Pelaksanaan Hari Pertama SMUT Untidar 2024, 428 Peserta Jalani Tes Tanpa Kendala.

Seleksi Mandiri Ujian Tulis (SMUT) hari pertama berjalan lancar, 428 peserta mengikuti ujian sesuai jadwal dan sesi yang telah ditetapkan. Berbeda dengan tahun sebelumnya, SMUT Tahun 2024 ini sepenuhnya menggunakan perangkat computer atau computer based.

“Skema SMUT tahun ini sedikit berbeda dengan tahun lalu, pelaksanaan SMUT tahun ini berbasis komputer, sementara tahun lalu berbasis android dan IOS. Pengerjaan soal SMUT per sesi tahun ini lebih singkat yaitu menjadi 90 menit,” jelas Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasamadalan Konferensi Pers SMUT Untidar Tahun 2024, Kamis (27/06) di Ruang Multimedia Untidar.

SMUT dibuka untuk 28 program studi sarjana dan diploma termasuk 2 prodi baru di tahun 2024 yaitu D3 Farmasi dan D4 Akuntansi Perpajakan. Kelompok soal yang diujikan meliputi Tes Potensi Skolastik (TPS), Literasi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Penalaran Matematika.

“Total peserta SMUT adalah 1.662 peserta dimana pelaksanaan ujiannya terbagi dalam 12 sesi, 3 sesi per hari mulai Kamis, 27 Juni 2024 hingga Minggu, 30 Juni 2024. Hari pertama pelaksanaan, 428 peserta hadir dan 19 peserta tidak hadir,” tambahnya.

Diketahui SI Manajemen menjadi program studi yang paling diminati peserta SMUT. diikuti S1 Ilmu Komunikasi dan S1 Administrasi Negara. Berdasarkan prodi yang dipilih dan kuota yang tersedia, rasio keketatan Seleksi Mandiri Untidar tahun ini menjadi 1:5, artinya setiap kuota yang tersedia akan diperebutkan oleh 5 calon mahasiswa.

Jika dilihat dari jumlah peserta SMUT, jumlah peserta 1.662 lebih sedikit dari tahun sebelumnya. Namun jumlah ini dipengaruhi adanya jalur Seleksi Mandiri Nilai UTBK dan Seleksi Mandiri One Day Service.

“Tercatat peserta SM Nilai UTBK atau jalur seleksi yang menggunakan nilai UTBK adalah 964 peserta. Jumlah ini dinilai cukup tinggi untuk jalur seleksi ‘baru’ di Untidar saat ini,” jelas Muh. Azril, M.Sc., Koordinator Pelaksana SMUT Untidar 2024.

Selain SM Nilai UTBK, Untidar juga merilis jalur SM One Day Service dimana salah satu tujuan dari jalur seleksi ini adalah memaksimalkan daya tampung yang ada agar tidak ‘mubazir’.

“Pada SMUT One Day Service calon mahasiswa datang untuk pendaftaran dan ujian di hari yang sama, jadi semuanya dilakukan dalam satu hari. Harapannya ini akan lebih efektif,” tambahnya.

Namun, tidak semua prodi akan dibuka pada jalur SM One Day Service ini karena hanya diperuntukan bagi prodi yang daya tampungnya belum terpenuhi.

Penulis : Kerin

Editor : Humas Untidar

 

Benchmarking ke Untidar, Udayana Pelajari Kiat Pengelolaan Kemahasiswaan

Universitas Tidar menerima kunjungan Tim Program Penguatan Kemahasiswaan Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Universitas Udayana dalam rangka benchmarking dan sharing section terkait program penguatan kapasitas organisasi kemahasiswaan, Selasa (25/6) di Ruang Rapat Rektorat Untidar.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor Kemahasiswaan dan Alumni, Prof, Dr, Parmin, S.Pd., Ketua Komisi Bidang Kemahasiswaan Senat Untidar, Ir. Nurhadi, S.T., M.T., IPM., Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama, Drs. Giri Atmoko, M.Si., dan staf ahli wakil rektor bidang kemahasiswaan dan alumni.

