Hari Pendidikan Nasional: Kemdiktisaintek Dengarkan Aspirasi Gabungan Aliansi BEM se-Indonesia

Jakarta-Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melakukan dialog terbuka dengan mahasiswa dalam  upaya mendengar semua suara pemangku kebijakan Kemdiktisaintek, Jumat (2/5). 

Ini merupakan  langkah dalam menghadirkan ekosistem pendidikan tinggi, sains, dan teknologi yang berdampak, sesuai dengan arah baru Kemdiktisaintek, yaitu Diktisaintek Berdampak.

Dialog terjadi secara dua arah antara mahasiswa yang tergabung dalam Gabungan Aliansi BEM se-Indonesia dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Brian Yuliarto. Dialog ini mengupayakan solusi bagi tantangan yang terjadi di dunia pendidikan tinggi.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menyambut baik inisiatif mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi. Ini adalah ruang terbuka bagi mahasiswa untuk berpendapat, dan mewakili kepentingan banyak pihak demi tujuan bersama yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui transformasi kualitas pendidikan tinggi, sains, dan teknologi.

“Saya selalu senang bertemu teman-teman aktivis mahasiswa, karena saya yakin, masa depan bangsa juga ada di tangan para aktivis,” ungkap Menteri Brian.

Mendiktisaintek juga memberikan pesan dan harapan untuk mahasiswa yang nantinya akan menjadi pilar untuk Indonesia emas 2045.

“Kita harus jadi pribadi yang sabar dalam menggapai cita-cita dan tujuan, kuncinya sabar, kalau kita sabar, kapasitas kita terbangun, kalau tidak sabar, tidak akan jadi apa-apa. Bangun kapasitas Anda, maka Anda akan mendapatkan segalanya,” ujar Menteri Brian.

Mahasiswa juga diimbau untuk meningkatkan kompetensi, dalam hal ini Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi telah menciptakan ruang belajar yang eksploratif melalui program-program Diktisaintek Berdampak. Seperti program beasiswa, kuliah kerja nyata, praktek industri, dan program strategis lainnya.

Agenda ini dihadiri oleh perwakilan mahasiswa dari BEM PTMA-BEM PTNU-BEM KSI-BEM Nusantara-DEMA PTKIN, mereka turut menyambut baik arah Diktisaintek Berdampak.

“Kampus berdampak ini semoga bisa merata, semoga harapannya PTKIN dan PTKIS bisa juga merasakan program-program yang diberikan oleh Kemdiktisaintek,” ungkap perwakilan aliansi PTKIN dan PTKIS.

Turut hadir pada sesi dialog ini Wakil Menteri Fauzan dan Stella Christie, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Khairul Munadi, Plt Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Berry Juliandi.

Mendiktisaintek: Kemajuan Negara Dimulai dari Dosen

Jakarta–Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyatakan bahwa dosen memiliki tugas mulia dalam memajukan negara. Hal ini disampaikannya ketika memberi kuliah umum dalam Musyawarah Nasional (Munas) Aliansi Dosen Aparatur Sipil Negara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Seluruh Indonesia (ADAKSI) di Graha Diktisaintek, Jakarta, Jumat (2/5).

Munas pertama ADAKSI ini merupakan wadah konsolidasi bagi dosen ASN di bawah naungan Kemdiktisaintek se-Indonesia. Kesempatan ini menjadi ruang terbuka bagi para dosen untuk mendiskusikan tantangan yang hadir dalam dunia pendidikan tinggi.

Menteri Brian memaparkan pentingnya peran dosen dalam menghasilkan sumber daya manusia unggul untuk mendorong Indonesia menjadi negara maju. Menurutnya, dosen memiliki peran strategis untuk membina calon pemimpin bangsa, sebagai pihak yang dapat menginspirasi dan mendidik mahasiswa untuk terus bergerak maju.

“Kampus harus menjadi tempat lahirnya riset-riset baru dan semangat baru. Terdapat 10 juta mahasiswa. Mereka yang kelak menentukan maju-mundurnya Indonesia. Pesan Saya, binalah adik-adik mahasiswa,” kata Menteri Brian.

Selain itu, untuk keluar dari middle income trap, Menteri Brian menekankan mengenai pola pikir riset dan budaya ilmiah yang selalu hadir di negara maju. Dosen perlu memasyarakatkan budaya ilmiah di dalam maupun luar kampus, termasuk berkolaborasi dengan pemerintah dan industri. 

“Ini yang kami usahakan di Kemdiktisaintek: Pendidikan tinggi, sains, dan teknologi yang berdampak. Kami ingin mendorong paradigma University 4.0 dengan konsep kolaborasi quadruple helix, supaya akademisi dapat berkolaborasi dengan berbagai sektor seperti pemerintah, UMKM, industri, hingga masyarakat,” jelas Menteri Brian.

Sebagai penutup, Menteri Brian mengapresiasi semua masukan yang telah diberikan ADAKSI selama ini. Kemdiktisaintek berkomitmen untuk mewujudkan kesejahteraan yang berkeadilan dalam bidang pendidikan tinggi, termasuk bagi dosen dan tenaga pendidik. Salah satunya adalah isu Tunjangan Kinerja (Tukin) yang tengah diformulasikan prosesnya bersama berbagai pihak. Menteri Brian menekankan bahwa Kemdiktisaintek akan meringankan proses tersebut bagi para dosen.

“Tugas kami adalah untuk melayani, dan dosen merupakan stakeholder utama kami dalam bidang pendidikan tinggi,” tegas Menteri Brian.

