Ary Sutedja dan Christophoros Stamboglis Sebut Tim Paduan Suara Untidar Berpeluang Besar Menang Kompetisi

Paduan Suara Mahasiswa Grandio Sonora Tidar (PSM GST) bersama Pianis asal Indonesia, Ary Sutedja dan Penyanyi Bass asal Yunani, Christophoros Stamboglis menyelenggarakan acara Master Class Bridging Culture, Rabu (24/04) di GKU dr. H.R. Suparsono. Kedatangan dua musisi besar tersebut untuk memberikan pelatihan kepada tim PSM GST yang akan mengikuti kompetisi di Bali mendatang.

Christophorus Stamboglis mengapresiasi kegigihan tim PSM GST. Musisi yang kerap tampil di gedung opera besar dunia ini juga menyampaikan mereka berpeluang besar untung menang di kompetisi dunia. Hal serupa dikatakan oleh Ary Sutedja.

“Saya kagum dengan mereka karena mereka dari latar belakang yang berbeda tapi mau meluangkan waktu untuk bermusik, saya kagum. Semoga Universitas Tidar dan semua dosen mendukung mereka karena ini adalah anak muda yang mau keluar dari zona nyamannya, mereka melakukan sesuatu yang kreatif. Saya salut dengan mereka, bukan musisi saja sudah seperti ini, tinggal kita poles-poles saja. Orang Indonesia itu berbakat,” pungkas Ary Sutedja.

Master Class Bridging Culture juga serangkai dengan Konser Bridging Culture dibawah naungan The Greek Embassy in Indonesia. Agenda ini diselenggarakan dalam rangka peringatan 75 tahun hubungan Indonesia dan Yunani. Konser akan diselenggarakan di 4 kota yaitu Bali, Magelang, Kudus, dan Jakarta.

“Ini pengalaman yang menyenangkan banget. Sebenarnya agak kaget Universitas Tidar bisa menyelenggarakan kegiatan yang menghadirkan orang-orang hebat. Kegiatan Master Class ini menurutku juga sangat dibutuhkan banget buat PSM GST karena kita jadi bisa dapat pengalaman baru dan ilmu-ilmu baru seputar paduan suara buat upgrade skill kedepannya. Saya pribadi sangat berterimakasih sekali kepada Untidar karena sudah memberikan kesempatan kepada kami dan mempertemukan kami dengan Mr. Christophoros dan Ibu Ary,” pungkas Fatma anggota PSM GST.

Penulis : Kerin

Editor : Humas Untidar

7.945 Peserta Bersiap Ikuti Ujian di Pusat UTBK Universitas Tidar

Pusat Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Universitas Tidar tengah mempersiapkan segala keperluan untuk pelaksanaan ujian bagi 7.945 peserta. Selain sarana dan prasarana, Wakil Rektor Akademik dan Kerjasama, Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc. berupaya mengurangi potensi kecurangan ujian.

“Panitia akan berusaha maksimal untuk menfasilitasi dan mencegah terjadinya praktik kecurangan ujian seperti joki sehingga hasil ujian yang diperoleh merupakan hasil murni kemampuan peserta,” jelas Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc. pada Konferensi Pers Pelaksanaan UTBK-SNBT di Pusat UTBK Universitas Tidar Tahun 2024.

Muhammad Rifqi Maarif, S.T., M.Eng., Koordinator Pelaksana Pusat UTBK Untidar menjelaskan awal minggu ini telah dilaksanakan coaching untuk Penanggung Jawab Lokal (PJL), Wakil Penanggung Jawab Lokal (PJL), Pengawas, IT Ruang serta IT Server.

Kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi terlebih mengenai tata tertib panitia dan peserta, macam-macam contoh perjokian, perlengkapan yang boleh dan tidak boleh dibawa, dll.

“Nantinya ada petugas yang dilengkapi dengan metal detector untuk memastikan peserta tidak membawa peralatan elektronik atau tambahan untuk melakukan kecurangan saat ujian. Keperluan seperti alat tulis dan kertas buram sudah disediakan panitia,” jelas Rifqi.

Pelaksanaan UTBK di Untidar akan dilaksanakan dalam 2 gelombang yaitu Gelombang 1 pada 30 April 2024 – 7 Mei 2024 sedangkan Gelombang 2 pada 14 Mei 2024.

“Sebenarnya pelaksanaan UTBK Gelombang 2 dilaksanakan sampai 20 Mei 2024 namun untuk 7.945 peserta yang mendaftar ujian di Pusat UTBK Untidar sudah tercukupi sampai tanggal 14 Mei 2024,” tambahnya.

Pusat UTBK Untidar menyediakan 29 ruangan dan 535 komputer dalam setiap sesi ujian yang tersebar di 8 lokasi ujian yaitu Kampus Tuguran, Kampus Sidotopo, SMA Negeri 2 Magelang, SMA Negeri 3 Magelang, SMA Negeri 4 Magelang, SMA Negeri 5 Magelang, SMK Negeri 1 Magelang dan SMK Negeri 2 Magelang.

