Perpustakaan Untidar Sukses Raih Akreditasi A, Bukti Komitmen Tingkatkan Mutu Layanan

Unit Penunjang Akademik (UPA) Perpustakaan Universitas Tidar (UNTIDAR) resmi menyandang akreditasi A berdasarkan hasil penilaian tim akreditasi nasional. Pencapaian ini menjadi bukti nyata dari komitmen Untidar dalam meningkatkan kualitas dan mutu pelayanan perpustakaan sebagai pusat belajar sivitas akademika. Proses akreditasi yang berlangsung dari 5-6 November 2024 berjalan lancar berkat kolaborasi tim perpustakaan serta persiapan matang yang telah dilakukan selama enam bulan terakhir.

Tim Perpustakaan Untidar bekerja keras dengan melakukan berbagai upaya, termasuk berkunjung ke beberapa perpustakaan universitas lain yang terakreditasi A, serta melakukan pelatihan intensif untuk menyusun borang akreditasi dengan baik. 

Diraihnya akreditasi A, memberikan dorongan Perpustakaan Untidar untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Saat ini, perpustakaan telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang seperti ruang komputer, ruang baca, ruang rapat, akses bagi disabilitas, Batik Corner, dan BI Corner, serta koleksi buku perpustakaan yang cukup memadai dengan 12.087 judul dan 23.091 eksemplar.

Hal ini terbukti dari tingginya minat pengunjung sepanjang tahun 2024, dengan total pengunjung sebanyak 97.158 dan tercatat rata-rata 400 pengunjung per harinya.

Kepala Perpustakaan Untidar, Dr. Drs. Hari Wahyono, M.Pd. mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini. “Akreditasi A merupakan pembakar semangat bagi kami untuk tetap berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan perpustakaan. Kedepannya, kami akan terus berinovasi dan menambah fasilitas untuk menunjang kebutuhan sivitas akademika yang terus berkembang,” ujarnya saat ditemui di ruang kerja, Senin (15/1).

 

Penulis: Dewi Puji Lestari

Editor: Humas Untidar

Undang Pakar Kecerdasan Otak, Kemdiktisaintek Selenggarakan Kuliah Umum Pengaruh Musik terhadap Otak dan Kesehatan

Denpasar – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) berkolaborasi dengan Tsinghua University dan Tsinghua Southeast Asia Center menyelenggarakan kuliah umum tentang pengaruh musik terhadap kecerdasan otak dan Kesehatan, Minggu (12/1).

Pada kuliah umum bertajuk “Music and Brain: How Does Music Influence The Brain And Health?” Kemdiktisintek mengundang Direktur Laboratorium Otak dan Kecerdasan Tsinghua Prof. Xiaoqin Wang sebagai narasumber untuk memberikan pemahaman kepada Masyarakat dan komunitas akademik mengenai hubungan antara musik, otak, dan kesehatan.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menyampaikan bahwa musik merupakan satu hal yang disukai masyarakat umum. Musik membutuhkan proses otak, dan berdasarkan penelitian,  musik memiliki pengaruh pada proses otak dan kesehatan. Stella Christie menjelaskan bahwa kegiatan kuliah umum ini merupakan upaya Kemdiktisaintek memberikan akses informasi kemajuan sains dan teknologi kepada masyarakat dan komunitas akademik.

“Musik adalah salah satu hal yang disukai masyarakat umum. Musik juga membutuhkan proses oleh otak dan berpengaruh dalam kecerdasan dan kesehatan. Kegiatan diseminasi sains ini selaras dengan visi Bapak Presiden yaitu memberikan akses sains dan teknologi kepada seluruh masyarakat Indonesia. Melalui acara ini kita jadi mengetahui bagaimana otak bekerja saat kita memainkan atau mendengarkan musik,” ujar Stella.

