Tim PPK Ormawa UKM Pelita Untidar, Sulap Limbah Pinus Jadi “Cuan” Lewat Sekolah Hutan

Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) PELITA Universitas Tidar, melaksanakan kegiatan optimalisasi potensi hasil hutan pinus menjadi produk yang bernilai jual dengan pendekatan green economy melalui sekolah hutan.

Tim PPK Ormawa UKM PELITA melaksanakan kegiatan ini menggandeng peserta dari Kelompok Wanita Tani dan remaja desa dibentuk dalam kelompok Sekolah Hutan.

Kegiatan ini dihadiri oleh dosen pendamping, tim volunteer dan tim monev. Kegiatannya ini diselenggarakaan di Madrasah Dusun Grenjeng, Desa Gandusari, Kabupaten Magelangpada awal Juli 2024.

Kegiatan optimalisasi potensi hutan pinus merupakan salah satu program kerja dari tim PPKO UKM Pelita Universitas Tidar yang berjudul “Revitalisasi Hutan Pinus di Desa Gandusari Melalui Ecoeduforestry Berbasis Ekonomi Hijau untuk Mewujudkan Desa Hutan Mandiri yang Berkelanjutan” dengan Tri Puji Rahayu, S.Pt.,M.P sebagai dosen pendamping.

Ditemui Rabu (17/07), Verjunnea Ali Choiriyan, Ketua PPK Ormawa UKM Pelita, kegiatan ini dimulai dengan memberikan pretest dan dilanjutkan pemaparan materi terkait potensi pemanfaatan hasil hutan pinus secara optimal dengan pendekatan green economy kepada  kelompok wanita tani dan remaja desa Gandusari oleh divisi sekolah hutan.

Kemudian, acara dilanjutkan oleh divisi Pengembangan UMKM dan Industri, dengan mendemonstrasikan pembuatan kerajinan berupa hiasan dinding dan bouquete berbahan dasar limbah bunga pinus.

“Kami mulai mengumpulkan buah pinus yang sudah berjatuhan/berserakan di tanah dengan ukuran sedang ke besar. Kemudian dipilah dan dijemur supaya mekar, dan dipernis agar awet,” jelasnya.

Produk hasil kegiatan ini diperuntukan untuk meningkatkan keterampilan KWT Permai Tani dan remaja Gandusari dimana seluruh produk akan dijual di Expo Kecamatan yang bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat sasaran.

“Produk kerajinan limbah pinus ini bias dijual dengan kisaran harga 25-50ribu tergantung ukuran dan model,” tambahnya.

Peserta didampingi oleh tim PPKO UKM PELITA dan tim volunteer melakukan praktik pembuatan kerajinan. Diakhir demonstrasi, ada postest dengan materi yang sama bertujuan untuk mengukur sejauh mana daya tangkap pengetahuan masyarakat.

“Sekolah hutan memberikan pretest terkait ekonomi hijau untuk mengukur pengetahuan masyarakat, kemudian memaparkan materi ekonomi hijau sesuai dengan tujuan PPKO UKM Pelita 2024 tentang meningkatkan pendapatan masyarakat melalui optimalisasi pemanfaatan potensi hasil hutan pinus. Berdasarkan informasi yang diperoleh, banyak sekali bunga pinus yang berserakan di Bukit Sleker yang tidak dimanfaatkan, sehingga hal ini termasuk dalam kategori limbah. Oleh karena itu, tim PPKO UKM Pelita 2024 memberikan sebuah ingka pelatihan ingkat dan hiasan dinding bunga pinus. Hasil pelatihan tersebut akan dipasarkan melalui berbagai media sosial dan expo kecamatan pada tanggal 12 Agustus 2024,’’ ungkap Defian selaku divisi pengembangan UMKM dan Industri.

Kerjasama dengan KWT Permai Tani Desa Gandusari sangat membantu tim PPKO UKM Pelita dalam memetakan kebutuhan masyarakat terutama pengurus KWT.

Aliyah selaku ketua KWT Permai Tani menyatakan bahwa ilmu yang diajarkan oleh tim PPKO UKM Pelita sangat bermanfaat serta berdampak poitif untuk meningkatlan perekonomian masyrakat.

“Kami berharap ada keberlanjutan pendampingan terkait pemasaran baik sosial media maupun expo supaya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat,” ungkapnya.

Tim PPKO UKM Pelita berharap bahwa program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi pengurus KWT, tetapi juga dapat diimplementasikan kepada masyarakat luas selain yang tergabung dalam kelompok sekolah hutan. Dengan dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak diharapkan adanya penigkatan ekonomi dapat terwujud, memberikan kesempatan yang sama bagi semua pihak untuk meraih tingkat perekonomian yang berkualitas.

Ketua PPKO Verjunnea Ali Choiriyan dengan Anggota yaitu Defian Adhitya Dewangga, Erika Kurniasari, Isnaini Nurbaitti, Mirna Fatmawati, Selvi Anggraini Ujung, Astri Andin Pramesti, Desi Permatasari, Fadillah Rizky Rahmawan, Himatus Saniyah, Lutfiah Trisna Rinanti, Muhammad Reza Firdaus, Novia Ramadhanti, Shofinada Larasati, Zanuba Azizah Rahmawati.

Penulis : (FRR/VA)

Editor : Humas Untidar

PPK ORMAWA HMJM Untidar Gandeng Desa Daleman Kidul Wujudkan Rumah Sampah Digital

Tahun 2024 ini Universitas Tidar (Untidar) berhasil meloloskan 17 proposal Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) yang dihelat oleh Belmawa Kemendikbud Ristek dari 600-an proposal yang diajukan oleh Perguruan Tinggi se-Indonesia. Capaian ini menempatkan Untidar pada posisi 3 besar di tingkat nasional.