Sejalan dengan kuliah umum Menteri Brian, Ketua Dewan Penasihat ADAKSI, Fasli Jalal, mendorong dosen untuk memahami kembali hak dan kewajiban mereka sebagai pembelajar sepanjang hayat, serta kepada mahasiswa, kampus, bidang keilmuan, dan bangsa Indonesia.

“Mari jadikan Munas ini sebagai refleksi mengenai apa yang telah kita jalani dan perjuangkan,” ujar Fasli.

Peringati Hari Pendidikan Nasional: Kemdiktisaintek Luncurkan “Diktisaintek Berdampak” sebagai Arah Baru Kebijakan Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi di Indonesia

Jakarta-Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) secara resmi meluncurkan “Diktisaintek Berdampak”.

Program ini memiliki tujuan menetapkan arah baru kebijakan kementerian yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, sains, dan teknologi di Indonesia. Acara ini dilaksanakan di Graha Diktisaintek, Jumat (2/5).

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menegaskan bahwa “Diktisaintek Berdampak” merupakan langkah strategis dan transformatif yang dirancang untuk menjawab tantangan pembangunan nasional dan mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045.

Pendidikan tinggi tidak hanya berperan sebagai penyedia ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai penggerak utama perubahan sosial dan ekonomi bangsa.

“Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, memegang peran kunci dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Kita perlu membangun sistem pendidikan tinggi yang berkeadilan, relevan, dan berdampak. Transformasi ini harus mampu membuka akses seluas mungkin dengan kualitas yang setara di seluruh Indonesia. Diktisaintek Berdampak adalah gerakan nasional untuk mewujudkan hal itu,” ujar Menteri Brian.

Peluncuran “Diktisaintek Berdampak” menjadi simbol transformasi yang ingin memastikan bahwa seluruh aktivitas pendidikan tinggi, sains, dan teknologi tidak hanya menghasilkan output akademik, tetapi juga outcome yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Menteri Brian juga menyampaikan bahwa “Diktisaintek Berdampak” adalah sebuah gerakan bersama yang berakar pada semangat kolaborasi.

“Tentu, program ini adalah gerakan bersama, inspirasi, refleksi kita ketika berkolaborasi dengan perguruan tinggi dan mitra-mitra kami. Ini merupakan gerakan bersama yang menjadikan perguruan tinggi sebagai pusat transformasi, mahasiswa sebagai penggerak utama perubahan, dan riset sebagai arah pembangunan,” ujar Menteri Brian.

Menteri Brian juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mendorong kemajuan daerah secara menyeluruh.

“Harapannya, perguruan tinggi di Indonesia bisa bergandengan tangan dengan pemerintah daerah, industri, masyarakat, dan UMKM, berkolaborasi mendorong terjadinya kemajuan-kemajuan sehingga kampus bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang ada di daerah,” jelas Menteri Brian.

Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemdiktisaintek, Togar Mangihut Simatupang, dalam laporannya turut menyampaikan bahwa “Diktisaintek Berdampak” tidak sekadar slogan, melainkan semangat transformasi ekosistem pendidikan tinggi agar lebih ilmiah, sosial, dan nasional dalam dampaknya.

“Melalui semangat Diktisaintek Berdampak, mari kita lanjutkan perjuangan untuk membentuk masa depan pendidikan yang menjangkau lebih banyak, melayani lebih dalam, dan berdampak lebih luas bagi generasi penerus bangsa,” kata Sesjen Togar.

Slogan ini diterjemahkan dalam berbagai kebijakan, program, dan gerakan konkret, antara lain Kampus Berdampak, SMA Unggul Garuda, Beasiswa ADik, skema Riset Diktisaintek Berdampak melalui Pendanaan LPDP, Program Kosabangsa untuk masyarakat 3T, serta penguatan kerja sama riset luar negeri yang relevan dengan tantangan pembangunan nasional Hardiknas 2025 menjadi titik tolak komitmen bersama untuk menjadikan pendidikan tinggi sebagai lokomotif perubahan menuju Indonesia maju, berilmu, dan bermartabat.

Program ini diluncurkan Menteri Brian dalam acara yang berlangsung khidmat dan dihadiri hingga 300 peserta dari kalangan pimpinan perguruan tinggi, Perwakilan Komisi X DPR RI, Perwakilan Komite III DPD RI, LLDikti, mitra kerja, Gabungan Aliansi BEM se-Indonesia antara lain BEM PTMA-BEM PTNU-BEM KSI-BEM Nusantara-DEMA PTKIN, serta rekan media.

Kunjungan Rektor Untidar ke Kantor Walikota Magelang, Siap Kolaborasi Tingkatkan Pendidikan, Ekonomi, dan Pariwisata Kota Magelang

Rektor Universitas Tidar (Untidar), Prof . Dr. Sugiyarto, M.Si. didampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc. IPM., serta Ketua Tim Kerja Bidang Humas, Danu Wiratmoko, melakukan kunjungan ke Kantor Walikota Magelang, Jumat (2/5). 

Dalam kunjungan ini, Rektor beserta rombongan diterima langsung oleh Walikota, H. Damar Prasetyono dan Wakil Walikota, dr. Sri Harso, M.Kes, Sp.S, di Ruang Rapat Walikota dengan hangat dan penuh antusias. Ia  menyampaikan apresiasi atas inisiatif Untidar dalam menjalin komunikasi aktif dengan pemerintah daerah guna kemajuan bersama.

