Peringati Dies Natalis ke-46 Pimpinan Untidar Anjangsana dan Ziarah ke Rektor Terdahulu

Jajaran pimpinan Universitas Tidar (Untidar) melakukan anjangsana dan ziarah ke beberapa pimpinan terdahulu pada Selasa (15/4). Kegiatan ini merupakan rangkaian acara dari Dies Natalis ke-46 Untidar.

Agenda ini diawali dengan anjangsana ke rumah Rektor Untidar periode 2007-2018, Prof. Dr. Cahyo  Yusuf, M.Pd., dalam kesempatan ini beliau menyampaikan rasa syukurnya atas terlaksananya acara silaturahmi ini yang menjadi tali dalam mempererat rasa kekeluargaan, serta capaian Untidar saat ini.

“Saya pribadi merasa bangga dengan perkembangan Untidar menjadi sebuah institusi yang patut diperhitungkan. Berbagai capaian dari mahasiswa maupun para civitas akademika menjadi bukti nyata bahwa Untidar bisa melangkah lebih maju kedepannya,” ujarnya.

Selain anjangsana rombongan Untidar juga melakukan ziarah ke makam Dr. H.R Suparsono selaku rektor pertama Universitas Tidar Magelang. Di lokasi yang sama, rombongan menyempatkan juga untuk berziarah ke makam Pahlawan Nasional yaitu Jenderal Sudirman, Jenderal Raden Urip Sumoharjo, Hj. Siti Alfiah Sudirman, dan Soepono (Menteri Pembangunan dan Pemuda pada Kabinet Hatta) di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara Yogyakarta.

Rektor Untidar saat ini, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., mengungkapkan tujuan dari kegiatan ini adalah membentuk kebiasaan dari keluarga besar Untidar untuk menjalin silaturahmi dan berziarah ke makam para pejuang yang telah mendukung berdirinya kampus Untidar.

“Kegiatan anjangsana dan ziarah ini merupakan bentuk sebuah penghormatan dan rasa terima kasih pada para pendahulu atas jasa-jasanya dalam membangun dan mendedikasikan dirinya untuk Untidar. Selain itu, adanya kegiatan ini menjadi penyemangat kita untuk menjadikan Untidar menjadi universitas yang lebih maju kedepannya,” ungkapnya.

Selain merajut harmoni dan mempererat tali silaturahmi, kegiatan ini menambah pengetahuan akan sejarah dan perjalanan Untidar sejak berdiri hingga peringatan ke-46 ini.

 

Penulis: Dewi Puji Lestari

Editor : Humas Untidar

Halal Bihalal Keluarga Besar Sivitas Akademika Universitas Tidar, Harmoni dalam Silaturahmi: Membangun Sinergi Pasca Ramadan.

Universitas Tidar menyelenggarakan acara Halal Bi Halal Keluarga Besar Sivitas Akademika pada hari Selasa (15/4) bertempat di Gedung dr. H. R. Suparsono. Mengusung tema “Harmoni dalam Silaturahmi: Membangun Sinergi Pasca Ramadan”, kegiatan Halal Bihalal ini dilaksanakan guna mempererat tali silaturahmi antar sivitas akademika dan memperkuat sinergi di lingkungan Untidar.

Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan sari tilawah oleh mahasiswa dari Unit Kegiatan Al-Islam (UKAI), yang memberikan nuansa religius sekaligus khidmat pada awal kegiatan. Puncak acara diisi oleh tausiyah yang disampaikan oleh K.H. Muhammad Yusuf Chudlori yang mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan Ramadan sebagai titik balik untuk meningkatkan integritas, kebersamaan, dan semangat berkontribusi dalam pengembangan institusi pendidikan.

Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini dan mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjadikan momen pasca Ramadan sebagai ajang untuk memperkuat sinergi satu sama lain, khususnya dalam memajukan Untidar.

“Saya sangat mengapresiasi dengan terlaksananya acara Halal Bihalal pada hari ini. Dengan dilaksanakannya Halal Bi Halal ini, saya mengajak seluruh keluarga besar sivitas akademika Untidar untuk memanfaatkan momentum pasca Ramadan ini untuk mempererat sinergi dan kehangatan di antara kita demi mewujudkan visi dan misi Untidar yang kita cita-citakan bersama.” ujarnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan Untidar, dosen, dan perwakilan tenaga kependidikan serta perwakilan mahasiswa. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan tampak dari antusiasme peserta dalam mengikuti rangkaian acara dan saling bersalam-salaman sebagai simbol saling memaafkan.

