Audiensi Mendiktisaintek dengan Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Jawa Tengah

Semarang, 22 Februari 2025 — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, didampingi Dirjen Dikti Khairul Munadi dan Plt. Kepala LLDIKTI Wilayah VI Bhimo Widyo Andoko, menghadiri audiensi di Universitas Dian Nuswantoro bersama pimpinan PTN dan PTS se-Jawa Tengah.

“Bapak Ibu pimpinan PTN dan PTS adalah garda terdepan Mendiktisaintek. Saya berterima kasih kepada guru dan dosen karena masa depan Indonesia ada di kita semua,” ujar Mendiktisaintek Brian.

Ia menekankan pentingnya pertumbuhan industri berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mewujudkan cita-cita Presiden membawa Indonesia sejajar dengan negara maju, dan lepas dari jebakan middle income trap. Industri berbasis teknologi dan ilmu pengetahuan bertumpu pada SDM yang kuat, riset, dan inovasi unggul. “Di sinilah peran universitas dalam melahirkan SDM unggul serta mendorong riset dan inovasi,” paparnya.

Mendiktisaintek mengajak perguruan tinggi bersemangat dalam membangun SDM unggul melalui sains, teknologi, dan inovasi. “Saya ingin mendengar lebih banyak masukan dan bekerja sama memajukan pendidikan tinggi,” imbuhnya.

Terkait alokasi anggaran yang lebih efektif, Mendiktisaintek siap menerima masukan. Mengenai pendanaan riset PTS, ia berencana berdiskusi dengan industri untuk mendorong investasi riset.

Ia juga mencanangkan sistem informasi peralatan laboratorium untuk mempermudah kerja sama perguruan tinggi dalam riset. Selain itu, ia menekankan karakter mahasiswa adalah pilar penting dalam mencetak SDM unggul, sehingga perlu ada kedekatan dosen, pimpinan perguruan tinggi, dan mahasiswa. “Mahasiswa adalah aset bangsa. Oleh karena itu, perlu kesabaran dan konsistensi dalam membina mereka agar memiliki karakter pembelajar sepanjang hayat, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi masa depan, dan mampu bersaing dengan bangsa lain,” ujarnya.

Dirjen Dikti Khairul Munadi menegaskan Kementerian dan perguruan tinggi harus terus memantapkan penyelenggaraan pendidikan. “Beasiswa dan KIP tetap berjalan meski ada optimalisasi. Perguruan tinggi diharapkan lebih berkontribusi pada dunia industri,” ujarnya.

Mendiktisaintek menutup dengan pesan, “Saya titip mahasiswa. Bina mereka dan berikan ilmu terbaik untuk masa depan mereka.”

Pendaftaran SNBP 2025 Ditutup, 8443 Pendaftar Siap Bersaing Masuk ke Untidar

 

Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2025 mengumumkan pendaftaran Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) telah resmi ditutup pada Selasa, 18 Februari 2025 pukul 15.00 Wib.

“Dari 776.515 siswa yang telah melakukan finalisasi pendaftaran, sebanyak 8.443 pendaftar tercatat mendaftar SNBP di Universitas Tidar. Jumlah ini naik 404 pendaftar atau 4,8 % dibandingkan tahun lalu yaitu 8.039 pendaftar,” tutur Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama, Prof. Dr. Ir. Suyitno, S.T., M.Sc., IPM., saat ditemui Kamis (20/02).

Peningkatan jumlah ini diharapkan sebanding dengan peningkatan peminat untuk berkuliah di Untidar dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Untidar menyediakan kesempatan atau daya tampung jalur SNBP sebanyak 1.027 calon mahasiswa. Jumlah ini terbagi dalam 24 program Sarjana (S1) yaitu, 2 program Diploma Tiga (D3) dan 2 program Sarjana Terapan (D4).

Sebagaimana tahun 2024, siswa dapat memilih 1 atau 2 prodi pada SNBP tahun 2025 ini. Ketentuan pemilihan prodi yaitu jika memilih satu program studi, siswa dapat memilih PTN yang berada di provinsi mana pun. Atau jika memilih dua program studi, salah satu program studi harus berada di PTN pada provinsi yang sama dengan SMA/MA/SMK asalnya.