17 Proposal ini masing-masing didanai antara 30 hingga 40 juta untuk diaplikasikan di 17 desa. 1 Desa di Temanggung, 1 di kota Magelang, dan 15 di Kabupaten Magelang. Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (HMJM) Untidar sebagai salah satu Ormawa yang proposalnya lolos, memilih Desa Daleman Kidul, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang sebagai lokasi pengabdiannya. Mereka mengambil tema Rumah Sampah Digital. Rencananya, mereka akan menjalankan program dari Juli hingga Oktober 2024 ini.

Acara pembukaan PPK Ormawa HMJM tersebut dilakukan di Ruang Serba Guna Kantor Kepala Desa Daleman Kidul, Senin (15/07). Hadir dalam acara tersebut, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama Untidar, Giri Atmoko, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Pakis, Zaenal Fuad, Kepala Desa Daleman Kidul, Sunaryo, Bappeda Kabupaten Magelang, BRIN, DLH Kabupaten Magelang, Diskominfo Kabupaten Magelang, perwakilan masyarakat Daleman Kidul, mahasiswa pelaksana program, dan para sdosen pembimbing dari Fakultas Ekonomi Untidar

Dalam sambutannya, Giri Atmoko menyebutkan tahun 2023 dengan 12 proposal yang lolos, Untidar berhasil tembus 5 proposal di skema Abdidaya tingkat nasional.

“Dengan 17 proposal tahun ini diharapkan yang tembus bisa lebih banyak, sehingga akan semakin besar manfaat Untidar bagi masyarakat sekitarnya,” Imbuhnya. Untuk itu, lanjutnya, ia berharap tim di daleman Kidul ini benar-benar serius dalam menjawab permasalahan sampah yang ada.

Sementara itu, Zaenal Fuad mewakili Camat Pakis menyampaikan terimakasihnya kepada Untidar yang telah memilih Desa Daleman Kidul sebagai lokasi pengabdiannya. Ia menambahkan, sampah memang menjadi masalah serius di Kabupaten Magelang.

“Jika berhasil memecahkan sampah di sini, kami akan mereplikasi di desa lainnya,” tuturnya.

Kepala Desa Daleman Kidul, Sunaryo, menyebutkan permasalahan sampah pertanian di desanya masih belum menemukan solusi yang tepat. Sampah tersebut masih sering tampak di pinggir-pinggir jalan dibiarkan begitu saja.

“Kami memohon kepada Untidar untuk bisa menjadi Desa Binaan agar ada keberlanjutan program yang  baik ini” pintanya.

Dalam acara pembukaan ini, PPK Ormawa HMJM Untidar memberikan kesempatan kepada tamu undangan untuk menyampaikan masukan dan pendapatnya untuk menampung aspirasi dan menambah literasi mahasiswa dalam pelaksanaannya kelak. Bappeda Kabupaten Magelang menyampaikan program PPK Ormawa ini diharapkan dapat bekerjasama dengan Pemkab dalam mewujudkan Magelang Go-Organik. Akan semakin baik jika di akhir program, pengelolaan antar dusun dilombakan untuk memicu semangat masyarakat. Sementara utusan BRIN menyebutkan agar dalam prosesnya ada tahap evaluasi, agar diperoleh jawaban, program ini benar-benar dapat mengatasi problem atau tidak.

Ketua Tim PPK Ormawa HMJM Yeni Reiza Fitriana didampingi dosen pembimbing Budi Hartono menyebut akan mengajak secara massif masyarakat daleman Kidul, utamanya ibu-ibu PKK sebagai garda terdepan program ini, untuk bersinergi.

“Sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi, untuk memberikan semangat dalam pemberdayaan masyarakat di sini kami gaungkan tagline Nawasena Kemala yang artinya Berdampak dan Menyala,” pungkasnya.

Penulis dan Editor : Humas Untidar

Untidar dan Kominfo Gelar Kembali Pelatihan dan Sertifikasi Operator Komputer Madya, Junior Network Administrator dan Junior Web Developer

Universitas Tidar bersama Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika  (BPSDMP Kominfo) Yogyakarta menyelenggarakan pembukaan pelatihan dan sertifikasi operator komputer madya, junior network administrator, dan junior web developer yang bertajuk Vocational School Graduate Academy School Digital Talent Scholarship (VSGA-DTS) Senin (15/7) di GKU dr. H.R. Suparsono Universitas Tidar.

Kegiatan Project Based Learning (PBL) ini diikuti oleh 183 mahasiswa Untidar, Universitas Muhammadiyah Magelang, dan STMIK Bina Patria dari berbagai jurusan. Dengan fasilitas yang disediakan oleh BPSDMP Kominfo Yogyakarta dan Untidar, peserta tidak ditarik biaya dalam mengikuti kegiatan ini.

Pelatihan dimulai 15 Juli 2024 hingga 19 Juli 2024. Tiga hari pertama, para peserta akan mempelajari teori, kemudian di dua hari terakhir akan melakukan ujian kompetensi.

Kepala BPSDMP Kominfo Yogyakarta, Dr. Anton Susanto menyampaikan tujuan pelatihan dan sertifikasi ini untuk meningkatkan kemampuan Teknologi Informasi dan komunikasi mahasiswa Universitas Tidar.

