PPK Ormawa Himakta Untidar Gelar Sosialisasi PHBS dan Pengelolaan Sampah Mandiri untuk Atasi Stunting di Desa Wonoroto.

Tim Program Penguatan Kapasistas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Akuntansi (Himakta) Universitas Tidar menyelenggarakan sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pengelolaan sampah secara mandiri di Desa Wonoroto, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, Senin (29/7).

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran bersama mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan benar, sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan dan pertumbuhan anak secara optimal,” ujar Auralia Admyrals Salsabilla Aidi, Ketua Tim PPK Ormawa Himakta Untidar.

Pasca kegiatan ini masyarakat Desa Wonoroto dapat lebih memahami dan menerapkan pola hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari mereka.

“Penerapan PHBS dan pengolahan sampah ini harapannya membantu menekan angka stunting di wilayah ini,” tambahnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Puskesmas Kecamatan Windusari, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magelang selaku mitra PPK Ormawa Himakta, masyarakat Desa Wonoroto, ketua Upaya Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA), Ormawa Himakta, dan tim PPK Ormawa Himakta.

Ika Ernia Wirawanti, S.KM., selaku perwakilan Puskesmas Kecamatan Windusari, menyambut baik pelaksanaan sosialisasi tersebut, khususnya mengenai PHBS.

“Ada beberapa PHBS dalam tatanan rumah tangga seperti konsumsi aneka ragam makanan dalam jumlah yang cukup, menggunakan jamban sehat, membuang sampah pada tempatnya, mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir, dan menggosok gigi minimal 2 kali sehari,” jelasnya.

Di sisi lain, Robi Hari Marhesa, S.T., M.Ling, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Magelang menuturkan, pemilahan sampah memungkinkan bahan-bahan yang masih bisa digunakan untuk diproses kembali, mengurangi kebutuhan akan bahan baku baru, dan membantu melestarikan sumber daya alam.

“Terdapat lima cara pemilahan sampah dalam rumah tangga yaitu sampah yang mudah terurai oleh alam, sampah yang dapat digunakan kembali, sampah yang dapat didaur ulang, sampah B3 dan limbah B3 seperti kemasan obat, serta sampah residu,” ujarnya.

Kegiatan sosialisasi PHBS dan pengelolaan sampah mandiri pada masyarakat Desa Wonoroto, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan kesadaran dalam menerapakan PHBS serta cara pengelolaan sampah yang efektif, sehingga tercipta lingkungan yang lebih sehat, berkelanjutan, dan nyaman bagi semua warga desa.

Penulis : Tim PPK Ormawa Himakta

Editor : Humas Untidar

Untidar Tuan Rumah Peksimida Jawa Tengah Tangkai Lomba Monolog 2024

Universitas Tidar menyelenggarakan Pembukaan Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Jawa Tengah 2024 tangkai Lomba Monolog, Senin malam (29/7) di Gedung Kuliah Umum dr. H.R Suparsono.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd. menyatakan Untidar selalu siap untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan tingkat provinsi dimana momentum seperti ini mempererat persaudaraan dan saling mendukung “keluarga” Jawa Tengah.

“Tentu saja Jawa Tengah akan menemukan penantang-penantang hebat di Peksiminas nanti. Jangan biarkan seleksi monolog ini bersaingnya berlebihan, silahkan nikmati saja perlombaannya. Jangan sampai kebersamaan luntur, toh, nanti yang mewakili Jateng satu, mari kita saling mendukung,” tuturnya.

Prof. Parmin panggilan akrabnya, mengapresiasi panitia yang terdiri kolaborasi dosen, tendik, dan mahasiswa Untidar pada pelaksanaan Peksimida tangkai Lomba Monolog ini. Semoga kegiatan yang diselenggarakan selama 3 hari yaitu 29 – 31 Juli 2024 ini berjalan dengan lancar.

Dalam kesempatan ini turut hadir, Sekretaris Umum Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Jateng, Iswoyo S.Pt.M.P.

“Terima kasih atas fasilitas dan bantuan yang diberikan Untidar. Jateng tahun ini mengemban misi yang berat. Pada tanggal 2-7 September nanti, pada pelaksanaan Peksiminas di Jakarta, Jawa tengah mengemban misi mempertahankan juara umum. Mohon dukungannya kepada seluruh pihak,” ungkapnya.