Lebih lanjut Stella Christie menjelaskan bahwa kegiatan kuliah umum ini merupakan suatu perwujudan implementasi dua Asta Cita yaitu Asta Cita keempat dan kedelapan. Asta Cita keempat berfokus pada pembangunan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan untuk Asta Cita kedelapan berfokus pada pembangunan budaya. Dengan menjadikan ilmu pengetahuan dan budaya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, diharapkan Indonesia dapat tumbuh menjadi bangsa yang kuat yang berbasis pada ilmu pengetahuan dan budaya.

“Kegiatan hari ini merupakan sinergi antara Asta Cita keempat dan Asta Cita kedelapan. Sains dan budaya merupakan sesuatu yang universal. Dengan acara ini diharapkan dapat menyatukan ilmu pengetahuan dan budaya sebagai bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Dengan menyadari hal itu, diharapkan kita dapat tumbuh sebagai bangsa yang kuat berbasis pada budaya dan ilmu pengetahuan,” jelas Stella.

Sementara itu Xiaoqin Wang menjelaskan bagaimana cara kerja perangkat FNIRS (Functional Near-Infrared Spectroscopy). Alat ini merupakan suatu teknologi yang digunakan untuk mengukur aktivitas otak. Alat ini bekerja menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau jamak disebut Artificial Intelligent System.

“Artificial Intelligent System sebenarnya bukan sepenuhnya sebuah kecerdasan, tapi merupakan  sebuah sistem komputer yang cukup canggih yang membuat kita mampu menggunakan semua pengetahuan yang ada”, jelas Xiaoqin Wang.

Lebih lanjut Xiaoqin Wang menjelaskan bahwa dalam pendekatan untuk memahami tentang kecerdasan biological dapat dilakukan melalui pembelajaran tentang musik. Beliau juga membagikan pengetahuan tentang bagaimana sebenarnya otak kita bekerja. Beliau mengasumsikan musik ibarat sebuah pesan yang menyentuh jiwa kita.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahanan hubungan sains dan teknologi di Indonesia dengan bidang kesenian khusunya musik dan bidang neurologi, juga meningkatkan pemahaman publik mengenai manfaat musik terhadap otak dan Kesehatan.

Kemdiktisaintek Buka Peluang Kerja Sama Riset Multiplier Effect di Bidang Ekonomi Kreatif

Jakarta – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Profesor Satryo Soemantri Brodjonegoro menerima audiensi dari Staf Khusus (Stafsus) Presiden Bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf), Yovie Widianto, di kantor Kemdiktisaintek, Selasa (7/1). Kedatangan Stafsus Presiden Yovie Widianto bertujuan untuk bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi terkait riset Multiplier Effect dari Festival Musik Indonesia dalam Bidang Ekonomi Kreatif.

“Kami saat ini sedang mencoba untuk masuk ke perguruan tinggi, karena kami sudah beberapa kali mencoba melakukan kerja sama riset, bagaimana multiplier effect sebuah festival musik di Indonesia dalam bidang ekraf,” tuturnya.

Dirinya juga menambahkan bahwa akan menjadi sangat menarik sekali ketika ternyata antusiasme ekonomi kreatif ini menjadi lebih tinggi ketika memasuki area lain, seperti ke kampus-kampus.
“Di samping itu kita bisa mendapatkan akurasi data yang bagus perlokasi daerah atau yang menjadi tempat penelitian dari kampus-kampus. Mungkin dari sini kita bisa kembangkan untuk bekerja sama sebagai program Kemdiktisaintek,” ujar Stafsus Yovie.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Satryo mengatakan bahwa di kampus ada macam-macam unit kesenian. Di Indonesia sendiri ada beberapa institut seni dan budaya, dimana terdapat program studi yang berfokus pada musik.

“Kampus-kampus bisa membuka peluang bekerja sama dan berkolaborasi. Yang terpenting kerja sama dapat bermanfaat bagi keduanya, yakni bagi masyarakat dan kampus,” tegasnya.