Dalam 1 hari dilaksanakan 2 sesi ujian yaitu sesi pagi dimulai pukul 06.45 sampai 10.30 Wib dan sesi siang dimulai 12.30 – 16.15 Wib.

Peserta dihimbau dapat melakukan survei lokasi ujian maksimal H-1 pelaksanaan ujian agar dapat memperkirakan waktu tempuh menuju lokasi ujian. Denah lokasi, larangan dan kewajiban peserta ujian juga akan diunggah di laman untidar.ac.id

Panitia Pusat UTBK Universitas Tidar juga menyediakan stand khusus untuk beberapa perguruan tinggi swasta di wilayah Karesidenan Kedu untuk melakukan promosi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB).

“Dalam meningkatkan jumlah lulusan SMA yang melanjutkan ke perguruan tinggi di wilayah Kedu khususnya, kami bekerjasama dengan rekan-rekan perguruan tinggi swasta di wilayah Kedu untuk melakukan sosialisasi PMB,” pungkasnya.

Penulis dan Editor : Humas Untidar

Denah Lokasi Ujian Pusat UTBK Universitas Tidar Tahun 2024

Fakultas Ekonomi, Kampus Tuguran, Universitas Tidar

Jl. Kapten Suparman No.39, Potrobangsan, Kec. Magelang Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah 56116

Google Maps link silahkan KLIK DISINI

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Kampus Tuguran, Universitas Tidar

Jl. Kapten Suparman No.39, Potrobangsan, Kec. Magelang Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah 56116

Google Maps link silahkan KLIK DISINI

 

Fakultas Teknik, Kampus Tuguran, Universitas Tidar

Jl. Kapten Suparman No.39, Potrobangsan, Kec. Magelang Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah 56116

Google Maps link silahkan KLIK DISINI

Gedung LPPM, Kampus Tuguran, Universitas Tidar

Jl. Kapten Suparman No.39, Potrobangsan, Kec. Magelang Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah 56116

Google Maps link silahkan KLIK DISINI

Gedung Kuliah Terpadu, Kampus Sidotopo, Universitas Tidar

Jl. Barito 1 No.2, Area Sawah/Kebun, Kedungsari, Kec. Magelang Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah 59155

Google Maps link silahkan KLIK DISINI

Gedung Laboratorium Terpadu, Kampus Sidotopo, Universitas Tidar

Jl. Barito 1 No.2, Area Sawah/Kebun, Kedungsari, Kec. Magelang Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah 59155

Google Maps link silahkan KLIK DISINI

SMA Negeri 2 Magelang

Jl. Urip Sumoharjo, Wates, Kec. Magelang Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah 56113

Google Maps link silahkan KLIK DISINI

SMA Negeri 3 Magelang

Jl. Medang No.17, Rejowinangun Utara, Kec. Magelang Tengah, Kota Magelang, Jawa Tengah 56127

Google Maps link silahkan KLIK DISINI

SMA Negeri 4 Magelang

Jl. Panembahan Senopati No.42/47, Jurangombo Utara, Kec. Magelang Sel., Kota Magelang, Jawa Tengah 56123

Google Maps link silahkan KLIK DISINI

SMA Negeri 5 Magelang

Jl. Barito 2, Sidotopo, Kedungsari, Kec. Magelang Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah 56114

Google Maps link silahkan KLIK DISINI

SMK Negeri 1 Magelang

Jl. Cawang No.2, Jurangombo Sel., Kec. Magelang Sel., Kota Magelang, Jawa Tengah 56123

Google Maps link silahkan KLIK DISINI

 

SMK Negeri 2 Magelang

Jl. Ahmad Yani, South Kramat, Magelang Utara, Magelang City, Central Java 59155

Google Maps link silahkan KLIK DISINI

 

 

 

 

 

 

 

 

Fakultas Teknik Untidar Tandatangani Kerja sama dengan Universitas dan Pusat Penelitian dari Taiwan.

Fakultas Teknik, Universitas Tidar menandatangani 5 (lima) perjanjian kerjasama atau Memorandum of Agreement (MoA) dengan 2 (dua) universitas dan 3 (tiga) pusat penelitian yaitu gempa, analisis struktur, dan teknologi kontrol seismik dari Taiwan, Kamis (25/04).

“Hari ini telah terlaksana kegiatan kuliah umum dari 4 (empat) Visiting Professor dari Taiwan dan penandatanganan kerja sama dengan dua universitas yaitu NCKU dan NUU Taiwan. Kerja sama ini terkait penawaran program dan beasiswa studi lanjut S2 dan S3 bagi alumni dan dosen Fakultas Teknik Untidar untuk mengambil studi di Taiwan serta program 3+2 untuk mahasiswa S1 dimana mahasiswa bisa mendapatkan gelar sarjana dari Untidar dan Magister di Taiwan dengan masa studi 10 (sepuluh) semester atau 5 tahun. Selain itu, ke depan kita dapat melakukan penelitian dan publikasi bersama antara dosen dari FT Untidar dengan Profesor dari Taiwan,” jelas Prof. Dr. Ir. Gito Sugiyanto, S.T., M.T., IPM., ASEAN. Eng.