“Kami kerap menerima aspirasi masyarakat perihal seleksi masuk Untidar, termasuk harapan agar semakin banyak putra-putri daerah bisa menempuh pendidikan tinggi di Untidar. Oleh karena itu, kami mendorong agar sosialisasi jalur penerimaan mahasiswa baru di Untidar semakin diperluas hingga masyarakat bawah,” harapnya.

Menanggapi hal tersebut, Sugiyarto menjelaskan bahwa Untidar membuka akses lebar melalui berbagai jalur seleksi, termasuk seleksi nasional dan mandiri yang di dalamnya ada jalur afirmasi bagi sekolah maupun putra-putri daerah.

“Kami memiliki pemikiran untuk turut serta menghidupkan ekonomi Magelang dengan menjaring mahasiswa luar daerah melalui berbagai jalur seleksi, sehingga hal tersebut menjadi jalan yang dapat membantu peningkatan pendapat asli daerah (PAD). Selain itu, kami juga tidak lupa memprioritaskan penerimaan bagi putra-putri daerah dengan syarat tertentu,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Suyitno menyampaikan skema dan jenis-jenis jalur penerimaan mahasiswa baru Untidar.

“Seleksi mahasiswa Untidar ada 3 jenis, yaitu SNBP dan SNBT yang menjadi ranah pemerintah pusat, serta jalur mandiri yang kita susun sendiri skemanya dan tentunya tetap ada transparansi dalam proses, serta berdasar pada Surat Keputusan Rektor. Melalui seleksi ini Untidar dapat mengakomodasi berbagai stakeholder,” jelasnya. 

Suyitno juga menambahkan, untuk berperan serta meningkatkan PAD kota Magelang, Untidar juga memberikan kesempatan bagi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) untuk mendapatkan mahasiswa baru. 

“Saat ujian mandiri, biasanya kami memberikan ruang bagi PTS, terutama di kota Magelang untuk membuka booth promosi di lingkungan kampus Untidar, sehingga diharapkan calon mahasiswa yang tidak diterima di Untidar, tetap dapat kuliah di kota Magelang.” lanjutnya. 

Wakil Walikota Magelang juga menyampaikan ke depannya Untidar diharapkan dapat berkolaborasi dalam mewujudkan visi dan misi Pemerintah Kota Magelang.

“Ke depannya Untidar dapat membantu kami dalam meningkatkan branding pariwisata yaitu Taman Kyai Langgeng dengan kolaborasi bersama prodi Pariwisata, misalnya, serta masalah stunting Kota Magelang dengan mengajak mahasiswa Gizi, sehingga mahasiswa selain menguasai teori di kampus juga memiliki wadah untuk menerapkan langsung teorinya,” pungkasnya.

Penulis: Dewi Puji Lestari

Editor: Ruth Erica Margaret

Pelaksanaan UTBK-SNBT Tahun 2025 di Pusat UTBK Untidar Berakhir, Tidak Ditemukan Kecurangan Ujian.

Pusat Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Universitas Tidar telah melaksanakan seluruh sesi ujian, Jumat (02/05). Jumlah sesi UTBK yang dilaksaksanakan adalah 17 sesi yang dimulai 23 April – 30 April 2025 serta 2 Mei 2025.

“Total peserta UTBK yang hadir melaksanakan ujian sebanyak 8.193 peserta dari jumlah keseluruhan peserta terdaftar 8.367 peserta. Sebanyak 174 peserta atau 2,1 % dinyatakan gugur karena tidak hadir atau terlambat saat pelaksanaan ujian,” jelas Koordinator Pelaksana UTBK Untidar, Muh. Azril, S.S.T.Pi., M.Sc.

Lokasi Pelaksanaan Pusat UTBK Untidar 2025 terdiri dari 4 lokasi yaitu Kampus Tuguran Untidar terdiri dari 13 ruangan dan menampung 245 peserta; Kampus Sidotopo Untidar terdiri dari 5 Ruangan, menampung 145 peserta; SMA Negeri 4 Kota Magelang terdiri dari 3 Ruangan, menampung 55 peserta; dan SMA Negeri 5 Kota Magelang terdiri dari 3 Ruangan menampung 60 peserta.

Pelaksanaan UTBK dilaksanakan dalam 2 sesi (pagi dan siang) dan dalam 1 sesinya kurang lebih ada 505 peserta yang melakukan ujian.  

“Pelaksanaan hanya 1 sesi ujian (sesi pagi) pada hari terkahir pada Jumat, 5 Mei 2025 serta lokasi ujian dipadatkan menjadi 3 lokasi saja yaitu Kampus Tuguran, kampus Sidotopo dan SMA N 5 Magelang saja karena jumlah peserta yang memang tinggal sedikit,” tambah Azril.

Menurut pantauan Tim Monev UTBK Untidar, Ir. Ibrahim Nawawi, S.T., M.T. tidak ditemukan kecurangan ujian sampai akhir pelaksanaan UTBK di Untidar.

“Alhamdulillah sampai hari terakhir aman, temuan kecurangan tidak ditemukan. Perjokian, penggunaan alat elektronik yang mencurigakan juga tidak ditemukan. Pengawas sudah dilengkapi dengan alat metal detektor dan melakukan pemeriksaan sebelum ujian berlangsung,” papar Ir. Ibrahim.

Selain itu pengawas juga tidak segan mengecek kacamata dan masker yang akhir-akhir menjadi bahan temuan di lokasi UTBK lain untuk menaruh kamera atau perekam. Jika memang peserta membutuhkan kacamata sebagai alat bantu baca pastinya tetap diijinkan untuk memakainya begitu pula peserta yang sedang Flu atau sakit dan membutuhkan masker selama ujian.