Dalam sambutannya, Prof. Dr, Parmin, S.Pd., mengungkapkan tahun ini Untidar berhasil mendapatkan pendanaan sebentar Rp 963.770.000 berkat inovasi yang dibuat oleh Bagian Kemahasiswaan dan mahasiswa.

“Bidang kemahasiswaan dan alumni Untidar selalu berinovasi. Khususnya di tim PPK Ormawa. Semua kegiatan harus ada inovasinya. Kebetulan setiap kegiatan ada PIC yang bertugas melaporkan inovasi yang telah diciptakan. Semua ini untuk mencapai visi Untidar yaitu unggul dalam kewirausahaan. Kegiatan-kegiatan disesuaikan denganvisi dengan universitas,” tutunya.

Untuk mencapai kesuksesan program, mahasiswa membutuhkan bimbingan dari PIC. Membimbing mahasiswa secara “ikhlas” dan semangat dengan begitu manfaatnya akan besar untuk mahasiswa dan kampus.

Sekretaris Unit Pengembangan Karakter dan Pengabdian Masyarakat Universitas Udayana, Ir. I Gusti Ngurah Apriadi Aviantara, M.T. kagum dengan inovasi-inovasi yang dapat meningkatkan prestasi Untidar khususnya di bagian kemahasiswaan.

“Saya sangat kagum dengan apa yang diutarakan Prof Parmin, bagaimana pengembangan kegiatan kemahasiswaan di Untidar yang penuh dengan inovasi. Disini kami ingin belajar dan sharing apa yang bisa kita lakukan sehingga dan usahakan untuk meningkatkan prestasi mahasiswa. Kami harap inovasi yang dikatakan Prof Parmin tadi dapat kami lakukan,” tuturnya.

Ir. I Gusti Ngurah Apriadi Aviantara, M.T. menambahkan alasan timnya memilih kunjungan ke Universitas Tidar karena Untidar berhasil meraih pendanaan dengan nilai yang cukup besar. Selain itu, Untidar juga menduduki peringkat 3 nasional PPK Ormawa dengan jumlah proposal yang didanai sebanyak 49 subproposal.

Penulis : Kerin

Editor : Humas

Untidar Terima 2.031 Mahasiswa Baru Jalur SNBT Tahun 2024, D3 Akuntansi Jadi Prodi Terfavorit

Universitas Tidar resmi menerima 2.031 mahasiswa baru melalui Seleksi Nasional Berbasis Tulis (SNBT) yang diumumkan oleh panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) pada Kamis, 14 Juni 2024 pukul 15.00 Wib lalu.

Ditemui sehari setelahnya, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama, Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc. menyatakan program studi D3 Akuntansi menjadi prodi paling diminati dengan 1.819 peminat dari keseluruhan peminat ke Untidar yaitu 12.647 peminat.

“Dari hasil SNBT kali ini, terlihat prodi ilmu sosial lebih diminati. Prodi D3 Akuntansi menjadi prodi dengan peminat paling banyak 1.819 peminat disusul D4 Akuntansi Perpajakan 1.134 peminat dan S1 Manajemen 909 peminat,” paparnya saat ditemui rekan media, Jumat (14/06) di ruangan kerja WR 1 Untidar.

Peminat prodi vokasi juga meningkat dikarenakan aturan baru yang memberikan kesempatan peserta SNBT diperbolehkan memilih maksimal 4 prodi dimana 2 diantaranya adalah prodi vokasi.

“Berdasarkan data, selain D4 Akuntansi Perpajakan beberapa prodi baru di Untidar yang memiliki cukup banyak yaitu S1 Gizi 476 peminat, S1 Pariwisata 396 peminat, S1 Teknologi Pangan 361, dan Teknologi Informasi 334 peminat,” tambahnya.

Muhammad Rifqi Maarif, S.T., M.Eng., Koordinator Pelaksana UTBK-SNBT Untidar manambahkan trend prodi yang diminati pada tahun yg sama bisa berbeda tiap jalur seleksinya.