Kedua Universitas tersebut adalah National Cheng Kung University (NCKU) dan National United University (NUU) serta 3 laboratorium penelitian yaitu National Center for Research on Earthquake Engineering (NCREE) National Applied Research Laboratories (NARLabs) Taiwan, Computer Aided Structural Analysis Laboratory (CASALab), and Innovation Structure and Seismic Control Technology Research Laboratory.

Bertempat di  di Ruang E.03.4.15, Fakultas Teknik, Penandatangan kerja sama dilaksanakan oleh Dekan Fakultas Teknik, Prof. Dr. Ir. Gito Sugiyanto, S.T., M.T., IPM., ASEAN. Eng. dengan Prof. Chyan-Deng Jan sebagai Dekan The College of Engineering, National Cheng Kung University (NCKU) dan Prof. Bor-Liang Chen sebagai Dekan College of Engineering and Science, National United University (NUU). Prof. Hsuan-Teh Hu, Kepala Computer Aided Structural Analysis Laboratory (CASALab), Prof. Chung-Sheng Lee, Kepala Innovation Structure and Seismic Control Technology Research Laboratory dan Prof. Fu-Pei Hsiao, Direktur National Center for Research on Earthquake Engineering (NCREE) National Applied Research Laboratories (NARLabs).

Pada kesempatan yang sama juga diselenggarakan Public Lecture bertema “Bridging Future: Exploring Disaster Prevention in Taiwan and Indonesia” yang diisi oleh 4 (empat) Profesor dari Taiwan dan Assoc. Prof. Yanuar Haryanto, S.T., M.T., PhD. dari Universitas Jenderal Soedirman. Materi kuliah umum memaparkan upaya mitigasi bencana alam melalui konstruksi yang terencana, penilaian dan penerapan skenario dampak gempa bumi, serta program beasiswa untuk studi lanjut di Taiwan. Acara ini dihadiri oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik Untidar dari 7 (tujuh) program studi yang ada di Fakultas Teknik.

Pada kesempatan ini, Prof. Hsuan-Teh Hu juga menjabarkan Program 3+2 yaitu penawaran program kuliah program sarjana tiga tahun dan program magister dua tahun– di NCKU dan NUU. Pemaparan materi praktisi kemudian ditutup dengan sharing session, pengalaman berkuliah di Taiwan oleh Assoc. Prof. Yanuar Haryanto, S.T., M.T., Ph.D.

Prof. Chyan-Deng Jan Dekan The College of Engineering National Cheng Kung University mengungkapkan harapannya pada hubungan yang baru dibangun antara Untidar dan NCKU serta NUU.

“Kami ingin membangun hubungan dengan Indonesia, karena Indonesia negara yang menarik untuk kami pelajari. Banyak perbedaan antar kedua negara ini dari dalamnya, budayanya. Sehingga kita dapat saling belajar ke depan,” pungkasnya.

Penulis: Kerin

Editor: Humas Untidar

Rangkaian Dies Natalis, Untidar Gelar Ziarah dan Anjangsana ke Pimpinan Terdahulu.

Jajaran pimpinan beserta perwakilan dosen dan mahasiswa Universitas Tidar berziarah ke makam ke Drs. Jojok Tarunawijaya di Pemakaman Secang, Magelang dan Kolonel (Purn.) Dr. RA. Gambiro di Taman Makam Pahlawan Nasional Giri Tunggal, Semarang.

Ziarah ke makam Rektor ketiga dan keempat Universitas Tidar Magelang (UTM) ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-45. UTM merupakan sebutan Untidar saat masih berstatus swasta.

Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., Rektor Untidar saat ini, menyampaikan tujuan kegiatan ziarah makam dan anjangsana Kamis-Jumat, (18-19/04) sebagai upaya membentuk kebiasaan Keluarga Besar Untidar untuk rutin berziarah ke para pejuang dan anggota keluarga yang telah berjasa bagi berdirinya kampus ini.

“Ziarah ini dalam rangka agar kita tidak melupakan sejarah, mendoakan siapapun yang sudah berjasa bagi berdirinya Untidar, kebiasaan ini harus kita bangun. Kedua, dengan cara ini kita juga ingin membangun semangat ke depan supaya kita sebagai sebuah keluarga berdoa mudah-mudahan akan meneruskan jejak perjuangan para pendahulu untuk Untidar agar bisa lebih maju,” tuturnya.

Bertajuk Mangayubagyo dan Nitilaku Dumadining Tidar, selain Ziarah Makam romobongan Untidar juga melaksanakan kegiatan Anjangsana (kunjungan silaturahmi) ke Rektor terdahulu yaitu Rektor kelima yaitu Ir. H. Bambang Surendro, MT., MA.; Rektor keenam, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. dan Rektor ketujuh, Prof. Dr. Ir. Mukh. Arifin, M.Sc.