Peserta UTBK selanjutnya menunggu hasil Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) yang menggunakan hasil UTBK sebagai indikator seleksinya pada 28 Mei 2025. Peserta lolos diharapkan langsung mencari info registrasi pada laman resmi perguruan tinggi lokasi diterima.

Seleksi Mandiri Untidar akan mulai dibuka pendaftarannya mulai 20 Mei 2025. Informasi lengkap serta langkah-langkah pendaftaran akan diumumkan melalui laman um.untidar.ac.id.

Penulis dan editor : Humas Untidar

Sidang Senat, Orasi Ilmiah, dan Galakarya Dies Natalis Universitas ke-46

Universitas Tidar menggelar Sidang Senat Terbuka, Orasi Ilmiah, dan Galakarya dalam rangka Dies Natalis ke-46 yang berlangsung, Jumat (2/5) di Gedung Dr.H.R. Suparsono. Kegiatan ini dihadiri sivitas akademika Untidar, tamu undangan dari berbagai institusi, serta mitra kerja sama eksternal.

Rektor, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., dalam sambutannya menegaskan kembali filosofi Untidar yang baru yaitu “Unggul Berbudaya” mengacu pada kearifan lokal dan pelestarian budaya Indonesia.

“Kebudayaan menjadi jembatan antara ilmu dan masyarakat. Untuk itu, perlu adanya keseimbangan antara pendidikan tinggi dan kebudayaan,” ujar beliau.

Prof. Sugiyarto juga menekankan pentingnya integrasi budaya dan prestasi akademik sebagai pondasi Untidar dalam mengembangkan kerja sama internasional, transformasi kelembagaan menuju BLU yang lebih adaptif, serta pembangunan infrastruktur yang mendukung kemajuan berbudaya.

Turut hadir Rektor Universitas Udayana, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D., yang dalam kesempatan ini menyampaikan Orasi Ilmiah dengan judul semangat kolaboratif yang berfokus pada peran strategis budaya dalam pendidikan tinggi untuk membentuk generasi unggul yang adaptif tanpa kehilangan jati diri bangsa.

“Seperti yang disampaikan Rektor Untidar, di Universitas Udayana memiliki visi yang hampir mirip dengan Untidar yiatu Unggul, Mandiri dan berbudaya. Bagaimana kebudayaan itu di Era Digitaliasi dengan istilah Pilar Digital Humanities dimana ini merupakan stratetgi membangun perguruan tinggi berbasis keunggulan budaya teknologi,” jelasnya.

Beliau menyoroti pentingnya integrasi antara humaniora dan teknologi dalam pendidikan tinggi guna melahirkan generasi muda yang adaptif, kreatif, dan inovatif.

“Digital humanities adalah upaya pelestarian budaya melalui literasi digital dan kolaborasi lintas bidang,” ungkap Prof. Sudarsana.

Menurutnya perpaduan budaya & teknologi menghasilkan kekuatan nasional di era global.

Dalam kesempatan ini, dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Untidar dengan beberapa mitra eksternal, yaitu Soerojo Hospital diwakili dr. Rukmono Siswishanto, Sp.OG (K), M.Kes selaku Direktur; Universitas Pancasakti Tegal diwakili Dr. Imam Asmarudin,SH. MH selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahaiswaan, Kerjasama, dan Sistem Informasi; dan Universitas Slamet Riyadi Surakarta diwakili Dr. Joko Pramono, S.Sos., MSi selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama. Kerjasama ini diharapkan memperluas jejaring kolaborasi dan penguatan Tri Dharma perguruan tinggi.

Perayaan juga diisi dengan Galakarya, yaitu Penganugerahan kepada sivitas akademika, alumni, serta mitra terbaik dalam beberapa kategori dan dengan pemenang, yaitu sebagai berikut:

Kategori

Pemenang

Penghargaan Dosen & Tenaga Kependidikan Purna Tugas

1.      Dr. Ir. Sapto Nisworo, M.T., IPU.

2.      Ir. Kun Suharno, M.T. (tidak hadir)

3.      Dr. Endang Mawarsih, M.Sc

4.      Ir. Yulia Eko Susilowati, M.P.

5.      Dra. Sudati Nur Sarifah, M.M.

6.      Bapak Among Wiwoho, S.E., M.M.

7.      Bapak Soseyto Budi Santoso

8.      Bapak Koweri

9.      Bapak Soetardjo

10.  Ibu Sri Tanjung Cahyarini

Alumni Wirausahawan Terbaik

Prof. Dr. Dr. Endang Dwi Amperawati, M.M.