Dengan terselenggaranya Halal Bihalal ini, Untidar berharap semangat kebersamaan dan nilai-nilai Ramadan dapat terus terjaga dan menjadi energi positif dalam menghadapi tantangan akademik ke depan.

 

Penulis : Ruth Erica Margaret

Editor: Tim Humas Untidar

Wujudkan Untidar Unggul yang Inovatif dan Berbudaya, Untidar Gelar Pembukaan Dies Natalis Ke-46

Universitas Tidar resmi membuka rangkaian peringatan Dies Natalis ke-46 pada Sabtu, (12/4). Pembukaan Dies Natalis Universitas Tidar tahun ini bertepatan dengan pelaksanaan Wisuda ke-69 Universitas Tidar. Ini merupakan kali pertama dalam sejarah Universitas Tidar, dua momen penting tersebut dilaksanakan dalam satu waktu yang bersamaan.

Pemilihan waktu yang bersamaan ini bukan tanpa alasan. Pembukaan Dies Natalis Universitas Tidar selalu dilaksanakan pada tanggal 1 April, bertepatan dengan hari penegerian Universitas Tidar. Namun, karena tidak ada agenda resmi yang bertepatan dengan tanggal tersebut di tahun ini, maka Wisuda ke-69 yang jatuh pada tanggal 12 April dipilih sebagai momen pembukaan yang paling mendekati dengan agenda pembukaan Dies Natalis Universitas Tidar. Selain melibatkan sivitas akademika, pemilihan waktu ini juga memungkinkan masyarakat umum, dalam hal ini adalah orang tua wisudawan dan wisudawati yang hadir pada pelaksanaan wisuda sekaligus menyaksikan momen pembukaan Dies Natalis Universitas Tidar.

Proses pembukaan berlangsung sederhana tetapi memiliki makna tersendiri. Diawali dengan penampilan Tari Gambyong oleh mahasiswa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bengkel Seni Universitas Tidar dan dilanjutkan dengan pemukulan gong secara simbolik oleh Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. sebagai simbol telah resminya dimulai rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-46 Universitas Tidar tahun ini. Tema yang diangkat pada Dies Natalis ke-46 ini yakni “Mewujudkan UNTIDAR Unggul yang Inovatif dan Berbudaya”, dengan penekanan pada nilai budaya sebagai karakter dasar Universitas Tidar.

Hadir dalam kegiatan ini antara lain Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. dan jajaran pimpinan Universitas Tidar, Ketua dan Anggota Senat Universitas Tidar, wisudawan/wisudawati beserta orang tua, serta tamu undangan lainnya yang berasal dari mitra eksternal Universitas Tidar, yaitu Pemerintah Kota Magelang yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Magelang.

Ketua Pelaksana Dies Natalis ke-46,  Tri Agus Gunawan, S.H., M.H., menjelaskan bahwa tahun ini Dies Natalis Universitas Tidar memiliki makna tersendiri, “Dies Natalis tahun ini bertepatan dengan perubahan visi baru Untidar yang terwujud dalam tema besar Dies Natalis tahun ini. Selain itu, kami juga memperkenalkan kegiatan baru dalam rangkaian Dies Natalis tahun ini, yaitu Galakarya yang merupakan ajang penghargaan untuk sivitas akademika dan mitra Universitas Tidar, termasuk di dalamnya terdapat kategori untuk budayawan,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-46 telah dimulai sejak 20 Maret 2025 melalui kegiatan Khatmil Qur’an dan Buka Bersama dan akan berlangsung hingga tanggal 11 Juni 2025 nanti. Beragam agenda akan dilaksanakan di antaranya meliputi Halal Bi Halal, Nitilaku, Mangayubagyo, Sidang Senat Terbuka, Galakarya, Pekan Olahraga, Kompetisi Akademik dan Non-Akademik, Jalan Sehat, serta ditutup dengan Expo Kewirausahaan.

 

Penulis : Margareth

Editor : Hanim Rohnulyanti, S.I.Kom., M.A.

Sinergi Kemdiktisaintek–KLH: Dorong Peran Kampus dalam Pembangunan Lingkungan Berkelanjutan

Jakarta – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto melakukan pertemuan dengan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofik dalam agenda memperkuat kolaborasi strategis antara dunia pendidikan tinggi dan sektor lingkungan, Senin, (14/04).