“Prodi paling diminati di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yaitu S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) adalah S1 Ilmu Komunikasi, di Fakultas Tenik adalah S1 Teknik Sipil, Di Fakultas Pertanian adalah S1 Gizi dan tentunya di Fakultas Ekonomi adalah D3 Akuntansi,” jelasnya.

Setelah mendapatkan hasil lolos seleksi, calon mahasiswa baru Untidar wajib melakukan registrasi dimana informasinya telah diunggah pada laman um.untidar.ac.id dan untidar.ac.id Jika tidak melakukan registrasi sesuai ketentuan yang telah ditetapkan maka akan dianggap mengundurkan diri.

Namun, jika belum berhasil lolos SNBT, Untidar masih membuka 4 jalur mandiri yaitu Seleksi Mandiri jalur Prestasi (SMJP), Seleksi Mandiri Jalur Kerjasama (SMJK), Seleksi Mandiri Nilai UTBK dan Seleksi Mandiri Ujian Tulis (SMUT). Khusus untuk pelaksanaan SMUT akan dilaksanakan 2 kali yaitu seleksi yang kan dilaksanakan pada 27-30 Juni 2024 dan SMUT One Day Service pada 19-20 Juli 2024.

Penulis dan Editor : Humas Untidar

49 SUBPROPOSAL LOLOS PENDANAAN, UNTIDAR PEROLEH DANA Rp. 900AN JUTA DARI KEMENDIKBUD RISTEK

Mahasiswa Universitas Tidar (Untidar) berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih total uang pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi di tahun 2024 ini sebesar Rp. 946.270.000,00. Dana ini didapat dari skema Program Kreratifitas Mahasiswa (PKM) sebanyak Rp. 105.270.000,00, P2MW (Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha) sebanyak Rp. 230.800.000,00, dan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) sebanyak Rp. 610.200.000,00.

Skema P2MW ini menempatkan Untidar pada urutan kedua nasional dengan jumlah subproposal yang lolos sebanyak 18 judul. Sedang PPK Ormawa Untidar meraih posisi ketiga nasional dengan 17 judul subproposal. Peningkatan jumlah subproposal yang lolos juga didapat lewat skema PKM dengan jumlah 14 judul.

Angka proposal yang lolos maupun jumlah dana yang diperoleh ini jauh di atas perolehan Untidar di tahun sebelumnya. Di tahun 2023, P2MW dan PPK Ormawa hanya meloloskan 12 judul di tingkat nasional.

Atas pencapaian ini, ditemui di ruang kerjanya, Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si, menyampaikan selamat kepada para Mahasiswa yang memperoleh pendanaan tersebut. “Semoga bisa selesai sampai akhir, dan menjadikannya sebuah prestasi membanggakan bagi Untidar, dan terutama bagi mereka sendiri.”

Sugiyarto menyebutkan bahwa pencapaian ini menjadi satu catatan sejarah kemajuan Untidar melalui jalur kemahasiswaan. Ia berharap ini akan menjadi celah yang baik membawa reputasi Untidar di waktu yang akan datang. “Selanjutnya kami sebagai pimpinan berharap, prestasi ini dapat diimplementasikan, akan semakin besar peran mahasiswa dan sivitas akademika bagi masyarakat, bangsa, dan negara.” imbuhnya.

Di tempat terpisah, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd. mengucapkan terimakasih kepada mahasiswa yang telah dengan semangat mengikuti proses skema pendanaan ini. “Semoga ini juga akan meningkatkan minat pelajar untuk menjadi mahasiswa Untidar, karena di sini kami mendukung penuh semua kreatifitas baik di dalam maupun di luar bidang akademik, termasuk di bidang Kewirausahaan.” Pungkasnya.

Penulis dan Editor : Humas Untidar

Kunjungan ke Untidar, ITK Bersiap Menjadi BLU

Universitas Tidar menerima kunjungan Tim BLU Institut Teknologi Kalimantan (ITK) dalam rangka diskusi terkait transformasi Perguruan Tinggi Negeri dari Satuan Kerja menjadi Badan Layanan Umum (BLU) Kamis (13/6) di Ruang Rapat Rektorat Untidar.