Mitra Kerja Sama Industri Terpilih

PT Mega Andalan Kalasan (MAK)

Mitra Kerjasama Pemerintah Terpilih

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia

Mitra Kerjasama Perguruan Tinggi Terpilih

Fakultas Teknologi Pertanian IPB

Insan Pers Terpilih

Hadianto (wartamagelang.com)

Media Pers Terpilih

Radar Magelang

Program Studi dengan Penelitian Terbaik

Program Studi S1 Pendidikan Biologi

Program Studi dengan Pengabdian Masyarakat Terbaik

Program Studi S1 Agroteknologi

Fakultas dengan Pencapaian Posisi Tertinggi Keunggulan IKU, Kategori IKU 1

Fakultas Teknik

Fakultas dengan Pencapaian Posisi Tertinggi Keunggulan IKU, Kategori IKU 2

Fakultas Ekonomi

Fakultas dengan Pencapaian Posisi Tertinggi Keunggulan IKU, Kategori IKU 3

Fakultas Teknik

Fakultas dengan Pencapaian Posisi Tertinggi Keunggulan IKU, Kategori IKU 4

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Fakultas dengan Pencapaian Posisi Tertinggi Keunggulan IKU, Kategori IKU 5

Fakultas Pertanian

Fakultas dengan Pencapaian Posisi Tertinggi Keunggulan IKU, Kategori IKU 6

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Fakultas dengan Pencapaian Posisi Tertinggi Keunggulan IKU, Kategori IKU 7

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Unit dengan Pengelolaan Keuangan Terbaik

Bidang II

Unit dengan Kualitas Perencanaan Anggaran Terbaik

UPA Agroteknologi

Fakultas dengan Predikat Zona Integritas WBK Tingkat Universitas Tidar

Fakultas Teknik

Unit dengan Kedisiplinan Pegawai Terbaik

Fakultas Teknik

Unit dengan Media Komunikasi Terbaik

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

 

Perayaan Dies Natalis ke-46 ini menjadi momentum bagi Untidar menuju institusi pendidikan tinggi yang unggul dan  berbudaya di tingkat nasional maupun internasional.

 

Penulis: Ruth Erica Margaret

Editor: Dewi Puji Lestari , Humas Untidar

Kemdiktisaintek dan KemenPPPA Bersinergi Wujudkan Kampus Tanpa Kekerasan

Jakarta—Dalam rangka menciptakan lingkungan perguruan tinggi yang aman, ramah perempuan, dan bebas kekerasan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melakukan audiensi bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) dalam rangka menjalin kerja sama strategis untuk mengkampanyekan pencegahan kekerasan seksual dan perundungan (bullying) di lingkungan kampus. Sinergi ini akan mulai digulirkan secara masif pada masa Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2025, Rabu (30/4).

Dalam audiensi tersebut, Menteri Brian menegaskan bahwa masa PKKMB merupakan momentum krusial untuk membentuk kesadaran mahasiswa baru terhadap isu kekerasan seksual dan perundungan.

“Kami meyakini ini waktu yang tepat untuk memberikan muatan penting tentang pelecehan dan perundungan. Mahasiswa baru sedang sangat antusias, dan ini kesempatan emas untuk membentuk kesadaran sejak awal,” ujar Menteri Brian.

Menteri Brian juga menyampaikan rencana Kemdiktisaintek untuk mengeluarkan surat edaran kepada seluruh perguruan tinggi agar memuat klausul tentang pencegahan kekerasan dan penyimpangan perilaku dalam kontrak mahasiswa baru.

“Kami ingin nilai-nilai antikekerasan menjadi bagian dari identitas mahasiswa sejak hari pertama masuk kampus. Ini bukan hanya kampanye, tapi gerakan nasional yang berkelanjutan,” tambah Menteri Brian.

Senada, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi (Arifah Fauzi) menekankan pentingnya keterlibatan aktif kampus dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif dan aman bagi semua.

“Panitia ospek tidak boleh melakukan kekerasan dalam bentuk apapun. Kita perlu deklarasi bersama kampus seluruh Indonesia sebagai bentuk komitmen nyata. Bahkan, kita bisa berikan penghargaan kepada kampus yang menerapkan standar ramah perempuan dan anak,” tegas Menteri Arifah.

MenPPPA juga menambahkan bahwa pendekatan komunikasi terhadap Gen Z memerlukan strategi yang adaptif dan kekinian.

“Kami akan melibatkan influencer yang memahami karakter anak muda agar pesan kampanye ini bisa diterima dengan kuat dan tidak terasa menggurui. Saat ospek nanti, saya dan Pak Menteri akan turun langsung ke kampus untuk menyapa dan menyampaikan pesan ini secara langsung,” jelas Menteri Arifah.

Audiensi ini menghasilkan komitmen bersama antara lain untuk: 

  1. Menyusun surat edaran bersama terkait integrasi materi pencegahan kekerasan ke dalam kegiatan PKKMB; 
  2. Merancang materi kampanye yang relevan bagi Gen Z, termasuk pelibatan figur publik atau influencer; 
  3. Membuat simbolisasi kerja sama antara Kemdiktisaintek dan KemenPPPA sebagai bentuk konkret gerakan nasional; serta
  4. Mempersiapkan mekanisme apresiasi (award) bagi kampus-kampus yang berhasil menerapkan prinsip kampus ramah perempuan dan anak.

Audiensi kedua kementerian berlangsung di Kantor KemenPPPA, Jakarta. Pertemuan ini menjadi momen strategis dalam membangun kesepahaman antar kementerian dalam mendorong kampus-kampus di Indonesia menjadi ruang belajar yang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Kolaborasi dua kementerian ini diharapkan sebagai langkah strategis dan preventif dalam menciptakan ruang akademik yang sehat, aman, dan inklusif.

Untidar Terima Kunjungan Delegasi KOICA dan Seoul National University, Bahas Peluang Akademik

Universitas Tidar menerima kunjungan delegasi dari Korea International Cooperation Agency (KOICA) dan Seoul National University, Selasa (29/4) di Gedung Kuliah Terpadu, Kampus Sidotopo.

Kunjungan ini merupakan bagian dari penjajakan kerjasama akademik sekaligus tindak lanjut kegiatan Pengembangan Kapasitas Rektor Perguruan Tinggi Negeri yang diselenggarakan oleh Kementerian Dikbudristek bekerja sama dengan KOICA tahun 2024 lalu.

