Kemdiktisaintek Dorong Akselerasi Penanganan Sampah Nasional Berbasis Teknologi

Kemdiktisaintek Dorong Akselerasi Penanganan Sampah Nasional Berbasis Teknologi

Kabar

07 April 2026 | 10.00 WIB

Kemdiktisaintek Dorong Akselerasi Penanganan Sampah Nasional Berbasis Teknologi

Jakarta-Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong percepatan penanganan sampah nasional melalui penguatan kolaborasi lintas sektor berbasis teknologi dan inovasi. Hal ini disampaikan dalam pertemuan antara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto dengan Menteri Lingkungan Hidup (Menteri LH), Hanif Faisol Nurofiq di kantor Kemdiktisaintek, Selasa (7/4).

Mendiktisaintek menegaskan bahwa pendekatan berbasis sains dan teknologi menjadi fondasi penting dalam merumuskan solusi penanganan sampah yang efektif dan berkelanjutan. Kerangka kebijakan yang telah disusun sebelumnya kini diarahkan bersama Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) untuk semakin kontekstual dengan kondisi di lapangan.

“Yang kami rancang sebelumnya adalah template makro. Setelah melihat kondisi di lapangan, kita akan gunakan basis data TPS 3R (reduce, reuse, recycle, red) yang sudah ada untuk segera masuk ke tahap implementasi,” ujar Menteri Brian.

Dalam konteks tersebut, Kemdiktisaintek mendorong optimalisasi lebih dari seratus titik Tempat Penampungan Sementara (TPS 3R) yang telah tersedia sebagai bagian dari penguatan pengelolaan sampah di tingkat hulu. Perguruan tinggi akan dilibatkan secara aktif dalam proses ini, baik melalui kontribusi dosen, peneliti, serta mahasiswa dalam kegiatan survei, pemetaan, dan kajian teknis di lapangan.

Menteri LH menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemdiktisaintek dalam memperkuat basis ilmiah kebijakan pengelolaan sampah. Ditekankan bahwa kolaborasi dengan akademisi menjadi kunci dalam memastikan kebijakan yang diambil dapat diimplementasikan secara efektif.

“Kementerian Lingkungan Hidup akan melihat penelitian dan perumusan dari teman-teman akademisi, sehingga implementasi di lapangan dapat berjalan lebih selaras,” ujar Menteri LH.

Lebih lanjut, Menteri LH menjelaskan bahwa pihaknya telah mengkaji dan mengadaptasi kerangka yang disusun Kemdiktisaintek dengan kondisi aktual di lapangan, khususnya dalam memperkuat pengelolaan sampah berbasis sumber. Pendekatan ini dinilai penting mengingat timbulan sampah perkotaan masih didominasi oleh sampah rumah tangga dengan komposisi organik yang tinggi, sehingga perlu untuk mengurangi beban pengolahan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus meningkatkan efisiensi sistem pengelolaan sampah secara keseluruhan. Di sisi lain, pemerintah juga mendorong penguatan ekosistem pengelolaan sampah yang juga mengedepankan intervensi di hulu melalui pemanfaatan teknologi dan perubahan perilaku masyarakat.

Selain itu, pertemuan ini juga menyoroti pentingnya integrasi pengelolaan sampah rumah tangga dan kawasan komersial, serta perlunya penguatan regulasi dan penegakan hukum dalam pengelolaan sampah.

Kolaborasi antara Kemdiktisaintek dan Kementerian Lingkungan Hidup ini menjadi bagian dari upaya mempercepat implementasi kebijakan berbasis sains dan teknologi, sekaligus memastikan bahwa hasil riset perguruan tinggi dapat memberikan dampak nyata dalam menjawab tantangan lingkungan di Indonesia.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

Eksplorasi Edukatif Siswa MAN Purworejo dalam Kunjungan Akademik ke Untidar

Universitas Tidar menerima kunjungan akademik dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Purworejo dalam rangka kegiatan field study,Senin (6/4). Kegiatan ini berlangsung di Gedung Kuliah Umum (GKU) H.R. Suparsono dan diikuti oleh 336 siswa kelas XI beserta pendamping.

“Untidar membuka kesempatan luas bagi calon mahasiswa melalui berbagai jalur penerimaan, baik berdasarkan prestasi maupun melalui tes setiap tahunnya. Sehingga, penting bagi calon mahasiswa untuk memahami sistem seleksi masuk perguruan tinggi secara detail agar dapat mempersiapkan diri dengan optimal. Harapannya, kunjungan ini dapat memberi gambaran Untidar sebagai pusat kegiatan akademik serta memahami pengembangan fasilitas yang telah dikembangkan sebagai upaya peningkatan kualitas layanan pendidikan,” tutur Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (BAKK) Untidar, Bapak Drs. Giri Atmoko, M.Si. dalam sambutannya.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran video profil Untidar dengan menyajikan informasi mengenai profil institusi, program studi, fasilitas, serta kegiatan akademik dan nonakademik.