“Kami dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memiliki berbagai program yang sangat erat kaitannya dengan lingkungan hidup. Termasuk keberadaan kampus-kampus kami yang cukup banyak, 126 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan ada kurang lebih 4.400 total kampus dari Negeri dan Swasta, jadi ini sumber daya yang sangat besar. Tentunya dapat berkontribusi pada pengembangan keilmuan, maupun layanan-layanan kepakaran,” tutur Mendiktisaintek Brian Yuliarto.

Pada agenda ini, Kemdiktisaintek dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) akan bersinergi untuk bekerja sama membangun program terkait sumber daya, pendidikan, pangan, dan air sesuai dengan ruang lingkup kedua kementerian. Salah satu program yang akan digarap bersama yaitu mengembangkan  teknologi lingkungan dari dalam negeri.

Fenomena hasil penelitian di perguruan tinggi yang belum dikomersilkan, ke depan juga akan didorong, sehingga sektor industri akan lebih tertarik untuk bekerja sama dengan Kemdiktisaintek dan KLH, terutama terkait produk-produk riset yang berkaitan dengan lingkungan.

KLH juga menggandeng Kemdiktisainek untuk pengawasan pelanggaran aturan lingkungan dan berharap keterlibatan akademisi dalam pengelolaan lingkungan. Menyikapi hal tersebut, Kemdiktisaintek ke depan juga akan mendorong kampus untuk berperan dalam pertumbuhan ekonomi wilayah, dengan memperhatikan sektor lingkungan.

Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilakukan oleh mahasiswa serta organisasi kemahasiswaan, juga akan menjadi garda terdepan untuk bersinergi, mengawal fokus kedua kementerian ini. Melalui program ini, diharapkan mahasiswa bersiap menghadapi tantangan lingkungan hidup jelang Indonesia emas 2045.

Menindaklanjuti pertemuan ini, Kemdiktisaintek dan KLH akan membuat perjanjian kerja sama dan mengadakan pertemuan dengan majelis rektor, agar rencana program dan kebijakan yang telah dirumuskan, dapat dilaksanakan dalam waktu dekat.

“Mudah-mudahan setelah ini bisa segera diimplementasikan, sehingga instrumen-instrumen yang kami lakukan, kontrol dan penegakan hukum yang kami lakukan terkait  dengan penataan lingkungan di negara kita benar-benar kemudian dapat menjamin proses keberlanjutan lingkungan hidup di tanah air, kami berterima kasih untuk kerja sama ini,” ungkap Menteri Hanif.

Pada kesempatan ini, Mendiktisaintek didampingi oleh Wakil Menteri, Fauzan, Dirjen Dikti Khairul Munadi, Direktur Kelembagaan, Muhammad Najib, dan Kepala Biro Hukum, Inneke Indraswati. Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup didampingi oleh Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Rasio Ridho Sani, Deputi Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rijal Irawan, Deputi Tata Lingkungan Sumberdaya Alam Berkelanjutan, Sigit Reliantoro, serta Staf Ahli Menteri Antarlembaga Pusat dan Daerah, Hanifah Dwi Nirwana.

Rektor Universitas Tidar Kukuhkan 468 Mahasiswa dalam Wisuda Universitas Tidar ke-69

Universitas Tidar menyelenggarakan Wisuda Magister, Sarjana dan Ahli Madya Universitas Tidar ke-69 Tahun 2025 pada Sabtu (12/4) di Gedung dr. H. R. Suparsono, Kampus Tuguran, Untidar.

Rektor, Prof. Dr. Sugiarto, M.Si. resmi mengukuhkan 468 wisudawan dimana pada pengukuhan tersebut diberikan apresiasi khusu kepada 10 wisudawan terbaik yang terdiri dari mahasiswa yang berprestasi baik dalam bidang akademik dan nonakademik.

“Kepada seluruh wisudawan dan wisudawati, saya turut mengucapkan selamat atas kelulusan kalian dari universitas tercinta ini. Semua ilmu dan pengalaman yang didapat selama menimba ilmu di sini semoga menjadi bekal berharga dalam mengabdi dan berkarya di masyarakat. Kami percaya, kalian akan menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan di tengah masyarakat, serta kesuksesan akan senantiasa menyertai setiap jejak langkah hidup kalian. Aamiin, aamiin, aamiin ya Rabbal ‘alamin” ujar Rektor saat menyampaikan sambutannya.