Jumlah pendaftar SNBP di Untidar untuk pilihan 1 sebanyak 3.979 pendaftar dan untuk pilihan ke 6.752 pendaftar.

Pada tahapan SNBP berikutnya, Panitia SNPMB 2025 akan memberikan data berdasarkan pilihan prodi ke masing-masing PTN, untuk kemudian dilakukan seleksi oleh PTN berdasarkan kriteria yang ditetapkan. Selanjutnya, hasil SNBP akan diumumkan pada 18 Maret 2025.

Penulis dan Editor : Humas Untidar

 

Kemdiktisaintek Selenggarakan Serah Terima Jabatan dan Pisah Sambut Mendiktisaintek

Jakarta – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melaksanakan acara Serah Terima Jabatan dan Pisah Sambut  Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) dari Prof. Ir. Satryo Soemantri Brodjonegoro, M.Sc., Ph.D kepada Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D, Rabu (19/2).

Pada kesempatan tersebut, Mendiktisaintek sebelumnya Satryo Soemantri Brodjonegoro menilai, sosok Mendiktisaintek Brian Yulianto merupakan sosok yang memiliki kompetensi tepat untuk memimpin Kemdiktisaintek dalam mencapai tujuan Asta Cita pemerintah.

“Beliau merupakan sosok yang memiliki kompetensi tinggi. Sosok yang mampu memimpin Kemdiktisaintek untuk mencapai tujuan Asta Cita pemerintah,” ujar Satryo.

Sementara itu, Mendiktisaintek Brian Yulianto mengapresiasi kinerja dan dedikasi Satryo saat menjabat Mendiktisaintek. Brian berharap Kemdiktisaintek di bawah kepemimpinannya dapat menjalankan tugas dan amanah sesuai dengan tujuan Asta Cita pemerintah.

“Saya berharap kita semua bekerjasama, saling bahu-membahu. Semoga kita bisa memegang amanah mencapai tujuan Asta Cita pemerintah,” ujar Mendiktisaintek Brian Yulianto.

Brian Yulianto juga menjelaskan akan segera melakukan konsolidasi internal. Beliau memandang Kemdiktisaintek memiliki peranan yang penting untuk mendukung pelaksanaan  program-program strategis pemerintah.

Serah terima jabatan dan pisah sambut Mendiktisaintek di Graha Diktisaintek ini dihadiri para Wakil Menteri Diktisaintek, pejabat eselon I, pejabat eselon II, jajaran pegawai Kemdiktisaintek, dan tamu undangan.

Program Beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) Tetap Berjalan Tanpa Pengurangan Anggaran

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperoleh penegasan dari Komisi X DPR saat rapat kerja tanggal 12 Februari 2025 bahwa belanja pegawai dan belanja sosial serta layanan publik yang berdampak langsung ke masyarakat tidak terdampak program efisiensi anggaran belanja negara. Belanja sosial seperti Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K), Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI), beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (Adik), beasiswa Kerja Sama Negara Berkembang (KNB), serta beasiswa dosen dan tenaga kependidikan akan dilaksanakan sesuai dengan alokasi pagu anggaran yang telah ditetapkan antara DPR, Kementerian Keuangan, Kemdiktisaintek.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang didampingi oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa beasiswa dan tunjangan kinerja merupakan belanja yang tidak mengalami program efisiensi saat konferensi pers di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Februari 2025. Biaya pendidikan bukan termasuk dari pos-pos yang terkena imbas kebijakan pemangkasan anggaran oleh pemerintah.  Sementara bantuan operasional PTN memungkinkan dilakukan efisiensi pada kegiatan yang masih dapat dilakukan upaya efisiensi. Sri Mulyani memberikan amaran agar kampus tidak menaikkan uang kuliah tunggal (UKT).

Terkait dengan Kartu Indonesia Pintar Kuliah, tidak ada pemotongan alokasi anggaran. Alokasi anggaran pada 2025 sebesar 14.698.000.000.000 rupiah untuk 1.040.192 mahasiswa penerima manfaat KIP-K. Untuk itu, seluruh mahasiswa yang telah dan sedang menerima KIP-K dapat meneruskan program belajar seperti biasanya.