“BPSDMP Kominfo merupakan salah satu unit kerja yang selama 5 tahun terakhir fokus pada pengembangan Kominfo. Kami memfasilitasi mahasiswa, pekerja muda, dan masyarakat umum untuk mengikuti pelatihan dan sertifikasi Informasi Teknologi. Hal ini menjadi penting karena daya saing IT semakin tinggi. Pengembangan IT menjadi fokus utama kami, oleh karena itu kami menggandeng universitas di wilayah kerja kami, salah satunya Untidar,” jelasnya.

Dr. Anton Susanto menambahkan  bahwa sinergi antara Kementerian Kominfo dan Untidar ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas lulusan perguruan tinggi dalam memenuhi kebutuhan talenta digital di Indonesia.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama Untidar, Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc. IPM. berpesan agar mahasiswa Untidar mengikuti pelatihan dengan baik.

“Usia masih muda saatnya mengumpulkan banyak pengetahuan, keterampilan, dan kenalan. Apapun pengetahuan yang ditawarkan mari ikuti. Pelatihan keterampilan juga sama. Saya berpesan, kalian harus memiliki etika yang baik karena itu akan menjadi modal awal untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan. Selanjutnya, kembangkan kreativitas, dengan kreativitas, kemampuan kalian menjadi lebih bernilai,” tuturnya.

Mengakhiri sambutannya, Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc. IPM. berterima kasih kepada Kominfo yang selalu mendukung upaya Untidar untuk membentuk lulusan Untidar yang semakin baik pengetahuan, kemampuan, dan relasinya.

Untidar yang merupakan mitra Kementerian Komunikasi dan Informatika menggandeng Perguruan Tinggi lainnya di wilayah eks Karisidenan Kedu. Upaya ini sebagai bentuk komitmen untuk bersama-sama membangun Kedu Raya seperti yang tertuang pada dokumen Kerjasama antara Untidar dengan Perguruan Tinggi Swasta di wilayah eks karisidenan kedu yang ditanda tangani pada tahun 2023.

Penulis : Kerin dan Tim Kerjasama Untidar

Editor : Humas Untidar

Kunjungan Kedua Kali Universitas Bangka Belitung ke Untidar, Bahas Seleksi Mandiri, BLU dan Pertukaran Dosen serta Mahasiswa.

Universitas Tidar menerima kunjungan Universitas Bangka Belitung untuk kedua kalinya, Kamis (11/7).

Kali ini topik diskusi antara UBB dan Untidar diantaranya terkait proses Seleksi Mahasiswa Baru Jalur Mandiri, proses penetapan Uang Kuliah Tunggal, Transformasi Badan Layanan Umum, Manajemen Kelembagaan, dan prosedur pertukaran mahasiswa dan dosen.

“Terima kasih tentu kami sangat berbahagia karena telah diterima dengan baik disini. Sekitar 2 tahun yang lalu, kami berkunjung ke Untidar dan belajar banyak hal. Kami melihat Untidar sangat impresif. Sehingga, mohon izin selama saya jadi rektor, setiap ada persoalan terkait dengan kampus, sebelum kami ambil kebijakan, minimal kami ambil referensi dari dua kampus terlebih dahulu, salah satunya dari Untidar,” ujar Prof. Dr. Ibrahim, S.Fil., M.Si., Rektor Universitas Bangka Belitung.

Bukan tanpa alasan, UBB memilih kunjungan kerja ke Untidar karena kampus ini dinilai berkembang pesat terutama di bidang kemahasiswaan dan akademik, contohnya PPK Ormawa Untidar tahun ini mengalami peningkatan yang signifikan.

Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si berharap kunjungan UBB dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi Untidar dan juga Magelang.

“Selamat datang kepada Prof. Ibrahim beserta seluruh stafnya dari UBB. Terima kasih atas kehadirannya di Kampus kami di Magelang. Mudah-mudahan ini pertanda ada hal menarik di kota kami. Kami berharap makin banyak tamu yang berkunjung ke Magelang akan membawa berkah. Semoga kita sama-sama mendapatkan ilmu yang bermanfaat bagi masing-masing universitas,” tuturnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama, Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc. IPM., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd., Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama,  Drs. Giri Atmoko, M.Si., Kepala Biro Perencanaan, Keuangan, dan Umum, Among Wiwoho, S.E., M.M., dan Plt. Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Eny Boedi Orbawati, M.Si.

Di sisi Universitas Bangka Belitung, hadir Rektor Universitas Bangka Belitung, Prof. Dr. Ibrahim, S.Fil., M.Si., Plt. Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Nanang Wahyudin, S.E., M.M., Sekretaris Lembaga Penelitian dan pengabdian Kepada Masyarakat, Eva Utami, S.Si., M.Si., beserta jajaranya.

 

Penulis : Kerin

Editor : Humas Untidar

Total Anggaran 610 Juta, 17 Tim PPK Ormawa Untidar Siap Dampingi Pemberdayaan Desa di Kota dan Kabupaten Magelang.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Tidar, Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd. menandatangi Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 17 Desa Mitra Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), Rabu (10/7) di Gedung Kuliah Umum dr.H.R Suparsono.

PKS ini bertujuan untuk menjalin kerja sama antara Untidar dengan desa mitra untuk dalam pelaksanaan program pengabdian dan pemberdayaan desa. Kegiatan ini akan dimulai Juli 2024 hingga bulan Oktober 2024.

“PPK Ormawa berbeda dengan KKN. Program ini fokus pada kegiatan pengabdian dan pemberdayaan desa. Tahun 2024 ini, ada 17 tim PPK Ormawa Untidar yang lolos dengan total pendanaan Rp 610.200.000,” ujar Prof Parmin pada sambutannya.

