Selamat Calon Mahasiswa yang Lolos SNBP 2025

Jakarta-Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto mengucapkan selamat kepada para calon mahasiswa yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pada jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP), Selasa (18/3).

“Terdapat 76 perguruan tinggi akademik, 44 perguruan tinggi vokasi, dan 26 PTKIN yang berpartisipasi dalam SNBP tahun ini. Kami dengan bangga mengucapkan selamat kepada adik-adik yang sebentar lagi akan diumumkan diterima. Ini adalah sebuah pencapaian luar biasa, hasil dari kerja keras dan ketekunan adik-adik selama bertahun-tahun, dengan bimbingan para guru, sehingga bisa lolos di perguruan tinggi impian,” ujar Menteri Brian.

Menteri Brian juga menegaskan bahwa SNBP merupakan jalur seleksi khusus berbasis prestasi, sehingga peserta yang diterima wajib memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya.

“Silakan ambil kesempatan yang sangat baik ini. Tingkat keketatan SNBP tahun ini mencapai 22%, yang berarti hanya sekitar satu dari lima peserta, yang berhasil diterima. Ini merupakan pencapaian yang tinggi dan menjadi langkah awal dalam perjalanan akademik di perguruan tinggi, yang tentunya berbeda dengan jenjang sekolah sebelumnya,” lanjut Menteri Brian.

Bagi peserta yang belum berhasil lolos melalui jalur SNBP, Mendiktisaintek memberikan motivasi agar tetap optimis dan mencoba jalur seleksi lain.

“Masih ada banyak kesempatan lain, seperti Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dan Seleksi Mandiri yang diselenggarakan oleh masing-masing perguruan tinggi. Kami berharap hasil SNBP ini bisa menjadi penyemangat, tidak hanya bagi yang lolos, tetapi juga bagi adik-adik angkatan berikutnya agar terus tekun belajar demi meraih impian mereka,” tambah Menteri Brian.

Menteri Brian juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan SNBP 2025.

“Kami mengapresiasi kerja keras panitia SNPMB, para rektor dan tim SNPMB dari setiap kampus, serta para guru SMA yang telah membimbing dan mendukung siswa-siswinya dalam proses pendaftaran. Terima kasih atas kerja sama dan dedikasi semua pihak sehingga seluruh proses seleksi dapat berjalan dengan baik. Jika ada kekurangan atau kendala dalam pelaksanaan, Kami mohon maaf dan berharap dapat terus meningkatkan kualitas seleksi di masa mendatang,” pungkas Menteri Brian.

Pengumuman SNBP 2025 ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi para mahasiswa baru dalam menempuh pendidikan tinggi dan berkontribusi bagi masa depan bangsa.

Pengumuman hasil SNBP 2025 dapat diakses melalui laman https://pengumuman-snbp.snpmb.id. Peserta hanya perlu menyiapkan nomor pendaftaran dan tanggal lahir sesuai data yang teregistrasi untuk mengecek status kelulusan. Jika dinyatakan lolos, maka harus segera melakukan registrasi ulang sesuai ketentuan masing-masing perguruan tinggi.

Selamat! 1.027 Calon Mahasiswa Lolos Seleksi SNBP 2025 di Untidar, Segera Lakukan Registrasi

Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2025 resmi mengumumkan hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) Tahun 2025 pada hari Selasa (18/03) pukul 15.00 WIB.

Pengumuman dapat diakses melalui laman https://pengumumansnbp.snpmb.id dimana peserta SNBP diharuskan memasukkan Nomor Pendaftaran SNBP 2025 dan Tanggal Lahir Peserta sesuai dengan data diri yang telah teregistrasi pada sistem SNPMB untuk melihat hasil lolos atau tidak lolos SNBP.

“Selamat bagi 1.027 peserta SNBP yang telah lolos seleksi ke Universitas Tidar. Dimohon segera mengecek alur registrasi di laman resmi Untidar. Tahapan registrasi dimulai 19 Maret 2025,” ujar Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama, Suyitno.