Peksimida Tangkai Monolog Jawa Tengah diikuti oleh 28 perguruan tinggi di Jawa Tengah meliputi Universitas Sebelas Maret, Universitas Muria Kudus, Universitas An Nur, Universitas Muhammadiyah Purworejo, Universitas Pekalongan, Universitas Veteran bangun Nusantara, Universitas Negeri Semarang, Universitas Aisyiah Surakarta, Universitas Muhamadiyah Purwokerto, Universitas Sahid Surakarta, Universitas Dian Nuswantoro, Universitas Amikom Purwokerto, Universitas Aki, Universitas Semarang, Universitas Muhamadiyah Surakarta, Universitas Muhamadiyah Semarang, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tamansiswa, Universitas Kristen Satya Wacana, Universitas Ngudi Waluyo, Politeknik harapan Bersama, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Tidar, Universitas Wahid Hasyim, Institut Seni Indonesia Surakarta, Universitas Pancasakti Tegal, Universitas Slamet Riyadi, Universitas PGRI Semarang dan Universitas Diponegoro.

 

Menggandeng 3 juri professional dari kalangan akademisi yaitu Prof. Dr. Suminto A. Sayuti, dari kalangan seniman yaitu Ibu Tentrem Lestari, M.Sc. dan Praktisi Nasional Tri Setyo Nugroho, S.E. yg lebih dikenal dgn nama Mas Gepeng Nugroho.

PIC Peksimida Jawa Tengah 2024 Tangkai Lomba Monolog, Hanim Rohnulyanti, S.I.Kom., M.A. mengungkapkan peserta tahun ini sangat antusias mengikuti perlombaan.

“Tangkai seni monolog selain menjadi perlombaan terakhir dalam Peksimida Jawa Tengah, juga menjadi pementasan antar Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Disini mereka tidak hanya berkompetisi tapi tampilnya itu yang menjadi kebanggaan mereka,” ungkapnya.

Dalam laporan kegiatan, mengungkapkan pelaksanaan Peksimida di Untidar ini merupakan ide dan kerja keras mahasiswa.

“Perlu diketahui bahwa apa yang telah kami persiapkan hari ini, di sini, 80% adalah hasil karya mahasiswa-mahasiswa Untidar, sesuai dengan nama kegiatannya adalah kegiatan kemahasiswaan maka kami sangat mengapresiasi ide/gagasan dan karya-karya mahasiswa kami di sini,” jelasnya.

Peksimida Jateng 2024 tangkai lomba monolog dibuka oleh Sekretaris umum Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Jateng secara simbolis dengan memukul gong. Sorak peserta dan hadirin terdengar menggelegar di ruangan yang telah disulap menjadi Gedung Teater. Kegiatan dilanjutkan dengan technical meeting yang diikuti oleh seluruh peserta. Antusiasme peserta makin nampak saat banyak peserta yang bertanya dan memberikan pendapat. Kegiatan hari pertama berakhir setelah mendapatkan kesepakatan antara panitia dan peserta.

Penulis : Kerin

Editor : Humas Untidar

Untidar Summer Course 2024

Universitas Tidar menyelenggarakan kegiatan Summer Course pertama pada tahun 2024 dengan tema “Strengthening Global Connectivity through Cultural Exchange”. Kegiatan ini diselenggarakan dari tanggal 21 Juli hingga 28 Juli 2024.

Sebanyak 21 mahasiswa asing mengikuti kegiatan ini. Mahasiswa tersebut berasal dari berbagai negara diantaranya  Rusia, Thailand, Malaysia, Fiji, Yaman, Mesir, Pakistan, India, Timor Leste, Rwanda, Madagaskar, Palestina, Chad, Bangladesh, dan Uganda.

Ditemui, Senin (29/07), Rektor, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si mengapresiasi kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan eksistensi Untidar di kancah Internasional melalui kerjasama bidang akademik dan penelitian.

“Ini merupakan yang pertama bagi Untidar menghadirkan mahasiswa dari mancanegara. Saya berharap kegiatan ini jangan sampai menjadi program yang pertama dan terakhir, tentu kegiatan ini perlu ditindaklanjuti terutama dengan menambahkan kegiatan-kegiatan yang lebih variatif. Tindak lanjut lainya semoga kegiatan ini dapat menambah kerjasama di bidang akademik dan penelitian dengan kampus kampus global,” tuturnya.