Selanjutnya, Miftahudin, M.Pd., selaku perwakilan Wakil Kepala Sekolah MAN Purworejo turut menyampaikan tujuan dari kegiatan  field study tersebut.“Kami berharap Untidar dapat memberikan kiat-kiat strategis kepada para siswa dalam menghadapi proses seleksi masuk perguruan tinggi, baik melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT),” ungkapnya.

Kegiatan tersebut  menunjukkan antusiasme dan minat siswa dengan adanya sesi tanya jawab bersama. Salah satu siswa MAN Purworejo, Ayu Anisa bertanya terkait peluang melanjutkan pendidikan jika tidak lolos SNBP atau SNBT, yang dijawab dengan penjelasan mengenai alternatif jalur penerimaan mahasiswa. Dilanjutkan dengan siswa lain, Nabil menyampaikan aspirasi serta harapannya agar Untidar dapat pengembangan program studi lain di Untidar.

Melalui kunjungan ini, siswa MAN Purworejo diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih luas tentang dunia perkuliahan serta mempersiapkan studi lanjut secara optimal. Untidar juga berkomitmen menyediakan informasi yang transparan dan edukatif guna mendukung peningkatan akses pendidikan tinggi di Indonesia.

Penulis : Maura Deaazaria Firdanisahara

Editor : Humas Untidar

Kemdiktisaintek Perkuat Diseminasi Program dan Riset untuk Dukung Agenda Pembangunan Nasional

Jakarta–Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyelenggarakan halalbihalal bersama Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik), guna memperkuat kemitraan strategis dan mendiseminasikan program dan kebijakan pemerintah kepada masyarakat, Senin (6/4).

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menyampaikan apresiasi kepada jurnalis Fortadik yang selama ini berperan aktif dalam menyampaikan berbagai program, kebijakan, serta hasil riset kepada masyarakat luas.

“Media merupakan mitra strategis kami dalam menyampaikan berbagai program dan kegiatan, sehingga dapat diterima dan dipahami oleh masyarakat luas, khususnya dalam bidang pendidikan tinggi, sains, dan teknologi,” ujar Menteri Brian.

Mendiktisaintek menilai bahwa penguatan komunikasi publik di bidang sains dan teknologi menjadi penting di tengah arus informasi yang semakin dinamis. Dengan meningkatnya eksposur terhadap riset dan inovasi, diharapkan masyarakat dapat memahami dan dapat memanfaatkan hasil penelitian dalam kehidupan sehari-hari, maupun dalam pengambilan kebijakan di daerah dan sektor industri.

“Di tengah banyaknya informasi yang beredar, kami berharap isu sains dan teknologi dapat menjadi salah satu perhatian utama, sehingga pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pengembangan sumber daya manusia (SDM) semakin meningkat,” lanjut Menteri Brian.

Kemdiktisaintek juga menekankan bahwa berbagai program prioritas pemerintah saat ini, seperti penanganan sampah, pengembangan energi terbarukan, hingga efisiensi energi, tidak terlepas dari kontribusi riset dan inovasi yang dikembangkan oleh perguruan tinggi.

Sejalan dengan arahan pemerintah, pengembangan solusi berbasis sains dan teknologi diharapkan dapat melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Dalam konteks penanganan sampah, misalnya, keterlibatan masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah menjadi faktor penting dalam mendukung efektivitas penerapan teknologi pengolahan sampah.

“Sekarang, sedang banyak teknologi yang dikembangkan dan berhasil terkait sampah, tentunya dengan kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah,” jelas Menteri Brian.

Selain itu, Kemdiktisaintek terus mendorong pengembangan energi baru terbarukan melalui riset di perguruan tinggi, termasuk pemanfaatan energi panas bumi dan energi berbasis air skala mikro. Upaya ini diharapkan dapat mendukung ketahanan energi nasional sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi.

Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi yang lebih baik dan berkelanjutan antara Kemdiktisaintek dan media. Ke depan, diharapkan interaksi yang lebih rutin dapat terus terjalin sebagai ruang diskusi dan pertukaran informasi yang konstruktif.

Melalui sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan media, Kemdiktisaintek optimis bahwa berbagai kebijakan dan program di bidang pendidikan tinggi, sains, dan teknologi dapat tersampaikan secara lebih efektif serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

Siap Gelar UTBK 2026 : Untidar Pastikan Sistem dan Infrastruktur Optimal

Panitia Pusat Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Universitas Tidar melaksanakan kegiatan persiapan dan uji coba nasional sistem UTBK tahun 2026 pada Rabu–Kamis, 1–2 April 2026.

Kegiatan ini diselenggarakan di beberapa lokasi, yakni Laboratorium Komputer Kampus Tuguran Untidar, Laboratorium Komputer Kampus Sidotopo Untidar, serta dua sekolah mitra yaitu Laboratorium Komputer SMA Negeri 4 Magelang dan SMA Negeri 5 Magelang.