“Saya berharap kegiatan bagus seperti ini bisa diteruskan setiap tahun. Semoga bisa terus menjaga silaturahmi dengan keluarga besar Untidar. Harapnnya Dies Natalis ke-45 ini Untidar semoga semakin hebat,” kata Prof. Arifin saat ditemui di kediamannya di Semarang.

Senada dengan Prof. Arifin, Dr. Ir. H. Bambang Surendro, MT., MA. dan Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. berterima kasih berharap kegiatan semacam ini bisa terus mempererat silaturahmi Keluarga Besar Untidar.

“Mudah-mudahan dengan semangat teman-teman bekerja sesuai tanggung jawabnya itu akan menjadikan Untidar lebih berkibar,” tambah Prof. Cahyo.

Selain mempererat silaturahmi, anjangsana ini juga menambah pengetahuan dan informasi terkait sejarah Untidar. Utamanya adalah bagaimana perjalanan penegerian Untidar dimana akhirnya mendapat status perguruan tinggi negeri pada tahun 2014 silam.

10 tahun sudah Untidar menjadi perguruan tinggi negeri, tentunya tantangan untuk menjadi lebih baik semakin besar. Kebersamaan keluarga Untidar menjadi kekuatan tersendiri untuk mengawal Untidar menjadi lebih baik lagi.

“Saya berharap kedepan Untidar dapat menjadi pilihan utama mahasiswa. Hingga nanti kedepan semakin banyak berkembang dan menghasilkan mahasiswa yang terampil,” pungkas Dr. Ir. H. Bambang Surendro.

 

Penulis : Kerin

Editor : Humas Untidar

Untidar Gelar Doa Bersama Pembangunan Masjid dan Laboratorium Rekayasa

Universitas Tidar menggelar kegiatan Doa Bersama 17 Ramadhan dalam rangka pembangunan masjid dan Laboratorium Rekayasa, Kamis (28/3). Para dosen dan mahasiswa Unit Kegiatan Agama Islam (UKAI) Ar-Ribath melantunkan ayat-ayat suci Alquran dan berdoa bersama di Lobby Gedung Kuliah Terpadu, Kampus Sidotopo.

Masjid baru UNTIDAR rencana akan diberi nama “Masjid 17”. Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. menuturkan angka 17 dimaknai sebagai pengharapan karakter nasionalis-religius bagi seluruh sivitas akademika, khususnya bagi mahasiswa.

“Nama 17 adalah simbol nasionalis, 17 Agustus sebagai simbol hari kemerdekaan kita. Dalam nuansa religius, mengingatkan pada kewajiban salat 17 rakaat tiap harinya. Di samping makna 17 lainnya, kalau dalam bahasa Jawa ya ‘pitulas’ atau ‘pitulung lan kawelasan’ (pertolongan dan belas kasih),” tuturnya.

Rektor Untidar menjelaskan makna filosofi Masjid17. Foto : Isaka/Yoni

Rektor melanjutkan pemilihan lokasi pembangunan masjid di Kampus Sidotopo adalah penerapan kebiasaan tradisi Jawa. Masjid biasanya terletak di sekitar keraton, begitu pula Masjid 17 ini yang dibangun disekitar Rektorat Untidar.

“Kami sangat berharap filosofi orang Jawa bahwa kita terbuka. Untuk siapapun juga nanti bisa mengakses, mengambil manfaat dari keberadaan masjid itu, dan juga sebagai komunikasi dengan masyarakat secara luas. Jadi kami bukan sebagai lembaga yang tertutup, tetapi terbuka untuk siapapun juga baik dengan sarana komunikasi agamis, sarana komunikasi nasionalis, budaya, ekonomi, olahraga, seni, dsb.,” tambah Rektor.

Selain rencana pembangunan Masjid 17, Untidar saat ini sedang menyelesaikan pembangunan Laboratorium Rekayasa yang merupakan kelanjutan dari Laboratorium Terpadu 1 dibagian selatan Kampus Sidotopo.

“Laboratorium ini kami harapkan supaya efisien tidak diklaim untuk satu prodi atau satu fakultas, jadi di-manage secara terpadu di bawah UPA lab terpadu, UPA lab agroteknologi, taman agroteknologi sehingga prodi apapun nanti kalau bisa praktikum terpusat di lab terpadu 1 maupun 2 yang disebut dengan lab rekayasa ini. Jadi komunikasi lintas bidang bisa terjadi di tempat itu juga,” jelasnya.

Pembangunan Laboratorium Rekayasa sudah dimulai tahun 2023 dan direncanakan selesai pada Agustus 2024 mendatang. Gedung ini terdiri dari 5 lantai dan 1 basement yang akan dimanfaatkan sebagai ruang kelas dan laboratorium.

Rektor berharap, Kampus Sidotopo menjadi kampus integratif yang menjunjung integritas. UNTIDAR semakin menunjukkan dinamika lintas agama, lintas bidang, kebersamaan, keterbukaan yang tercermin dari alumni UNTIDAR nantinya.