PPK Ormawa ini nantinya akan dilombakan dan dipilih tim terbaik untuk mendapatkan Anugerah Abdidaya. Ada salah satu kategori penilaian yaitu kategori kepala desa yang memberikan dukungan terbaik pada pelaksanaan program.

“Harapannya dari 17 Kepala Desa yang hadir saat ini, mudah-mudahan ada yang diundang Anugerah Abdidaya. Kami mohon dukungan penuh kepada kegiatan PPK Ormawa Untidar sampai program selesai akhir Oktober mendatang dan seterusnya program tetap bisa dijalankan oleh desa saat kegiatan telah berakhir,” jelasnya.

 

Hadir pula Muhzen Fanani selaku Kepala Desa Sumberarum, Tempuran, Kabupaten Magelang yang pada tahun 2023 mendapatkan kesempatan hadir dalam acara Anugerah Abdidaya 2023.

Dalam sambutanya, Fanani membagikan pengalamannya terlibat dalam pelaksanaan PPK Ormana di Desa Sumberarum.

Tahun 2023 lalu, Desa Sumberarum menjadi lokasi PPK Ormawa UKM Iqsan Untidar dengan program Desa Religi. Kebetulan di desa kami terdapat 5 pondok pesantren di 17 dusun. Pada waktu itu, di desa kami ingin mengadakan Festival Rebana tingkat desa. Banyak festival kesenian tradisional yang diselenggarakan namun seni religi hanya ada di masing-masing pondok pesantren belum sampai ke dusun-dusun.

“Akhirnya kami sepakat untuk membentuk grup hadroh di masing-masing dusun. Alhamdulillah berkat adanya Tim PPK Ormawa yang menjadi pendampingg, kini desa kami dapat membentuk grup hadroh dan sudah mendampingi banyak kyai. Semoga PPK Ormawa Untidar tahun ini lebih sukses dan dapat memberikan manfaat yang jauh lebih besar lagi,” harapnya.

PPK Ormawa adalah program penguatan kapasitas ormawa melalui serangkaian proses pembinaan ormawa oleh PT yang diimplementasikan dalam program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.

Lokasi PPK Ormawa Untidar Tahun 2024 yaitu Desa Nampirejo, Temanggung, Kab. Temanggung; Desa Sukosari, Kec. Bandongan, Kab. Magelang; Desa Temanggal, Kec. Tempuran, Kab. Magelang; Desa Pucungroto, Kec. Kajoran, Kab. Magelang; Desa Gandusari, Kec. Bandongan, Kab. Magelang; Desa Treko, Kec. Mungkid, Kab. Magelang; Desa Daleman Kidul, Kec. Pakis, Kab. Magelang; Desa Kaponan, Kec. Pakis, Kab. Magelang; Desa Ngemplak, Kec. Windusari, Kab. Magelang; Desa Payaman, Kec. Secang, Kab. Magelang; Desa Bawang, Kec. Tempuran, Kab. Magelang; Desa Bandongan, Kec. Bandongan, Kab. Magelang; Desa Wonoroto, Kec. Windusari, Kab. Magelang;Desa Mangli, Kec. Kaliangkrik, Kab. Magelang; Desa Sumberarum, Kec. Tempuran, Kab. Magelang; Desa Pogalan, Kec. Pakis, Kab. Magelang; dan Kelurahan Rejowinangun Selatan, Kec. Magelang Selatan, Kota Magelang.

Penulis : Kerin

Editor : Humas Untidar

 

