Calon Wisudawan UNTIDAR Ikuti Seminar Siapkan Dunia Kerja

Universitas Tidar menyelenggarakan seminar pembekalan calon wisudawan ke-66 di Gedung Kuliah Umum dr. H. R. Suparsono, Jumat (1/3). Seminar bertajuk “Fresh Graduate Starter Pack: Siap Bersaing Memasuki Dunia Kerja”, ini dilaksanakan sebelum pelaksanaan wisuda pada Sabtu (2/3).

Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama Giri Atmoko, M.Si. menyampaikan bahwa pembekalan ini dapat memberi inspirasi mahasiswa untuk melanjutkan studi maupun memiliki pandangan yang lebih luas mengenai dunia kerja.

Dok. Abay UNTIDAR TV

“Ini adalah upaya Universitas Tidar dalam memberikan bekal dengan harapan mahasiswa calon wisudawan mendapatkan ilmu serta menambah kesiapaan ke depannya,” katanya.

Seminar menghadirkan psikolog Nur Fachmi Budi Setyawan, M.Psi. sebagai pemateri. Ia membagikan pentingnya menentukan langkah pertama bagi seorang fresh graduate dan memiliki pandangan mengenai jenjang karier.

Dok. Abay UNTIDAR TV

“Untuk memilih pekerjaan pertama setelah Anda wisuda, Anda harus tahu dulu apa cita-cita Anda. Bisa dibagi tiga, jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Jangka pendek, yang akan Anda lakukan setelah ini, jangka menengah 2-3 tahun ke depan, dan jangka panjang bisa sepuluh tahun lebih setelah Anda wisuda,” jelas Fachmi.

Dok. Abay UNTIDAR TV

Mahasiswa juga harus mengetahui cara memosisikan nilai diri melalui curriculum vitae. Hal itu akan menentukan kecocokan pada bidang yang akan diambil menurut pengalaman. Pengalaman, menurutnya adalah hal yang tidak dapat dibeli dan diulang kembali sehingga setiap lulusan harus melengkapinya.

Ia menyarankan bagi mahasiswa yang belum memiliki banyak pengalaman untuk mencoba magang dan kursus, serta mencari berbagai forum yang dapat meningkatkan soft skill ke depan. Hal itu perlu dipandu dengan minat dan bakat setiap wisudawan.

“Bagi teman-teman yang masih bingung, apa pekerjaan yang harus Anda tuju, mau bekerja di mana. Tentukan dulu apa yang Anda inginkan, yang Anda sukai. Kalau sudah punya rencana jangka pendek, menengah, dan panjang, silakan lakukan evaluasi diri. Anda pasti punya keterampilan yang harus ditonjolkan,” jelasnya.

Penulis: Isaka

Editor: Humas Untidar

RPJP Untidar 2025-2049, Erman Suparno Perguruan Tinggi Jangan Memproduksi Pengangguran

Dr. Ir. Erman Suparno, MBA., M.Si., Dewan Penyantun Universitas Tidar yang juga Ketua Umum Yayasan Heritage Tidar (Tidar Heritage Foundation) menekankan pentingnya manajemen kurikulum untuk mendukung keselarasan pengembangan universitas dengan industri.

Pernyataan tersebut ia sampaikan pada Forum Group Discussion (FGD) RPJP UNTIDAR tahun 2025-2049 di Gedung Kuliah Umum dr. H. R. Suparsono, Rabu (28/02).

“RPJP harus ada korelasi dengan pembangunan universitas dengan industriawan, dsb. sehingga perguruang tinggi jangan sampai memproduksi pengangguran. Strategi kurikulum harus disesuaikan dengan kebutuhan pasar,” tutur Erman yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia periode 2005 – 2009.

Foto bersama peserta FGD RPJP Untidar 2025-2045 Foto : Abbay Untidar TV

RPJP yang disusun merupakan tahapan awal bagi Untidar untuk menentukan landasan manajemen pendidikan selama dua dekade mendatang.

“Sistem pendidikan tidak lepas dari sebuah proses manajemen, oleh karena itu, alhamdulillah sekarang Untidar sudah mulai merencanakan menjadi Badan Layanan Umum (BLU). Tapi konsep BLU ini harus diterjemahkan sedemikian rupa sehingga Untidar berkembang dengan merata,” tambahnya.

Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. dalam sambutannya menambahkan, kampus ini berkembang begitu cepat dibandingkan tahun 2014 saat pertama kali menjadi PTN.