Sebagai salah satu perguruan tinggi negeri yang ditunjuk sebagai pusat UTBK, Untidar melakukan serangkaian persiapan teknis dan simulasi secara menyeluruh. Kegiatan hari pertama difokuskan pada persiapan perangkat, khususnya pengaturan komputer agar dapat melakukan booting melalui USB flashdisk pada hari pertama. Dilanjutkan, hari kedua dilakukan uji coba dalam simulasi pelaksanaan ujian.

Kepala Unit Pelaksana Akademik (UPA) Teknologi Informasi dan Komunikasi, Ir. Andriyatna Agung Kurniawan, S.T., M.Eng., IPM., menjelaskan bahwa terdapat perubahan signifikan dalam sistem pelaksanaan UTBK tahun ini, khususnya di bidang teknologi informasi.

“Untidar ditunjuk menjadi pusat UTBK untuk melaksanakan UTBK di tahun 2026 ini. Perbedaannya, tahun sebelumnya hanya menginstal aplikasi ujian di komputer, sedangkan tahun ini sistem ujian sudah dibundel dalam booting menggunakan USB flashdisk. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kecurangan berbasis sistem seperti yang terjadi sebelumnya,” jelasnya, Kamis (02/04) saat ditemui setelah uji coba sistem selesai.

Ia menambahkan bahwa penggunaan sistem booting melalui flashdisk memungkinkan komputer hanya membaca sistem dari perangkat eksternal, sehingga lebih aman dari potensi manipulasi.

“Dengan sistem ini, komputer tidak lagi menggunakan sistem operasi bawaan, tetapi dari flashdisk yang sudah disiapkan. Tujuannya untuk meminimalisir kecurangan, karena tidak ada aplikasi lain yang bisa berjalan di dalam perangkat,” tambahnya.

Dalam uji coba nasional tersebut, Untidar mengoperasikan total 530 komputer dalam satu sesi, dengan dukungan lima server yang tersebar di Kampus Tuguran, Kampus Sidotopo, serta dua sekolah mitra. Secara keseluruhan, pusat UTBK Untidar menyiapkan 24 ruang laboratorium komputer untuk pelaksanaan ujian.

Lebih lanjut, ia menyampaikan harapannya agar pelaksanaan UTBK dapat berjalan lancar tanpa kendala teknis.

“Harapannya, kedepan tidak ada gangguan, terutama pada jaringan listrik dan sistem, sehingga pelaksanaan UTBK di Untidar dapat berjalan tepat waktu dan tanpa hambatan,” ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pusat, Ir. Ibrahim Nawawi, S.T., M.T., IPM., menjelaskan bahwa kegiatan simulasi dan uji coba nasional ini merupakan bagian dari proses monitoring untuk memastikan kesiapan seluruh penyelenggara UTBK di Indonesia.

“Kegiatan monitoring dan uji coba ini bertujuan untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana, seperti komputer dan jaringan internet, sudah siap digunakan serta tidak ada kendala teknis saat pelaksanaan UTBK 2026,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa simulasi tidak hanya berfokus pada perangkat, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia yang terlibat.

“Selain itu, kami memastikan seluruh petugas, mulai dari IT ruang, koordinator teknis, hingga panitia pelaksana, memahami tugas dan perannya masing-masing sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Untidar berharap pelaksanaan UTBK tahun 2026 dapat berjalan dengan lancar, aman, dan bebas dari kecurangan, sekaligus menjadi langkah awal dalam menjaring calon mahasiswa unggul dari berbagai daerah di Indonesia.

UTBK adalah syarat utama untuk mengikuti Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT). Pelaksanaan UTBK akan berlangsung pada 21-30 April 2026 dilaksanakan serentak di 74 lokasi di seluruh Indonesia. Disarankan untuk peserta dari sekitar Magelang dan Kedu Raya bisa memilih Pusat UTBK Untidar sebagai lokasi tes. Selain mempertimbangkan kedekatan lokasi ujian, juga tersedia 10.600 kursi untuk tes.

Penulis : Aghna

Editor : Humas Untidar

Untidar Jemput Bola ke Medan, Gaet Siswa dan Guru Lewat Sospro PMB & “Profesor Mengajar”

Universitas Tidar berupaya memperluas jangkauan calon mahasiswa baru dengan menyasar wilayah Sumatra Utara. Bekerja sama dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Sumatra Utara, Untidar menggelar Sosialisasi dan Promosi Penerimaan Mahasiswa Baru (Sospro PMB) 2026 yang dirangkai dengan program “Profesor Mengajar” di Aula SMK Negeri 7 Kota Medan, Kamis (02/04).

Sebanyak 20 Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan dan 50 siswa kelas XI dari Medan dan sekitarnya mengikuti kegiatan ini. Program ini menjadi strategi Untidar untuk menjaring calon mahasiswa melalui jalur UTBK-SNBT dan seleksi mandiri, sekaligus memperkenalkan dunia perkuliahan sejak dini.