“Harapan kami, lembaga pendidikan bernama UNTIDAR ini betul-betul menjadi satu tempat untuk menggembleng kawah candradimuka. Generasi ke depan selain memiliki kapabilitas akademis, tidak melupakan dan justru menguatkan karakter dari spiritualitasnya. Memiliki tambatan nasionalis yang kuat juga, cinta budaya, masyarakat, dan sosial,” pungkas Rektor.

Pada kesempatan ini turut hadir KH. Muhammad Sholihun yang memberikan tausiah mengenai sejarah masjid dan turut mendoakan agar rencana pembangunan masjid Untidar ini berjalan dengan lancar. Pada Penghujung acara Rektor melakukan potong tumpeng dan diserahkan kepada Dekan Fakultas Pertanian, Dr. Ir. Joko Sutrisno, M.P. selaku tuan rumah acara doa bersama ini. Serta dilanjutkan dengan acara buka bersama.

Penulis : Isaka

Editor : Humas Untidar

902 Calon Mahasiswa Lolos SNBP Untidar, Manajemen Jadi Prodi Favorit

Universitas Tidar menerima 902 calon mahasiswa baru jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP).

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama, Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc. IPM. menuturkan pelaksanaan proses SNBP Untidar berlangsung lancar.

“Jumlah peminat Untidar di jalur SNBP tahun 2024 sejumlah 8.039 dan yang berhasil diterima atau lolos seleksi sesuai kuota yang tersedia adalah 902 calon mahasiswa,” tuturnya saat ditemui Tim Humas, Rabu (27/03) di Laboratorium Terpadu, Kampus Sidotopo Untidar.

Jumlah peminat tahun ini naik 29,85% atau sebanyak 2.400 peminat dibandingkan tahun sebelumnya. Peminat Untidar secara keseluruhan berasal dari 27 provinsi di Indonesia namun yang akhirnya lolos seleksi berasal dari 12 provinsi.

Prodi dengan peminat terbanyak adalah Manajemen dengan 813 peminat, disusul Ilmu Komunikasi 616 peminat, Ilmu Administrasi Negara 616 peminat, Akuntansi 525 peminat dan Hukum 521 peminat.

Jumlah calon mahasiswa Prodi Manajemen yang lolos SNBP adalah 40 orang sehingga rasio ketetatannya adalah 1:20. Bisa diartikan untuk masuk Prodi Manajemen Jalur SNBP di Untidar 1 orang harus mengalahkan 20 orang lain.

Prof. Suyitno menjelaskan proses SNBP menggabungkan beberapa indikator penilaian seperti prestasi akademik yaitu nilai rapot, mata pelajaran pendukung bidang yang diambil, prestasi lain atau non akademik dan prestasi sekolah.

Prestasi sekolah merupakan capaian penting dalam sekolah itu. Untidar menggunakan indikator nilai test SNBT 3 tahun terakhir sebagai data prestasi sekolah.

“Besar harapan kami 902 calon mahasiswa seluruhnya mendaftar ulang agar tidak ada kursi yang dibiarkan lowong,” tambahnya.

Calon mahasiswa yang telah lolos SNBP tidak bisa mengikuti jalur seleksi lain seperti SNBT dan Ujian Mandiri diseluruh PTN manapun. Calon mahasiswa harus konsekuen dan bertanggung jawab atas apa yang telah dipilihnya.

Menanggapi perihal ‘black list’ bagi calon mahasiswa dan sekolah yang tidak melakukan registrasi Prof. Suyitno menjelaskan perlunya kajian serta kebijakan kasus per kasus.

Untidar tetap mengikuti kebijakan nasional namun juga mempertimbangkan perihal alasan atau penyebab tidak registrasi.

“Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya beberapa calon mahasiswa mengundurkan diri dikarenakan kesulitan pembiayaan kuliah, kasus seperti ini tentunya perlu dikaji oleh tim dari Untidar tidak serta merta langsung memberi sanksi ke sekolahnya,” jelasnya.

Pada akhir wawancara, Prof. Suyitno juga memberikan masukan bagi ayng belum beruntung lolos SNBP untuk tetap mencoba mengikuti jalur seleksi lain seperti SNBT dan jalur Mandiri Untidar.

Informasi dan alur registrasi mahasiswa baru Untidar Jalur SNBP sudah diunggah di laman https://untidar.ac.id

Penulis dan Editor : Humas Untidar

Mahasiswa PMM Inbound 4 UNTIDAR Ngabuburit dengan Membatik

Teriknya matahari di bulan Ramadhan tidak mengurangi semangat para mahasiswa pertukaran untuk menambah wawasan mengenai salah satu warisan budaya Indonesia, yakni batik. Melalui kegiatan Modul Nusantara, 30 peserta Pertukaran Mahasiswa Merdeka 4 Inbound UNTIDAR belajar membatik di rumah produksi batik dan suvenir, Tingal Art Borobudur, Magelang, Sabtu (23/03). Kegiatan ini merupakan bagian dari Modul Nusantara Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka yang bertujuan untuk lebih mencintai dan melestarikan seni dan budaya Indonesia.