“Sejak awal pendirian sudah ada RPJP. Namun nampaknya perkembangan Untidar begitu cepat sehingga kita perlu penyesuaian-penyesuaian dengan perubahan yang begitu cepat ini. Alhamdulillah dalam waktu sepuluh tahun dengan status satker, awal bulan ini kami presentasi tentang transformasi menjadi BLU,” jelasnya.

Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. menantikan banyak masukan dalam penyusunan RPJP Untidar dari berbagai kalangan masyarakat.
Foto : Abbay Untidar TV

FGD RPJP Untidar membahas mengenai bagaimana menggapai visi dan misi dengan percepatan proses perkembangan menyesuaikan tuntutan zaman.

“Hari ini kami mohon masukan semua pihak, baik akademisi, masyarakat umum terutama kira-kira selama 25 tahun  ke depan, Untidar mau dibawa ke mana. Dari garis-garis besar itu kami akan terjemahkan, menurunkan ke dalam renstra (rencana strategis) rencana jangka pendek sehingga kami punya strategi yang baik untuk mencapai finish atau puncak,” pungkasnya.

Kegiatan FGD RPJP ini melibatkan Dewan Penyantun; sivitas akademika; alumni; perwakilan insustri dan pengusaha dari Mustika Gold, Armada Group serta Hipmi Kota dan Kabupaten Magelang; perwakilan dari Pemerintahan dan Bapperida Kota dan Kabupaten Magelang.

 

Penulis :

Isaka dan Rasyid Wicaksono

Editor :

Humas Untidar

UNTIDAR Sambut 30 Peserta Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka 4

Universitas Tidar menerima 30 mahasiswa Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) 4 Tahun 2024. Seremonial penerimaan dalam acara “Penyambutan dan Kick-off Modul Nusantara Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka 4 Inbound Universitas Tidar”, Sabtu (17/02) di Gedung Kuliah Umum dr. H. R. Suparsono.

Acara seremonial ini dimulai dengan first walk dari mahasiswa PMM 4 Inbound Universitas Tidar. Dilanjutkan dengan pengalungan selendang UNTIDAR dan name tag kepada perwakilan mahasiswa dari 5 pulau oleh Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama, Drs. Giri Atmoko, M.Si, didamping Kepala Bagian Akademik, Wahyu Andriyanto, S.A.P., Koordinator Perguruan Tinggi Penerima PMM 4 Universitas Tidar, Eny Ratnasari S.I.Kom., M.I.Kom., serta dosen Modul Nusantara PMM 4, Hanim Rohnulyanti, S.I.Kom., M.Si. dan Ayu Lestari, S.Pd., M.Pd.

Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Drs. Giri Atmoko, M.Si., menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa pertukaran yang telah memilih Univesitas Tidar sebagai perguruan tinggi tujuan. Selain itu, beliau berpesan agar mahasiswa dapat memanfaatkan waktu sebaik mungkin agar pengalaman pertukaran menjadi pengalaman yang berharga dan bisa menjadi bekal untuk menghadapi tantangan ke depan.

Dalam Laporan Koordinator Perguruan Tinggi Penerima PMM 4 Universitas Tidar, Eny Ratnasari mengatakan, “Universitas Tidar kembali terpilih menjadi Perguruan Tinggi Penerima dalam Program PMM Tahun 2024 setelah melalui seleksi yang sangat ketat. Dari 210 perguruan tinggi yang mendaftar Program PMM 4, hanya 128 yang lolos sebagai perguruan tinggi penerima. Alhamdulillah, Universitas Tidar adalah salah satunya.”

“UNTIDAR menerima 30 mahasiswa yang berasal dari 20 perguruan tinggi dari seluruh penjuru tanah air, diantaranya dari Lhokseumawe, Banda Aceh, Batam, Medan, Jambi, Asahan, Padang, Palembang, Pontianak, Palangkaraya, Kupang, Merauke, Kolaka, dan Jayapura. Dengan kata lain, 46% dari kuota mahasiswa pertukaran untuk program sarjana yang disediakan oleh Universitas Tidar telah terpenuhi,” terangnya.

Kepala Suku Mahasiswa PMM 4 Inbound UNTIDAR, Lady Matari, dalam sambutannya mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh civitas akademika Universitas Tidar, mulai dari kaprodi, para dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa yang telah menerima mahasiswa PMM dengan ramah.

“Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka merupakan satu dari sembilan Program Merdeka Kampus Merdeka (MBKM). Di Universitas Tidar, program ini akan berjalan kurang lebih 5 bulan dan akan memberikan pengalaman belajar di luar kampus serta meningkatkan wawasan kebhinekaan melalui kegiatan Modul Nusantara,” ujar Dosen Modul Nusantara PMM 4, Hanim Rohnulyanti, S.I.Kom., M.Si.

Dosen Modul Nusantara PMM 4, Ayu Lestari, S.Pd., M.Pd. juga menambahkan, “Di Universitas Tidar, Program PMM nantinya akan memfasilitasi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar terbaik sesuai dengan ciri khas Universitas Tidar yang unggul dalam kewirausahaan,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Perguruan Tinggi Penerima UNTIDAR juga menambahkan bahwa keikutsertaan UNTIDAR dalam Program PMM 4 merupakan upaya branding UNTIDAR. “Semoga keikutsertaan ini membuka peluang kerja sama lainnya dengan perguruan tinggi asal dari mahasiswa inbound maupun mahasiswa UNTIDAR yang dikirim untuk pertukaran (outbound),” tandasnya.

UNTIDAR juga mengirimkan 35 mahasiswa outbound untuk belajar di berbagai perguruan tinggi terbaik di luar Pulau Jawa, yang tersebar di Pulau Sumatera, Bali, Nusa Tenggara, hingga Sulawesi.

*
Penulis: Tim PMM 4

Editor: Isaka, Magang Humas UNTIDAR

Rektor Untidar : Tanam Pohon sebagai wujud “Sedekah Bumi Langit”

Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. mengajak kita untuk peduli lingkungan dengan dengan menanam pohon.

“Menanam pohon itu wujud peduli lingkungan. Contohnya menanam pohon buah, kita bisa melakukan konservasi air tanah, pangan dan yang terpenting adalah konservasi udara. Semakin banyak pohon maka banyak pula pasukan oksigen,” tuturnya.

Melalui acara “Sedekah Bumi Langit”, Jumat (16/02) Rektor bersama segenap perwakilan pimpinan pemerintahan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota dan Kabupaten Magelang serta pimpinan di lingkungan Untidar menanam berbagai macam bibit pohon buah-buahan di kebun Teaching Farm, Kampus Bandongan.

“Monggo bapak ibu yang memiliki bibit pohon buah utamanya yang mulai langka bisa ditanam dan akan dirawat serta dikembangkan di kebun buah Untidar ini,” tambahnya.

Pada kegiatan yang sama, Rektor juga meresmikan Environmental and Disaster Management Center (EDM Center) atau disebut juga Pusat Studi Lingkungan dan Mitigasi Bencana Untidar.

“Melalui EDM, Untidar membersamai masyarakat, Untidar hadir di tengah-tengah masyarakat untuk mengkaji ke-khas-an lingkungan disekitar kita. Memetakan potensi resiko bencana, penelitian lingkungan serta melakukan upaya mitigasi bencana,” jelas Ketua EDM Untidar, Suwandoko, S.H., M.H.

EDM Untidar tidak dapat berkembang dengan sendirinya. Dalam prakteknya bantuan dari pemerintahan Kota dan Kabupaten Magelang, BPBD, DLH serta masyarakat sekitar sangat diperlukan.

Magelang dengan kondisi geografis yang “khas” ditengah-tengah beberapa gunung pastinya memiliki lingkungan dan perencanaan mitigasi bencana yang perlu dikaji dan direncanakan dengan baik.

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Sulfur juga turut memberikan kontribusi dalam kegiatan penanaman pohon ini. Setidaknya ada 106 bibit pohon buah yang ditanam meliputi bibit pohon durian, manga, jeruk kecil, Nangka, alpukat, jeruk besar dan belimbing. Selain itu ada juga 10 bibit pohon beringin dan aren yang ikut ditanam.

Kegiatan Pra-Dies Natalis Untidar ke 45 ini turut mengundang sejumlah rekan media. Rektor berpesan bahwa keterlibatan rekan media dalam kegiatan semacam ini perlu sering dilakukan bagaimanapun rekan media punya andil besar dalam penyebaran informasi mengenai Untidar ke masyarakat luas.

Uniknya kegiatan Sedekah Bumi Langit ini juga melibatkan budayawan Magelang. Pembukaan acara disambut dengan penampilan tari Topeng Ireng serta turut mengundang Sutanto Mendut, budayawan sekaligus pimpinan Komunitas Lima Gunung.

Penulis dan Editor : Humas Untidar

Sekretaris Eksekutif SNPMB 2024: Siswa Tak Boleh Share Password SNPMB

Bekti Cahyo Hidayanto, S.Si., M.Kom., Sekretaris Eksekutif SNPMB menekankan perlunya menjaga kerahasiaan username dan password akun Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB).