Terkait dengan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), perguruan tinggi akan terdampak pada item-item belanja sesuai dengan kriteria aktivitas yang telah ditetapkan antara lain perjalanan dinas, seminar, ATK, peringatan dan perayaan, serta kegiatan seremonial lainnya. Langkah efisiensi ini tidak boleh mempengaruhi keputusan perguruan tinggi dalam peningkatan Uang Kuliah Tunggal (UKT) tahun 2025.

Selanjutnya, tunjangan kinerja akan diberikan kepada dosen yang di PTN BLU yang belum menerapkan remunerasi bersama-sama dengan dosen yang ada di PTN Satker di lingkungan Kemendikti Saintek, dan dosen PNS Lembaga Layanan Dikti atau LL Dikti. Pemberian tunjanan kinerja ini menunjukkan prioritas terhadap dosen yang paling membutuhkan dalam peningkatan kinerja mereka. Saat ini sedang dilakukan proses finalisasi Perpres yang akan diselesaikan dalam waktu dekat.

Kemdiktisaintek bersama kementerian dan lembaga terkait saat ini terus melakukan pemantauan dan evaluasi berkala terhadap langkah-langkah efisiensi belanja sehingga berdampak positif pada implementasi program layanan langsung ke masyarakat.

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kolaborasi Pendidikan Tinggi dan Riset untuk Hadapi Dinamika Global

Jakarta – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan komitmennya untuk mempererat kerja sama bilateral dalam pengembangan inovasi teknologi, riset, dan pendidikan tinggi dalam acara malam silaturahmi yang dihadiri oleh pejabat, akademisi, dan mitra strategis dari Indonesia dan Tiongkok, Senin (17/2) malam.

Acara ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi kedua negara di tengah tantangan dan peluang dinamika global.

Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro menyatakan bahwa pemerintah Indonesia berfokus pada penguatan riset di perguruan tinggi, dengan Tiongkok sebagai mitra kunci. “Tiongkok memiliki keunggulan dalam pengembangan riset yang dapat berdampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi kedua negara. Kolaborasi ini sejalan dengan arahan Presiden RI untuk meningkatkan kualitas SDM dan kontribusi pendidikan tinggi dalam agenda ekonomi nasional,” ujarnya.

Hingga 2024, tercatat 761 naskah kerja sama telah terjalin antara perguruan tinggi kedua negara, mencakup pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian bersama, pengembangan kurikulum, serta pelatihan. Salah satu program kerja sama antara China, KemenkoPMK dan Vokasi adalah “1+10+100+1000” yang meliputi pembukaan jurusan teknologi kendaraan energi baru, kompetisi keterampilan profesional, pelatihan teknis, dan pemberian 1.000 beasiswa bagi mahasiswa Indonesia.

Turut hadir Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan bahwa Presiden Indonesia menegaskan komitmen untuk terus memperkuat kemitraan strategis dengan Tiongkok, menyoroti potensi besar kedua negara sebagai pemilik pasar yang luas serta keberhasilan kerja sama di bidang infrastruktur, perdagangan, dan pendidikan.

“Hubungan Indonesia dan Tiongkok memiliki peran krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan stabilitas kawasan. Kedua negara tidak hanya memiliki pasar besar, tetapi juga komitmen untuk menciptakan sumber daya manusia unggul yang berdaya saing global,” pungkasnya.

Di tengah dinamika politik internasional, Indonesia dan Tiongkok berkomitmen untuk mengedepankan semangat saling memahami dan kerja sama mutualisme. “Era kemajuan teknologi membuka peluang tak terbatas. Dengan kolaborasi komprehensif, kita bisa memanfaatkan potensi ini untuk kemajuan bersama,” tambahnya.

Dengan langkah strategis ini Mendiktisaintek Satryo berharap kerja sama kedua negara akan terus berkembang melalui kemitraan yang saling menguntungkan. Menghadirkan komitmen terbaik untuk pengembangan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi, demi dampak nyata bagi kedua negara serta menjadi investasi jangka panjang untuk stabilitas ekonomi dan kemajuan global.