Dibimbing pemilik Tingal Art Borobudur, Danung Hariyadi, para mahasiswa mengenal sejarah dan makna dari seni batik, serta teknik-teknik dasar yang diperlukan dalam pembuatan batik. Mahasiswa memperhatikan tangan lincah Danung dalam memainkan canting dan sesekali mencelupkannya ke dalam malam cair dan menggoreskannya pada kain. Peserta kemudian praktik membatik mengikuti pola pada kain.

Pada kesempatan yang sama, Danung bercerita mengenai kiprahnya dalam mendirikan Tingal Art. Ia membuat wisata edukasi batik untuk memperkenalkan batik kepada anak-anak di daerah Borobudur.

“Wisata edukasi Tingal Art tercipta ketika saya yang dahulunya bekerja sebagai pemadu wisata di Borobudur. Saya berpikir bahwa di daerah saya belum ada tempat untuk memproduksi batik. Jadi saya berinisiatif dengan warga setempat untuk membuat tempat wisata yang fokusnya mengedukasi pengunjung tentang produksi batik, karena saya melihat warga Magelang kalo mau lihat batik harus ke daerah lain,” jelas Danung.

Tingal Art Borobudur juga mendukung keberlangsungan wisata yang ada di Borobudur. Hal tersebut tercermin ketika pandemi COVID-19, sektor wisata yang diperboleh beroperasi hanya wisata membatik.

“Kita sempat struggling ketika pandemi, tapi ternyata wisata membatik ini masih diperbolehkan untuk beroperasi namun dengan syarat dan ketentuan. Tingal Art juga menjadi wisata yang mendukung keberlangsungan wisata yang ada di Borobudur,” terang Danung.

Kegiatan modul nusantara ke Tingal Art memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa PMM 4 Inbound UNTIDAR.

“Senang sekali karena aku baru pertama kali ini juga membatik, aku jadi tahu proses membatik yang ternyata susah juga. Pantes harganya mahal,” tutur Bintang Anugrah, mahasiswa pertukaran asal Universitas Muhamadiyah Sumatra Utara.

Senada dengan Bintang, Nur Astapia, mahasiswa pertukaran asal Universitas Cendrawasih juga mendapatkan kesan tersendiri.

“Membatik ini jadi pengalaman pertamaku, jadi agak kesusahan juga tadi waktu menuangkan lilin ke kainnya takut kena tangan. Tapi seru banget bisa belajar batik bareng-bareng temen juga,” katanya.

***

Penulis : Dwi Kusuma Astuti dan Ana Tasia
Editor : Isaka, Magang Humas UNTIDAR

Untidar Jalin Kerjasama Pelaksanaan Program Microcredential Bisnis Digital, Inovasi, dan Kewirausahaan dengan Kominfo

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama Universitas Tidar (Untidar) Prof. Dr. Ir. Suyitno, M.Sc., IPM tanda tangani Perjanjian Kerja Sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) penyelenggaraan program Microcredential Bisnis Digital, Inovasi, dan Kewirausahaan di Hotel Mandarin Oriental Jakarta Pusat pada Rabu (13/04).

Penandatangan Perjanjian Kerja Sama itu sekaligus acara peluncuran dan sosialisasi program kepada mitra. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Kominfo, Dr. Eng. Hary Budiarto M.Kom, IPM menyampaikan bahwa berdasarkan riset World Bank dan McKinsey pada tahun 2015, Indonesia dituntut untuk memiliki 9 juta talenta digital pada tahun 2030, yang setara dengan 600 ribu talenta digital per tahun.

”Kementerian Komunikasi dan Informatika menargetkan mencetak 200 ribu talenta digital setiap tahunnya dan perguruan tinggi dibawah Kementerian Pendidikan,Kebudayaan, Riset dan Teknologi diminta untuk mencetak 400ribu talenta digital tambahan. Hal ini bertujuan mencapai target nasional sebanyak 600 ribu talenta digital per tahun”, jelasnya.

Dalam acara peluncuran dijelaskan bahwa program Microcredential Bisnis Digital, Inovasi, dan Kewirausahaan ini merupakan pelatihan yang bertujuan untuk mencetak talenta digital dan memacu pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Program ini dapat diikuti oleh mahasiswa dari semua jurusan.  Mahasiswa akan mendapatkan bekal ilmu tambahan dalam bidang kompetensi digital karena kurikulum pelatihan ini juga didesain agar peserta memiliki bekal kemampuan untuk membangun start up digital.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama Universitas Tidar, Prof. Dr. Ir. Suyitno, M.Sc., IPM menyampaikan Untidar akan menyelenggarakan program tersebut untuk mahasiswa dan masuk dalam rangkaian kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). “Sebagai perguruan tinggi mitra Kominfo, melaksanakan program ini juga merupakan salah satu bentuk keseriusan Untidar dalam membekali mahasiswa dengan kompetensi untuk menghadapi persaingan era digital. Bahkan selaras degan misi kita sebagai kampus yang unggul dalam kewirausahaan”, tambahnya.