Tim stafsus bidang ekraf Presiden pun menambahkan bahwa mereka ingin mencoba untuk melibatkan dari sejak awal bagaimana kampus-kampus juga dapat menggelorakan penguatan ekonomi kreatif sehingga bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam pertemuan ini Mendiktisaintek menekankan bahwa yang menjadi titik berat adalah bagaimana multiplier effect penelitian dari sebuah festival musik bisa berpengaruh terhadap ekonomi kreatif bangsa Indonesia. Oleh karena itu, penelitian penting untuk dilakukan lewat kerja sama dengan kampus atau perguruan tinggi, dengan harapan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, mahasiswa, dan Perguruan Tinggi.

Menteri Satryo juga memberikan pesan bahwa riset ekonomi kreatif juga bisa mengangkat kreatifitas di daerah sehingga program ini juga nantinya turut dijalankan di berbagai Universitas daerah.

Harapan bersama disampaikan kedua pihak dimana nantinya ekraf harus menjadi salah satu tulang punggung dari pembangunan ekonomi. Berangkat dari kampus, berangkat dari mahasiswa, dan berangkat dari penelitian.

UNTIDAR Sambut Kunjungan Guru dan Kepala Sekolah SMAN 1 Sokaraja: Sinergi untuk Masa Depan Pendidikan

Universitas Tidar menerima kunjungan dari Kepala Sekolah dan guru SMAN 1 Sokaraja pada Rabu (8/1) di Ruang Rapat Rektorat, Universitas Tidar. Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat kemitraan sekaligus membahas peluang studi lanjut bagi siswa. 

Kegiatan dibuka dengan sambutan hangat dari Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama, Drs. Giri Atmoko, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan serta berharap agar kunjungan ini menjadi langkah awal kolaborasi produktif Untidar dengan SMAN 1 Sokaraja. “Kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan bapak dan ibu dari SMAN 1 Sokaraja telah menyempatkan untuk berkunjung ke Untidar yang jaraknya cukup jauh. Semoga dengan pertemuan ini tidak hanya mempererat hubungan kedua institusi, tetapi juga memberikan gambaran bagi guru dan inspirasi bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” ujar Giri.

Hal serupa juga disampaikan oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Sokaraja, Shobirin Slamet, S.Pd., M.Si., yang mengungkapan apresiasinya atas sambutan dari Untidar dan menyampaikan tujuan utama dari kunjungan ini. “Kami ingin memahami lebih banyak terkait jalur seleksi mahasiswa dan informasi mengenai Untidar sebagai pilihan untuk lanjut pendidikan tinggi secara faktual agar informasi yang kami berikan ke siswa lebih jelas,” jelas Shobirin.

Kepala Bagian Akademik,  Wahyu Andriyanto, S.A.P. juga berkesempatan membagi informasi terkait Untidar kepada 13 orang dari SMAN 1 Sokaraja, Banyumas. 

“ Nilai SNBP Untidar pada tahun 2024 terendah berada di angka 83 dan tertinggi di angka 87. Selain itu, SNBT dengan skor UTBK terendah 599 dan tertinggi 686. Data Rasio keketatan berdasarkan pendaftar dan yang diterima tertinggi adalah prodi D4 Akuntansi Perpajakan dengan nilai 1:10 dan terendah adalah D3 Farmasi dengan nilai 1:1,” terang Wahyu.

Tinggi rendahnya rata-rata nilai dan rasio keketatan ini dipengaruhi beberapa faktor seperti seleksi dalam pemilihan prodi yang digemari siswa serta prospek kedepan dari lulusan prodi tersebut.

Selain pemaparan profil, guru juga diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan maupun diskusi terkait pengalaman dalam mengarahkan siswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi.



Humas Untidar

Dorong Mahasiswa Turut dalam Pemberdayaan Masyarakat, Untidar Resmi Terjunkan Ratusan Mahasiswa Laksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) 

Sebanyak 917 mahasiswa program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tidar diterjunkan pada beberapa daerah di Kabupaten/Kota Magelang, DIY, Jawa Tengah, dan sekitarnya untuk melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat. Program KKN periode II Januari-Februari 2025 ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa Universitas Tidar untuk menerapkan ilmu yang telah mereka pelajari di tengah-tengah masyarakat.