“Siswa jangan membagikan password akun SNPMB masing-masing. Bapak dan ibu, jangan mengoleksi akun siswa, bahaya! Beberapa beralasan mengumpulkan akun dan password siswa dengan alasan ingin tahu pilihan siswanya apa, apakah diterima atau tidak. Karena ini urusan masa depan,” tandasnya pada acara Sosialisasi dan Promosi SNMPMB Tahun 2024, Selasa (13/02) di Gedung dr. H. R. Suparsono, Universitas Tidar.

Beberapa keluhan lupa akun masuk di Helpdesk SNPMB. Setelah diselediki lebih mendalam yang mengajukan permohonan adalah orang tua/wali siswa bahkan guru sekolahnya bukan siswa yang bersangkutan.

“Sebaiknya seluruh proses dikerjakan oleh siswa dan bukan orang tua maupun pihak lainnya karena website SNPMB didesain menyesuaikan kebutuhan anak muda,” tambahnya.

Helpdesk dan call center SNPMB sebelumnya banyak menerima protes mengenai peserta yang pilihan program studinya berbeda dengan apa yang dipilih di awal. Tidak mungkin sistem merubahnya sendiri pastinya seseorang yang mempunyai username dan pasword akun tersebut yang bisa merubahnya.

“Kalau besok mendaftar di SNBP, jika sudah diterima, jangan tidak daftar ulang. Makanya keluar peraturan di tahun ini, bagi mereka yang sudah diterima di SNBP, baik di pilihan satu atau pilihan dua sudah tidak bisa mendaftar di UTBK-SNBT seperti peraturan kemarin dan tidak bisa mendaftar di mandiri PTN manapun di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Bekti Cahyo Hidayanto, S.Si., M.Kom., Sekretaris Eksekutif SNPMB, Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc. IPM., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama, dan Muhammad Rifqi Maarif, S.T., M.Eng., Tim PMB Untidar. Foto : Abbay Magang Humas

Sospro SNPMB 2024 di Untidar ini mengundang guru Bimbingan Konseling (BK) sekolah menengah sederajat di wilayah Kedu Raya. Bapak Bekti Cahyo menekankan suksesnya SNPMB memerlukan kerjasama banyak pihak khususnya pihak guru sekolah yang cermat serta memandu para siswa untuk berstrategi secara jujur dan bertanggung jawab.

“Sosialisasi dan promosi ini salah satu tugas kami untuk mengenalkan UNTIDAR di masyarakat. Kami melakukan sosialisasi dan promosi ke beberapa wilayah di luar jawa tengah, yaitu di Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera. Kami punya harapan UNTIDAR ke depan diisi oleh mahasiswa dari seluruh Indonesia,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama, Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc. IPM.

Prof. Suyitno mengharapkan, sosialisasi ini juga akan memperkenalkan jalur seleksi mandiri UNTIDAR yang nantinya akan mengakomodir putra daerah Kedu Raya.

“Kami membuat alokasi untuk putra daerah dan semoga bisa dimanfaatkan dengan baik. Kami membuat MoU dengan hampir semua kota dan kabupaten di Kedu Raya. Harapannya, bisa diterima melalui jalur kerja sama untuk meningkatkan kontribusi UNTIDAR kepada daerah,” ujarnya.

Muhammad Rifqi Maarif, S.T., M.Eng., memberikan informasi mengenai Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) jalur Mandiri di Untidar pada guru BK sekolah menengah sederajat di wilayah Karesidenan Kedu. Foto : Abbay Magang Humas

Pada penghujung acara, Muhammad Rifqi Maarif, S.T., M.Eng., perwakilan Tim PMB Untidar turut memberikan informasi mengenai jalur seleksi mandiri, beasiswa dan info lain dapat membantu siswa mengetahui lebih dalam mengenai Untidar. Informasi ini juga nantinya akan diupdate berkala melalui laman um.untidar.ac.id.

Penulis : Isaka

Editor : Humas Untidar

Kemendikbudristek Sambut Kepulangan dan Serah Terima Awardee Tahun 2023

Jakarta, 13 Februari  2024 — Sebanyak 465 awardee Indonesian International Students Mobility Awards (IISMA) telah kembali Indonesia pada bulan Januari setelah menyelesaikan studi di luar negeri selama satu semester. Setelah berhasil mengirimkan awardee ke berbagai belahan dunia, Kemendikbudristek menggelar penyambutan kepulangan penerima manfaat beasiswa (awardee) IISMA 2023 sebagai simbolis penyerahan kembali awardee kepada perwakilan perguruan tinggi asal. Acara ini dilakukan secara daring pada Rabu (31/1) guna menyambut awardee dari kawasan Asia, Eropa, Amerika, dan Inggris-Irlandia.
 