DAFTAR TIM PPK ORMAWA LOLOS PENDANAAN BELMAWA 2024

NO ORMAWA KETUA JUDUL DOSEN PENDAMPING
1 DPM KM Tera Rhebekka Optimalisasi Program Kampung Iklim Melalui Adaptasi dan Mitigasi Berbasis Kearifan Lokal di Kelurahan Rejowinangun Selatan Alifia Revan Prananda,
M.Eng.
2 HIMAPBIO Siska Aulia Putri Sanggar Tani Muda Sebagai Pusat Regenerasi Petani Pengembang Agribisnis Modern di Desa Mangli Dr. Setiyo Prajoko, M.Pd.
3 UKM KRISTIANI Samuel Yoga
Muliawan
Wardoyo
Branding Pasar Curug Thitang Sebagai Desa Wisata Nampirejo Melalui Pengembangan Fasilitas Serta Pemberdayaan Masyarakat Unggul Berbasis Kebudayaan Lokal Indira Swasti Gama
Bhakti, S.H., M.H.
4 HIMATIKA Siti Nurul
Hidayah
Konservasi Toga Unggulan Desa Sukosari dengan Math City Map untuk Mengembangkan Usaha Ekonomi Produktif Berbasis Olahan Tumbuhan Obat Megita Dwi Pamungkas,
M.Pd.
5 BEM FISIPOL Muhammad
Fuad
Yudhoyono
PENGEMBANGAN DESA WISATA ALAM UNGGULAN MELALUI COLLABORATIVE GOVERNANCE DI DESA POGALAN Bonifasius Endo Gauh
Perdana, M.A.
6 UKM Bela Diri dan Olahraga Andriyanto PENGEMBANGAN OLAHRAGA UNGGULAN DESA TREKO DENGAN MENERAPKAN SPORT MANAGEMENT PRINCIPLES: STRATEGIC SPORT MANAGEMENT R. Faiz Listyanda, S.T.,
M.Eng.
7 KSPM FE Fransiska
Kurnia
Optimalisasi Pemasaran Hasil Bank Sampah Melalui Rumah Sampah Digital di Desa Bandongan Wildan Yudhanto, S.E.,
M.M.
8 UKM PELITA Verjunnea Ali
Choiriyan
REVITALISASI HUTAN PINUS DI DESA GANDUSARI MELALUI ECOEDUFORESTRY BERBASIS EKONOMI HIJAU UNTUK MEWUJUDKAN DESA HUTAN MANDIRI YANG BEKELANJUTAN Tri Puji Rahayu,
S.Pt.,M.P.
9 UBC RADIO Yukivy
Yasmien
Rindika
Loka Ancala: Pengembangan Literasi Bahasa dan Berhitung untuk Mewujudkan Desa Ngemplak Progresif Eny Ratnasari, S.I.Kom.,
M.I.Kom.
10 HMJM Yenny Reiza
Fitriana
Rumah Sampah Digital sebagai Sentral Pengolahan Sampah Organik dan Anorganik di Desa Daleman Kidul Guna Tercipta Nilai Tambah Ekonomis Budi Hartono, S.E.,
M.Sc.
11 HIMAKTA Auralia
Admyrals
Salsabilla Aidi
DESA SEHAT: PROGRAM PENGUATAN KADER BERBASIS KELEMBAGAAN GUNA MEMBERDAYAKAN KELUARGA AKSEPTOR UNTUK MENEKAN ANGKA STUNTING DI DESA WONOROTO Atika, S.E., M.Sc.
12 BEM FKIP Anindya
Khoirunnisa
SEMPURNA: SEKOLAH PEREMPUAN BERBASIS POTENSI UNGGULAN LOKAL DESA KAPONAN SEBAGAI MANIFESTASI PEREMPUAN BERDIKARI Karunia Galih
Permadani, S.Pd., M.Sc.
13 HIMAPBSI Fiki Mahya
Mafaza
Pengembangan Life Skills Perempuan melalui Seputik Sekar (Sekolah Perempuan Aktif, Kreatif, Semangat Berkarya) Berbasis Unggulan Desa Pucungroto Winasti Rahma Diani,
M.Hum.
14 HIMAPIPA Yumna
Mahdiyyah
Pertumbuhan Tanaman dan Perkembangan Ikan dengan Sistem Akuaponik Melalui Water Quality Smart Control Berbasis Internet of Things di Desa Temanggal Rina Rahayu, M.Pd.
15 DPM FKIP Lissanurus
Shofiya
Optimalisasi Pengembangan Produksi Makanan Unggulan Lokal Berbasis Technososiopreneur Untuk Pemberdayaan Umkm Di Desa Payaman Dr. Farikah, M.Pd.
16 UKM IQSAN Muchamad
Najih Jazuli
Ekselen Senireli: Optimalisasi Manajemen Sekolah Seni Religi untuk Meningkatkan Eksistensi Masyarakat Desa Sumberarum Menuju Desa Budaya Unggul Berbasis
Religi
Fuad Hilmy, S.T., M.T.
IPP.
17 HIMEPA Patricia Meita Vara Angelina Pembentukan Ekosistem Wirausaha melalui Hilirisasi Sumber Daya Perkebunan Unggulan Desa Bawang Dinar Melani Hutajulu,
S.Pd., M.Si.

Kibarkan Bendera Raksasa, Untidar Terjunkan 1.593 Mahasiswa KKN

Universitas Tidar menerjunkan 1.593 mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Periode Juli 2024, Selasa (9/7) di Kompleks Kampus Sidotopo, Untidar.

Kegiatan ini dibuka dengan pengibaran bendera merah putih besar berukuran Panjang 12 meter dan lebar 9 meter. Tidak seperti pengibaran biasanya, bendera raksasa ini dikibarkan khusus oleh Tim UKM Mapala Sulfur Untidar dari lantai lima Gedung Kuliah Terpadu, Kampus Sidotopo, Untidar.

Plt. Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Dr. Eny Boedi Orbawati, M.Si. menyampaikan sejumlah 152 kelompok mahasiswa peserta KKN akan disebar ke 68 desa di Kabupaten Magelang dan 17 kelurahan di Kota Magelang. Kegiatan KKN berlangsung mulai 9 Juli – 10 Agustus 2024.

“152 kelompok sudah melakukan persiapan, mulai dari perizinan, observasi, dan pembekalan KKN. Kita telah difasilitasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk melakukan pertemuan dengan Kepala Desa guna membahas program yang akan dijalankan. Tentu desa-desa yang menjadi wilayah KKN ini memiliki harapan besar karena KKN ini bersinergi untuk mengatasi persoalan-persoalan yang ada. Semoga ilmu dan pengalaman yang adek-adek dapatkan bisa digunakan dalam program KKN,” jelasnya.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si mengapresiasi proses penerjunan KKN yang unik dengan mengibarkan bendera merah putih yang berukuran besar ini.

“Saya sangat mengapresiasi pengibaran bendera merah putih yang tidak seperti biasanya. Semoga menjadi inspirasi buat kita semua, agar kita terus berinovasi dan menjadi pengingat bagi teman-teman untuk selalu menjaga nama baik Untidar dan buktikan Untidar bersama-sama dapat membangun bangsa dan negara,” tuturnya.

Prof Gi juga menghimbau mahasiswa untuk mengimplementasi ilmu yang didapatkan saat kuliah ke masyarakat langsung dengan pedoman learning by doing yaitu ilmu dapat diperoleh melalui penerapan.

