah lelah jika harus menggendong sprayer serta daya tampungnya pun cukup banyak yaitu 12 liter. Jadi petani akan lebih mudah menyelesaikan pekerjaan penyemprotan pestisida di lahannya,” tambah Dinda.

Menurutnya, inovasi alat-alat seperti ASEM DONG ini mampu meningkatkan ketertarikan para petani untuk memanfaatkan lahan dengan geografi tidak rata untuk ditanamin bermacam tanaman holtikultura. “Mari sebagai generasi muda berkontribusi membantu para petani kita, jika tidak bisa dengan tenaga maka kita bisa berkontribusi lewat menciptakan alat-alat yang bisa membantu pekerjaan para petani,” ujar mahasiswi Prodi pendidikan Bahasa dan Sastra semester 7 ini.

Walaupun baru pertama kali terlibat pada ajang perlombaan tingkat nasional, Wilda dan Dinda mengaku optimis karena sudah mempersiapkan mental, alat serta materi dengan matang.

“Terima kasih kepada pendamping dan teman-teman dari UNTIDAR yang telah membantu persiapan hingga kami dapat mempresentasikan ASEM DONG dengan lancar dihadapan juri dan 33 tim lain dari masing-masing provinsi di Indonesia,” ujar Dinda.

Tidak hanya mengikuti acara penjurian,  seluruh peserta PCTA juga dibekai berbagai materi seperti entrepreneur, public speaking, manajemen bisnis, UMKM serta wawasan kebangsaan pada Senin-Jumat, 17-21 September 2018. (DN/HDN)

VOCAL GROUP GST UNTIDAR MASUK 10 BESAR PEKSIMIDA JAWA TENGAH

Vocal group mahasiswa Grandio Sonora Tidar (GST) masuk 10 besar Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA) tingkat Jawa Tengah ke XIV, Sabtu (18/09). Ajang seleksi perwakilan Jawa Tengah bidang vocal group di Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS) ini dilaksanakan di Universitas Khatolik Soegijapranata (UNIKA) Semarang.

“Setelah persiapan dan latihan yang panjang, perjuangan kami terhenti di 10 besar saja. Tidak apa-apa, tahun depan kami pasti akan berjuang lebih baik lagi,” kata Agnesia Dhinda Permatasari, salah satu anggota vocal group GST.

Vocal group GST membawakan harus membawakan lagu wajib dan lagu pilihan yang telah diaransemen ulang. Mereka membawakan Padang Bulan & Nuansa Bening, arr. Poedji Soesila.

“Lagu wajibnya itu lagu-lagu daerah, sedangkan lagu pilihannya merupakan lagu-lagu pop,” ujar ketua tim, Bety Setyorini.

Menurut Bety, seleksi khusus dilakukan sebelumnya untuk memperolah talent yang dianggap layak mewakiliki UNTIDAR dalam PEKSIMIDA XIV. Tim vocal group GST merupakan bagian dari Paduan Suara Mahasiswa GST yang diseleksi khusus.

“Tiap anak menyanyikan 2 buah lagu yang sudah dipilihkan pelatih. Kita mencari talent yang mampu jadi solois, berbeda dengan keseharian kami yang menyanyi dalam kelompok. Cukup sulit masuk grup ini. Buktinya,hanya diambil 12 orang dari 40 anak yang ikut seleksi,” jelasnya.

Mengenai latihan untuk persiapan PEKSIMIDA, dilaksanakan hampir setiap hari. Latihan ini dilakukan mulai pagi hingga sore atau sore hingga malam. Pihak vocal group GST juga mengaku jika latihan tetap berlangsung meski tanpa pelatih. Mereka harus sadar dan mandiri bahwa apa yang diusahakan bertujuan untuk kebaikan tim. (Amandha Ayu Aprilia-mg/DN/HDN)

PENERIMAAN PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS) DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS TIDAR TAHUN 2018

PENGUMUMAN CPNS UNTIDAR 2018



PENGUMUMAN TAMBAHAN, PENTING!!!