Penerjunan mahasiswa KKN Universitas Tidar dilakukan secara simbolis dengan penyematan almamater oleh Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., dan penyerahaan jaminan asuransi BPJS Ketenagakerjaan kepada mahasiswa KKN sebagai bentuk perlindungan dari risiko kecelakaan selama pelaksanaan program kuliah kerja nyata (KKN) pada Senin (6/1) di Gedung Kuliah Umum (GKU) Dr. H. Suparsono.

Dalam sambutannya, Prof. Sugiyarto mengucapkan selamat kepada mahasiswa KKN Untidar yang akan berkontribusi langsung untuk membangun desa. Beliau juga berpesan agar mahasiswa selalu menjaga nama baik Universitas Tidar selama satu bulan di lokasi KKN. “Ketika kuliah kerja nyata (KKN), teman-teman sekalian nantinya akan membawa nama baik Universitas Tidar. Jaga nama baik universitas Tidar dan jadikan KKN sebagai kesempatan untuk mengabdi serta memberikan inovasi nyata kepada masyarakat,” tegasnya.

Beliau juga menambahkan agar mahasiswa harus menikmati proses KKN ini sebagai wadah untuk berkarya bagi desa dan mendorong inovasi yang bermanfaat. “Nikmatilah proses selama kuliah kerja nyata (KKN) ini. Melalui KKN, teman-teman dapat belajar berkolaborasi dengan masyarakat, mendengar aspirasi mereka, dan menerapkan solusi inovatif untuk memajukan desa,” imbuhnya pada kegiatan penerjunan pagi itu. 

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tidar, Dr. Dra. Eny Boedi Orbawati, M.Si., juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa agar selalu berani mencoba hal baru, kreatif, dan tidak mudah menyerah selama kuliah kerja nyata (KKN). “KKN adalah peluang untuk melatih kepemimpinan, kerja tim, dan keberanian menghadapi tantangan di lapangan. Jadilah inspirasi bagi masyarakat,” katanya.

Eny juga menyampaikan harapannya agar selama di lokasi KKN, mahasiswa Universitas Tidar diharapkan mampu melaksanakan program kerja yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk pelestarian lingkungan, peningkatan ekonomi UMKM, serta penguatan sosial dan budaya desa. Selain itu, mahasiswa Universitas Tidar juga didorong untuk memetakan permasalahan di desa dan memberikan solusi berbasis ilmu pengetahuan yang telah dimiliki selama menempuh pendidikan di Universitas Tidar.

 Program KKN Universitas Tidar periode Januari-Februari 2025 ini merupakan wujud nyata kontribusi Universitas Tidar dalam membangun Indonesia melalui pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat 

 

Penulis: Ruth Erica Margaret 

Editor: Tim Humas Untidar

Kemdiktisaintek Siap Dukung Pencapaian Ketahanan Pangan

Jakarta – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi siap mendukung pencapaian ketahanan pangan. Hal ini disampaikan perwakilan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) Fauzan Adziman saat Taklimat Media 2025 “Arah dan Kebijakan Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2025”, Jumat (3/1).

Fauzan Adziman menyoroti bahwa beberapa komoditas pangan penting Indonesia, pemenuhan suplainya masih tergantung impor. Untuk itu, diperlukan berbagai langkah strategis untuk mewujudkan ketahanan pangan, salah satu strateginya adalah dengan pengembangan benih unggul. Pengembangan benih unggul di Indonesia masih sangat terbatas dan masih banyak tergantung pada benih impor. Untuk itu, perlu digalakkan riset dan inovasi untuk menghasilkan benih-benih unggul untuk berbagai komoditas pangan yang penting.

“Kami sudah bertemu dengan lebih dari 25 pakar dari perguruan tinggi untuk membahas strategi-strategi yang dapat dikembangkan. Sejauh ini, strategi penting nomor satu adalah benih unggul,” ujar Fauzan Adziman.