Delegasi dipimpin oleh Prof. Ho Sang Kan, yang didampingi oleh Prof. Tae Sub Park, dan Dr. Jang Hyoje dari Seoul National University, serta Dr. Rinekso Soekmadi dari IPB University yang merupakan mitra utama KOICA di Indonesia.

Rombongan disambut langsung oleh Rektor Untidar, Prof. Sugiyarto dan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama, Prof. Suyitno, serta Dekan Fakultas Pertanian, Prof. Sutrisno Hadi Purnomo yang menjadi tuan rumah kegiatan. Dalam sambutannya Prof. Sugiyarto menyampaikan apresiasi dan harapannya pada kunjungan ini.

“Kami sangat berharap kerjasama ini akan menjadi jembatan bagi pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya dalam hal riset dan teknologi yang relevan dengan kebutuhan global,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini pula, Prof. Ho Sang Kang dari Seoul National University menyampaikan tujuannya dalam kunjungan ini.

“Kolaborasi antara Indonesia dan Korea sangat penting, mengingat potensi besar yang dimiliki Indonesia, khususnya dalam hal ini kawasan Jawa Tengah, yaitu Candi Borobudur. Melalui kerja sama ini, kami dapat saling memahami peluang satu sama lain dan mengoptimalkan potensi yang belum sepenuhnya dimanfaatkan,” ucapnya

 

Dalam kunjungan tersebut, dilaksanakan juga diskusi akademik yang melibatkan sivitas akademika Fakultas Pertanian, khususnya dosen dari Prodi S1 Peternakan. Topik kerjasama yang dibahas dalam diskusi tersebut adalah, peluang kolaborasi riset dan pengembangan di bidang kultur sel hewan hingga teknologi in vitro yang krusial dalam riset bioteknologi modern.

Kegiatan dilanjutkan dengan kuliah tamu untuk mahasiswa S1 Agroteknologi oleh Prof. Ho Sang Kang. Sebagai akademisi yang ahli di bidang kehutanan, Prof. Kang menyampaikan pandangan global terkait pentingnya penguatan kapasitas akademik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Selanjutnya, para delegasi melakukan kunjungan ke Laboratorium Terpadu untuk melihat fasilitas penunjang yang dimiliki oleh Untidar. Harapan dengan adanya kunjungan ini dapat menjembatani kemitraan Untidar dengan universitas-universitas di Korea Selatan.

Penulis : Laila Alfizanna – Kerjasama Untidar

Editor: Margareth, Humas Untidar

Aktualisasi Kampus Berdampak  sebagai Keberlanjutan Kampus Merdeka

Jakarta–Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menggelar acara “Ngopi Bareng” awak media sebagai awalan perkenalan gerakan #KampusBerdampak, Selasa (29/4).

Gerakan ini merupakan bagian dari inisiatif besar program dan gerakan  #DiktisaintekBerdampak. Acara ini merupakan rangkaian menuju Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 sekaligus sebagai mempertegas keberlanjutan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) yang menjadikan kampus lebih berdaya dan berdampak langsung kepada masyarakat, dunia industri dan usaha, serta mendukung ekosistem riset dan inovasi untuk pembangunan nasional.

Hal ini sejalan dengan visi Kemdiktisaintek, “Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang Berdampak, Inklusif, dan Adaptif untuk Membangun Fondasi Transformasi Sosial dan Ekonomi Berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.” Dalam kesempatan ini, Dirjen Dikti, Khairul Munadi, menyampaikan bahwa gerakan Kampus Berdampak merupakan bentuk aktualisasi nilai-nilai luhur Ki Hadjar Dewantara, yaitu “Dengan ilmu kita menuju kemuliaan, dengan amal kita menuju kebajikan.”

Kutipan ini menjadi pengingat bahwa ilmu pengetahuan harus dihidupkan dan berdampak dalam tindakan nyata, tidak sekadar disimpan dalam buku atau peringkat akademik. Perguruan tinggi harus hadir di tengah masyarakat sebagai suluh peradaban, menerangi jalan, menyatukan harapan, dan menjadi ruang bagi tumbuhnya perubahan.

“Kampus berdampak itu adalah kampus yang tidak hanya menghasilkan lulusan, publikasi, ranking global, tapi juga kampus yang mentransformasi kehidupan masyarakat. Sehingga nantinya peran perguruan tinggi itu diharapkan menjadi pusat solusi yang nyata untuk masyarakat, selain itu juga perguruan tinggi diharapkan menjadi motor inovasi sosial dan ekonomi berkelanjutan. Kemudian paling tidak kalah penting juga menjadi mediator kolaborasi antar pihak,” ujar Dirjen Khairul.

Sebagai wujud impelementasinya, Ditjen Dikti menyiapkan berbagai program unggulan Kampus Berdampak yang akan diluncurkan secara resmi pada puncak peringatan Hardiknas, 2 Mei 2025. #KampusBerdampak adalah gerakan bersama untuk menautkan ilmu dengan aksi, riset dengan kebutuhan nyata, dan pembelajaran dengan pemberdayaan. Kampus-kampus di seluruh Indonesia akan digerakan untuk menjadi simpul transformasi sosial: membangun desa yang tertinggal, memberdayakan UMKM, merawat lingkungan yang rapuh, serta menyiapkan generasi muda yang tidak hanya pintar, tetapi juga tangguh, peduli, dan berdaya saing.