Registrasi adalah tahapan penting selanjutnya setelah peserta SNBP dinyatakan lolos seleksi. Calon mahasiswa yang tidak registrasi sampai dengan batas waktu yang telah ditentukan atau ditemukan dokumen tidak sesuai dengan data maka dapat dinyatakan tidak diterima sebagai calon mahasiswa Untidar Tahun Akademik 2025/2026. 

“Ada 2 Prodi dengan peminat terbanyak yaitu S1 Manajemen dan S1 Ilmu Komunikasi, kedua prodi ini memiliki jumlah peminat yang sama yaitu sebanyak 742 peminat. Namun untuk jumlah yang diterima di S1 Manajemen sebanyak 40 orang dan S1 Ilmu Komunikasi sebanyak 75 orang, “ jelas Kurnia Fahmy Ilmawan, Koordinator Pelaksana SNBP Untidar 2025.

Rasio pendaftar dan total yang diterima di Untidar yaitu 1 : 10,44 dengan rincian total pendaftar Untidar: 8.443 orang dan yang diterima 1.027 orang.

Sebaran daerah peserta SNBP yang lolos ke Untidar Tahun 2025 tersebar dari 15 provinsi di Indonesia. Jawa Tengah masih menjadi provinsi paling dominan dengan jumlah lolos sebanyak 877 peserta atau sekitar 85% diikuti provinsi lain yaitu Jawa Barat (73), DKI Jakarta (23), Yogyakarta (18), Sumatera Utara (13), Banten (11), Lampung (3), Sumatera Barat (2), Jambi (1), Jawa Timur (1), Kalimantan Selatan (1), Kepulauan Riau (1), Nusa Tenggara Barat (1), Nusa Tenggara Timur (1) dan Sumatera Selatan (1).

Dari 1.027 peserta lolos SNBP, 532 diantaranya adalah peserta KIP Kuliah. Terkait berapa nantinya yang akan ditetapkan sebagai penerima KIP Kuliah di Untidar masih menunggu kebijakan kuota yang nantinya diberikan dari Pengelola KIP Kuliah Pusat.

Tahun 2025 ini, Untidar merilis data 20 besar Sekolah yang diterima. Dari data tersebut 5 sekolah dengan urutan teratas yaitu SMA Negeri 5 Magelang, SMA Negeri 1 Dukun, SMA Negeri 2 Magelang, SMA Negeri 1 Sidareja Cilacap dan SMA Negeri 3 Magelang.

Penulis dan Editor : Humas Untidar

Kemdiktisaintek dan Forum Zakat Siapkan Kolaborasi Beasiswa Penuh Bagi Mahasiswa Kurang Mampu

Jakarta–Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menyambut baik Forum Zakat untuk kolaborasi terkait program Beasiswa Zakat Indonesia bagi mahasiswa kurang mampu di Indonesia, Selasa (18/03).

Pertemuan dengan Forum Zakat hari ini mengangkat topik utama yaitu pengembangan program beasiswa penuh (fully funded) bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang mencakup biaya pendidikan dan biaya hidup. Kesempatan kali ini juga membahas berbagai isu penting, antara lain jumlah dana zakat yang dikelola, program beasiswa yang direncanakan, dan peningkatan literasi zakat bagi masyarakat Indonesia.

“Program Beasiswa Zakat ini sangat baik, kita akan koordinasikan teknisnya, memastikan tidak ada yang menerima beasiswa ganda, agar terjadi pemerataan pendidikan tinggi yang berkualitas bagi seluruh masyarakat, terutama mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi,” ungkap Menteri Brian.

Mendiktisaintek juga menjelaskan upaya peningkatan akses pendidikan tinggi, baik bagi mahasiswa maupun dosen, melalui program beasiswa untuk jenjang S2 dan S3. Kolaborasi dengan sektor swasta dan lembaga filantropipun telah dilakukan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk memperluas sumber pendanaan guna mendukung program-program tersebut.