Mendikti Saintek Pastikan Semua Perguruan Tinggi akan Miliki Satgas PPKS

Jakarta – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro menegaskan, semua perguruan tinggi yang berada di bawah kewenangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dipastikan akan memiliki satuan tugas (satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS). Tidak hanya itu, Menteri Satryo memastikan Permendikbudristek Nomor 55 tahun 2024 yang sudah dirilis tahun lalu, terus dikawal untuk dijalankan dengan baik, Senin (17/2).

“Semua kampus harus memiliki satgas PPKS yang mumpuni. Kemendiktisaintek akan menjadi motor penggerak, sehingga ke depannya nanti pejabat yang dilantik wajib anti-korupsi, anti-narkoba, dan anti kekerasan seksual,” ungkap Menteri Satryo saat menerima tim Komisi Nasional (Komnas) Perempuan.

Sementara itu Ketua Komnas Perempuan Andy Yentriyani berharap Kemdiktisaintek di bawah kepemimpinan Menteri Satryo berkenan memulai perubahan paradigma bahwa kampus yang berani melakukan pencegahan atas kekerasan seksual adalah kampus yang keren.

“Selama ini kampus merasa malu kalau ada peristiwa kekerasan seksual di kampusnya. Kami berharap Pak Menteri berkenan mengubah paradigma ini. Kampus yang keren adalah mampu yang mencegah terjadinya perundungan, diskriminasi dan kekerasan seksual di kampusnya,” kata Andy Yentriyani.

Permendikbud Nomor 55 Tahun 2024 adalah peraturan yang disusun tahun lalu, pada saat Kemdiktisaintek masih menyatu dengan Kemendikdasmen dan Kementerian Kebudayaan dengan nomenkelatur Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Peraturan ini mengatur mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi. Ada pun sasarannya di antaranya warga kampus, pemimpin perguruan tinggi, dan mitra perguruan tinggi.

Pada kesempatan serupa Wakil Menteri Kemdiktisaintek, Fauzan menyampaikan pencegahan kekerasan seksual diawali dengan sosialisasi di kampus-kampus, dan sanksi bagi pelaku kekerasan seksual.

“Pelaku kekerasan seksual kami samakan dengan pelaku tindak kriminal. Sanksi berikutnya adalah kami panggil orangtua pelaku, kemudian pelaku dipulangkan dan jangan kuliah lagi,” demikian tegas Fauzan.

Turut hadir dalam pertemuan ini Dirjen Pendidikan Tinggi Khairul Munadi, Komisioner Komnas Perempuan, serta Staf Khusus Menteri Ellen Kumaat dan Sri Hartati.

Dalam kesempatannya Komnas Perempuan juga menyampaikan pihaknya sedang membangun Center of Peace dan bekerja sama dengan Universitas Pattimura. Gagasan pembangunan Center of Peace tersebut berawal dari kegelisahan para pihak dalam upaya merawat perdamaian yang berkelanjutan.

“Kemdiktisaintek pasti mendukung langkah-langkah Komnas Perempuan. Saya berharap kerja sama kita bisa berdampak bagi seluruh masyarakat, dengan kita awali melalui Perguruan Tinggi,” pungkas Menteri Satryo.

Wamendiktisaintek Sampaikan Pandangan Terkait Artificial Intelligence di Sekretariat ASEAN

Jakarta – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menyampaikan pandangannya menyikapi maraknya perkembangan Artificial Intelligence khususnya di wilayah Asia Tenggara. Hal ini disampaikan Wamen Stella saat menghadiri kegiatan 1st Regional Policy Convening of AI Ready ASEAN yang mengusung tema Fostering the Opportunities of Safe, Secure and Trustworthy AI in the Region yang digelar di Hall Nusantara, Sekretariat ASEAN, Rabu (12/2).

Dalam sambutannya, Wamen Stella mendorong negara-negara ASEAN bijak dalam menyikapi maraknya perkembangan Artificial Intelligence. Menurut Wamen Stella, ASEAN sebaiknya mendesain kebijakan pendidikan yang menciptakan aspek kesiapan dan tanggung jawab (readiness and responsibility) dalam penggunaan Artificial Intelligence.

