Kemdiktisaintek Luncurkan Program Akselerasi Pengakuan Tugas Belajar untuk PNS

Jakarta–Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi mengeluarkan Keputusan Menteri tentang Pedoman Akselerasi Penetapan Pengakuan Tugas Belajar bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada 17 April 2025.

Kebijakan ini bertujuan mempercepat proses administratif pengakuan tugas belajar bagi PNS yang telah menyelesaikan pendidikan lanjutan namun belum mendapatkan persetujuan formal sebelumnya.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan bahwa inisiatif ini hadir sebagai bentuk perhatian terhadap pengembangan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Kemdiktisaintek yang telah menempuh studi secara mandiri (23/4).

“Kami ingin memberikan kejelasan status dan pengakuan resmi bagi para PNS yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi tanpa melewati prosedur tugas belajar sebelumnya,” ujar Menteri Brian.

Bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang ingin mengikuti program akselerasi pengakuan tugas belajar, berikut beberapa pokok kebijakan yang melandasi program ini :

* Program ini berlaku bagi PNS yang telah menyelesaikan pendidikan sampai dengan tanggal 31 Desember 2024.

* Pendidikan yang diakui harus ditempuh pada program studi terakreditasi atau yang memiliki izin resmi dari kementerian bagi lulusan dalam dan luar negeri.

* Permohonan pengakuan dapat diajukan mulai tanggal 23 April hingga 6 September 2025 secara daring melalui laman http://tubel.kemdiktisaintek.go.id/

* Verifikasi dan validasi dokumen akan dilakukan hingga 31 Desember 2025 oleh Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia.

* Surat keputusan pengakuan tugas belajar akan diterbitkan secara bertahap setelah proses verifikasi selesai.

Selain itu, pegawai dapat mengajukan usul secara individu. Beberapa syarat administratif yang perlu dilengkapi, antara lain: ijazah pendidikan terakhir, surat rekomendasi dari pimpinan unit utama atau LLDikti/Perguruan Tinggi Negeri, salinan dokumen kepegawaian, surat hasil penerimaan dari Lembaga Pendidikan tempat studi (letter of acceptance), serta surat pernyataan tanggung jawab bermeterai. Hal ini diatur dalam Lampiran II Kepmen Nomor 100/M/KEP/2025 tentang Pedoman Akselerasi Penetapan Pengakuan Tugas Belajar bagi Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Apabila ditemui pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh PNS yang mengikuti program ini, maka proses akan diberhentikan sementara hingga ada hasil tindak lanjut pemberian hukuman disiplin. Sehingga, untuk menghindari tantangan yang muncul dalam program ini dan menjamin efektivitas pelaksanaannya, Kemdiktisaintek akan melakukan monitoring setiap bulan dan evaluasi terhadap program akselerasi pengakuan tugas belajar ini secara menyeluruh.

Dengan adanya kebijakan ini, Kemdiktisaintek berharap dapat mendorong motivasi belajar yang lebih tinggi di kalangan aparatur sipil negara serta memperkuat sinergi pengembangan SDM dengan kebutuhan institusional kementerian.

Untuk informasi lebih lanjut, PNS dapat menghubungi ULT Kemdiktisaintek.

Pererat Silaturahmi, Dharma Wanita Persatuan Untidar Selenggarakan Halal Bi Halal

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Tidar selenggarakan kegiatan Halal Bi Halal yang dirangkai dengan peringatan Hari Kartini dan Rapat Kerja di Gedung Dr. H.R. Suparsono pada Jumat (25/4). Adanya kegiatan ini sebagai wadah untuk mempererat silaturahmi dan saling memaafkan di hari suci, serta menguatkan semangat perjuangan RA Kartini dalam kehidupan modern perempuan masa kini.

Kegiatan dimulai dengan pembacaan doa dan sari tilawah, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Plt. Wakil Rektor Bidang Perencanaan Keuangan dan Umum, Dr. Astuty, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan tiga agenda penting, yaitu halal bi halal, rapat kerja, dan peringatan Hari Kartini.