Strategi berikutnya adalah intensifikasi. Strategi ini perlu digunakan karena dapat diimplementasikan tanpa memperluas lahan areal tanam. Strategi ini lebih mengutamakan penggunaan teknologi dalam budidaya pertanian. Fauzan Adzimen mencontohkan, di Bondowoso produksi padi jika tanpa dilakukan intensifikasi, sawah hanya bisa menghasilkan gabah 5 ton per hektare. Dengan implementasi intensifikasi pertanian berbasis riset organik, produksi bisa meningkat  menjadi 8 ton per hektare.

Peran riset dalam upaya mencapai ketahanan pangan adalah untuk meningkatkan nilai tambah baik dalam hal produktivitas benih melalui teknologi genomics. Selain itu riset juga berperan dalam optimalisasi penggunaan lahan melalui implementasi berbagai teknologi baik berbasis internet of things (IoT) dan juga kecerdasan buatan.

“Jadi tanpa memperbesar lahan, namun dapat meningkatkan produktifitas pertanian yang bermuara pada pencapaian ketahanan pangan,” jelas Fauzan Adziman.

Sementara itu, plt. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemdiktisaintek menjelaskan bahwa permasalahan tunjangan kinerja (tukin) dosen Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemdiktisaintek telah menjadi perhatian khusus Mendiktisaintek. Bahkan di setiap pertemuan dengan DPR maupun DPD, isu ini menjadi salah satu topik pembahasan.

Togar meluruskan bahwa regulasi terkait tukin sudah ada sejak nomenklatur Kemristekdikti. Namun ketika terjadi perubahan nomenklatur Kementerian, belum ada perubahan nomeklatur maupun kejelasan kebijakannya sehingga belum dapat dianggarkan. Ini adalah perjuangan bersama.

“Regulasi tukin ini sudah ada sejak Kemristekdikti. Informasi yang kami peroleh, Kemenkeu sudah memperingatkan terkait permasalahan tukin ini, namun waktu itu tidak ditindaklanjuti dalam dua hal yaitu kejelasan keberlanjutannya dan kejelasan kebijakannya. Kementerian terdahulu tidak bisa menganggarkan karena nomenklatur dan kejelasan kebijakannya tidak ada,” ucap Togar.

Kemdiktisaintek saat ini telah menghitung kebutuhan anggaran untuk pembayaran tukin dosen mencapai sekitar 2,8 triliun rupiah. Besaran ini belum masuk dalam penganggaran tahun 2025. Untuk itu, Kemdiktisaintek berupaya mengusulkan alokasi tukin dosen masuk dalam anggaran tambahan ke Badan Anggaran (Banggar) DPR dan Kementerian Keuangan. Togar menegaskan bahwa Kemdiktisaintek akan mengikuti prosedur penganggaran belanja negara dalam proses pengusulan alokasi anggaran untuk pembayaran tukin dosen.

“Terkait tukin dosen, Kemdiktisaintek mengikuti prosedur penganggaran belanja negara. Memang di tahun 2025 belum ada alokasinya. Untuk itu kita usulkan sebagai anggaran tambahan ke Banggar DPR dan Kementerian Keuangan dan tetap memerlukan Peraturan Presiden,” jelas Togar.

Mendiktisaintek Sampaikan Paradigma Transformasional Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

Jakarta – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro sampaikan arah dan kebijakan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi dalam acara Taklimat Media 2025 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada Jumat, (3/1).

Menteri Satryo menyampaikan tentang paradigma baru kebijakan pendidikan tinggi dalam mendukung Asta Cita, 8 program hasil terbaik cepat, 17 program prioritas, dan tantangan strategis bangsa Indonesia.

Mendiktisaintek berpendapat bahwa pendidikan tinggi harus berdampak kepada pembangunan nasional. Oleh  karena itu, Kemdiktisaintek terus berupaya memaksimalkan dukungan sains dan teknologi.