Direktur Akademisi Pendidikan Tinggi Vokasi, Benny Bandanadjaja, dan Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Sri Suning Kusumawardani, turut hadir dalam acara penyambutan kepulangan awardee IISMA 2023. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh awardee dan panitia IISMA, perwakilan perguruan tinggi asal dan juga orang tua awardee yang ikut menyambut pulangnya putra-putri terbaik bangsa yang telah menyelesaikan program IISMA.
 
Dalam sambutannya, Direktur Benny menyambut hangat kembalinya awardee IISMA ke tanah air. Ia menyampaikan pesan moral dan dorongan kepada awardee yang telah menyelesaikan program IISMA untuk mengambil inisiatif dan terlibat aktif dalam kehidupan kampus dan Masyarakat. “Kami bangga memiliki kalian sebagai putra-putri terbaik bangsa yang telah purna mengemban tugas menjadi duta bangsa. Kami sangat menanti pencapaian besar kalian lainnya di masa depan,” ujar Benny.

Selain itu, Benny juga mengapresiasi kerja keras dan dukungan dari dosen maupun Kantor Urusan Internasional (KUI) perguruan tinggi asal mahasiswa yang telah membimbing dan memberikan semangat kepada mahasiswa yang saat ini telah kembali ke Indonesia dengan penuh wawasan global.

Manager Bidang Umum dan Administrasi IISMA 2024, Andi Rahadiyan Wijaya, mewakili Kepala Program IISMA 2024, menyambut awardee IISMA dengan sangat bahagia. Andi menegaskan bahwa IISMA bukan hanya sekedar program, melainkan merupakan sebuah keluarga yang saling melengkapi.

“Program IISMA ini telah memfasilitasi networking, artinya IISMA menjadi ajang di mana kalian dapat bertemu dengan orang-orang terbaik dari Sabang sampai Merauke. Jaga dengan baik jejaring yang telah kalian bangun dengan mitra luar negeri baik itu profesor, teman, maupun local people,” imbuhnya.

Salah satu mitra host university IISMA, University of Pécs, Hungaria, juga memberikan testimoninya dalam kegiatan penyambutan kepulangan awardee IISMA ini. Direktur Pusat International University of Pécs, István Tarrósy, menyampaikan rasa bangga sebagai host dalam program IISMA. Ia berharap agar kerja sama dengan pemerintah Indonesia sebagai mitra IISMA akan terus berlanjut, dan dapat kembali menyambut serta menerima mahasiswa Indonesia sebagai bagian dari University of Pécs. “Di tahun 2023 kami telah menerima 39 mahasiswa dari program vokasi, besar harapan kami pada tahun depan dapat menjadi host bagi program sarjana,” ujar István.

Selain itu, Student Representative (SR) IISMA program sarjana dan vokasi yang diwakili oleh Saphira Pualam Langit Biru yang merupakan SR National Taiwan University of Science and Technology, Taiwan, dan Dewi Wulandari yang merupakan SR Coventry University, Inggris, juga menyampaikan laporan hasil pembelajaran awardee selama masa studi di luar negeri. Ucapan selamat datang juga disampaikan dari perwakilan Perguruan Tinggi Penyelenggara Pendidikan Vokasi (PTPPV) dan Perguruan Tinggi Dalam Negeri (PTDN) kepada awardee IISMA yang diwakili oleh Supriatna Adhisuwignjo selaku Direktur Politeknik Negeri Malang dan Ronny Lesmana selaku Kepala KUI Universitas Padjadjaran. 