Selain itu, Ditjen Dikti juga akan menjalankan program strategis untuk pendidikan kedokteran dan kesehatan transformatif yang akan melibatkan lintas direktorat pada Ditjen Dikti. Ditjen Dikti akan memfasilitasi pembaruan Komite Bersama Kemdiktisaintek dan Kemkes sebagai wadah kolaborasi dan sinergi sektor pendidikan dan pelayanan, yang akan menyusun berbagai kebijakan turunan dari UU No/17/2023 tentang Kesehatan, road map pendidikan kesehatan transformatif dan pendidikan kesehatan yang bebas kekerasan. Sistem Kesehatan Akademik juga akan menjadi strategi prioritas untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan sesuai kebutuhan distribusi di wilayah (termasuk daerah 3T), sekaligus sebagai model kolaborasi berdampak yang telah diimplementasikan oleh perguruan tinggi, rumah sakit pendidikan, industri, masyarakat dan pemerintah daerah.

Kampus Berdampak sebagai Upaya Pembentukan Karakter Mahasiswa: Intelektualistas yang Membumi

Dalam kesempatan ini, Plt Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Berry Juliandi menyampaikan berbagai program unggulan sebagai keberlanjutan program MBKM, terutama penguatan kontribusi mahasiswa yang berdampak langsung pada masyarakat, dunia usaha dan industri, serta riset dan inovasi.

“Mahasiswa ini adalah insan-insan unggul di dalam bidang akademik, tentu saja pada saat yang penuh dengan dinamika saat ini, tidak cukup mereka hanya unggul dalam bidang akademik. Tapi mereka juga harus memiliki ketangguhan dalam menghadapi perubahan zaman. Juga harus memiliki mahasiswa yang memiliki intelektualitas yang membumi Dan inilah komitmen kita, ingin menjadikan kampus sebagai pusat pembentukan karakter, kreativitas, dan juga kontribusi nyata dari mahasiswa, khususnya kepada masyarakat, dunia usaha, dan juga dunia pengembangan ilmu pengetahuan. Sehingga, kami merancang agar para mahasiswa ini dalam program kampus dan dampak dapat memberikan kontribusi nyata, sehingga kita  memiliki mahasiswa yang dibekali intelektualitas yang membumi,” jelas Plt Direktur Berry.

Plt Direktur Belmawa menyampaikan berbagai program unggulan sebagai keberlanjutan Program MBKM, terutama penguatan kontribusi mahasiswa yang berdampak langsung pada masyarakat, dunia usaha dan industri, serta riset dan inovasi. Belmawa memiliki Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) yang mendorong mahasiswa terjun langsung membangun desa, memberdayakan UMKM, mengelola lingkungan, meningkatkan literasi digital, serta memperkuat peran perempuan dan anak.

Penguatan kolaborasi dengan dunia usaha dan industri diantaranya melalui Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), yang menumbuhkan semangat kewirausahaan berbasis inovasi dan teknologi. Program ini telah melahirkan ribuan usaha rintisan baru yang menjadi motor penggerak ekonomi kreatif nasional. Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) juga dapat menstimulasi inovasi berbasis riset aplikatif, dengan karya-karya unggulan mahasiswa dipamerkan setiap tahun di ajang bergengsi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas).

Selain itu, Program Magang Berdampak, kelanjutan dari Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) juga akan membuka ruang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman langsung di dunia kerja, memperkuat keterampilan profesional, dan membangun jejaring industri. Belmawa juga akan menjadi focal point untuk berbagai program yang mendukung kampus bebas kekerasan (implementasi Permendikbudristek No.55/2024) dan penguatan pendidikan inklusif. 

Kolaborasi Sumber Daya dan Pemetaan Kebutuhan Perguruan Tinggi

Direktur Sumber Daya, Sri Suning Kusumawardani menuturkan bahwa Direktorat Sumber Daya (Ditdaya) akan memperkuat gerakan Kampus Berdampak dengan mengembangkan empat program unggulan. Beasiswa PMDSU menjadi jalan percepatan studi S2-S3 dalam empat tahun bagi sarjana unggul, kini memasuki Batch IX tahun 2025 dengan skema baru berupa Joint Degree bersama perguruan tinggi dan lembaga riset internasional. Beasiswa Tendik “Tut Wuri Handayani” memberikan kesempatan studi lanjut bagi tenaga pendidik dan kependidikan, khususnya untuk meningkatkan profesionalisme di daerah.

Sementara itu, Beasiswa Kolaborasi Internasional memperluas peluang studi doktoral ke berbagai negara melalui program-program seperti Indonesia–Austria Scholarship Program (IASP), beasiswa Dikti–Coventry University, dan Stipendium Hungaricum. Selain itu, Program Prapasca untuk daerah 3T menghadirkan beasiswa serta pembekalan akademik khusus bagi mahasiswa dari wilayah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal, guna mempercepat pembangunan daerah asal.

Transformasi Tata Kelola Perguruan Tinggi

Direktur Kelembagaan, Mukhamad Najib, menyampaikan bahwa Direktorat Kelembagaan (Ditbaga) akan memperkuat gerakan Kampus Berdampak dengan mendorong transformasi tata kelola perguruan tinggi yang lebih otonom dan akuntabel, antara lain melalui program hibah revitalisasi PTS untuk penguatan sarana, prasarana, dan akreditasi; dan  program penguatan otonomi politeknik.