“Semoga kita dapat mewarisi semangat perjuangan RA Kartini untuk memberikan pelayanan terbaik, mengangkat derajat  wanita dan mengedepankan ketulusan serta kasih sayang dalam keluarga maupun di lingkungan kerja masing-masing. Melalui kegiatan ini, memajukan Untidar bersama-sama agar menjadi setara dengan universitas BLU lainnya,” ungkap Ibu Astuty.

Dalam kesempatan ini, Ketua DWP Untidar, Ibu Sri Tuwasti menyampaikan bahwa berkat perjuangan dan semangat RA Kartini menjadi inspirasi wanita Indonesia untuk terus berkarya dan menempuh pendidikan tinggi. Beliau juga memaparkan beberapa agenda DWP untuk satu bulan kedepan yang terdiri dari berbagai bidang. 

Sebagai inti kegiatan, acara ini juga menghadirkan narasumber Fuzna Marzuqoh, S.H., M.M., dengan membawakan materi Menguatkan Karakter Perempuan dalam Parenting, Karier, dan Kehidupan Sosial. Dalam paparan materinya, Fuzna menekankan pentingnya nilai-nilai loving kindness, hadir penuh, dan sadar penuh dalam peran perempuan di lini kehidupan.

“Anak-anak belajar melalui apa yang mereka lihat. Penting bagi orang tua untuk hadir secara penuh dalam memberikan keteladanan, serta menciptakan lingkungan kasih sayang,” ungkapnya.

Dengan semangat kebersamaan nilai-nilai perjuangan Kartini, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong para anggota untuk semakin aktif dan inspiratif, serta berdampak bagi lingkungan keluarga, sosial, maupun masyarakat.

Penulis : Dewi, Aret

Pusat Studi Politik dan Kajian Internasional Untidar : Manuver Trump Perlu Disikapi dengan Kerjasama Alternatif dan Penguatan Tata Kelola Ekonomi-Politik

Pusat Studi Politik dan Kajian Internasional atau Centre of Politics and International Studies (POLIS) Universitas Tidar menggelar DIKSHI (Diskusi Seputar Hubungan Internasional) seri ke-7, Kamis (24/04). Diskusi kali ini membahas mengenai efek lanjutan dari kebijakan ekonomi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

DIKSHI kali ini mengundang dua pemantik diskusi yaitu Dr. Phil. Arif Budy Pratama, M.P.A., peneliti di Pusat Studi Smart and Sustainable Cities (SSC) sekaligus dosen Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipo) yang baru saja menyelesaikan postdoktoralnya di Harvard University.

Kedua Pemantik DIKSHI #7, Dr. Phil. Arif Budy Pratama, M.P.A., dan Bonifasius Endo Gauh Perdana, S.S., M.A.,.

Sebagai pemantik pertama melihat terpilihnya Trump berpotensi berdampak pada berkurangnya bantuan luar negeri. Menurutnya, program-program pembangunan untuk berbagai negara melalui kerangka USAID rawan dihentikan.

“Akibatnya, keberlanjutan bantuan kesehatan, sanitasi, dan pendidikan, termasuk beasiswa riset dan studi di AS diragukan. Hal ini wajar karena secara psikologis, preferensi Trump terhadap pengembangan dunia pendidikan kurang,” tutur Dr. Arif.

Menariknya, pendidikan di AS sebenarnya sudah menjadi bisnis. Namun, karena preferensi pribadi Trump, potensi pendapatan dari “bisnis” pendidikan dihalangi, salah satunya mempersulit aplikasi visa bagi calon mahasiswa luar negeri.

Alasan lain manuver Trump ada ialah untuk mengambil hati orang-orang AS yang terpinggirkan akibat imigran. Caranya, Trump memangkas anggaran yang menurutnya kurang berpihak pada warga AS terpinggirkan.