Ucapan selamat dan rasa syukur disampaikan oleh perwakilan orang tua awardee yang di wakili oleh Zakaria Hasbullah, Ayahanda dari Nadia Azzahra, salah satu awardee dari Dundalk Institute of Technology, Irlandia. Zakaria menyampaikan rasa terima kasih kepada program IISMA karena telah memberikan kesempatan bagi anak-anak mereka untuk belajar di luar negeri. “Terima kasih kepada IISMA telah menjadi program yang menaungi dan mendukung studi bagi generasi muda. Harapan besar kami taruh kepada mereka guna meneruskan, mengembangkan, dan berdedikasi untuk masa depan Indonesia,” tutup Zakaria. (Penulis: Ditjen Pendidikan Vokasi/ Editor: Destian, Denty)

Kunjungi Untidar, UNSIQ Pelajari Manajemen Organisasi Mahasiswa

Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) mengunjungi Universitas Tidar dalam rangka studi tiru mengenai manajemen organisasi mahasiswa Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) di Ruang Multimedia, Rabu (7/2). Perwakilan ormawa Untidar dan UNSIQ dalam forum ini saling membagikan pengalaman organisasi, khususnya mengenai tips dan trik capaian UNTIDAR dalam Abdidaya PPK Ormawa 2023 lalu.

“Intinya UNTIDAR dan UNSIQ ‘kan berdekatan, bersaudara, masuk ke dalam perguruan tinggi Kedu raya. Oleh karena itu bagaimana Untidar dan UNSIQ jaya dan keren bersama melalui organisasi mahasiswa,” kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNTIDAR, Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd.

Prof. Parmin juga menyoroti data Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan yang menunjukkan hanya 20% lulusan S1 di Indonesia yang bekerja sesuai bidang keilmuannya.  Ia mengharapkan, kecakapan wirausaha dan berorganisasi mampu memberikan nilai tambah kepada mahasiswa Untidar dan UNSIQ.

“Besarnya prosentase lulusan perguruan tinggi yang menganggur makin hari makin mengkhawatirkan. Jadi ormawa kita memberikan hal yang sangat spesial, kenapa? Karena secara data nasional, mahasiswa yang mau bergabung menjadi pengurus ormawa makin menurun. Kurang dari 20% mahasiswa Indonesia yang mau aktif di organisasi. Maka harus kita pupuk dan rawat,” tambahnya.

Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan, Alumni, Inovasi Teknologi, dan PMB UNSIQ, Latu Menur Cahyadi, SE. menyampaikan, adanya wadah diskusi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan prestasi organisasi mahasiswa UNSIQ.

“Semoga prestasi Untidar dan UNSIQ semakin meningkat. Kami butuh sharing bagaimana manajemen organisasi mahasiswa dan PPK Ormawa yang sudah berjalan di Untidar. Selanjutnya kita akan melakukan diskusi dan studi tiru, sehingga hal-hal baik dapat kita kembamgkan di UNSIQ untuk berdarmabakti kepada masyarakat,” jelasnya.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan dan diskusi mengenai kondisi organisasi mereka, seperti tantangan program kerja hingga pengelolaan pendanaan.

Penulis : Isaka

Editor : Humas Untidar

Mahasiswa KKN Untidar Promosikan Potensi Desa Pringombo, Kabupaten Magelang

Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tidar membuat video profil desa sebagai upaya meningkatkan promosi potensi desa Pringombo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang.

Mengusung tema smart village, video profil yang diunggah di laman Youtube Desa Pringombo ini diharapkan dapat menjangkau masyarakat luas.

“Desa Pringombo memiliki potensi hasil pertanian seperti kopi dan lemon California organik yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Video profil ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak orang sehingga peminat atau pembeli hasil pertanian juga meningkat,” jelas Ilham Arrief, Ketua Tim KKN Desa Pringombo.

Kepala Desa Pringombo, Muh Hani menambahkan bahwa mata pencaharian utama warga adalah bertani. Warga mendapatkan penghasilan dari menjual hasil pertaniannya.

“Sebagian hasil panen tidak langsung dijual, namun diolah terlebih dahulu sebagai usaha kesil mereka. Selain itu, Pringombo juga dikenal sebagai Kampung Pancasila karena keberagaman yang terjalin di desa ini,” ujarnya.

Salah satu produk yang dikelola dari hasil petani tersebut adalah Kopi Kertojoyo milik pak Fauzi yang merupakan produk kopi dari hasil para petani yang terdapat di desa ini. Selain itu, terdapat juga produk berupa lemon California 100% organik.

Produk makanan yang diolah seperti kripik pegagan dan kerupuk gandum. Tidak hanya produk makanan yang mendukung potensi desa, akan tetapi terdapat juga usaha konveksi, pengrajin tas rajut, dll.

Smart village merupakan sebuah aspek dalam membangun desa melalui kekuatan digitalisasi dalam meningkatkan kualitas pemberdayaan masyarakat desa. Untuk itu, 10 mahasiswa KKN Untidar mewujudkannya dalam bentuk video profil desa dengan menonjolkan potensi desa melalui UMKM sebagai keunikan dan keberagaman desa. Harapannya, video profil tersebut menjadi batu loncatan bagi desa pringombo dalam memperkenalkan potensi desa yang dimiliki dan membantu meningkatkan perkonomian masyarakat melalui UMKM.