“Beberapa program tentu kami berharap bisa kita kolaborasikan. Untuk teman-teman Forum Zakat saya sangat berharap juga partisipasi aktif dari lembaga-lembaga zakat lainnya,” ujar Menteri Brian.

Kemdiktisaintek membuka peluang seluas-luasnya bagi pihak swasta, lembaga dan badan potensial lainnya untuk berkontribusi dalam pemerataan pendidikan tinggi di Indonesia.

Pertemuan ini dihadiri Ketua Forum Zakat, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, serta perwakilan dari berbagai lembaga zakat yang tergabung dalam Forum Zakat.

Rektor Untidar Bersama Dekan Fakultas Hadiri Panel Diskusi Rektor dan Pimpinan Perguruan Tinggi di Istana Kepresidenan

Rektor Universitas Tidar (Untidar) Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si bersama Dekan Fakultas Teknik, Prof. Dr. Ir. Gito Sugiyanto, S.T., M.T., IPM., ASEAN. Eng., Dekan Fakultas Pertanian, Prof. Ir. Sutrisno Hadi Purnomo, S.Pt., M.Si., Ph.D., dan Dekan Fakultas Ekonomi, Prof. Dr. Izza Mafruhah, S.E., M.Si., hadiri undangan Presiden RI Prabowo Subianto dalam kegiatan Silaturahmi dan Panel Diskusi Presiden dengan Rektor serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Kamis (13/3). 

Kegiatan yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo ini diadakan untuk membangun kolaborasi sekaligus berdiskusi seputar dunia pendidikan tinggi di Indonesia dan tantangan global.

“Saya mengundang saudara-saudara disini untuk memaparkan terkait apa yang sudah kita kerjakan, dan apa yang akan kita kerjakan kedepannya, dan membahas tentang keadaan yang berlaku di bangsa kita maupun pada tingkat global,” ucap Presiden.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., mengungkapkan bahwa adanya pertemuan ini untuk membahas potensi besar Indonesia sebagai negara maju memerlukan dukungan perguruan tinggi melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. 

Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan industri terutama melalui riset dan inovasi.

“Tonggak penting dalam upaya membangun dan menjadikan perguruan tinggi sebagai pusat riset inovasi dan mencetak sumber daya manusia unggul menjadikan jalan utama dalam membangun kemandirian industri nasional serta membawa Indonesia sejajar dengan negara maju serta mampu keluar dari jebakan pendapatan menengah,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Rektor Untidar menyampaikan bahwa adanya kegiatan ini menjadi bukti sinergi antara pemerintah dengan perguruan tinggi dalam membangun dan mendukung riset, inovasi maupun SDM yang mumpuni.

“Sesuai dengan program Asta Cita yang menjadi fokus Presiden untuk mendorong hilirisasi sektor sains dan teknologi, terutama dalam pengolahan sumber daya mineral seperti nikel dan kekayaan tambang lainnya untuk mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah dengan meningkatkan nilai tambah melalui pemrosesan dalam negeri. Keterlibatan perguruan tinggi dalam program ini adalah mendukung transfer pengetahuan dan pengembangan SDM yang kompeten di bidang sains dan teknologi,” jelasnya saat ditemui Selasa (18/3).

 

Penulis : Dewi Puji Lestari

Editor : Ruth Erica Margareth

Peserta Lulus Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) Tahun 2025 dan Alur Registrasi Calon Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2025/2026 Universitas Tidar

Sesuai dengan tahapan pengumuman hasil Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) Tahun 2025, peserta dapat melihat hasil seleksi pada tanggal 18 Maret 2025 mulai pukul 15.00 WIB.  Pengumuman SNBP Tahun 2025 dapat diakses melalui laman utama pada https://pengumuman-snbp-snpmb.bppp.kemdikbud.go.id atau mirror link pada Lampiran I.  Peserta login dengan nomor pendaftaran dan tanggal lahir.