“Untuk Indonesia, saya mengusulkan agar pemerintah mulai mencari alternatif untuk melanjutkan program pembangunan untuk mengatasi, seperti menginisiasi kerjasama dengan negara kuat lain,” tambahnya.

Pemantik kedua, Bonifasius Endo Gauh Perdana, S.S., M.A., peneliti POLIS dan dosen Fispol Untidar yang berlatar belakang studi hubungan internasional, berangkat dari pertanyaan “bisakah AS berdiri sendiri tanpa memedulikan negara lain?”.

“Saya melihat peluang AS untuk tidak acuh pada negara lain relatif kecil lantaran hubungan saling ketergantungan antarnegara dalam wujud rantai pasok komoditas. Dia mencontohkan bahwa barang berlabel made in China, misalnya, tidak selalu murni dibuat oleh China. Bisa saja, bahan baku maupun aksesoris barang tersebut berasal bukan dari China,” papar Endo.

Trump yang dibingkai sebagai pembebas bagi warga AS dari ancaman kedaulatan negara. Namun, pemahaman Trump ini, menurut Endo, adalah ilusi. Perdagangan perlu dilihat dari kacamata multi-level (lokal/daerah, nasional, dan internasional). Meski rentan terhadap ketergantungan, AS masih punya daya tawar karena korporasi AS menguasai hulu dalam bisnis, seperti riset, inovasi, dan merek.

“Untuk memperlancar negosiasi dan menguntungkan kepentingan nasional, Endo mendorong Indonesia untuk memilih teknik negosiasi dengan Trump. Opsinya apakah Indonesia akan mengonfrontasi seperti China, berbicara di balik layar, berkoalisi dengan negara lain, atau memperkuat hulu dalam rantai bisnis,” pungkasnya.

Suasana diskusi berlangsung cair. Pemantik dan Peserta Bertukar Berpendapat.

Wijoseno Cahyo Atmojo, Mahasiswa S1 Ilmu Administrasi Negara yang menjadi salah satu peserta diskusi mengapresiasi forum diskusi yang diadakan oleh Pusat Studi Politik dan Kajian Internasional Untidar ini.

“Dikshi mewadahi kita dimana berkumpul dengan orang-orang progresif, pemikiran yang kritis serta mendapatkan pengalaman berdasarkan bukti ilmiah terkini mengenai situasi dunia internasional saat ini dan relevansi nya dengan keadaan politik bangsa,” tuturnya.

Menurutnya kebijakan Trump merupakan ambisi dari Trump itu sendiri. Mengingat janji kampanye dari Trump ketika menyalonkan diri menjadi presiden yaitu membuat Amerika menjadi superpower.

“Namun, keinginan Trump ini saya rasa tidak bisa karena negara pasti berhubungan dengan negara lain,” jelasnya.

Diskusi yang dihadiri peserta baik dari dosen maupun mahasiswa dari berbagai latar belakang multidisiplin ilmu ini ditutup dengan kesepahaman mengenai pentingnya pola bermain dalam tata kelola ekonomi-politik yang menguntungkan masyarakat luas.

 

Penulis: Yohanes Ivan Adi Kristianto (POLIS Universitas Tidar)

Editor : Humas Untidar

 

POLIS membuka kesempatan bagi dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa Universitas Tidar atau pihak di luar Universitas Tidar untuk menjadi pemantik diskusi bertajuk DIKSHI. POLIS dapat dihubungi melalui Instagram @polis.untidar atau email polis@untidar.ac.id

Kemdiktisaintek Dukung Pariwisata melalui Pendidikan

Jakarta-Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendukung Kementerian Pariwisata untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) pariwisata dan menanamkan kesadaran atas pariwisata untuk masyarakat. Hal ini disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) saat membahas Revisi Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Ketiga Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, Senin (21/4).

Empat topik utama yang dibahas untuk RUU Kepariwisataan adalah ekosistem, pendidikan, lembaga, dan diplomasi budaya. Pendidikan dinilai penting sebagai cara meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kepariwisataan, berhubung hal ini belum diatur dalam undang-undang yang ada.

Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemdiktisaintek, Togar Mangihut Simatupang menyatakan bahwa Kemdiktisaintek mengusulkan lima ayat dalam Bab XII: Sumber Daya Manusia Pariwisata.

“Pada kesempatan ini, kami telah mendapatkan pesan-pesan inti tentang pengembangan sumber daya manusia. Kami menuangkan muatan untuk pasal 52 di halaman 180–183,” jelas Sekjen Togar.

Selain itu, Kemdiktisaintek juga mengusulkan untuk pelengkapan penjelasan tentang kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis secara substansial oleh Kementerian Pariwisata.

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana menyatakan bahwa pemerintah mengakomodasi substansi mengenai pendidikan sebagai sektor yang berperan besar dalam meningkatkan SDM pariwisata.

“Pendidikan merupakan salah satu cara pengembangan sumber daya manusia untuk penanaman kesadaran masyarakat mengenai sadar wisata, kesadaran berwisata, dan kesadaran keberlanjutan destinasi pariwisata,” ujar Menteri Widiyanti.

Turut menghadiri rapat kerja antara lain Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, Staf Ahli bidang Budaya Kerja Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Abdul Hakim, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Tatang Muttaqin, Kepala Biro Hukum Kemdikdasmen, Muhammad Rafi, Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan Kementerian Hukum, Dhahana Putra, Direktur Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan II Kementerian Hukum, Muhammad Waliyadin, dan Deputi Bidang Perencanaan Makro dan Pembangunan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Eka Chandra Buana.

Kemdiktisaintek Jajaki Kerja Sama dengan PERURI untuk Digitalisasi Ijazah

Jakarta–Mendukung percepatan transformasi digital di bidang pendidikan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) jajaki kerja sama dengan Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri), Selasa (22/4).

Kerja sama ini diinisiasi mengacu pada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2023 tentang Percepatan Transformasi Digital dan Keterpaduan Layanan Digital Nasional. Tujuan utama kerja sama ini adalah reformasi pelayanan publik dan membantu Kemdiktisaintek dalam digitalisasi, dengan fokus pada transparansi, efisiensi, dan akurasi.

“Melalui kerja sama dengan PERURI, yang tentunya lebih menguasai secara teknologi, digitalisasi, ke depan kita berharap kerja sama ini bisa berdampak efektif untuk perguruan tinggi, seperti digitalisasi ijazah dan dokumen legal, serta surat berharga lainnya,” ujar Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto.

Salah satu tantangan yang saat ini dihadapi Kemdiktisaintek berkaitan digitalisasi ijazah, dimana masih adanya pemalsuan ijazah. Tantangan ini berdampak luas seperti dalam proses seleksi penerimaan karyawan, dan kepentingan lain yang memerlukan validasi ijazah. Sehingga melalui kerja sama ini diharapkan dapat dicapai transparansi dan efisiensi dalam pelayanan.

Menyikapi hal ini, maka kebijakan yang diinisiasi ke depan adalah seluruh kampus diimbau untuk menerapkan sistem ijazah digital yang terintegrasi dengan transkrip nilai dan proses legalisasi, sehingga dapat diverifikasi oleh pemberi kerja atau penerima manfaat lain dari kebijakan ini. Kemdiktisaintek juga akan bekerjasama dengan PERURI terkait sistem dokumen legal lainnya melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemdiktisaintek.

“Kita akan meyakinkan teman-teman PTN dan PTS terkait keuntungan atau kelebihan dari sistem digital ini dibandingkan dengan sistem yang ada. Tujuan kita bukan semata-mata mendigitalisasi atau mengubah bentuknya, tetapi memang ada banyak hal lain yang didapatkan oleh semua pihak terkait pentingnya kita lakukan transformasi digital,” ungkap Menteri Brian.