Ketua Tim Kerja Bidang Kerja Sama, Laila Alfizanna, S.S., MDCC menyampaikan program ini didedikasikan untuk mengenalkan beragam budaya Indonesia khususnya di Magelang.

“Summer Course ini bertujuan untuk menjadi wadah multi-platform untuk merangkai beragam pengetahuan dari berbagai disiplin ilmu untuk memperdalam pemahaman dan pembelajaran pada pendidikan tinggi dalam konteks global. Program ini juga diharap menjadi wadah pertukaran wawasan dan kebudayaan antara Indonesia dengan dunia internasional,” jelasnya.

Ketua Panitia Program Summer Course 2024, Bonifasius Endo Gauh Perdana, M.A. menyampaikan program ini merupakan serangkaian kursus komprehensif yang mencakup berbagai aspek budaya Indonesia seperti pelatihan Bahasa Indonesia, mengenalkan seni, dan budaya Indonesia, serta pembelajaran sejarah dan antropologi Indonesia.

Para peserta selama tujuh hari di Magelang akan melakukan serangkaian kegiatan kelas dan di luar kelas. diantaranya pre-test Bahasa Indonesia, tur kampus Untidar, kelas pariwisata untuk mengenalkan pariwisata di Indonesia, wisata edukasi di Kledung Research Park, tur bersama @mlakumagelang, mengunjungi candi Borobudur, belajar di Kampung Dolanan Nusantara, mengikuti kelas budaya, mengunjungi Pasar Tradisional Rejowinangun, dan praktik berbahasa Indonesia.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc. IPM.berharap program ini dapat menjadi alternatif belajar budaya Indonesia bagi mahasiswa internasional.

“Kami mencoba mendapatkan lebih banyak partisipan program Summer Course Untidar dari berbagai negara karena kami tau kami memiliki potensi budaya yang luar biasa seperti warisan budaya yaitu Borobudur. Di masa depan kami yakin akan semakin banyak partisipan dari berbagai negara sehingga program ini dapat menjadi salah satu alternatif bagi seluruh mahasiswa di seluruh dunia untuk belajar budaya Indonesia,” ungkapnya.

Dalam sesi wawancara, salah satu peserta Summer Course 2024, Yaroslav Romanovich dari Tula University menyampaikan kesan saat mengikuti program ini.

“Destinasi di Indonesia sangat menarik, ada banyak aktivitas yang dapat dilakukan. Aku juga sangat ingin mengetahui tentang budaya orang lokal dan makanannya. Aku sangat menyukai tempat ini dan mungkin aku akan mengunjungi tempat ini lain waktu,” tuturnya.

Kegiatan ini ditutup dengan farewel party pada Jumat 26 Juli di Hotel Puri Asih Magelang

Penulis : Kerin

Editor : Humas Untidar

 

Tim Ppk Ormawa Himatika Untidar Bersama Dinas Pertanian Dan Pangan Kabupaten Magelang Lakukan Penyuluhan Toga di Desa Sukosari

Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Pendidikan Matematika (HIMATIKA) menyelenggarakan kegiatan penyuluhan tanaman obat keluarga (toga) dengan tema “Menuju Kampung Konservasi Toga Sukosari”, Jumat (12/07) di Balai Desa Sukosari, Kec. Bandongan, Kab. Magelang.

Tim PPK Ormawa Himatika bekerja sama dengan Tim Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Ir. Budi Setiyo, MM. dan Cahya Edy Pramana, S. HUT. untuk memberikan informasi dan pemahaman jenis-jenis tumbuhan obat yang mudah ditanam, cara budidaya, serta cara penggunaan kepada masyarakat desa Sukosari.

Ir. Budi Setiyo, MM. mengungkapkan kegiatan ini dapat sangat bermanfaat bagi masyarakat.

“Dalam rangka kerjasama dengan PPK ORMAWA terkait konservasi toga, kami mengadakan penyuluhan budidaya tanaman obat keluarga. Kami sangat tertarik dan mendukung kegiatan ini. Semoga nantinya dapat berlanjut dan memungkinkan untuk mendukung ketahanan pangan di lingkup keluarga maupun desa. Tanaman obat keluarga dapat dimanfaatkan untuk obat herbal, ini yang sangat menarik kami untuk mengajarkan kepada masyarakat Desa Sukosari. Semoga program ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Desa Sukosari” tuturnya.