“Silahkan lakukan empat hal ini. Pertama, kuasai substansi ilmu pengetahuan tidak hanya dari bidangnya saja tapi korelasikan dengan ilmu bidang lain. Kedua, tingkatkan kemampuan komunikasi. Jangan menggurui masyarakat. Kalian mencari ilmu dan menerapkan ilmu, maka jangan sekali-kali menggurui masyarakat. Belajarlah komunikasi yang baik. Ketiga, implementasikan ilmu yang ada dan dikolaborasikan dengan ilmu lain. Terakhir, jangan lupa melakukan evaluasi secara berkelanjutan dari apa saja yang kita lakukan,” tegasnya.

Acara dilanjutkan dengan penyematan atribut oleh Rektor kepada perwakilan mahasiswa peserta KKN sebagai simbol pelepasan program KKN reguler periode Juli 2024.

Lokasi KKN Untidar berada di Kota dan Kabupaten Magelang yang terdiri dari 3 kecamatan, 11 kelurahan, 17 kelompok di wilayah Kota Magelang dan 8 kecamatan, 69 desa, 146 kelompok di wilayah Kabupaten Magelang.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ir. Ibrahim Nawawi, S.T., M.T., selaku Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP).

Ditempat terpisah, Ajeng Solikhawati, Rian Adnan Fauzi, Uswatun Khasanah dan Refinda Febriyani dari UKM Mapala Sulfur Untidar mengaku lega proses pengibaran bendera berjalan dengan lancar.

“Persiapan terbilang singkat bahkan kami menyempatkan menginap di Gedung Kuliah Terpadu agar tidak terlambat dan dapat mempersiapkan segela kebutuhan sebelum acara dimulai. Syukur semua berjalan dengan lancar,” ujar Uswatun Khasanah.

Penulis : Kerin
Editor : Humas Untidar

Tim PKM-PM Untidar dan Guru SLBN Kota Magelang Ciptakan Etnobook untuk Siswa Tunagrahita

Lima mahasiswa Universitas Tidar, Femi Nur Maulida (S1 Pendidikan Matematika), Ningrum Aslikhatul Khirom (S1 Pendidikan Matematika), Muhamad Maulana Yusup (Teknik Mesin), Nadia Alfiana Rosyada Al Hasani (Pendidikan Matematika), Lillian Dhian Nafiatul Azhar (Pendidikan Matematika) bersama Stiti Lintang Amartani, S.Pd., guru SLB Negeri Kota Magelang, membuat buku interaktif untuk siswa Tunagrahita.

“Buku etnobook dirancang sebagai upaya pemenuhan hak pendidikan yang setara bagi siswa disabilitas. Berdasarkan data yang diperoleh dari SLBN Kota Magelang, siswa tunagrahita memiliki kesulitan dalam memahami numerasi dan adanya keterbatasan guru dalam pembelajaran kelas yang efektif,” ungkap Femi Nur Maulida, Ketua PKM-PM Etnobook.

Etnobook dirancang memiliki 4 konsep rancangan yang berbeda, diantaranya konsep aritmatika sosial, geometri, pengukuran, dan bilangan. Selain itu, pada buku tersebut diselingi kebudayaan-kebudayaan daerah, seperti alat musik, pakaian adat, hingga makanan khas daerah.

Stiti Lintang Amartani, S.Pd, menyatakan bahwa kolaborasi dengan mahasiswa Untidar ini memberikan dampak positif bagi siswa tunagrahita di sekolahnya.

“Kami berharap Etnobook ini dapat menjadi referensi yang bermanfaat bagi guru dan siswa serta dapat meningkatkan kualitas pembelajaran matematika bagi siswa tunagrahita,” tuturnya.

Lintang menambahkan selama ini siswa hanya belajar dengan media seadanya saja dengan benda-benda disekitar, kehadiran Etnoobook ini sangat membantu siswa belajar. Setiap materi yang disusun dikonsultasikan secara intensif agar sesuai dengan kebutuhan siswa.

Penyusunan Etnobook dimulai 10 Mei hingga post test 14 Juni 2024. Saat ini Etnobook sudah mulai digunakan untuk siswa tunagrahita kelas 7 di SLB Negeri Kota Magelang.

Etnobook merupakan agenda dari tim PKM-PM (Program Kreatifitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat) yang berjudul “Etnobook: Media Interaktif Berbasis Etnomatematika Terintegrasi QR Code Guna Meningkatkan Numerasi Siswa Disabilitas SLBN Kota Magelang”. Kegiatan ini memperoleh pendanaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Dosen Pembimbing PKM-PM Etnobook, Novitasari, M.Pd berharap bahwa program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa di SLBN Kota Magelang, tetapi juga dapat diimplementasikan di sekolah-sekolah lain yang memiliki siswa dengan kebutuhan khusus.

“Dengan dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak, diharapkan pendidikan inklusif yang setara dapat terwujud, memberikan kesempatan yang sama bagi semua anak untuk meraih pendidikan yang berkualitas,” pungkasnya.

 

Penulis : Muhamad Maulana Yusup

Editor : Humas Untidar

Pelepasan PMM 4 Indbound Untidar : Bertukar Sementara, Bermakna Selamanya.

Universitas Tidar menggelar Pelepasan mahasiswa Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Batch 4 Inbound, Kamis (4/7) di Gedung Kuliah Umum (GKU) Dr. H.R Suparsono.

Dalam laporannya, Koordinator PMM Untidar, Eny Ratnasari, S.I.Kom., M.I.Kom., menyampaikan, pelaksanaan PMM 4 di Universitas Tidar berjalan lancar.