Calon mahasiswa yang dinyatakan lulus dan diterima sebagai calon mahasiswa baru Universitas Tidar dapat melakukan registrasi sesuai dengan tahapan dan prosedur administrasi sebagaimana Lampiran II surat ini.  Pimpinan dan seluruh sivitas akademika Universitas Tidar mengucapkan selamat atas keberhasilan Saudara.

Calon mahasiswa yang tidak registrasi sampai dengan batas waktu yang telah ditentukan/dokumen tidak sesuai dengan data, dinyatakan TIDAK DITERIMA sebagai calon mahasiswa Universitas Tidar Tahun Akademik 2025/2026. Informasi proses registrasi jalur SNBP 2025 dapat diakses silahkan KLIK DISINI

Demikian untuk menjadi perhatian.

 

Jalin Kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Untidar Berharap Dapat Berkontribusi dalam Keberlanjutan Pembangunan Daerah

Universitas Tidar menjadi salah satu dari 44 Perguruan Tinggi yang hadir dalam Seremoni penandatanganan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerjasama antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan Perguruan Tinggi di Jawa Tengah, yang berlangsung di Grhadika Bhakti Praja, kompleks kantor Gubernur Jateng, Semarang, Senin sore (17/03).

Hadir dalam acara tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi didampingi Wakil Gubernur Taj Yasin, Sekda Sumarno, dan beberapa pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Jawa Tengah. Sebanyak 33 Rektor dari Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta hadir dan ikut ambil bagian dalam penandatanganan Kesepakatan Bersama tersebut.

Dalam kesempatan itu Rektor Untidar, Sugiyarto, mewakili Untidar menandatangani Kesepakatan Bersama. Sementara Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama, Suyitno, menandatangani Perjanjian Kerjasama.

Dalam sambutannya, Kepala Biro Pemerintahan, Otonomi, dan Kerja Sama Setda Provinsi Jawa Tengah, Muhamad Masrofi mengatakan, penandatanganan kerja sama antara pemprov dengan 44 PT, bertujuan untuk menyinergikan peran dan fungsi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah maupun perguruan tinggi, dalam kerangka kerja sama yang saling menguntungkan bagi peningkatan pembangunan pendidikan, penelitian, dan pengabdian untuk mendukung pembangunan daerah.

“Tujuan diselenggarakannya penandatangangan kerja sama ini adalah untuk mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan perguruan tinggi, dalam rangka pelaksanaan sinergi Tri Dharma Perguruan Tinggi, sebagai bagian mendukung pembangunan daerah,” jelas Masrofi.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi berharap, kerja sama tidak sebatas perjanjian atau MoU, tapi akademisi dapat segera mengimplementasikannya dalam kegiatan sebagai wujud partisipasi dalam pembangunan Jateng, agar lebih maju dan berkelanjutan.

“Kalau selama ini kita hanya mengandalkan integrasi pemerintah pusat, daerah, dan kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota sampai tingkat desa, tapi di sini ada irisan pemerintah yang kita ikut disertakan, di antaranya para akademisi yang selalu mengawal kami selama lima tahun atau seterusnya,” kata Luthfi.

Ahmad Luthfi menambahkan, pihaknya memiliki beberapa program yang akan dikawal oleh rektor, dan sivitas akademika di seluruh Jateng, yaitu bentuk kerja sama tematik yang dilaksanakan dalam rangka mengawal pembangunan wilayah Jateng, mulai desa, potensi desa, UMKM, desalinasi tentang air, dan lainnya.

Di kesempatan yang sama, Ketua Tim Kerjasama Untidar, Laila Alfrizanna menjelaskan bahwa Untidar berkeinginan ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah. “Tentu SDM yang ada, seperti dosen dan mahasiswa dapat bergerak bersama. Contohnya bisa melalui pengabdian masyarakat, KKN Tematik dan sebagainya.”