Kegiatan ini dihadiri oleh Plt. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan dan Umum Untidar Dr. Astuty, M.Pd., Kepada Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama, Drs. Giri Atmoko, M.Si., dan Tim Percepatan BLU Untidar.

Koordinator Standar Pelayanan Minimal BLU ITK, Deli Yansyah, S.E., M.Acc., Ak., CA menyatakan kunjungan ini bertujuan untuk studi banding terkait dokumen standar layanan minimum, tarif layanan, dan pengelolaan layanan umum di Untidar.

“Kami berharap ITK tidak hanya menjadi institut saja, namun juga mensuplai sumber daya manusia yang dapat menyelesaikan masalah khususnya di wilayah Kalimantan. Sehingga kami berniat bertransformasi menjadi BLU agar dapat memaksimalkan penyediaan SDM yang berkualitas. Oleh karena itu, kami datang kemari untuk mengetahui bagaimana proses yang dilalui Untidar untuk mendapatkan status BLU,” jelasnya.

Dr. Astuty, M.Pd. mengungkapkan proses transformasi Untidar dari Satker menuju BLU terhitung cepat. Hal ini dikarenakan persiapan yang matang dari keterlibatan seluruh pihak. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan gambaran jelas kepada ITK terkait peralihan status Untidar.

“Setelah bertransformasi, banyak yang harus dibenahi. Karena ITK akan bertransformasi. Kami akan menceritakan bagaimana prosesnya dan dokumen apa yang perlu disiapkan, agar cepat berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian Pendidikan,” katanya.

Bukan tanpa alasan ITK memilih Untidar sebagai benchmarking terkait Badan Layanan Umum (BLU). Hal ini dikarenakan Untidar baru saja mendapatkan status BLU pada 25 April 2024. Sehingga persyaratan dan prosedur yang dilalui Untidar tidak jauh berbeda dengan persyaratan dan prosedur yang akan dilalui ITK.

Penulis : Kerin

Editor : Humas Untidar

 

Jalin Silaturahmi, Universitas Tidar Terima Kunjungan Senat Akademik Universitas Siliwangi

Universitas Tidar menerima kunjungan Senat Akademik dari Universitas Siliwangi (UNSIL), Rabu (12/6) di GKU H.R. Suparsono. Pertemuan ini dipimpin Ketua Senat Akademik, Dr. A. P. Dra. Sri Mulyani, M.Si.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Siliwangi yang berkenan melakukan kunjungan balasan setelah 2 tahun lalu Untidar berkunjung ke Universitas Siliwangi. Harapan kami, hubungan Untidar dan Unsil semakin erat dan semakin intensif menjalin kerjasama dalam tri dharma perguruan tinggi,” papar Dr. Sri Mulyani.

Kunjungan ini bertujuan untuk berbagi informasi tentang transformasi Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum khususnya terkait penambahan pendapatan serta hak dan kewajiban Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum UNSIL, Dr. Gumilar Mulya, Drs., M.Pd. menyampaikan saat ini sedang mengembangkan Unit Usaha di kampusnya. Kunjungan ke Untidar diharapkan dapat membawa ide-ide usaha yang lebih implementatif.

“Kami sebagai generasi yang melanjutkan dari program-program para senior, mencoba melakukan transformasi. Seperti yang disampaikan, Untidar dan Unsila memiliki banyak persamaan. Sebagai PTN BLU perlu memiliki Unit Usaha. Kami merasa perlu berdiskusi lebih jauh dengan Untidar. Mudah-mudahan jalinan kerjasama kita bisa saling memberikan informasi pelayanan,” jelasnya.

Dalam pemaparanya, Plt Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan dan Umum, Dr. Astuty, M.Pd. menyampaikan Untidar memiliki beberapa sumber pendapatan seperti peternakan ayam, perkebunan anggrek, kopi, dan beberapa pendapatan non akademik lainnya. Saat ini, Untidar sedang mengembangkan usaha dibidang manufaktur.