Ketua Tim Kerja Bidang Humas Untidar, Danu Wiratmoko, mengungkapkan bahwa Medan dipilih karena tren peningkatan jumlah mahasiswa asal Sumatra Utara yang kuliah di Untidar. Pada 2026 saja, tercatat 28 siswa dari provinsi ini lolos melalui jalur SNBP.

“Harapannya, dengan kami hadir langsung di sini, sekolah-sekolah di Sumatra Utara semakin mengenal Untidar, baik dari sisi eksistensi maupun prestasi,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa antusiasme para guru selama sesi berlangsung sangat tinggi. “Ini langkah awal untuk mewujudkan Untidar yang semakin majemuk, diisi mahasiswa dari seluruh penjuru Indonesia,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama Untidar, Prof. Dr. Ir. Suyitno, S.T., M.Sc., IPM., hadir sebagai penggagas sekaligus narasumber program “Profesor Mengajar”. Ia menekankan pentingnya membekali siswa dengan pemahaman tentang dunia pendidikan tinggi.

“Pendidikan tinggi menuntut kemandirian dalam mengambil keputusan masa depan. Karena itu, siswa perlu dibekali pengalaman, motivasi, dan pemahaman akan konsekuensi,” jelasnya. Ia juga mengajak peserta untuk berani bermimpi besar, yang disambut dengan antusias oleh para siswa.

Menurut Prof. Suyitno, konsep “two in one event” ini merupakan wujud implementasi nilai-nilai Tidar: Tangguh, Integratif, Dedikatif, Aktif, dan Responsif. “Kita ingin kegiatan ini tidak hanya efisien, tapi juga berdampak maksimal. Medan menjadi pilot project, dan ke depan diharapkan bisa diperluas ke kota lain,” ungkapnya.

Apresiasi juga datang dari Wakil Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Sumatra Utara, Halimah Harahap, S.Pd., M.Pd. Ia menyambut baik kehadiran Untidar dan berharap kegiatan ini mampu mendorong minat siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Salah satu peserta, Fadilah dari SMAN 14 Medan, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru. “Saya jadi lebih yakin untuk kuliah tahun depan. Sekarang saya juga punya alasan yang kuat untuk meyakinkan orang tua,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Untidar tidak hanya mempromosikan kampus, tetapi juga menanamkan semangat dan kesiapan generasi muda untuk melangkah ke jenjang pendidikan tinggi.

Penulis ; Farhan

Editor ; Humas Untidar

 

Untidar Gelar Syawalan Inspiratif, Dorong Budaya Kerja Profesional dan Berintegritas

Universitas Tidar menyelenggarakan kegiatan Penguatan Budaya Kerja dan Integritas dalam Rangka Peningkatan Kedisiplinan Pegawai di Lingkungan Universitas Tidar pada Selasa (31/3) di Gedung Kuliah Umum dr. H.R. Suparsono, Kampus Tuguran. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum halal bihalal atau syawalan dalam rangka Idul Fitri untuk mempererat silaturahmi antar civitas akademika.

Kegiatan menghadirkan Dr. KH. Reza Ahmad Zahid, Lc., M.A., pimpinan Pondok Lirboyo sekaligus Rektor Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri, serta Adi Sulistyo, S.H., M.H., Ketua Tim Disiplin, Pensiun, dan Penghargaan Biro OSDM Kemendiktisaintek, serta dihadiri oleh seluruh elemen Untidar, meliputi pimpinan universitas, dosen, serta tenaga kependidikan.

Kegiatan dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Yusuf Rangkuti, S.H., M.H., dilanjutkan dengan laporan ketua panitia, Ikhwan Alfath Nurul Fathony, S.Kom., M.Kom., dan sambutan oleh Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., sebagai Rektor Untidar.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Adi Sulistyo, S.H., M.H., terkait kebijakan terkini dari perwakilan kementerian, dengan fokus materi membangun budaya kerja profesional berdisiplin dan berintegritas.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa budaya kerja disiplin dan berintegritas menjadi landasan utama dalam membentuk kinerja organisasi yang efektif.

Ia juga menguraikan faktor-faktor yang memengaruhi budaya kerja, strategi penguatan yang dilakukan melalui area perubahan dengan menegaskan bahwa integritas menjadi nilai kunci yang harus dijunjung tinggi oleh setiap pegawai sebagai bentuk tanggung jawab moral dalam menjalankan amanah institusi.

Selanjutnya, tausiyah dengan tema “Mempererat Ukhuwah dan Semangat Baru Pasca Ramadhan” disampaikan oleh Dr. KH. Reza Ahmad Zahid, Lc., M.A. Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh civitas akademika untuk menjadikan momentum pasca Ramadhan sebagai refleksi diri, khususnya dalam meningkatkan ketakwaan dan kualitas diri ke arah yang lebih baik.