Ia menambahkan, dari 29 item kerjasama yang ditawarkan oleh Pemprov Jateng, Untidar mengambil 22 item. Beberapa kerjasama itu di antaranya adalah Pendampingan Usaha Mikro Kecil Menengah, Pendampingan Desa Wisata, Pengembangan Kecamatan Berdaya (Pemberdayaan Ekonomi dan perlindungan hak bagi perempuan, disabilitas, dan pemuda), Penguatan wawasan kebangsaan dan Pendidikan Moderasi Beragama, Pendampingan Pengelolaan Sampah berbasis masyarakat dan Pengembangan Tempat Pembuangan Sampah Regional, dan sebagainya.

Penulis dan Editor : Humas Untidar

 

Kemdiktisaintek Selenggarakan Sosialisasi dan Penyerahan Beasiswa KIP Kuliah dan Afirmasi Pendidikan Tinggi 2025

Jakarta – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyelenggarakan sosialisasi dan penyerahan Beasiswa KIP Kuliah dan Afirmasi Pendidikan Tinggi Tahun 2025, Jumat (14/3).

Pada kesempatan tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengemukakan bahwa prioritas utama pembangunan nasional adalah pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing global. Pendidikan tinggi memiliki peran sentral dalam membentuk generasi yang inovatif, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman. Untuk itu pemerintah berkomitmen untuk terus memperluas akses pendidikan tinggi agar dapat dinikmati oleh seluruh anak bangsa, terutama mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi dan berasal dari daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).

“Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah merupakan salah satu program strategis nasional di bidang pendidikan yang bertujuan untuk memperluas kesempatan belajar di perguruan tinggi bagi mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi. Program ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan bantuan finansial, tetapi juga untuk meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi di Indonesia,” ujar Menteri Brian.

Lebih lanjut Menteri Brian menjelaskan bahwa pada semester genap tahun 2025 Kemdiktisaintek mengalokasikan anggaran sejumlah 7,3 triliun rupiah, dengan jumlah sasaran 847.333 mahasiswa. Hingga dengan Kamis,13 Maret 2025 tercatat anggaran KIP Kuliah dan ADIK yang sudah tersalurkan dan dalam proses Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) sejumlah 4,86 triliun rupiah bagi 547.777 mahasiswa.

“Kita telah mentransfer dana sebesar Rp4,86 triliun untuk mendukung 547.777 mahasiswa penerima beasiswa. Ke depan, kami berkomitmen mempercepat penyaluran beasiswa, sehingga mahasiswa bisa menerimanya lebih awal agar tidak mengalami kendala finansial dalam menempuh pendidikan,” tegas Brian Yuliarto.

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menyampaikan dukungan penuh terhadap program beasiswa ini dan menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan DPR dalam memastikan akses pendidikan tinggi yang lebih luas.

“Kami mendukung penuh inisiatif yang dilakukan Kemdiktisaintek ini dan berharap agar skema pendanaan beasiswa semakin optimal. Kami juga mendorong agar dosen memiliki kesempatan lebih besar untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang S3 guna meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia” ujar Hetifah.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Togar Mangihut Simatupang, melaporkan bahwa pada tahun 2025, program beasiswa KIP Kuliah akan diberikan kepada 1.040.192 mahasiswa, sementara beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK) akan disalurkan kepada 9.141 mahasiswa dari berbagai wilayah, termasuk Papua dan daerah tertinggal.

“Kami terus memastikan bahwa penerima beasiswa ini benar-benar berasal dari kelompok yang membutuhkan, serta mempercepat proses pencairan agar mahasiswa tidak mengalami kesulitan ekonomi selama studi mereka” ujar Togar.

Kepala Pusat Pembiayaan, Asesmen, dan Pendidikan Tinggi Henri Tambunan menegaskan bahwa Kemdiktisaintek menargetkan seluruh beasiswa dapat tersalurkan sebelum Lebaran 2025.