Lebih lanjut, dipaparkan juga terkait hak dan kewajiban Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Untidar memastikan dosen dan tendik berstatus P3K tetap dapat menjabat di Untidar.

Penulis : Kerin

Editor : Humas Untidar

Ulik Warisan Budaya Bangsa, Mahasiswa PMM 4 Kunjungi Wisata Bukit Rhema dan Candi Borobudur.

Mahasiswa Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Inbound Batch 4 Universitas Tidar mengadakan kunjungan edukatif ke dua destinasi bersejarah, Bukit Rhema dan Candi Borobudur, pada Senin (10/06/2024). Sejumlah 30 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia ini belajar mengenal budaya di sekitar Magelang.

Program ini bertujuan untuk memperkaya wawasan kebudayaan serta mempererat persaudaraan di antara mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Melalui kunjungan ini diharapkan mampu memberikan pengalaman berharga serta pemahaman yang lebih mendalam mengenai warisan budaya bangsa.

Kegiatan dimulai dengan kunjungan ke Bukit Rhema, yang dikenal dengan sebutan “Gereja Ayam” Bukit Rhema menjadi salah satu tujuan menarik karena bentuk bangunannya yang unik dan pemandangan alam sekitarnya yang memukau. Di sana, para mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai sejarah pembangunan Gereja Ayam, filosofi serta tujuan awal pendiriannya.

Para peserta juga diajak untuk menikmati keindahan alam dari puncak bukit yang digunakan sebagai lokasi syuting AADC 2.

Selanjutnya, para mahasiswa melanjutkan perjalanan ke Candi Borobudur, salah satu situs warisan dunia UNESCO. Di sana, mereka diberikan tur edukatif mengenai sejarah Candi Borobudur, proses pembangunannya, serta makna dari relief-relief yang terukir di dinding candi.

Mahasiswa juga diajak untuk refleksi mengenai nilai-nilai kehidupan yang diajarkan melalui cerita-cerita dalam relief candi, seperti kebijaksanaan, toleransi, dan kemanusiaan.

Melalui kegiatan ini, para mahasiswa PMM 4 Inbound UNTIDAR mendapatkan pengalaman yang luar bisa dan tidak dapat terlupakan.

“Sebelum aku nggak pernah bayangin untuk ngunjungin bukit rhema sama candi borobudur. Tapi dari kegiatan ini aku bisa sampe kesana. Aku pikirnya hanya biasa aja, palingan hanya lihat gereja yg biasa dipake jadi tempat  doa sama lihat candi aja. Intinya kegiatan kemarin itu keren banget. Itu jadi salah satu pencapaian dan pengalaman yang berharga buat aku,” ungkap Grand Stef, mahasiswa pertukaran asal Universitas Palangka Raya.

Sama halnya dengan Grand, Jesika Mayasari, mahasiswa pertukaran asal Politeknik Negeri Medan juga mengungkapkan rasa senangnya.

“Amazing, melalui program PMM ini aku punya kesempatan bisa ke salah satu Warisan Dunia dan momen inii bakalan gak terlupakan sih,” katanya.

Kegiatan diakhiri dengan sesi refleksi dan evaluasi sekaligus makan siang. Para mahasiswa diminta untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan baru yang mereka dapatkan selama kunjungan.

 

Penulis: Dwi Kusuma Astuti

Editor : Humas Untidar

 

Nadavilasa : Pre Competition Concert PSM Grandio Sonora Tidar Menjelang 13th Bali International Choir Festival 2024

Tim Aruna Dipta dari Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Grandio Sonora Tidar berhasil memukau para penonton konser “Nadavilasa”, Sabtu (08/06) di GKU dr. H. R. Suparsono, Kampus Tuguran, Universitas Tidar.

Tim Aruna Dipta menyanyikan 5 lagu yaitu “Oh Ya”, “Untukku”, “Lullaby”, “Cantante Domino”

dan “Panta Rhei”. Deretan lagu ini dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi paduan suara internasional, “13th Bali International Choir Festival 2024” yang akan diselenggarakan akhir Juli 2024.