Kepemimpinan akademik kampus akan diperkuat melalui academic leadership training, sementara internasionalisasi kampus didorong melalui program Kampus Berdampak Internasional, insentif going global, dan beasiswa KNB. Inovasi perguruan tinggi juga akan ditingkatkan melalui Kompetisi Kampus Berdampak.

“Kita juga mendorong agar kampus itu memiliki dampak tidak hanya bersifat lokal, tapi juga  memiliki potensi untuk go global. Kita ingin memberikan Indonesia ini sebagai salah satu kekuatan dunia juga bisa memberikan kontribusi pada pembangunan internasional. Karena itu kampus-kampus yang sudah ready to go global, kita support mereka untuk bisa berkontribusi lebih pada pembangunan internasional,” Ujar Direktur Najib.

Kawal Implementasi Kampus Berdampak: Festival Kampus Berdampak

Dalam kesempatan ini Dirjen Dikti juga menyampaikan bahwa Sekretariat Ditjen Dikti sedang mengoordinasikan penyelenggaraan “Festival Kampus Berdampak” yang akan melibatkan beberapa perguruan tinggi dari Sabang sampai Merauke, termasuk perguruan tinggi yang menjadi koordinator wilayah Sistem Kesehatan Akademik.

Festival ini diharapkan dapat menjadi sarana public outreach dan pengarusutamaan dampak positif kolaborasi perguruan tinggi dengan mitra industri, pemerintah daerah dan stakeholders lainnya. Festival ini juga mendorong mahasiswa sebagai generasi solutif untuk bisa memaknai esensi gerakan #KampusBerdampak melalui kompetisi video pendek yang akan diumumkan pada puncak Hardiknas 2025.

Sebagai garda terdepan dalam pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia, Ditjen Dikti terus berkomitmen untuk melanjutkan dan memperluas cakupan program-program yang lebih berdampak. Program-program unggulan lainnya akan diumumkan secara berkala seiring dengan perkembangan kebutuhan dan inovasi di dunia pendidikan tinggi.

Selain itu, Ditjen Dikti juga akan senantiasa memperkuat layanan pendidikan tinggi yang selama ini sudah dijalankan melalui sistem informasi digital yang lebih handal. Seluruh sivitas akademika dan rekan media diharapkan dapat senantiasa mendukung dan memantau pelaksanaan program dan  informasi terkini yang akan dipublikasikan melalui kanal resmi media sosial Ditjen Dikti, sekaligus untuk menyebarluaskan narasi positif mengenai #KampusBerdampak.

Mengakhiri Ngopi Bareng ini, Dirjen Dikti menutup dengan pesan, “Mari kita teguhkan tekad dan perkuat langkah. Kampus yang hebat adalah kampus yang berdampak.”

Kemdiktisaintek dan KPK Tanda tangani Komitmen Bersama Penyelenggaraan Pendidikan Antikorupsi

Jakarta–Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) berkomitmen dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menyelenggarakan Pendidikan Antikorupsi sebagai langkah pencegahan korupsi dan membangun generasi yang berintegritas. Hal ini dinyatakan dalam pertemuan antara kedua pihak di kantor Kemdiktisaintek, Senin (28/4).

“Kesadaran berperilaku jujur, menjauhi kecurangan, dan integritas masih sangat perlu untuk dikembangkan. Sifat-sifat ini harusnya mendasari pertumbuhan kapasitas lainnya bagi anak dan remaja, terutama dalam pendidikan,” tegas Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto.

Kemdiktisaintek menyerukan pentingnya pendidikan antikorupsi untuk menciptakan generasi yang berprinsip kuat. Menteri Brian menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif KPK untuk merencanakan Pendidikan Antikorupsi di semua jenjang pendidikan, termasuk perguruan tinggi dalam bentuk Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK).

“Memang perlu waktu yang panjang untuk menumbuhkan integritas hingga menjadi bagian dari budaya. Tentu, kami membutuhkan kerja sama ini dengan KPK, agar mendapat arahan dari Bapak Ibu yang menguasai bidang ini,” ujar Menteri Brian.

Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo, menyatakan antusiasme KPK dalam berkolaborasi dengan Kemdiktisaintek. 

“Kami berharap bahwa Kemdiktisaintek dapat terus menyediakan dukungan dalam penyelenggaraan Pendidikan Antikorupsi,” ujar Ibnu.

Selain itu, Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Wawan Wardiana, menekankan bahwa penyelenggaraan Pendidikan Antikorupsi tidak hanya berhenti pada mahasiswa, tetapi perlu disosialisasikan bagi dosen, tenaga kependidikan, hingga jajaran pimpinan kampus.

“Kami sudah bertemu beberapa pimpinan kampus untuk membahas hal ini. Selain itu, kami juga bisa memfasilitasi pelatihan secara akademik dan praktis bagi para dosen yang ingin mengisi Pendidikan Antikorupsi,” jelas Wawan.

Kemdiktisaintek dan KPK juga membahas potensi kerja sama lain, seperti kampanye antikorupsi di lingkungan Kemdiktisaintek hingga kemungkinan hibah penelitian mengenai antikorupsi.

Pertemuan ini diakhiri dengan penandatanganan Komitmen Bersama Penyelenggaraan Pendidikan Antikorupsi antara Kemdiktisaintek dan KPK. Kesepakatan ini menyatakan kesiapan kedua pihak dalam menyelenggarakan dan mendukung Pendidikan Antikorupsi secara sistematis dan berkelanjutan. Hal ini merupakan sebuah aksi strategis untuk mewujudkan bangsa yang jujur, tegas, dan berintegritas.