“Kami meminta semua perguruan tinggi untuk segera melaporkan data mahasiswa penerima agar pencairan bisa dilakukan tepat waktu. Kami juga akan melakukan sosialisasi lebih lanjut guna memastikan ketepatan sasaran program ini,” jelas Henri.

Berbagai pemangku kepentingan juga turut menghadiri acara ini, termasuk 12 pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta, kepala LLDIKTI Wilayah III, Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI), perwakilan bank Himbara, serta mahasiswa penerima beasiswa.

Dengan adanya sistem penyaluran beasiswa setiap awal semester, pemerintah berharap bantuan ini dapat diterima mahasiswa secara lebih terstruktur dan tidak mengganggu keberlangsungan pendidikan mereka. Program KIP Kuliah dan Afirmasi Pendidikan Tinggi ini diharapkan mampu mewujudkan pendidikan tinggi yang lebih merata dan berkeadilan bagi seluruh mahasiswa Indonesia.

Acara ini dihadiri oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, Wamendiktisaintek Fauzan, Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek Togar Mangihut Simatupang, serta Kepala Pusat Pembiayaan, Asesmen, dan Pendidikan Tinggi Henri Tambunan. Dalam kesempatan tersebut juga secara simbolis dilaksanakan penyerahan beasiswa KIP-K dan Afirmasi Pendidikan Tinggi 2025 kepada 13 orang perwakilan mahasiswa.

Kepmen Baru Ditetapkan: Kemdiktisaintek Buka Peluang Percepatan Karier Dosen

Jakarta-Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) membuka peluang lebih luas dan fleksibel bagi dosen untuk berkembang, meraih jenjang akademik lebih tinggi, dan berkontribusi lebih besar bagi pendidikan tinggi di tanah air, Rabu (12/3).

Dalam upaya memastikan kesinambungan dan kepastian hukum bagi pengembangan karier dosen, Kemdiktisaintek menggelar acara Penyamaan Persepsi Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kepmendiktisaintek) Nomor 63/M/KEP/2025 secara daring pada Rabu, 12 Maret 2025. Acara ini dihadiri pemangku kepentingan, khususnya Pengelola Jabatan Fungsional Dosen dari berbagai perguruan tinggi.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Khairul Munadi menegaskan pentingnya harmonisasi regulasi untuk memastikan keselarasan antara kebijakan nasional dan implementasi di lapangan. Dirjen Khairul berharap Kepmen yang telah terbit ini dapat diimplementasikan dengan baik di seluruh kampus di Indonesia.

“Ke depan, diharapkan mutu layanan pembinaan dan pengembangan karier dosen dapat meningkat, serta bermuara pada dampak positif dalam peningkatan kualitas dosen di Indonesia,” ujar Dirjen Khairul.

Kebijakan yang telah mengakomodasi masukan berbagai pihak ini diresmikan pada 3 Maret lalu dan menggantikan Kepmendikbudristek 384/B/2024 dengan sejumlah penyesuaian penting. Termasuk perluasan kesempatan bagi dosen tidak tetap (yang memenuhi persyaratan) untuk naik jabatan, penyederhanaan pengangkatan pertama dosen, penyederhanaan kriteria Lektor Kepala, serta peningkatan fokus pada kualitas publikasi ilmiah.

“Tentu saja, penyesuaian ini perlu disusun dalam Peraturan Menteri agar terdapat kepastian hukum dalam pelaksanaan layanan pembinaan dan pengembangan karier dosen nantinya,” tambah Dirjen Khairul.

Perwakilan Tim Jabatan Akademik Dosen (JAD), Djoko Santoso memaparkan perubahan dalam regulasi terbaru terkait jabatan akademik dosen. Dengan diterbitkannya Kepmen ini, berbagai penyesuaian telah dilakukan untuk memastikan kelancaran transisi, kepastian hukum, serta pembinaan dan pengembangan profesi dosen. Regulasi baru ini dirancang untuk mengakomodir masukan dari berbagai pemangku kepentingan, sehingga lebih adaptif terhadap kebutuhan dosen dan institusi pendidikan tinggi.