Kemdiktisaintek bersama PERURI akan berupaya optimal demi sistem digitalisasi yang ramah publik. Hal ini juga berkaitan dengan tugas dan fungsi PERURI. “Digitalisasi seperti digital ID, satu data, dan lainnya adalah sesuatu yang memang harus dibangun sebagai hal mendasar dalam pelayanan publik serta pendidikan. Karenanya kami akan senang sekali bisa terus melanjutkan kerjasama ini, membantu pemerintah untuk berbagai kebijakan yang lebih efektif dan efisien,” ujar Direktur Utama PERURI Dwina Septiani Wijaya.

Pada kesempatan ini Mendiktisaintek Brian didampingi oleh Sekretaris Jenderal, Togar Mangihut Simatupang, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Khairul Munadi, Staf Ahli Menteri Bidang Penguatan Sistem Perguruan Tinggi, Hasan Chabibie, Direktur Sumber Daya, Sri Suning Kusumawardani. Turut Hadir pula dari Peruri antara lain Direktur Utama, Dwina Septiani Wijaya beserta jajaran.

Hari Pertama UTBK di Untidar, Berjalan Lancar dan Tertib

Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer – Seleksi nasional berdasarkan Tes (UTBK SNBT)  2025 di Untidar secara resmi dimulai pada hari Rabu (23/4). Pelaksanaan UTBK yang dibagi menjadi dua sesi, berlangsung lancar dan tertib di empat titik lokasi yang telah disiapkan panitia Pusat UTBK Untidar.

Peserta mulai memasuki ruang ujian sejak pukul 06.45 WIB untuk sesi pagi dan berlangsung hingga pukul 10.30 WIB. Sesi siang dimulai pukul 12.30 hingga 16.15 WIB. Waktu pelaksanaan UTBK di hari Jumat akan disesuaikan kembali untuk memberi waktu pelaksanaan Shalat Jumat bagi peserta.

Ketua Pelaksana, Muh. Azril, S.S.T.Pi., M.Sc., menjelaskan dalam jumpa pers, bahwa setiap sesi diikuti sekitar 505 peserta yang tersebar di lokasi utama Kampus Untidar (Tuguran dan Sidotopo) dan dua sekolah mitra, SMA Negeri 4 Kota Magelang dan SMA Negeri 5 Kota Magelang. Total terdapat 17 sesi UTBK yang akan digelar Untidar selama 9 hari pelaksanaan.

Masih menurutnya, tahun ini, animo pendaftar meningkat signifikan. Tercatat jumlah pendaftar UTBK di Untidar sebanyak 16.165 calon mahasiswa baru naik 27,54% dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu berjumlah 12.673 calon mahasiswa baru. “Secara nasional, jumlah peserta yang mendaftar di pusat UTBK Untidar juga mengalami kenaikan sebesar 5%, dari tahun sebelumnya, yaitu dari 7.945 peserta ujian menjadi 8.367 peserta ujian,” imbuhnya. 

Menariknya, pada UTBK tahun ini Untidar kembali menunjukkan komitmennya terhadap akses pendidikan yang ramah terhadap semua kalangan. Pada pelaksanaan UTBK tahun ini, panitia telah menyiapkan fasilitas khusus bagi peserta disabilitas. Untuk peserta disabilitas akan melaksanakan UTBK di sesi ketiga pada 24 April 2025. Sesi ketiga ini akan difokuskan untuk memfasilitasi peserta disabilitas, yaitu tuna daksa dan tuna rungu. Peserta disabilitas nantinya akan ditempatkan di tempat yang mudah dijangkau oleh peserta dengan dukungan asistensi khusus dari panitia.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama, Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc. IPM., turut hadir melakukan monitoring dan memantau langsung di beberapa titik lokasi UTBK. “Kami melakukan proses monitoring di lokasi ujian dan mengamati jalannya ujian, agar proses berjalan dengan tertib dan nyaman untuk seluruh peserta UTBK,” ungkapnya.

UTBK di Untidar akan terus berlangsung hingga tanggal 2 Mei 2025 mendatang. Dengan koordinasi dan dukungan berbagai pihak, Untidar optimis dapat melaksanakan UTBK secara kondusif dan tertib.