Kegiatan penyuluhan berlangsung dalam bentuk talkshow. Masyarakat Desa Sukosari yang tergabung dalam Kelompok Konservasi Toga nampak antusias mengikuti kegiatan ini. Beberapa dari masyarakat yang datang juga melontarkan pertanyaan-pertanyaan menarik terkait budidaya tanaman obat.

“Alhamdulillah hari ini sudah dapat ilmu dari teman-teman PPK dan juga dari narasumber Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang. Semoga ilmunya ini bermanfaat, kita bisa mempraktikkan untuk tanaman toganya dan nanti juga kita bisa mengambil untungnya dari bertanam toga. Terimakasih dan sukses selalu teman-teman PPK” ujar Pak Khoir selaku Ketua Kelompok Tani ‘Al-Huda’.

Penulis : Tim PPK Ormawa Himatika

Editor : Kerin

Untidar Terima Penghargaan IKU 6 Kemendikbudristek

Universitas Tidar mendapatkan penghargaan insentif capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Tahun 2023 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Penghargaan ini diberikan atas kinerja Untidar pada tahun 2023.

Penghargaan diterima oleh Wakil Rektor bidang Akademik dan Kerjasama Prof. Dr. Ir. Suyitno, M.Sc., IPM. mewakili Rektor Untidar di Jakarta pekan lalu. Kemendikbudristek menetapkan 8 Indikator Kinerja Utama yang harus dipenuhi oleh Perguruan Tinggi Negeri. Penghargaan insentif sebesar Rp. 500.000.000,- diterima oleh Untidar untuk IKU 6, yaitu jumlah program studi yang bekerja sama dengan mitra. IKU merupakan alat untuk menilai kinerja perguruan tinggi selama satu tahun anggaran.

Secara keseluruhan, Untidar berhasil menempati peringkat ketiga di liga Perguruan Tinggi Negeri satuan kerja (satker) dari 18 (delapan belas) PTN satker lainnya di seluruh Indonesia. Menurut anggota tim perencanaan dan pengembangan Untidar Dr. Arif Rahman Saleh yang mendampingi Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama dalam acara tersebut, hal ini merupakan lompatan setelah tahun sebelumnya Untidar menempati peringkat 14. Prestasi ini dapat dicapai berkat kinerja seluruh civitas akademika dan pengorganisasian tugas yang lebih efektif. Untuk capaian tersebut Untidar mendapatkan total insentif sebesar 3.540.000.000 rupiah. Insentif ini akan digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi.

Rektor Untidar Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. mengucapkan selamat dan apresisasi kepada pihak-pihak yang berperan dalam peningkatan prestasi ini, dan berharap agar dapat dipertahankan dan bahkan ditingkatkan untuk tahun-tahun mendatang.

Secara khusus, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama berpesan kepada semua korprodi dan gugus kerjasama agar dapat meningkatkan kualitas kerjasama yang sudah terjalin agar dapat mendukung proses belajar mengajar sehingga akan mendapatkan luaran pembelajaran yang lebih baik.

Tim Kerjasama Untidar

UM Purworejo dan Untidar Kolaborasi KKN PMM Gelar Sosialisasi Anti Stunting

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden No 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting. Penanganan kasus stunting perlu melibatkan seluruh pihak secara holistik.

Seiring dengan kebijakan tersebut, Bidang Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kemendikbudristek, melalui skema KKN Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) yang diketuai oleh Dr. Jeki Wibawanti, M.Eng., M.Si., dan Lukman Fadhiliya, M.Pd. dari Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) sebagai anggota tim, mengajak kolaborasi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Tidar (Untidar) yang sekaligus sebagai Dewan Pengarah, Prof. Dr. Parmin, M.Pd., dalam menginisiasi program terkait penanganan stunting di Desa Karangsari Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Rabu (24/07).

Program KKN PMM ini melibatkan 22 mahasiswa dari berbagai prodi yakni prodi Peternakan, Gizi, Pendidikan Eknomi, dan Manajemen  dari kedua Universitas tersebut. KKN PMM terkait penanganan stunting dilakukan sebagai upaya percepatan penurunan angka prevalensi stunting yang ada di Kabupaten Purworejo yang juga mendukung target nasional penurunan sebanyak 14% pada tahun 2024. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia, pada tahun 2023 angka stunting di Kabupaten Purworejo mengalami penurunan 0,7% dari tahun sebelumnya yakni menjadi 20,6%.