“Menyikapi perkembangan Artificial Intelligence, ASEAN perlu mendesain suatu kebijakan pendidikan yang terkait aspek kesiapan dan tanggung jawab dalam implementasi Artificial Intelligence,” ujar Wamen Stella.

Lebih lanjut Wamen Stella menjelaskan bahwa poin terpenting untuk membentuk aspek kesiapan dan tanggung jawab adalah literasi. Literasi dalam hal ini tidak hanya berarti seseorang mengetahui keberadaan AI semata, namun juga mencakup tiga hal antara lain mampu untuk menilai apakah suatu masalah dapat dipecahkan dengan AI atau harus dengan campur tangan manusia, menjelaskan dengan jelas mengapa AI tidak bisa digunakan untuk pemecahan masalah-masalah tertentu, dan bagaimana membuat rencana tertentu yang menggabungkan aspek AI dan manusia untuk memecahkan masalah.

“Pertama, seseorang yang siap akan AI harus menilai masalah seperti apa yang bisa dipecahkan secara tepat menggunakan AI atau masalah mana yang harus menggunakan input dari manusia. Kedua, orang dengan literasi AI harus mampu menjelaskan secara jelas mengapa AI tidak dapat digunakan untuk memecahkan masalah-masalah tertentu. Ketiga, dirinya mampu membuat rencana tertentu yang menggabungkan aspek AI dan manusia untuk memecahkan masalah,”  ujar Wamen Stella.

Penutup, Wamen Stella menyatakan bahwa Kemdiktisaintek mendukung berbagai inisiasi program yang dilakukan oleh ASEAN Foundation melalui AI Ready ASEAN ini. Wamen Stella berharap, dengan penggunaan AI secara massif dan bertanggung jawab di Indonesia mampu meningkatkan kemampuan civitas akademika dalam pendidikan tinggi Indonesia, serta membantu mempersiapkan talenta-talenta muda Indonesia, terutama di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) agar dapat lebih bersaing di masa depan.

1st Regional Policy Convening of AI Ready ASEAN merupakan acara tempat bergabungnya para pemangku kebijakan di wilayah ASEAN, termasuk pembuat kebijakan, praktisi AI (Artificial Intellegence/Kecerdasan Buatan), implementor di tingkat lokal, serta para perwakilan dari negara-negara anggota ASEAN.

AI Ready ASEAN sendiri merupakan program tiga tahun yang didukung oleh Google.org yang bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan kaum muda, pendidik, dan orang tua dalam mempromosikan penggunaan AI yang bertanggung jawab. Program ini mencakup kampanye regional untuk menyoroti AI sebagai keterampilan yang penting untuk menyambut masa depan, dengan tujuan untuk meningkatkan literasi dasar terkait AI di kalangan yang lebih luas.

AI Ready ASEAN sendiri merupakan program tiga tahun yang didukung oleh Google.org yang bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan kaum muda, pendidik, dan orang tua dalam mempromosikan penggunaan AI yang bertanggung jawab. Program ini mencakup kampanye regional untuk menyoroti AI sebagai keterampilan yang penting untuk menyambut masa depan, dengan tujuan untuk meningkatkan literasi dasar terkait AI di kalangan yang lebih luas.

Untuk mencapai tujuan tersebut, AI Ready ASEAN berfokus pada lima kegiatan utama: peningkatan kapasitas para pelatih, pelatihan secara mendalam, melakukan kampanye regional AI Ready ASEAN, melaksanakan pertemuan di tingkat nasional dan regional, serta melaksanakan penelitian berskala regional tentang AI. Kegiatan-kegiatan tersebut saat ini sedang berjalan, dengan platform e-learning sebagai langkah penting untuk memastikan keberlanjutan dan aksesibilitas literasi AI untuk semua warga negara ASEAN.

Melalui kegiatan-kegiatan ini, ASEAN Foundation mengharapkan setidaknya 5.500.000 anak muda, pendidik, dan orang tua mengetahui dan mengenal AI dan 800.000 orang mampu memperdayakan AI dengan pelatihan tingkat lanjut.