Untuk tahun ajaran 2025/2026, Universitas Tidar menyediakan daya tampung sebanyak 4.170 mahasiswa baru untuk jenjang sarjana dan diploma. Daya tampung tersebut terdiri atas 20% melalui jalur SNBP, 50% dari jalur SNBT, dan calon mahasiswa 30% dari jalur mandiri. Persentase tersebut menyesuaikan dengan masing-masing program studi.

Penulis: Ruth Erica Margaret

Editor: Dewi Puji Lestari

Kemdiktisaintek Luncurkan Beasiswa Garuda untuk Pengembangan SDM Pendidikan di Indonesia

Jakarta-Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) meluncurkan program Beasiswa Garuda bagi seluruh sumber daya manusia (SDM) pendidikan di Indonesia yang bercita-cita untuk berkuliah di kampus Top 100 dunia, Senin (21/4).

Peluncuran program dilaksanakan bersama dengan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek dalam acara “Sosialisasi Program Beasiswa Garuda bagi Sumber Daya Manusia di Seluruh Indonesia”.

Acara sosialisasi ini berlangsung secara hybrid dari Gedung D Kemdiktisaintek. Sosialisasi ini diselenggarakan dalam rangka pengembangan dan optimalisasi kapasitas SDM unggul, khususnya di bidang sains dan teknologi, serta memberikan informasi lengkap mengenai proses dan mekanisme program Beasiswa Garuda. Pendanaan program ini bersumber dari dana abadi pendidikan yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

“Beasiswa Garuda merupakan wujud gagasan Asta Cita Nomor 4, untuk memperkuat pembangunan SDM, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas,” ujar Wamendiktisaintek, Stella Christie.

Semakin banyak investasi di bidang riset dan pengembangan, maka akan semakin maju negara tersebut. Ini menggambarkan bahwa di seluruh dunia, investasi di bidang ini akan menghasilkan paten-paten berkualitas.

“Paten-paten ini akan melahirkan industri berbasis teknologi. Paten yang ada di Indonesia masih banyak berkolaborasi dengan SDM luar negeri, sehingga dibutuhkan pembangunan SDM dalam negeri agar bisa menghasilkan paten yang sungguh-sungguh diciptakan oleh SDM kita sendiri,” lanjut Wamen Stella.

Beasiswa Garuda ditujukan untuk siswa yang sedang menempuh pendidikan formal di kelas XII, yang tidak hanya unggul, tetapi juga kompeten agar sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri (DUDI). Selain itu, program ini bertujuan agar para penerima manfaat dapat memberikan kontribusi positif kepada masyarakat, bangsa, dan negara serta menjawab kebutuhan pembangunan di masa depan.

“Program ini tidak hanya bertujuan untuk menemukan calon penerima beasiswa, tetapi juga untuk mengidentifikasi talenta-talenta yang bisa berperan sebagai ilmuwan yang menghasilkan sains atau sebagai penggerak yang dapat mendistribusikan sains dan teknologi untuk negara. Kami ingin mendorong talenta-talenta besar ini untuk menjadi pemimpin di masa depan,” ujar Sesditjen Saintek, Samsuri.

Sesditjen Saintek, Samsuri juga menegaskan bahwa program ini harus dimanfaatkan secara optimal oleh SDM di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), bukan hanya sekadar mengejar target ijazah. Target dari program beasiswa ini adalah melahirkan peneliti yang memiliki kemampuan pedagogik dan mendapatkan sertifikasi kompetensi yang diakui oleh industri.

“Kita memberikan kesempatan kepada siswa-siswi yang berasal dari SMA dan Madrasah Aliyah untuk melanjutkan pendidikan S1 ke luar negeri, karena tidak banyak yang memberikan beasiswa. Penerima beasiswa nantinya akan berperan dalam mentransfer pengetahuan yang diperoleh dari negara maju ke Indonesia,” ujar Dirjen Saintek, Ahmad Najib Burhani.