Pada pelaksanaan wisuda ke-69 ini diselenggarakan prosesi Pembukaan Dies Natalis ke-46 Untidar. Dalam kesempatan ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Imam Baihaqi, S.Pd., M.Pd. hadir mewakili Walikota Magelang. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada wisudawan Untidar.

“Selamat kepada seluruh wisudawan Untidar hari ini. Wisuda bukanlah akhir dari perjalan, melainkan awal dari tanggung jawab untuk melangkah ke langkah selanjutnya. Universitas Tidar sebagai perguruan tinggi negeri kebanggaan Kota Magelang yang melahirkan insan-insan unggul, dengan begitu kami mengapresiasi seluruh sivitas akademika Untidar atas dedikasinya dalam mencetak generasi muda yang cerdas, berkarakter dan mampu bersaing di dunia nasional maupun internasional,” ucapnya pada sambutan pagi hari itu.

Seperti Wisuda sebelumnya, Rektor memberikan penghargaan khusus untuk 10 wisudawan yaitu 5 Wisudawan Berprestasi Akademik yaitu wisudawan dengan nilai akademik terbaik dimasing-masing Fakultas dan 5 Wisudawan Berprestasi Non Akademik berdasarkan seleksi dari bagian Kemahasiswaan (BAKK) Universitas Tidar.

 “Hendra Lana Saputra, mahasiswa prodi S1 Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik lulus dengan predikat Wisudawan Terbaik Universitas dengan 3,94.” Ujar Rektor.

Wisudawan asal Brebes ini menyelesaikan kuliahnya dalam 3 Tahun 5 Bulan. Dalam sambutannya, Hendra menyampaikan prestasinya ini adalah buah dari perjuangan selama kuliah untuk membahagiakan kedua orang tuanya. Hendra juga menyampaikan bahwasannya dalam mencapai prestasi akademiknya ini tidak lepas dari dukungan orang-orang terdekatnya dan juga usahanya dalam memanajemen waktu dan tekad yang kuat dalam terus belajar serta mencoba hal-hal baru di dunia perkuliahan.

Lahir dari pasangan Bapak Sudi dan Ibu Daminah dari Desa Pagejugan, Brebes, Hendra mengaku berasal bukan dari Keluarga yang berada. Latar belakang pendidikan keluarganya rata-rata hanya sampai jenjang SMP. Putra keenam dari tujuh bersaudara ini merupakan satu-satunya yang mengenyam Pendidikan hingga Sarjana.

Bapak Sudi kesehariannya bekerja sebagai buruh petani bawang merah dan juga bekerja serabutan lainnya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Pernah ditentang untuk melanjutkan Pendidikan di perguruan tinggi, kini Hendra bisa membuktikan bahwa tekad dan usahanya membukakan jalan suksesnya.

“Teman-teman masih teringat jelas bahwa kemarin kita berangkat dari jiwa-jiwa pemimpi sebagai Tidar Muda yang haus mencari inspirasi.  Ribuan kali kita menembus pagi, berlembar-lembar buku dikaji, beragam aksi kita berdiskusi. Namun semangat, loyalitas dan integritas kita tidak pernah mati demi menggapai cita-cita yang sudah menanti, meskipun tidak jarang derai air mata terus mengiringi di setiap langkah yang kita tempuh. Tapi penting diingat bahwa segala bentuk pencapaian dan keberhasilan kita di almamater ini, sedikit banyak menjadi bukti seberapa tangguh kita,” tuturnya saat menjadi perwakilan wisudawan terbaik Untidar periode ke-69.

Pada akhir sambutannya, Hendra memberikan pesan kepada seluruh wisudawan.

“Buktikan pada dunia, bahwa dari UNTIDAR kampus kita ini, akan muncul orang-orang yang tidak kalah hebat dari mereka di luar sana. Bukan terlahir dari kalangan konglomerat jadi harus memiliki tekad kuat untuk menjadi manusia hebat dan bermartabat yang tidak gila hormat,” tutupnya. 

Penulis : Margareth

Editor : Humas Untidar

Nilai Tukar Rupiah Melemah, Prof. Izza Mafruhah Paparkan Solusi untuk Menghadapinya

Lemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dan kebijakan tarif impor sebesar 32% yang diberlakukan oleh Amerika Serikat telah mempengaruhi sektor perekonomian Indonesia. Dalam wawancara dengan Prof. Dr. Izza Mafruhah, S.E., M.Si., Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Tidar, beliau mengungkapkan beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi situasi ini  guna menjaga stabilitas perekonomian di Indonesia dalam jangka waktu panjang.