Kegiatan KKN PMM ini  juga melibatkan beberapa Dinas di Kabupaten Purworejo, yaitu Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanian (DLHP), Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsosdaldukkb), dan Puskesmas Kecamatan Bener.

Prof Dr. Parmin, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan bahwa program KKN PMM adalah wujud kepedulian akademisi, baik dosen maupun mahasiswa terhadap permasalahan yang ada di desa. “Tentu dengan memanfaatkan potensi yang ada di desa Karangsari.  Namun tetap harus bersinergi dengan pihak terkait, seperti dinas di Pemda setempat.” Imbuhnya.  

Dalam kesempatan itu secara simbolis diberikan alat-alat dan bahan transfer teknologi yang mendukung program penanganan stunting dan alat untuk inisiasi usaha kepada ketua kader posyandu dan UMKM. Selain itu kepada mitra kelompok ikan dan kelompok tani ternak diberikan bantuan berupa mesin pendukung produktivitas perikanan dan ternak guna mendukung ketersediaan sumber protein hewani.

Dr. Jeki Wibawanti, M.Eng., M.Si menuturkan bahwa program ini wujud komitmen kampus dalam penurunan stunting melalui hilirisasi riset inovasi pangan fungsional berbasis bahan lokal, dalam mendukung kemandirian pangan dan ekonomi. “Secara bertahap, Kader posyandu juga akan dibuatkan Posyandu berbasis web untuk mempermudah input data-data anggota posyandu. Termasuk akan dibangun percontohan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dalam mendukung ketahanan pangan dan pemenuhan sumber sayur-mayur dan buah secara mandiri.” Pungkasnya.

Editor : Humas Untidar

Mahasiswa Untidar Ciptakan Inovasi Pembelajaran Menyenangkan dalam Ajang PKM-PM 2024

Lima mahasiswa Universitas Tidar mengembangkan model pembelajaran untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam bertajuk Science Adventure dalam ajang Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) yang diselenggarakan oleh Kemenristekdikti pada tahun 2024.

Tim PKM-PM Science Adventure mengusung tema “Science Adventure: Penguatan Literasi Sains untuk Mengatasi Miskonsepsi Sains Siswa MTS Yakti Tegalrejo dengan Pendekatan Game Based Learning”. Kegiatan ini berlangsung antara bulan Mei hingga Juli tahun 2024. 

Science Adventure terdiri dari empat tahapan, yaitu tahapan diawali dengan Let’s Learning Together yang berisi pengenalan konsep awal dan pemberian motivasi belajar. Tahapan kedua yaitu Looking for Traces yang berisi tiga misi utama diantaranya Find and Work On, Draw What You Think, dan Fun Experiment. Tahapan ketiga yaitu Sharing With Us yang berisi tahap refleksi antara guru dan siswa. Serta terakhir yaitu End Exploration yang mengajak para siswa untuk melaksanakan perlombaan dalam Olimpiade Gebyar Sains.

Kepala MTs Yakti Tegalrejo, Wahyu Mubarok, S.Pd., menyatakan bahwa Science Adventure merupakan salah satu metode pembelajaran yang cukup efektif, menyenangkan, dan variatif. 

“Science Adventure sangat membantu siswa belajar terutama dengan adanya misi yang harus dikerjakan anak dan anak dikompetisikan pada olimpiade dapat meningkatkan pemahaman konsep dan merupakan implementasi pembelajaran yang sangat baik,” jelasnya.

Ketua PKM-PM Science Adventure, Nidham Khaerizakia menyampaikan Science Adventure sebagai upaya untuk menjadikan pembelajaran IPA terasa lebih menarik dan menyenangkan.

“Science Adventure mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Selain itu, pemahaman konsep mendalam juga membantu meningkatkan keterampilan literasi sains dan mereduksi tingkat miskonsepsi siswa dalam pembelajaran,” ungkapnya. 

Dosen Pembimbing PKM-PM Science Adventure, Novitasari, M.Pd. berharap bahwa model pembelajaran ini mampu menjadi salah satu model pembelajaran yang dapat diimplementasikan di berbagai sekolah sehingga mampu meningkatkan literasi sains siswa dan mereduksi miskonsepsi tentang sains pada pembelajaran IPA di sekolah menengah.

Tim PKM-PM yang terdiri dari Nidham Khaerizakia (Pendidikan IPA 2021), Risma Nanda Handayani (Pendidikan IPA 2021), Ij’al Li Lisana Shidqi (Pendidikan Biologi 2021), Khoffifatul Munawarroh (Pendidikan Bahasa Indonesia 2021), dan Masngadun Nashih (Teknik Mesin 2021).