Besar harapan bahwa Beasiswa Garuda akan dapat mengangkat ekosistem sains dan teknologi di Indonesia, sehingga Indonesia akan mendapatkan tempat terhormat di dunia dalam kaitannya dengan sains dan teknologi.

Adapun laman pendaftaran Beasiswa Garuda bisa diakses pada tautan https://beasiswagaruda.kemdiktisaintek.go.id

Perempuan Cerdas, Sehat, dan Berkarakter: Semangat Kartini dalam Aksi Nyata DWP Kemdiktisaintek

Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengadakan seminar Pencegahan Kanker, yang mengangkat tema “Menjadi Perempuan Cerdas, Sehat, dan Berkarakter”, Kamis (17/04).

Kegiatan seminar kesehatan ini bekerja sama dengan Lembaga Kanker Indonesia. Peserta yang terdiri dari Dharma Wanita Persatuan Kemdiktisaintek, Dharma Wanita Persatuan Kementerian/Lembaga, Dharma Wanita PTN, Dharma Wanita LLDIKTI, pegawai wanita Kemdiktisaintek, serta masyarakat umum ini, diberikan edukasi tentang upaya pencegahan dan kesadaran akan bahaya kanker sedari dini. Hal ini berkaitan dengan bagaimana jiwa, dan karakter Kartini, dapat diimplementasikan oleh Kartini masa kini, tentunya semangat itu juga harus didukung dengan kondisi kesehatan yang optimal.

Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kemdiktisaintek, Ibu Levy Olivia Brian Yuliarto menyampaikan bahwa perempuan harus mampu memaksimalkan peran ganda dalam keluarga. Kegiatan lain yang diinisiasi oleh Dharma Wanita Persatuan Kemdiktisaintek dalam rangkaian peringatan Hari Kartini kali ini antara lain adalah literasi keuangan syariah.

“Ibu-ibu, masih banyak yang membutuhkan kita, selain anak-anak kita, tentu pasangan kita, yang tentu saja kontribusinya berdampak untuk bangsa kita. Dalam kegiatan ini, kita juga akan dibekali pengetahuan penetrasi finansial, ini akan mendukung kita dalam mengelola keuangan dengan baik,” ujar Ibu Levy.

Wakil Menteri Diktisaintek, Stella Cristie turut memeriahkan kegiatan ini. Wamen Stella berharap kegiatan semacam ini mampu menginspirasi dan meningkatkan peran perempuan di bidang Diktisaintek.

Pada kegiatan ini, Dharma Wanita Persatuan Kemdiktisaintek, juga memberikan dukungan penuh terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hal ini direalisasikan dengan diadakannya pameran UMKM di gedung Kemdiktisaintek, meliputi UMKM yang bergerak antara lain di bidang makanan, pakaian, dan kesehatan.

Selain itu, pada kesempatan kali ini juga diadakan fashion show Wastra Nusantara, yang menampilkan karya anak bangsa, yaitu pakaian batik yang telah dirancang sedemikian rupa oleh Desainer Indonesia. DWP Kemdiktisaintek sangat mengapresiasi dukungan penuh terhadap semua pihak yang mendukung kelancaran kegiatan ini.

Sambut Dies Natalis ke-46 dan Pelaksanaan UTBK serta PMB Jalur Mandiri Untidar Gelar Temu Mitra Pers Kota dan Kabupaten Magelang

Universitas Tidar mengadakan kegiatan konferensi dan temu mitra pers dalam rangka pelaksanaan Dies Natalis Ke-46, Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Mandiri Tahun 2025 dan persiapan pelaksanaan UTBK di Pusat UTBK Untidar Tahun, Rabu (16/4).

Prof. Suyitno selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kerjasama mengucapkan rasa terima kasih atas kerjasama yang terjalin antara Untidar dengan teman-teman media.

“Untidar memiliki tujuan untuk mencetak lulusan yang berkualitas. Siapapun mahasiswa yang datang berkuliah di Untidar, maka akan kami didik dan latih agar memiliki kualitas tinggi,” tuturnya.