“Secara keseluruhan kegiatan PMM 4 di Untidar dari program akademik, non akademik, hingga penyelenggaraan Modul Nusantara berjalan lancar. Ciri khas dari program PMM yaitu merayakan kebhinekaan melalui kegiatan Modul Nusantara. Bersama dosen Modul Nusantara dan para LO, serta dukungan kampus, PMM 4 di Untidar berhasil menyelenggarakan 17 kali Modul Nusantara, jumlah ini melebihi dari kewajiban yang diminta kementerian,” tuturnya.

Kegiatan Modul Nusantara Untidar tidak hanya mengunjungi situs budaya di Magelang saja, namun juga mengunjungi situs budaya di Yogyakarta dan Klaten. Selain itu, diketahui, PMM 4 inbound Untidar juga melaksanakan kontribusi sosial sebanyak dua kali yaitu mengunjungi panti asuhan dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan dan mengunjungi Tempat Pembelajaran Al-Qur’an (TPQ) di daerah Silancur.

“Banyak sekali hal spesial di PMM Untidar kali ini, salah satunya untuk pertama kalinya Untidar terpilih untuk dilakukan monitoring dan evaluasi (monev) oleh tim Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditbelmawa) dan tim Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Pusat. Secara keseluruhan, berdasarkan hasil monev alhamdulillah Untidar mendapatkan hasil yang baik,” tambah Eny Ratnasari.

Tahun ini, Untidar menerima 30 mahasiswa PMM yang berasal dari 20 perguruan tinggi di Indonesia. Dari 30 mahasiswa, 7 diantaranya merupakan mahasiswa program vokasi dan 23 diantaranya adalah mahasiswa program sarjana.

Pulau Sumatera mengirim mahasiswa PMM 4 terbanyak dengan jumlah 16 mahasiswa, diikuti Kalimantan sejumlah 6 mahasiswa, dan Pulau Papua 5 mahasiswa. Sementara Program Studi yang paling banyak dituju antara lain S1 Administrasi Negara, S1 Pendidikan Bahasa Inggris, dan D3 akuntansi.

Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si bertekad tahun depan Untidar akan menerima mahasiswa inbound lebih banyak lagi.

“Meskipun dari tahun ke tahun jumlah peserta yang datang ke Untidar masih sekitar 30-an, belum ada penambahan. Namun, kami yakin kebersamaan selama ini menjadi sesuatu yang sangat bermakna bagi kita. Terutama bagi kami selaku penyelenggara, menjadi pembelajaran dan evaluasi bagaimana kami bisa melayani dengan baik setiap insan yang datang ke Untidar. Kami berharap di tahun depan jumlahnya bertambah. Untuk itu, tentu saja, kami melalui bidang Humas bisa melakukan  perluasan jangkauan sospro dan saya harap mahasiswa inbound menjadi agen yang membantu memperkenalkan Untidar di daerahnya masing-masing,” jelasnya.

Rektor turut menyampaikan rasa terima kasih kepada mahasiswa PMM 4 inbound yang telah memilih Untidar sebagai kampus tujuan. Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada perguruan tinggi atas kepercayaannya telah mengirimkan mahasiswa ke Untidar.

Simbolisasi  pelepasan Mahasiswa PMM 4 Inbound, Rektor melepaskan kartu peserta sekaligus memberikan kenang-kenangan kepada 5 mahasiswa perwakilan dari 5 pulau yang berbeda. Perwakilan ini yaitu Bintang Anugrah Setya Agung dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Hanuuna Falihulayya Suabey dari Universitas Cenderawasih, Amalia Kartika dari Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Rusmin dari Universitas Sembilanbelas November Kolaka dan Gracia Claudia Martina Mali dan Universitas Katolik Widya Mandira Kupang.

Pada kesempatan ini, masing-masing peserta PMM menampilkan tarian dan nyanyian dari asalnya yaitu Tari Aceh, Tari Batak, Tari Padang, Tari Melayu, Tari Papua dan Flashmob bersama.

Kepala Suku PMM 4 Inbound Untidar, Lady Maria menyampaikan rasa syukur bisa menyelesaikan program dengan lancar.

“Selama 6 bulan tentunya kami mendapatkan kesan yang baik. Pengalaman yang kami dapatkan adalah tentang keberagram kami dari berbagai provinsi bertemu di pulau jawa itu bisa disatukan dengan kesopanan dan keamanan yang diberikan oleh Untidar,” tuturnya.

Penulis : Kerin

Editor : Humas Untidar

Studi Tiru UBT ke Untidar, Pengelolaan Kemahasiswaan Harus Sesuai Visi Universitas

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd. menyampaikan pengelolaan bidang kemahasiswaan disesuaikan dengan visi Untidar. Tujuan akhirnya menghasilkan mahasiswa yang mahir dan trampil dalam bidang kewirausahaan tanpa meninggalkan kekayaan lokal budaya sekitarnya.

“Jangan ikut-ikutan PTN A, B atau C. Kita harus linear dengan visi Untidar. Kegiatan-kegiatan pun menyesualkan seperti penyelenggaraan Expo dan Kompetisi Kewirausahaan (EKKN), adanya Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kewirausahaan, peningkatan softskill mahasiswa serta jangan lupa publikasi dan apresiasi kepada setiap prestasi yang dihasilkan,” ujarnya.