PENGUMUMAN TAMBAHAN CPNS RISTEKDIKTI



PERUBAHAN JADWAL WISUDA SARJANA & AHLI MADYA UNIVERSITAS TIDAR PERIODE OKTOBER 2018

Diberitahukan kepada para calon wisudawan berikut rincian lokasi dan waktu pelaksanaan rangkaian Wisuda Sarjana dan Ahli Madya Universitas Tidar Periode Oktober 2018 yaitu :

  1. Pengambilan Undangan dan Toga pada 17 Oktober 2018 di TU Fakultas masing-masing.
  2. Orientasi Kewirausahaan pada 18 Oktober 2018 pukul 08.00 Wib di Auditorium UNTIDAR* Berdasarkan Pengumuman Nomor 74/UN57.4.2/TU/2018 maka pelaksanaan direvisi menjadi Jumat, 12 Oktober 2018 pukul 08.00 Wib-selesai di Auditorium UNTIDAR cek pada link Orientasi Kewirausahaan Periode Oktober 2018
  3. Gladi Bersih pada 19 Oktober 2018 pukul 15.00 Wib di Ballroom Grand Artos Hotel & Convention, Magelang.
  4. Prosesi Wisuda pada 20 Oktober 2018 pukul 07.00 Wib di Ballroom Grand Artos Hotel & Convention, Magelang.

Perubahan Jadwal Wisuda Oktober

</

SISTEM INFORMASI PENCARIAN DI PERPUSTAKAAN UNTIDAR 100% ONLINE

Perpustakaan Universitas Tidar akan meluncurkan sistem informasi  yang berbasis online, sistem ini sudah dipersiapkan sejak bulan agustus lalu dan akan diluncurkan mulai bulan september 2018. Sistem informasi ini menyangkut sistem pencarian referensi dalam hal pencarian koleksi buku hingga judul skripsi yang sudah ada di Perpustakaan UNTIDAR.

“Akhir tahun  2018 ini, sistem informasi pencarian referensi di perpustakaan untidar sudah 100% online”, kata  Dr. A. Sri Haryati, M.Pd.

Menurut Kepala Perpustakaan Untidar itu,  seluruh sivitas akademika dapat mengakses pencarian tersebut dimana saja secara online. Dengan bantuan Bapak Hendro Wicaksono, dari Kementerian Pendidikan Jakarta, saat ini perpustakaan Untidar mengikuti pola pencarian referensi menyesuaikan perkembangan terbaru. Mengakses informasi melalui sistem pencarian referensi perpustakaan yang online atau daring lewat smartphone.

Sebelumnya di tahun 2017 lalu, sistem pencarian referensi Perpustakaan Untidar masih semi online yaitu localhost, dimana pencarian dapat dilakukan hanya di lingkungan Untidar melalui wifi Untidar. Saat ini sivitas akademika bisa mengetahui ada atau tidak buku di perpustakaan yang mereka cari dari kos atau tempat tinggal masing-masing karena sudah online. “ Sivitas akademika Untidar dapat mengakses koleksi buku perpustakaan kita melalui telepon pribadinya dirumah, atau untuk mahasiswa melalui kos secara online”, jelasnya.

Melalui laman lib.untidar.ac.id, bagian akhir laman terdapat menu cari referensi di dalamnya terdapat beberapa pilihan menu dari katalog buku, e-book, e-journal, koleksi jurnal, hingga karya ilmiah mahasiswa langsung dapat diakses informasinya secara online. Penambahan menu referensi yang didalamnya terdapat pilihan menu Repositori, berisi koleksi skripsi dan laporan kerja praktek (LPK) mahasiswa tingkat akhir serta karya dosen & tenaga kependidikan yaitu karya lokal konten. Lokal konten yang sudah tersedia berupa karya sivitas akademika seperti jurnal, artikel ilmiah, proposal program kreatifitas mahasiswa (PKM), buku ajar hingga orasi rektor.

“Dalam laman http://lib.untidar.ac.id/cari-referensi/ perpustakaan UNTIDAR sudah ada menu cari referensi yang didalamnya tersedia beberapa pilihan menu dari pencarian koleksi buku, jurnal hingga skripsi mahasiswa, masing-masing menu disesuaikan dengan kepentingan sisvitas akademika”, tambahnya.

Beberapa menu yang ada diantaranya, kalatalog buku tidak hanya dapat mencari informasi koleksi buku yang ada namun juga dapat mengetahui keadaan buku itu sedang dipinjam atau tidak dan waktu pengembaliannya. Selain itu juga melalui menu repositori tugas akhir, mahasiswa yang ingin menulis skripsi, bisa mengecek tema skripai yang pernah dipakai sebelumnya. Keuntungannya selain membantu mahasiswa mendapatkan informasi dari adanya kemudahan ini dapat menurunkan plagiarisme.