“Kami ingin memastikan bahwa Kementerian kami ini mampu untuk menjadikan pendidikan tinggi sebagai agen pembangunan ekonomi, supaya pendidikan tinggi mampu memberikan pada masyarakat kita suatu dampak yang lebih baik ke depan,” ujar Satryo.

Dalam paparannya Menteri Satryo menjelaskan peran Kemdiktisaintek pada visi presiden dan wakil presiden yaitu Asta Cipta, 8 program hasil terbaik cepat, dan 17 program prioritas yang akan melibatkan Ditjen Pendidikan Tinggi, Ditjen Sains dan Teknologi, dan Ditjen Riset dan Pengembangan.

“Kita akan lihat mana-mana yang menjadi tugas kami di Kementerian. Dari 8 visi Presiden-Wakil Presiden (Asta Cita), maka kami terlibat di tiga Asta Cita, tiga misi,” ujar Satryo.

Pada Asta Cita, Kemdiktisaintek mengambil peran pada nomor 2 tentang memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa. Kemudian di nomor 4 tentang pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, dan nomor 5 tentang hilirisasi dan industrialisasi.

Dalam mewujudkan fondasi Indonesia Emas 2045 melalui kontribusi 8 program hasil terbaik cepat, Kemdiktisaintek berperan dalam mencetak dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian dengan lumbung pangan desa, daerah, dan nasional. Selain itu, Kemdiktisaintek berusaha membangun sekolah-sekolah unggul terintegrasi di provinsi, dan memperbaiki sekolah-sekolah yang perlu renovasi.

Menurut Menteri Satryo, dalam 17 program prioritas, Kemdiktisaintek berperan dalam membangun bangsa dan negara sesuai dengan mencapai swasembada pangan, energi, dan air, penguatan pendidikan, sains dan teknologi, serta digitalisasi. Selain itu, menurutnya juga terkait penguatan kesetaraan gender dan perlindungan hak perempuan, anak, serta penyandang disabilitas.

“Kemdiktisaintek juga berperan mengenai pelestarian lingkungan hidup serta melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi berbasiskan Sumber Daya Alam (SDA) dan maritim,” terangnya.

Sementara itu, Wamendiktisaintek, Fauzan, menegaskan bahwa program-program yang telah disusun Kemdiktisaintek sangat mempertimbangkan aspek keberlanjutan. Menurutnya struktur Kementerian perlu disesuaikan, mulai dari staf, sumber daya, dan lainnya dalam rangka untuk meningkatkan efektivitas kerja.

“Kebermanfaatan ke masyarakat dalam rangka mendukung Asta Cita Pak Presiden ini menjadi salah satu prioritas yang menjadi atensi, menjadi perhatian bagi perguruan tinggi,” ujar Fauzan.

Pada kesempatan yang sama, Wamendiktisaintek, Stella Christie juga memaparkan bawah Kemdiktisaintek bertugas untuk membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan sains dan teknologi. Beliau melihat potensi bahwa Indonesia mempunyai banyak individu yang tersebar di berbagai perguruan tinggi yang sangat mumpuni.

“Kita mempunyai ilmuwan-ilmuwan yang sangat mumpuni, yang sangat pakar pada bidangnya. Saya sudah beruntung bertemu dengan banyak ilmuwan-ilmuwan tersebut dan inilah yang perlu kita bangun, yaitu bagaimana kita bisa membangun kondisi yang mendukung pertumbuhan setiap individu tersebut di masing-masing perguruan tinggi yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia,” tegas Stella.

Acara taklimat media 2025 menjadi ajang temu media dengan jajaran Kemdiktisaintek yang dilaksanakan sebagai pembuka awal tahun 2025. Dalam acara tersebut turut dihadiri oleh rekan-rekan media yang tergabung Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik).