Selain itu. Tim KKN juga menyelenggarakan pelatihan digital marketing dengan peserta pelatihan 15 warga yang memiliki usaha di Desa Pringombo.

Pelatihan ini bertujuan mengenalkan pemasaran produk di platform online, cara mempertahankan dan memperluas pangsa pasar, serta strategi yang harus dilakukan oleh pelaku UMKM untuk menarik konsumen.

“Apresiasi diberikan kepada mahasiswa KKN yang telah mencetuskan program ini semoga kedepannya usaha yang saya jalankan dapat dikenal oleh seluruh masyarakat Kota dan Kabupaten Magelang hingga Indonesia,” tutur Ibu Sutarmi Pelaku UMKM kripik pegagan (01/24).

Kegiatan KKN ini dilaksanakan dalam kurun waktu 1 bulan yaitu pada bulan Januari-Februari 2024. Tim KKN Desa Pringombo terdiri dari 10 orang yaitu Ilham Arrief sebagai Ketua dan anggotanya terdiri dari Raehan Fahri, Ahmad Dwi Cahyo, Catur Widiyatmo, Mulyadi, Anastasia Dhea, Ninda Kumala, Dhea Khoirunisa, Septi Kristiyanti dan Mei Tri Mulyani.

 

Penulis :

Tim KKN Desa Pringombo 2024

Editor :

Humas Untidar

Tingkatkan Pelayanan Publik, UNTIDAR Gelar Sosialisasi Reformasi Birokrasi

Tingkatkan Pelayanan Publik, UNTIDAR Gelar Sosialisasi Reformasi Birokrasi

Universitas Tidar menyelenggarakan sosialisasi bertajuk “Sosialisasi Reformasi Birokrasi dalam Rangka Pembangunan Zona Integritas di Lingkungan Universitas Tidar”, Selasa (30/1) di Gedung dr. H. R Suparsono. Sosialisasi menghadirkan dua analis Ditjen Diktiristek, yakni Mohamad Ali Akbar dan Alexsander Ari Ade Saputro.

Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. mengapresiasi respons yang cepat dari fakultas-fakultas di UNTIDAR dalam membentuk tim zona integritas. Sebelumnya, fakultas teknik UNTIDAR sudah membangun zona integritas sejak tahun 2021. Prof. Sugiyarto, M.Si. berharap langkah baik ini dapat dilanjutkan dengan gerakan yang progresif.

“Saya rasa semangat birokrasi ini kembali satu pada nilai-nilai TIDAR, kita menjadi orang yg tangguh, integratif, dedikatif, aktif, dan responsif. Untuk itu, sehebat apapun cita-cita kita, tidak akan tercapai kalau birokrasinya nggak jelas,” tuturnya.

Ketua Tim Reformasi Birokrasi UNTIDAR, Among Wiwoho, S.E., M.M. menyampaikan, banyak perubahan yang bisa diharapkan, khususnya menyangkut kelembagaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.

“Reformasi birokrasi di UNTIDAR kita awali dari tahun 2020 meliputi penguatan delapan area, yaitu manajemen perubahan, deregulasi kebijakan, penataan organisasi, penataan tata laksana,  penataan sistem manajemen SDM aparatur, sistem akuntabilitas, sistem pengawasan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik,” katanya.

Sekretaris Tim Reformasi Birokrasi UNTIDAR, Sulistyaningrum, S.E. menambahkan, reformasi birokrasi bertujuan melakukan perubahan pengelolaan pemerintahan yang berdampak secara langsung pada pelayanan masyarakat.

“Tujuan sosialisasi hari ini menambah wawasan bagi teman-teman kita yang tergabung dalam tim reformasi birokrasi dan tentunya untuk menyamakan persepsi untuk semua tim zona integritas di semua fakultas di UNTIDAR,” jelasnya.

Analis SDM Aparatur Ahli Muda, Ditjen Diktiristek Kemendikbudristek RI, Mohamad Ali Akbar selaku pemateri menuturkan, untuk melakukan perubahan, pasti akan ada resistensi sehingga, untuk mempercepat reformasi birokrasi perlu melakukan zona integritas di seluruh fakultas.