Pada kesempatan tersebut hadir pula Putri Alam, Direktur Hubungan Pemerintah dan Kebijakan Publik (Director of Government Affairs and Public Policy) Google Indonesia,  Bovonethat Douangchak selaku Ketua Dewan Pengawas ASEAN Foundation, dan Piti Srisangnam sebagai Executive Director ASEAN Foundation.

Mendiktisaintek Dukung Keterbukaan Publik di Lingkup Kementerian/Lembaga Serta Perguruan Tinggi

Jakarta – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro memastikan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mendukung penuh keterbukaan informasi publik di lingkup Kementerian dan Lembaga (K/L) serta di perguruan tinggi.

Dukungan tersebut disampaikan Menteri Satryo ketika menerima Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP) Donny Yoesgiantoro hari ini Rabu (12/2). Ketua KIP Donny menyatakan telah mengirimkan surat ke berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) untuk mendapatkan berbagai konfirmasi.

“Bisa tolong dicek kembali surat yang sudah dikirim apakah memang sudah diterima. Kalau belum ada respons, dapat informasikan ke kami, segera kami tindaklanjuti,” kata Menteri Satryo.

Pada kesempatan yang sama Ketua Komite Informasi Publik (KIP) Donny Yoesgiantoro menjelaskan masih ada lembaga, termasuk perguruan tinggi yang belum memenuhi standar keterbukaan informasi publik. “Setelah bertemu dengan Menteri Satryo, besar harapan kami keterbukaan informasi ini sudah bisa kita bereskan,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut Menteri Satryo memastikan akan menindaklanjuti apa saja yang menjadi tugas dan fungsi KIP. “Kementerian senang bekerja sama untuk mendukung target KIP. Bagian yang menjadi tugas kami nantinya akan kami penuhi,” pungkas Menteri Satryo.

Terima Laporan BKN, Mendiktisaintek: ASN Yang Tugas Belajar Bisa Tetap Naik Pangkat

Jakarta – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro, menerima laporan dari Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN), Zudan Arif Fakrulloh. Selain memaparkan laporannya, Kepala BKN mengharapkan arahan dari Mendiktisaintek terkait kepangkatan ASN yang sedang tugas belajar, Senin (10/02).

Menanggapi laporan Kepala BKN Zudan, Mendiktisaintek menegaskan bahwa yang perlu dipahami ASN adalah ASN bekerja kemudian menyempurnakannya dengan belajar lagi di Kampus.

Dengan adanya nomenklatur baru dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Kepala BKN Zudan juga melaporkan bahwa sampai saat ini sistem untuk kenaikan pangkat dosen tetap dibuka.

“Sistem untuk kenaikan pangkat dosen tidak kami tutup, tetap terbuka melalui Biro SDM kami, sambil menunggu peralihan nomenkelatur Kemdiktisaintek,” ungkap Zudan.

Selanjutnya, Kepala BKN Zudan memberikan usulan kepada Menteri Satryo agar ASN yang melaksanakan izin belajar dapat melakukan kegiatan perkuliahan melalui daring, tidak lagi diwajibkan datang ke Kampus.

“Kekhawatiran kami, kalau para ASN yang izin belajar ini harus ke kampus, justru menjadi penghambat bagi mereka, terutama para ASN yang di kota atau kabupatennya tidak tersedia tempat belajar yang memadai. Tujuannya supaya mereka bisa tetap bekerja sambil belajar, efisiensi waktu, dan mendapatkan ilmu yang optimal,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Mendiktisaintek mempersilakan dan Kemdiktisaintek tidak berkeberatan jika kebijakan tersebut bisa diterapkan oleh perguruan tinggi.

“Untuk ASN izin belajar, kalau ada kampus yang berminat menyediakan kegiatan belajar mengajar melalui daring secara penuh, dipersilakan. Kemdiktisaintek tidak keberatan selama perguruan tingginya bertanggung jawab, bisa mengajar, bisa belajar dan di waktu tertentu bisa menambah pengetahuan lainnya, ini yang terpenting,” tegas Menteri Satryo.

Menutup pertemuan ini, Menteri Satryo merespon terkait kepangkatan ASN. “Seharusnya pegawai yang sedang melakukan tugas belajar ini tetap harus bisa naik pangkat, akan terbuang waktu mereka kalau kenaikan pangkatnya justru terhambat oleh tugas belajar,” pungkasnya.