 

Permendikbudristek Nomor 67 Tahun 2024 Jadi Ruang Orpfrof Guru Untuk Aktualisasi Kompetensi Diri

 

Jakarta, 2 Januari 2025  –  Organisasi Profesi (Orprof) Guru merupakan wadah yang memiliki peran penting untuk membantu guru agar memiliki kemampuan adaptif dengan berbagai perubahan dan memiliki ketahanan (resiliensi) terhadap tantangan. Demikian dikatakan oleh Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Nunuk Suryani dalam keterangannya di Jakarta, (2/1).
 
Dengan demikian diperlukan suatu regulasi yang mendorong Orprof Guru untuk memberikan kesempatan bagi guru dalam mengaktualisasikan kompetensi dirinya. “Oleh sebab itu, pada tanggal 16 Oktober 2024 lewat inisiasi yang melibatkan berbagai pihak, diantaranya pemerintah pusat dalam hal ini Direktorat Jenderal GTK (Ditjen GTK), bersama Tim Kerja Fasilitasi Pembinaan Orprof GTK sebagai representasi dari seluruh – organisasi pendidikan pada Ditjen GTK beserta Tim Akademisi, kami menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 67 Tahun 2024 tentang Fasilitasi Terhadap Organisasi Profesi Guru,” urai Nunuk.
 
Melalui peraturan ini, Kemendikdasmen dapat memberikan ruang dan fasilitasi yang lebih baik bagi organisasi profesi guru untuk mengoptimalkan peran dalam mengembangkan profesionalitas guru serta menjalankan secara bersama-sama Kode Etik Guru dalam hal menjaga, meningkatkan kehormatan, dan martabat guru saat pelaksanaan tugas keprofesionalan.
 
Tak luput, dengan dukungan regulasi ini diharapkan para guru dapat lebih mudah mengakses pelatihan, berbagi pengalaman, dan memperluas wawasan demi menciptakan proses pembelajaran yang lebih inovatif dan menyenangkan bagi peserta didik.
 
“Kemendikdasmen akan melakukan berbagai strategi penyebarluasan (Permendikbudristek) lewat berbagai platform media sosial, sehingga masyarakat umum terutama guru terhindar dari banyak miskonsepsi/kesalahpahaman khususnya mengenai pengertian Orprof Guru,” jelas Nunuk.
 
Berdasarkan amanat Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Organisasi Profesi Guru merupakan perkumpulan berbadan hukum yang didirikan dan diurus oleh guru, dan guru wajib menjadi anggota organisasi profesi guru. Dengan kata lain, Orprof guru adalah dari dan untuk guru.  Sedangkan di Permendikbudristek no 67/2024 menyebutkan bahwasanya organisasi profesi guru merupakan perkumpulan berbadan hukum adalah bentuknya perkumpulan dan memiliki pengesahan badan hukum dari menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang hukum dan hak asasi manusia.
 
Lebih lanjut, komitmen Kemendikdasmen untuk menyebarluaskan Permendikbudristek no 67/2024 tersebut telah dilakukan lewat berbagai strategi. Salah satunya melalui Sosialisasi yang telah diadakan di 3 (tiga) wilayah regional yaitu di Kota Padang pada tanggal 21-22 November; di Kota Makassar pada tanggal 29-30 November; dan di Kota Surabaya pada tanggal 12-13 Desember, dengan unsur yang terlibat berasal dari pemerintah daerah, organisasi pendidikan pusat dan daerah, guru, kepala sekolah, pengawas sekolah perjenjang negeri, swasta, dan agama, serta LPTK yang menyelenggarakan program pendidikan profesi guru (PPG).
 
Kemendikdasmen berharap dengan ditetapkannya Permendikbudristek no 67/2024 dapat mendorong Orprof Guru semakin mengoptimalkan diri dalam memajukan profesi, meningkatkan kompetensi, karier, wawasan kependidikan, perlindungan profesi, kesejahteraan, dan pengabdian kepada masyarakat.
 
“Selanjutnya, di dalam peraturan tersebut (Permendikbudristek no 67/2024), Kemendikdasmen menetapkan bentuk-bentuk fasilitasi yang dapat diberikan kepada organisasi profesi guru, guna mengoptimalkan peran organisasi guru”, pungkas Nunuk.