“Sebenarnya keduanya sama-sama melakukan perubahan, tapi perbedaannya, yang pertama dari reformasi birokrasi, outputnya berupa indeks. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) akan melakukan penilaian reformasi birokrasi, kita dapat indeks. Tapi, kalau output zona integritas ada dua, yang pertama adalah predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), yang kedua predikat Wilayah Birokrasi dan Bersih Melayani (WBBM),” jelasnya.

Usai sosialisasi, diharapkan semua tim reformasi birokrasi dan zona integritas dapat mengimplementasikan kiat-kiat yang dibagikan untuk meningkatkan pelayanan publik UNTIDAR.

Penulis : Kerin

Editor : Isaka

UNTIDAR dan Ditbelmawa Kemdikbudristek Jalin Kerja Sama Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka 4 Tahun 2024

Universitas kembali terpilih menjadi Perguruan Tinggi Penerima dalam Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka 4 Tahun 2024. Terpilihnya UNTIDAR ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Universitas Tidar dengan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan di Plaza Insan Pendidikan Berprestasi, Gedung A Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI, Jakarta, Kamis (18/1/2024).

Penandatanganan ini dihadiri Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdikbudristek, Prof. Dr. Ir. Sri Suning Kusumawardani, S.T., M.T., Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemdikbudristek, Dr. Ir. Kiki Yuliati, M.Sc., Direktur Beasiswa LPDP, Ir. Dwi Larso, M.SIE., Ph.D., serta Kepala Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka, Asri Aldila Putri, S.Sos., M.Si. Adapun Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama UNTIDAR, Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc., IPM turut hadir didampingi Koordinator PT Penerima UNTIDAR, Eny Ratnasari, M.I.Kom. dalam penandatanganan ini.

Dalam sambutannya, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan memberikan apresiasi kepada seluruh perguruan tinggi penerima yang lolos pada Program PMM 4. Ia menerangkan bahwa program pertukaran ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi mahasiswa.

Selaras dengan Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi juga mengapresiasi seluruh perguruan tinggi penerima PMM 4. Ia menambahkan bahwa program pertukaran mahasiswa ini menjawab tantangan zaman yang terus berubah dengan memberikan pengalaman belajar di luar kelas dengan rekognisi.

Adapun dalam laporan Kepala Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka, dikatakan bahwa panitia melakukan seleksi ketat terkait perguruan tinggi penerima PMM 4. “Dari 210 perguruan tinggi yang mendaftar Program PMM 4, hanya 128 yang lolos sebagai perguruan tinggi penerima,” ujarnya.

Para peserta yang telah lolos, mengikuti pembekalan selama 3 hari pada 22-24 Januari 2024 secara online. Dalam kesempatan itu Kepala Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka, turut menjelaskan supaya peserta dapat memahami hak dan kewajiban  dalam mengikuti kegiatan PMM. “Satu hal yang perlu dipahami, sebelum bertanya terkait dengan hak.nya mohon untuk mengingatkan diri sendiri terkait kewajibannya”, jelasnya.

Hak peserta PMM berupa Bantuan Biaya Hidup (BHH), Bantuan Asuransi (BPJS Kesehatan), SPP Program, Bantuan Biaya Transportasi dan peserta berkewajiban untuk mengirimkan laporan kegiatan sampai seluruh kelengkapan adinistrasi terpenuhi.

Eny Ratnasari, selaku Koordinator Perguruan Tinggi Penerima UNTIDAR menjelaskan, “Pada PMM 4 Tahun 2024, UNTIDAR menerima 36 mahasiswa inbound dari 23 perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.”

“Selain sebagai upaya untuk meningkatkan indeks kinerja utama poin kedua, keikutsertaan UNTIDAR sebagai perguruan tinggi penerima adalah upaya branding UNTIDAR. Semoga keikutsertaan ini membuka peluang kerja sama lainnya dengan perguruan tinggi asal dari mahasiswa inbound,” terangnya.

UNTIDAR juga mengirimkan 35 mahasiswa outbound untuk belajar di berbagai perguruan tinggi di luar Pulau Jawa yang tersebar di Pulau Sumatera, Bali, Nusa Tenggara, hingga Sulawesi.

Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) merupakan bagian dari sembilan Program Merdeka Kampus Merdeka (MBKM). Program yang dilaksanakan satu semester ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar di luar kampus serta meningkatkan wawasan kebhinekaan melalui kegiatan Modul Nusantara. Disamping itu, Program PMM juga memfasilitasi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar terbaik sesuai dengan ciri khas Universitas Tidar yang unggul dalam kewirausahaan.

Penulis: Eny Ratnasari