“Setelah kita berpuasa, pertanyaannya adalah apakah kita hari ini merasa lebih bertakwa daripada hari-hari sebelumnya. Ini menjadi tantangan bagi kita semua, bahwa setiap hari harus lebih baik dari hari kemarin,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat ibadah dan perbaikan diri secara berkelanjutan sebagai wujud nyata dari nilai ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Setelah Ramadhan, semangat kita harus menjadi lebih baik, takwa kita lebih kuat, ibadah kita lebih semangat,” tambahnya.

Kemudian ia mengajak seluruh peserta untuk memaknai momen syawal sebagai ruang untuk memperbaiki hubungan antarsesama, melalui sikap saling memaafkan dan berbuat kebaikan. Ia menekankan bahwa memberi maaf dan berbuat baik merupakan bagian penting dari akhlak seorang muslim setelah menjalani ibadah Ramadhan.

“Pada momen yang mulia ini, mari kita membuka hati untuk saling memaafkan dan berbuat baik kepada sesama. Karena siapa yang berbuat baik kepada orang lain, maka Allah akan membalas dengan kebaikan pula,” ujarnya

Ia juga menambahkan kutipan dari Mark Twain, bahwa nilai kebaikan bersifat universal dan dapat dirasakan oleh siapa pun tanpa memandang latar belakang.

Kindness is the language which the deaf can hear and the blind can see. Siapa pun bisa merasakan kebaikan, bahkan orang yang tidak bisa melihat maupun mendengar sekalipun,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa oleh Akhmad Roqi Alawi, S.Sos., M.I.Kom., serta dilanjutkan dengan sesi halal bihalal dan makan siang bersama.

Melalui kegiatan ini, Untidar berharap penguatan budaya kerja, integritas, dan kedisiplinan dapat terus ditingkatkan, sehingga seluruh civitas akademika mampu menjalankan tugas secara profesional serta berkontribusi dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing.

Penulis : Aghna

Editor : Humas Untidar

SNBP 2026 Untidar: 11.459 Ribu Peminat Rebutkan 936 Kursi

Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 mengumumkan hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) Tahun 2026. Hasil SNBP 2026 diputuskan berdasarkan hasil Rapat Seleksi dan Alokasi Penetapan Hasil Jalur SNBP Tahun 2026 pada tanggal 29–-30 Maret 2026.

Sesuai dengan jadwal, hasil SNBP Tahun 2026 diumumkan pada hari Selasa, 31 Maret 2026, mulai pukul 15.00 WIB. Pengumuman dilakukan melalui laman https://pengumuman-snbp.snpmb.id, dengan cara memasukkan Nomor Pendaftaran SNBP 2026 dan Tanggal Lahir Peserta sesuai dengan data diri yang telah teregistrasi pada sistem SNPMB.

“Jumlah peminat SNBP di Universitas Tidar Tahun 2026 mengalami kenaikan 728 peserta, dari  10.731 pada Tahun 2025 ke 11.459 peminat di Tahun 2026,” jelas Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama, Prof. Dr. Ir. Suyitno, S.T., M.Sc., IPM., saat ditemui Selasa (31/03).

Kenaikan jumlah peminat ini menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat terhadap Untidar sebagai salah satu perguruan tinggi negeri yang terus berkembang di Indonesia. Jumlah yang diterima di Untidar sebanyak 936 peserta, dengan rasio ketetatan 1 : 12,2.

Sejumlah program studi kembali menjadi primadona dalam SNBP Untidar 2026. Di antaranya: S1 Teknologi Informasi, S1 Teknik Industri, D3 Farmasi, S1 Manajemen, dan S1 Gizi. Podi S1 Teknologi Informasi menjadi prodi favorit pertama dengan jumlah peminat 410 dengan daya tampung 16 orang. Rasio ketetatannya 1 : 25,6.

Calon mahasiswa yang diterima berasal dari 29 provinsi dari seluruh Indonesia. Dengan jumlah prosentase paling banyak berasal dari Jawa Tengah sebanyak 80,4%.

Prof. Suyitno mengucapkan selamat kepada peserta lolos seleksi SNBP di Untidar. Bagi yang belum beruntung tetap semangat masih ada jalur SNBT dan Seleksi Mandiri Untidar.

“Jangan lupa mengecek alur registrasi mahasiswa baru di laman resmi Untidar segera setelah mendapatkan informasi lolos SNBP,” tambahnya.

Bagi peserta lolos SNBP di Untidar diwajibkan untuk segera melakukan registrasi ulang sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Proses ini menjadi tahap penting untuk memastikan status penerimaan sebagai mahasiswa resmi Untidar.

“Proses registrasi calon mahasiswa baru Untidar dilakukan secara daring dan luring. Diawali dengan proses pengisian borang sosial ekonomi secara online mulai 1 April 2026. Calon mahasiswa wajib membaca pengumuman resmi sebelum memulai registrasi,” jelas Koordinator SNBP Untidar, Cahyo Wibi Yogiswara, S.T., M.Eng.