“Malam ini adalah momentum yang sangat penting bagi Tim Aruna Dipta sebelum mengikuti kompetisi di Bali mendatang. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan PSM GST kepada masyarakat baik dalam maupun luar negeri. Kami berharap semoga acara ini dapat memberikan semangat yang bagi teman-teman PSM GST,” jelas Ketua Panitia Konser, Sara Pova.

Turut hadir, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Magelang, Sarwo Imam Santoso mengapresiasi pagelaran konser tim paduan suara Untidar.

“Atas nama pemerintah Kota Magelang, saya menyambut baik kegiatan ini. Besar harapan saya nantinya PSM GST Untidar akan mendapatkan hasil yang baik dan mendapatkan kemenangan. Saya yakin dengan usaha yang maksimal, PSM GST Untidar akan pulang sebagai pemenang,” dalam sambutannya mewakili Wali Kota Magelang.

Terpisah, Bapak Sarwo berharap PSM GST bisa lebih diapresiasi masyarakat dan makin mengharumkan nama Untidar dan Kota Magelang.

“Kegiatan seperti ini sangat layak dan luar biasa. Banyak sekali genre yang dibawakan dan hebatnya teman teman bisa kompak walau berkelompok. Tidak mudah namun mereka dapat mengemas dengan luar biasa. Mereka (PSM GST Untidar) sangat membanggakan,” tambahnya.

Bapak Alex Henry Eko selaku konduktor mengungkapkan latihan dimulai sejak September 2023. Ia juga menambahkan bahwa Untidar turut mendukung biaya transportasi dan akomodasi Tim Aruna Dipta selama mengikuti perlombaan di Bali nanti.

“Meskipun telah mendapatkan dukungan pendanaan dari kampus, masih ada biaya-biaya tambahan yang harus dipenuhi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut PSM GST Untidar mencari dana tambahan dengan “ngamen” di car free day, menampung rongsok serta menyelenggarakan pre competition concert ini,” tuturnya.

Pak Koko, panggilan akrabnya, menyatakan PSM GST Untidar tidak malu dengan usaha pencarian dana tambahan ini.

“Kami justru bangga. Kerja keras kami membuahkan hasil. Target untuk kompetisi selanjutnya harus mendapat medali emas karena mendapat medali emas adalah tradisi PSM GST Untidar,” pungkasnya.

Kepala Bagian Akademik, Wahyu Andriyanto. S.A.P mewakili Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni memberi dukungan kepada Tim Aruna Dipta dan berharap kerjasama tim membuahkan hasil.

“Kami harap mereka bisa secara optimal mengikuti kegiatan tersebut sehingga membawa nama baik Untidar dan bisa menjadi juara. Karena bagaimanapun juga, apa yang mereka raih akan membawa dampak besar bagi Untidar,” pungkasnya.

Selain penampilan dari Tim Aruna Dipta, pada konser ini juga ditampilkan 9 lagu lain yaitu “Mari Kemari”, “Air dan Api”, “Pemuda”, “Di Atas Awan”, “Pelangi”, “Roman Picisan”, “Manuk Dadali”, “I’ll Make The Difference” dan “Segala Riak” oleh anggota PSM GST lainnya.

 

Penulis : Kerin

Editor : Humas Untidar

Untidar Tanam 2000 Bibit Pohon Alpukat di Tol Kahyangan

Universitas Tidar berkolaborasi dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Negeri Kahyangan, PT Tri Mulia Sentosa (TMS), dan Petanesia menanam 2000 bibit pohon alpukat dalam acara Napak Bumi Ngayuh Kahyangan untuk memperingati hari Lingkungan Hidup Sedunia, Rabu (5/ 6) pada area Desa Wisata Tol Kahyangan, Desa Wonolelo, Kabupaten Magelang.

Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk merawat lingkungan dan budaya khususnya di Magelang.

“Setelah berdiskusi dengan pengelolaan Bumdes Negeri Kahyangan, kami sepakat lahan wisata ini perlu didukung dengan lingkungan sekitarnya yang produktif. Salah satu idenya dengan menanam pohon sebagai stok karbon,” paparnya.