 

 

Penguatan SDM: UNTIDAR Gelar Pengarahan Dan Penandatanganan Kontrak Pegawai Non Administrasi 2025

Universitas Tidar (UNTIDAR) menggelar acara pengarahan sekaligus penandatanganan perjanjian kontrak pegawai non administrasi tahun 2025, Senin (31/12). Acara yang berlangsung di Gedung dr. H.R. Suparsono ini dipimpin langsung oleh Plt.  Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan dan Umum Dr. Astuty, M.Pd.

 

Dalam sambutannya, beliau menyampaikan beberapa poin penting terkait tugas, tanggung jawab, kewajiban, wewenang, dan visi yang diemban oleh para pegawai mulai dari pengemudi, petugas keamanan, pramu taman, pramu kantor, pramu kebersihan, dan teknisi. “Tempat kerja itu periuk keluargaku, kan kujaga dan bekerja sepenuh hati slogan yang saya tanamkan pada diri sendiri untuk tetap bekerja sepenuh hati dan menghindari hal-hal aneh yang nantinya akan merugikan diri sendiri. Sebagai pegawai yang baik kita bisa membangun dan menerapkan rasa tanggung jawab dan kewajiban tugas selama bekerja dengan baik . Selain itu pegawai juga berwenang dan berhak mengambil tindakan apabila terjadi gangguan di lingkungan kampus serta melaporkannya ke atasan,” ujar Astuty.

Acara tersebut juga dihadiri Plt. Kepala Biro Perencanaan, Keuangan dan Umum Drs. Giri Atmoko, M.Si., Kepala Bagian Umum Sulistyaningrum, S.E., dan sejumlah kepala unit lainnya. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap langkah strategis yang diharapkan memperkuat kinerja dan pelayanan UNTIDAR di tahun 2025. 

 

Penulis: Dewi Puji Lestari

Editor: Humas Untidar

Rektor Untidar Turun Langsung, Beri Dukungan Pada Mahasiswa Korban Kebakaran

Bencana kebakaran yang melanda rumah Achmad Faqih Muniry, mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Tidar, Kamis (26/12), mendapat perhatian khusus dari Rektor Untidar. Rektor turun langsung ke lokasi sehari setelah kejadian. Ia didampingi Ketua LPPM, Koordinator Pusat Pengabdian Masyarakat, Ketua UPA Bahasa, Wakil Dekan Bidang II Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi, Ketua Tim Kerja Bidang Humas, serta diikuti beberapa mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi dan UKM LPM-Mata.

Di kesempatan itu, Achmad didampingi kedua orang tuanya, Bintono dan Lestari, menjelaskan penyebab terjadinya kebakaran rumah yang terletak di Dusun Sidorejo, Payaman, Secang tersebut diduga dari lilin aromaterapi.  

Rektor Untidar, Sugiyarto, menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang dialami oleh keluarga Achmad. “Tujuan kami berkunjung adalah silaturahmi dan ingin tahu kondisi keluarga. Semoga mas Achmad dan keluarga selalu diberikan ketabahan dan kesabaran, dan Allah senantiasa akan memberikan rezeki yang luar biasa,” tutur Rektor.

Sugiyarto juga menambahkan agar Achmad tetap semangat dalam menuntut ilmu. “Sebagai bentuk kepedulian kami, Mas Achmad kami bebaskan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama satu semester.” Lanjutnya.

Bintono menyampaikan ucapan terima kasih yang tidak terhingga kepada Untidar atas semua perhatiannya. Kunjungan ini menambah semangat keluarganya untuk tetap istiqomah dan sabar dalam menerima semua cobaan. “Pembebasan UKT tersebut tentu sangat berarti bagi kami. Achmad dapat terus menyelesaikan studinya.”

Dalam momen tersebut, beberapa bantuan berupa uang tunai yang terhimpun melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Untidar dan sembako diserahkan kepada korban.

Penulis: Dewi Puji Lestari

Editor : Humas Untidar