Penulis : Tim PKM-PM

Editor : Kerin

PPK Ormawa UKMK UNTIDAR Kobarkan Semangat Seni Karawitan di Desa Nampirejo

Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Unit Kegiatan Mahasiswa Kristiani (UKMK) Universitas Tidar menyelenggarakan pembinaan kebudayaan kelompok kesenian karawitan, Rabu (24/7) di Dusun Thitang, Desa Nampirejo, Kabupaten Temanggung.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan dan menggerakan kembali kesenian karawitan yang ada di Desa Nampirejo sebagai upaya menjaga kelestarian warisan budaya. Diketahui bahwa kesenian karawitan di Desa Nampirejo telah lama redup. 

Pembinaan kebudayaan kelompok kesenian karawitan melibatkan masyarakat Desa Nampirejo yang terdiri dari pemuda dan kelompok-kelompok kesenian Karawitan. Target pelatihan yaitu pemuda setempat.

Dalam sambutannya, Ketua PPK Ormawa UKMK, Samuel Yoga Muliawan Wardoyo menyampaikan rencana keluaran program ini.

 

“Harapannya, program ini nanti memiliki kelompok yang dapat mengelola pemberdayaan dan pembinaan karawitan, serta memiliki media sosial yang dapat meningkatkan branding dari budaya karawitan Desa Nampirejo,” jelasnya.

Salah satu penggerak kelompok kesenian karawitan Desa Nampirejo, Mas Yoko berharap kesenian karawitan di desanya dapat terus berjalan dan berkembang. Ia juga menambahkan dengan adanya PPK Ormawa UKMK ini, anak muda di Desa Nampirejo kini memiliki kemauan untuk melestarikan kesenian karawitan. 

“Latihan yang sudah dimulai lagi saat ini diharapkan akan terus berlanjut dan dapat meningkatkan keterampilan masyarakat sehingga kelompok kesenian karawitan dapat dikenal oleh masyarakat luar”, tutur Mas Yoko.

Kegiatan dilanjutkan dengan latihan karawitan bersama masyarakat. Masyarakat nampak antusias dalam sesi latihan tersebut mengingat sudah lama tidak berlatih. Perangkat desa turut mendukung program dengan memfasilitasi alat musik karawitan.

Penulis: Samuel

Editor: Kerin

Benchmarking USN Kolaka ke Untidar

Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. beserta jajarannya menerima kunjungan benchmarking Universitas Sembilan Belas November (USN) Kolaka, Sulawesi Tenggara, di Ruang Rapat Rektorat, Selasa (23/07).

Dalam sambutannya, Rektor Untidar menyambut hangat kunjungan USN ini dan berharap kunjungan ini bukan menjadi pertama dan terakhir namun merupakan jembatan awal silaturahmi antar keduanya.

“USN dan Untidar merupakan ‘saudara’ dimana dua kampus ini bersama mendapatkan status sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pada 1 April 2014 silam. Sekarang USN sedang berencana menuju PTN Badan Layanan Umum (BLU), semoga sedikit pengalaman yang kami tempuh kemarin bisa membantu,” ujarnya.

Selain ini, Rektor juga berpesan jika sekiranya ada hal lain yang bisa dibahas bersama selain BLU, Untidar siap memfasilitasinya.

Rektor USN, Dr. H. Nur Ihsan, HL., M.Hum berterima kasih atas sambutan baik dari pihak Untidar khususnya kaitannya dengan sharing informasi terait dokumen pengusulan perubahan USN dari Satker menjadi BLU.

“Bersama Tim BLU USN, kami ingin belajar langsung baik dari tahapan-tahapan pengajuan sampai pada dokumen apa saja yang perlu kami persiapkan. Jika bisa bertatap muka secara langsung kami harap informasi yang diterima juga langsung bisa diterapkan agar USN bisa menyusul menjadi BLU,” kata Rektor USN.

Rencana benchmarking USN ke Untidar direncanakan berlangsung selama 4 hari yaitu 22-25 Juli 2024, dikarenakan adanya perubahan jadwal penerbangan penyambutan atau kunjungan hari pertama mundur 1 hari menjadi 23 Juli 2024.

Ketua Tim Pengusul BLU Untidar yang juga Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd. menuturkan bahwa dalam pengusulan BLU penting memperhatikan timeline penyusunan dokumen.