Mahasiswa bisa menngunduh langsung skripsi sebelumnya berupa jurnal skripsi, skripsi tidak diunggah keseluruhan isi namun berbentuk jurnal yang berisi intisari dari skripsi sebanyak 5-14 halaman.

Sebagai harapan dengan kemajuan ini Kepala Perpustakaan Untidar itu juga menghimbau seiring perkembangan yang terus menerus akan berlanjut semakin baiknya komunikasi anatara pengunjung dan pustakawan dalam memajukan perpustakaan.

“Apabila ada masukan kritik dan saran dari sivitas akademika untuk layanan online di perpustakaan untidardapat dikomunikasikan dengan  pustakawan supaya mahasiswa semakin cerdas mencari referensi falid bukan hoax”, katanya. (Elsiana Kurnia Sari-mg/DN/HDN)

WAKILI JAWA TENGAH, TIM UNTIDAR UNGGULKAN ‘ASEMDONG’ DI PCTA TINGKAT NASIONAL

Setelah mendapatkan gelar Juara 1, Wilda Ulfiyanti dan Rahma Adinda Dwi Lestari, tim dari Universitas Tidar maju ke Lomba Parade Cinta Tanah Air (PCTA) tingkat nasional mewakili Provinsi Jawa Tengah.

Penjurian tingkat nasional lomba karya tulis esai dan ketrampilan tingkat perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Republik Indonesia ini berlangsung pada Senin-Jumat, 17-21 September 2018 di Hotel Golden Flower, Bandung.

“Kami memaparkan konsep dan cara kerja ASEMDONG sebagi inovasi sprayer pembasmi hama yang memudahkan para petani dalam merawat tanamannya,” ujar Wilda saat ditemui disela persiapan lomba, Selasa (18/09).

Dua mahasiswi dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ini mengusung ASEMDONG, alat semprot dorong, sebagai produk lokal yang membantu kerja para petani khususnya para petani holtikultura di Kecamatan kandangan, Kabupaten Temanggung.

“Salah satu permasalahan yang dihadapi para petani adalah hama tanaman. Biasanya petani menyemprotkan pestisida cair dengan sprayer gendong. Kontur tanah yang tidak rata serta beratnya jumlah beban pestisida menjadi salah satu kendala petani,” tambah Wilda.

ASEMDONG dapat menampung minimal 12 liter cairan pembasmi hama. Kinerja alat ini dengan cara didorong kedepan dan perputaran roda itu yang menghubungkan mekanisme tuas serta batang pompa. Pergerakan roda yang dihubungkan dengan batang pompa untuk membuat gerakan pada batang pompa naik turun berulang memompa isi pestisida cair untuk keluar melalui sprayer. Sedikit banyaknya pestisida cair yang keluar melalui sprayer itu dapat diukur sesuai keperluannya.

“Petani hanya perlu mendorong, lebih ringan dari pada menggendong. Jumlah cairan pestisida yang dibawa pun lebih banyak dan tentunya pekerjaan menyemprot pestisida ke tanaman mereka lebih mudah,” jelas teman 1 tim Wilda, Rahma Adinda.

Dinda menambahkan daerah Kandangan, Temanggung memiliki jenis tanah kering dan berada pada lereng gunung. Maka itu, ASEMDONG dapat meringankan beban para petani saat tiba waktunya menyemprotkan pestisida ke tanaman mereka.

Tahun ini Lomba PCTA sedikit berbeda dari perlombaan sebelumnya. Selain membuat esai, peserta diminta membawa alat untuk dipresentasikan dalam lomba tersebut. “ Lomba kali ini tidak hanya debat tetapi juga membuat esai dan produk untuk dipresentasikan serta diuji secara isi, manfaat, kegunaan dan keefektifannya”, jelas Wilda.

Persiapan yang telah dilaksanakan sejak bulan lalu, mulai dari persiapan esai, pembuatan video, leaflet, serta kostum. Kedua mahasiswi tersebut juga didampingi oleh Retno Dewi Pramodia Ahsani, S.I.P., M.P.A., Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik serta Xander Salahudin, S.T., M.Eng., Dosen Fakultas Teknik dalam persiapan maju ke PCTA tingkat nasional ini. (HDN/DN)