Sekretaris Eksekutif SNPMB 2025 Ingatkan Sekolah Tertib Isi E-Raport.

Universitas Tidar menggelar kegiatan sosialisasi Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Selasa (11/2) di Gedung Kuliah Umum (GKU) dr.H.R Suparsono.

Kegiatan ini bertujuan menjembatani guru SMA/SMK/MA-sederajat di wilayah Kedu untuk mendapatkan penjelasan langsung terkait Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berbasis Tulis (SNBT) dengan Bekti Cahyo Hidayanto, S.Si., M.Kom.i, Sekretaris Eksekutif SNPMB 2025.

Menyoroti kasus viral beberapa SMA yang belum menyelesaikan pengisian PDSS, Pak Bekti menghimbau para Guru untuk tertib mengisi E-Raport.

”Jika pengisian e-raport siswa dilakukan rutin sejak awal masa sekolah. Akan memudahkan dalam pendaftaran sekolah atau pengisian PDSS pada masa pendaftaran SNBP,” jelasnya.

Jika semua sekolah sudah menerapkan e-raport dengan baik maka kedepannya tidak akan menutup kemungkinan dalam pendaftaran SNBP tidak perlu lagi repot-repot dalam mengisi PDSS.

“Pentingnya melakukan tes buta warna sejak awal. Kesadaran masing-masing pribadi untuk melakukan tes ini untuk menghindari pemindahan program studi setelah diterima, yang dapat menghambat proses pendidikan mereka,” tambahnya.

Selain SNBP, Pak Bekti juga menyarankan untuk memilih lokasi UTBK yang terdekat dekan domisili. Jadi untuk wilayah Kedu bisa melakukan ujian di Panlok Untidar tidak perlu ke Jogja atau Semarang yang lebih jauh jaraknya menimbang tidak ada penambahan atau pengurangan nilai berdasarkan lokasi ujian.

Guru-guru yang hadir pada kesempatan ini mendapat penjelasan tentang jalur seleksi SNPMB mulai dari tahapan pendaftaran dan program studi yang dapat dipilih di Untidar.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc. IPM., dalam sambutannya mengungkapkan visi Untidar ke depan yang mengedepankan kualitas pembelajaran. Beliau juga menyampaikan bahwa selain gedung yang baru di Tuguran dan Sidotopo, terdapat pula pusat  pengembangan Untidar di masa depan akan lebih difokuskan di Sidotopo.

“Namun, tidak hanya gedung yang menjadi perhatian dalam pembangunan, tetapi juga kualitas pembelajaran dan pengajaran yang terus ditingkatkan,” ujar Prof. Suyitno.

Beliau juga berpesan kepada para guru se-Kedu Raya untuk memanfaatkan adanya agenda sosialisasi ini dengan baik untuk dapat memberikan informasi yang tepat kepada siswa mengenai peluang melanjutkan studi, khususnya di Untidar.

“Kami berharap agar banyak siswa SMA/SMK sederajat yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, dan banyak di antaranya memilih Untidar sebagai tempat untuk mengembangkan diri,” lanjutnya.

Selain materi terkait SNBP dan SNBT, peserta kegiatan yaitu 250 guru yang berasal dari Kabupaten Magelang, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, dan Temanggung, serta Kota Magelang terdiri dari Guru BK, Waka Kesiswaan dan operator PDSS sekolah. Peserta kegiatan juga mendapatkan penyampaian materi tentang Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) di Untidar.

Kepala Bagian Akademik, Wahyu Andriyanto. S.A.P menjelaskan detail mulai dari sejarah singkat Untidar, program studi, jalur seleksi serta biaya kuliah.

Sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen Untidar untuk mendekatkan diri dengan masyarakat dan meningkatkan pemahaman mengenai jalur seleksi penerimaan mahasiswa baru. Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru yang berada di kawasan se-Kedu Raya dapat lebih efektif membimbing siswa-siswanya dalam memilih jalur pendidikan yang sesuai dengan minat dan potensi mereka.

Penulis : Ruth Erica Margaret dan Dewi Puji Lestari

Editor : Humas Untidar