Tak hanya Universitas Tidar, hadir pula empat perguruan tinggi mitra lain yang turut serta diantaranya, Universitas Jenderal Soedirman; Universitas Negeri Sebelah Maret; Universitas Syiah Kuala; dan Universitas Singaperbangsa Karawang.

Penulis :

Tim Kerjasama Untidar

Wisuda Magister, Sarjana, dan Ahli Madya Universitas Tidar ke-66 Tahun 2024

Universitas Tidar kembali menyelenggarakan Wisuda Magister, Sarjana dan Ahli Madya Universitas Tidar ke-66 Tahun 2024 pada Sabtu, 2 Maret 2024 di Gedung dr. H. R. Suparsono, Kampus Tuguran, Untidar.

Pada WIsuda ke-66 Universitas Tidar meluluskan sebanyak 461 wisudawan yang terdiri dari 5 lulusan Magister, 449 lulusan Sarjana dan 7 lulusan Ahli Madya.

“Kepada ananda yang berhasil meraih prestasi sebagai lulusan terbaik, tercepat dan termuda serta memiliki prestasi dalam bidang non-akademik, saya ucapkan selamat. Selamat atas prestasi luar biasa yang telah dicapai, semoga sukses ini berlanjut dalam karya dan karier selanjutnya,” ujar Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., Rektor Untidar dalam sambutannya.

Rektor menyampaikan, wisudawan berasal dari seluruh daerah di Indonesia yaitu Jawa Tengah sejumlah 398 wisudawan; DIY sejumlah 4 wisudawan; Jawa Barat sejumlah 33 wisudawan; Jawa Timur sejumlah 7 wisudawan; DKI Jakarta sejumlah 10 wisudawan; Banten sejumlah 6 wisudawan; Sumatera Selatan sejumlah 1 wisudawan; Sumatera Utara sejumlah 1 wisudawan; dan Kepulauan Bangka Belitung sejumlah 1 wisudawan.

Rektor, Prof. Dr. Sugoyarto, M.Si. saat menyampaikan sambutan di Wisuda Untidar ke-66 tahun 2024. Foto : Dok. Humas

“Beragamnya asal wisudawan bukti bahwa Untidar sudah dikenal di seluruh penjuru Indonesia dan Kita patut bangga,” tambahnya.

Pada kesempatan ini Rektor juga memberikan penghargaan bagi Wisudawan Terbaik masing-masing fakultas serta wisudawan berprestasi dalam bidang Non-Akademik di tingkat Nasional hingga tingkat Internasional.

Wisudawan Terbaik Nova Diadara

Wisudawan terbaik diraih oleh Nova Diadara dari Program Studi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan IPK 3,93 dan Dwi Andriyanti dari Program Studi S1 Akuakultur, Fakultas Pertanian dengan IPK 3,69.

“Ada satu kutipan dari Imam Syafi’iyang memotivasi saya, yakni ‘Jika engkau tidak mau menahan lelahnya belajar, maka engkau harus sanggup menanggung perihnya kebodohan’,” kata Nova Diadara, wisudawan terbaik pada Wisuda Untidar ke-66.

Nova Diadara, Wisudawan Terbaik sekaligus Wisudawan Tercepat dengan IPK 3,93Foto : Dok.Humas

Nova Diadara, Wisudawan Terbaik sekaligus Wisudawan Tercepat dengan IPK 3,93 Foto : Dok.Humas

Putri Bapak Alm. Misrun Thamrin, SHI dan Ibu Murni ini juga merupakan wisudawan tercepat dimana  menyelesaikan masa studinya 3 tahun, 4 bulan dan 10 hari.

Memilih menjadi mahasiswa “kupu-kupu”, Nova mengaku takut tidak bisa membagi waktu dengan baik antara organisasi mahasiswa dengan kuliahnya. Nova memilih menyibukkan diri dengan mengikuti lomba yang disarankan dosen serta sesekali melakukan hobinya traveling.

“Mungkin prestasi yang didapatkan sekarang adalah ridho orang tua sebagai yang menyarankan kuliah di Untidar. Kalau menurut kepada orang tua, pasti ada saja berkahnya. Di Untidar juga saya mendapatkan pengalaman mengikuti berbagai perlombaan, kalau tidak di kampus ini mungkin saya tidak mendapat kesempatan ini,” tambahnya.

Wisudawan asal Punduhsari Rt 01 Rw 2, Tempurejo, Tempuran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ini memiliki prestasi antara lain memiliki 2 Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yaitu Esai Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19 dan Kartu permainan Unocaraka; Duta Genre Influence Kab. Magelang 2023; Juara 1 KDMI Untidar 2023; Juara 3 Kompetisi Debat Nasional UNY Thinking and Art Skill (UTAS Competition); Duta FKIP Untidar; Juara 3 KDMI LLDIKTI VI; 4th Best Speaker KDMI LLDIKTI VI; 7th Best Speaker KDMI Wilayah III; Juara 3 Kompetisi Debat Nasional Kreasi Publik FIA UB; dan Top 16 KDMI Nasional.