Untuk informasi lengkap mengenai tata cara registrasi, jadwal, serta persyaratan dokumen, calon mahasiswa diminta untuk mengakses laman resmi www.untidar.ac.id atau um.untidar.ac.id

Untidar juga mengimbau seluruh calon mahasiswa untuk rutin memantau website resmi agar tidak tertinggal informasi penting selama proses registrasi berlangsung.

Penulis dan Editor : Humas Untidar

Hasil SNBP 2026 Resmi Diumumkan, Kemdiktisaintek Perkuat Jaminan KIP Kuliah

Jakarta–Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) secara resmi mengumumkan hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) Tahun 2026. Pengumuman ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan sistem seleksi yang transparan, adil, dan berdampak bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia, Selasa (31/3).

Pelaksanaan SNBP 2026 diikuti oleh 806.242 siswa dari seluruh wilayah Indonesia yang mengikuti seleksi untuk mengisi 189.017 kursi pada 146 perguruan tinggi negeri (PTN), yang terdiri atas PTN akademik, PTN vokasi, dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Dari proses seleksi yang dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi, sebanyak 155.543 peserta dinyatakan lulus pada PTN akademik dengan tingkat penerimaan sebesar 20,09%, sementara pada PTN vokasi sebanyak 23.438 peserta dinyatakan lulus dengan tingkat penerimaan sebesar 30,34 persen. Tingkat keterisian daya tampung juga menunjukkan capaian yang optimal, yakni 95,95% pada PTN akademik dan 87,04% pada PTN vokasi.

Pelaksanaan SNBP 2026 dilakukan melalui berbagai komponen penilaian, termasuk nilai rapor, prestasi, serta relevansi mata pelajaran pendukung, sehingga hasil seleksi tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik semata.

Peserta yang belum berhasil tetap memiliki peluang yang terbuka luas melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dan seleksi mandiri. Sistem seleksi nasional dirancang untuk memberikan berbagai alternatif akses yang adil dan inklusif bagi seluruh calon mahasiswa Indonesia. Bagi peserta yang telah dinyatakan lulus SNBP, diimbau untuk segera menyelesaikan proses registrasi ulang sesuai ketentuan perguruan tinggi sebagai bagian dari tahapan lanjutan menuju pendidikan tinggi.

Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB Tahun 2026, Eduart Wolok juga menegaskan bahwa peserta yang lulus SNBP tidak diperkenankan mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) maupun jalur seleksi mandiri pada tahun 2026 hingga 2028, sehingga peserta diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan yang telah diperoleh dengan sebaik-baiknya.

Perluas Akses Pendidikan Tinggi 

Sejalan dengan semangat perluasan akses pendidikan tinggi, Kemdiktisaintek pada tahun ini juga menghadirkan terobosan dengan mengumumkan status awal proses penerimaan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah bersamaan dengan hasil SNBP. Kebijakan ini memberikan kepastian lebih dini bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terkendala aspek pembiayaan.

Plt. Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT), Sandro Mihradi menegaskan bahwa penetapan penerima KIP Kuliah tahun ini menggunakan pendekatan berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang memungkinkan identifikasi kondisi ekonomi mahasiswa dilakukan secara lebih akurat. 

“Melalui pemanfaatan DTSEN, KIP Kuliah kini semakin tepat sasaran dan akuntabel. Sehingga mahasiswa dari kelompok masyarakat sangat miskin hingga rentan miskin mendapatkan akses terhadap pendidikan tinggi,” ujar Plt. Kepala PPAPT.

Jumlah pendaftar KIP Kuliah pada SNBP 2026 tercatat mencapai 287.831 siswa, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 64.471 peserta merupakan pendaftar KIP Kuliah yang dinyatakan lulus SNBP, dan 33.045 di antaranya telah memenuhi kriteria sebagai calon penerima atau berstatus ‘eligible’ karena berada dalam status DTSEN Desil 1 sampai 4. Dari 33.045 calon penerima dengan status ‘eligible’ KIP Kuliah, 21.995 atau 67% di antaranya merupakan penerima Program Indonesia Pintar jenjang pendidikan menengah (PIP SMA). Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjamin keberlanjutan Program Indonesia Pintar dari jenjang pendidikan menengah ke jenjang pendidikan tinggi, sekaligus menjamin siswa dari kelompok masyarakat sangat miskin hingga rentan miskin yang belum mendapat akses PIP SMA juga mendapatkan kesempatan untuk pembiayaan KIP Kuliah.

Lebih lanjut disampaikan bahwa status ‘eligible’ KIP Kuliah akan ditingkatkan menjadi penerima setelah mahasiswa menyelesaikan registrasi ulang di perguruan tinggi serta lulus proses verifikasi dan validasi data ekonomi. Proses ini dilakukan secara kolaboratif antara perguruan tinggi dan pemerintah guna menjaga integritas serta ketepatan sasaran program. Perguruan Tinggi harus memastikan calon penerima dengan status ‘eligible’ KIP Kuliah untuk segera melakukan registrasi ulang di kampus. Dalam proses ini dijamin tidak ada pungutan biaya yang dibebankan kepada calon penerima KIP Kuliah. 