Untidar sebagai satu-satunya PTN di wilayah Kedu-Raya memiliki tujuan untuk memajukan pendidikan, baik bagi wilayah Kedu – Raya maupun sekitarnya. Selain itu, Untidar juga berharap agar menjadi incaran para calon mahasiswa baru sebagai tempat untuk mencari ilmu. Hal ini, tentunya menjadikan media massa sebagai peran penting dalam meningkatkan eksistensi Untidar.

Dalam kesempatan ini, Tri Agus Gunawan selaku Ketua Panitia Dies Natalis Untidar ke-46 memaparkan rangkaian acara yang akan berlangsung dalam beberapa bulan kedepan.

“Acara Dies Natalis Ke – 46 Untidar terdiri dari 8 serangkaian, yaitu Khotmil Qur’an dan Buka Bersama, Mangayubagyo Purna Tugas, Pagelaran Wayang Kulit, Pekan Olahraga, Lomba Essay, Paduan Suara dan Olahraga Tradisional, Kompetisi Akademik Mahasiswa Soshum, Jalan sehat, serta Expo Kewirausahaan,” ujarnya.

Selanjutnya PIC Seleksi Mandiri Cahyo Wibi Yogiswara, S.T., M.Eng., dan PIC UTBK Untidar Muh. Azril, S.S.T.Pi., M.Sc., turut serta memaparkan materi.

“PMB Jalur Mandiri Untidar akan dibuka mulai tanggal 20 Mei 2025 dengan 6 jenis seleksi, yaitu SMJK-MS, SMJK-DUDI, SMJP, SM-UTBK, SMUT dan SMODS,” jelas Wiby.

Pelaksanaan UTBK-SNBT di Pusat UTBK Untidar akan dimulai Rabu, 23 April 2025 sampai Jumat, 2 Mei 2025.

“Peserta UTBK-Untidar tahun 2025 memiliki peningkatan sebesar 5.31% dari tahun 2024. Selain itu, pada UTBK tahun ini, Untidar menyediakan 24 Ruangan, yaitu di Kampus Tuguran sebanyak 13 ruangan, Kampus Sidotopo sebanyak 5 ruangan, SMAN 4 Kota Magelang sebanyak 3 ruangan dan SMAN 5 Kota Magelang sebanyak 3 ruangan dengan total sebanyak 505 peserta pada setiap sesinya,” ucap Azril.

Di penghujung acara, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., Rektor Untidar mengungkapkan harapannya pada teman-teman media untuk terus membersamai Untidar menjadi kampus yang semakin banyak dijangkau calon mahasiswa di seluruh Indonesia.

“Semoga acara Untidar dapat berjalan dengan baik dan saya berharap agar media massa bisa membersamai kami dalam meningkatkan eksistensi Untidar agar terjangkau di seluruh wilayah Indonesia,” ungkapnya.

Kegiatan yang melibatkan rekan media dengan wilayah peliputan Kota dan Kabupaten Magelang ini mendapat apresiasi yang cukup baik. Dalam kesempatan ini peserta difabel yang mendapat kesempatan untuk melaksanakan UTBK di Untidar menjadi pembahasan menarik. Dari pihak UTBK-Untidar memastikan bahwa peserta difabel akan mendapat fasilitas yang telah disesuaikan dengan peraturan berlaku.

“Tim Humas UTBK sudah menghubungi masing-masing peserta. Kami siap membantu jika memang yang bersangkutan memerlukan bantuan menuju kelas atau lokasi ujiannya.,” jelas Azril.

Selain itu beberapa topik yang didiskusikan adalah daya tampung Untidar Tahun 2025, Seleksi Mandiri One Day Service (SMODS) dan juga persiapan-persiapan penting dalam pelaksanaan UTBK Untidar. Kegiatan diakhiri dengan santap siang dan bincang santai antar pimpinan dan Rekan Media.

 

Penulis: Imel Firdani

Editor: Dewi Puji Lestari, Humas Untidar