Nova juga pernah mengikuti program pertukaran mahasiswa dalam program Internasional Credit Transfer (ICT) di Universitas Iloilo Filipina mengambil mata kuliah media pembelajaran, kurikulum dan teknologi Pendidikan.

Pewisudaan Wisudawan Terbaik oleh Rektor Untidar
Foto : Dok.Humas

“Walau dilakukan saat masa Covid 19 dan harus dilakukan secara online, pengalaman mengikuti kuliah di Universitas Iloilo Filipina ini menambah ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang saya yaitu Pendidikan,” jelasnya.

Nova berpesan kepada semua wisudawan dan juga seluruh mahasiswa Untidar, jangan pernah menyerah apapun itu pasti akan berlalu. Seperti juga kebahagiaan, kesedihan juga tidak ada yang akan abadi. Terus semangat kuliah dan menggapai impianmu.

Pada kesempatan ini Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., selaku Rektor Untidar memberikan beasiswa untuk menempuh S2 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Tidar berupa bebas biaya UKT selama 1 tahun.

 

Wisudawan kembar Yuana Sari dan Yuani Saputri 

Yuana Sari dan Yuani Saputri merupakan wisudawan kembar dari Prodi S1 Akuakultur, Fakultas Pertanian. Ana dan Ani panggilan akrabnya lulus dengan IPK yang sama yaitu 3.76.

“Pastinya gak janjian, bahkan tahu kalau IPK-nya sama dari Tim Humas Untidar. Alhamdulillah akhirnya bisa lulus dan semoga setelah ini bisa segera mendapatkan pekerjaan,” kata Ana.

Wisudawan kembar, Ana dan Ani lulus dengan IPK yang sama yaitu 3.76 dari Prodi Akuakultur, Fakultas Pertanian. Foto : Dok.Humas

Wisudawan asal Klesem, Kebonagung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur ini menceritakan memilih prodi Akuakultur karena saat sekolah menengah berasal dari SMK jurusan perikanan.

“Jadi sekalian atau sejurusan dari SMA ke kuliah dan juga diarahkan oleh orang tua untuk memilih jurusan ini. Sekalian ‘nyeburnya” begitu,” tambah Ani.

Saudara kembar yang kuliah satu prodi dan kebetulan juga satu kelas ini mempunyai beberapa pengalaman unik, salah satunya adalah dosen pembimbing yang salah menegur.

“Ada pengalaman enak dan gak enak sih ya… contohnya waktu itu Ana lagi ilang-ilangan buat bimbingan, pas Ani ke kampus ketemu dosbingnya Ana yah trus yang kena marah Ani. Kalau senengnya dlu pas kuliah online bisa gantiin absen hehe…,” tutur Ani.

Putri Bapak Bejo dan Ibu Mistun mengaku senang dan bangga akhirnya bisa wisuda bersama.

 

Alumni Sukses UNTIDAR Kiki Wilmanita Owner Skincare Superbella

Turut hadir dalam wisuda ini alumni S1 Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP Untidar, Kiki Wilmanita. Kiki saat ini merupakan Owner Skincare Superbella yang berpusat di Magelang.

Berasal dari keluarga yang tidak mampu, ia mendapatkan nilai tertinggi ketika lulus SMA. Saat itu, ketika didaftarkan kuliah ke UNTIDAR oleh keluarga ia mengira akan didaftarkan menjadi staf tata usaha.

Kiki Wilmanita, Alumni Sukses Untidar yang saat ini memiliki usaha maklon Skincare Superbella.
Foto : Dok. Humas

Kiki mengawali bisnis dengan menjadi reseller online shop, ia belajar bagaimana membuat baju secara otodidak dengan cara mempelajari pola-pola dari baju yang sudah jadi. Kemudian mulai membuka toko skincare di mall, hingga pada akhirnya berhasil mendirikan pabrik maklon sendiri.

“Pastikan kalau temen-temen mau berbisnis, di bidang yang temen-temen sukai. Fashion, makanan, bimbel, sesuaikan sama passion kalian. Karen passion membuat kalian perlu less energy, nggak gampang capek, nggak gampang nyerah,” tuturnya

Kiki juga berpesan untuk para wisudawan agar jangan pernah malu untuk bermimpi. Ketika mimpi tersebut terus dipikirkan, kita akan memvalidasi dan berusaha untuk mewujudkannya.

“Tanpa konsistensi, apapun tidak berjalan. Bekerja pun seperti itu, ketika kita sudah bekerja dan memiliki bisnis, kita harus konsisten. Selanjutnya, milikilah mental yang kuat. Karena bisnis akan selalu ada up and down-nya. Konsistensi ini perlu dijadwal agar teman-teman selalu ada di arah yang sama,” tambahnya.

Penulis : Ela Sarifah

Editor : Humas Untidar