Capaian SNBP 2026 juga menunjukkan tren positif dalam pemerataan akses pendidikan tinggi. Peningkatan jumlah sekolah yang berpartisipasi, pertumbuhan signifikan penggunaan e-rapor, serta meningkatnya jumlah pendaftar dari berbagai wilayah Indonesia menjadi indikator bahwa sistem seleksi nasional semakin inklusif dan menjangkau lebih luas. Selain itu, distribusi penerima KIP Kuliah yang semakin merata hingga luar Pulau Jawa mencerminkan komitmen kuat pemerintah dalam menghadirkan keadilan sosial melalui pendidikan.

Kemdiktisaintek menegaskan bahwa penguatan akses ini sejalan dengan arah kebijakan Diktisaintek Berdampak, di mana pendidikan tinggi tidak hanya sebagai ruang pembelajaran, tetapi juga sebagai instrumen mobilitas sosial, penggerak pembangunan daerah, serta penghasil sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab tantangan masa depan.

Kepada peserta yang dinyatakan lulus, Kemdiktisaintek mengimbau agar segera melakukan registrasi ulang sesuai jadwal yang ditetapkan oleh masing-masing perguruan tinggi. Sementara itu, bagi peserta yang belum berhasil melalui jalur SNBP, diharapkan tetap semangat karena masih tersedia kesempatan melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dan jalur mandiri yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi.

Informasi resmi hasil SNBP Tahun 2026  diumumkan pada Selasa, 31 Maret 2026 mulai pukul 15.00 WIB melalui laman resmi https://pengumuman-snbp.snpmb.id. Peserta dapat mengakses hasil seleksi dengan memasukkan Nomor Pendaftaran SNBP 2026 dan Tanggal Lahir sesuai data yang terdaftar pada sistem SNPMB.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

Perluas Akses Pendidikan Tinggi, Kemdiktisaintek Gelar Sosialisasi KIP Kuliah Jalur SNBT

Jakarta-Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus memperkuat komitmen pemerataan akses pendidikan tinggi melalui Sosialisasi Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Kegiatan yang digelar secara daring ini menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh anak bangsa, khususnya dari keluarga kurang mampu, memiliki peluang yang setara untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi, Kamis (26/03)

Melalui program KIP Kuliah, pemerintah tidak hanya menanggung biaya pendidikan, tetapi juga memberikan bantuan biaya hidup, sehingga mahasiswa dapat fokus menempuh pendidikan tanpa terbebani persoalan ekonomi. Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi sekaligus mempersempit kesenjangan akses antarkelompok masyarakat.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kemdiktisaintek, Sandro Mihradi menegaskan bahwa KIP Kuliah merupakan wujud nyata keberpihakan negara dalam menghadirkan keadilan sosial di bidang pendidikan, sekaligus investasi jangka panjang dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul Indonesia.

Plt. Kepala PPAPT juga menegaskan bahwa KIP Kuliah tidak sekadar program bantuan, tetapi merupakan bentuk keberpihakan negara dalam menghadirkan keadilan akses pendidikan.

“Melalui KIP Kuliah, negara hadir untuk memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi generasi muda dalam meraih mimpi,” tegas Plt. Kapus Sandro.

Pada tahun 2026, kebijakan KIP Kuliah diperkuat dengan penerapan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis utama penentuan sasaran penerima. Penggunaan data terintegrasi ini bertujuan meningkatkan ketepatan sasaran, transparansi, dan akuntabilitas dalam penyaluran bantuan.

Selain itu, sistem KIP Kuliah juga telah terintegrasi dengan berbagai platform nasional, termasuk sistem Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), sehingga memudahkan proses pendaftaran dan sinkronisasi data calon mahasiswa.

Dalam mekanismenya, KIP Kuliah dan SNBT merupakan dua proses yang berbeda. SNBT berfungsi sebagai jalur seleksi masuk perguruan tinggi, sementara KIP Kuliah merupakan skema pembiayaan. Oleh karena itu, calon mahasiswa tetap harus mengikuti dan dinyatakan lulus seleksi SNBT sebelum ditetapkan sebagai penerima KIP Kuliah melalui proses verifikasi oleh perguruan tinggi.

Kepala Bidang Fasilitasi Layanan Pembiayaan Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek, Septien Prima Diassari menambahkan bahwa program KIP Kuliah juga memberikan berbagai manfaat, termasuk pembebasan biaya pendaftaran UTBK bagi peserta yang memenuhi kriteria, jaminan biaya pendidikan (UKT) dengan besaran sesuai rumpun ilmu dan akreditasi program studi  serta bantuan biaya hidup yang disesuaikan dengan indeks harga wilayah. “Bantuan biaya hidup diberikan dalam beberapa klaster, dengan besaran mulai dari Rp800 ribu hingga Rp1,4 juta per bulan yang disalurkan langsung ke rekening penerima beasiswa,” ungkap Septien.