Selain itu, Untidar berencana membantu membangun komoditas pertanian yang lebih produktif di wilayah ini.

“PT Tri Mulia Sentosa dan Untidar telah menandatangani MoU untuk kerjasama terkait pendamping dan pemberdayaan komoditas pertanian di Magelang. Dalam waktu dekat, akan dilakukan kegiatan serupa di daerah Telomoyo. Saya berharap terjalinnya silaturahmi antar setiap pihak dan saling bersinergi untuk melestarikan lingkungan dan budaya,” tambahnya.

Pada acara ini, PT TMS menyumbangkan sebagian bibit serta turut menggandeng Petanesia karena memiliki tujuan yang sama dalam merawat lingkungan dan memberdayakan warga desa khususnya di Magelang.

“Budaya adalah kekayaan negara kita yang notabenenya menjadi sarana komunikasi dengan warga untuk mencapai tujuan kita yaitu menjaga lingkungan,” pungkas Rektor Untidar.

Pada kegiatan ini, turut hadir Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Magelang, Bambang Hermanto, S.STP. mewakili PJ Bupati Kabupaten Magelang.

“Hari ini menjadi terwujudnya segitiga emas kolaborasi pemerintah, pengusaha, dan masyarakat. Ketiga komponen ini yang nanti akan mewujudkan segala sesuatu lebih sempurna karena seluruh pihak bergerak. Peran pemerintah mendukung secara aktif masyarakat untuk merawat dan menjaga komoditas lokal. Pada akhirnya, kolaborasi ini akan bermuara tidak hanya pada kesejahteraan masyarakat saja namun juga lingkungan hidup yang akan kita wariskan kepada anak cucu kita nanti,” tandasnya.

Kegiatan dibuka dengan menampilkan kesenian Jalantur oleh warga Desa Wonolelo dan Wayang Godhong dengan lakon “Ijo Royo-Royo” oleh Prof. Dr. Agus Purwantoro, M.Sn. kemudian ditutup dengan penanaman simbolis bobit pohon alpukat di area wisata Tol Kahyangan.

 

Penulis : Kerin

Editor : Humas Untidar

Rektor Untidar Lantik 29 PPPK di Lingkup Untidar

Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. melantik dan mengambil sumpah jabatan bagi 29 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan Pejabat Fungsional Non Dosen di Lingkungan Universitas Tidar, Selasa (4/6) di Ruang I.02.05, Gedung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Rektor berpesan status baru ini  menjadi motivasi untuk membuktikan kinerja yang lebih baik serta selalu bertanggung jawab atas tugas yang diberikan kepada seluruh 23 tenaga pendidik/dosen dan 6 tenaga kependidikan yang dilantik.

“Saya percaya bahwa saudara-saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan,” tandasnya.

Acara pelantikan dihadiri oleh para Wakil Rektor, perwakilan Yayasan Perguruan Tinggi Borobudur Tidar, para Dekan, para Kepala Biro, dan para Kepala Bagian.

“Status P3K bukan status final yang kita harapkan. Semoga bisa mendapatkan status yang lebih tinggi lagi dan dapat menjadi modal kita untuk saling bersinergi satu sama lain. Marilah kita berdoa, berjuang untuk Universitas Tidar sehingga kita bisa mengemban amanah,” tambahnya.

Salah satu pegawai yang turut dilantik, Dr. Muhamad Wahyudi, S.Pd., M.Si.  mengungkapkan rasa syukur atas pelantikannya dan berkomitmen untuk semakin meningkatkan kinerjanya sebagai dosen.

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi semangat bagi kita untuk memperbaiki kinerja kita kedepannya. Komitmen kami sesuai dengan perjanjian yang telah ditandatangani yaitu melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya, mendukung setiap program dari universitas untuk kita dorong bersama-sama agar terealisasi program dan target yang telah ditentukan. Sebagai dosen, yang utama memberikan pendidikan yang sebaik-baiknya bagi mahasiswa,” jelasnya.

 

Penulis : Kerin

Editor : Humas Untidar