Dalam kegiatan penerimaan kunjungan Studi Tiru Pengembangan Organisasi Kemahasiswaan Universitas Borneo Tarakan (UBT) ke Untidar, Rabu (03/07), Prof. Parmin memaparkan data Tracer Study Untidar pada Juni 2024 bahwa 40% lulusan langsung bekerja, sisanya berwirausaha, melanjutkan S2 dll.

“Tidak hanya fokus pada berapa jumlah peminat yang masuk tapi kita harus memonitor bagaimana dengan lulusannya. Data ini perlu dianalisis untuk mengevaluasi program-program yang telah diselenggarakan di kampus apakah sudah efektif mencapai tujuan lulusan yang diharapkan,” tambahnya.

Hal ini sesuai dengan prestasi kemahasiswaan Untidar dimana memperoleh pendanaan sebesar Rp. 946.270.000 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Dimana dana sebesar Rp. 230.800.000 merupakan pendanaan P2MW (Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha). Skema P2MW ini menempatkan Untidar pada urutan kedua nasional dengan jumlah sub-proposal yang lolos sebanyak 18 judul.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Perencanaan dan Kerjasama, UBT, Dr. M. Djaya Bakri, S.T., M.T. menyampaikan terima kasih atas kesempatannya untuk dapat melakukan sharing ilmu terkait pengelolaan kemahasiswaan.

“Prestasi Untidar dalam bidang kemahasiswaan menarik untuk dipelajari dan teman-teman yang kami bawa kesini kami harap bisa saling sharing ilmu dan tentunya harapannya bisa kami terapkan untuk meningkatkan prestasi mahasiswa di UBT,” terang Dr. M. Djaya Bakri.

Salah satu hal yang ingin sekali dipelajari adalah terkait Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) agar menjadi ajang penyambutan mahasiswa baru yang jauh dari perploncoan.

Pada kesempatan yang sama, UBT dan Untidar juga menyelenggarakan seremonial penandatanganan Kerjasama atau MoU. Tujuannya untuk pengembangan Tri Dharma Pendidikan Tinggi yaitu Pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kepala BAKK, staff kemahasiswaan serta perwakilan Ketua Ormawa serta mahasiswa program kemahasiswaan lain baik dari Untidar dan UBT. Masing-masing saling bertukar pengalaman dan juga informasi mengenai program masing-masing.

Kegiatan ditutup dengan ramah tamah, bertukar kenang-kenangan dan foto bersama.

Penulis dan Editor : Humas Untidar

Penyerahan Beasiswa Baznaz, Penerima Beasiswa Tidak Boleh Melupakan Jasa Untidar

Sejumlah 40 mahasiswa Universitas Tidar menerima beasiswa Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Tengah, Selasa (2/7) di Ruang FT 3 Lantai 3 Gedung Teknik, Untidar.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional Jawa Tengah, Dr. KH. Ahmad Darodji, M.Si, menjelaskan bahwasanya pemberian beasiswa merupakan salah satu program Baznas sebagai bentuk pencegahan pada kemiskinan ekstrim, stunting, dan keterbatasan pada akses pendidikan.

Dalam sambutannya, beliau meminta mahasiswa penerima beasiswa untuk tidak melupakan jasa Untidar, setelah lulus nanti.

“Syukur dan terima kasih tidak hanya pada Allah, tetapi juga pada manusia yang telah membantu kita. Saya harap, nantinya setelah mahasiswa lulus dari Untidar. Jangan sebut dosen sebagai mantan dosen, sebab ilmu yang sudah para dosen berikan, itu masuk kedalam tubuh kita, artinya sudah menjadi bagian dari hidupmu,” pungkasnya.

Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si berpesan, mahasiswa penerima beasiswa Baznas agar dapat memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitarnya.

Insyaallah, uang yang nanti diberikan kepada mahasiswa menjadi amanah yang harus kita petik manfaatnya, petik barokahnya, dan menjadi ilmu di Untidar. Untuk itu, komitmen kita bagi Untidar dan teman-teman yang nanti mendapatkan beasiswa ini, silahkan menyebarkan manfaat ke orang sekitar juga. Bagi saya ukuran kuantitas memang penting, tapi lebih pentingkan lagi keberkahannya. Harapannya keberkahan tersebut tidak berhenti di yang menerima beasiswa saja, tapi juga orang sekitar,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Rektor juga menyampaikan komitmen Untidar dalam mengoptimalkan pengumpulan zakat dari sivitas akademika Untidar.

“Saat ini, masih menjadi PR bagi kami untuk mengoptimalkan pengumpulan zakat dari civitas akademika universitas ke Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Untidar. Harapannya pengumpulan zakat dari Untidar menjadi optimal ke Baznas yang menjadi lembaga resmi amil zakat. Itu menjadi tanggung jawab dan komitmen Untidar. Perlu kami sampaikan, alhamdulillah, UPZ Untidar sudah memiliki varian kegiatan yang lumayan banyak. Semoga dengan bantuan Baznas, mudah-mudahan di tahun-tahun yang akan datang semakin baik dan memberikan manfaat bagi kita semua,” pungkasnya.

Total beasiswa yang diberikan adalah Rp 144.000.000 bagi 40 mahasiswa Untidar yang telah diseleksi oleh Tim Baznaz.

Seluruh penerima beasiswa Baznas tahun ini merupakan mahasiswa penerima beasiswa tahun lalu. Hal ini bertujuan untuk memberikan manfaat secara maksimal bagi mahasiswa guna tercapainya misi Baznas.

Kegiatan dilanjutkan dengan pembekalan oleh Sekretaris Baznas Provinsi Jateng, Drs. H. Ahyani, M.Si,.

Penulis : Kerin

Editor : Humas Untidar