Pendaftaran KIP Kuliah dilakukan secara daring melalui SIM KIP Kuliah dan dibuka mengikuti jadwal seleksi nasional. Untuk jalur SNBT 2026, pendaftaran seleksi KIP Kuliah berlangsung pada 25 Maret hingga 7 April 2026.

Kemdiktisaintek mengimbau calon mahasiswa untuk segera melengkapi seluruh persyaratan dan memastikan sinkronisasi data sebelum melakukan finalisasi pendaftaran.

Dalam sosialisasi ini, Kemdiktisaintek juga menekankan pentingnya peran aktif berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, dinas pendidikan, serta guru bimbingan konseling dalam memastikan informasi program tersampaikan secara merata kepada siswa di seluruh Indonesia.

Pemerintah menargetkan agar tidak ada lagi anak Indonesia yang gagal melanjutkan pendidikan tinggi hanya karena keterbatasan ekonomi. KIP Kuliah diharapkan menjadi gerakan bersama dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang lebih inklusif, merata, dan berkeadilan. KIP Kuliah Sukses Berkarya Meraih Masa Depan.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

Wisata Petik Melon Untidar: Integrasi Inovasi dan Kewirausahaan Berbasis Agroteknologi yang Edukatif

Magelang — Untidar kembali menghadirkan inovasi program berbasis agroteknologi melalui kegiatan “Wisata Petik Melon Untidar” yang diselenggarakan pada tanggal 25–27 Maret 2026 di kawasan Bandongan Teaching Farm. Program ini menjadi bagian dari pengembangan unit usaha yang dikelola oleh UPA Agroteknologi. Target utama pengunjung dalam kegiatan ini adalah sivitas akademika Untidar, namun secara terbuka juga ditujukan untuk masyarakat umum.

“Program ini sudah dimulai sekitar bulan Agustus, dan saat ini kami sudah memasuki panen berikutnya. Pengunjung tidak dikenakan tiket masuk, namun hanya membayar sesuai berat melon yang dipetik,” ujar Ahmad Kholil selaku pengelola kebun di Bandongan Teaching Farm

Kegiatan tersebut berjalan dengan sistem self-harvesting, di mana pengunjung memetik langsung buah melon, kemudian dilakukan penimbangan untuk menentukan harga berdasarkan berat per kilogram. Jenis melon yang dibudidayakan merupakan varietas premium dengan kualitas unggul seperti melon berwarna kuning (jenis Lavender) dan melon hijau (jenis The Blues).

“Metode penanaman melon di sini menggunakan sistem hidroponik, sehingga nutrisi dan sirkulasi air dapat dikontrol setiap hari sebagai antisipasi terhadap potensi gangguan jamur dan ketidakseimbangan nutrisi,” imbuhnya.

Selanjutnya, pengunjung yang tertarik dapat memperoleh penjelasan edukasi mengenai teknik penanaman, proses pertumbuhan, hingga waktu panen optimal. Waktu operasional kunjungan tersebut berlangsung pada pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, dengan waktu terbaik untuk memetik melon umumnya pada sore hari karena kondisi suhu yang lebih stabil.

Kegiatan ini turut mendapatkan respons positif dari pengunjung. Bu Nia, salah satu pengunjung dari Wilayah Dumpoh, Magelang, menyampaikan bahwa pengalaman memetik melon secara langsung memberikan kesan yang menarik. 

“Citarasa dari buah melon disini enak dan berbeda, teksturnya lebih renyah dibanding melon pada umumnya, sehingga saya minat untuk kembali berkunjung bersama keluarga,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Biro Perencanaan Keuangan dan Umum Untidar, Sulistyaningrum, S.E. di hari pertama turut mengunjungi sekaligus menilai bahwa kualitas melon yang dihasilkan memiliki nilai unggul dan layak untuk dipasarkan secara luas. 

“Kualitas dari buah melon yang dipetik sudah bagus dan berbeda dengan melon yang biasa dijual di pasaran. Kegiatan Wisata Petik Melon ini berpotensi besar untuk dikembangkan melalui dukungan promosi yang lebih luas serta peningkatan kapasitas produksi.” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Untidar menegaskan komitmennya dalam pengembangan agrowisata inovatif yang meningkatkan partisipasi masyarakat dan mendukung ketahanan pangan lokal. Sebagai informasi tambahan, Untidar merencanakan perluasan komoditas melalui budidaya anggur yang masih dalam tahap pertumbuhan, guna mendorong nilai ekonomi hasil pertanian serta penguatan pertanian berkelanjutan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Penulis: Maura Deaazaria Firdanisahara
Editor: Humas Untidar