 

Menurut Prof. Izza, solusi utama yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan ketahanan pangan, yaitu pada sektor pertanian, di Indonesia. “Indonesia memiliki potensi luar biasa di sektor pertanian dengan tanah yang subur, wilayah yang luas dan iklim yang mendukung. Dengan memperkuat ketahanan pangan akan mengurangi ketergantungan pada impor sehingga memperkuat ekonomi domestik. Dengan begitu devisa negara akan semakin meningkat,” ujar beliau. Prof. Izza menambahkan bahwa ketahanan pangan yang baik juga dapat memberikan dampak positif yang luas terhadap berbagai sektor lainnya. Selain itu, Prof. Izza juga menekankan pentingnya meningkatkan sektor UMKM sebagai salah satu sektor utama perekonomian Indonesia.

 

“Sektor UMKM juga memiliki peran yang penting, terutama dalam meningkatkan produksi dalam negeri sehingga akhirnya mengurangi ketergantungan pada produk luar negeri. Peningkatan sektor UMKM ini memang membutuhkan waktu untuk berkembang, tetapi potensi jangka panjangnya sangat besar bagi perekonomian,” tambahnya.

 

Tidak kalah penting, Prof. Izza juga mengajak untuk membangun pemerintahan yang bersih dan transparan. “Pemerintahan yang bersih dapat menciptakan iklim yang lebih kondusif bagi investasi dan dunia usaha. Meskipun ini bukan proses yang cepat, menciptakan pemerintahan yang bebas dari korupsi adalah kunci untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang stabil dan berkelanjutan,” urainya.

 

Prof. Izza juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam hal pembangunan sektor ekonomi. “Meningkatkan kualitas pendidikan adalah langkah utama untuk menciptakan tenaga kerja yang terampil dan siap bersaing di pasar global. Peningkatan sumber daya manusia (SDM) akan menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan,” ungkapnya.

 

Dengan keempat tersebut, Prof. Izza yakin Indonesia dapat menghadapi tantangan pelemahan nilai tukar rupiah dan kebijakan tarif impor tinggi, sambil memperkuat stabilitas perekonomiaan untuk pertumbuhan yang lebih stabil dan berkelanjutan.

 

Penulis : Ruth Erica Margaret

Editor : Humas Untidar 

 

 

Kemdiktisaintek Gelar Pertemuan Terkait Pengumuman Daftar Calon Penerima KIP Kuliah yang Lulus SNBP Tahun 2025

Jakarta – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) menggelar acara pertemuan terkait pengumuman daftar calon penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang lulus Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2025 secara daring, pada Selasa (25/3).

Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Henri Tambunan dalam laporannya menyampaikan bahwa realisasi pencairan KIP (Kartu Indonesia Pintar) Kuliah untuk semester genap tahun 2025 telah mencapai 83,5%, dengan besaran dana Rp. 6.364.442.000.000,- . Perguruan tinggi diminta untuk segera mengajukan pencairan penerima KIP Kuliah yang belum diusulkan agar pencairan dapat dilakukan dengan tepat waktu.

Wamendiktisaintek Stella dan Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek Togar dalam sambutannya menekankan pentingnya pemerataan akses pendidikan tinggi serta memastikan bahwa bantuan KIP Kuliah diberikan secara tepat sasaran. Sesjen Kemdiktisaintek Togar juga menghimbau perguruan tinggi memberikan penundaan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk calon penerima KIP Kuliah jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2025 hingga pengumuman hasil seleksi SNBT pada tanggal 25 Mei 2025.

“Tujuan dari KIP Kuliah ini adalah untuk memberikan akses pendidikan tinggi. Pada tahun ini, kami telah mendesain kembali sistem penyaluran KIP Kuliah bersama Tim pengelola di PPAPT Kemdiktisaintek untuk memastikan peningkatan ketepatan sasaran. Kita membuka akses yang sebesar-besarnya kepada siswa-siswi Indonesia, insani-insani yang sungguh membutuhkan bantuan negara. Dan kedua, kepada mereka yang berprestasi dan memang layak untuk bisa mengenyam perguruan tinggi. Negara sangat ingin berpartisipasi untuk tentu saja memberikan yang terbaik,” ujar Wamen Stella.