“Timeline yang telah disusun harus dipatuhi benar, sekali meleset dari batas yang sudah ditetapkan. Bisa jadi tim BLU harus menyusun dokumen dari awal kembali. Jadi perlu kerjasama tim dan juga full support dari seluruh unit-unit yang ada di Untidar,” terangnya.

Selain itu, komunikasi dan diskusi dengan pihak kementerian juga diperlukan.

“Jangan menunggu beliau-beliau ke USN Kolaka, tapi kita juga harus pro aktif. Mari kita manfaatkan waktu di Magelang untuk belajar bersama,” tambahnya.

Pada hari pertama kunjungan ini, Rektor USN dan rombongan berkesempatan untuk mengunjungi beberapa fasilitas perkuliahan seperti laboratorium praktikum baik di Kampus Tuguran dan Kampus Sidotopo, Untidar.

Penulis dan Editor : Humas Untidar

Untidar Gelar Pengukuhan 88 Lulusan PPG Dalam Jabatan

Universitas Tidar kukuhkan 88 Guru Profesional lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Kategori 1 Angkatan 3 Tahun 2023 pada Selasa (16/7) di GKU H. R. Suparsono Universitas Tidar.

Peserta PPG keseluruhan sejumlah 90 mahasiswa yang terdiri dari 30 mahasiswa Bidang Studi Ilmu Pengetahuan Alam, 30 mahasiswa Bidang Studi Bahasa Indonesia, dan 30 mahasiswa Bidang Studi Bahasa Inggris. Sesuai data, 2 orang dinyatakan tidak lulus dan 1 orang meninggal dunia.

Total yang diwisuda sebanyak 88 mahasiswa dimana 52 mahasiswa mengikuti pengukuhan secara luring dan 35 mahasiswa mengikuti secara daring.

Mewakili Rektor Untidar yang berhalangan hadir, Wakil Rektor I, Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc. IPM., menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh mahasiswa PPG Dalam Jabatan Kategori 1 Angkatan 3 Tahun 2023.

“Terima kasih kepada bapak dan ibu yang telah menimba ilmu di Untidar. Amanah telah kami tunaikan. Kami harap ilmu yang didapat dapat digunakan untuk berkarya lebih baik lagi. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi dan memberkahi amaliah kita semua, Aamiin,” tuturnya.

Dalam sambutannya beliau juga mengapresiasi 3 wisudawan terbaik yaitu:

  1. Lulusan terbaik Bidang Studi IPA, Sri wahyuni SMP NEGERI 192 JAKARTA
  2. Lulusan terbaik Bidang Studi Bahasa Indonesia, Septi Indariyani SMP NEGERI 3 PURWOREJO KLAMPOK
  3. Lulusan terbaik Bidang Studi Bahasa Inggris, Eni Yuniasih SD NEGERI 01 TANJUNGSARI

Sebelumnya, seluruh peserta telah memulai perkuliahan pada tanggal 10 november 2023 dan dinyatakan lulus pada tanggal 17 mei 2024. PPG Dalam Jabatan tahun 2023 merupakan angkatan ke 3.

Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dr. Ahmad Muhlisin, S.Pd., M.Pd. menyampaikan rencana FKIP untuk membuka PPG Prajabatan.

“PPG Prajabatan Ini masih dalam rencana kami. Harapannya tahun ini dapat terlaksana. Namun, kami hanya penyelenggara, untuk PPG Prajabatan proses seleksinya itu ada di Kemdikbud dan kami mendapatkan mahasiswa dari Kemdikbud,” jelasnya.

Sri Puji Lestari, S.Pd., Gr. selaku perwakilan lulusan PPG memberikan kesan selama menimba ilmu di Untidar.

“Kami menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada seluruh civitas akademika Universitas Tidar yang telah membimbing dan memberikan ilmu kepada kami. Pada kesempatan yang luar biasa ini, saya ingin menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada Untidar yang telah mengupayakan yang terbaik bagi kami selama PPG. Harapan kami, bapak ibu semua memperoleh rahmat dari Tuhan YME,” ungkapnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc. IPM.,Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd., Ketua Senat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan sekaligus Purna Rektor Untidar, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dr. Ahmad Muhlisin, S.Pd., M.Pd., dan Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Rolisda Yosintha, S.Pd., M.Pd.

Penulis : Kerin

Editor : Humas Untidar