Salah satu fokus utama regulasi ini adalah pendekatan menyeluruh dalam menilai jabatan akademik. Djoko menekankan bahwa dalam sistem baru, proses penilaian jabatan akademik, terutama untuk profesor, tidak lagi sekadar administratif, tetapi juga mempertimbangkan berbagai aspek yang mencerminkan kualitas akademik seorang dosen.

“Untuk menjadi profesor, penilaiannya itu dilakukan secara holistik dan sifatnya tidak hanya administrasi,” ujar Djoko.

Selain itu, regulasi baru ini juga menghapus pemisahan antara magister dan doktor dalam proses kenaikan jabatan menjadi Lektor Kepala. Kini, baik dosen bergelar magister maupun doktor dapat mencapai jabatan tersebut dengan syarat memiliki publikasi di Jurnal Nasional Terakreditasi peringkat 1 atau 2.

Bagi dosen yang ingin meraih gelar Guru Besar, standar publikasi yang ditetapkan juga semakin jelas. Publikasi ilmiah yang menjadi syarat harus diterbitkan di Jurnal Internasional Bereputasi dengan nilai SJR minimal 0,1 atau JIF minimal 0,05. Hal ini menunjukkan komitmen untuk meningkatkan kualitas akademik melalui publikasi yang diakui secara global.

Salah satu aspek menarik lainnya dari regulasi baru ini adalah pengakuan terhadap karya seni sebagai bagian dari pertimbangan kenaikan jabatan akademik. Karya seni yang diajukan harus memiliki nilai kebaruan serta dampak sosial, ekonomi, atau politik yang signifikan. Selain itu, karya tersebut harus dipamerkan dalam pameran resmi yang dikurasi. Dengan demikian, regulasi ini membuka peluang lebih luas bagi dosen yang berkecimpung dalam bidang seni dan kreativitas untuk memperoleh pengakuan akademik yang setara dengan publikasi ilmiah.

Dengan diberlakukannya Kepmen ini, pemerintah berharap agar proses pengembangan dan pembinaan karier dosen menjadi lebih efektif dan transparan. Djoko Santoso menegaskan bahwa regulasi ini dirancang untuk meningkatkan mutu layanan pembinaan karier dosen dan pada akhirnya, berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.

“Harapan kita semua, regulasi ini dapat memberikan kepastian bagi dosen dalam mengembangkan karier serta mendorong untuk terus berkontribusi dalam dunia akademik dengan standar yang lebih tinggi,” pungkasnya.

Acara penyamaan persepsi ini menjadi langkah strategis dalam memastikan semua pihak memahami dan menerapkan regulasi baru dengan baik. Dengan begitu, dosen sebagai pilar utama pendidikan tinggi dapat berkembang secara profesional dalam ekosistem yang lebih adaptif, inovatif, dan kondusif.

Untidar Sukses Selenggarakan Grand Final National Tidar Debating Competition (NTDC) Tahun 2025.

Universitas Tidar menyelenggarakan Grand Final National Tidar Debating Competition (NTDC) 2025, Selasa (11/3).

NTDC merupakan sebuah ajang debat tingkat nasional yang menghadirkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia diantaranya Universitas Ciputra, Universitas Pendidikan Indonesia, UIN Sunan Kalijaga, Universitas Kristen Petra, Universitas Presiden, serta Universitas Tidar.

Kompetisi yang berlangsung di Gedung Kuliah Umum (GKU) dr.H.R. Suparsono ini mengusung tema “Supersemar dan Tantangan Demokrasi di Era Digital” yang membahas relevansi sejarah dalam dinamika demokrasi di masa kini.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd. menegaskan komitmen Untidar dalam mendukung kegiatan akademik berbasis kompetisi.