Selain itu, tim teknis Kemdiktisaintek memberikan penjelasan teknis mengenai proses verifikasi dan validasi (verval) data calon penerima KIP Kuliah, agar proses tersebut dapat dilaksanakan sesuai dengan regulasi yang tercantum pada Keputusan Sekjen nomor 7/A/KEP/2025 tanggal 25 Februari 2025 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Indonesia Pintar Pendidikan Tinggi .

Kemdiktisaintek telah menyampaikan Daftar Calon Penerima KIP Kuliah yang Lulus SNBP kepada 120 PTN di seluruh Indonesia dalam bentuk file unduhan di sistem KIP Kuliah. Selanjutnya perguruan tinggi diminta untuk melakukan proses verval dalam bentuk wawancara atau survei terhadap siswa  melaporkan hasilnya ke PPAPT sebelum 23 April 2025 untuk menentukan kelayakan sebagai penerima KIP Kuliah dari jalur SNBP.

Perguruan tinggi tetap memiliki kewenangan untuk melakukan verifikasi dan validasi ekonomi yang harus dilakukan secara cermat dan transparan. Jika ditemukan ketidaksesuaian, status calon penerima KIP Kuliah dapat dibatalkan. Perguruan tinggi juga diwajibkan untuk melakukan pemutakhiran data mahasiswa calon penerima KIP Kuliah ke Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) sebelum proses penetapan penerima KIP Kuliah dilakukan.

Pemerintah memastikan bahwa mekanisme penetapan penerima KIP Kuliah tetap sama seperti tahun sebelumnya, namun dengan tambahan informasi terkait kelayakan ekonomi di formulir penetapan. Melalui kebijakan ini, Kemdiktisaintek berharap KIP Kuliah dapat terus menjadi sarana untuk meningkatkan akses dan kesempatan pendidikan tinggi bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Acara ini dihadiri oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Cristie, Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Togar Mangihut Simatupang, Kepala Pusat Pembiayaan dan Assessment Pendidikan Tinggi, Henri Tambunan, serta pimpinan perguruan tinggi dan pengelola KIP Kuliah dari 120 Perguruan Tinggi Negeri (PTN), dengan total peserta mencapai lebih dari 360 orang.

Syukuri 46 Tahun Perjalanan, Untidar Gelar Khotmil Qur’an

Panitia Dies Natalis Universitas Tidar ke-46 selenggarakan Khotmil Qur’an dan Buka Bersama di Gedung Kuliah Umum Dr. H.R. Suparsono, Kamis (20/3). Digelarnya acara ini sebagai tanda dimulainya rangkaian kegiatan Dies Natalis sekaligus mengharapkan berkah di bulan suci Ramadhan.

Rektor, Sugiyarto, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih pada panitia serta rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Acara Dies Natalis diadakan setiap tahun ditujukan untuk memahami jati diri kampus kita , bagaimana Untidar dan akan dibawa kemana kedepannya. Adanya kegiatan khotmil qur’an menandakan suatu keberkahan dan membentuk suatu tradisi baru melalui tabarrukan al-quran. Salah satu ilmu al-quran, yaitu ilmu tajwid memberikan kita pelajaran dimana satu huruf tidak akan bunyi dengan benar jika tidak melihat huruf berikutnya. Sama halnya dengan Untidar, kita tidak akan bisa menjalankan dan melangkah dengan baik tanpa melihat bagaimana sejarah atau masa lalu Untidar yang bisa kita gunakan sebagai tolak ukur dalam meraih mimpi masa depan,” ungkapnya.

Beliau juga berharap, kedepan Untidar menjadi kampus perguruan tinggi yang unggul melalui kolaborasi serta jiwa kebersamaan tanpa membedakan satu sama lain.

Penanggung jawab acara, Nur Rofiq, menjelaskan bahwa kegiatan hari ini merupakan pra-acara dari rangkaian kegiatan Dies Natalis Untidar ke-46 yang mana pembukaan secara resmi akan dilakukan pada saat prosesi wisuda periode April 2025.

“Seperti sebelumnya di Untidar untuk khataman mengikuti angka usia universitas, dan alhamdulillah pada tahun ini sudah mencapai lebih dari 46 khataman tepatnya sekitar 70 kali khataman Al Quran. Kegiatan ini melibatkan sekitar 1900 sivitas akademika meliputi dosen, mahasiswa maupun tendik,” jelas.