“Ini adalah kompetisi debat tingkat nasional pertama yang diselenggarakan di Untidar. Kami berharap acara ini dapat menjadi agenda rutin dan terus berkembang. Untidar juga akan meningkatkan kualitas kelompok debat mahasiswa dan menyelenggarakan berbagai kompetisi lainnya, khususnya di bidang kebudayaan dan kewirausahaan tingkat nasional sebagai perwujudan dari visi misi kampus ini,” ujar Prof. Parmin.

Hasil akhir dari kompetisi NTDC kategori debat bahasa Inggris, Juara 1 dan Juara 2 oleh Tim Perdaddy dan Tim Rica-Rica dari Universitas Presiden, Juara 3 diraih oleh Tim UKP Steffi Audie dari Universitas Kristen Petra, dan Juara 4 oleh Tim Clovers dari Untidar.

Selanjutnya, kategori debat bahasa Indonesia diraih oleh Juara 1 oleh Tim Mau Main dari Universitas Ciputra, Juara 2 oleh Tim Kaldecocak dari UIN Yogyakarta, Juara 3 oleh Tim Rawrawr dari Universitas Pendidikan Indonesia, dan Juara 4 oleh Tim #Sukinanda dari Untidar.

Dengan semangat kompetitif dan intelektual yang tinggi, Grand Final NTDC 2025 diharapkan tidak hanya menghasilkan pemenang, tetapi juga melahirkan generasi muda yang kritis, berintegritas, dan mampu berkontribusi dalam membangun demokrasi di era digital.

Penulis: Ruth Erica Margaret

Editor: Dewi Puji Lestari

 

 

Temui Adaksi, Kemdiktisaintek Pastikan Pencairan Tukin 2025

Jakarta, Selasa (11/3) – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) berkomitmen Tunjangan Kinerja (Tukin) 2025 bagi dosen akan dicairkan.

Kemdiktisaintek telah mengajukan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) untuk pencairan Tukin dosen tahun 2025. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, dalam pertemuan dengan Aliansi Dosen ASN Kemdiktisaintek (Adaksi) menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah melalui berbagai pertimbangan dan diskusi lintas kementerian.

“Kami memahami betapa pentingnya Tukin bagi dosen sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam dunia pendidikan,” ungkap Menteri Brian.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Brian juga menyampaikan rasa terima kasih kepada teman-teman Adaksi yang telah memberikan banyak masukan terkait pengelolaan perguruan tinggi.

“Kami sangat menghargai masukan dari teman-teman Adaksi, terutama mengenai aspek-aspek penting seperti kepangkatan, penelitian, dan Tukin,” ujar Menteri Brian.

Kepastian pencairan Tukin ini diharapkan dapat memberikan motivasi tambahan bagi dosen untuk terus meningkatkan kualitas pengajaran dan penelitian.

“Kami berharap setelah ABT dibuka, proses pencairan ini dapat segera dilakukan. Tentu saja, kami perlu melakukan sinkronisasi dengan beberapa kementerian terkait untuk urusan birokrasi. Namun, yang pasti, pencairan untuk tahun 2025 sudah ditetapkan,” tambah Menteri Brian.

Mendiktisaintek juga menekankan pentingnya pertemuan rutin untuk mendengarkan masukan dari dosen dan Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Ke depan, kami berharap dapat bertemu secara rutin. Masukan dari dosen dan ASN sangat berharga bagi kami untuk melakukan perbaikan,” harap Menteri Brian.

Kepastian pencairan Tukin ini disambut baik oleh para dosen yang hadir dalam pertemuan tersebut. Mereka mengapresiasi langkah Kemdiktisaintek dalam memberikan perhatian terhadap kesejahteraan dosen.

Dengan kepastian ini, diharapkan para dosen dapat terus berkontribusi dalam menciptakan generasi penerus yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan global. Kemdiktisaintek berkomitmen untuk terus mendengarkan masukan dari para dosen dan pimpinan perguruan tinggi dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.