Dalam kesempatan ini turut hadir K.H Abdurrosyid Ahmad, pengasuh Pondok Pesantren Selamat Kota Magelang yang memberikan tausiah tentang pentingnya membaca Al Quran. Kegiatan ini juga dibuka oleh tim hadroh UKM Iqsan serta lantunan ayat suci Al Quran oleh Claudia In’am Haya Alimah serta pembaca sari Tilawah oleh Rahma Mahsa Arista dari UKM UKAI Ar Ribath.

 

Penulis: Dewi Puji Lestari

Editor : Humas Untidar

 

Jamin Kesiapan Infrastruktur dan Fasilitas untuk 10.000 Peserta UTBK, Untidar Lakukan Uji Coba UTBK 2025

Universitas Tidar telah melaksanakan Uji Coba UTBK pada Kamis (20/03) dengan tujuan memastikan kesiapan infrastruktur, perangkat, dan jaringan yang akan digunakan untuk pelaksanaan UTBK-SNBT, 23 April-3 Mei 2025 mendatang. Uji coba ini dilaksanakan di kampus Untidar dan di dua sekolah mitra, yaitu SMA Negeri 4 dan SMA Negeri 5 Kota Magelang. Kesiapan Uji Coba Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) ini diwujudkan melalui beberapa hal, yaitu di antaranya: 

  1. Kesiapan infrastruktur dalam hal lokasi dan tempat yang merata, yakni terdiri dari 24 lab komputer yang tersebar di Universitas Tidar (Kampus Tuguran dan Sidotopo) dan lab komputer miitra yang telah bekerja sama dengan Universitas Tidar (SMAN 4 Kota Magelang dan SMAN 5 Kota Magelang) 
  2. Tersedianya perangkat komputer yang memadai dan akan digunakan untuk pelaksanaan UTBK, yaitu terdiri dari 556 unit komputer 
  3. Kapasitas maksimal peserta UTBK di Pusat UTBK Universitas dapat mengakomodasi hingga 10.000 peserta 
  4. Komitmen Universitas Tidar dalam memastikan segala perangkat yang akan digunakan untuk pelaksanaan UTBK-SNBT telah melewati prosedur pengecekan dan uji coba perangkat sehingga dapat meminimalisir terjadinya kesalahan ketika pelaksanaan Ujian.

Secara keseluruhan, kegiatan uji coba ini menjadi bentuk nyata kesiapan yang matang dari Universitas Tidar untuk menjadi pusat UTBK dengan fasilitas yang memadai dan sistem yang baik. 

Penulis : Ruth Erica Margaret

Perkuat Silaturahmi, Rektor Untidar Gelar Buka Bersama

Rektor Universitas Tidar (Untidar), Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., menggelar acara buka bersama di Rumah Dinas Rektor di Jl. P. Kemerdekaan RT. 001 RW. 007, Sanden, Kota Magelang, Jawa Tengah pada Selasa (18/3). 

Kegiatan ini diikuti kurang lebih 50 peserta yang terdiri dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kepala LPPM, Kepala LPMPP, Kepala Biro, Dekan Fakultas, pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) tingkat universitas dan fakultas, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

Adanya kegiatan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi antara pimpinan Untidar dengan pengurus Ormawa Untidar. Inti kegiatan ini adalah sarasehan, yaitu penyampaian aspirasi dari masing-masing pengurus Ormawa fakultas ataupun universitas. 

Rektor Untidar menyampaikan adanya forum ini menjadi bukti bahwa tidak ada pembeda antara dosen dengan mahasiswa. Beliau berharap kedepannya Untidar menjadi lebih baik lagi dan berharap semakin banyak guru besar.

“Kita sama-sama bertujuan untuk menjadikan Untidar menjadi lebih baik dengan niat mengabdi dan menerapkan sistem yang relevan dalam mendukung Untidar menjadi kampus yang unggul dan mumpuni,” ungkapnya

Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kunci dari segala diskusi dan pemecah suatu problematika adalah komunikasi sehingga dengan adanya kegiatan ini menjadi media yang efektif dalam memperkuat silaturahmi dan kolaborasi mahasiswa bersama pimpinan.

“Inti dari kegiatan ini adalah silaturahmi sekaligus sarasehan untuk menyimak bersama arahan dari rektor serta menampung segala aspirasi mahasiswa sebagai arah menuju Untidar yang semakin baik,” ujarnya.

 

Penulis: Dewi Puji Lestari

Editor: Ruth Erica Margaret